<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Wisata Edukasi Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/wisata-edukasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Oct 2025 16:48:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Wisata Edukasi Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Museum Batik Pekalongan Jadi Magnet Wisata Edukasi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/10/10/museum-batik-pekalongan-jadi-magnet-wisata-edukasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Oct 2025 16:48:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[museum-batik]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Edukasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=500871</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA PEKALONGAN (SUARABARU.ID) &#8211; Museum Batik Pekalongan menjadi magnet wisata edukatif bagi pelajar dari berbagai daerah. Salah satunya datang dari SD Muhammadiyah 1 Kota Tegal, yang mengadakan kegiatan outing class dengan tujuan memperkenalkan batik sebagai warisan budaya bangsa kepada para siswanya. Rombongan siswa sekolah dasar tersebut tampak antusias saat berkeliling area museum yang menampilkan berbagai [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/10/museum-batik-pekalongan-jadi-magnet-wisata-edukasi">Museum Batik Pekalongan Jadi Magnet Wisata Edukasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA PEKALONGAN (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Museum Batik Pekalongan menjadi magnet wisata edukatif bagi pelajar dari berbagai daerah. Salah satunya datang dari SD Muhammadiyah 1 Kota Tegal, yang mengadakan kegiatan outing class dengan tujuan memperkenalkan batik sebagai warisan budaya bangsa kepada para siswanya.</p>
<p>Rombongan siswa sekolah dasar tersebut tampak antusias saat berkeliling area museum yang menampilkan berbagai koleksi batik dari seluruh nusantara. Dalam kunjungan yang berlangsung pada Kamis (9/10/2025), para siswa tidak hanya melihat ragam motif dan warna batik, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung menyaksikan proses pembuatan batik tradisional.</p>
<p>Guru pendamping, Ayu dari SD Muhammadiyah 1 Kota Tegal, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembelajaran luar kelas atau outing class untuk memberikan pengalaman nyata kepada siswa mengenai kebudayaan Indonesia.</p>
<p>“Kebetulan kami sedang mengadakan outing class, anak-anak kami ajak ke Museum Batik Pekalongan dan juga ke Pantai Pasir Kencana. Tujuannya supaya mereka bisa mengenal batik sebagai warisan budaya kita,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya sekarang anak-anak jarang menggunakan batik, sehingga diharapkan setelah pulang dari kunjungan ini, mereka jadi lebih suka dan mencintai batik. Kunjungan tersebut menjadi momen pertama mereka ke Museum Batik, dan antusiasnya luar biasa.</p>
<p>Dijelaskan Ayu, penting bagi generasi muda untuk mengenal budaya bangsa sejak dini, terutama di tengah perkembangan zaman yang membuat minat terhadap warisan tradisional mulai menurun.</p>
<p>“Anak-anak sekarang jarang mau ke museum, seperti museum batik. Mereka mungkin berpikir batik itu kuno dan itu-itu saja. Tapi setelah melihat langsung, harapannya mereka bisa lebih tertarik,” tandasnya.</p>
<p>Usai menjelajahi Museum Batik, ia menilai bahwa fasilitas dan tampilan Museum Batik Pekalongan sangat menarik dan edukatif.</p>
<p>“Tempatnya bagus, luas, dan koleksi batiknya sangat banyak. Sangat mendukung untuk kegiatan belajar luar sekolah seperti ini,” sambungnya.</p>
<p>Sementara itu, Gezi Ilham Ramadhan, siswa kelas 5 SD Muhammadiyah 1 Tegal, mengaku senang bisa mengunjungi museum untuk pertama kalinya. “Ini pertama kali saya ke museum. Ternyata seru, bisa lihat macam-macam motif batik dan alat untuk membatik. Sekarang jadi tahu bagaimana proses batik dibuat. Saya ingin datang ke sini lagi,” bebernya.</p>
<p>Kunjungan semacam ini tidak hanya memberikan wawasan baru bagi siswa, tetapi juga menjadi upaya nyata dalam menumbuhkan kecintaan terhadap budaya nasional di tengah era digital.</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/10/museum-batik-pekalongan-jadi-magnet-wisata-edukasi">Museum Batik Pekalongan Jadi Magnet Wisata Edukasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rumah Tenun Magelang, Tawarkan Wisata Edukasi Pengunjung Bisa Praktik Menenun</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/12/26/rumah-tenun-magelang-tawarkan-wisata-edukasi-dan-bisa-praktik-membuat-tenun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Dec 2021 02:00:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi tujuan wisata Kabupaten Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten magelang]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata kabupaten magelang]]></category>
		<category><![CDATA[pesona wisata magelang]]></category>
		<category><![CDATA[rumah tenun magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Edukasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=220639</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID ( SUARABARU.ID)- Banyak pilihan destinasi wisata yang ditawarkan bagi para pengunjung yan melakukan perjalanan wisata di wilayah Kabupaten Magelang. Tidak hanya berbagai destinasi  wisata  yang menawatkan keindahan panorama alam, wisata buatan dan wisata candi , melainkan juga wisata edukasi. Salah satu  objek wisata edukasi yang masih tergolong baru, yakni Rumah Tenun Magelang yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/12/26/rumah-tenun-magelang-tawarkan-wisata-edukasi-dan-bisa-praktik-membuat-tenun">Rumah Tenun Magelang, Tawarkan Wisata Edukasi Pengunjung Bisa Praktik Menenun</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MUNGKID ( SUARABARU.ID)-</strong> Banyak pilihan destinasi wisata yang ditawarkan bagi para pengunjung yan melakukan perjalanan wisata di wilayah Kabupaten Magelang.</p>
<p>Tidak hanya berbagai destinasi  wisata  yang menawatkan keindahan panorama alam, wisata buatan dan wisata candi , melainkan juga wisata edukasi.</p>
<p>Salah satu  objek wisata edukasi yang masih tergolong baru, yakni Rumah Tenun Magelang yang berada di Jalan Raya Bandongan- Kaliangkrik Km 7, Desa Tonoboyo, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang,</p>
<p>Di Rumah Tenun Magelang ini, pengunjung  selain bisa menyaksikan secara langsung proses penenunan aneka serat alami, juga  bisa praktik langsung  menenun dengan menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM).</p>
<p>Setibanya di tempat wisata yang mempunyai luas lahan total 2 hektare tersebut, disambut dengan  <em>welcome drink</em>  berupa  minuman jamu beras kencur dan kunir asem. Ditambah dengan aneka jajanan pasar.</p>
<p>Para pengunjung objek wisata edukasi Rumah Tenun Magelang  tersebut  tidak perlu khawatir untuk berkeliling tempat wisata yang terletak di kaki Gunung Sumbing itu.</p>
<p>Dengan diantar oleh  pemandu, wisatawan terlebih dulu diajak keliling taman yang ada di kompleks Rumah Tenun Magelang, untuk dikenalkan dengan tanaman serat alami tropis yang dijadikan bahan bakunya. Seperti mendong, enceng gondok, rami, pelepah pisang, akar wangi dan lainnya.</p>
<p>Setelah berkeliling taman dan dijelaskan tentang berbagai macam serat bahan baku tenun alami tersebut, pengunjung diarahkan untuk melihat langsung proses pembuatan berupa penyerutan bahan baku, pemilahan dan proses produksi.</p>
<p>Setelah usai melihat dari dekat proses pemilahan, pewarnaan  bahan baku serat, pengunjung diarahkan untuk menuju salah  ruang produksi tenun dengan alat tenun bukan mesin.</p>
<p>Di ruangan tersebut, pengunjung tidak hanya bisa melihat proses penenunan saja, tetapi bisa langsung mencoba untuk  belajar menenun dengan alat yang mengandalkan tenaga tangan dan kaki manusia.</p>
<p>Di Rumah Tenun tersebut dengan menggunakan berbagai macam bahan baku alami dan juga bahan –bahan bekas dari kertas majalah atau koran, diproduksi tirai, karpet, <em>wall cover</em> ( pelapis dinding) dan lainnya.</p>
<p>Kepala Rumah Tenun Magelang, Saleh mengatakan,  pabrik tenun Retota Magelang tersebut sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun, baru di tahun 2017 lalu, manajemen mulai melirik dunia pariwisata yang menjadi salah satu bagiannya dan menjadikan sebagai Rumah Tenun Magelang.</p>
<p>Sedangkan, di tahun 2021 ini, pihaknya mulai serius untuk menggarapnya secara serius menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Magelang .</p>
<p>Produk-produk  kerajinan tangan yang dihasilkan dari Rumah Tenun Magelang ini, hampir semuanya bernilai tinggi dan mempunyai pangsa pasar ekspor ke beberapa negara di Eropa, Amerika dan Jepang.</p>
<p>Ia menambahkan, karena semuanya mempunyai nilai tinggi, sehingga harganya relative cukup mahal.</p>
<p>“Kalau belum melihat prosesnya pasti bilangya mahal sekali. Namun, setelah kita ajak untuk melihat dan ikut proses pembuatannya, mereka akan bilang wajar sekali kalua mahal,” katanya.</p>
<p>Bagi wisatawan yang mau berkunjung ke Rumah Tenun Magelang ini, bisa pesan tempat  dan memilih paket wisata yang telah disediakan. Adapun paket wisata edukasi yang ditawarkan  dari harga Rp 120 ribu, Rp 150 ribu, Rp 200 ribu, Rp 300 ribu dan Rp 400 ribu, dengan jumlah rombongan minimal enam orang.</p>
<p>Tempat  wisata  yang ada di pinggir Jalan Raya Bandongan – Kaliangkrik, Kabupaten Magelang ini , buka setiap hari Senin hingga Sabtu. Pada Senin-Jumat buka mulai pukul 10.00 WIB sampai 15.00 WIB. Sedangkan  di hari Sabtu mulai pukul 10.00-14.00 WIB dan setiap pukul 12.00 WIB – 13.00 WIB tutup, karena seluruh karyawan bagian produksi  istirahat siang.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/12/26/rumah-tenun-magelang-tawarkan-wisata-edukasi-dan-bisa-praktik-membuat-tenun">Rumah Tenun Magelang, Tawarkan Wisata Edukasi Pengunjung Bisa Praktik Menenun</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mbah Achid dan Warga Tak Mau Sekadar Nyawang Pabrik</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/03/16/mbah-achid-dan-warga-tak-mau-sekadar-nyawang-pabrik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2021 13:17:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Edupark]]></category>
		<category><![CDATA[Petani Ternak]]></category>
		<category><![CDATA[Rembang]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Edukasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=157004</guid>

					<description><![CDATA[<p>REMBANG (SUARABARU.ID)- Senyum Achmad Achid (50) mengembang setiap kali mengamati ternak domba Merino yang dipelihara di kandang miliknya terlihat sehat dan gemuk. Sembari santai bersila menyeruput kopi di atas gazebo, sesepuh Desa Timbrangan, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang ini sesekali menengok kandang domba yang berada persis di bawah bangunan kayu tersebut. Dengan penuh kesabaran dan ketelatenan, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/03/16/mbah-achid-dan-warga-tak-mau-sekadar-nyawang-pabrik">Mbah Achid dan Warga Tak Mau Sekadar Nyawang Pabrik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>REMBANG (SUARABARU.ID)- </strong>Senyum Achmad Achid (50) mengembang setiap kali mengamati ternak domba Merino yang dipelihara di kandang miliknya terlihat sehat dan gemuk. Sembari santai bersila menyeruput kopi di atas gazebo, sesepuh Desa Timbrangan, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang ini sesekali menengok kandang domba yang berada persis di bawah bangunan kayu tersebut.</p>
<p>Dengan penuh kesabaran dan ketelatenan, Achmad Achid selaku pembina Komunitas Tani Ternak Brotoseno memberikan dorongan moral dan semangat kepada anggota komunitasnya yang bekerja gigih membesarkan peternakan kambing di Timbrangan.</p>
<p>Kepala Lembaga Pendidikan Taman Alquran Desa Timbrangan ini secara panjang lebar berkisah tentang peternakannya, dari awal berdiri, mengembangkan, hingga membuahkan hasil.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2021/03/16/ketentuan-dari-ganjar-yang-harus-dipenuhi-bila-seniman-ingin-pentas/">Ketentuan dari Ganjar yang Harus Dipenuhi, Bila Seniman Ingin Pentas</a></strong></p>
<p>Pemikiran untuk mengembangkan ternak kambing ini bukan tanpa alasan. Sebagai sesepuh yang juga mantan Kepala Desa Timbrangan, dia digelisahkan oleh realita sosial, betapa banyak anak muda di desanya yang cenderung lebih suka menghabiskan waktu hanya untuk kongkow di warung kopi atau main <em>game online</em>.</p>
<p>Dibantu oleh Musahid, ketua Komunitas Tani Brotoseno, Achid berinisiatif membuat komunitas yang positif dan berpikir produktif. “Karena lingkungan ini adalah kawasan perdesaan, maka kegiatan yang kami garap fokus pada peternakan dan pertanian,” ungkapnya.</p>
<p>Gagasan Achmad Achid tak sia-sia. Kini sudah ada belasan pemuda berusia antara 17 &#8211; 25 tahun yang menjadi anggota Brotoseno Tani Ternak, yang masing-masing punya peran berbeda. “Ada yang menjadi operator kandang, pencari pakan, dan lain sebagainya. Anak-anak muda yang semula tidak peduli dengan ternak dan tani, mulai tertarik. Secara otomatis kegiatan yang tidak bermanfaat seperti kongkow-kongkow yang berimbas pada sikap malas bekerja, lambat laun juga bisa dikikis,” paparnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2021/03/16/memberdayakan-warga-mengangkat-perekonomiannya/">Memberdayakan Warga, Mengangkat Perekonomiannya</a></strong></p>
<figure id="attachment_157006" aria-describedby="caption-attachment-157006" style="width: 600px" class="wp-caption aligncenter"><img class="size-full wp-image-157006" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/03/Kambing-milik-mbah-Achid.jpg" alt="" width="600" height="450" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/03/Kambing-milik-mbah-Achid.jpg 600w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/03/Kambing-milik-mbah-Achid-400x300.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/03/Kambing-milik-mbah-Achid-150x113.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/03/Kambing-milik-mbah-Achid-80x60.jpg 80w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/03/Kambing-milik-mbah-Achid-100x75.jpg 100w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/03/Kambing-milik-mbah-Achid-180x135.jpg 180w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/03/Kambing-milik-mbah-Achid-238x178.jpg 238w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /><figcaption id="caption-attachment-157006" class="wp-caption-text">Kambing milik mbah Achid</figcaption></figure>
<p>Mayoritas kambing di kandang Brotoseno Tani Ternak merupakan bantuan PT Semen Gresik Pabrik Rembang. Sinergi ini terjalin setelah sebelumnya komunitas tersebut membangun kandang kambing. Melalui program Sahabat Ternak Semen Gresik, komunitas ini mendapat bantuan 11 ekor. Rinciannya, enam ekor kambing Jawa dan lima ekor domba Merino.</p>
<p>Seiring berjalannya waktu, Brotoseno Tani Ternak membeli lagi enam ekor kambing Jawa Randu, sehingga aset mereka sekarang telah berkembang menjadi 17 ekor. “Karena dianggap berhasil, pertengahan Juni 2020 lalu kami mendapat bantuan lagi berupa uang senilai Rp 30 juta. Semuanya kita gunakan untuk membeli kambing. Kalau sebelumnya hanya penggemukan, sekarang untuk pengembangbiakan,” tutur Musahid.</p>
<p>Sejak setahun lalu, tepatnya Januari 2020, menurut Musahid, anggota Komunitas Tani Ternak Brotoseno sudah menikmati jerih payah dari peternakan domba tersebut. Setidak-tidaknya bisa menjual 24 ekor dari program penggemukan kambing.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2021/03/16/jemur-gabah-warga-petanahan-meninggal-disambar-petir/">Jemur Gabah, Warga Petanahan Meninggal Disambar Petir</a></strong></p>
<p>“Karena bobotnya sudah cukup, ada 12 ekor kambing Jawa Randu yang akan kita jual saat Idul Adha nanti. Hasilnya ya untuk membeli kambing lagi, agar bisa berkembang lebih banyak,” katanya.</p>
<p>Tren pencapaian ini, diakuinya merupakan hasil kolaborasi yang baik antara sektor peternakan dan pertanian. Selain mengurusi kambing, anggota Brotoseno Tani Ternak juga menanam pohon untuk pakan ternak. Seperti ketela dan pohon Indigofera (jenis tanaman polong yang memiliki kandungan protein dan mineral tinggi, sehingga bagus untuk pertumbuhan ternak).</p>
<p>Menurut Achid, sebagai warga yang mayoritas hidup di pedesaan, sektor tani dan ternak sangatlah penting. Kedua sektor perekonomian itu merupakan fondasi kuat untuk membangun ketahanan pangan masyarakat. Dia berharap, lewat Brotoseno Tani Ternak, proses kaderisasi di dua sektor itu bisa berjalan berkesinambungan, sehingga muncul petani dan peternak muda yang berkualitas.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2021/03/16/yuk-kita-tengok-seperti-apa-sih-program-kopek-yang-diluncurkan-sat-lantas-polres-wonosobo/">Yuk Kita Tengok Seperti Apa Sih Program KOPEK yang Diluncurkan Sat Lantas Polres Wonosobo</a></strong></p>
<p>“Tani dan ternak memiliki nilai ekonomi yang bagus. Makanya kita fokus dan mengajak anak-anak muda di desa kami untuk menekuni ternak,” jelas mantan Kepala Desa Timbrangan ini.</p>
<p>Selaku sesepuh desa, dia mengaku sangat terbantu dengan adanya pabrik semen. Selain bisa menyerap tenaga kerja, juga bermanfaat bagi warga Timbrangan. Baik sarana maupun prasarana sudah bisa dirasakan. Sekitar 50 persen dari warga Timbrangan terserap bekerja di pabrik, sedangkan sebagian warga lainnya diberdayakan untuk mencari penghidupan yang layak, misalnya berdagang, bertani, dan beternak melalui <em>corporate social responsibility</em> (CSR) yang dikucurkan.</p>
<p>Meskipun demikian, Achid berkomitmen untuk tetap akan mengkritisi kebijakan dan program PT Semen Gresik manakala tidak berpihak kepada masyarakat di desanya. “&#8217;Saya sangat mendukung dan berterima kasih. Sebagai daerah ring satu, ya memang harus merasakan imbal baliknya, karena jika ada dampak negatif pasti akan merasakan. Oleh karena itu sudah selayaknya warga ring satu mendapat perhatian. Artinya, ketika ada dampak negatif, maka dampak positifnya juga harus dirasakan,” ujarnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2021/03/16/kapolri-tinjau-pelaksanaan-vaksinasi-covid-19-tahap-ii-di-polda-jabar/">Kapolri Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahap II di  Polda Jabar </a></strong></p>
<p>“&#8217;Andaikan program-program itu tidak dipraktikkan atau direalisasikan, saya akan tetap <em>nyuworo </em>(mengkritisi). Berkali-kali saya sampaikan, saya mendukung keberadaan pabrik semen di sini, tetapi jangan lupa saya juga tetap mengkritisi jika ada yang kurang berpihak kepada masyarakat di sekitar pabrik. Tetapi alhamdulillah, kelangsungan hidup warga di sekitar pabrik terbantu,&#8217;” katanya.</p>
<p>Sejak pabrik berdiri, menurut Achid, lebih banyak dampak positif yang dirasakan dalam kaitan keberlangsungan hidup warga sekitar. Bahkan tidak ada masalah seperti yang banyak dikhawatirkan. “Di samping program pemberdayaan, praktis operasional pabrik juga memerlukan tenaga kerja yang diserap dari warga ring satu,” ungkapnya.</p>
<p>“Terus terang, selama saya hidup di sini, baru ada satu perusahaan yang memperhatian warga, sehingga tidak hanya bisa <em>nyawang</em> (melihat) bangunan pabriknya saja, tetapi bisa ikut menikmati dampak positifnya. Bahkan sampai-sampai <em>kulo ngertos singkatane CSR lho mas. C-nya Corporate, S-nya Social, dan R-nya Responsibility</em>,&#8221; ujarnya, tertawa.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2021/03/16/gp-ansor-laporkan-buku-ajar-agama-terbitan-tiga-serangkai-yang-terindikasi-radikal-dan-intoleran/">GP Ansor Laporkan Buku Ajar Agama Terbitan Tiga Serangkai yang Terindikasi Radikal dan Intoleran</a></strong></p>
<p>Program Sahabat Ternak tak hanya diterapkan di Timbrangan. Desa Kajar, Kecamatan Gunem. Kelompok Kajar Bangun Deso juga mendapat bantuan 11 ekor kambing. Perkembangan ternak di Kajar sama seperti di Timbrangan. Saat Idul Adha, kambing peliharaan siap dijadikan hewan kurban. Karena dinilai berhasil, dikucurkan lagi bantuan senilai Rp 20 juta.</p>
<p>Kepala Unit Komunikasi dan CSR PT Semen Gresik Dharma Sunyata mengakui, jajarannya berkomitmen untuk berkontribusi positif demi kemajuan daerah, serta tumbuh dan berkembang bersama masyarakat.</p>
<p>Sahabat Ternak hanya salah satu program yang dijalankan. Progam ini prospektif. Kambing Jawa Randu peliharaan warga akan dibeli lagi untuk kebutuhan hewan ternak saat Idul Adha. Khusus domba Merino diprioritaskan tidak diambil dagingnya, namun hanya bulunya. Warga bisa membuat beragam produk kerajinan berbahan bulu domba itu. Mulai dari jaket, tas, dan sebagainya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2021/03/16/lingga-yoni-unik-dan-besar-ditemukan-di-pekarangan-warga-dusun-culengan/">Lingga-Yoni Unik dan Besar Ditemukan di Pekarangan Warga Dusun Culengan</a></strong></p>
<p>Diharapkan, proyeksi kerajinan tersebut akan menjadi rintisan produk UMKM unggulan desa. Dalam jangka panjang, Desa Timbrangan maupun Desa Kajar bisa menjadi sentra kerajinan bulu domba Merino. “Kami harapkan ekonomi di desa juga ikut bergerak seiring geliat UMKM itu,” ujar Dharma.</p>
<figure id="attachment_157007" aria-describedby="caption-attachment-157007" style="width: 681px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-157007" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/03/edupark.jpg" alt="" width="681" height="406" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/03/edupark.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/03/edupark-400x238.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/03/edupark-150x89.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-157007" class="wp-caption-text">Lokasi Edupark Pertanian dan Peternakan Terpadu</figcaption></figure>
<p>Untuk mendorong program pemberdayakan masyarakat, dibuat demplot melalui Program Edupark sebagai upaya mendorong peningkatan kualitas BUMDes. Muara dari proses ini juga untuk menggenjot kesejahteraan masyarakat setempat.</p>
<p>Edupark yang merupakan bagian dari progam Perkebunan, Pertanian, Perikanan dan Peternakan Terpadu (P4T) diresmikan oleh Bupati Rembang H Abdul Hafidz pada Februari 2020 lalu. Usai diresmikan, pengelolaannya diserahkan kepada BUMDes Mbangun Deso Desa Kajar, Kecamatan Gunem.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2021/03/16/pemkab-magelang-dukung-pembangunan-wilayah-birokrasi-bersih-melayan/">Pemkab Magelang Dukung Pembangunan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani</a></strong></p>
<p>Menurut Dharma Sunyata, aktivitas Edupark berjalan normal, termasuk pada masa-masa pandemi Covid-19 sekarang.</p>
<p>Lahannya diisi berbagai hewan ternak, ikan, hingga aneka sayuran. Progam ini multimanfaat. Dari ayam Arab dan burung puyuh bisa diambil telurnya. Sedang lele dan ikan tawar lainnya dimanfaatkan dagingnya. Pisang dan pepaya dimaksimalkan buahnya.</p>
<p>Tak hanya itu, jamur, kangkung, sawi, selada, kacang panjang, terong hingga sereh dan tanaman hortikultura lainnya juga bisa dimanfaatkan, baik dikonsumsi sendiri maupun dijual. Sedang sapi dimanfaatkan dagingnya. Domba Morino selain menghasilkan daging, bulunya bisa dimanfaatkan. Kotoran sapi, domba, ayam, dan puyuh dimaksimalkan untuk berbagai hal. Mulai dari pupuk, pakan ternak, biogas, bahkan energi listrik untuk kebutuhan rumah tangga.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2021/03/16/kembali-dari-penugasan-satgas-yonif-raider-400-br-diminta-tetap-profesional/">Kembali dari Penugasan, Satgas Yonif Raider 400/BR Diminta Tetap Profesional</a></strong></p>
<p>Masyarakat antusias merespons positif kehadiran Edupark. Hingga kini sudah ada sekitar 700 orang dari berbagai latar belakang mulai dari pelajar SD/ sederajat, pengelola BUMDes, karang taruna, organisasi masyarakat, perwakilan BUMN, instansi swasta maupun pemerintah yang berkunjung. Tak hanya dari wilayah Rembang, namun juga dari Blora, Pati, dan lainnya.</p>
<p>Mereka ingin melihat dan belajar secara langsung pengelolaan program P4T tersebut. Bahkan ada yang ingin “memfotokopi” dengan menerapkan upaya membangun kemandirian pangan, ekonomi, dan energi di daerahnya. Seiring pandemi Covid-19, kunjungan ke Edupark dibatasi atau ditunda jika jumlah pengunjung terlalu banyak.</p>
<p>Dharma menambahkan, Edupark diproyeksikan sebagai sarana transfer pengetahuan bagi warga desa sekitar perusahaan dan kalangan lainnya. Lewat progam ini warga bisa membangun kemandirian pangan, ekonomi, dan bahkan energi skala kecil di lingkungannya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2021/03/16/tmmd-di-purbalingga-fokus-pada-pembangunan-jalan-baru/">TMMD di Purbalingga Fokus pada Pembangunan Jalan Baru</a></strong></p>
<p>“Desa juga kami harapkan memiliki satu produk unggulan berbasis potensi lokal. Ujung dari proses itu, ikut menunjang kesejahteraan masyarakat setempat. Ini satu wujud komitmen kami untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat serta berkontribusi positif untuk kemajuan daerah,” tandasnya.</p>
<p>Salah seorang tim ahli, Asyratul Jannah mengatakan, wahana tersebut mengakomodasi sejumlah warga dari desa-desa sekitar pabrik yang potensial untuk mengembangkan ternak sapi. Warga bisa memetik hasilnya jika sudah gemuk. Dengan sistem penggemukan itu, peternak bisa <em>ngereti</em> untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kemudian sebagian dibelikan ternak untuk digemukkan kembali.</p>
<p>“Misalnya sapi yang sudah gemuk laku jual Rp 25 juta, maka petani bisa <em>ngereti</em> atau mengambil uang untuk kebutuhan hidup sebesar Rp 15 juta, sisa uang dari hasil penjualan Rp 10 juta bisa digunakan untuk membeli sapi lagi untuk digemukkan,” ujar Jannah.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2021/03/16/tni-relawan-dan-masyarakat-bergotong-royong-singkirkan-matreal-longsor/">TNI, Relawan, dan Masyarakat Bergotong Royong Singkirkan Matreal Longsor</a></strong></p>
<figure id="attachment_157008" aria-describedby="caption-attachment-157008" style="width: 681px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-157008" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/03/Ternak-Sapi.jpg" alt="" width="681" height="440" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/03/Ternak-Sapi.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/03/Ternak-Sapi-400x258.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/03/Ternak-Sapi-150x97.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/03/Ternak-Sapi-300x194.jpg 300w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-157008" class="wp-caption-text">Pengembangan ternak sapi di lokasi Edupark</figcaption></figure>
<p>Sapi yang telah digemukkan bisa dijual ketika harga daging mahal. Dengan estimasi pertumbuhan 1/2 kg per hari. Untuk proses penggemukan seekor sapi, selain diberi pakan rerumputan dari sekitar lahan Edupark, juga diberi vitamin dan makanan tambahan, sehingga mempercepat proses pertumbuhan. “Edupark bekerja sama dengan BUMDes Kajar dan Timbrangan untuk mengakomodasi 63 petani,” jelasnya.</p>
<p>Selain sapi juga ada domba Morino. Untuk pakan domba, disediakan rumput dicampur dengan kacang-kacangan. Ke depan, keberadaan domba akan menjadi edukasi bagi anak-anak saat berkunjung di Edupark.</p>
<p>Selain peternakan, terdapat sejumlah tanaman, di antaranya kubis, brokoli, cabai, jeruk, dan kangkung. Beragam tanaman tersebut cepat laku di pasaran. Bahkan suatu saat ketika sedang panen, sejumlah pedagang membeli dengan memetik langsung ke lahan.</p>
<p>Agar lebih dikenal masyarakat, Jannah berupaya memviralkan Edupark, dan mengembangkan penjualan melalui media sosial, misalnya IG. Juga membuat kegiatan yang bersifat massal, misalnya lomba mancing dan sebagainya, sehingga setiap peserta bisa menyosialisasikan Edupark dengan cara mem-<em>follow</em> IG.</p>
<p>“Ke depan akan dikembangkan untuk wisata. Bahkan pada bulan Ramadan nanti akan dibuat pasar kecil. Harapan kami pengunjung bisa melihat langsung budidaya peternakan dan pertanian, sambil ngabuburit di Edupark. Saya bertekad mengembangkan pertanian untuk mengedukasi warga sekitar pabrik sebagai tempat wisata dan edukasi,” ujar Jannah.</p>
<p><em><strong>Suarabaru.id/Tim</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/03/16/mbah-achid-dan-warga-tak-mau-sekadar-nyawang-pabrik">Mbah Achid dan Warga Tak Mau Sekadar Nyawang Pabrik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>