<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>whatsApp Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/whatsapp/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Apr 2026 23:40:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>whatsApp Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Marak Penipuan Melalui WhatsApp Mengatasnamakan Pejabat, Pemkab Grobogan Ingatkan Warga Jangan Mudah Percaya</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/04/09/marak-penipuan-melalui-whatsapp-mengatasnamakan-pejabat-pemkab-grobogan-ingatkan-warga-jangan-mudah-percaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 23:38:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[imbauan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[penipuan]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada]]></category>
		<category><![CDATA[whatsApp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=552911</guid>

					<description><![CDATA[<p>GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Pemkab Grobogan mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat terkait maraknya penipuan melalui WhatsApp yang mengatasnamakan pejabat. Imbauan tersebut disampaikan kepada masyarakat luas, pasca banyaknya laporan adanya penipuan yang mengatasnamakan pejabat belakangan ini. Pemkab Grobogan menerima laporan terkait peningkatan kasus penipuan WhatsApp dengan modus mengatasnamakan pejabat, sehingga masyarakat diminta lebih waspada terhadap berbagai bentuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/09/marak-penipuan-melalui-whatsapp-mengatasnamakan-pejabat-pemkab-grobogan-ingatkan-warga-jangan-mudah-percaya">Marak Penipuan Melalui WhatsApp Mengatasnamakan Pejabat, Pemkab Grobogan Ingatkan Warga Jangan Mudah Percaya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GROBOGAN (SUARABARU.ID) –</strong> Pemkab Grobogan mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat terkait maraknya penipuan melalui WhatsApp yang mengatasnamakan pejabat.</p>
<p>Imbauan tersebut disampaikan kepada masyarakat luas, pasca banyaknya laporan adanya penipuan yang mengatasnamakan pejabat belakangan ini.</p>
<p>Pemkab Grobogan menerima laporan terkait peningkatan kasus penipuan WhatsApp dengan modus mengatasnamakan pejabat, sehingga masyarakat diminta lebih waspada terhadap berbagai bentuk komunikasi mencurigakan.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/04/09/memperat-silaturahmi-memperkuat-komitmen-menjaga-kamtibmas">Memperat Silaturahmi, Memperkuat Komitmen Menjaga Kamtibmas</a></strong></h6>
<p>Pemerintah Kabupaten Grobogan menegaskan kepada masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pesan yang mengaku berasal dari pejabat daerah melalui aplikasi WhatsApp.</p>
<p>Pelaku kejahatan memanfaatkan berbagai cara untuk meyakinkan calon korban, mulai dari memasang foto profil pejabat hingga menggunakan nada komunikasi yang terlihat meyakinkan.</p>
<p>Tidak jarang, pelaku juga melakukan panggilan suara yang dibuat menyerupai suara asli pejabat guna memperkuat tipu daya mereka.</p>
<p>Kondisi ini semakin berbahaya karena pelaku kerap menyasar masyarakat yang sedang menunggu bantuan pemerintah.</p>
<p>Situasi tersebut dimanfaatkan pelaku untuk membangun kepercayaan dan kemudian melancarkan aksi penipuan dengan meminta sejumlah uang.</p>
<p>Pemerintah daerah memastikan bahwa seluruh bantuan yang diberikan kepada masyarakat selalu melalui mekanisme resmi.</p>
<p>“Seluruh bantuan disalurkan melalui prosedur yang sah dan tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun,” dalam pernyataan resmi yang disampaikan Protkopim Setda Grobogan.</p>
<p>Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa segala bentuk permintaan uang yang mengatasnamakan pejabat merupakan tindakan penipuan.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/04/09/seorang-pria-meninggal-mendadak-di-pompa-bensin">Seorang Pria Meninggal Mendadak di Pompa Bensin</a></strong></h6>
<p>Imbauan resmi ini dituangkan dalam Surat Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan Nomor B/000.8.3.4/308/SETDA/2026 tertanggal 8 April 2026.</p>
<p>Sekretaris Daerah Anang Armunanto menandatangani langsung surat tersebut sebagai langkah antisipatif menghadapi maraknya kejahatan digital.</p>
<p>Pemerintah daerah kemudian menginstruksikan kepada para camat serta kepala desa dan kelurahan untuk segera menyampaikan informasi ini kepada masyarakat.</p>
<p>Langkah tersebut diambil untuk memperluas jangkauan edukasi sekaligus meningkatkan kewaspadaan warga di seluruh wilayah.</p>
<p>Masyarakat diminta untuk tidak langsung mempercayai setiap pesan pribadi atau telepon yang mencurigakan.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Grobogan juga menekankan pentingnya melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima.</p>
<p>“Langkah sederhana berupa konfirmasi menjadi penting untuk memastikan kebenaran informasi,” tulis Sekda Grobogan Anang Armunanto.</p>
<p>Warga juga diingatkan agar tidak terburu-buru melakukan transfer uang kepada pihak yang mengaku sebagai pejabat atau perwakilan pemerintah.</p>
<p>Pelaku penipuan kerap memanfaatkan kondisi psikologis korban yang merasa yakin terhadap identitas yang ditampilkan.</p>
<p>Fenomena ini menunjukkan bahwa literasi digital menjadi hal penting yang harus terus ditingkatkan di tengah masyarakat.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Grobogan terus menggencarkan edukasi terkait bahaya penipuan berbasis digital agar masyarakat semakin cerdas dalam menyaring informasi.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/04/08/undip-dan-buct-tiongkok-resmikan-program-gelar-ganda-teknik-kimia">UNDIP dan BUCT Tiongkok Resmikan Program Gelar Ganda Teknik Kimia</a></strong></h6>
<p>Sebagai bentuk pelayanan publik, pemerintah menyediakan kanal pengaduan resmi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.</p>
<p>Layanan Lapor Bupati dapat diakses melalui nomor +62 888-4848-448 untuk memudahkan warga melakukan verifikasi.</p>
<p>Melalui imbauan ini, Pemkab Grobogan berharap masyarakat mampu menghindari penipuan, meningkatkan kewaspadaan, serta tidak memberi celah bagi pelaku yang memanfaatkan WhatsApp dengan mengatasnamakan pejabat.</p>
<p><strong>TYA WIDYA</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/09/marak-penipuan-melalui-whatsapp-mengatasnamakan-pejabat-pemkab-grobogan-ingatkan-warga-jangan-mudah-percaya">Marak Penipuan Melalui WhatsApp Mengatasnamakan Pejabat, Pemkab Grobogan Ingatkan Warga Jangan Mudah Percaya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>6 Alasan Kenapa Lebih Memilih WhatsApp Ketimbang Aplikasi Pesanan Lainnya</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/10/16/6-alasan-kenapa-lebih-memilih-whatsapp-ketimbang-aplikasi-pesanan-lainnya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Oct 2024 07:00:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Life Style]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Aplikasi Berpesan]]></category>
		<category><![CDATA[Berbagi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Fitur]]></category>
		<category><![CDATA[Keuntungan Menggunakan WhatsApp]]></category>
		<category><![CDATA[Manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[whatsApp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=441365</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; WhatsApp merupakan aplikasi perpesanan instan dan panggilan suara dan video yang gratis, lintas platform, dan aman. WhatsApp merupakan bagian dari media sosial yang memungkinkan penggunanya untuk berbagi informasi. Nama WhatsApp sendiri merupakan plesetan dari kata What&#8217;s Up yang berarti apa kabar. WhatsApp didirikan pada tahun 2009 oleh Jan Koum dan Brian Acton yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/16/6-alasan-kenapa-lebih-memilih-whatsapp-ketimbang-aplikasi-pesanan-lainnya">6 Alasan Kenapa Lebih Memilih WhatsApp Ketimbang Aplikasi Pesanan Lainnya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong>&#8211; WhatsApp merupakan aplikasi perpesanan instan dan panggilan suara dan video yang gratis, lintas platform, dan aman. WhatsApp merupakan bagian dari media sosial yang memungkinkan penggunanya untuk berbagi informasi.</p>
<p>Nama WhatsApp sendiri merupakan plesetan dari kata <em>What&#8217;s Up</em> yang berarti apa kabar. WhatsApp didirikan pada tahun 2009 oleh <em>Jan Koum</em> dan<em> Brian Acton</em> yang sebelumnya bekerja di <em>Yahoo</em> selama 20 tahun jika keduanya digabungkan.</p>
<p>WhatsApp adalah aplikasi untuk berkomunikasi secara pribadi dengan teman, keluarga, dan bisnis. WhatsApp dapat digunakan untuk mengirimkan pesan teks, pesan suara, pesan video, panggilan suara, video, berbagi gambar, dokumen, lokasi pengguna, dan konten-konten lainnya.</p>
<p>Whatsapp merupakan -bagian dari media sosial yang memudahkan semua para penggunanya untuk dapat saling berbagi informasi satu sama lain. Penggunaan WhatsApp telah digunakan oleh hampir seluruh kalangan masyarakat karena penggunaannya yang terbilang cukup mudah.</p>
<p>Dilasir dari <em>Suara.com</em>, berikut setidaknya ada 6 alasan kenapa orang lebih memilih WhatsApp ketimbang dengan aplikasi perpesanan yang lain dilansir dari berbagai sumber.</p>
<p><strong>1. Menyenangkan secara estetika</strong></p>
<p>Aplikasi WhatsApp memiliki tampilan ceria dengan fungsional yang menarik. Salah satu fitur yang menarik yakni mode gelap sehingga memudahkan dan juga membuat mata tidak lelah saat menatap layar berjam-jam menggunakan WhatsApp.</p>
<p>WhatsApp juga memungkinkan pengguna dapat menggunakan wallpaper pilihan yang dapat membuat obrolan semakin bernuansa. Aplikasi ini memberikan kamu banyak latar belakang untuk dipilih yang dapat mempersonalisasi setiap percakapan.</p>
<p><strong>2. Semua orang menggunakannya</strong></p>
<p>Saat ini hampir semua orang menggunakan aplikasi WhatsApp sehingga memudahkan percakapan dari platform yang sama. Aplikasi milik Meta ini sangat populer digunakan sehingga mengubah bahasa komunikasi menjadi sangat praktis lewat media sosial.</p>
<p><strong>3. Stiker WhatsApp</strong></p>
<p>Tak bisa dipungkiri bahwa ada banyak orang sangat senang menggunakan stiker saat melakukan chat. Beruntungnya, WhatsApp telah menyediakan fitur stiker yang bisa dimodifikasi setiap pengguna.</p>
<p>Stiker menjadi cara yang sangat bagus untuk mengekspresikan kepribadian dan dapat sedikit memberikan humor pada setiap percakapan. Stiker sangat populer sehingga pada dasarnya ini menjadi bahasa kedua dalam penggunaan WhatsApp.</p>
<p><strong>4. Pesan yang menghilang dan media sekali lihat</strong></p>
<p>Jika kamu termasuk orang yang tidak suka menimbun percakapan yang ada sejak bertahun-tahun, maka aplikasi WhatsApp menjadi solusinya. Aplikasi ini memiliki fitur pesan menghilang sehingga membuat perangkat kamu tetap rapih.</p>
<p>WhatsApp memungkinkan pengguna dapat membuat percakapan menghilang setiap 24 jam, 7 hari atau 90 hari. Jika tidak disimpan, pesan akan dihapus secara permanen jika sudah sampai pada waktu yang telah ditentukan.<br />
Selain itu, WhatsApp juga menyediakan fitur untuk mengirim foto atau video yang sekali lihat. Mengatur opsi pesan sekali lihat menjadi cara bijaksana agar tidak memenuhi ruang penyimpanan.</p>
<p><strong>5. Fitur edit pesan</strong></p>
<p>Kesalahan tata bahasa atau ejaan salah menjadi sesuatu yang banyak dihindari pengguna. Biasanya banyak orang mengoreksi kata yang salah dengan pesan berikutnya. Namun, WhatsApp telah menyediakan fitur edit sehingga kamu tidak perlu melakukan cara yang seperti itu lagi. Setelah mengirim pesan, pengguna memiliki waktu 15 menit untuk mengedit pesan.</p>
<p><strong>6. Saluran WhatsApp</strong></p>
<p>Pada Juni 2023, WhatsApp memperkenalkan WhatsApp Channels. Perusahaan dan individu terkenal dapat membuat saluran untuk membuat pengguna tetap dalam lingkaran dengan memposting foto, video, maupun tautan.</p>
<p>Nah, itulah setidaknya ada 6 alasan kenapa banyak orang lebih senang menggunakan aplikasi WhatsApp ketimbang dengan aplikasi perpesanan yang lain. Semoga informasi ini bermanfaat.</p>
<p><em><strong>Claudia</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/16/6-alasan-kenapa-lebih-memilih-whatsapp-ketimbang-aplikasi-pesanan-lainnya">6 Alasan Kenapa Lebih Memilih WhatsApp Ketimbang Aplikasi Pesanan Lainnya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waspadai Modus Peretasan Melalui WhatsApp</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/04/29/waspadai-modus-peretasan-melalui-whatsapp</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Apr 2024 02:35:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[Agusta Praba Ristadi Pinem MKom]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[Elsa Safira]]></category>
		<category><![CDATA[IOS]]></category>
		<category><![CDATA[Radio USM Jaya Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Sekretaris Prodi S1]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Informasi (SI)]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Talkshow USM Update]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang (USM)]]></category>
		<category><![CDATA[Verina Munaf]]></category>
		<category><![CDATA[whatsApp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=411469</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Sekretaris Program Studi S1 Sistem Informasi (SI) Universitas Semarang (USM), Agusta Praba Ristadi Pinem MKom mengatakan, banyak peretasan terjadi melalui WhatsApp. Hal ini karena aplikasi itu banyak digunakan khususnya masyarakat, baik pada perangkat IOS maupun Android. &#8221;Jangan ditakuti, hanya perlu diwaspadai. Sebetulnya ketika ada peretasan melalui sebuah aplikasi seperti WhatsApp, itu yang salah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/29/waspadai-modus-peretasan-melalui-whatsapp">Waspadai Modus Peretasan Melalui WhatsApp</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Sekretaris Program Studi S1 Sistem Informasi (SI) Universitas Semarang (USM), Agusta Praba Ristadi Pinem MKom mengatakan, banyak peretasan terjadi melalui <em>WhatsApp</em>. Hal ini karena aplikasi itu banyak digunakan khususnya masyarakat, baik pada perangkat<em> IOS</em> maupun <em>Android</em>.</p>
<p>&#8221;Jangan ditakuti, hanya perlu diwaspadai. Sebetulnya ketika ada peretasan melalui sebuah aplikasi seperti <em>WhatsApp</em>, itu yang salah bukan pihak aplikasinya. Karena mereka tidak bisa memfilter, apakah <em>chat</em> yang dikirim itu bahaya atau tidak. Namun penggunanya yang salah, karena memanfaatkan aplikasi itu untuk hal yang merugikan orang lain,&#8221; kata Agusta, saat memberikan <em>closing statement</em> sebagai narasumber, dalam Talkshow USM Update.</p>
<p>Talkshow yang dipandu penyiar Radio USM Jaya Semarang, Elsa Safira dan Verina Munaf itu, mengangkat tema &#8216;Kenali Modus Peretasan Melalui Aplikasi WhatsApp&#8217;, yang berlangsung di Studio Radio USM Jaya, yang ada di Gedung N USM, Jumat (26/4/2024).</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/04/29/ukm-mma-usm-raih-1-emas-di-kejurnas-seni-tarung-tradisi">UKM MMA USM Raih 1 Emas di Kejurnas Seni Tarung Tradisi</a></strong></p>
<p>Menurut Agusta, Modus peretasan melalui aplikasi <em>WhatsApp</em> yang paling sering digunakan adalah <em>sniffing</em>. Modus jenis ini biasanya sering terjadi pada pengguna perangkat <em>Android</em>, dimana pengguna dikirim suatu file oleh nomor yang tidak dikenal. Apabila file itu diunduh, maka aktivitas apapun yang dilakukan pengguna akan terekam.</p>
<p>&#8221;Yang paling banyak mengalami peretasan adalah perangkat <em>Android</em>. Dulu teman-teman FTIK USM mensimulasikan semacam itu, seperti HP dalam keadaan <em>screen off</em>, tapi bisa memfoto dari jarak jauh, mengambil kontak, dan sebagainya, itu yang menakutkan,&#8221; ungkap dia lagi.</p>
<p>Adapun modus peretasan phising seperti rekayasa sosial, dimana oknum menyamar sebagai seseorang dari lembaga yang terpercaya, sehingga korban percaya dan melakukan perintah dari oknum itu. Modus ini terdiri dari dua jenis, yaitu pengiriman link oleh nomor yang tidak dikenal, dan <em>action button</em>.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/04/29/tim-pkm-fe-usm-beri-pelatihan-dan-pendampingan-ke-umkm-klaster-bandeng">Tim PkM FE USM Beri Pelatihan dan Pendampingan ke UMKM Klaster Bandeng</a></strong></p>
<p>&#8221;<em>Action button</em> itu ada pesan, dan dibagian bawah pesan ada tulisan kecil seperti <em>enter</em> atau <em>tab</em>, yang isinya sebuah <em>link</em> situs dari oknum. Jadi seolah-olah ada file yang dikirim, padahal isinya link. Dan <em>URL</em>-nya ini nanti mengarah ke situs tertentu yang sudah disiapkan oknum. Disitulah mereka merekayasa, agar targetnya percaya dan secara tidak sadar kita memberikan informasi yang sensitif,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Disampaikan juga, terdapat banyak jenis penyamaran oknum peretasan. Tidak hanya mengirim file undangan, namun juga paket, tilang, bank, hingga terakhir kali terkait pemilu, yaitu PPS. Selain menyamar, oknum melakukan aksinya dengan menyerang secara psikologi, yaitu tekanan seperti memberikan tenggang waktu kepada korban.</p>
<p>Agusta kemudian membagikan beberapa langkah, yang dapat dilakukan jika mengalami peretasan dengan modus <em>sniffing</em>, yaitu menggunakan atau menghidupkan mode pesawat. Segera <em>back up</em> semua data yang diperlukan, terutama <em>mobile banking</em> maupun <em>e-wallet</em>, lalu disarankan untuk mengembalikan setelan pabrik atau setel ulang (<em>restart</em>).</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/04/29/demi-tumbuh-kembang-anak-pemkot-semarang-minta-gerakan-makan-ikan-gencar-dilakukan">Demi Tumbuh Kembang Anak, Pemkot Semarang Minta Gerakan Makan Ikan Gencar Dilakukan</a></strong></p>
<p>Dia juga menerangkan, dalam Prodi Sistem Informasi USM memiliki beberapa mata kuliah berkaitan dengan peretasan. Di antaranya keamanan sistem, yang mempelajari teknis keamanan, manajemen risiko, dan mata kuliah yang dilakukan diluar kampus, yaitu literasi digital.</p>
<p>Mata kuliah literasi digital menjadi garda terdepan, bagi prodi yang ada dibawah Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) USM itu, dengan memberikan edukasi kepada masyarakat, berupa sosialisasi hingga workshop tentang peretasan.</p>
<p>&#8221;Di SI ini memang cukup unik daripada prodi lain. Karena mahasiswa tidak hanya belajar pada teknis teknologi saja, tapi juga mempelajari dengan pendekatan perilaku penggunanya. Jadi kita tidak hanya membuat, tapi melakukan pendekatan apa yang dibutuhkan pengguna, kita desain, kita <em>deliver</em>, setelah itu kita melihat pasca <em>deliver</em> aplikasinya, dan kita evaluasi. Itu semua dipelajari di prodi SI,&#8221; terangnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/04/29/pkb-kota-semarang-buka-pendaftaran-kandidat-calon-siap-berlaga-di-pilkada">PKB Kota Semarang Buka Pendaftaran Kandidat Calon, Siap Berlaga di Pilkada</a></strong></p>
<p>Dia kemudian berpesan, untuk selalu waspada terhadap segala jenis peretasan, dan menghimbau untuk mendownload aplikasi dari sumber yang terpercaya, seperti <em>App Store</em> maupun <em>Play Store</em>.</p>
<p>&#8221;Yang pertama, kita hindari mudah percaya, apa yang dikirim dan oleh siapa, ini harus kita verifikasi. Kemudian kita bisa terapkan keamanan berlapis di perangkat kita. Lalu, yang paling penting, untuk menyebarkan kebaikan terkait edukasi, kita meliterasi digital diri sendiri, dan membagikan informasi yang baik untuk keluarga maupun kerabat tentang modus peretasan,&#8221; tegas Agusta.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/29/waspadai-modus-peretasan-melalui-whatsapp">Waspadai Modus Peretasan Melalui WhatsApp</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Informasi Jernih dalam &#8220;Perang Posting&#8221;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/07/06/informasi-jernih-dalam-perang-posting</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2021/07/06/informasi-jernih-dalam-perang-posting#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2021 07:48:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[whatsApp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=181891</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS SEORANG pemuda aktivis keagamaan menyampaikan ungkapan kegalauan, &#8221;Pak, sebenarnya mana sih yang benar? Saya jadi bingung, sepertinya informasi-informasi yang muncul kok bersilangan seperti ini. Maka saya sering tidak membukanya&#8230;&#8221; Dia gelisah, karena dalam WhatsApp Group (WAG) majelis taklimnya, beberapa kali menemukan unggahan pernyataan dan video yang saling bertentangan, dan sama-sama disampaikan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/07/06/informasi-jernih-dalam-perang-posting">Informasi Jernih dalam &#8220;Perang Posting&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<figure id="attachment_181892" aria-describedby="caption-attachment-181892" style="width: 150px" class="wp-caption alignleft"><img class="size-full wp-image-181892" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/07/amir-2.jpg" alt="" width="150" height="214" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/07/amir-2.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/07/amir-2-105x150.jpg 105w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" /><figcaption id="caption-attachment-181892" class="wp-caption-text">Foto: dok/ist</figcaption></figure>
<p><strong>SEORANG</strong> pemuda aktivis keagamaan menyampaikan ungkapan kegalauan, &#8221;Pak, sebenarnya mana sih yang benar? Saya jadi bingung, sepertinya informasi-informasi yang muncul kok bersilangan seperti ini. Maka saya sering tidak membukanya&#8230;&#8221;</p>
<p>Dia gelisah, karena dalam WhatsApp Group (WAG) majelis taklimnya, beberapa kali menemukan unggahan pernyataan dan video yang saling bertentangan, dan sama-sama disampaikan dengan argumentasi masing-masing.</p>
<p>Riuh versi-versi postingan itu khususnya muncul, ketika pemerintah memulai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, sejak 1 Juli 2021 lalu. Sejumlah anggota WAG mengirim aneka infografik bersifat teknis, berupa poin-poin yang memperjelas apa dan bagaimana PPKM Darurat, aturan, dan sanksinya.</p>
<p>Tak sedikit pula postingan video yang secara langsung maupun tidak langsung bernada kontra. Misalnya video kedatangan orang-orang asing di sebuah bandara yang dinarasikan sebagai sebuah ironi: ketika mobilitas anggota masyarakat sangat dibatasi, sementara malah banyak orang asing berlenggang kangkung masuk ke Indonesia.</p>
<p>Pun, video yang menampilkan potongan ceramah tokoh publik, yang dengan dalil-dalil dan logika berpikirnya menyoal kontradiksi PPKM dan ajakan disiplin protokol kesehatan. Pendapat &#8220;berseberangan&#8221; ini, suka atau tidak suka menciptakan keterbelahan &#8220;positioning&#8221; pihak-pihak yang pro dan kontra.</p>
<p>Logika penerimaan informasi bisa berkembang ke arah sikap mendukung atau berkeberatan dengan pembatasan tersebut; namun pada sisi lain seolah-olah melupakan mindset prioritas bahwa kita sedang menghadapi risiko kondisi gelombang kedua pandemi covid-19 yang terasa lebih ganas.</p>
<p>Di sela-sela verbalitas &#8220;perang postingan&#8221; di media-media sosial itu, kita juga membaca ekspresi kecerdasan masyarakat. Video-video lucu, terkadang satire, nyinyir, dan &#8220;nyerempet porno&#8221; menjadi warna yang menggelitik syaraf humor di tengah dera kecemasan kita. Sebagai &#8220;katarsis&#8221; dan impulsi kegelisahan, bisa dipahami video atau meme semacam itu menjadi semacam selingan penawar.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan kejernihan informasi yang bisa dipertanggungjawabkan untuk dicerna dan diyakini memberikan makna?</p>
<p>Persebaran informasi di tengah kekeruhan ruang digital saat ini diwarnai oleh dialektika antara akuntabilitas (sikap amanah), intensi kebohongan (kadzab), dan kesesatan. Dalam<br />
praktik, karena kecenderungan kemarakan penyebaran hoaks, maka muncullah bentuk-bentuk perlawanan berupa cek fakta, kampanye antihoaks, dan ikhtiar penjernihan informasi.</p>
<p>Di wilayah jurnalistik, setidak-tidaknya kita mengenal tiga matra dalam standar penyebaran informasi, yakni kepercayaan publik, akuntabilitas, dan disiplin verifikasi. Apabila mekanisme itu dilakukan secara konsisten sebagai sikap berjurnalistik, dipastikan menghasilkan kejernihan informasi. Plus, wartawan tidak menjadikan unggahan-unggahan di media sosial sebagai sumber apa adanya, melainkan hanya sebagai bahan awal yang masih membutuhkan follow up komitmen verifikasi.</p>
<p><strong>Psikologi Manajemen Informasi</strong><br />
Bagaimana dengan segmen warga masyarakat di luar wilayah kompetensi sikap dan teknis dunia informasi?</p>
<p>Seperti anak muda anggota WAG majelis taklim yang saya paparkan di awal tulisan ini, misalnya. Masih bagus dia digelisahkan oleh realitas unggahan-unggahan yang dirasakan<br />
bertentangan. Artinya, masih ada nalar kritis untuk menilai postingan informasi, termasuk ketika dia menilai &#8220;tidak perlu membuka video tersebut&#8221;. Yang berbahaya tentulah mereka yang serta merta membuka postingan, membaca, menyerap, lalu merasa mendapat info yang bersifat &#8220;given&#8221;, diterima begitu saja.</p>
<p>Unggahan semacam itu bisa bermata rantai penyebaran yang masif. Seseorang yang merasa menemukan sesuatu yang eksklusif kemudian mem-forward ke WAG-WAG lainnya, atau ke orang-orang dalam lingkaran pertemanannya. Begitu seterusnya, sehingga menjadi pesan berantai yang secara efektif menyebar, dengan kemungkinan sikap penerimaan yang senada.</p>
<p>Boleh jadi, mereka yang mem-forward postingan tersebut tidak mempertimbangkan reaksi dan akibat-akibatnya terhadap pemahaman yang keliru, melainkan hanya secara mekanistis mengirim atau meneruskan pesan yang dia anggap menarik. Intensinya, karena menemukan hal menarik, disebarkanlah ke jaring informasi sosialnya, maka dia merasa telah melakukan sesuatu yang eksklusif.</p>
<p>Untuk memosisikan masyarakat yang punya pertimbangan atau tidak punya pertimbangan dalam pengunggahan informasi semacam ini, seringkali tingkat pendidikan kita jadikan sebagai pengelompokan segmentatif. Namun tentu tidak bijak apabila faktor ini yang selalu dianggap dominan, mengingat penyebaran hoaks dan penggalangan masif opini juga banyak dilakukan oleh kalangan terdidik, intelektual yang bahkan menjadi bagian dari pendengung (buzzer).</p>
<p>Yang lebih pas adalah kompetensi posisional dalam literasi informasi digital. Cukup terliterasikah dia? Cukup memiliki kesempatan terjangkau literasikah dia? Cukup memiliki<br />
kemauan untuk mendapatkan literasikah dia? Dengan cara seperti apakah literasi digital dimaksimalisasi untuk menjangkau semua kelompok, unsur, dan lapis masyarakat yang telah merasakan kemajuan teknologi informasi?</p>
<p>Saat ini, sikap manusia dalam memperlakukan dan mengelola informasi tidak bergantung hanya pada jangkauan efektivitas literasi digital. Pandangan politik misalnya, atau kondisi keseharian secara ekonomi berpotensi membangun psikologi manajemen informasinya.</p>
<p>Segi inilah yang membutuhkan ketelatenan dalam membina, me-ngemong, dan memberikan pencerahan, setidak-tidaknya untuk sampai pada pemahaman mengenai urgensi &#8220;informasi jernih&#8221; di tengah ruang digital kita yang cenderung keruh dan hampa etika.</p>
<p><em>&#8211; Amir Machmud NS, wartawan suarabaru.id, Ketua PWI Provinsi Jaa Tengah, penulis buku, dan pengajar Ilmu Komunikasi &#8211;</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/07/06/informasi-jernih-dalam-perang-posting">Informasi Jernih dalam &#8220;Perang Posting&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2021/07/06/informasi-jernih-dalam-perang-posting/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1888</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Facebook Minta Izin Privasi ke Pengguna iPhone</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/02/02/facebook-minta-izin-privasi-ke-pengguna-iphone</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2021 02:51:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[instagram]]></category>
		<category><![CDATA[whatsApp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=144278</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (SUARABARU.ID) &#8211; Facebook akan mulai meluncurkan pemberitahuan untuk pengguna iPhone secara global tentang bagaimana data mereka digunakan untuk iklan yang dipersonalisasi, dalam upaya untuk memenuhi perubahan kebijakan privasi Apple. Perubahan kebijakan tersebut menurut Facebook akan merugikan bisnis periklanan miliknya. Facebook, seperti dikutip Reuters, Selasa (2/2/2021), akan memunculkan notifikasi pada layar iPhone yang akan akan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/02/02/facebook-minta-izin-privasi-ke-pengguna-iphone">Facebook Minta Izin Privasi ke Pengguna iPhone</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA (SUARABARU.ID) </strong>&#8211; Facebook akan mulai meluncurkan pemberitahuan untuk pengguna iPhone secara global tentang bagaimana data mereka digunakan untuk iklan yang dipersonalisasi, dalam upaya untuk memenuhi perubahan kebijakan privasi Apple.</p>
<p>Perubahan kebijakan tersebut menurut Facebook akan merugikan bisnis periklanan miliknya.</p>
<p>Facebook, seperti dikutip <em>Reuters</em>, Selasa (2/2/2021), akan memunculkan notifikasi pada layar iPhone yang akan akan meminta pengguna Facebook dan Instagram untuk mengizinkan aplikasi dan situs web mereka digunakan untuk iklan yang dipersonalisasi.</p>
<p>Langkah itu disebut pula sebagai bagian untuk &#8220;mendukung bisnis yang mengandalkan iklan untuk menjangkau pelanggan.&#8221;</p>
<p>Raksasa media sosial tersebut telah melakukan perlawanan publik terhadap rencana Apple yang meminta pengguna iPhone untuk memberi izin terlebih dahulu pada aplikasi yang akan melacak mereka dengan memunculkan notifikasi.</p>
<p>Notifikasi tersebut berbunyi &#8220;ada pertukaran antara iklan yang dipersonalisasi dan privasi,&#8221; dan mengatakan bahwa hal itu akan merugikan bisnis kecil yang mengandalkan iklan Facebook.</p>
<p>Apple mengatakan notifikasi pemberitahuan privasi akan mulai muncul di sebagian besar iPhone dalam beberapa bulan ke depan.</p>
<p><strong>Rtr/Ant-wied</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/02/02/facebook-minta-izin-privasi-ke-pengguna-iphone">Facebook Minta Izin Privasi ke Pengguna iPhone</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>