GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Pemkab Grobogan mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat terkait maraknya penipuan melalui WhatsApp yang mengatasnamakan pejabat.
Imbauan tersebut disampaikan kepada masyarakat luas, pasca banyaknya laporan adanya penipuan yang mengatasnamakan pejabat belakangan ini.
Pemkab Grobogan menerima laporan terkait peningkatan kasus penipuan WhatsApp dengan modus mengatasnamakan pejabat, sehingga masyarakat diminta lebih waspada terhadap berbagai bentuk komunikasi mencurigakan.
BACA JUGA : Memperat Silaturahmi, Memperkuat Komitmen Menjaga Kamtibmas
Pemerintah Kabupaten Grobogan menegaskan kepada masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pesan yang mengaku berasal dari pejabat daerah melalui aplikasi WhatsApp.
Pelaku kejahatan memanfaatkan berbagai cara untuk meyakinkan calon korban, mulai dari memasang foto profil pejabat hingga menggunakan nada komunikasi yang terlihat meyakinkan.
Tidak jarang, pelaku juga melakukan panggilan suara yang dibuat menyerupai suara asli pejabat guna memperkuat tipu daya mereka.
Kondisi ini semakin berbahaya karena pelaku kerap menyasar masyarakat yang sedang menunggu bantuan pemerintah.
Situasi tersebut dimanfaatkan pelaku untuk membangun kepercayaan dan kemudian melancarkan aksi penipuan dengan meminta sejumlah uang.
Pemerintah daerah memastikan bahwa seluruh bantuan yang diberikan kepada masyarakat selalu melalui mekanisme resmi.
“Seluruh bantuan disalurkan melalui prosedur yang sah dan tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun,” dalam pernyataan resmi yang disampaikan Protkopim Setda Grobogan.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa segala bentuk permintaan uang yang mengatasnamakan pejabat merupakan tindakan penipuan.
BACA JUGA : Seorang Pria Meninggal Mendadak di Pompa Bensin
Imbauan resmi ini dituangkan dalam Surat Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan Nomor B/000.8.3.4/308/SETDA/2026 tertanggal 8 April 2026.
Sekretaris Daerah Anang Armunanto menandatangani langsung surat tersebut sebagai langkah antisipatif menghadapi maraknya kejahatan digital.
Pemerintah daerah kemudian menginstruksikan kepada para camat serta kepala desa dan kelurahan untuk segera menyampaikan informasi ini kepada masyarakat.
Langkah tersebut diambil untuk memperluas jangkauan edukasi sekaligus meningkatkan kewaspadaan warga di seluruh wilayah.
Masyarakat diminta untuk tidak langsung mempercayai setiap pesan pribadi atau telepon yang mencurigakan.
Pemerintah Kabupaten Grobogan juga menekankan pentingnya melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima.
“Langkah sederhana berupa konfirmasi menjadi penting untuk memastikan kebenaran informasi,” tulis Sekda Grobogan Anang Armunanto.
Warga juga diingatkan agar tidak terburu-buru melakukan transfer uang kepada pihak yang mengaku sebagai pejabat atau perwakilan pemerintah.
Pelaku penipuan kerap memanfaatkan kondisi psikologis korban yang merasa yakin terhadap identitas yang ditampilkan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa literasi digital menjadi hal penting yang harus terus ditingkatkan di tengah masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Grobogan terus menggencarkan edukasi terkait bahaya penipuan berbasis digital agar masyarakat semakin cerdas dalam menyaring informasi.
BACA JUGA : UNDIP dan BUCT Tiongkok Resmikan Program Gelar Ganda Teknik Kimia
Sebagai bentuk pelayanan publik, pemerintah menyediakan kanal pengaduan resmi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Layanan Lapor Bupati dapat diakses melalui nomor +62 888-4848-448 untuk memudahkan warga melakukan verifikasi.
Melalui imbauan ini, Pemkab Grobogan berharap masyarakat mampu menghindari penipuan, meningkatkan kewaspadaan, serta tidak memberi celah bagi pelaku yang memanfaatkan WhatsApp dengan mengatasnamakan pejabat.
TYA WIDYA













