<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Salatiga Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/salatiga/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 01 Nov 2025 07:53:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Salatiga Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>UKSW Gelar 3 Kali 3 Basketball Competition 2025 Perdana di Salatiga</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/11/01/uksw-gelar-3-kali-3-basketball-competition-2025-perdana-di-salatiga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2025 07:53:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Basketball Competition 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Salatiga]]></category>
		<category><![CDATA[UKSW]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=504844</guid>

					<description><![CDATA[<p>SALATIGA (SUARABARU.ID) &#8211; Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menyelenggarakan turnamen basket bergengsi 3&#215;3 Basketball Competition 2025 pada Kamis (31/10/2025) hingga Minggu (2/11/2025) di GOR Sekolah Kristen Satya Wacana. Kompetisi ini resmi dibuka oleh Rektor UKSW Profesor Intiyas Utami bersama Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kealumnian (WR KK) Profesor Yafet Yosafet Wilben Rissy dengan melakukan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/01/uksw-gelar-3-kali-3-basketball-competition-2025-perdana-di-salatiga">UKSW Gelar 3 Kali 3 Basketball Competition 2025 Perdana di Salatiga</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SALATIGA (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menyelenggarakan turnamen basket bergengsi 3&#215;3 Basketball Competition 2025 pada Kamis (31/10/2025) hingga Minggu (2/11/2025) di GOR Sekolah Kristen Satya Wacana.</p>
<p>Kompetisi ini resmi dibuka oleh Rektor UKSW Profesor Intiyas Utami bersama Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kealumnian (WR KK) Profesor Yafet Yosafet Wilben Rissy dengan melakukan free throw bola basket.</p>
<p>Ada 73 tim basket yang berasal dari Salatiga, Pekalongan, Semarang, Solo, Yogyakarta hingga Bangka Belitung siap bertanding untuk merebut total hadiah belasan juta rupiah. Pertandingan yang dirancang dalam nuansa kompetitif namun tetap sportif ini terdiri dari tiga kategori yaitu kategori SMP (KU-15), kategori SMA (KU-18), dan kategori Umum.</p>
<p>Rektor Intiyas mengungkapkan rasa bangganya karena ajang 3&#215;3 Basketball Competition ini pertama kali digelar di Salatiga. Dijelaskannya, kompetisi ini juga merupakan bagian dari UKSW menjadi kampus yang berakar, bertumbuh, dan berdampak.</p>
<p>“Saya berharap 73 tim bisa berkompetisi dengan sportif sekaligus juga menjalin persahabatan. Semoga dengan kompetisi ini, teman-teman semakin memahami bahwa inilah kampus UKSW, Kampus Indonesia Mini,” ujarnya, Sabtu (1/11/2025).</p>
<p>Dalam kesempatan ini juga dilakukan penyerahan piala juara Liga Mahasiswa oleh tim Basket UKSW kepada Rektor Intiyas.</p>
<p>Unjuk Talenta</p>
<p>Sementara itu, Direktur Direktorat Penjaringan Beasiswa dan Corporate Social Responsibility (CSR) Maya Rahadian Septiningtyas, S.Pd., M.A., menyampaikan turnamen basket ini menjadi ajang unjuk bakat dan kemampuan bagi para talenta muda yang ada di Salatiga dan sekitarnya.</p>
<p>“Kompetisi ini juga sekaligus bagian dari upaya UKSW dalam mengembangkan minat dan bakat generasi muda di bidang olahraga,” ujarnya.</p>
<p>Disampaikan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya untuk memperkenalkan UKSW sebagai kampus yang peduli terhadap pengembangan minat dan bakat generasi muda, khususnya di bidang olahraga.</p>
<p>“Kami percaya, sinergi antara UKSW, Satya Wacana Basketball Club, dan Perbasi Salatiga akan semakin memperkuat ekosistem olahraga basket di daerah ini melahirkan bibit-bibit unggul yang kelak bisa berkontribusi di tingkat nasional,” ungkap Maya Rahadian Septiningtyas yang juga merupakan Direktur Marketing Satya Wacana Salatiga Basketball Club.</p>
<p>Pertandingan ini juga mendapatkan apresiasi positif dari Ketua Bidang 3X3 Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Salatiga Natalia, S.E. “Senang dan bangga banget. Ini pertandingan resmi pertama di Salatiga, jadi kami sangat mendukung. Kami juga berharap bisa lebih rutin mengadakan acara seperti ini, supaya anak-anak yang punya bakat di bidang basket bisa menyalurkan talenta mereka,” bebernya.</p>
<p>Pembukaan 3&#215;3 Basketball Competition 2025 turut dimeriahkan oleh penampilan menarik dari Dance Team dan Drum Band SMP Kristen Satya Wacana, yang berhasil membangkitkan semangat seluruh penonton dan peserta yang hadir. Setelah acara pembukaan, ajang ini dilanjutkan dengan rangkaian pertandingan seru dari puluhan tim.</p>
<p>Jangan lewatkan pertandingan tim favoritmu. Jadwal pertandingan 3&#215;3 Basketball Competition 2025 dapat diakses melalui instagram @official_ukswbasketball dan @ukswbaskteball_comp.</p>
<p>Ajang 3&#215;3 Basketball Competition 2025 menjadi wujud nyata UKSW terhadap program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Berdampak yang selaras dengan Asta Cita 4 memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, dan pendidikan. Selain itu, agenda ini juga merupakan kontribusi nyata UKSW dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 pendidikan berkualitas.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/01/uksw-gelar-3-kali-3-basketball-competition-2025-perdana-di-salatiga">UKSW Gelar 3 Kali 3 Basketball Competition 2025 Perdana di Salatiga</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kelulusan Bukan Akhir Perjalanan, tapi Awal Langkah Baru</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/06/03/kelulusan-bukan-akhir-perjalanan-tapi-awal-langkah-baru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2025 00:18:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[komite sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Pelepasan]]></category>
		<category><![CDATA[Rasa Syukur]]></category>
		<category><![CDATA[Salatiga]]></category>
		<category><![CDATA[SMP Stella Matutina]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Wasana Warsa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=477409</guid>

					<description><![CDATA[<p>SALATIGA (SUARABARU.ID)– Acara Wasana Warsa dan Pelepasan Siswa Kelas IX SMP Stella Matutina, Salatiga, yang digelar di Laras Asri Hotel, Senin (2/6/2025), berlangsung penuh keharuan dan rasa syukur. Dalam momen ini, sebanyak 58 siswa dinyatakan lulus 100 persen. Hadir dalam acara ini, para orang tua, komite sekolah, guru, staf, serta sejumlah tamu undangan. Dalam sambutannya, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/03/kelulusan-bukan-akhir-perjalanan-tapi-awal-langkah-baru">Kelulusan Bukan Akhir Perjalanan, tapi Awal Langkah Baru</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SALATIGA (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>– Acara Wasana Warsa dan Pelepasan Siswa Kelas IX SMP Stella Matutina, Salatiga, yang digelar di Laras Asri Hotel, Senin (2/6/2025), berlangsung penuh keharuan dan rasa syukur. Dalam momen ini, sebanyak 58 siswa dinyatakan lulus 100 persen.</p>
<p>Hadir dalam acara ini, para orang tua, komite sekolah, guru, staf, serta sejumlah tamu undangan. Dalam sambutannya, Suster M Agnesita, Kepala SMP Stella Matutina menyampaikan rasa syukurnya, atas kelulusan seluruh siswa tahun ini.</p>
<p>&#8221;Kelulusan ini bukan akhir dari perjalanan, tetapi awal dari langkah baru dalam menggapai cita-cita. Ini adalah hari kemenangan yang Tuhan sendiri telah atur dengan indah,&#8221; tutur Suster Agnesita.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/06/03/ratusan-kicau-mania-serbu-gantangan-lindu-aji-bc-di-piala-lurah-bojong-salaman">Ratusan Kicau Mania Serbu Gantangan Lindu Aji BC di Piala Lurah Bojong Salaman</a></strong></p>
<p>Tema yang diusung dalam acara ini, &#8216;Berteguh Hati Meraih Mimpi&#8217;, menjadi pengingat setiap anak memiliki potensi untuk menggapai masa depannya, selama mereka tetap tekun dan mampu bekerja sama.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Nunuk Dartini, turut memberikan apresiasi pada SMP Stella Matutina, yang konsisten mencetak lulusan berkualitas. Dia menyebut, sekolah ini memiliki potensi dengan fasilitas memadai dan lingkungan yang nyaman untuk belajar.</p>
<p>&#8221;Stella Matutina tidak hanya unggul dalam hal akademik, tapi juga dalam membentuk karakter siswa. Salah satu prestasi dari SMP Stella Matutina, grup band yang mengukir prestasi dalam tiga tahun berurutan,&#8221; tambah Nunuk.</p>
<p>Menutup rangkaian acara, pihak sekolah mengajak para siswa untuk tetap mengenang dan menghargai almamater mereka. Sebagai alumni, mereka diharapkan terus berkarya, membawa nilai-nilai baik dari Stella Matutina ke jenjang yang lebih tinggi.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/03/kelulusan-bukan-akhir-perjalanan-tapi-awal-langkah-baru">Kelulusan Bukan Akhir Perjalanan, tapi Awal Langkah Baru</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UKSW International Day 2025, Mengenal Lebih Dekat Budaya Negara Manca</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/05/31/uksw-international-day-2025-mengenal-lebih-dekat-budaya-negara-manca</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 May 2025 11:53:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Atmosfer]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Interdisiplin]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Salatiga]]></category>
		<category><![CDATA[Student Center]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[UKSW International Day 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Kristen Satya Wacana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=476983</guid>

					<description><![CDATA[<p>SALATIGA (SUARABARU.ID)&#8211; Student Center Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, berubah menjadi sebuah panggung budaya dunia, dalam pameran budaya bertajuk &#8216;Destinasi Pariwisata (Despar) UKSW International Day 2025&#8217;. Kegiatan ini diselenggarakan Program Studi Destinasi Pariwisata, Fakultas Interdisiplin (FId), Rabu (28/5/2025). Dalam event ini, pengunjung seolah diajak untuk merasakan pengalaman berkeliling dunia. Jajaran booth dari enam negara, Korea, Cina, Kosta [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/31/uksw-international-day-2025-mengenal-lebih-dekat-budaya-negara-manca">UKSW International Day 2025, Mengenal Lebih Dekat Budaya Negara Manca</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SALATIGA (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Student Center Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, berubah menjadi sebuah panggung budaya dunia, dalam pameran budaya bertajuk &#8216;Destinasi Pariwisata (Despar) UKSW International Day 2025&#8217;.</p>
<p>Kegiatan ini diselenggarakan Program Studi Destinasi Pariwisata, Fakultas Interdisiplin (FId), Rabu (28/5/2025). Dalam event ini, pengunjung seolah diajak untuk merasakan pengalaman berkeliling dunia.</p>
<p>Jajaran booth dari enam negara, Korea, Cina, Kosta Rika, Inggris, Jepang, hingga Prancis, dilengkapi dengan dekorasi tematik dan hiasan khas unik, berhasil menyulap area Student Center UKSW, menjadi tempat penuh atmosfer akan kekayaan budaya global.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/05/31/tiang-listrik-dan-pohon-tumbang-melintang-jalan-wonogiri-pacitan-macet">Tiang Listrik dan Pohon Tumbang Melintang Jalan, Wonogiri-Pacitan Macet</a></strong></p>
<p>Keenam booth negara itu, menampilkan kekhasan budayanya masing-masing, mulai dari makanan khas, pakaian dan permainan tradisional, pertunjukan seni, hingga berbagai aktivitas interaktif lainnya. Acara semakin istimewa, dengan menghadirkan volunteer asli dari keenam negara itu, untuk memperkenalkan budaya mereka.</p>
<p>Berlangsung sejak pagi hingga sore, para pengunjung baik dari sivitas akademika UKSW, sejumlah siswa SMA dan SMK di Salatiga dan sekitarnya, antusias memadati area.</p>
<p>Ketua Prodi Despar, Rini Kartika Hudiono SPd MA dalam keterangannya menjelaskan, kegiatan ini merupakan perwujudan untuk mengekspresikan kreativitas mahasiswa, melalui pertunjukan seni dan booth budaya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/05/31/kecelakaan-truk-vs-sepeda-motor-di-grobogan-sabtu-dinihari-pengendara-meninggal-dunia">Kecelakaan Truk vs Sepeda Motor di Grobogan Sabtu Dinihari, Pengendara Meninggal Dunia</a></strong></p>
<p>&#8221;Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk memberikan warna internasionalisasi, yang selaras dengan tagline Despar, &#8216;Goes to Global&#8217;. Sedangkan tujuan dari acara ini, untuk memberikan eksposur tentang dunia global dan internasional, kepada mahasiswa,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut dia, tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Karena kali ini melibatkan enam negara, yang menghadirkan momen inspiratif, sekaligus menyatukan berbagai ekspresi budaya dari berbagai belahan dunia, dalam suasana inklusif, meriah, dan edukatif.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Dekan FId, Priyo Hari Adi PhD menambahkan, pihaknya merasa bangga dengan kegiatan internasional ini.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/05/31/pembukaan-forkab-kormi-kabupaten-jepara-2025-meriah">Pembukaan FORKAB KORMI Kabupaten Jepara 2025, Ali Hidayat: Jepara Berada Diperingkat 3 Jawa Tengah</a></strong></p>
<p>&#8221;Event ini bisa menjadi jembatan untuk menjalin hubungan dengan berbagai negara,&#8221; jelas Priyo Hari Adi, yang juga merupakan Wakil Rektor Bidang Keuangan, Infrastruktur, dan Perencanaan (WR KIP) UKSW.</p>
<p>Disampaikan juga, kegiatan ini mewadahi mahasiswa bahkan masyarakat umum, untuk mengenal lebih dekat dengan budaya luar negeri, sekaligus membangun jalinan kerja sama lintas negara.</p>
<p>Sementara itu, salah seorang volunteer, Yuyun dari Korea Selatan, mengaku senang dan bahagia, karena diberikan kesempatan untuk memperkenalkan budayanya kepada para pengunjung.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/05/31/dari-liga-petani-menyeruak-ke-elite-eropa">Dari “Liga Petani” Menyeruak ke Elite Eropa</a></strong></p>
<p>&#8221;Saya semangat sekali, bisa memperkenalkan budaya Korea kepada mahasiswa dan para siswa yang mengunjungi acara ini. Terima kasih kepada Indonesia, khususnya UKSW, karena sangat menghargai dan membuka diri terhadap budaya lain,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Rasa senang juga disampaikan salah satu pengunjung, Adelia Sofi Dasina, siswa dari SMK Saraswati Salatiga. &#8221;Melalui acara ini, saya diperkenalkan dengan berbagai budaya hingga makanan khas dari beberapa negara. Seperti diajak keliling dunia,&#8221; bebernya.</p>
<p>International Day ini menandaskan komitmen UKSW, untuk berkontribusi pada Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yakni pendidikan berkualitas, dan ke-17 kemitraan untuk mencapai tujuan.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/31/uksw-international-day-2025-mengenal-lebih-dekat-budaya-negara-manca">UKSW International Day 2025, Mengenal Lebih Dekat Budaya Negara Manca</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Salatiga Jadi Pusat Pembelajaran Global, Program IMADM Hadirkan Mahasiswa dan Dosen Internasional di UKSW</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/03/09/salatiga-jadi-pusat-pembelajaran-global-program-imadm-hadirkan-mahasiswa-dan-dosen-internasional-di-uksw</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Mar 2025 22:24:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[IMADM]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Pusat Pembelajaran Global]]></category>
		<category><![CDATA[Salatiga]]></category>
		<category><![CDATA[UKSW]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=464455</guid>

					<description><![CDATA[<p>SALATIGA (SUARABARU.ID) &#8211; Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) kembali memperkuat perannya di ranah akademik global dengan menjadi tuan rumah program International Master in Diaconic Management (IMADM) yang berada di bawah naungan United Evangelical Mission (UEM). Program ini berlangsung pada 3–22 Maret 2025 di Fakultas Teologi UKSW, diikuti oleh 14 mahasiswa internasional serta lima dosen dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/03/09/salatiga-jadi-pusat-pembelajaran-global-program-imadm-hadirkan-mahasiswa-dan-dosen-internasional-di-uksw">Salatiga Jadi Pusat Pembelajaran Global, Program IMADM Hadirkan Mahasiswa dan Dosen Internasional di UKSW</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SALATIGA (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) kembali memperkuat perannya di ranah akademik global dengan menjadi tuan rumah program International Master in Diaconic Management (IMADM) yang berada di bawah naungan United Evangelical Mission (UEM).</p>
<p>Program ini berlangsung pada 3–22 Maret 2025 di Fakultas Teologi UKSW, diikuti oleh 14 mahasiswa internasional serta lima dosen dari berbagai negara, termasuk Rwanda, Kamerun, Namibia, Tanzania, Republik Demokratik Kongo, Ghana, Filipina, Belanda, Jerman, dan Indonesia.</p>
<p>Koordinator IMADM, Pendeta Irene Ludji, MAR., Ph.D., menjelaskan, kerja sama antara Fakultas Teologi UKSW dan UEM bertujuan untuk memperkuat internasionalisasi UKSW serta mengembangkan jaringan akademik Fakultas Teologi dalam rangka mencapai visi dan misinya. Selain itu, program ini merupakan hasil kolaborasi dengan Universität Bielefeld, Fakultät für Geschichtswissenschaft, Philosophie und Theologie, serta Institut für Diakoniewissenschaft und Diakoniemanagement (IDWM).</p>
<p>Selama tiga minggu perkuliahan di UKSW, mahasiswa IMADM akan mendalami topik besar Diaconic Management, yang disampaikan oleh empat dosen dari UEM dan IDWM serta tiga dosen dari Fakultas Teologi UKSW. Dalam program ini, mahasiswa mempelajari diakonia dari tiga konteks berbeda, yaitu Asia (Indonesia), Eropa (Jerman), dan Afrika (Tanzania).</p>
<p>Dengan akreditasi internasional dari Association for Theological Education in South East Asia (ATESEA), Fakultas Teologi UKSW memenuhi standar akademik yang memungkinkan kolaborasi dengan berbagai institusi global.</p>
<p>Keikutsertaan UKSW dalam program IMADM memberikan berbagai manfaat, baik dalam konteks akademik maupun penguatan jejaring internasional. “Fakultas Teologi UKSW mendapat kesempatan untuk menjalin kerja sama akademik yang lebih luas, sementara dosen dan mahasiswa memperoleh akses terhadap interaksi akademik lintas budaya,” jelas Pendeta Irene Ludji, Sabtu (8/3/2025).</p>
<p>Dekan Fakultas Teologi, Pendeta Izak Y.M. Lattu, Ph.D., menegaskan, IMADM sejalan dengan visi Fakultas Teologi dalam mengembangkan teologi kontekstual yang pluralis, oikumenis, dan nasionalis. “Kegiatan ini memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung di tengah keberagaman, berdiskusi dengan dosen dan masyarakat, serta memahami bagaimana berteologi dengan menghargai penganut agama lain,” ujarnya.</p>
<p>Ditambahkan, bahwa pengalaman belajar bersama dengan civitas academica UKSW dan masyarakat sekitar menjadi aspek penting dalam program ini. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengalami langsung bagaimana teologi kontekstual diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat membangun dialog antariman yang lebih nyata,” pungkasnya.</p>
<p><strong>Belajar di UKSW dan Makna Diakonia</strong></p>
<p>Para peserta IMADM berbagi pengalaman mereka selama mengikuti program di UKSW. Novita Hero Rosa dari Indonesia mengungkapkan bahwa ia sangat terkesan dengan suasana akademik UKSW yang mendukung serta keramahan komunitas kampus. “Diakonia adalah gerakan global yang harus dipahami dalam berbagai konteks. Pengalaman belajar di UKSW sangat membantu saya memahami keberagaman dan bagaimana mengimplementasikan diakonia dalam gereja kami,” ujarnya.</p>
<p>Willem Gaweseb dari Namibia menyatakan bahwa pengalaman pertamanya di Indonesia begitu berkesan. “Saya merasakan kehangatan dan harmoni di UKSW. Budaya akademiknya sangat impresif, dengan fasilitas yang mendukung serta lingkungan yang mendorong diskusi lintas budaya dan agama,” katanya.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/03/09/salatiga-jadi-pusat-pembelajaran-global-program-imadm-hadirkan-mahasiswa-dan-dosen-internasional-di-uksw">Salatiga Jadi Pusat Pembelajaran Global, Program IMADM Hadirkan Mahasiswa dan Dosen Internasional di UKSW</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tuan Rumah Porprov 2026 Diminta Belajar dari Penyelenggaraan PON XXI/2024</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/02/20/tuan-rumah-porprov-2026-diminta-belajar-dari-penyelenggaraan-pon-xxi-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Feb 2025 13:39:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Demak]]></category>
		<category><![CDATA[dprd]]></category>
		<category><![CDATA[jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten semarang]]></category>
		<category><![CDATA[kendal]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi C]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Salatiga]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Pekan Olahraga Provinsi]]></category>
		<category><![CDATA[Salatiga]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=461813</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Ketua Komisi C DPRD Kota Salatiga, Alexander Joko Sulistyo mengatakan, pihaknya siap menggelar ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Salatiga sendiri merupakan salah satu tuan rumah event empat tahunan itu, bersama Kendal, Demak, Kabupaten Semarang dan Kota Semarang. Hal itu seperti yang dia sampaikan, saat melakukan audiensi dengan Ketua Umum KONI [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/20/tuan-rumah-porprov-2026-diminta-belajar-dari-penyelenggaraan-pon-xxi-2024">Tuan Rumah Porprov 2026 Diminta Belajar dari Penyelenggaraan PON XXI/2024</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Ketua Komisi C DPRD Kota Salatiga, Alexander Joko Sulistyo mengatakan, pihaknya siap menggelar ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Salatiga sendiri merupakan salah satu tuan rumah event empat tahunan itu, bersama Kendal, Demak, Kabupaten Semarang dan Kota Semarang.</p>
<p>Hal itu seperti yang dia sampaikan, saat melakukan audiensi dengan Ketua Umum KONI Jateng beserta jajarannya, di Kantor KONI Kompleks GOR Jatidiri, Semarang, Kamis (20/2/2025).</p>
<p>Saat itu Alex hadir bersama Ketua KONI Salatiga Agus Purwanto, Kabid Olahraga Dispora Danang Budi, Tedjo Supriyanto (Sekretaris KONI), Sulistyo (Bendahara KONI), Nasirudin (Dispora), Nono Rohano, Hartono Budhiono, Anthonius Ocohan, Rafael Laksamana, dan Esti Supriyanti (DPRD Kota Salatiga).</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/02/20/tingkatkan-kompetensi-tenaga-kerja-hapi-gelar-pelatihan-aplikasi-baja-ringan">Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja, Hapi Gelar Pelatihan Aplikasi Baja Ringan </a></strong></p>
<p>Adapun Ketum KONI Jateng, Bona Ventura Sulistiana didampingi Waketum I, II, dan V, yakni Bambang Rahardjo Munadjat, Soedjatmiko dan Sudarsono, serta Bendahara Umum Prasetyo dan Sekum KONI Jateng Ade Oesman.</p>
<p>&#8221;Kami meminta arahan tentang langkah-langkah penyelenggaraan Porprov. Maka kami bersama KONI, bahkan awalnya Ketua DPRD Salatiga bergabung, dan dari Pemkot dalam hal ini Dispora, untuk bersilaturahmi dengan KONI Jateng,&#8221; kata Alex dalam sambutannya.</p>
<p>Seperti diketahui, Salatiga bersama Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang dan Demak, yang kemudian disebutnya &#8220;Semarang Raya&#8221;, akan menjadi tuan rumah Porprov XVII.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/02/20/kantor-pemkab-kebumen-dipenuhi-karangan-bunga-untuk-lilis-zaeni">Kantor Pemkab Kebumen Dipenuhi Karangan Bunga untuk Lilis-Zaeni</a></strong></p>
<p>Hal itu juga tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur Jateng Nomor 426.11/38 Tahun 2024, tentang Penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah XVII, di Semarang Raya. Untuk koordinator tuan rumah adalah, Ketua Umum KONI Kota Salatiga, Agus Purwanto.</p>
<p>Langkah-langkah sementara yang sudah dilakukan di antaranya, menentukan venues pertandingan dari 57 cabang olahraga. Empat daerah yakni, Salatiga, Kendal, Demak dan Kabupaten Semarang, mengambil cabang-cabang olahraga yang sesuai dengan kemampuan venues, ssisanya digelar di Kota Semarang.</p>
<p>&#8221;Kota Semarang memang tidak memilih. Pak Arnaz (Ketua KONI Kota Semarang-red) menyatakan silakan memilih cabang, sisanya nanti diserahkan ke Kota Semarang,&#8221; ungkap Agus dalam paparannya</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/02/20/berbagi-sempol-ayam-dalam-tradisi-sedekah-kubur-punden-masin">Berbagi Sempol Ayam dalam Tradisi Sedekah Kubur Punden Masin</a></strong></p>
<p>Sementara itu, Ketum KONI Jateng, Bona Ventura meminta kepada lima calon tuan rumah, agar menjunjung tinggi sportivitas dalam pertandingan. Hal itu bukan berarti, sebagai tuan rumah kemudian menginginkan medali sebanyak mungkin, dengan menghalalkan segala cara</p>
<p>Dia kemudian mencontohkan &#8220;kecurangan&#8221; tuan rumah PON XXI/2024 di Aceh-Sumatera Utara. Dua provinsi tuan rumah itu, lolos di semua cabang olahraga tanpa babak kualifikasi.</p>
<p>&#8221;Celakanya, dalam PON mereka minta dapat medali di semua cabang olahraga. Maka dari itu, jangan gunakan cara-cara seperti itu. Jadilah tuan rumah yang baik bagi tamu-tamunya,&#8221; saran dia.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/20/tuan-rumah-porprov-2026-diminta-belajar-dari-penyelenggaraan-pon-xxi-2024">Tuan Rumah Porprov 2026 Diminta Belajar dari Penyelenggaraan PON XXI/2024</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kelurahan Randuacir Salatiga Raih Top 25 Nasional Program Kelurahan Cinta Statistik</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/02/03/kelurahan-randuacir-salatiga-raih-top-25-nasional-program-kelurahan-cinta-statistik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Feb 2025 08:08:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan Cantik]]></category>
		<category><![CDATA[Randuacir]]></category>
		<category><![CDATA[Salatiga]]></category>
		<category><![CDATA[Top 25]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=459099</guid>

					<description><![CDATA[<p>SALATIGA (SUARABARU.ID) &#8211; Kelurahan Randuacir Salatiga berhasil meraih Top 25 Nasional Program Kelurahan Cantik atau Cinta Statistik. Pj Wali Kota, Yasip Khasani menyerahkan piagam penghargaan kepada Kepala Kelurahan Randuacir Dian Widnafisa, M.M., pada gelar apel ASN di halaman kantor Pemerintah kota Salatiga, Senin (3/2/2025). Dalam sambutannya, Pj Wali Kota mengapresiasi Kelurahan Randuacir yang berhasil raih [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/03/kelurahan-randuacir-salatiga-raih-top-25-nasional-program-kelurahan-cinta-statistik">Kelurahan Randuacir Salatiga Raih Top 25 Nasional Program Kelurahan Cinta Statistik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SALATIGA (SUARABARU.ID) &#8211; </strong>Kelurahan Randuacir Salatiga berhasil meraih Top 25 Nasional Program Kelurahan Cantik atau Cinta Statistik. Pj Wali Kota, Yasip Khasani menyerahkan piagam penghargaan kepada Kepala Kelurahan Randuacir Dian Widnafisa, M.M., pada gelar apel ASN di halaman kantor Pemerintah kota Salatiga, Senin (3/2/2025).</p>
<p>Dalam sambutannya, Pj Wali Kota mengapresiasi Kelurahan Randuacir yang berhasil raih predikat kelurahan terbaik se-Jawa Tengah dalam mengimplementasikan program berbasis data statistik. Hal ini merupakan kebanggaan sekaligus menorehkan nama baik kota Salatiga di kancah nasional dalam tata kelola pemerintah daerah.</p>
<p>&#8220;Kelurahan Randuacir membuktikan dengan pemanfaatan data statistik yang baik. kebijakan dapat lebih efektif dan efisien. Ini adalah pencapaian yang membanggakan dan dapat menjadi contoh bagi kelurahan yang lain,&#8221; ujar Yasip Khasani.</p>
<figure id="attachment_459100" aria-describedby="caption-attachment-459100" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img class="wp-image-459100 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/02/Pj-Walikota-foto-bersama-dengan-Lurah-Randuacir-Dian-Widnafisa-di-depan-kantor-Walikota.jpeg" alt="" width="681" height="461" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/02/Pj-Walikota-foto-bersama-dengan-Lurah-Randuacir-Dian-Widnafisa-di-depan-kantor-Walikota.jpeg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/02/Pj-Walikota-foto-bersama-dengan-Lurah-Randuacir-Dian-Widnafisa-di-depan-kantor-Walikota-400x271.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/02/Pj-Walikota-foto-bersama-dengan-Lurah-Randuacir-Dian-Widnafisa-di-depan-kantor-Walikota-150x102.jpeg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-459100" class="wp-caption-text">Pj Walikota foto bersama dengan Lurah Randuacir Dian Widnafisa di depan kantor Wali Kota Salatiga. Foto: Catur Pramudito</figcaption></figure>
<p>Yasip juga menekankan pentingnya peningkatan pelayanan publik dan optimalisasi data secara akurat. dengan raihan predikat 25 besar nasional program kelurahan cinta statistik 2024, Kelurahan Randuacir dapat menjadi representasi akan komitmen Pemerintah Kota Salatiga dalam mencipatakan pemerintahan yang transparan, akuntabel dan berbasis data.</p>
<p>Sementara itu, Lurah Randuacir, Dian Widnafisa dalam kesempatanya menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah kota yang telah mendukung penuh setiap program yang berjalan di Randuacir, ia juga menekankan pemanfaatan berbasis data dapat menciptakan kebijakan yang lebih tepat sasaran.</p>
<p>&#8220;Pemanfaatan data untuk perencanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat akan lebih tepat sasaran, sehingga target pembangunan daerah dapat dicapai.&#8221; Tuturnya.</p>
<p><strong>Catur Pramudito</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/03/kelurahan-randuacir-salatiga-raih-top-25-nasional-program-kelurahan-cinta-statistik">Kelurahan Randuacir Salatiga Raih Top 25 Nasional Program Kelurahan Cinta Statistik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wilayah Pesisir Utara Jateng Punya Potensi Jadi Pariwisata Halal</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/12/17/wilayah-pesisir-utara-jateng-punya-potensi-jadi-pariwisata-halal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Dec 2024 06:24:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Doktor Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Ekonomi Bisnis Islam]]></category>
		<category><![CDATA[jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Pascasarjana]]></category>
		<category><![CDATA[Pengurus wilayah]]></category>
		<category><![CDATA[Persatuan Islam Tionghoa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Salatiga]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[universitas diponegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Islam Negeri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=452413</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; KH Iskandar Chang I Pao, Ketua Pengurus Wilayah Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Jawa Tengah, meraih gelar Doktor Ekonomi Pascasarjana dari Universitas Diponegoro (Undip). Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga itu, menyampaikan disertasi berjudul &#8216;Strategi Pengembangan Pariwisata Muslim Friendly Hospitality di Pesisir Utara Jawa Tengah&#8217;, dalam ujian terbuka, di [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/12/17/wilayah-pesisir-utara-jateng-punya-potensi-jadi-pariwisata-halal">Wilayah Pesisir Utara Jateng Punya Potensi Jadi Pariwisata Halal</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; KH Iskandar Chang I Pao, Ketua Pengurus Wilayah Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Jawa Tengah, meraih gelar Doktor Ekonomi Pascasarjana dari Universitas Diponegoro (Undip).</p>
<p>Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga itu, menyampaikan disertasi berjudul &#8216;Strategi Pengembangan Pariwisata Muslim Friendly Hospitality di Pesisir Utara Jawa Tengah&#8217;, dalam ujian terbuka, di Ruang Sidang Doktor Hall Pertamina, Lantai 3 Gedung Dekanat, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undip, Tembalang, Semarang.</p>
<p>Sebagai Promotor adalah, Prof Drs Waridin MS PhD, dan Co Promotor Dr agr Deden Dinar Iskandar SE MA. Sedangkan tim penguji terdiri dari Ketua Sidang Prof Anis Chariri MCom PhD Akt, Penguji Eksternal Prof Dr Betania Kartika dari IIUM Malaysia. Penguji lainnya, Prof Dra Indah Susilowati MSc PhD, dan Prof Dr Nugroho SBM MSi.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/12/17/lazis-jateng-gelar-khitan-ceria-sasar-anak-yatim-dan-dhuafa-serentak-di-jawa-tengah">LAZiS Jateng Gelar Khitan Ceria Sasar Anak Yatim dan Dhuafa, Serentak di Jawa Tengah</a></strong></p>
<p>Hadir dalam acara itu, Atase Kebudayaan Riyadh, Arab Saudi, Prof Dr Irfan Helmy MAg, Dekan FEBI UIN Salatiga Prof Dr Agus Waluyo MAg, Ketua DPP PITI, dan beberapa tamu undangan lainnya.</p>
<p>Menurut Kiai Chang, industri pariwisata Muslim Friendly Hospitality (MFH) di Pesisir Utara Jateng, menjadi salah satu kontribusi didapatnya predikat 10 besar provinsi yang dicanangkan pemerintah pusat, untuk mengembangkan pariwisata halal.</p>
<p>&#8221;Potensi yang dimiliki, posisi tawar, kepedulian pemangku kepentingan, bukti kesejarahan serta korelasi masuknya ajaran Islam di Jateng, serta keberadaan destinasi pesisir utara dan support system hotel, restoran, kerap menerima penghargaan sebagai pariwisata halal,&#8221; kata Kiai Chang, yang juga menjadi pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng itu.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/12/17/jalan-raya-berubah-fungsi-menjadi-sungai">Jalan Raya Berubah Fungsi Menjadi Sungai</a></strong></p>
<p>Pesisir Utara Jateng, menurut dia, menjadi objek penelitian strategi pengembangan pariwisata MFH, sebagai salah satu nama lain dari pariwisata halal. Kontribusi Pesisir Utara Jateng, dinilai telah menempatkan urutan ke delapan dari keseluruhan MFH yang ada di Indonesia.</p>
<p>Disampaikan juga, hasil penelitian menunjukkan, Pesisir Utara Jateng memiliki potensi yang sangat besar, dan merupakan kekuatan MFH yang memadai.</p>
<p>&#8221;Hasil keseluruhan dari analisis faktor memiliki kedekatan dengan standarisasi MFH. Sedangkan sisi stakeholder, memiliki keterkaitan dan keterhubungan yang kuat, serta memiliki pengaruh dan peran yang besar,&#8221; tukas dia.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/12/17/wilayah-pesisir-utara-jateng-punya-potensi-jadi-pariwisata-halal">Wilayah Pesisir Utara Jateng Punya Potensi Jadi Pariwisata Halal</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cerita Eks Bankir di Salatiga Sukses Beternak Ayam Kampung, Modal Tabungan dan Pensiunan BPJS Ketenagakerjaan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/11/15/cerita-sukses-eks-bankir-ternak-ayam-kampung-di-salatiga-modal-tabungan-dan-dana-pensiunan-bpjs-ketenagakerjaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Nov 2024 16:59:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[ayam kampung]]></category>
		<category><![CDATA[bankir]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bpjs]]></category>
		<category><![CDATA[Elba]]></category>
		<category><![CDATA[ketenagakerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[KUB]]></category>
		<category><![CDATA[modal]]></category>
		<category><![CDATA[perbankan]]></category>
		<category><![CDATA[Salatiga]]></category>
		<category><![CDATA[Setya Farm]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=446882</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Bramana Kusuma (44) putuskan berhenti usai 15 tahun bekerja di bidang keuangan dan perbankan. Dana tabungan dan pensiunan JHT BPJS Ketenagakerjaan jadi modal membangun usaha ternak ayam kampung jenis KUB dan Elba. Tren sadar pola hidup sehat memantik tingginya permintaan telur, dan daging ayam kampung yang lebih organik dan berkelanjutan. Usahanya makin berkembang, bahkan kewalahan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/15/cerita-sukses-eks-bankir-ternak-ayam-kampung-di-salatiga-modal-tabungan-dan-dana-pensiunan-bpjs-ketenagakerjaan">Cerita Eks Bankir di Salatiga Sukses Beternak Ayam Kampung, Modal Tabungan dan Pensiunan BPJS Ketenagakerjaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em>“Bramana Kusuma (44) putuskan berhenti usai 15 tahun bekerja di bidang keuangan dan perbankan. Dana tabungan dan pensiunan JHT BPJS Ketenagakerjaan jadi modal membangun usaha ternak ayam kampung jenis KUB dan Elba. Tren sadar pola hidup sehat memantik tingginya permintaan telur, dan daging ayam kampung yang lebih organik dan berkelanjutan. Usahanya makin berkembang, bahkan kewalahan menyuplai anakan ayam (DOC) ke peternak di Pulau Jawa dan penjuru nusantara…”</em></p>
<p><strong>MENDUNG</strong> menggelayut di langit Kota Salatiga, Jawa Tengah, Ahad 7 November 2024 pagi menjelang siang. Suhu udara berkisar 25 derajat celcius, menjadi lebih dingin sore hari kala hujan membasahi si kota dingin. Bramana Kusuma (44) duduk di bangku teras rumahnya, menikmati udara yang terasa cukup sejuk, dan segarkan rongga dada dalam sekali tarikan nafas.</p>
<p>Bram, sapaan akrabnya, baru saja selesai beraktivitas di kandang ayam kampung yang dinamai Setya Farm di belakang rumah. Semakin menarik, peternakan ini berada di perkampungan Jalan Nakula Sadewa, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, di kaki Gunung Merbabu itu.</p>
<p>Jenis ayam kampung yang dibudidayakan di Setya Farm yakni Ayam Kampung Petelur Unggul Balitbangtan (KUB) dan Elba. Hampir saban hari, rutinitas Bram menyiapkan dan memberi pakan ayam kampung, mengecek kondisi kesehatan, kebersihan kandang, hingga memeriksa mesin tetas telur, serta anak-anak ayam atau <em>Day Old Chicken</em> (DOC), dan lain-lain.</p>
<p>“Pemberian pakan ayam kampung ini cukup dua kali sehari. Pagi sebelum pukul 07.30 WIB, dan sore sebelum pukul 16.30 WIB,” kata Bram, pria yang terakhir berkarir sebagai Marketing Head di salah satu bank di Kota Salatiga itu.</p>
<p>Di sela-sela waktu itu, Bram sedang menerima kunjungan calon peternak dari Komunitas Latar Kalitan di Salatiga yang tertarik dengan peternakan Ayam KUB dan Elba. Mereka ingin belajar melihat peluang pasar, sekaligus berkonsultasi tentang bagaimana beternak ayam kampung secara organik dan berkelanjutan.</p>
<p>Dia juga kerap menerima kunjungan kerja dari instansi pemerintahan, perguruan tinggi, atau swasta. Selain itu ada pula kunjungan dari kalangan mahasiswa yang ingin belajar, tugas kuliah, riset, ataupun magang .</p>
<p>Teni, Ketua Komunitas Latar Kalitan mengaku ingin berkonsultasi tentang potensi ekonomi beternak ayam kampung KUB dan Elba. Baru sepekan belakangan dia mengetahui ada jenis ayam kampung petelur produktif atau unggul yakni Ayam KUB dan Elba yang diternak.</p>
<p>“Kami diberitahu (keunggulan ayam itu), ada peternakannya ternyata dekat sini. Jadi kami kesini mau belajar beternak untuk kemandirian komunitas. Supaya ada perputaran ekonomi yang dihasilkan di komunitas. Seumpama punya kegiatan bagaimana caranya, ada hasil yang dari kami sendiri dan setidaknya untuk kami sendiri,” kata dia.</p>
<p>Setelah mendapat informasi tentang keunggulan Ayam Kampung KUB dan Elba, dia berkonsultasi tahap awal tentang cara beternak dari anakan. Teni lantas memantapkan diri memesan 100 anakan ayam atau DOC dari Setya Farm.</p>
<p>“Kandangnya sudah siap dari triplek sederhana. Tinggal modelnya disempurnakan mengikuti arahan mas Bram. Supaya nyaman, hangat, bebas hewan pemangsa juga seperti tikus,” kata dia.</p>
<p>Teni mengatakan, Komunitas Latar Kalitan berdiri pada 2013 dan bergerak pada lingkungan, seni, dan budaya. Salah satu fokusnya menciptakan ruang untuk anak-anak remaja sekitar untuk bergerak pada tiga elemen itu.</p>
<p>Komunitas melakukan kegiatan seperti penanaman pohon di Kaki Gunung Merbabu sisi Utara, konservasi mata air, kerajinan, hingga kesenian. Belajar beternak Ayam Kampung KUB dan Elba kini bakal menjadi jalan baru komunitas  yang diselaraskan dengan tujuan konservasi lingkungan, serta seni, dan budaya.</p>
<figure id="attachment_447922" aria-describedby="caption-attachment-447922" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447922" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-2.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-2.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-2-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-2-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447922" class="wp-caption-text">Bram memanen telur Ayam Kampung KUB dan Elba, di kandang peternakan Setya Farm. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Memulai Usaha</strong></p>
<p>Usaha yang sedang berkembang milik Bram, yakni peternakan ayam kampung petelur unggul. Ada dua jenis ayam kampung yang dikembangkan. Pertama, Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) asli Jawa Barat, dan Elba yang berasal dari Jeddah, Arab Saudi.</p>
<p>Bram mulai fokus menggeluti usaha peternakan ini saat Covid 19 merebak di Indonesia pada 2020. Saat itu dia masih bekerja dengan jabatan Marketing Head di salah satu bank di Salatiga. Tak lama kemudian memutuskan undur diri dari perusahaan dan fokus mengembangkan bisnis ayam kampung.</p>
<p>“Ketika Covid 19, saya WFH (<em>work form home</em>) enam bulan jadi fokus di kandang, mengembangkan dan beternak ayam KUB. Sebetulnya sudah sedikit-sedikit memulai usaha ini ketika masih kerja,” kata dia.</p>
<p>Jauh sebelum itu, keinginan berwirausaha dan praktiknya telah dilakukan Bram meski belum mendapat keberhasilan. Dia pernah usaha sayuran hidroponik selama kurang lebih dua tahun. Karena pasarnya kurang menjanjikan, dia berganti usaha beternak cacing.</p>
<p>“Itu gagal juga lalu ganti beternak ulat hongkong selama satu tahun gagal lagi. Lalu ternak ulat jerman  sudah beli kumbangnya juga, proses satu tahunan gagal lagi,” kata dia.</p>
<p>Pada 2015, Rama mulai melirik beternak unggas yakni Ayam Joper atau Jowo Super yang merupakan persilangan dua jenis ras ayam yang berbeda. Saat itu, kata dia, masyarakat menganggap Ayam Joper sebagai Ayam Kampung.</p>
<p>Dia mengaku, bisnis itu cukup berkembang dan mampu menyuplai Ayam Joper ke sejumlah rumah makan. Bisnis itu bertahan selama empat tahun hingga 2019, lalu terhenti karena jatuhnya harga di pasaran.</p>
<figure id="attachment_447923" aria-describedby="caption-attachment-447923" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447923" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-3.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-3.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-3-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-3-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447923" class="wp-caption-text">Bram memmberikan pakan Ayam KUB dua kali sehari, pagi dan sore, di kandang petetnakan Setya Farm, Kota Salatiga, Ahad 10 November 2024. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Ayam KUB</strong></p>
<p>Berjalannya waktu, dia berinisiatif mencari jenis ayam kampung yang lebih unggul dan menguntungkan secara pasar. Bram mulai mencari informasi dari internet, hingga membaca tentang keunggulan Ayam Kampung KUB dengan produksi telur yang tinggi.</p>
<p>“Setelah harga panen Ayam Joper jatuh, lalu saya punya inisiatif belajar lagi mencari ayam kampung yang asli. Lalu riset akhirnya ketemu Ayam KUB ini,” kata dia.</p>
<p>Melansir laman Kementerian Pertanian, Ayam Kampung KUB merupakan salah satu galur ayam hasil pemuliaan ayam kampung <em>(Gallus-gallus domesticus) </em>yang berasal dari Provinsi Jawa Barat. Sifat mengeram ayam KUB-1 telah dikurangi, menjadikan ayam melompati masa siklus mengeram telur, lalu bersiap produksi telur lagi.</p>
<p>Sifat itu menjadi keunggulan Ayam KUB-1 dibandingkan ayam kampung biasa. Produksi telur satu indukan dapat mencapai 180 butir pertahun. Ayam KUB-1 juga mempunyai potensi pedaging yang baik. Pada usia panen 12 pekan, bobot ayam KUB-1 mampu mencapai 0,8-1 kg.</p>
<p>Setelah riset dilakukan Bram, dia segera belajar langsung ke peternak Ayam KUB senior yang sudah berjalan baik. Setelah tiga bulan belajar, dia memberanikan diri memesan anakan ayam atau DOC sebanyak 20 ekor untuk dibesarkan. Keberanian itu berbekal pengalaman Bram beternak ayam sebelumnya.</p>
<p>“Perkembangannya (ayam) bagus. Mulai umur lima bulan bisa seleksi ayamnya untuk dijadikan indukan. Pada usia 5,5 bulan ayam itu sudah belajar bertelur,” ucap sosok bernama lengkap Bramana Kusuma Setya Wicaksana ini.</p>
<p>Setelah produksi telur ayam pelahan meningkat, langkah selanjutnya harus memasarkannya. Rejeki berpihak pada Bram, menurutnya pada masa awal Covid 19 permintaan telur ayam kampung tinggi. Begitupun dengan dagingnya.</p>
<p>Hal itu, kata dia, dikarenakan pada masa Covid 19 masyarakat mulai sadar pola hidup sehat. Ada kalangan yang memilih konsumsi protein hewani dari telur dan daging ayam kampung. Di mana  pembudidayaannya lebih organikdan berkelanjutan dibandingkan ayam ras.</p>
<p>“Telurnya coba jual ternyata peminatnya lumayan bagus, malah setiap hari rata-rata tambah konsumennya. Waktu itu awal Covid 19, pola hidup sehat masyarakat sudah terfikirkan lebih baik. Makanan sehat untuk menambah imunitas. Katanya bisa untuk percepat penyembuhan pasien,” kata sosok asal Magelang itu.</p>
<p>Permintaan telur ayam kampung untuk konsumsi terus bertambah, baik dari Salatiga atau luar daerah. Pasar yang menjanjikan itu dibacanya, Bram merasa harus memperbanyak produksi telur ayam kampung lagi.</p>
<figure id="attachment_447924" aria-describedby="caption-attachment-447924" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447924" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-4.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-4.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-4-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-4-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447924" class="wp-caption-text">Sama dengan Ayam KUB, pemberian pakan sehari dua kali juga sama dilakukan kepada jenis Ayam Elba. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Ayam Elba</strong></p>
<p>Kurang lebih satu tahun setelah mulai beternak Ayam KUB, dia tak ragu dan riset lagi dengan membaca sejumlah literatur tentang jenis ayam kampung lain yang lebih produktif bertelur. Sejalan kemudian, bertemulah dengan jenis ayam kampung yang produksi telurnya lebih tinggi, yakni Ayam Elba.</p>
<p>Sejumlah literatur di internet menyebut, Ayam Elba dikembangkan oleh Lala Setyawan atau dikenal Haji Lala asal Dusun Batikan, Kabupaten Temanggung. Di mana pada 2010 saat ibadah haji, dia membawa pulang 60 an butir telur ayam dari Jeddah.</p>
<p>Sesampainya di Indonesia, ayam itu ditetaskan namun gagal. Tersisa tiga telur yang dititipkan ke rekannya peternak yang ternyata berhasil menetas lengkap ada jantan dan betina. Akhirnya ayam itu dikembangkan Haji Lala, dan dinamai ‘L (dibaca el) ’ berasal dari awalan namanya, dan ‘Ba’ awalan nama Dusun Batikan.</p>
<p>“Saya langsung ke Haji Lala di Temanggung. Itu saya ke sana dan niatkan belajar, dan memang telurnya sama persis dengan ayam kampung. Waktu itu beli satu boks DOC Ayam Elba, selang dua pekan beli pulet atau calon indukan yang betina 20-an ekor,” kata Rama.</p>
<p>Pada umur empat bulanan, Ayam Kampung Elba sudah mulai bertelur dengan catatan pemberian pakan yang bagus, serta bobot ayam betina minimal 1 kg. Artinya lebih cepat bertelur dibandingkan Ayam Kampung KUB pada usia 5,5 bulan, dan bobot rata-rata 1,3 kg.</p>
<p>“Ayam Elba ternyata produksi telurnya lebih banyak, 300-320 butir dalam setahun. Kalau ayam kampung asli atau Jawa rata-rata produksi telur pertahun 60-80 butir. Kalau Ayam Kampung KUB 160-180 butir pertahun. Cukup banyak sekali kan selisihnya,” kata Bram.</p>
<p>Ayam Elba juga disebutnya punya keunggulan lain, yakni pakannya lebih irit dibandingkan Ayam KUB. Ayam Elba indukan betina rata-rata per ekor butuh asupan makanan 70-80 gram per hari. Untuk Ayam KUB 90-100 gram. Selisih 20-30 gram per ekor tiap hari. Artinya, untuk usaha telur konsumsi, Ayam Elba ini lebih bagus.</p>
<p>“Secara bentuk telur, fisiknya sama dengan ayam kampung biasa. Kalau nilai gizinya tergantung nilai nutrisi dari pakan yang diberikan. Ayam Elba di tempat saya ini masih F1 atau galur murninya belum ada persilangan dengan ayam kampung lain,” kata dia.</p>
<p>Bram kemudian mengembangkan budidaya ternak Ayam Kampung jenis KUB dan Elba. Dua-duanya, kata dia, sama-sama menjanjikan baik produksi telur atau dagingnya. Kedua ayam itu mampu produktif bertelur hingga usia dua tahun.</p>
<figure id="attachment_447925" aria-describedby="caption-attachment-447925" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447925" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-5.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-5.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-5-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-5-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447925" class="wp-caption-text">Penggunaan pakan fermentasi, serta memanfaatkan bahan organik dari lingkungan sekitar menghemat 60% pakan pabrikan. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Peternakan Organik dan Berkelanjutan</strong></p>
<p>Keunggulan dari beternak dua jenis ayam kampung tersebut pembudidayaannya yang organik dan berkelanjutan. Tidak bergantung 100 persen pada pakan pabrikan, dan banyaknya suntikan seperti ayam ras. Hak kebahagiaan ayam kampung juga lebih bisa diberikan.</p>
<p>Contoh, letak kandang Setya Farm tepat berada di belakang rumah tempat tinggal Bram dan keluarga. Sepintas tak terlalu terdengar riuh suara ayam dari depan rumah. Bau kandang ayam tidak terasa seperti peternakan pada umumnya. Padahal jarak teras rumah dan kandang ayam hanya sekira 20 meter.</p>
<p>Lokasi peternakan yang berada di perkampungan itu tak terlalu menganggu warga sekitar. Hal itu dikarenakan, peternakan ayam kampung dilakukan secara organik. Pakan ayam menggunakan paduan sentrat atau pakan pabrikan, dan bahan-bahan organik yang difermentasi oleh Bram sendiri.</p>
<p>Dia menjelaskan, pakan fermentasi akan memaksimalkan penyerapan protein dalam sistem pencernaan ayam kampung. Dengan begitu, kotoran yang dikeluarkan tak banyak menimbulkan bau pembusukan di luar tubuh.</p>
<p>Metode inilah yang membuat peternakan ayam kampung cukup digemari bagi peternak maupun konsumennya. Pakan organik, membuat peternak tidak bergantung penuh pada pakan pabrikan yang menguras kantong. Bahan pakan organik juga bisa didapat menyesuaikan kondisi lingkungan sekitar.</p>
<p>“Sebisa mungkin Setya Farm dikelola secara organik, pakai pakan-pakan organik. Pasarnya bagus, untuk kebutuhan makanan sehat organik bagi masyarakat yang sudah sadar akan pola hidup,” kata dia.</p>
<p>Dalam pemberian pakan, memakai paduan sentrat pabrikan itu 40%, dan 60% makanan organik. Setya Farm punya resep sendiri mengolah pakan organik, berupa fermentasi campuran ampas tahu, ampas gandum, jagung, sayur-sayuran hijau, tepung cangkang telur, tepung ikan, dan lainnya.</p>
<p>“Bisa menggunakan sayur-sayuran hijau, bayam, kangkung, bisa ditanam sendiri, kami juga melakukannya. Kalau menggunakan sisa sayuran di pasar pastikan dicuci bersih, karena sudah terpapar pestisida. Pakai sisa makanan boleh, difermentasi makin bagus,” kata dia.</p>
<p>Bram juga menanam tumbuhan Trichantera yang dalam riset disebut punya kandungan protein tinggi. Daunnya bisa lebih lebar dari Jambu Jamaica. Tanaman ini telah banyak dikembangkan menjadi pakan ternak dengan kandungan protein cukup baik.</p>
<figure id="attachment_447928" aria-describedby="caption-attachment-447928" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447928" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-6.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-6.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-6-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-6-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447928" class="wp-caption-text">Bekerja sama dengan peguruan tinggi, sistem kelistrikan panel surya telah diterapkan untuk penerangan, pengairan, dan penghangat kandang Setya Farm. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Panel Surya dan Biogas Penghangat </strong></p>
<p>Mengingat suhu udara di Salatiga yang cukup dingin, ayam kampung butuh penghangat ruangan. Di Kandang Setya Farm mengandalkan penghangat dari bohlam lampu listrik, dan blower. Begitupun dengan mesin tetas telu elektrik.</p>
<p>Pemantauan suhu dilakukan dengan menggunakan Thermometer. Untuk anakan ayam suhu ruangan setidaknya harus lebih dari 30 derajat celcius. Untuk ayam dewasa sudah punya kelebatan bulu, artinya lebih tahan suhu ketimbang DOC, namun harus tetap hangat.</p>
<p>Pada kadang ayam dewasa saat ini terdapat blower penghangat ruangan berenergi listrik. Sementara kelistrikan, untuk air minum otomatis dan penerangan di kandang sudah menggunakan panel surya sebagai energi baru terbarukan (EBT) yang berkelanjutan rancangan dari mahasiswa Politeknik Negeri Semarang (Polines).</p>
<p>Bram, berencana membuat sistem energi penghangat ruangan dari biogas. Biogas itu berasal dari kotoran ayam yang akan ditampung terlebih dahulu. Hal ini menunjang konsep peternakan organik dan berkelanjutan.</p>
<p>“Di Salatiga penghangat ruangan (kandang) penting sekali karena di sini dingin. Nanti arahnya ke depan mau pakai energy alternatif lain pakai kayak biogas dari kotoran si ayam. Apalagi populasinya banyak, selama ini DOC di atas 300 ekor pakainya tabung gas itu boros. Jadi arahnya kita riset ke biogas,” katanya.</p>
<figure id="attachment_447926" aria-describedby="caption-attachment-447926" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447926" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-7.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-7.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-7-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-7-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447926" class="wp-caption-text">Pencegahan penyakit dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang, dan penyemperotan disinfektan, di peternakan Setya Farm. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Pencegahan Penyakit</strong></p>
<p>Pada metode pencegahan penyakit, Ayam KUB dan Elba dilakukan dengan cara organik, tanpa obat-obatan kimia. Tak banyak suntik obat-obatan pada ternak ayam kampung itu.</p>
<p>Bram mengatakan, hal pertama yang dilakukan yakni pola pencegahan dengan rutin menjaga kebersihan kandang, termasuk tempat makan, dan minum. Hal tersebut mutlak dan vital, tidak boleh tidak dilakukan.</p>
<p>Untuk menjaga kesehatan dan imunitas ayam, Bram memakai obat-obatan tradisional rempah-rempah. Beberapa rempah misalnya menggunakan racikan jahe, kunir, dan lainnya. Daun papaya juga bagus untuk mengobati cacingan. Bahan-bahan itu bisa diracik sendiri atau dibeli di toko daring bila ingin lebih memudahkan.</p>
<p>“Yang kedua, kalau di Setya Farm, saya tidak mengizinkan peternak unggas, dan pedagang unggas masuk ke kandang. Itu juga mutlak. Kenapa? karena mereka yang paling berpotensi membawa virus penyakit yang tidak terlihat,” katanya.</p>
<p>Meski demikian, kandang masih butuh penyemperotan penangkal virus menggunakan disinfektan kimia. Setidaknya tiga hari sekali disemprot dengan merek yang berbeda. Hal ini dilakukan agar bakteri dan virus penyakit tidak menjadi kebal pada satu jenis merek saja.</p>
<figure id="attachment_447927" aria-describedby="caption-attachment-447927" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447927" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-8.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-8.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-8-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-8-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447927" class="wp-caption-text">Pemasaran telur ayam dilakukan juga bermitra dengan komunitas peternak ayam kampung lain.(Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Pemasaran </strong></p>
<p>Tips untuk pemasaran produk, Bram punya strategi dalam menjual telur, dan daging ayam kampung. Ilmu <em>marketing </em>yang dimiliki dipakai, dia punya strategi menarik pembeli. Salah satunya menjual paket telur ayam kampung, tiap sepuluh butir gratis tambahan satu.</p>
<p>Mulanya, dia menyasar berjualan ke sekolah-sekolah, dengan target konsumennya para guru. Sasaran pertama pasarnya dari kelompok ekonomi menengah. Dari sisi peminat, dia harus mengelompokkan segmentasi pasar.</p>
<p>“Jadi ada segmen ekonomi menengah ke atas. Kemudian masyarakat yang sadar dengan pola hidup sehat,” kata Bram, lulusan sarjana hukum tersebut.</p>
<p>Kemudian ada pasar konsumen yang beli untuk penyembuhan atau terapi. Dirinya juga masuk ke kantor-kantor instansi pemerintahan, ada juga masuk ke rumah sakit untuk pasar pegawai di sana.</p>
<p>Langkah lain dengan kolaborasi dengan komunitas peternak ayam kampung lain yang sudah punya langganan membeli telur seperti warung makan dengan menu Gudeg. Biasanya pedagang itu hanya memakai telur ayam kampung.</p>
<p>“Untuk penjualan telur ayam kampung konsumsi pada tahun pertama, saya jual harian dari pintu ke pintu rata-rata per hari 60-100 butir. Sekarang per hari produksi 200-500 butir, dari pelanggan tetap dan <em>reseller</em>. Per butir harganya saya jual bisa Rp2.500. Kalau untuk <em>reseller</em> lebih murah lagi karena mereka untuk dijual lagi,” kata Rama.</p>
<p>Dia melanjutkan, secara pasar telur ayam kampung prospek segmentasinya besar untuk masyarakat perkotaan. Ada peternak yang besar sudah mampu menyuplai telur aya kampung ke minimarket. Akan tetapi dia menilai peluang bisnisnya masih banyak dan luas.</p>
<p>“Masih luas pasarnya, kompetitornya tidak banyak. Kebutuhan telur ayam kampung konsumsi skala besar kita harus langsung ke <em>end-user</em>, di mana profitnya lebih banyak dibandingkan pengepul,” kata dia.</p>
<figure id="attachment_447929" aria-describedby="caption-attachment-447929" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447929" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-9.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-9.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-9-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-9-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447929" class="wp-caption-text">Telur Ayam KUB dan Elba ditetaskan menggunakan mesin berkapasitas 50 dan 70 butir. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Fokus Penetasan DOC</strong></p>
<p>Potensi bisnis Ayam Kampung KUB dan Elba, disebut Bram, sangat menarik. Sejak Covid 19 khususnya permintaan telur ayam kampung organik untuk konsumsi masih menjanjikan.</p>
<p>Pasar yang khas ini, membuat banyak peternak atau calon peternak melirik bisnis ternak Ayam Kampung KUB, dan Elba tersebut. Melihat hal itu, Bram mencoba fokus pengembangan bisnis penetasan telur fertil menjadi anak ayam atau DOC sejak 2023. Tujuannya menyuplai ke peternak di Pulau Jawa, dan penjuru daerah di Indonesia.</p>
<p>“Walaupun dari 2020, sudah ada telur fertil yang terus ditetaskan. Sekarang banyak permintaan DOC, saya bisa melayani ke seluruh Pulau Jawa. DOC dkirim lewat jalur ekspedisi hewan, biasanya lewat PT KAI Logistik. Potensi permintaan dari luar pulau juga menarik seperti di Kalimantan,” ujarnya.</p>
<p>Secara populasi di kandang Setya Farm, terdapat Ayam KUB kurang lebih sekira 30 paket. Dalam satu paketnya terdapat satu jantan dan lima betina. Kemudian Ayam Elba sekira 10 paket. Keduanya digunakan untuk menyuplai telur fertil penetasan DOC.</p>
<p>Diakuinya jumlah itu belum banyak, bila melihat permintaan DOC. Bahkan, permintaannya harus inden atau pesan jauh-jauh hari sebelumnya. Solusinya, dia bermitra dengan sejumlah komunitas peternak lokal di Salatiga untuk mendapatkan suplai telur fertil.</p>
<p>“Yang indukan Ayam Elba tidak terlalu banyak, karena kita juga punya mitra peternak kita bentuk mitra kecil di Salatiga. Kita saling kerja sama kalau ada permintaan di luar. Karena saya tidak punya karyawan yang membantu pekerjaan,” kata dia.</p>
<p>Untuk permintaan DOC, per pekannya paling tidak dia mengirim dua kali pesanan ke pelanggan. Dia punya mesin tetas telur masing-masing berkapasitas 500 butir, dan 700 butir. Produksinya, mampu menetaskan setidaknya 400-an DOC setiap pekannya, dengan pengiriman ke pelanggan tiga hari sekali.</p>
<p>“Anak ayam DOC itu bisa dijual satu hari setelah menetas, ketika bulu sudah kering, bisa jalan, belajar makan dan minum langsung bisa dikirim dan aman. Pengiriman ke seluruh Pulau Jawa. Pernah, misalnya perjalanan dua hari Alhamdulillah masih sehat. Ya paling mati satu atau dua ekor, tapi kasusnya normal karena terinjak temannya,” kata Bram.</p>
<p>Kenyamanan keterjaminan produk sampai kepada pelanggan menjadi penting. Setiap pengiriman pesanan satu boks berisi 100 ekor ayam DOC akan ditambahkan dua ekor sebagai garansi pengganti bilamana ada yang mati.</p>
<p>“Harga anak ayam DOC untuk Ayam KUB Rp8 ribu per ekor, dan Ayam Elba Rp10 ribu per ekor. Sistem pemesanan DOC antre dulu, dan menitip uang muka minimal 25 persen, serta tambah uang ongkos kirim. Kalau mau diambil ke sini tidak ada ongkos kirim,” katanya.</p>
<p>Dia memerinci pasar anakan ayam DOC cukup bagus di Jawa Tengah khususnya. Misalnya dia telah melakukan kerja sama dengan wisata edukasi di Kutoarjo, Kabupaten Purworejo. Di sana ada anak-anak muda pengusaha yang mengembangkan peternakan, dan pertanian di desa.</p>
<p>Pengiriman DOC juga dilakukan ke berbagai daerah di Jawa Barat, Jawa Timur, dan kota-kota lainnya. Peternak dari luar pulau seperti Kalimantan juga mulai banyak melirik usaha Ayam Kampung. Mereka mulai belajar dan memesan bibit dari Pulau Jawa.</p>
<figure id="attachment_447930" aria-describedby="caption-attachment-447930" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447930" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-10.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-10.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-10-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-10-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447930" class="wp-caption-text">Pengurus Komunitas Latar Kalitan di Salatiga belajar langsung cara membuat pakan fermentasi ternak Ayam Kampung KUB dan Elba di kandang Setya Farm. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Tantangan dan Tips Peternak Pemula</strong></p>
<p>Bisnis yang dilakukan Rama tak selamanya mulus, di mana awal mula beternak banyak yang mati. Saat itu memelihara Ayam Joper sebaga peternak yang masih pemula. Dia mendapat bibitnya yang mungkin kurang bagus.</p>
<p>“Pernah hampir mati sebagian. Ambil DOC tiga boks mati hampir 150 an. Yang Ayam KUB dan Elba Alhamdulillah bagus hasilnya karena sudah pernah belajar saat pelihara Ayam Joper. Paling kematian karena kematian wajar, bukan penyakit atau virus. Biasanya mati karena suhu kandang dingin, kurang hangat. Tapi belajar terus, kita pakai Thermometer untuk atur suhu ruangan kandang,” kata dia.</p>
<p>Tantangan yang lain yakni penyakit. Biasanya yang menyerang ayam ketika pancaroba seperti sekarang ini yakni pilek atau batuk. Ada juga penyakit yang menyerang saluran pernafasan hingga membuat mata bengkak.</p>
<p>“Kalau suhu panas itu juga sering muncul stress, lalu berak kapur, berak hijau. Semuanya itu sebetulnya tergantung dari kebersihan kandang dan pencegahan. Lebih baik mencegah dan mengobati,” katanya.</p>
<p>Selebihnya, kata Bram, harus terus belajar dan nanti akan menemukan permasalahan. Peternak harus belajar terus sampai hafal dan ahli serta mampu mengatasi permasalahan penyakit.</p>
<p>Untuk peternak pemula, Bram punya saran agar berani mencoba praktik dengan mulai memelihara jumlah populasi ayam yang sedikit dahulu.</p>
<p>Ketika berproses, kata dia, pasti akan menemui kendala atau permasalahan. Peternak pemula bisa berkonsultasi dengan peternak yang sudah jalan bisnisnya untuk membantu memberikan solusi.</p>
<p>“Kalau berhasil nanti bisa menambah populasi ayam lagi. Berproses, jangan patah semangat, optimistis, nikmati proses itu, tidak perlu takut akan kegagalan. Usaha itu bertahap,” kata dia.</p>
<figure id="attachment_447931" aria-describedby="caption-attachment-447931" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447931" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/AyamKampung-11.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/AyamKampung-11.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/AyamKampung-11-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/AyamKampung-11-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447931" class="wp-caption-text">Bisnis Ayam Kampung KUB dan Elba di Setya Faam tak hanya berfokus pada telur dan daging, kini mulai produksi anakan ayam ata DOC. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Modal Tabungan dan Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan</strong></p>
<p>Jatuh bangun berkembangnya bisnis Setya Farm milik Bram tentu ditunjang keuangan sebagai permodalan. Mencari tambahan modal telah menjadi bagian cerita tersendiri yang mengenang dalam benak sepanjang perjalanan bisnisnnya. .</p>
<p>Kilas balik, Bram mulai mengumpulkan modal sedikit demi sedikit saat masih bekerja di industri keuangan dan perbankan. Tekadnya kuat, dia selalu menyisihkan sebagian dari bonus atau insentif dari kantor untuk menyicil biaya pembangunan kandang, dan membeli peralatan lainnya.</p>
<p>“Iya mas, mengumpulkan uang sedikit-sedikit. Terus dapat keuntungan dari hasil panen atau penjualan yang diputarkan lagi untuk modal mengembangkan usaha,” kata dia.</p>
<p>Selain dari tabungan pribadi, dan perputaran keuntungan bisnis itu, Bram merupakan penerima manfaat dari hak dana pensiunan jaminan hari tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan. Nilai yang terkumpul selama setidaknya 15 tahun bekerja sebagai karyawan itu digunakan untuk memaksimalkan modal mengembangkan bisnis.</p>
<p>“Asuransi BPJS Ketenagakerjaan juga habis masuk modal. Saya lupa angka pastinya, kurang lebihnya sekitar Rp20 juta untuk menambah modalnya,” tutur dia mengingat sembari tersenyum tipis.</p>
<p>Bram bersyukur dengan akses permodalan itu menunjang berkembangnya bisnis ayam kampung. Dia berharap, wirausaha peternakan seperti itu bisa memberikan motivasi, inspirasi, dan manfaat yang positif untuk semua orang. Terlebih bagi mereka yang ingin berwirausaha dimulai dari yang kecil sekalipun.</p>
<figure id="attachment_447932" aria-describedby="caption-attachment-447932" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447932" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-12.jpeg" alt="" width="681" height="384" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-12.jpeg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-12-400x226.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-12-150x85.jpeg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447932" class="wp-caption-text">Kantor BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah-DI Yogyakarta mencatat data pencairan JHT paling tinggi dibandingkan empat program lainnya. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Tren Pemanfaatan JHT untuk Modal Usaha</strong></p>
<p>Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jateng-DI Yogyakarta, Isnavodiar Jatmiko, menjelaskan, ada temuan tren menarik dari pemanfaatan dana pensiunan Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan.</p>
<p>Tujuan semula JHT itu, kata dia, untuk masa pension. Ada juga sebagai penyangga sembari mencari pekerjaan baru sektor formal. Akan tetapi, kini mulai ada tren banyak masyarakat yang mencairkan JHT untuk digunakan sebagai modal usaha.</p>
<p>Temuan ini dikuatkan dalam survei nasional BPJS Ketenagakerjaan periode 22 Juli-31 Oktober 2024. Survei melibatkan 11 ribu responden yang berasal dari 9.934 peserta, dan 1.096 ahli waris. Rinciannya terdapat responden dari pekerjaan formal 9.439 orang, dan 1.591 informal. Survei juga mencatat rata-rata upah, lama bekerja, hingga usia saat pencairan atau klaim pencairan JHT.</p>
<p>Tercatat penggunaan dana JHT untuk modal usaha angkanya mencapai 19,19%. Angka ini menarik, sebab menandakan adanya peningkatan sektor usaha informal. Kemudian dipakai keperluan sehari-hari sebanyak 27,87%. Selanjutnya pada angka 12,61% untuk persiapan masa tua seperti berinvestasi, menabung di tempat lain, atau pemanfaatan untuk hari tua lain.</p>
<p>Adapun responden sisanya memilih menggunakan JHT untuk kebutuhan persalinan, biaya beli susu atau pampers anak, pemakaman, perbaikan kendaraan, biaya kerja di luar negeri, pembayaran pajak, dan lainnya.</p>
<p>“Ada (hampir) 20 persen klaim JHT yang digunakan ke modal usaha. Angka ini walaupun harapan kami (JHT) itu dipakai untuk masa tua, akan tetapi sekarang sudah ada tren dipakai ke arah sana (modal usaha),” kata dia.</p>
<p>Dengan melihat survei itu, BPJS Ketenagakerjaan bisa membaca dan memantau pola tenaga kerja setelah berhenti bekerja di sektor formal. Jejak penerima manfaat JHT akan terlihat, apakah akan menjadi wirausaha, kembali ke pekerjaan formal lainnya atau tidak.</p>
<p>Pada saat penerima manfaat itu sudah klaim pencairan dana pensiunan JHT untuk menjadikannya modal usaha, artinya dia sudah pindah ke sektor Bukan Penerima Upah (BPU). BPJS Ketenagakerjaan juga bisa memonitor bagaimana perkembangan wirausaha bermodal JHT itu, atau berapa lama bertahan.</p>
<p>“Masih bisa diikuti (data) kapan penerima manfaat itu membayar iuran dan sampai berapa lama. Kalau dia bayar iuran lanjut, artinya sektor bisnis informalnya berjalan terus. Kita jadi punya data tentang tren pemanfaatan dana JHT untuk modal usaha yang meningkat, itu menarik,” kata Jatmiko.</p>
<p>Lebih lanjut Jatmiko mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan bisa menggunakan data survei sebagai rujukan dalam membuat skema dukungan terhadap pelaku usaha di sektor informal. Dukungan terdekat yang diharapkan tentunya seperti pelatihan, dan akses permodalan, atau lainnya.</p>
<p>Dia mengakui, belum banyak program untuk pelatihan usaha dari instansi. Skema tersebut dikatakan belum dimiliki. Akan tetapi, dari data tersebut bisa membuat program yang bisa disinergikan dengan Dinas Ketenagakerjaan setempat, dan yang terkait lainnya, baik akses pelatihan, permodalan, dan lain-lain.</p>
<p>“(Program) pelatihan ada di Disnaker, jadi kalau bisa di-<em>connect </em>itu akan bagus banget. Ada banyak peluang kita melihat dari pembacan data ini. Fokus pertama kami memang memastikan hak masyarakat terpenuhi. Klaim dana dapat disalurkan dengan baik, pelayanan bagus, dan memastikan semua anggota keluarganya mendapat hak tersebut,” kata Jatmiko.</p>
<p>Dari data-data survei tersebut, juga bisa dilihat pergerakan tenaga kerja. Hal itu menunjukkan lini bisnis pekerjaan apa yang sedang tumbuh, sehingga bisa membantu  pemerintah dalam membaca pasar kerja.</p>
<p>Selanjutnya, BPJS Ketenagakerjaan, ingin punya layanan bernilai tambah <em>(value added service)</em> untuk masyarakat, yaitu fungsi-fungsi konsultatif. Salah satunya, memberikan informasi akses-akses permodalan, di mana ada pelatihan, informasi data tren jenis usaha yang membuka lapangan pekerjaan.</p>
<p>“Termasuk inklusif <em>job center</em>. Nah <em>value added service</em> ini yang baik untuk digalakkan,” kata Jatmiko.</p>
<p>Untuk dukungan nyata kemudahan masyarakat dalam melakukan klaim atau pencairan dana JHT, instansi tersebut punya setidaknya tiga kemudahan layanan. Di antaranya, Layanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik) Online, Layanan Lapak Asik di Kantor Cabang, dan Layanan klaim melalui Aplikasi JMO.</p>
<p>Sementara itu,melihat angka total jumlah klaim pencairan dana JHT BPJS Ketenagakerjaan di wilayah kerja Jawa Tengah-DI Yogyakarta pada 2023 sebanyak 513.827 orang, dengan nilai Rp5,2 Triliun (Rp5.233.064.494.740).</p>
<p>Catatan pada tahun ini hingga 31 Oktober 2024 terdapat 386.799 orang, dengan nilai Rp4,7 Triliun (Rp4.730.138.832.740). Trennya, angka itu dipastikan bisa terus bertambah hingga akhir tahun.</p>
<p>Pencairan JHT dipastikan yang tertinggi dibandingkan empat program lainnya hingga 31 Oktober 2024. Di antaranya, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dengan 58.533  kasus senilai Rp222 Miliar (Rp222.317.567.080). Jaminan Kematian (JKM) dengan 16.858 kasus, senilai Rp346 Miliar (Rp346.821.300.000).</p>
<p>Selanjutnya, Jaminan Kehilangan Pekerjaan dengan 23.053 kasus, pada angka Rp24 Miliar (Rp24.018.616.740). Jaminan Pensiun (JP) dengan 13.728 kasus, bernilai Rp155 Miliar (Rp155.669.385.110). Total pencairan kelimap program tersebut Rp5,47 Triliun (Rp5.478.965.701.670).***</p>
<p><strong>Diaz Azminatul Abidin</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/15/cerita-sukses-eks-bankir-ternak-ayam-kampung-di-salatiga-modal-tabungan-dan-dana-pensiunan-bpjs-ketenagakerjaan">Cerita Eks Bankir di Salatiga Sukses Beternak Ayam Kampung, Modal Tabungan dan Pensiunan BPJS Ketenagakerjaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pecel Madya Mbah Mul, Kuliner Legendaris dan Murah di Salatiga</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/11/08/pecel-madya-mbah-mul-kuliner-legendaris-dan-murah-di-salatiga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Nov 2024 02:12:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Mbah Mul]]></category>
		<category><![CDATA[Pecel Madya]]></category>
		<category><![CDATA[Salatiga]]></category>
		<category><![CDATA[warung pecel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=445488</guid>

					<description><![CDATA[<p>SALATIGA (SUARABARU.ID) &#8211; Salatiga adalah kota sejuk, dan di kota ini tersedia aneka kuliner. Di daerah yang sejuk, makan apa saja terasa enak. Apalagi makanannya memang serba enak. Di sepanjang jalur Tuntang-Salatiga, di daerah Blotongan berderet warung sate kambing. Di Jalur Lingkar Selatan berderet kedai dan resto sampai kafe yang menghidangkan aneka sajian makanan. Salah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/08/pecel-madya-mbah-mul-kuliner-legendaris-dan-murah-di-salatiga">Pecel Madya Mbah Mul, Kuliner Legendaris dan Murah di Salatiga</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SALATIGA (SUARABARU.ID) &#8211; </strong>Salatiga adalah kota sejuk, dan di kota ini tersedia aneka kuliner. Di daerah yang sejuk, makan apa saja terasa enak. Apalagi makanannya memang serba enak.</p>
<p>Di sepanjang jalur Tuntang-Salatiga, di daerah Blotongan berderet warung sate kambing. Di Jalur Lingkar Selatan berderet kedai dan resto sampai kafe yang menghidangkan aneka sajian makanan.</p>
<p>Salah satu kuliner yang patut dicoba saat berkunjung ke Salatiga adalah Pecel Madya Mbah Mul yang terkenal legendaris. Warung pecel ini terletak di Jalan Sukowati No. 397, Kalicacing, Sidomukti, Kota Salatiga.</p>
<p>Seperti halnya warung kuliner legendaris pada umumnya, untuk mencapai warung Pecel Mbah Mul di Salatiga dibutuhkan sedikit kerja keras karena melalui gang-gang kecil. Untuk menjangkau warung Pecel Madya Mbah Mul yang terkenal legendaris di Salatiga, pengunjung bisa melalui Jalan Sukowati. Setelah itu masuk gang kecil yang berada di samping Gereja Mawar Saron sekitar 30 meter. Setelah itu kita akan menemukan warung pecel itu.</p>
<p><strong>Dekat Bioskop</strong></p>
<p>Nama Warung Pecel Madya Mbah Mul diambil karena dulu lokasi warung itu bersebelahan dengan eks Gedung Bioskop Madya. Namun kini gedung tersebut sudah beralih fungsi menjadi Gereja Mawar Saron.</p>
<figure id="attachment_445490" aria-describedby="caption-attachment-445490" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-445490" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/pecel-madya.jpg" alt="" width="681" height="516" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/pecel-madya.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/pecel-madya-400x303.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/pecel-madya-150x114.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/pecel-madya-80x60.jpg 80w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/pecel-madya-100x75.jpg 100w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/pecel-madya-180x135.jpg 180w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-445490" class="wp-caption-text">Sajian pecel Madya Mbah Mul, telur onclang jadi lauk favorit. Foto: Umbu Franklyn</figcaption></figure>
<p>Warung yang sudah ada sejak tahun 1973 ini menyedakan sajian yang sangat murah. Apalagi buat orang luar Salatiga, apalagi orang yang datang dari Jakarta atau kta-kota besar lainnya. Seporsi pecel dan lauk telur dadar yang dicampur irisan daun bawang (<em>onclang</em>) hanya dibandrol dengan harga Rp12.000.</p>
<p>Porsinya, juga cukup besar dan sayurnya banyak. Sambalnya jangan ditanya, sangat banyak sampai memenuhi sayur, bagi yang suka pedas juga bisa tambah sambal pedas sehingga bisa menyesuaikan selera. Lauk yang paling diminati adalah <em>telur onclang</em>. Bisa memilih di iris dengan langsung dicampur sambal atau dipisahkan dengan sambal.</p>
<p>Waktu yang rasanya cocok untuk datang di Warung Pecel Madya Mbah Mul adalah jam sarapan pagi hari. Ya, pagi hari lauk pauk di warung ini masih lengkap. Selain itu, saat pagi hari kondisi warung juga tidak terlalu ramai. Warung akan sangat ramai di siang hari saat jam istirahat kantor.</p>
<p>Maklum saja, warung ini dekat gedung perkantoran Pemerintah Kota Salatiga dan DPRD Kota Salatiga. Hal itu pun membuat warung tersebut, menjadi langganan para pegawai pemerintahan atau pegawai kantoran. Saat jam makan siang, pasti warung ini akan sangat ramai.</p>
<p>Salah seorang pelanggan setia Warung Pecel Madya Mbah Mul adalah Hanes Walda. Ia mengaku sering menyempatkan diri mampir ke warung pecel yang terkenal legendaris di Salatiga itu sebelum bekerja. Ia juga merasa tidak bosan dengan menu pecel yang disajikan di warung tersebut karena pilihan lauknya cukup banyak.</p>
<p>“Saya cukup sering sarapan di sini. Pecel itu cocok untuk sarapan, makan siang, bahkan makan malam. Tetapi saya sering sarapan di Pecel Mbah Mul. Sudah enak murah pula,” ujar Hanes.</p>
<p>Berlokasi dekat dengan perkantoran Pemerintah Kota Salatiga dan DPRD Kota Salatiga, warung ini sering menjadi tujuan para pegawai pemerintahan untuk makan siang.</p>
<p>“Kalau makan di Warung Pecel Madya sebaiknya jam sepi. Jangan siang karena, kalau siang sangat ramai. Kalau mau bungkus juga bisa, saya biasa kalau ramai saya suka membungkus saja karena tidak dapat tempat duduk,” ujar Hendri warga Getasan yang juga pelanggan setia.</p>
<p>Warung Pecel Mbah Mul tetap menjadi ikon kuliner Salatiga yang menghadirkan rasa otentik pecel Jawa yang tak lekang oleh waktu. Bagi pengunjung yang menginginkan kelezatan khas pecel Salatiga, warung ini adalah destinasi kuliner yang tak boleh terlewatkan.</p>
<p>Warung Pecel Madya Mbah Mul yang dianggap sebagai warung kuliner legendaris di Salatiga ini buka setiap Senin-Sabtu, mulai pukul 06.00 WIB. Sedangkan pada hari Minggu, warung tersebut libur. Kapan-kapan kalau lewat Salatiga sempatkan buat mampir.</p>
<p><strong>Umbu Franklyn-mg</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/08/pecel-madya-mbah-mul-kuliner-legendaris-dan-murah-di-salatiga">Pecel Madya Mbah Mul, Kuliner Legendaris dan Murah di Salatiga</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Soto ESTO Legenda Kuliner Salatiga yang Bermula dari Garasi Bus</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/11/02/soto-esto-legenda-kuliner-salatiga-yang-bermula-dari-garasi-bus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Nov 2024 23:33:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[bus ESTO]]></category>
		<category><![CDATA[Esto]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Salatiga]]></category>
		<category><![CDATA[Soto ESTO]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=444344</guid>

					<description><![CDATA[<p>ESTO, nama ini  bagi warga Salatiga, karena sudah sekitar jelas sangat tidak asing. ESTO adalah Perusahaan angkutan umum, termasuk yang tertua di Indonesia. ESTO sendiri adalah singkatan Eerste Salatigasche Transport Onderneming. Perusahaan bus ESTO diririkan oleh Kwa Tjwan Ing sejak 1921 atau sudah 103 tahun lalu dan beroperasi mulai 1923. Perusahaan angkutan ini sempat berhenti [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/02/soto-esto-legenda-kuliner-salatiga-yang-bermula-dari-garasi-bus">Soto ESTO Legenda Kuliner Salatiga yang Bermula dari Garasi Bus</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>ESTO, </strong>nama ini  bagi warga Salatiga, karena sudah sekitar jelas sangat tidak asing. ESTO adalah Perusahaan angkutan umum, termasuk yang tertua di Indonesia. ESTO sendiri adalah singkatan <em>Eerste Salatigasche Transport Onderneming.</em></p>
<p>Perusahaan bus ESTO diririkan oleh Kwa Tjwan Ing sejak 1921 atau sudah 103 tahun lalu dan beroperasi mulai 1923. Perusahaan angkutan ini sempat berhenti operasi tahun 1942, karena keadaan waktu itu yang tidak memungkinkan. Kemudian beroperasi kembali dan menjadi sarana transportasi penting bagi mobilitas warga Salatiga dan Ambarawa, karena bus ini bertrayek di dua kota tersebut.</p>
<p>Sayang, karena perkembangan transportasi yang pesat, warga sudah banyak yang memiliki kendaraan sendiri, maka bus ESTO kemudian makin mundur. Dan, tahun 2016 terpaksa, ESTO menghentikan operasionalnya.</p>
<p>Tetapi, nama ESTO memang tak pernah pudar. Sebab nama ESTO bukan hanya ikon angkutan umum, bus bertrayek Salatiga-Ambarawa PP. Keberadaan bus ESTO dengan garasinya di Jalan Langensuko, di kawasan depan Pasar Salatiga di Jalan Jenderal Sudirman inilah yang menjadikan nama ESTO tidak pudar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Soto ESTO, meski tidak lagi berlokasi di garase bus ESTO, tetapi nama itu tetap dipakai. Dan, pelanggan tidak seulit mencari karena hanya pindah di depan Lokasi lamanya. Foto: Umbu FranklynCeritanya, di garasi ESTO itulah terdapat warung soto. Karena ada di garasi ESTO maka dikenal sebagai Soto Esto. Soto Esto ini ada sejak tahun 1953. Sudah hampir 70 tahun, dan diyakini, cita rasanya tidak berubah sampai kini.</p>
<p>Memang, Soto ESTO kini tidak ada di garasi bus legendaris itu, tetapi pindah di seberang jalan bekas garasi itu, dan gampang dicari karena lokasinya ada di bagian samping kanan Hotel Gran Wahid Salatiga.</p>
<p><strong>Tetap Diminati</strong></p>
<p>Soto termasuk ke dalam kuliner lama bahkan bolehlah disebut sebagai makanan tradisional. Namun di berbagai kota, warung atau rumah makan soto selalu saja diserbu pembeli. Demikian pula dengan Soto Esto ini.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/02/soto-esto-legenda-kuliner-salatiga-yang-bermula-dari-garasi-bus">Soto ESTO Legenda Kuliner Salatiga yang Bermula dari Garasi Bus</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>