<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PSSI Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/pssi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Jan 2026 12:35:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>PSSI Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>John Herdman Usung Target Ambisius</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/01/13/john-herdman-usung-target-ambisius</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 12:35:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[John Herdman]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Komite Eksekutif]]></category>
		<category><![CDATA[Konferensi Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Pelatih Kepala]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Senayan]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[TIMNAS INDONESIA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=539217</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Pelatih Kepala Timnas Indonesia, John Herdman, akhirnya diperkenalkan secara resmi oleh PSSI, dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026). Hadir dalam acara itu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Wakil Ketua Umum Ratu Tisha, jajaran Komite Eksekutif PSSI, serta asisten pelatih César Meylan. Dalam pernyataan perdananya, Herdman menegaskan keyakinannya [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/13/john-herdman-usung-target-ambisius">John Herdman Usung Target Ambisius</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Pelatih Kepala Timnas Indonesia, John Herdman, akhirnya diperkenalkan secara resmi oleh PSSI, dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026).</p>
<p>Hadir dalam acara itu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Wakil Ketua Umum Ratu Tisha, jajaran Komite Eksekutif PSSI, serta asisten pelatih César Meylan.</p>
<p>Dalam pernyataan perdananya, Herdman menegaskan keyakinannya terhadap potensi sepak bola Indonesia, terutama kekuatan basis pendukungnya. Menurut pelatih berusia 50 tahun itu, Indonesia saat ini memiliki modal kuat untuk bersaing di level tertinggi.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/01/13/ribuan-alumni-sma-muhi-kota-magelang-reuni-akbar-50-tahun">Ribuan Alumni SMA Muhi Kota Magelang Reuni Akbar 50 Tahun</a></strong></p>
<p>&#8221;Saya melihat peluang di Indonesia, dan saya merasa sangat yakin, kelompok penggemar dan masyarakat di sini pantas berada di panggung tertinggi sepak bola dunia,&#8221; ujar Herdman.</p>
<p>Dia menilai, pemahaman terhadap budaya lokal menjadi fondasi utama dalam proyek jangka panjang Timnas Indonesia. Adaptasi terhadap budaya sepak bola dan sosial, disebutnya sebagai bagian penting dari proses membangun tim yang kompetitif dan berkelanjutan.</p>
<p>&#8221;Pengalaman beradaptasi dengan budaya yang berbeda, menjadi bagian dari memahami dan menghayati sepak bola di sebuah negara. Itu akan menjadi faktor besar dalam upaya meloloskan tim ini ke Piala Dunia 2030,&#8221; katanya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/01/13/natalius-pigai-soroti-keracunan-mbg-grobogan-berikan-pesan-untuk-siswa-jangan-trauma">Natalius Pigai Soroti Keracunan MBG Grobogan, Berikan Pesan untuk Siswa: Jangan Trauma</a></strong></p>
<p>Meski mengusung target ambisius, Herdman menyadari keterbatasan waktu yang tersedia. Dia pun menekankan pentingnya keseimbangan antara mendengarkan, memahami, dan bertindak cepat dengan arah yang jelas.</p>
<p>&#8221;Kami memiliki waktu yang sangat singkat. Periode awal ini menjadi waktu untuk mendengarkan, memahami, dan memastikan semua pihak yang perlu didengar. Setelah itu, kami harus mengambil tindakan dengan sangat jelas, tentang apa yang akan membawa hasil dengan cepat,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Herdman juga mengungkapkan, persiapan menuju agenda internasional terdekat telah dimulai. Dia menyebut, bulan Maret sebagai momentum penting untuk membangun identitas dan kebersamaan tim.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/01/13/broken-strings-sebagai-cermin-membangun-kurikulum-yang-protektif-dan-humanis">Broken Strings sebagai Cermin: Membangun Kurikulum yang Protektif dan Humanis</a></strong></p>
<p>&#8221;Saya juga sudah mulai berkomunikasi dengan kapten, dan para pemimpin tim. Saya juga telah menghubungi lebih dari 60 pemain, untuk memberi tahu, saya hadir dan mengawasi. Ini tentang membangun standar dan kebiasaan yang dibutuhkan untuk lolos ke turnamen besar,&#8221; kata pelatih yang pernah membawa Kanada lolos ke putaran final Piala Dunia 2022 itu.</p>
<p>Tak cuma itu, dengan kehadiran asisten pelatih César Meylan, Herdman berharap, akan mampu membangun ekosistem pendukung di sekitar tim nasional secara berkelanjutan.</p>
<p>&#8221;Ini juga tentang membangun tim. Doktor Meylan dan elemen pendukung lainnya, bisa meningkatkan standar dan membawa kebiasaan kualifikasi yang selama ini belum dimiliki Indonesia,&#8221; ujarnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/01/13/bencana-desa-tempur-menguatkan-solidaritas-masyarakat-jepara">Bencana di Desa Tempur, Menguatkan  Solidaritas Masyarakat Jepara</a></strong></p>
<p>Seperti diketahui, penunjukan Herdman tak lepas dari rekam jejaknya yang menonjol di level internasional. Dia menjadi satu-satunya pelatih, yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara (Kanada), lolos ke Piala Dunia.</p>
<p>Bersama Timnas Putri Selandia Baru, Herdman tampil di Piala Dunia 2007 dan 2011, serta meraih dua medali perunggu Olimpiade pada 2012 dan 2016. Di sektor putra, dia mengantar Kanada ke Piala Dunia 2022, penampilan pertama setelah 36 tahun, serta mendongkrak peringkat FIFA Kanada dari posisi 77 ke 33 dunia.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/13/john-herdman-usung-target-ambisius">John Herdman Usung Target Ambisius</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>John Herdman: Pendekatan Baru, Harapan Baru?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/01/10/john-herdman-pendekatan-baru-harapan-baru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2026 10:00:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Babak Kualifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[John Herdman]]></category>
		<category><![CDATA[Normatif]]></category>
		<category><![CDATA[Patrick Kluivert]]></category>
		<category><![CDATA[Pra-Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tim Merah-Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Tim Nasional Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=538521</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // pastilah berjuta harapan/ : kemajuan-kemajuan/ bahkan lompatan/ ketika datang orang baru/ : dengan pendekatan berbeda/ dengan hasil yang tak sama&#8230;// (Sajak “John Herdman”, 2025) SEJUMLAH kolega sempat bertanya, apa komentar saya tentang John Herdman, pelatih baru tim nasional Indonesia pengganti Patrick Kluivert &#8212; yang sebelumnya gagal memoles Tim Merah-Putih lolos [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/10/john-herdman-pendekatan-baru-harapan-baru">John Herdman: Pendekatan Baru, Harapan Baru?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-538527 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// pastilah berjuta harapan/ : kemajuan-kemajuan/ bahkan lompatan/ ketika datang orang baru/ : dengan pendekatan berbeda/ dengan hasil yang tak sama&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “John Herdman”, 2025)</strong></p>
<p><strong>SEJUMLAH</strong> kolega sempat bertanya, apa komentar saya tentang John Herdman, pelatih baru tim nasional Indonesia pengganti Patrick Kluivert &#8212; yang sebelumnya gagal memoles Tim Merah-Putih lolos dari kualifikasi Pra-Piala Dunia 2026?</p>
<p>Jawaban saya lebih ke kalimat normatif, “Pelatih baru, pendekatan baru, tentu harapan baru”.</p>
<p>Ya, berbeda dari ketika Kluivert menggantikan Shin Tae-yong yang dipecat oleh PSSI, penetapan nama John Herdman sejak 3 Januari lalu lebih menerbitkan harapan.</p>
<p>Saat Kluivert dipilih menggantikan <em>coach</em> Shin, muncul suara-suara pesimistis. Bukankah realitasnya STY telah memberi banyak perubahan kultural yang menyentuh tiga aspek penting sepak bola kita: etos permainan, pola hidup, dan disiplin?</p>
<p>Disadari atau tidak disadari, diakui atau tidak diakui, tiga aspek itu menjadi titik kurang dalam budaya sepak bola kita. Dan, STY mampu menciptakan kondisi “perubahan” itu sebagai atmosfer yang betul-betul kita rasakan mewarnai selama dia menukangi timnas dari 2020 hingga 2024. Hingga kini, pemecatan pelatih asal Korea Selatan itu masih menjadi kontroversi yang belum tuntas terjawab.</p>
<p>Patrick Kluivert mewariskan tim yang juga merupakan kerangka konstruksi STY, yakni kombinasi para pemain diaspora dengan sejumlah pemain produk Liga Super Indonesia. Dengan “warna kental Belanda”, itu adalah pilihan &#8212; entah dinilai sebagai langkah pragmatis atau realitas diaspora &#8211;, yang telah dilakukan sejak era Shin Tae-yong.</p>
<p>Lalu dengan John Herdman yang pasti membawa pendekatan dan filosofi kepelatihan yang berbeda, adakah harapan baru yang diusung?</p>
<p><strong>Pendekatan Taktik</strong><br />
Herdman adalah pelatih Kanada berpaspor Inggris dengan rekam jejak yang memberi harapan dan logis untuk dipilih. Sebelum menerima tawaran membesut Garuda, dia juga ditawari oleh Honduras untuk mengarsiteki timnas Amerika Tengah tersebut. Dia memutuskan ke Indonesia, karena tertarik dengan kontrak jangka panjang hingga ke proyek Piala Dunia 2030.</p>
<p>“Ini adalah soal menemukan proyek yang tepat, ada sebuah gairah dan intensitas dari fans yang bisa Anda rasakan,” kata Herdman, dikutip <em>Canadian Press</em> dari <em>Toronto Star</em> (<em>cnnindonesia.com</em>, 3 Januari 2026).</p>
<p>Rekam jejak John Herdman cukup mentereng. Dia menjadi satu-satunya pelatih yang pernah membawa tim putra-putri sebuah negara lolos ke Piala Dunia. Prestasi itu diharapkan bisa tertular pada timnas Indonesia senior dan U-23.</p>
<p>Timnas putri Kanada tampil di Piala Dunia 2007 dan 2011. Sejarah besar dicatat dengan secara beruntun meraih dua medali perunggu Olimpiade 2012 dan 2016.</p>
<p>Sedangkan timnas putra Kanada dia bawa ke Piala Dunia Qatar 2022. Sebuah momen bersejarah setelah 36 tahun tak pernah lolos, yang juga melesatkan peringkat FIFA Kanada dari posisi 77 ke 33 dunia.</p>
<p>Sejak usia muda, dia memilih jalur sebagai pelatih ketimbang menekuni karier sebagai pemain. Pada usia 28, dia hijrah ke Selandia Baru untuk menangani tim kelompok umur, yang menjadi pintu untuk memulai karier lebih serius. Dia mengarsiteki tim putri Selandia Baru pada 2006-2011. Sebelum memutuskan menangani Indonesia, dia melatih Toronto FC pada 2003-2024.</p>
<p>Pendekatan pelatih kelahiran 19 Juli 1975 itu menonjol ke taktik, manajemen pemain, dan pengembangan mental bertanding. Dia pernah dipuji sebagai tokoh di balik “Keajaiban Kanada”, mendapat apresiasi secara internasional, karena mampu membentuk kembali budaya timnas Kanada, meningkatkan profil sepak bola negeri itu secara global sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 di samping Amerika Serikat dan Meksiko.</p>
<p><strong>Milla dan STY</strong><br />
Dalam amatan saya, di antara para pelatih asing yang berkiprah di Indonesia, terdapat sejumlah nama dengan warisan yang boleh saja disebut sebagai “real legacy”, juga sejumlah nama dengan jejak sejarah yang dirasakan secara abstrak.</p>
<p>Dari aspek sejarah, kita tak mungkin melupakan nama Tony Pogacnik, pelatih asal Yugoslavia yang membawa Ramang dkk menahan Uni Soviet 0-0 di Olimpiade Melbourne 1956. Juga Anatoly F Polosin, taktikus asal Rusia, yang dengan pendekatan fisik spartan membawa Ferril Raymond Hattu dkk meraih medali emas sepak bola di SEA Games 1991. Sedangkan dari sisi permainan, Luis Milla Aspas (2017-2018) dan Shin Tae-yong (2020-2024) memberi performa yang berbeda dibandingkan dengan para pelatih lainnya. Walaupun tidak memberi trofi, namun banyak catatan mengesankan dari sejumlah penampilan yang tidak terlupakan.</p>
<p>Jadi apakah yang diharapkan dari John Herdman?</p>
<p>Kontrak jangka panjang bisa diartikan bahwa PSSI memberi cukup kesempatan kepada pelatih baru itu untuk bekerja secara komprehensif, walaupun parameter hasil tetap harus dievaluasi dari waktu ke waktu, yang puncaknya nanti sejauh mana kemajuan timnas, termasuk tim U23 menuju 2030.</p>
<p>Taktik, manajemen pemain, dan pembinaan mental bertanding sebagai fokus kompetensi John Herdman juga akan dilihat: apakah dia mampu meningkatkan apa yang selama ini menjadi titik lemah timnas.</p>
<p>Tahun ini, Herdman telah dinanti agenda padat. Timnas senior akan tampil di FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada FIFA Match Day, 23-31 Maret 2026 sebagai kompetisi baru dari FIFA. Selain itu ada agenda FIFA Match Day berupa beberapa laga uji coba pada Juni, September, Oktober, dan November.</p>
<p>Sementara itu, Piala AFF 2026 punya jadwal baru di tengah tahun, bukan pada akhir tahun lagi, yakni mulai 25 Juli 2026. Sejak turnamen terbesar Aaia Tenggara itu digelar pada 1996, Indonesia belum pernah memenangi trofi.</p>
<p>Untuk FIFA Series, belum diketahui siapa saja calon lawan Indonesia. Bukan tidak mungkin ada sejumlah lawan berat dengan peringkat FIFA lebih tinggi, yang bisa menjadi peluang bagi Garuda untuk menaikkan posisi dari ranking 122 sekarang.</p>
<p>Tahun ini juga ada Asian Games 2026. Indonesia akan menurunkan timnas U23. Ini bisa menjadi ajang untuk memaksimalkan potensi pemain-pemain muda.</p>
<p>Maka akan kita lihat nanti, sejauh mana langkah-langkah yang dirancang Herdman di dalam kiprah kepelatihannya di Indonesia. Dan, itu akan terlihat dari kemajuan taktik, manajemen pemain, dan mental bertandingnya.</p>
<p>Yang tak boleh dilupakan, tidak berlebihan apabila nanti orang masih saja membandingkan dengan mengingat Shin Tae-yong yang sejauh ini harus diakui sebagai “pelatih kesayangan fans”.</p>
<p>Tentu fans akan melupakan pelatih-pelatih sebelumnya, bila John Herdman bisa memberikan yang lebih baik, lebih impresif, lebih menjanjikan&#8230;</p>
<p><strong>&#8212;</strong> <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em><strong> &#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/10/john-herdman-pendekatan-baru-harapan-baru">John Herdman: Pendekatan Baru, Harapan Baru?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejumlah Agenda Penting Menanti Timnas Indonesia Polesan John Herdman</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/01/05/sejumlah-agenda-penting-menanti-timnas-indonesia-polesan-john-herdman</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2026 06:03:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Era Baru]]></category>
		<category><![CDATA[FIFA]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Patrick Kluivert]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Rekam Jejak]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[TIMNAS INDONESIA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=537768</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Usai memberhentikan Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia, PSSI resmi mengumumkan John Herdman sebagai penggantinya. Pelatih asal Inggris itu, menandai dimulainya era baru sepak bola Nasional mulai Sabtu (3/1/2026). Herdman sendiri bukan sekadar pelatih, melainkan arsitek berpengalaman yang telah membawa sejumlah tim ke Piala Dunia. Seperti dikutip dari laman resmi PSSI, Timnas pun [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/05/sejumlah-agenda-penting-menanti-timnas-indonesia-polesan-john-herdman">Sejumlah Agenda Penting Menanti Timnas Indonesia Polesan John Herdman</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Usai memberhentikan Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia, PSSI resmi mengumumkan John Herdman sebagai penggantinya. Pelatih asal Inggris itu, menandai dimulainya era baru sepak bola Nasional mulai Sabtu (3/1/2026).</p>
<p>Herdman sendiri bukan sekadar pelatih, melainkan arsitek berpengalaman yang telah membawa sejumlah tim ke Piala Dunia. Seperti dikutip dari laman resmi PSSI, Timnas pun menyambut antusias kehadiran pelatih berusia 50 tahun ini.</p>
<p>Beragam rekam jejak Herdman, menjadi alasan utama penunjukan ini. Dia tercatat sebagai satu-satunya pelatih di dunia, yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara (Kanada), lolos ke Piala Dunia FIFA.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/01/05/mahesa-jenar-beranjak-dari-dasar-klasemen-sementara">Mahesa Jenar Beranjak dari Dasar Klasemen Sementara</a></strong></p>
<p>Bersama timnas putri Kanada, Herdman tampil di Piala Dunia 2007 dan 2011, serta mencetak sejarah, dengan meraih dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun, pada 2012 dan 2016.</p>
<p>Sementara di sektor putra, Herdman sukses mengantar Kanada ke Piala Dunia Qatar 2022. Sebuah momen sejarah setelah 36 tahun, sekaligus melesatkan peringkat FIFA Kanada saat itu, dari posisi 77 ke 33 dunia.</p>
<p>Pada tahun ini, Herdman dan Timnas Indonesia telah menanti agenda padat. Timnas Senior akan tampil di FIFA Series, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, pada FIFA Match Day 23-31 Maret 2026, dilanjutkan agenda FIFA Match Day pada Juni, September, Oktober, dan November, serta Piala AFF 2026, yang dijadwalkan berlangsung mulai 25 Juli 2026.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/05/sejumlah-agenda-penting-menanti-timnas-indonesia-polesan-john-herdman">Sejumlah Agenda Penting Menanti Timnas Indonesia Polesan John Herdman</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sepenting Apakah Emas Sepak Bola SEA Games?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/12/20/sepenting-apakah-emas-sepak-bola-sea-games</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2025 10:00:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[INDRA SJAFRI]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenpora]]></category>
		<category><![CDATA[Myanmar]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[SEA Games Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[target]]></category>
		<category><![CDATA[TIMNAS INDONESIA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=535266</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // sepenting apa/ emas sepak bola SEA Games?/ nyatanya, betapa berliku dan harus menunggu/ untuk meraihnya/ bertahun-tahun/ berganti-ganti peracik taktik/ bahkan hingga tragedi tahun ini&#8230;// (Sajak &#8220;Emas SEA Games&#8221;, 2025) BAHKAN semifinal pun tak terjangkau. Bukankah ini tragedi? Dan, kita harus merelakan Vietnam yang meraih juara, memenangi medali emas SEA Games [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/12/20/sepenting-apakah-emas-sepak-bola-sea-games">Sepenting Apakah Emas Sepak Bola SEA Games?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-535268 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// sepenting apa/ emas sepak bola SEA Games?/ nyatanya, betapa berliku dan harus menunggu/ untuk meraihnya/ bertahun-tahun/ berganti-ganti peracik taktik/ bahkan hingga tragedi tahun ini&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Emas SEA Games&#8221;, 2025)</strong></p>
<p><strong>BAHKAN</strong> semifinal pun tak terjangkau. Bukankah ini tragedi?</p>
<p>Dan, kita harus merelakan Vietnam yang meraih juara, memenangi medali emas SEA Games 2025 dengan mengalahkan tuan rumah Thailand, 3-2.</p>
<p>Ya: sebagai juara bertahan, dengan optimisme bermaterikan pemain-pemain yang dipandang punya kualitas di atas rata-rata, semula Indonesia berkeyakinan bisa mempertahankan gelar. Bukankah ini adalah sebuah keniscayaan?</p>
<p>Nyatanya, inilah luka yang kemudian tersaji: Indonesia mengulang jejak muram tim nasional di SEA Games 2009, yang juga gagal lolos dari fase grup. Hasil ini, menurut Manajer Tim Sumardji, &#8220;Sungguh tak masuk akal&#8221;.</p>
<p>Dan, sampai hari ini belum terjelaskan: mengapa ada perbedaan sikap antara Kemenpora dan PSSI dalam mematok target untuk tim nasional kita di SEA Games Thailand?</p>
<p>Target medali perak yang disampaikan oleh pemerintah bagaimanapun menjadi hal yang aneh, karena bukankah Indonesia adalah juara bertahan?</p>
<p>Pemain pun sempat bingung, sampai Wakil Ketua Umum PSSI Zainuddin Amali menegaskan, pihaknya tetap menargetkan perolehan emas. Apalagi tim racikan pelatih Indra Sjafri membawa materi pemain pilihan yang &#8220;di atas rata-rata&#8221; para rival.</p>
<p>Beda target itulah yang kemudian terulas sebagai isyarat ada ketidakharmonisan antara Menpora Erick Thohir dengan Zainuddin Amali. Jadi, ada apa sebenarnya? Apakah friksi tersamar ini menjadi refleksi bagi performa Ivar Jenner dkk?</p>
<p>Evaluasi pun muncul dari sejumlah pihak. Pertama-tama, pelatih Indra Sjafri harus bertanggung jawab secara teknis. Dan, secara kesatria, hal itu sudah dia sampaikan.</p>
<p>Kalau dua tahun lalu pelatih asal Sumatera Barat ini sukses mempersembahkan medali emas, publik seperti sudah melupakan jejak cemerlangnya, termasuk ketika membawa timnas U19 dan tim U22 juara Piala AFF 2013 dan 2019.</p>
<p>Sejauh ini, evaluasi nonteknis dan total belum terungkapkan. Cepat atau lambat, kegagalan menyakitkan ini harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Apakah karena persiapan yang tidak semaksimal dua tahun lalu, atau karena apa?</p>
<p>Kekalahan 0-1 dari Filipina, lalu kemenangan 3-1 atas Myanmar yang tidak menolong untuk menjadi <em>runner up</em> terbaik karena kalah selisih gol dari Malaysia, adalah jejak yang tak pernah terperkirakan.</p>
<p><strong>Capaian Rumit</strong><br />
Terlepas dari semua itu, cabang sepak bola Pesta Olahraga Antarbangsa Asia Tenggara itu memang menjadi capaian rumit. Pasukan Garuda hanya tiga kali membukukan medali emas, yakni 1987 di Jakarta, 1991 di Manila, dan 2023 di Kamboja. Artinya, baru tiga pelatih yang bisa mengantar tim juara, yakni Bertje Matulapelwa, Anatoly Polosin, dan Indra Sjafri.</p>
<p>Cabang itu, yang sejak 2001 diperuntukkan bagi para pemain usia di bawah 23 (boleh menyisipkan tiga pemain senior), menjadi tantangan sulit bagi sepak bola Indonesia. Kiprah di SEA Games melengkapi realitas, betapa Indonesia masih sulit menjadi raja di Asia Tenggara.</p>
<p>Di ajang Piala AFF yang menjadi barometer supremasi sepak bola di kawasan ini, Indonesia belum sekalipun meraih titel juara sejak event ini digelar pada 1996. Kita masih di bawah bayang-bayang kemaharajaan Thailand dan Vetnam.</p>
<p>Catatan terbaik kita, Garuda enam kali menjadi <em>runner up</em> pada 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020.</p>
<p><strong>Kelengkapan Pesta</strong><br />
Di arena SEA Games, secara tidak tertulis sepak bola menjadi simbol kelengkapan. Prestasi suatu negara yang mengumpulkan medali emas terbanyak multievent ini terasa kurang komplet bila tidak menjadi juara cabang sepak bola.</p>
<p>Kondisi ini tergambar pada 1987 dan 1991 ketika gelar juara umum Indonesia dilengkapi dengan sukses meraih emas sepak bola.</p>
<p>Pada sisi lain, terasa sulit meraih medali emas dari cabang ini. Pada SEA Games 1979, 1997, dan 2011, misalnya, di kandang sendiri kita takluk dari Malaysia, Thailand, dan Malaysia.</p>
<p>Bandingkan dengan Thailand yang 16 kali meraih medali emas, Malaysia enam kali, dan Myanmar lima kali. Raihan kita sama dengan Vietnam, tiga kali.</p>
<p>Apa yang kemudian terjadi di SEA Games Thailand tahun ini menjadi bukti keterjalan jalan untuk menciptakan sejarah. Betapa sulit menjaga capaian yang dipersembahkan oleh pelatih Indra Sjafri, yang semula juga diproyeksikan menorehkan rekor sebagai pelatih yang dalam dua SEA Games berurutan memberi emas.</p>
<p>Bagi Indonesia, emas SEA Games bagaimanapun tetap menjadi bagian dari parameter pembinaan sepak bola nasional.</p>
<p>Pentingkah? Barang tentu sangat penting dan membawa prestise tersendiri. Apalagi dua tahun lalu kita mendapatkannya lewat perjuangan heroik anak-anak muda Indonesia, mengalahkan Thailand dalam perpanjangan waktu yang menegangkan di Kamboja.</p>
<p>Secara psikologis, prestasi di Thailand seharusnya menjadi momentum penting, sebagai pelipur lara setelah Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026 lewat pergulatan di babak keempat kualifikasi.</p>
<p>Kini, nyatanya, lolos ke semifinal pun kita tak mampu&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/12/20/sepenting-apakah-emas-sepak-bola-sea-games">Sepenting Apakah Emas Sepak Bola SEA Games?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kongres ASKAB PSSI Kudus, Asprov Jateng Dorong Pemilihan Bersih Tanpa Kepentingan Kelompok</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/11/26/kongres-askab-pssi-kudus-asprov-jateng-dorong-pemilihan-bersih-tanpa-kepentingan-kelompok</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2025 08:14:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Askab]]></category>
		<category><![CDATA[Kongres askab pssi kudus]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=509794</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) – Pemilihan Ketua Asosiasi Kabupaten (ASKAB) PSSI Kudus dipastikan baru dapat digelar setelah Kongres Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah pada 20 Desember 2025. Wakil Ketua Asprov PSSI Jateng, Edy Sayudi, menegaskan bahwa posisi Pelaksana Tugas (PLT) ASKAB Kudus yang kini dijabat Joni Kurniawan hanya bersifat sementara dan tidak melalui proses pelantikan. “PLT [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/26/kongres-askab-pssi-kudus-asprov-jateng-dorong-pemilihan-bersih-tanpa-kepentingan-kelompok">Kongres ASKAB PSSI Kudus, Asprov Jateng Dorong Pemilihan Bersih Tanpa Kepentingan Kelompok</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> – Pemilihan Ketua Asosiasi Kabupaten (ASKAB) PSSI Kudus dipastikan baru dapat digelar setelah Kongres Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah pada 20 Desember 2025.</p>
<p>Wakil Ketua Asprov PSSI Jateng, Edy Sayudi, menegaskan bahwa posisi Pelaksana Tugas (PLT) ASKAB Kudus yang kini dijabat Joni Kurniawan hanya bersifat sementara dan tidak melalui proses pelantikan.</p>
<p>“PLT itu tidak ada pelantikan. Tugasnya hanya merencanakan kongres pemilihan bersama para anggota ASKAB. Setelah tim terbentuk dan ada pertemuan resmi dengan seluruh voter, barulah bisa diselenggarakan kongres untuk memilih ketua definitif,” jelas Edy.</p>
<p>Ia menyampaikan bahwa kongres ASKAB Kudus baru bisa dilaksanakan setelah kepengurusan baru Asprov PSSI Jateng terbentuk.</p>
<p>Berdasarkan perkiraan, proses tersebut dapat berlangsung pada Januari 2026. Namun, jadwal bisa lebih cepat jika hasil kongres 20 Desember langsung mendapatkan surat keputusan dari PSSI pusat.</p>
<p>“Kalau ketua hasil kongres 20 Desember nanti sudah dapat SK dalam satu atau dua minggu, dia bisa langsung menindaklanjuti termasuk merencanakan kongres di Kudus,” ujarnya.</p>
<p><strong>Prfesionalisme dan Bebas Kepentingan</strong></p>
<p>Terkait harapan terhadap kepemimpinan ASKAB Kudus ke depan, Edy menekankan perlunya sosok yang mampu mengembangkan sepak bola daerah secara serius dan profesional. Ia mengingatkan agar proses pembinaan tidak tercampuri kepentingan kelompok tertentu.</p>
<p>“Siapapun yang terpilih harus bisa membangun sepak bola daerahnya dengan serius. Sepak bola ini perlu dijadikan industri, walaupun dari bawah. Yang paling penting, jangan sampai ada kepentingan yang justru menjauh dari harapan masyarakat,” tegasnya.</p>
<p>Edy juga menyoroti persoalan klasik dalam kompetisi lokal, yaitu keberpihakan terhadap kelompok tertentu. Menurutnya, selama turnamen masih diarahkan untuk memenangkan kubu tertentu, maka sepak bola daerah akan sulit berkembang.</p>
<p>“Kalau turnamen masih diarahkan memenangkan kelompok A atau B, selamanya sepak bola tidak akan berkembang,” katanya.</p>
<p>Edy mengingatkan bahwa pemilihan ketua definitif ASKAB Kudus harus berlangsung tanpa intervensi dan sepenuhnya mengutamakan suara voter. Ia berharap ASKAB Kudus dapat menjadi contoh penyelenggaraan kongres yang profesional dan transparan.</p>
<p>“Harapan kami, siapapun yang dipilih voter harus fokus pada pembinaan, bukan kepentingan pribadi atau kelompok. Itu yang harus dijaga,” pungkasnya.</p>
<p><strong>Ali Bustomi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/26/kongres-askab-pssi-kudus-asprov-jateng-dorong-pemilihan-bersih-tanpa-kepentingan-kelompok">Kongres ASKAB PSSI Kudus, Asprov Jateng Dorong Pemilihan Bersih Tanpa Kepentingan Kelompok</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tak Berlebihan bila Publik Merindukan Shin Tae-yong</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/10/18/tak-berlebihan-bila-publik-merindukan-shin-tae-yong</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2025 10:00:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[juru kunci]]></category>
		<category><![CDATA[kepercayaan publik]]></category>
		<category><![CDATA[Kluivert Out]]></category>
		<category><![CDATA[kualifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Netizens]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tim Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=501966</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tak ada ruang untuk berdalih/ bukankah materi terbaik/ dalam sejarah timnas/ telah disediakan?/ : dengan proses yang mungkin instan/ apa pula yang dianggap kurang?// (Sajak &#8220;Patrick Kluivert&#8221;, 2025) TAGAR &#8220;Kluivert Out&#8221; di sejumlah akun media sosial yang mengungkapkan kekecewaan netizens, dapat dipahami sebagai ketidakpercayaan tentang masa depan tim nasional jika [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/18/tak-berlebihan-bila-publik-merindukan-shin-tae-yong">Tak Berlebihan bila Publik Merindukan Shin Tae-yong</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-501981 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/10/logo-bola-bola-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/10/logo-bola-bola-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/10/logo-bola-bola-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tak ada ruang untuk berdalih/ bukankah materi terbaik/ dalam sejarah timnas/ telah disediakan?/ : dengan proses yang mungkin instan/ apa pula yang dianggap kurang?//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Patrick Kluivert&#8221;, 2025)</strong></p>
<p><strong>TAGAR</strong> &#8220;Kluivert Out&#8221; di sejumlah akun media sosial yang mengungkapkan kekecewaan netizens, dapat dipahami sebagai ketidakpercayaan tentang masa depan tim nasional jika masih ditangani oleh orang yang sama.</p>
<p>Dan, akhirnya PSSI pun berkesimpulan sama dengan suara publik. Pelatih asal Belanda itu, bersama tim kepelatihannya &#8212; termasuk Gerald Vanenburg yang menangani timnas U23, Kamis lalu resmi diberhentikan. Kontraknya baru berakhir 2027, namun tim pelatih Belanda itu diputus lebih cepat.</p>
<p>Patrick Kluivert kehilangan kepercayaan publik sepak bola kita, selepas kegagalan Jay Idzes dkk lolos ke Piala Dunia 2026. Bahkan ke babak kelima kualifikasi pun tidak. Kekalahan 2-3 dari Arab Saudi dan 0-1 dari Irak memosisikan Indonesia sebagai juru kunci Grup B babak keempat.</p>
<p>Hasil di Jeddah itu melengkapi catatan kurang meyakinkan Kluivert, yang awal tahun ini menggantikan Shin Tae-yong. Dari delapan laga, tiga kali dia memberi kemenangan, sekali seri, dan empat kali kalah. Timnas kebobolan 15 gol, dan mencetak 11 gol. Di kualifikasi Piala Dunia, Indonesia mengemas 5 gol.</p>
<p>Pelatih asal Belanda itu didampingi dua asisten, Danny Landzaat dan Alex Pastoor, juga Gerald Vanenburg pelatih timnas U23. Arya Sinulingga, salah satu Exco PSSI, pernah menyebut staf kepelatihan Kluivert ini sebagai yang terbaik dalam sejarah sepak bola Indonesia.</p>
<p><strong>Tidak Membanggakan</strong><br />
Simaklah apa kata Mohammad Kusnaeni sebelum Kluvert resmi dipecat. Pengamat sepak bola terkemuka ini menegaskan, kinerja Kluivert harus dievaluasi. Kontraknya baru berakhir 2027, namun dalam perkembangannya timnas tidak memperlihatkan permainan terbaik, terutama ketika berhadapan dengan tim-tim kuat seperti Australia, Jepang, dan Arab Saudi.</p>
<p>Patrick Kluivert tidak memberi warna baru dan meningkatkan level permainan timnas. Timnas, menurut Kusnaeni, masih berkutat pada masalah kreativitas, kurang tajam, dan banyak melakukan kesalahan sendiri.</p>
<p>Hasil-hasil itu tentu sulit disebut membanggakan. Teriakan suporter yang menggaungkan nama Shin Tae-yong, pada sisi lain juga menunjukkan publik masih lebih memercayai dan merindukan <em>kochi-min</em> asal Korea Selatan itu.</p>
<p><em>Coach</em> Shin sebenarnya <em>on the track</em> dalam laju timnas di kualifikasi Piala Dunia, tetapi dengan pertimbangan tertentu, &#8212; konon dalam komunikasinya dengan sejumlah pemaim &#8211;, oleh PSSI kontraknya diputus sejak awal 2025, justru setelah Indonesia menang 2-0 atas Arab Saudi di Jakarta. Selama ini dia dikenal mampu menerbitkan aura dalam perbaikan kultur disiplin pemain sepak bola kita.</p>
<p>Bagaimanapun, dialah yang membawa Garuda menempati posisi ketiga Grup C di babak ketiga, sebagai syarat lolos ke babak keempat.</p>
<p>Kita boleh saja berandai-andai STY kembali didatangkan untuk menggantikan Kluivert. Apalagi dia baru saja diberhentikan sebagai pelatih Ulsan Hyundai di Liga Korea. Secara filosofis, taktik STY tampak lebih cocok dalam membesut timnas dibandinglan dengan Kluivert.</p>
<p>Namanya diapungkan oleh media sebagai salah satu dari sejumlah pelatih yang diperkirakan layak menjadi calon pengganti Kluivert. Nama lainnya adalah Erik Ten Hag, Alex Pastoor, Mark van Bommel, Philip Cocu, Giovanni van Bronckhorst, Jesus Casas, dan Bernardo Tavares.</p>
<p>Spekulasi itu boleh-boleh saja dilakukan oleh media, atau siapa pun pengamat. Hanya, dari pengalaman penggantian STY dengan Kluivert, tampaknya ada ekspektasi yang kemudian menjadi pukulan balik. Dan, PSSI-lah yang akhirnya merasakan efeknya.</p>
<p>Lalu apakah PSSI mau menerima kenyataan, mendatangkan kembali STY? Kita tunggu saja apa kesimpulan dan langkah PSSI setelah mengevaluasi kegagalan timnas lolos ke Piala Dunia.</p>
<p><strong>&#8220;Kemewahan&#8221;</strong><br />
Boleh dikata, dalam pekerjaannya Patrick Kluivert telah menikmati &#8220;kemewahan&#8221; materi pemain lewat proyek naturalisasi/diaspora ini. Dengan mayoritas pemain dibesarkan di Belanda, dia juga lebih mengenal kultur mereka.</p>
<p>Dari sisi ini, seharusnya Kluivert sudah membawa modal berharga dalam penyusunan tim. Akan tetapi, dalam laga melawan tim-tim kuat Asia, kualitas racikannya belum terasa. Baik ketika menghadapi Australia, Jepang, maupun Arab Saudi.</p>
<p>Dia banyak dikritik melakukan blunder taktik dengan menurunkan formasi pemain yang tidak pas, sehingga kalah dari Arab Saudi. Ada logika penempatan pemain dalam formasi yang sulit dipahami. Responsnya terhadap perkembangan permainan juga dinilai tidak cepat.</p>
<p>Itulah realitasnya. Dalam sejumlah pertandingam, hingga sejauh ini, penampilan timnas tidak semantap seperti ketika ditangani <em>coach</em> Shin. Performa ketika menahan seri Arab Saudi 1-1, menang 2-0 di Jakarta, dan menahan 0-0 Australia di Jakarta adalah bukti STY lebih pas dalam meracik tim ini.</p>
<p>Timnas makin bertabur bintang diaspora di era Kluivert. Dalam perkembangannya, proyek diaspora ini mendatangkan makin banyak pemain berkualitas, namun belum bisa terformulasikan sebagai kekuatan tim yang tangguh.</p>
<p>Kita paham, pelatih butuh waktu, namun tampaknya perkembangan kualitas permainan Garuda di bawah Patrick Kluivert membuat publik sepak bola akhirnya merindukan Shin Tae-yong, sosok yang &#8212; suka atau tidak suka &#8212; telah memberi energi kebangkitan timnas.</p>
<p>Siapa pun yang ditunjuk PSSI untuk menggantikan Kluivert, tetap saja gambaran tentang &#8220;kedekatan&#8221; <em>coach</em> STY dengan jejak timnas sulit terhapuskan&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/18/tak-berlebihan-bila-publik-merindukan-shin-tae-yong">Tak Berlebihan bila Publik Merindukan Shin Tae-yong</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Djarum Foundation dan PSSI Gelar Sertifikasi Pelatih Lisensi D untuk Guru Olahraga di Kudus</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/10/04/djarum-foundation-pssi-sertifikasi-lisensi-d-guru-olahraga-kudus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2025 06:00:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Bakti Olahraga Djarum]]></category>
		<category><![CDATA[coach educator pssi]]></category>
		<category><![CDATA[djarum foundation]]></category>
		<category><![CDATA[guru olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[lisensi d nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Milklife soccer challenge]]></category>
		<category><![CDATA[pelatih sepak bola kudus]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan sepak bola usia dini]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[sertifikasi kepelatihan sepak bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=499695</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) – Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife bekerja sama dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi kepelatihan sepak bola Lisensi D Nasional di Kudus. Program ini diikuti 30 pelatih dan guru olahraga, berlangsung selama sepekan mulai 29 September hingga 5 Oktober 2025 di Supersoccer Arena Kudus, Jawa Tengah. Pelatihan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/04/djarum-foundation-pssi-sertifikasi-lisensi-d-guru-olahraga-kudus">Djarum Foundation dan PSSI Gelar Sertifikasi Pelatih Lisensi D untuk Guru Olahraga di Kudus</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> – Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife bekerja sama dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi kepelatihan sepak bola Lisensi D Nasional di Kudus. Program ini diikuti 30 pelatih dan guru olahraga, berlangsung selama sepekan mulai 29 September hingga 5 Oktober 2025 di Supersoccer Arena Kudus, Jawa Tengah.</p>
<p>Pelatihan dipimpin langsung oleh Muhammad Hanafing Ibrahim, Coach Educator PSSI berlisensi AFC Pro, dengan dukungan asisten pelatih Yayat R. Hidayat dan Pamungkas Yuli Kurniawan.</p>
<p>Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menjelaskan bahwa sertifikasi ini digagas untuk meningkatkan kualitas pelatih, terutama guru olahraga, dalam memberikan pembinaan sepak bola usia dini. Kegiatan ini juga menjadi rangkaian dari MilkLife Soccer Challenge (MLSC) yang sebelumnya mendapat antusiasme tinggi di Kudus.</p>
<p>“Banyak guru olahraga belum memiliki kemampuan melatih sepak bola secara formal. Karena itu, kami bersama PSSI pusat, Asprov Jateng, dan Askab Kudus menghadirkan kursus lisensi D ini. Harapannya menjadi pijakan awal lahirnya lebih banyak pelatih berkualitas,” ungkap Teddy.</p>
<p>Selain itu, kegiatan ini juga selaras dengan visi Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife untuk memajukan sepak bola putri Indonesia yang kini kian mendapat perhatian.</p>
<p><strong>Dari Teori hingga Praktik</strong></p>
<p>Sertifikasi kepelatihan ini dibagi menjadi dua tahap, yaitu sesi teori di kelas dan sesi praktik di lapangan. Para peserta diberikan materi teori yang mencakup Filosofi sepak bola Indonesia (Filanesia), Peran seorang pelatih, Prinsip bertahan &amp; menyerang, Game management, Fase akuisisi skill, pengembangan permainan, hingga fase penampilan.</p>
<p>Sedangkan praktik lapangan meliputi Passing &amp; first touch, Dribbling &amp; running with the ball, Attacking build up, Defending high press, Football conditioning 11v11</p>
<p>Coach Hanafing menegaskan, untuk melatih atlet usia dini hal terpenting adalah penguasaan teknik dasar. “Ada enam teknik yang harus dikuasai pelatih dan pemain sejak awal, yakni passing, control, dribbling, running with the ball, heading, dan scoring,” jelasnya.</p>
<p><strong>Biaya Lebih Terjangkau</strong></p>
<p>Menariknya, biaya sertifikasi lisensi D yang biasanya mencapai Rp3 juta, kali ini hanya dikenakan Rp750 ribu. Inisiatif ini bertujuan agar lebih banyak pelatih dan guru olahraga di Kudus dapat meningkatkan kompetensinya.</p>
<p>Salah satu peserta, Just Nurkha Habibi, guru olahraga SD Muhammadiyah Birrul Walidain, mengaku sangat terbantu. “Materinya menarik dan membuat kami aktif berdiskusi. Dengan biaya terjangkau, kami bisa belajar langsung dari instruktur PSSI. Harapannya, ke depan program ini berlanjut hingga lisensi C,” tuturnya.</p>
<p>Dengan adanya sertifikasi ini, diharapkan lahir lebih banyak pelatih berlisensi yang dapat membina pemain usia dini dengan standar PSSI. “Lisensi D adalah pintu masuk bagi siapa pun yang ingin serius di dunia kepelatihan. Pelatih hebat akan melahirkan pemain hebat,” pungkas Coach Hanafing.</p>
<p><strong>Ali Bustomi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/04/djarum-foundation-pssi-sertifikasi-lisensi-d-guru-olahraga-kudus">Djarum Foundation dan PSSI Gelar Sertifikasi Pelatih Lisensi D untuk Guru Olahraga di Kudus</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>M Dhofir Diharapkan Bawa Cabor Sepak Bola Berprestasi di Porprov 2026</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/07/28/m-dhofir-diharapkan-bawa-cabor-sepak-bola-berprestasi-di-porprov-2026</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2025 03:22:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[Asosisasi Kota]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Kepelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Pekan Olahraga Provinsi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Rekam Jejak]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=487120</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Jelang digelarnya event Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026, Asosisasi Kota (Askot) PSSI Semarang, resmi menetapkan M Dhofir, sebagai pelatih kepala cabang olahraga sepak bola. Penetapan ini dilakukan, setelah Dhofir berhasil melalui seluruh tahapan seleksi. Termasuk tahapan akhir, berupa wawancara yang dilaksanakan di Kantor Askot PSSI Semarang. Penunjukkan Dhofir sebagai nakhoda tim, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/07/28/m-dhofir-diharapkan-bawa-cabor-sepak-bola-berprestasi-di-porprov-2026">M Dhofir Diharapkan Bawa Cabor Sepak Bola Berprestasi di Porprov 2026</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Jelang digelarnya event Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026, Asosisasi Kota (Askot) PSSI Semarang, resmi menetapkan M Dhofir, sebagai pelatih kepala cabang olahraga sepak bola.</p>
<p>Penetapan ini dilakukan, setelah Dhofir berhasil melalui seluruh tahapan seleksi. Termasuk tahapan akhir, berupa wawancara yang dilaksanakan di Kantor Askot PSSI Semarang.</p>
<p>Penunjukkan Dhofir sebagai nakhoda tim, bukan tanpa alasan. Dia memiliki rekam jejak panjang, dan pengalaman luas di dunia kepelatihan sepak bola.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/07/28/duta-kampus-usm-jadi-agen-perubahan-positif-dan-beri-kontribusi-nyata">Duta Kampus USM Jadi Agen Perubahan Positif dan Beri Kontribusi Nyata</a></strong></p>
<p>Di antaranya, pernah menjabat sebagai Asisten Pelatih Tim Pra-PON Jateng (2007), Pelatih Tim Porprov Kota Semarang (2009), Asisten Pelatih PSIS Semarang (2010), hingga Pelatih Kepala PSIS Semarang (2015).</p>
<p>Sejak tahun 2016 hingga saat ini, ia juga dikenal sebagai Pelatih Tim Sepak Bola Universitas Semarang (USM) yang banyak mencetak pemain muda berbakat.</p>
<p>Ketua Askot PSSI Semarang, Imanuel Anton Nikijuluw mengatakan, pemilihan M Dhofir melalui seleksi yang dilakukan secara terbuka. Seleksi dilakukan Komite Pelatih dan Exco.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/07/28/439-dosen-dan-tendik-usm-ikuti-gathering-di-yogyakarta">439 Dosen dan Tendik USM Ikuti ‘Gathering’ di Yogyakarta</a></strong></p>
<p>&#8221;Askot PSSI Semarang sepakat, Coach Dhofir kami tunjuk menjadi pelatih cabor sepak bola untuk Porprov Kota Semarang. Salah satunya, karena pengalamannya yang juga pernah menangani PSIS Semarang,&#8221; ujar Anton.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Komite Eksekutif Askot PSSI Semarang, Dr Muhammad Junaidi MH, memberikan apresiasi atas terpilihnya Dhofir.</p>
<p>&#8221;Coach Dhofir sosok pelatih berpengalaman, dan memiliki pemahaman mendalam terhadap dinamika sepak bola Semarang. Kami optimistis, di bawah arahannya, tim Porprov Kota Semarang bisa tampil solid dan berprestasi di Porprov 2026 mendatang,&#8221; ujarnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/07/26/mahasiswa-kkn-ppm-fakultas-hukum-usm-inisiasi-satu-nib-seribu-peluang">Mahasiswa KKN PPM Fakultas Hukum USM Inisiasi ‘Satu NIB, Seribu Peluang’</a></strong></p>
<p>Hal senada juga disampaikan Ketua Bidang Teknis dan Pengembangan Askot PSSI Semarang, Sudarmono. Disebutkan dia, proses seleksi dilakukan secara objektif dan transparan.</p>
<p>&#8221;Coach M Dhofir dinilai unggul dari sisi visi kepelatihan, pengalaman, serta komitmennya terhadap pembinaan pemain muda. Kami percaya, ini langkah tepat untuk membawa sepak bola Semarang bisa melangkah lebih jauh,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Dengan penunjukkan ini, M Dhofir akan segera menyusun program kerja dan seleksi pemain, untuk mempersiapkan tim sepak bola Porprov Kota Semarang 2026. Harapan besar pun disematkan, agar Kota Semarang mampu meraih hasil maksimal, dan membawa pulang prestasi membanggakan.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/07/28/m-dhofir-diharapkan-bawa-cabor-sepak-bola-berprestasi-di-porprov-2026">M Dhofir Diharapkan Bawa Cabor Sepak Bola Berprestasi di Porprov 2026</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Empat Tim Lolos Semifinal Piala Pertiwi 2025, Tuan Rumah All Stars Kudus Harus Puas Jadi Penonton</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/07/11/semifinal-piala-pertiwi-2025-all-stars-papua-dkk-lolos</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2025 12:39:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[All Stars Papua]]></category>
		<category><![CDATA[All Stars Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[Bakti Olahraga Djarum]]></category>
		<category><![CDATA[HYDROPLUS All Stars]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Pertiwi 2025]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Semifinal Piala Pertiwi]]></category>
		<category><![CDATA[Sepak bola putri]]></category>
		<category><![CDATA[Veronica Tan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=483514</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) — Babak perempat final HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 &#38; U16 2025 All Stars yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (11/7/2025), menyajikan laga-laga sengit. Dari empat pertandingan yang digelar, empat tim memastikan langkah ke semifinal: All Stars Papua, All Stars Sumut, All Stars Bandung, dan All Stars Tangerang. Yang istimewa gelaran [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/07/11/semifinal-piala-pertiwi-2025-all-stars-papua-dkk-lolos">Empat Tim Lolos Semifinal Piala Pertiwi 2025, Tuan Rumah All Stars Kudus Harus Puas Jadi Penonton</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> — Babak perempat final HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 &amp; U16 2025 All Stars yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (11/7/2025), menyajikan laga-laga sengit. Dari empat pertandingan yang digelar, empat tim memastikan langkah ke semifinal: All Stars Papua, All Stars Sumut, All Stars Bandung, dan All Stars Tangerang.</p>
<p>Yang istimewa gelaran babak perempat final turut disaksikan beberapa tamu special di antaranya Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan hingga pelatih Timnas Putri Satoru Mochizuki. Wamen PPA Veronika Tan bahkan menyampaikan apresiasi tinggi terhadap para pemain dan pihak penyelenggara.</p>
<p>“Senang ya karena kejuaraan ini memberi kesempatan dan wadah yang sama kepada perempuan untuk bermain sepak bola, yang selama ini identik dimainkan oleh laki-laki. Melihat para atlet yang bertanding mereka memiliki semangat juang tinggi. Kami dari Kementerian PPPA selalu mendukung agar kejuaraan sepak bola di Indonesia ada jenjang profesi, yang nantinya mewakili Indonesia di kancah lebih tinggi,” jelas Veronica di sela pertandingan babak semifinal.</p>
<p><strong>All Stars Papua Bungkam Yogyakarta 4-1, Kristian Hattrick</strong></p>
<p>Pertandingan antara All Stars Papua vs All Stars Yogyakarta menjadi laga paling menyita perhatian. Kedua tim bermain dalam tensi tinggi dengan saling jual beli serangan sejak awal laga.</p>
<p>All Stars Papua mencetak gol cepat di menit ke-4 lewat Kristian Tareo Bapan yang memanfaatkan umpan dari Jeane Franscoice Keram. Namun, skor segera disamakan oleh Yogyakarta melalui titik penalti yang dieksekusi kapten Ratu Aisha Binar Wicaksono.</p>
<p>Papua terus menekan lewat serangan yang dipimpin Kesya Arabela Manisya Nian, namun hingga babak pertama berakhir skor tetap imbang 1-1.</p>
<p>Kebangkitan All Stars Papua terjadi di lima menit terakhir pertandingan. Kristian mencetak dua gol beruntun di menit ke-54 dan 55, lalu menutup laga dengan gol keempatnya di menit 58. Hattrick Kristian memastikan kemenangan telak 4-1 untuk Papua.</p>
<p>“Kami percaya talenta yang kami miliki, dan saya terus menyemangati teman-teman untuk tidak menyerah,” ujar kapten tim, Putry.</p>
<p>Asisten Pelatih All Stars Papua, Touskha Oktafia Stevelien Iba, mengaku puas atas performa anak asuhnya dan berkomitmen memperbaiki lini yang masih lemah untuk menyambut semifinal.</p>
<figure id="attachment_483524" aria-describedby="caption-attachment-483524" style="width: 681px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" class="wp-image-483524 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Image-2025-07-11-at-15.34.07.jpeg" alt="" width="681" height="383" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Image-2025-07-11-at-15.34.07.jpeg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Image-2025-07-11-at-15.34.07-400x225.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Image-2025-07-11-at-15.34.07-150x84.jpeg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-483524" class="wp-caption-text">Laga perempat final HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 &amp; U16 2025 All Stars cukup istimewa karena dihadiri Wamen PPPA Veronica Tan dan Pelatih Timas Putri Satoru Mochizuki. foto: Ali Bustomi</figcaption></figure>
<p><strong>All Stars Sumut Kalahkan Malang, Menang Telak 4-1</strong></p>
<p>Pertandingan antara All Stars Sumut dan All Stars Malang juga berlangsung keras dan penuh determinasi. Meski babak pertama berakhir imbang tanpa gol, tekanan demi tekanan terus dilakukan oleh tim Sumut yang dikomandoi Oedaijah Oshea Sarinah.</p>
<p>Gol pembuka tercipta di babak kedua lewat aksi individu Nurmalisa yang menggiring bola melewati lima pemain lawan dan mencetak gol ciamik. Disusul penalti Oedaijah di menit ke-42, dan brace dari Fadilla di menit 49 dan 60.</p>
<p>All Stars Malang sempat memperkecil ketertinggalan lewat penalti Ratu Bilqis Azzahra, tapi skor akhir tetap 4-1 untuk kemenangan Sumut.</p>
<p>Pelatih Sumut, Agus Riyadi, mengatakan kunci kemenangan timnya adalah kesenangan bermain dan evaluasi dari laga sebelumnya.</p>
<p>“Kami tidak membebani pemain dengan target, tapi menanamkan kecintaan terhadap sepak bola,” ujar Agus.</p>
<p><strong>All Stars Bandung Tundukkan Tuan Rumah Kudus 5-1</strong></p>
<p>Meski bermain di kandang lawan dan disaksikan sorak pendukung All Stars Kudus, All Stars Bandung menunjukkan mental juara. Mereka menang telak dengan skor 5-1.</p>
<p>Indira Fatima membuka keunggulan cepat pada menit ke-3, memanfaatkan kesalahan kiper lawan. Keyra Az Zahra menggandakan skor di menit ke-10. Dua gol spektakuler dari Dian Aprilia Pary di babak kedua menambah penderitaan Kudus, sebelum Chika Aulia menutup pesta gol dengan sundulan apik.</p>
<p>All Stars Kudus sempat memperkecil kedudukan lewat Ade Yasfa Rimba Winata pada menit ke-47, tapi itu tak cukup menghentikan dominasi Bandung.</p>
<p>Pelatih All Stars Kudus Hidayat mengakui secara kualitas individu, Teknik dan fisik anak asuhnya kalah dibandingkan lawan. “Tim yang saya turunkan memang rata-rata masih U-14. Jadi, bisa lolos perempat final ini sudah merupakan hasil yang membanggakan,”katanya.</p>
<p><strong>All Stars Tangerang Lolos dengan Skor Tipis</strong></p>
<p>Laga antara All Stars Tangerang vs All Stars Jakarta menjadi duel ketat yang hanya menghasilkan satu gol. Permainan cepat dan akurat dengan pola tiki-taka menjadi senjata andalan Tangerang.</p>
<p>Gol tunggal dicetak Febri Arum pada menit ke-21 setelah memanfaatkan umpan pendek Siti Nurul Hafizah yang membelah pertahanan Jakarta.</p>
<p>Meski mendapat tekanan dari All Stars Jakarta hingga menit akhir, pertahanan Tangerang tampil solid untuk mengamankan skor 1-0 dan mengunci tiket semifinal.</p>
<p>Babak semifinal akan digelar pada Sabtu (12/7/2025) pagi. Sementara pertandingan final dan penyerahan piala akan dilangsungkan keesokan harinya.</p>
<p><strong>Ali Bustomi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/07/11/semifinal-piala-pertiwi-2025-all-stars-papua-dkk-lolos">Empat Tim Lolos Semifinal Piala Pertiwi 2025, Tuan Rumah All Stars Kudus Harus Puas Jadi Penonton</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 &#038; U16 2025 All Stars: 16 Tim Sepak Bola Putri Berebut Gelar Juara di Kudus!</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/07/07/hydroplus-piala-pertiwi-u14-u16-2025-all-stars-kudus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jul 2025 08:41:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[All Stars Sepak Bola Putri]]></category>
		<category><![CDATA[djarum foundation]]></category>
		<category><![CDATA[Event Sepak Bola Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Hydroplus]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Pertiwi 2025]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola putri Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sepak Bola Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Putri U16]]></category>
		<category><![CDATA[Turnamen Sepak Bola Kudus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=482734</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) – Kota Kudus, Jawa Tengah, bersiap menjadi panggung bergengsi bagi talenta muda sepak bola putri nasional dalam ajang HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 &#38; U16 2025 All Stars. Turnamen akan digelar pada 7–13 Juli 2025 di Supersoccer Arena, mempertemukan 16 tim terbaik dari berbagai regional di Indonesia untuk memperebutkan gelar juara. Kompetisi prestisius ini [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/07/07/hydroplus-piala-pertiwi-u14-u16-2025-all-stars-kudus">HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 &#038; U16 2025 All Stars: 16 Tim Sepak Bola Putri Berebut Gelar Juara di Kudus!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> – Kota Kudus, Jawa Tengah, bersiap menjadi panggung bergengsi bagi talenta muda sepak bola putri nasional dalam ajang HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 &amp; U16 2025 All Stars. Turnamen akan digelar pada 7–13 Juli 2025 di Supersoccer Arena, mempertemukan 16 tim terbaik dari berbagai regional di Indonesia untuk memperebutkan gelar juara.</p>
<p>Kompetisi prestisius ini merupakan hasil kerja sama antara PSSI, Bakti Olahraga Djarum Foundation, dan HYDROPLUS, serta menjadi ajang lanjutan dari seleksi yang dilakukan sejak April hingga Juni di berbagai kota besar seperti Tangerang, Bandung, Cirebon, Surabaya, hingga Jakarta. Tak hanya di Pulau Jawa, seleksi juga merambah ke Kalimantan, Sulawesi, Papua, Bali-Nusra, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan.</p>
<p><strong>Membangun Masa Depan Sepak Bola Putri</strong></p>
<p>Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyebut ajang ini sebagai langkah nyata dalam memperkuat fondasi sepak bola putri di Indonesia.</p>
<p>“Kami sangat mengapresiasi penyelenggaraan Piala Pertiwi All Stars ini. Turnamen ini berperan besar dalam membangun ekosistem sepak bola putri dari level akar rumput. Semoga dalam beberapa tahun ke depan, kolaborasi seperti ini bisa membawa kita pada pencapaian yang lebih besar,” ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, Teddy Tjahjono, Program Director MilkLife Soccer Challenge, menambahkan bahwa turnamen ini juga dimanfaatkan sebagai talent scouting untuk timnas putri U-16 dan U-17 yang akan berlaga di Piala AFF dan AFC.</p>
<p>“Turnamen ini menjadi ruang aktualisasi bagi para pemain muda agar bisa dilirik pelatih timnas. Dengan pembinaan berjenjang dan kompetisi yang berkelanjutan, kita bisa menyiapkan generasi emas sepak bola wanita Indonesia,” ujarnya.</p>
<p><strong>Dukung Performa Atlet Muda</strong></p>
<p>Yose Moriza, Group Brand Head HYDROPLUS, menegaskan komitmen perusahaannya dalam mendukung kiprah atlet muda Tanah Air. Menurutnya, sebagai minuman isotonik yang menunjang performa fisik, HYDROPLUS hadir untuk menjaga kebugaran para pemain selama pertandingan.</p>
<p>“Kami bangga bisa mendukung Piala Pertiwi. Minuman kami memberikan hidrasi optimal yang dibutuhkan selama aktivitas tinggi. Semoga turnamen ini melahirkan banyak bintang baru sepak bola putri Indonesia,” ucap Yose.</p>
<p><strong>Format Turnamen dan Pembagian Grup</strong></p>
<p>Turnamen dimulai dengan fase penyisihan grup pada 7–10 Juli, dilanjutkan dengan perempat final pada 11 Juli, semifinal 12 Juli, dan final pada 13 Juli.</p>
<p>Seluruh tim akan bermain dalam format dua babak berdurasi 30 menit, dengan waktu istirahat 10 menit di antaranya. Ke-16 tim dibagi dalam empat grup, dan hanya juara grup yang berhak melaju ke babak gugur. Berikut hasil drawing grup:</p>
<p><strong>Grup A</strong></p>
<ol>
<li>All Stars Jakarta</li>
<li>All Stars Bali-Nusra</li>
<li>All Stars Surabaya</li>
<li>All Stars Sumatera Utara</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Grup B</strong></p>
<ol>
<li>All Stars Kudus</li>
<li>All Stars Papua</li>
<li>All Stars Cirebon</li>
<li>All Stars Sulawesi</li>
</ol>
<p><strong>Grup C</strong></p>
<ol>
<li>All Stars Tangerang</li>
<li>All Stars Malang</li>
<li>All Stars Semarang</li>
<li>All Stars Sumatera Selatan</li>
</ol>
<p><strong>Grup D</strong></p>
<ol>
<li>All Stars Bandung</li>
<li>All Stars Solo</li>
<li>All Stars Yogyakarta</li>
<li>All Stars Kalimantan</li>
</ol>
<p><strong>Ali Bustomi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/07/07/hydroplus-piala-pertiwi-u14-u16-2025-all-stars-kudus">HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 &#038; U16 2025 All Stars: 16 Tim Sepak Bola Putri Berebut Gelar Juara di Kudus!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>