SEMARANG (SUARABARU.ID)- Setelah terpilih menjadi Duta Kampus Universitas Semarang (USM), pada 23 Juli 2025, Muhammad Abrian Surya Putra dan Siti Rahma Nurfadilah, mempertegas posisinya tak hanya menunjukkan penampilan, namun juga menjadi agen perubahan yang positif, dan memberikan kontribusi yang nyata.
Hal itu seperti yang diungkapkan Putra Putri Juara I Duta USM 2025, Muhammad Abrian Surya Putra (Teknik Sipil), dan Siti Rahma Nurfadilah (Pariwisata), saat menjadi narasumber dalam Talkshow USM Update, di Studio Radio USM Jaya, yang ada di Gedung N, kampus setempat, Jumat (25/7/2025).
Talkshow yang dipandu penyiar Radio USM Jaya, Elsa Safira itu, mengangkat tema ‘Peran dan Tantangan Duta Kampus USM 2025’.
BACA JUGA: 439 Dosen dan Tendik USM Ikuti ‘Gathering’ di Yogyakarta
”Bagi saya, menjadi duta kampus merupakan suatu hal yang sangat Wah. Selain menjadi duta, kami juga menjadi salah satu bentuk representasi mahasiswa. Tetapi nilai plus itu, bagaimana caranya kita untuk bisa mengenalkan kampus. Duta kampus menjadi salah satu cara untuk bisa menyampaikan aspirasi dari mahasiswa-mahasiswa lain,” kata Abrian.
Teman-teman sebayanya menjadi awal Abrian mengikuti seleksi duta kampus. Dia mengaku, hal itu turut menjadi salah satu passion-nya. Berbagai persiapan dilakukan untuk menjadi duta kampus, salah satunya menunjukkan bakatnya dalam bernyanyi kepada dewan juri.
”Mama juga orang yang paling berjasa, yang selalu mendukung saya menjadi duta kampus, meskipun kemarin ketika grand final, beliau tidak dapat datang langsung,” ujar Abrian.
BACA JUGA: Mahasiswa KKN PPM Fakultas Hukum USM Inisiasi ‘Satu NIB, Seribu Peluang’
Dia pun merencanakan dengan sesama rekan duta kampus USM lainnya, untuk membahas cara agar dapat memajukan kampus tercintanya ini.
”Saya berharap, sebagai duta kampus bisa mencakup peningkatan diri saya di bidang komunikasi dan kepemimpinan. Selain itu, bisa menjadi agen perubahan positif, bisa memperluas jaringan dan pengalaman, menjaga citra baik kampus, dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain,” tandas Abrian.
Hal senada disampaikan Siti Rahma Nurfadilah. Menurut dia, dirinya ingin menjadi representasi mahasiswa USM, memotivasi para mahasiswa, serta menjadi jembatan komunikasi antara civitas akademika dan mahasiswa.
BACA JUGA: Mahasiswa KKN USM Sosialisasi Pengenalan Batasan Hukum
”Sebagai representatif kampus, pastinya kita akan mewakili berbagai kegiatan sosial ataupun kolaborasi eksternal. Pastinya kita berdua nanti memiliki peran penting, jadi sebisa mungkin mempromosikan USM supaya nanti lebih dikenal masyarakat luas,” katanya.
Dia juga mengungkapkan, berbagai tes harus dijalani bagi peserta duta kampus. Mulai dari diklat pemaparan materi dari dosen-dosen USM, tes wawancara, latihan catwalk dan koreografi, hingga outing class ke Naavagreen Semarang.
”Pada waktu tes wawancara, terutama bagian personality, menjadi momen yang membuat saya deg-degan. Jadi memang langsung face to face dengan juri, dan cukup lama waktunya. Saya juga diminta membayangkan, misalnya saya berada di salah satu forum internasional, lalu bagaimana usaha saya untuk mengenalkan USM dalam waktu satu menit,” ungkapnya.
Riyan













