SRAGEN (SUARABARU.ID)- Kabupaten Sragen merupakan salah satu sentra produksi padi terbesar di Jawa Tengah, menempati urutan ketiga dengan total produksi 690.388, 48 ton. Sedangkan data BPS, di Jawa Tengah tercatat produksi padi/ Gabah Kering Panen (GKP) sebanyak 9.304.062,84 ton dari total luas lahan 1.674.994,11 ha pada tahun 2025.
“Sragen menempati posisi ketiga sebagai lumbung padi di Jawa Tengah,” ujar Pemimpin Bulog Cabang Surakarta Nanang Harianto di kompleks Pergudangan Duyungan, Sragen, Senin (29/6/2026).
Dikatakan berdasarkan data pencapaian produksi padi tahun 2025 di kabupaten Sragen tersebut, sejalan dengan data penyerapan gabah/beras yang dilakukan Bulog Cabang Surakarta. Kabupaten Sragen masuk ke dalam wilayah kerja Bulog Cabang Surakarta, menjadi wilayah penyerapan terbesar.
Nanang mengungkapkan di Sragen ada dua kompleks pergudangan, yakni di Duyungan dan Krikilan, Sragen. Pergudangan Krikilan miliki kapasitas 19.500 ton, sedangkan Pergudangan Duyungan memiliki kapasitas 14.000 ton. Secara keseluruhan Bulog Surakarta memiliki 9 unit komplek pergudangan induk dan 13 unit gudang sewa yang tersebar di wilayah Soloraya, total kapasitas 136.150 ton.
“Penambahan gudang sewa dilakukan sejalan dengan visi pemerintah, salah satunya adalah mewujudkan ketahanan pangan. Dengan realisasi penyerapan gabah yang mencapai 73.867 ton setara beras saat ini, lanjut Nanang Bulog Surakarta sudah mencapai 79 persen dari target 93.000 ton,” terang Nanang Harianto.
Dikatakan sebagian besar dari pencapaian tersebut berasal dari wilayah Kabupaten Sragen.
Berdasarkan data terbaru, lanjut Nanang Kabupaten Sragen menyumbang stok beras terbesar di wilayah Soloraya. Hingga akhir Juni 2026, Nanang menyebut ada 38.500 ton beras dari Sragen atau 111 persen dari target yang ditetapkan.
Anind













