WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Musibah kebakaran terjadi lagi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kali ini, yang terbakar adalah rumah hunian warga. Pemicunya, diduga karena korsleting listrik pada jaringan rumah yang berpangkal dari komponen stop kontak.
Musibah kebakaran di Nguntoronadi tersebut, berlangsung Senin siang (29/6/26), atau selang dua hari setelah kebakaran kandang ternak. Seperti diberitakan, kandang ternak kambing dan sapi milik Larto di Dusun Nyelok, Desa Sumberejo, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri ludes terbakar. Betuntung sapi dan kambingnya berhasil diselamatkan.
Kepala Satpol PP Kabupaten Wonogiri Joko Susilo dan Kabid Pemadam Kebakaran (Damkar) Joko Prayitno melalui Koordinator Lapangan Sriyanto Kembo, menyatakan, rumah yang terbakar adalah milik Rochmat di Dusun Kwangen RT 01/RW 04, Kelurahan Kedungrejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran rumah milik Rohmat tersebut. Tapi hampir semua perabotan yang berada di dalam rumah tidak dapat diselamatkan.
Titik Api
Proses pemadaman dilakukan sejak Pukul 12.45. Pemadaman dilakukan oleh para personel fire fighter dari Markas Induk Damkar Wonogiri, yang meluncur ke lokasi dengan membawa serta dua unit mobil brandweer. Mereka terdiri dari Pipit Ary Wibowo, Andri Saputro, Ardika Saputra, Heri Suprapto, Suswanto, Havid, Roni, Anjar, Ervin dan Katman. Pemadaman berlangsung sampai dipastikan sampai tidak ada titik api yang tersisa, demi tidak terjadi adanya kebakaran susulan.
Berkait dengan musibah kebakaran yang terjadi susul menyusul tersebut, pihak Damkar Pemkab Wonogiri mengimbau kepada masyarakat, agar tidak sembrono dalam memperlakukan api. Baik api bludukan (perapian di dekat kandang ternak), atau dari jaringan listrik terpasang.
Warga boleh saja membuat bludukan untuk tujuan mengusir nyamuk di dekat kandang ternak. Tapi harus mendapatkan pengawasan untuk memastikan aman dan tidak menjadi pemicu terjadinya kebakaran kandang.
Demikian halnya dengan jaringan listrik terpasang di dalam rumah. Itu hendaknya secara periodik dikontrol, agar tetap dalam keadaan aman, tidak memicu terjadinya korsleting yang dapat menyebabkan musibah kebakaran. Penyambungan kabel listrik, hendaknya dilakukan dengan teknis yang benar dna mengutamakan aspek safety.(Bambang Pur)













