<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pra-Piala Dunia Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/pra-piala-dunia/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Jan 2026 08:26:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Pra-Piala Dunia Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>John Herdman: Pendekatan Baru, Harapan Baru?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/01/10/john-herdman-pendekatan-baru-harapan-baru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2026 10:00:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Babak Kualifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[John Herdman]]></category>
		<category><![CDATA[Normatif]]></category>
		<category><![CDATA[Patrick Kluivert]]></category>
		<category><![CDATA[Pra-Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tim Merah-Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Tim Nasional Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=538521</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // pastilah berjuta harapan/ : kemajuan-kemajuan/ bahkan lompatan/ ketika datang orang baru/ : dengan pendekatan berbeda/ dengan hasil yang tak sama&#8230;// (Sajak “John Herdman”, 2025) SEJUMLAH kolega sempat bertanya, apa komentar saya tentang John Herdman, pelatih baru tim nasional Indonesia pengganti Patrick Kluivert &#8212; yang sebelumnya gagal memoles Tim Merah-Putih lolos [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/10/john-herdman-pendekatan-baru-harapan-baru">John Herdman: Pendekatan Baru, Harapan Baru?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-538527 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// pastilah berjuta harapan/ : kemajuan-kemajuan/ bahkan lompatan/ ketika datang orang baru/ : dengan pendekatan berbeda/ dengan hasil yang tak sama&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “John Herdman”, 2025)</strong></p>
<p><strong>SEJUMLAH</strong> kolega sempat bertanya, apa komentar saya tentang John Herdman, pelatih baru tim nasional Indonesia pengganti Patrick Kluivert &#8212; yang sebelumnya gagal memoles Tim Merah-Putih lolos dari kualifikasi Pra-Piala Dunia 2026?</p>
<p>Jawaban saya lebih ke kalimat normatif, “Pelatih baru, pendekatan baru, tentu harapan baru”.</p>
<p>Ya, berbeda dari ketika Kluivert menggantikan Shin Tae-yong yang dipecat oleh PSSI, penetapan nama John Herdman sejak 3 Januari lalu lebih menerbitkan harapan.</p>
<p>Saat Kluivert dipilih menggantikan <em>coach</em> Shin, muncul suara-suara pesimistis. Bukankah realitasnya STY telah memberi banyak perubahan kultural yang menyentuh tiga aspek penting sepak bola kita: etos permainan, pola hidup, dan disiplin?</p>
<p>Disadari atau tidak disadari, diakui atau tidak diakui, tiga aspek itu menjadi titik kurang dalam budaya sepak bola kita. Dan, STY mampu menciptakan kondisi “perubahan” itu sebagai atmosfer yang betul-betul kita rasakan mewarnai selama dia menukangi timnas dari 2020 hingga 2024. Hingga kini, pemecatan pelatih asal Korea Selatan itu masih menjadi kontroversi yang belum tuntas terjawab.</p>
<p>Patrick Kluivert mewariskan tim yang juga merupakan kerangka konstruksi STY, yakni kombinasi para pemain diaspora dengan sejumlah pemain produk Liga Super Indonesia. Dengan “warna kental Belanda”, itu adalah pilihan &#8212; entah dinilai sebagai langkah pragmatis atau realitas diaspora &#8211;, yang telah dilakukan sejak era Shin Tae-yong.</p>
<p>Lalu dengan John Herdman yang pasti membawa pendekatan dan filosofi kepelatihan yang berbeda, adakah harapan baru yang diusung?</p>
<p><strong>Pendekatan Taktik</strong><br />
Herdman adalah pelatih Kanada berpaspor Inggris dengan rekam jejak yang memberi harapan dan logis untuk dipilih. Sebelum menerima tawaran membesut Garuda, dia juga ditawari oleh Honduras untuk mengarsiteki timnas Amerika Tengah tersebut. Dia memutuskan ke Indonesia, karena tertarik dengan kontrak jangka panjang hingga ke proyek Piala Dunia 2030.</p>
<p>“Ini adalah soal menemukan proyek yang tepat, ada sebuah gairah dan intensitas dari fans yang bisa Anda rasakan,” kata Herdman, dikutip <em>Canadian Press</em> dari <em>Toronto Star</em> (<em>cnnindonesia.com</em>, 3 Januari 2026).</p>
<p>Rekam jejak John Herdman cukup mentereng. Dia menjadi satu-satunya pelatih yang pernah membawa tim putra-putri sebuah negara lolos ke Piala Dunia. Prestasi itu diharapkan bisa tertular pada timnas Indonesia senior dan U-23.</p>
<p>Timnas putri Kanada tampil di Piala Dunia 2007 dan 2011. Sejarah besar dicatat dengan secara beruntun meraih dua medali perunggu Olimpiade 2012 dan 2016.</p>
<p>Sedangkan timnas putra Kanada dia bawa ke Piala Dunia Qatar 2022. Sebuah momen bersejarah setelah 36 tahun tak pernah lolos, yang juga melesatkan peringkat FIFA Kanada dari posisi 77 ke 33 dunia.</p>
<p>Sejak usia muda, dia memilih jalur sebagai pelatih ketimbang menekuni karier sebagai pemain. Pada usia 28, dia hijrah ke Selandia Baru untuk menangani tim kelompok umur, yang menjadi pintu untuk memulai karier lebih serius. Dia mengarsiteki tim putri Selandia Baru pada 2006-2011. Sebelum memutuskan menangani Indonesia, dia melatih Toronto FC pada 2003-2024.</p>
<p>Pendekatan pelatih kelahiran 19 Juli 1975 itu menonjol ke taktik, manajemen pemain, dan pengembangan mental bertanding. Dia pernah dipuji sebagai tokoh di balik “Keajaiban Kanada”, mendapat apresiasi secara internasional, karena mampu membentuk kembali budaya timnas Kanada, meningkatkan profil sepak bola negeri itu secara global sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 di samping Amerika Serikat dan Meksiko.</p>
<p><strong>Milla dan STY</strong><br />
Dalam amatan saya, di antara para pelatih asing yang berkiprah di Indonesia, terdapat sejumlah nama dengan warisan yang boleh saja disebut sebagai “real legacy”, juga sejumlah nama dengan jejak sejarah yang dirasakan secara abstrak.</p>
<p>Dari aspek sejarah, kita tak mungkin melupakan nama Tony Pogacnik, pelatih asal Yugoslavia yang membawa Ramang dkk menahan Uni Soviet 0-0 di Olimpiade Melbourne 1956. Juga Anatoly F Polosin, taktikus asal Rusia, yang dengan pendekatan fisik spartan membawa Ferril Raymond Hattu dkk meraih medali emas sepak bola di SEA Games 1991. Sedangkan dari sisi permainan, Luis Milla Aspas (2017-2018) dan Shin Tae-yong (2020-2024) memberi performa yang berbeda dibandingkan dengan para pelatih lainnya. Walaupun tidak memberi trofi, namun banyak catatan mengesankan dari sejumlah penampilan yang tidak terlupakan.</p>
<p>Jadi apakah yang diharapkan dari John Herdman?</p>
<p>Kontrak jangka panjang bisa diartikan bahwa PSSI memberi cukup kesempatan kepada pelatih baru itu untuk bekerja secara komprehensif, walaupun parameter hasil tetap harus dievaluasi dari waktu ke waktu, yang puncaknya nanti sejauh mana kemajuan timnas, termasuk tim U23 menuju 2030.</p>
<p>Taktik, manajemen pemain, dan pembinaan mental bertanding sebagai fokus kompetensi John Herdman juga akan dilihat: apakah dia mampu meningkatkan apa yang selama ini menjadi titik lemah timnas.</p>
<p>Tahun ini, Herdman telah dinanti agenda padat. Timnas senior akan tampil di FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada FIFA Match Day, 23-31 Maret 2026 sebagai kompetisi baru dari FIFA. Selain itu ada agenda FIFA Match Day berupa beberapa laga uji coba pada Juni, September, Oktober, dan November.</p>
<p>Sementara itu, Piala AFF 2026 punya jadwal baru di tengah tahun, bukan pada akhir tahun lagi, yakni mulai 25 Juli 2026. Sejak turnamen terbesar Aaia Tenggara itu digelar pada 1996, Indonesia belum pernah memenangi trofi.</p>
<p>Untuk FIFA Series, belum diketahui siapa saja calon lawan Indonesia. Bukan tidak mungkin ada sejumlah lawan berat dengan peringkat FIFA lebih tinggi, yang bisa menjadi peluang bagi Garuda untuk menaikkan posisi dari ranking 122 sekarang.</p>
<p>Tahun ini juga ada Asian Games 2026. Indonesia akan menurunkan timnas U23. Ini bisa menjadi ajang untuk memaksimalkan potensi pemain-pemain muda.</p>
<p>Maka akan kita lihat nanti, sejauh mana langkah-langkah yang dirancang Herdman di dalam kiprah kepelatihannya di Indonesia. Dan, itu akan terlihat dari kemajuan taktik, manajemen pemain, dan mental bertandingnya.</p>
<p>Yang tak boleh dilupakan, tidak berlebihan apabila nanti orang masih saja membandingkan dengan mengingat Shin Tae-yong yang sejauh ini harus diakui sebagai “pelatih kesayangan fans”.</p>
<p>Tentu fans akan melupakan pelatih-pelatih sebelumnya, bila John Herdman bisa memberikan yang lebih baik, lebih impresif, lebih menjanjikan&#8230;</p>
<p><strong>&#8212;</strong> <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em><strong> &#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/10/john-herdman-pendekatan-baru-harapan-baru">John Herdman: Pendekatan Baru, Harapan Baru?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jadilah Kucing Galak di Antara Kegarangan Macan-macan Asia!</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/07/27/jadilah-kucing-galak-di-antara-kegarangan-macan-macan-asia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jul 2024 10:00:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Arab Saudi]]></category>
		<category><![CDATA[Australia]]></category>
		<category><![CDATA[Bahrain]]></category>
		<category><![CDATA[Blacan]]></category>
		<category><![CDATA[cina]]></category>
		<category><![CDATA[FIFA]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Kancil]]></category>
		<category><![CDATA[Kelinci]]></category>
		<category><![CDATA[Kucing]]></category>
		<category><![CDATA[Kucing Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[Pra-Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tim Garuda]]></category>
		<category><![CDATA[Zona Asia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://suarabaru.id/?p=427577</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // takkan ada yang berbeda/ dalam status perjuangan/ dia boleh selucu dan semanis kelinci/ boleh pula secerdik kancil/ pun bisa segalak macan&#8230;// (Sajak “Si Kucing Galak”, Juli 2024) SELUCU kelincikah kita? Semanis kucingkah, atau menjadi secerdik kancil? Atau setrengginas “blacan” si kucing hutan, yang menjelma menjadi “kucing galak” di tengah kepungan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/07/27/jadilah-kucing-galak-di-antara-kegarangan-macan-macan-asia">Jadilah Kucing Galak di Antara Kegarangan Macan-macan Asia!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-427579 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/07/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/07/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/07/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/07/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></p>
<p><em>// takkan ada yang berbeda/ dalam status perjuangan/ dia boleh selucu dan semanis kelinci/ boleh pula secerdik kancil/ pun bisa segalak macan&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Si Kucing Galak”, Juli 2024)</strong></p>
<p><strong>SELUCU</strong> kelincikah kita? Semanis kucingkah, atau menjadi secerdik kancil? Atau setrengginas “blacan” si kucing hutan, yang menjelma menjadi “kucing galak” di tengah kepungan kesangaran para macan?</p>
<p>Peta babak ketiga Pra-Piala Dunia Zona Asia rasanya sulit mengapungkan optimisme, walaupun tentu kita tak boleh pesimistis. Dengan ranking FIFA 134, realitasnya Tim Garuda menempati pot bawah di antara kekuatan-kekuatan utama Asia.</p>
<p>Tergabung di Grup C bersama Jepang, Australia, Arab Saudi, Cina, dan Bahrain jelas bukan jalan yang menyenangkan bagi Asnawi Mangkualam dkk. Toh tim pelatih, lewat asisten Choi In-chul merasa jalan ini sudah sesuai ekspektasi, dan Shin Tae-yong cs akan mengeksplorasi potensi terbaik tim.</p>
<p>Jalan terjal Indonesia mirip dengan peta yang ditempuh Thailand dan Vietnam di kualifikasi Piala Dunia 2018 dan 2022. Kedua tim terbaik di Asia Tenggara itu tak mampu berbicara lebih jauh.</p>
<p>Vietnam pada 2021 jadi bulan-bulanan kumpulan tim yang hampir sama dengan lawan-lawan Indonesia sekarang. Bedanya, kali ini ada Bahrain, sedangkan dulu mereka menghadapi sesama tim Asia Barat, Oman.</p>
<p><strong>Dua Aspek</strong><br />
Banyak pengamat yang mengatakan, penampilan Indonesia akan berbeda dari kualifikasi Piala Dunia yang sudah pernah dilalui. Termasuk oleh Thailand dan Vietnam.</p>
<p><strong>Pertama</strong>, konstelasi kekuatan Timnas Garuda kali ini sudah jauh berbeda dari kualifikasi-kualifikasi yang lalu. Indonesia dipilari oleh para pemain naturalisasi (baca: diaspora) yang terbukti telah mengangkat performa timnas di Piala Asia 2023 dan Piala Asia U23 2024. Kelolosan ke putaran ketiga Pra-Piala Dunia juga harus diakui merupakan efek kuat dari kebijakan penggunaan pemain diaspora.</p>
<p>Kehadiran pelatih Shin Tae-yong merupakan sisi lain yang &#8212; suka atau tidak suka &#8212; menumbuhkan budaya baru dalam disiplin dan gaya hidup timnas.</p>
<p>Jika dua aspek ini bisa secara konsisten dikelola dan dimaksimalkan, bukan tidak mungkin penampilan melawan tim-tim “macan Asia” seperti Jepang, Arab Saudi, dan Australia bakal berbeda. Setidak-tidaknya, lewat Piala Asia 2023 dan Piala Asia U23 2024 kekuatan-kekuatan utama Asia sudah memandang lain racikan <em>coach</em> STY.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, banyak pengamat yang memberi tekanan saran agar kita betul-betul memanfaatkan laga kandang. Dari Grup C, tim yang sudah memberi gambaran bakal menjadi lawan sulit adalah Jepang, Arab Saudi, dan Australia. Terhadap Cina dan Bahrain, walaupun keduanya juga bukan tim yang di atas kertas mudah diatasi, namun berada di bawah pot tiga macan garang Asia tersebut.</p>
<p>Maka, memaksimalkan suasana keriuhrendahan Gelora Bung Karno di Senayan, atau memanfaatkan “taktik kelelahan perjalanan lawan” dengan menjadikan Gelora Bung Tomo Surabaya sebagai kandang, bisa menjadi alternatif pertimbangan yang memberi keuntungan.</p>
<p>Dari aspek ini, kita juga tetap harus memandang laga tandang ke Jepang, Australia, dan Arab Saudi, di samping ke Cina dan Bahrain sebagai fokus untuk tidak menjadi bulan-bulanan lawan. Dari sisi peluang, sekali lagi, Indonesia sudah berbeda dari sebelum era Shin Tae-yong dan proyek naturalisasi.</p>
<p><strong>Konsistensi</strong><br />
Mengejar “status” sebagai macan Asia memang masih menjadi perjalanan panjang. Kemampuan mengalahkan Australia, Yordania, dan Korea Selatan di Piala Asia U23 Qatar, secara tidak langsung mengangkat konfidensi anak-anak Indonesia, namun dengan kenyataan kita masih selalu kesulitan menghadapi tim-tim Asia Barat. Irak, misalnya.</p>
<p>Dan, Indonesia juga akan menjajal kondisi itu menghadapi Arab Saudi dan Bahrain.</p>
<p>Menjelang serangkaian laga babak ketiga kualifikasi Piala Dunia, Pasukan STY membutuhkan perawatan konsistensi persiapan. Peta jalan ini tidak boleh diganggu agar di arena nanti Asnawi Mangkualam dkk betul-betul menjelma sebagai “kucing galak” di tengah kepungan kegarangan para macan.</p>
<p>Saatnya, Indonesia meraih posisi untuk dikenang sebagai kekuatan yang perlahan-lahan mampu menjajarkan diri di kancah persaingan Asia.</p>
<p>Dari kucing ke blacan, dari blacan ke macan&#8230;</p>
<p>&#8212;<strong> Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id,">suarabaru.id,</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/07/27/jadilah-kucing-galak-di-antara-kegarangan-macan-macan-asia">Jadilah Kucing Galak di Antara Kegarangan Macan-macan Asia!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saat Qatar Terbang Tinggi, Kita Masih Menggeliat di Kerak Mimpi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/02/17/saat-qatar-terbang-tinggi-kita-masih-menggeliat-di-kerak-mimpi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Feb 2024 10:00:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Asian Games]]></category>
		<category><![CDATA[Ponirin Mekka]]></category>
		<category><![CDATA[Pra-Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Qatar]]></category>
		<category><![CDATA[Stadion Al-Khalifa]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[TIMNAS INDONESIA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=399643</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // mereka melesat ke langit tinggi/ menemukan maqam sejati/ kita masih sibuk dengan diri sendiri/ menggeliat dari kerak mimpi// (Sajak &#8220;Qatar dan Kita&#8221;, 2024) PERCAYAKAH Anda, &#8220;nawaitu&#8221; Qatar dan Indonesia sejatinya punya &#8220;gegayuhan&#8221; sama? Berangan tinggi meraih mimpi, merepih asa menjangkau dunia. Bahkan 20 tahun silam, tim nasional Garuda mampu menaklukkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/02/17/saat-qatar-terbang-tinggi-kita-masih-menggeliat-di-kerak-mimpi">Saat Qatar Terbang Tinggi, Kita Masih Menggeliat di Kerak Mimpi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-399652 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/logo-bola-bola-2.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/logo-bola-bola-2.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/logo-bola-bola-2-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// mereka melesat ke langit tinggi/ menemukan maqam sejati/ kita masih sibuk dengan diri sendiri/ menggeliat dari kerak mimpi//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Qatar dan Kita&#8221;, 2024)</strong></p>
<p><strong>PERCAYAKAH</strong> Anda, &#8220;nawaitu&#8221; Qatar dan Indonesia sejatinya punya &#8220;gegayuhan&#8221; sama? Berangan tinggi meraih mimpi, merepih asa menjangkau dunia.</p>
<p>Bahkan 20 tahun silam, tim nasional Garuda mampu menaklukkan Qatar 2-1 dalam Piala Asia 2004 di Beijing. Siapa sangka 16 tahun kemudian, lalu empat tahun setelahnya, The Maroon telah menjelma sebagai raksasa Asia?</p>
<p>Pada 1986, di babak grup Asian Games Seoul, Ponirin Mekka dkk bermain imbang 1-1. Saat itu, Garuda-lah yang terbang tinggi menembus semifinal.</p>
<p>Kemajuan Qatar mulai kita rasakan di Pra-Piala Dunia 1993. Ketika itu, saya meliput kualifikasi tersebut. Kisah paling menonjol adalah, kecompangcampingan spirit timnas Indonesia yang diasuh oleh pelatih asal Slovenia Ivan Toplak. Robby Darwis dkk kalah 1-3 dari Qatar dalam laga di Stadion Al-Khalifa.</p>
<p><strong>Cahaya Doha</strong><br />
Pada 10 Februari lalu, Doha bagai menyemburatkan cahaya setelah Akram Afif cs menaklukkan Yordania dalam final &#8220;Derby Arab&#8221;.</p>
<p>Sejak babak grup, Al Annabi konsisten melangkah ke babak final dengan permainan menyerang yang elok. Pengalaman tampil di Piala Dunia pada 2022 &#8212; walaupun kalah dalam tiga partai &#8211;, bagaimanapun membentuk mentalitas penampilan di level atas.</p>
<p>Sedangkan Yordania menjadi kejutan terbesar Piala Asia. Dalam perjalanan ke partai pamungkas The Chivalrous antara lain menghumbalangkan Irak dan menaklukkan salah satu tim terkuat Asia, Korea Selatan. Di babak final, sayangnya tim racikan Hussein Ammouta itu &#8220;kena mental&#8221; dengan tiga penalti yang harus diterima dalam kekalahan 1-3.</p>
<p>Qatar melengkapi cahaya itu dengan kesuksesan lain mengelola sebuah event. Dua tahun silam, mereka gemilang menjadi tuan rumah Piala Dunia dengan infrastruktur moderen, diikuti tahun ini menggelar Piala AFC yang penuh nuansa kemewahan.</p>
<p><strong>Road Map</strong><br />
Dengan sukses di dalam dan di luar lapangan itu, Qatar makin sulit dikejar. Bahkan peta jalan untuk menapak ke jenjang dunia tampaknya menjadi bukan langkah yang mustahil. Negeri ini belum merasakan tampil di Piala Dunia, selain 2022 sebagai tiket otomatis sebagai tuan rumah.</p>
<p>Fasilitas industri kompetisi, oke. Sumberdaya manusia, terasah luar biasa. Kompetisi liga beranjak ke <em>mindset</em> prestasi dan orientasi pasar. Talenta-talenta pun muncul, menjadi konsekuensi yang mengikuti.</p>
<p>Sepak bola negara keemiratan itu kini sudah menjajarkan posisi setara dengan Iran, Arab Saudi, Jepang, Korea Selatan, dan Irak. Qatar konsisten menggenjot kemajuan sepak bolanya dengan semangat &#8220;satset&#8221; dan &#8220;gas pol&#8221;.</p>
<p>Asia berkembang sebagai kekuatan yang memecah peta dunia untuk tak hanya berkiblat ke Eropa dan Amerika Latin. Qatar menambah daftar kekuatan dengan performa timnasnya yang terus membaik.</p>
<p>Dengan &#8220;nawaitu&#8221; yang sama, masih banyak kerak persoalan yang harus kita bersihkan. Bahkan untuk menjadi &#8220;raja&#8221; di Asia Tenggara saja, bukankah masih seterjal itu jalan yang harus ditaklukkan?</p>
<p>Garuda kita tengah mencoba menggeliat di kerak mimpi. Dan, kita tunggu bagaimana langkah bangkit Asnawi Mangkualam dkk dalam lanjutan Pra-Piala Dunia, Maret nanti. Ada Irak, Vietnam, dan Filipina yang membayangi&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/02/17/saat-qatar-terbang-tinggi-kita-masih-menggeliat-di-kerak-mimpi">Saat Qatar Terbang Tinggi, Kita Masih Menggeliat di Kerak Mimpi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nikmat Apa Lagi yang Kita Dustakan, Coach STY?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/11/25/nikmat-apa-lagi-yang-kita-dustakan-coach-sty</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Nov 2023 10:00:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[FIFA PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Filipina]]></category>
		<category><![CDATA[Irak]]></category>
		<category><![CDATA[Pra-Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[TIMNAS INDONESIA]]></category>
		<category><![CDATA[vietnam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=384485</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tak cukupkah menggenggam percaya diri?/ saat harapan diapungkan/ dan mereka pula yang menguapkan/ ketika impian dibuncahkan/ dan mereka pulakah yang meluruhkan?// (Sajak “Konfidensi Timnas”, November 2023) PENINGKATAN dua elemen konfidensi permainan tim nasional pernah saya tangkap sebagai harapan berkat kehadiran Shin Tae-yong. Pertama, disiplin profesi dan mentalitas. Kedua, konsistensi merawat [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/11/25/nikmat-apa-lagi-yang-kita-dustakan-coach-sty">Nikmat Apa Lagi yang Kita Dustakan, Coach STY?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-384486 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/BOLA-BOLA-LOGO-3.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/BOLA-BOLA-LOGO-3.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/BOLA-BOLA-LOGO-3-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/BOLA-BOLA-LOGO-3-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tak cukupkah menggenggam percaya diri?/ saat harapan diapungkan/ dan mereka pula yang menguapkan/ ketika impian dibuncahkan/ dan mereka pulakah yang meluruhkan?//</em><br />
<strong>(Sajak “Konfidensi Timnas”, November 2023)</strong></p>
<p><strong>PENINGKATAN</strong> dua elemen konfidensi permainan tim nasional pernah saya tangkap sebagai harapan berkat kehadiran Shin Tae-yong. Pertama, disiplin profesi dan mentalitas. Kedua, konsistensi merawat daya tahan fisik.</p>
<p>Hingga menjelang pertandingan Pra-Piala Dunia melawan Irak di Basra, 16 November lalu, modal kepercayaan diri itu masih saya harapkan bisa menjadi faktor pembeda.</p>
<p>Apalagi, pelatih asal Korea Selatan itu juga ditopang oleh “<em>supporting factor</em>” yang total diberikan oleh PSSI, yakni “toleransi waktu” untuk tidak segera divonis lewat evaluasi, dan proyek naturalisasi pemain sesuai dengan pertimbangan kebutuhan yang dia inginkan.</p>
<p>Bahkan realitasnya, inilah masa-masa ketika timnas ditaburi “pemain <em>abroad</em>” dalam pengertian selain produk naturalisasi juga beberapa yang memang bermain di liga-liga mancanegara.</p>
<p>Nah, nikmat apa lagikah yang kita dustakan?</p>
<p>Tentulah ruap optimisme patut mengembang. Maka, ketika skor kekalahan 1-5 dari Irak bagai “Mjolnir Thor” yang menggodam Asnawi Mangkualam dkk, pertanyaan prihatin pun segera mengusik: “modal konfidensi” apa lagi yang harus melengkapi untuk bisa bersaing di levelnya?</p>
<p><strong>Sudah Tepatkah?</strong><br />
Apakah naturalisasi sebagai bagian dari fenomena interaksi global memang menjadi pilihan sikap pembinaan yang tepat? Terutama ketika dari sisi kuantitas serasa “menjadi-jadi”?</p>
<p>Mengambil para “pemain siap pakai” seperti pola naturalisasi tentu diharapkan memberi suntikan kekuatan timnas, dengan menambal “bolong-bolong kekurangan” yang dirasakan.</p>
<p>Di sisi lain, merawat komunikasi dan membina pemain diaspora seperti yang dilakukan di timnas U17 merupakan pilihan bijak, seperti perekrutan Welber Jardim, Amar Rayhan Brkic, dan Ji Da Bin.</p>
<p>Pada sisi yang lain lagi, “meningkatkan daya saing” pemain produk liga kita agar berdaya jual untuk bermain di klub mancanegara juga menjadi visi tak kalah penting. Dengan segala romantikanya, Saddil Ramdani menjadi andalan klub Sabah di Liga Malaysia, Asnawi Mangkualam di Liga2 Korea, dan Pratama Alif Arhan di Liga2 Jepang.</p>
<p>Dengan suntikan Sandy Walsh, Jordi Amat, Elkan Baggot, Shayne Pattinama, Rafael Struick, Ivar Jenner, dan Marc Klok, kita bahkan sempat berpikir pasukan STY ini merupakan deret pemain dan timnas terbaik kita dalam sejarah PSSI.</p>
<p><strong>Ukuran Pra-Piala Dunia</strong><br />
Kalau Pra-Piala Dunia tahun ini tidak dijadikan ukuran untuk mengevaluasi kemajuan apa yang didapat, <em>event</em> apa lagi yang kita butuhkan untuk menilai masa depan timnas dan standar manajemennya?</p>
<p>Ingat, <em>coach</em> STY yang sejak 2020 mengarsiteki timnas, hingga kini belum memberi trofi apa pun. Kontribusi terbesarnya adalah menaikkan peringkat Indonesia di FIFA, dan meloloskan tim ke Piala Asia.</p>
<p>Satu hal yang bisa dipetik adalah budaya disiplin, karakter, dan konfidensi, walaupun belum signifikan tertransformasi ke permainan timnas.</p>
<p>Anda pasti paham titik-titik lemah timnas sejauh ini, yang dalam laga melawan Irak dan Filipina belum juga hilang, yakni “mudah kehilangan fokus bermain”.</p>
<p>“Penyakit” ini tampak dalam manajemen permainan di lapangan; mulai dari “kebiasaan” salah umpan dan mudah kehilangan bola, juga kelemahan dalam sikap transisional: dari menyerang ke bertahan, dari bertahan ke menyerang.</p>
<p>STY belum bisa meniadakan titik-titik lemah itu, yang mestinya menjadi bagian dari “ekosistem permainan”.</p>
<p>Kita masih berharap &#8212; dan untuk kali kesekian berharap &#8211;, Maret dan Juni 2024 nanti dalam lanjutan Pra-Piala Dunia melawan Irak, Filipina, dan Vietnam, terjadi pemulihan dari apa yang dipertontonkan dalam kekalahan 1-5 dari Irak dan imbang 1-1 melawan Filipina.</p>
<p>Nah, kesiapan dan kepercayaan diri seperti apa yang masih bisa ditawarkan oleh <em>coach</em> Shin?</p>
<p>Mudah-mudahan ini bukan “tapak jalan” timnas, yang dalam sepanjang perjalanan sejarah hanya membuncahkan harapan dan impian, lalu serta merta meluruhkannya&#8230;</p>
<p>&#8212;<strong> Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/11/25/nikmat-apa-lagi-yang-kita-dustakan-coach-sty">Nikmat Apa Lagi yang Kita Dustakan, Coach STY?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Garuda Merekah dalam Buncah Gairah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/10/28/ketika-garuda-merekah-dalam-buncah-gairah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Oct 2023 10:00:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Alfred Riedle]]></category>
		<category><![CDATA[Anton Pogacnic]]></category>
		<category><![CDATA[Pra-Piala Asia]]></category>
		<category><![CDATA[Pra-Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tim Garuda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=377793</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // mekarlah bunga-bunga/ di taman Indonesia/ dengan harum kembang diaspora/ dan mereka yang siap berdedikasi/ untuk negeri ini/ bacalah: ini ikhtiar/ simaklah: bukankah ini proses mencari solusi?// (Sajak “Proyek Garuda”, 2023) BEGITU bersemangat PSSI menaturalisasi banyak pemain untuk memperkuat barisan pilar tim nasional. Apa yang Anda baca dari fenomena ini? Berderet [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/10/28/ketika-garuda-merekah-dalam-buncah-gairah">Ketika Garuda Merekah dalam Buncah Gairah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-377803 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/logo-bola-bola-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/logo-bola-bola-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/logo-bola-bola-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// mekarlah bunga-bunga/ di taman Indonesia/ dengan harum kembang diaspora/ dan mereka yang siap berdedikasi/ untuk negeri ini/ bacalah: ini ikhtiar/ simaklah: bukankah ini proses mencari solusi?//</em><br />
<strong>(Sajak “Proyek Garuda”, 2023)</strong></p>
<p><strong>BEGITU</strong> bersemangat PSSI menaturalisasi banyak pemain untuk memperkuat barisan pilar tim nasional. Apa yang Anda baca dari fenomena ini?</p>
<p>Berderet tongkrongan eksklusif pemain mendominasi pemberitaan media. Pertunjukan teknis yang eksepsional mewarnai laga demi laga Tim Garuda. Apa pula yang Anda tandai dari kondisi ini?</p>
<p>Ya, itulah sebagian dari wajah sepak bola kita saat ini, terutama dalam kisi-kisi pembentukan tim nasional di berbagai kelompok usia. Realitas proyek naturalisasi dan perburuan pemain diaspora menggambarkan kehendak untuk mempercepat jalan memiliki timnas yang kuat. Bukan sejauh ini sepak bola kita seperti terbekap oleh skeptisitas: angan dan kerinduan tentang kejayaan, kapankah bisa mewujud?</p>
<p>Atau, bolehlah dinamika-dinamika aktual itu kita baca sebagai “solusi” ketika beragam cara yang ditempuh PSSI tak juga menghasilkan performa berkualitas. Narasi paradoks antara “<em>local pride</em>” dengan menerima kenyataan butuh asupan “asing” pun sempat mengemuka.</p>
<p>Tengoklah tiga pekan berselang. Kemenangan dalam dua <em>leg</em> Pra-Piala Dunia 2026 atas Brunei Darussalam, di Jakarta dan di Bandar Seri Begawan dengan selusin gol memang bukan gambaran utuh kemajuan yang dicapai tim anggitan Shin Tae-yong. Hanya, menurut saya, patut diakui itulah ekspresi konfidensi untuk tidak mengungkung tim nasional Garuda dalam inferioritas yang bagai tak berbatas, termasuk dalam persaingan dengan Thailand, Vietnam, dan Malaysia di kancah regional Asia Tenggara.</p>
<p><strong>Kesan Kegairahan</strong><br />
Dalam beberapa bulan terakhir, saat Pasukan Merah-Putih di sejumlah kelompok usia teragenda tampil di Pra-Piala Asia dan Pra-Piala Dunia, juga ketika proyek naturalisasi pemain digencarkan, kesan kegairahan persaingan di Asia Tenggara sangat terasa.</p>
<p>Publikasi, terutama yang memfokus pada rivalitas mediatika dengan tim-tim lawasan regional ini, terasa memberi perspektif yang memacu dari sisi mana pun: adu kecerdasan dan visi pelatih, kreativitas federasi untuk menggelar FIFA<em> matchday</em>, naturalisasi pemain, hingga <em>mind-game</em> yang saling dilancarkan dan diperkeruh oleh komentar netizens di berbagai <em>platform</em> media sosial.</p>
<p>Bagaimanapun, kehadiran <em>coach</em> STY sejak 2020 sangat memberi pengaruh bagi gairah pembangunan timnas, dengan segala pernik mediatikanya.</p>
<p>Pelatih asal Korea Selatan itu memang belum memberi bukti trofi dari sebuah turnamen, namun pada sisi lain STY menghadirkan konfidensi dari rekor-rekor, pergerakan peningkatan peringkat FIFA, kelolosan ke putaran final Asia di sejumlah kelompok usia, dan transformasi kultur disiplin yang kuat.</p>
<p>Dari catatan statistik, kiprah STY di luar gelar juara, memiliki progresivitas tersendiri, terutama ketika dibandingkan dengan dua pelatih yang memiliki catatan cukup mentereng saat mengarsiteki timnas, yakni Anton Pogacnic dan Alfred Riedle.</p>
<p><em>Cnnindonesia.com</em> (18 Oktober 2023) mencatat, pelatih asal Yugoslvia Tony Pogacnic yang menukangi timnas pada 1954-1963, lalu kembali pada 1977, masih memegang rekor dengan 69 kali main, 36 menang, 7 imbang, dan 26 kali kalah.</p>
<p>Shin Tae-yong, dalam tiga tahun kepelatihannya pada 2020-2023 mencatat 39 kali main, 21 kali menang, 9 imbang, dan 9 kalah. Urutan ketiga Alfred Riedl asal Austria pada tiga periode kepelatihan, yakni 2010-2011, 2013-2014, dan 2016, dengan 36 kali main, 19 kali menang, 8 imbang, dan 9 kalah.</p>
<p>STY membutuhkan raihan trofi untuk memperkuat aspek “kegairahan” yang dia timbulkan. Juga bagaimana nanti hasil-hasil di Piala Asia dan Pra-Piala Dunia ketika Asnawi Mangkualam dkk menghadapi tim-tim kuat Asia seperti Irak dan Jepang.</p>
<p><strong>Piala Dunia U17</strong><br />
Perhatian pecinta bola juga bakal terkonsentrasi ke Muhammad Iqbal Gwijangge cs sebagai tuan rumah Piala Dunia U17, November nanti. Tim asuhan Bima Sakti saat ini sedang membajakan diri di Jerman, dengan supervisor Frank Wormuth.</p>
<p>Seperti para seniornya, yakni Tim U19, U23, dan tim senior, “pasukan bocil” ini juga mendapat suntikan kekuatan pemain diaspora, yakni Welber Jardim yang berdarah Brazil, Chou Yun Damanik berdarah Pantai Gading, Amar Rayhan Brkic keturunan ibu Kebumen dari ayah berkewarganegaraan Jerman dan berdarah Bosnia.</p>
<p>Masih banyak potensi pemain diaspora yang ikut seleksi. Pada satu sisi, adalah hak talenta-talenta muda itu untuk memperkuat timnas Indonesia, walaupun pada sisi lain bisa mempengaruhi hak pemain-pemain yang murni dihasilkan dari akademi klub-klub Liga Indonesia.</p>
<p>Hanya, positifnya, untuk ajang sebesar Piala Dunia, mengonsolidasikan potensi kekuatan tentu merupakan pilihan terbaik. Kita tidak perlu alergi terhadap realitas ini. Apalagi para bocah berdarah Indonesia itu, baik secara hukum maupun psiko-sosial punya hak tak berbeda dari mereka yang telah terlebih dahulu dipanggil timnas.</p>
<p>Kini yang harus dijaga dan dirawat adalah tiupan kencang angin <em>passion</em> dalam “perlombaan” manajemen timnas di berbagai kelompok usia dengan tugas dan target masing-masing. Ketika STY menjadi “pusat”, yakinilah pelatih yang membawa Korea mengalahkan Jerman 2-0 di Piala Dunia 2018 ini pasti telah memetakan agenda-agenda untuk mengikis kelemahan sepak bola Indonesia yang telah diketahuinya, juga apa saja potensi yang harus dikelola sebagai faktor pembeda.</p>
<p>Dari sini ini, nikmati sajalah para pemain produk naturalisasi dan diaspora itu sebagai bunga-bunga yang memperindah “taman sepak bola Indonesia”. Suka atau tidak suka, bukankah program ini adalah juga “solusi”?</p>
<p>Saya merasakan keberkembangan “budaya STY” di tengah pembangunan timnas Indonesia. Andai kita mampu menyerap sisi-sisi positif yang tertransformasi, akan ada banyak manfaat yang bisa dipetik. Setidak-tidaknya dalam penguatan disiplin, tanggung jawab, sikap pantang menyerah, dan kesadaran merawat profesionalitas.</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/10/28/ketika-garuda-merekah-dalam-buncah-gairah">Ketika Garuda Merekah dalam Buncah Gairah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>