<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>petani Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/petani/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 May 2026 09:19:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>petani Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Petani 60 Tahun di Grobogan Meninggal Saat Gali Sumur di Sawah Miliknya, Ini Kata Polisi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/21/petani-60-tahun-di-grobogan-meninggal-saat-gali-sumur-di-sawah-miliknya-ini-kata-polisi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2026 09:19:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[gali-sumur]]></category>
		<category><![CDATA[Karangrayung]]></category>
		<category><![CDATA[petani]]></category>
		<category><![CDATA[tembakau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=560873</guid>

					<description><![CDATA[<p>GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Seorang petani yang sedang gali sumur di area persawahan dilaporkan meninggal dunia di Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Rabu (20/5/2026) Peristiwa itu terjadi ketika korban berusaha mencari sumber air untuk tanaman tembakau miliknya. Petani bernama P (60), warga Desa Mangin, Karangrayung, Grobogan, itu ditemukan meninggal dunia di sawah miliknya usai menggali sumur dangkal [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/21/petani-60-tahun-di-grobogan-meninggal-saat-gali-sumur-di-sawah-miliknya-ini-kata-polisi">Petani 60 Tahun di Grobogan Meninggal Saat Gali Sumur di Sawah Miliknya, Ini Kata Polisi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GROBOGAN (SUARABARU.ID) –</strong> Seorang petani yang sedang gali sumur di area persawahan dilaporkan meninggal dunia di Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Rabu (20/5/2026)</p>
<p>Peristiwa itu terjadi ketika korban berusaha mencari sumber air untuk tanaman tembakau miliknya.</p>
<p>Petani bernama P (60), warga Desa Mangin, Karangrayung, Grobogan, itu ditemukan meninggal dunia di sawah miliknya usai menggali sumur dangkal seorang diri. Korban diketahui sehari-hari bekerja sebagai petani dan pekebun.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/05/21/ratusan-kursi-terpasang-desa-puro-sambut-penutupan-tmmd-penuh-haru">Ratusan Kursi Terpasang, Desa Puro Sambut Penutupan TMMD Penuh Haru </a></strong></h6>
<p>Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di area persawahan Desa Mangin. Warga sekitar sempat berupaya memberikan pertolongan setelah mengetahui kondisi korban.</p>
<p>Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto melalui Kapolsek Karangrayung AKP Sunarto mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian itu pada Kamis (21/5/2026) pagi dari perangkat desa setempat.</p>
<p>“Setelah menerima laporan, anggota kami langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pengecekan di TKP maupun di rumah duka untuk memastikan kejadian tersebut,” ujar AKP Sunarto.</p>
<p>Polisi kemudian melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian serta meminta keterangan sejumlah saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.</p>
<h5><strong>Murni Sakit</strong></h5>
<p>Dari hasil pemeriksaan awal, korban diduga meninggal akibat sakit yang dideritanya ditambah kondisi tubuh yang kelelahan setelah bekerja di sawah.</p>
<p>Menurut AKP Sunarto, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban berangkat seorang diri ke sawah untuk membuat sumur tanah sebagai sumber air bagi tanaman tembakau miliknya.</p>
<p>“Korban pergi sendiri ke sawah untuk menggali sumur tanah. Sumur yang dibuat baru memiliki kedalaman sekitar satu meter,” terang AKP Sunarto.</p>
<p>Korban diketahui mulai menggali sumur sejak siang hari. Aktivitas itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian miliknya yang mulai mengering.</p>
<p>Tak lama kemudian, istri korban bernama Paryati (57) menyusul ke sawah dengan tujuan membantu pekerjaan suaminya.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/05/21/dpc-pdip-kebumen-sukses-gelar-musancab-dihadiri-1-700-kader">DPC PDIP Kebumen Sukses Gelar Musancab, Dihadiri 1.700 Kader</a></strong></h6>
<p>Namun sesampainya di lokasi, Paryati mendapati korban sudah dalam posisi duduk bersandar di bibir sawah dekat sumur yang sedang digali.</p>
<p>Awalnya, sang istri mengira korban hanya beristirahat karena kelelahan setelah bekerja di bawah terik matahari.</p>
<p>Paryati kemudian mencoba membangunkan korban. Akan tetapi, korban sama sekali tidak memberikan respons.</p>
<p>Merasa panik, istri korban langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga yang sedang bekerja di area persawahan sekitar lokasi kejadian.</p>
<p>Sejumlah warga yang mendengar teriakan tersebut segera mendatangi lokasi dan membantu membawa korban pulang ke rumah.</p>
<p>Sesampainya di rumah, perangkat desa yang juga bertugas sebagai modin melakukan pemeriksaan terhadap kondisi korban.</p>
<p>Hasil pemeriksaan menunjukkan denyut nadi dan detak jantung korban sudah tidak ada saat tiba di rumah.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/05/21/berikut-daftar-nama-bakal-calon-pilkades-paw-di-kudus-ada-desa-dengan-5-pendaftar">Berikut Daftar Nama Bakal Calon Pilkades PAW di Kudus, Ada Desa dengan 5 Pendaftar</a></strong></h6>
<p>“Korban saat diperiksa sudah dalam keadaan meninggal dunia. Berdasarkan keterangan keluarga, korban memang memiliki riwayat penyakit asma dan beberapa hari sebelumnya sempat mengeluhkan sesak napas,” jelas AKP Sunarto.</p>
<p>Polsek Karangrayung bersama Unit Reskrim selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab meninggalnya korban.</p>
<p>Petugas juga meminta keterangan dari keluarga dan sejumlah warga yang berada di sekitar sawah saat kejadian berlangsung.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan polisi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun luka mencurigakan pada tubuh korban.</p>
<p>Warga sekitar juga memastikan korban bekerja seorang diri sejak datang ke sawah hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.</p>
<p>“Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan ataupun kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat sakit asma yang kambuh disertai kondisi kelelahan saat menggali sumur,” ungkap Kapolsek Karangrayung.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/05/20/bank-indonesia-ajak-kader-pkk-jaga-rupiah-dengan-aman-dan-peka">Bank Indonesia Ajak Kader PKK Jaga Rupiah dengan Aman dan PeKA</a></strong></h6>
<p>Pihak keluarga petani di Karangrayung, Grobogan, tersebut menerima kejadian meninggal dunia itu sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.</p>
<p>Setelah pemeriksaan selesai, jenazah korban langsung dimakamkan dengan bantuan warga sekitar.</p>
<p>Kapolsek Karangrayung AKP Sunarto, mengimbau masyarakat, khususnya petani yang bekerja berat seperti gali sumur di sawah wilayah Grobogan, agar memperhatikan kondisi kesehatan dan tidak memaksakan diri saat tubuh sedang kurang fit atau memiliki riwayat penyakit tertentu.</p>
<p><strong>TYA WIDYA</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/21/petani-60-tahun-di-grobogan-meninggal-saat-gali-sumur-di-sawah-miliknya-ini-kata-polisi">Petani 60 Tahun di Grobogan Meninggal Saat Gali Sumur di Sawah Miliknya, Ini Kata Polisi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hujan Disertai Petir Makan Korban di Pulokulon Grobogan, Seorang Petani Meninggal Dunia</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/21/hujan-disertai-petir-makan-korban-di-pulokulon-grobogan-seorang-petani-meninggal-dunia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2026 03:32:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[petani]]></category>
		<category><![CDATA[Pulokulon]]></category>
		<category><![CDATA[Tersambar petir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=560778</guid>

					<description><![CDATA[<p>GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Nasib tragis menimpa seorang petani yang tersambar petir di area persawahan Pulokulon Grobogan saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut, Rabu (20/5/2026). Korban diketahui meninggal dunia di lokasi kejadian ketika perjalanan pulang dari menggarap sawah miliknya. Peristiwa petani tersambar petir di Pulokulon Grobogan itu terjadi di jalan irigasi area persawahan Dusun Padangan, Desa [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/21/hujan-disertai-petir-makan-korban-di-pulokulon-grobogan-seorang-petani-meninggal-dunia">Hujan Disertai Petir Makan Korban di Pulokulon Grobogan, Seorang Petani Meninggal Dunia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GROBOGAN (SUARABARU.ID) –</strong> Nasib tragis menimpa seorang petani yang tersambar petir di area persawahan Pulokulon Grobogan saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut, Rabu (20/5/2026).</p>
<p>Korban diketahui meninggal dunia di lokasi kejadian ketika perjalanan pulang dari menggarap sawah miliknya.</p>
<p>Peristiwa petani tersambar petir di Pulokulon Grobogan itu terjadi di jalan irigasi area persawahan Dusun Padangan, Desa Panunggalan. Korban diketahui berinisial N (58), warga setempat yang sehari-hari bekerja sebagai petani.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/05/21/artificial-intelligence-hanya-menemani-bukan-mengganti">Artificial Intelligence Hanya Menemani Bukan Mengganti</a></strong></h6>
<p>Korban diduga tersambar petir ketika kondisi cuaca sedang buruk dengan intensitas hujan tinggi disertai sambaran petir yang terjadi di wilayah Kecamatan Pulokulon.</p>
<p>Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban saat itu baru saja pulang dari sawah bersama istrinya, Bajang (52), menuju rumah mereka di Desa Panunggalan.</p>
<p>Korban mengendarai sepeda motor Honda Revo warna hitam merah bernomor polisi H 3212 PF. Sementara sang istri berada di belakang dengan mengendarai sepeda.</p>
<p>Saat melintasi jalan irigasi di area persawahan Dusun Padangan, petir tiba-tiba menyambar tubuh korban hingga terjatuh di lokasi kejadian.</p>
<p>Melihat suaminya terjatuh, istri korban langsung panik dan berteriak meminta pertolongan warga sekitar.</p>
<p>Teriakan tersebut kemudian didengar sejumlah warga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Warga pun segera mendatangi tempat korban tergeletak.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/05/21/kajian-mengenai-qurban-tentang-pengertian-waktu-dan-syariatnya">Kajian Mengenai Qurban, Tentang Pengertian, Waktu dan Syariatnya</a></strong></h6>
<p>Warga mencoba memberikan pertolongan kepada korban yang saat itu sudah tidak bergerak di tengah jalan irigasi persawahan.</p>
<p>Namun setelah dilakukan pengecekan bersama, korban diketahui sudah meninggal dunia di lokasi kejadian.</p>
<h5><strong>Gerak Cepat</strong></h5>
<p>Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto melalui Kapolsek Pulokulon AKP Danang Esanto mengatakan, pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga.</p>
<p>Petugas Polsek Pulokulon kemudian berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Grobogan untuk mendatangi lokasi kejadian dan melakukan penanganan awal.</p>
<p>“Korban diduga tersambar petir saat perjalanan pulang dari sawah menuju rumahnya ketika hujan deras terjadi di wilayah tersebut,” ujar AKP Danang Esanto.</p>
<p>Polisi selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara guna memastikan penyebab meninggalnya korban.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan di lokasi, petugas menemukan sejumlah barang milik korban yang masih berada di sekitar area kejadian.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/05/20/jateng-siap-jadi-pelopor-kurikulum-perkoperasian-masuk-sekolah-mulai-tahun-ajaran-2026-2027">Jateng Siap Jadi Pelopor, Kurikulum Perkoperasian Masuk Sekolah Mulai Tahun Ajaran 2026/2027</a> </strong></h6>
<p>Barang-barang tersebut di antaranya pakaian korban, topi warna hitam, hingga sepeda motor Honda Revo yang digunakan korban saat pulang dari sawah.</p>
<p>Selain itu, petugas juga menemukan potongan kain berwarna biru tua di lokasi korban diduga tersambar petir.</p>
<h5><strong>Tidak Ada Tanda Kekerasan</strong></h5>
<p>Setelah proses identifikasi selesai, warga bersama perangkat desa mengevakuasi jasad korban menuju rumah duka.</p>
<p>Petugas medis dari Puskesmas Pulokulon 1 kemudian melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban untuk memastikan penyebab kematian.</p>
<p>Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya luka bakar pada bagian rambut kepala sebelah kiri korban.</p>
<p>Tim medis juga menemukan darah keluar dari telinga kiri korban akibat kuatnya dugaan sambaran petir tersebut.</p>
<p>Meski demikian, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.</p>
<p>“Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban diduga kuat meninggal dunia akibat tersambar petir. Pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi,” ungkap AKP Danang Esanto.</p>
<p>Kapolsek Pulokulon turut mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di area terbuka ketika cuaca ekstrem melanda wilayah Pulokulon Grobogan.</p>
<p>Ia meminta para petani di Pulokulon Grobogan untuk segera mencari tempat aman apabila hujan deras disertai petir mulai terjadi demi menghindari kejadian petani tersambar petir kembali terulang.</p>
<p>“Keselamatan harus menjadi prioritas utama guna menghindari kejadian serupa terulang kembali,” tandasnya.</p>
<p><strong>TYA WIDYA</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/21/hujan-disertai-petir-makan-korban-di-pulokulon-grobogan-seorang-petani-meninggal-dunia">Hujan Disertai Petir Makan Korban di Pulokulon Grobogan, Seorang Petani Meninggal Dunia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Air Sumur Bor Program TMMD Kodim 0718/Pati Kini Dinikmati Warga dan Petani Desa Godo</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/13/air-sumur-bor-program-tmmd-kodim-0718-pati-kini-dinikmati-warga-dan-petani-desa-godo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2026 12:49:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kodim 0718/Pati]]></category>
		<category><![CDATA[musim kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[pengairan]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[petani]]></category>
		<category><![CDATA[Program TMMD]]></category>
		<category><![CDATA[Reguler]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[sumber air]]></category>
		<category><![CDATA[Sumur bor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=559451</guid>

					<description><![CDATA[<p>PATI (SUARABARU.ID)&#8211; Di tengah musim kemarau yang mulai dirasakan para petani, kehadiran sumber air menjadi harapan baru bagi lahan pertanian warga, yang selama ini kerap mengalami kesulitan dalam hal pengairan. Namun hal itu kini sirna, setelah para petani di Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, melihat air mengalir dari sumur bor yang ada di empat [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/13/air-sumur-bor-program-tmmd-kodim-0718-pati-kini-dinikmati-warga-dan-petani-desa-godo">Air Sumur Bor Program TMMD Kodim 0718/Pati Kini Dinikmati Warga dan Petani Desa Godo</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PATI (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Di tengah musim kemarau yang mulai dirasakan para petani, kehadiran sumber air menjadi harapan baru bagi lahan pertanian warga, yang selama ini kerap mengalami kesulitan dalam hal pengairan.</p>
<p>Namun hal itu kini sirna, setelah para petani di Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, melihat air mengalir dari sumur bor yang ada di empat titik. Raut wajah bahagia terlihat jelas dari sosok Suparmin (54), menyaksikan hasil kerja dari program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati.</p>
<p>Di area persawahan yang ditanami jagung itu, Suparmin terlihat tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Didampingi Babinsa Desa Godo, Serda Sujono, dia langsung mencuci tangan menggunakan air dari sumur bor itu, sebagai ungkapan rasa bahagia dan terima kasih atas bantuan yang diberikan melalui program TMMD.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/05/13/bi-bareskrim-polri-dan-botasupal-bersinergi-berantas-rupiah-palsu">BI, Bareskrim Polri, dan Botasupal Bersinergi Berantas Rupiah Palsu</a></strong></p>
<p>“Alhamdulillah, sekarang sawah kami sudah dekat dengan sumber air. Biasanya kalau musim kemarau datang, tanaman jagung sering kekurangan air. Dengan adanya sumur bor ini, sangat membantu petani,&#8221; ungkap Suparmin, yang ditemui pada Rabu (13/5/2026).</p>
<p>Menurutnya, selama bertahun-tahun para petani di wilayahnya harus mencari cara, agar tanaman tetap bertahan saat debit air mulai berkurang. Tidak sedikit petani yang khawatir gagal panen, akibat sulitnya mendapatkan pasokan air.</p>
<p>Sementara itu, Serda Sujono menyampaikan, program pengeboran air bersih ini memang menjadi salah satu bentuk kepedulian TNI, terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya petani.</p>
<p>Dia berharap, keberadaan sumber air itu, dapat membantu meningkatkan hasil pertanian warga, sekaligus memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Godo.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/13/air-sumur-bor-program-tmmd-kodim-0718-pati-kini-dinikmati-warga-dan-petani-desa-godo">Air Sumur Bor Program TMMD Kodim 0718/Pati Kini Dinikmati Warga dan Petani Desa Godo</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Petani Grobogan Tewas Tersengat Jebakan Listrik Buatan Sendiri di Sawah, Begini Kronologinya</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/07/petani-grobogan-tewas-tersengat-jebakan-listrik-buatan-sendiri-di-sawah-begini-kronologinya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 May 2026 15:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[jebakan listrik]]></category>
		<category><![CDATA[ngaringan]]></category>
		<category><![CDATA[petani]]></category>
		<category><![CDATA[sawah]]></category>
		<category><![CDATA[Tersengat listrik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=558391</guid>

					<description><![CDATA[<p>GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Seorang petani asal Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, meninggal dunia setelah tersengat jebakan listrik di area persawahan Desa Kalanglundo, Kamis (7/5/2026). Korban diduga tersengat jebakan listrik yang dipasang sendiri untuk menghalau hama tikus di sawahnya. Peristiwa petani Ngaringan meninggal dunia akibat tersengat jebakan listrik itu sontak menggegerkan warga sekitar. BACA JUGA : Kolaborasi Global: [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/07/petani-grobogan-tewas-tersengat-jebakan-listrik-buatan-sendiri-di-sawah-begini-kronologinya">Petani Grobogan Tewas Tersengat Jebakan Listrik Buatan Sendiri di Sawah, Begini Kronologinya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GROBOGAN (SUARABARU.ID) –</strong> Seorang petani asal Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, meninggal dunia setelah tersengat jebakan listrik di area persawahan Desa Kalanglundo, Kamis (7/5/2026).</p>
<p>Korban diduga tersengat jebakan listrik yang dipasang sendiri untuk menghalau hama tikus di sawahnya.</p>
<p>Peristiwa petani Ngaringan meninggal dunia akibat tersengat jebakan listrik itu sontak menggegerkan warga sekitar.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/05/07/kolaborasi-global-fh-unissula-dan-fuu-ukm-malaysia-jalin-kerja-sama-akademi">Kolaborasi Global: FH Unissula dan FUU UKM Malaysia Jalin Kerja Sama Akademi</a></strong></h6>
<p>Korban diketahui berinisial DS (66), warga Desa Kalanglundo, yang ditemukan dalam kondisi tengkurap di pinggir sawah miliknya.</p>
<p>Korban pertama kali dicari oleh keluarganya setelah sejak pagi tidak kunjung pulang ke rumah. Sang istri, Gemi, mulai merasa khawatir karena biasanya korban sudah kembali sebelum siang hari.</p>
<p>Gemi kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pencarian di area persawahan. Warga turut menyisir sejumlah titik sawah yang biasa dikerjakan korban.</p>
<p>Saat pencarian berlangsung, warga menemukan korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa di dekat area sawahnya. Penemuan itu langsung dilaporkan kepada perangkat desa dan kepolisian.</p>
<p>Mendapat laporan tersebut, jajaran Polsek Ngaringan bersama Tim Inafis Polres Grobogan segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara atau TKP.</p>
<p>Petugas kesehatan dari Puskesmas Ngaringan juga turut mendatangi lokasi guna melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi tubuh korban.</p>
<h6><strong>Tersengat Arus Listrik</strong></h6>
<p>Dari hasil olah TKP, polisi menemukan adanya kawat kecil yang dialiri listrik di sekitar area sawah. Kawat tersebut dipasang menggunakan bambu penyangga sebagai media penghantar arus listrik.</p>
<p>Petugas juga menemukan titik lokasi korban terjatuh tidak jauh dari kawat jebakan tersebut. Dugaan sementara, korban tersengat arus listrik saat berada di area sawahnya sendiri.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/05/07/antusias-ikuti-latihan-menembak-senjata-ringan-ketua-dprd-grobogan-lusia-indah-artani-ungkapkan-pengalaman-seru-bersama-jajaran-forkopimda">Antusias Ikuti Latihan Menembak Senjata Ringan, Ketua DPRD Grobogan Lusia Indah Artani Ungkapkan Pengalaman yang Seru</a> </strong></h6>
<p>Polisi menyebut jebakan listrik itu dipasang korban untuk mengusir hama tikus yang selama ini merusak tanaman pertanian di wilayah tersebut.</p>
<p>Selain kawat beraliran listrik, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Barang bukti itu antara lain power inverter merek Hanaya 1000 watt, aki rakitan, serta bambu penyangga kawat.</p>
<p>Pemeriksaan medis terhadap tubuh korban menunjukkan adanya sejumlah luka yang mengarah pada sengatan listrik. Petugas menemukan luka bakar pada bagian dada korban.</p>
<p>Selain itu, terdapat luka pada jari tangan korban yang diduga menjadi titik kontak pertama dengan aliran listrik. Kondisi tubuh korban juga memperlihatkan tanda kuat akibat tersengat arus listrik.</p>
<p>Petugas memastikan tidak menemukan adanya tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban. Polisi pun mengarah pada dugaan kecelakaan akibat jebakan listrik tersebut.</p>
<p>Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto melalui Kapolsek Ngaringan IPTU Andry Fajar menyampaikan bahwa hasil penyelidikan sementara mengarah pada kecelakaan akibat jebakan tikus beraliran listrik.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/05/07/himalika-ftik-usm-sosialisasi-ke-siswa-sma-dan-smk-di-kota-semarang">Himalika FTIK USM Sosialisasi ke Siswa SMA dan SMK di Kota Semarang</a></strong></h6>
<p>“Dari hasil pemeriksaan di lapangan, tidak ditemukan unsur penganiayaan. Korban diduga meninggal akibat tersengat aliran listrik dari jebakan tikus miliknya sendiri,” ujar IPTU Andry Fajar.</p>
<p>Pihak kepolisian kemudian melakukan pendataan dan meminta keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian untuk melengkapi proses penyelidikan.</p>
<p>Sementara itu, keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Anak kandung korban, Ika Rohmah (40), mewakili keluarga dalam proses penanganan kepolisian.</p>
<p>Keluarga juga menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Penolakan tersebut dituangkan melalui surat pernyataan resmi bermaterai.</p>
<p>Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan, polisi menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.</p>
<p>“Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” imbuh Kapolsek Ngaringan.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/05/07/melindungi-generasi-muda-menekan-tindak-kriminalitas">Melindungi Generasi Muda, Menekan Tindak Kriminalitas</a></strong></h6>
<p>Peristiwa itu menjadi perhatian warga setempat karena penggunaan jebakan tikus beraliran listrik masih ditemukan di sejumlah area persawahan Kabupaten Grobogan.</p>
<p>Kapolsek Ngaringan, Iptu Andry Fajar Irianto juga mengingatkan bahwa penggunaan aliran listrik untuk jebakan hama sangat berbahaya dan dapat mengancam keselamatan pemilik maupun warga lain yang melintas di area sawah.</p>
<p>Kapolsek Ngaringan meminta masyarakat mencari cara lain yang lebih aman dalam mengendalikan hama tikus agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di wilayah Grobogan.</p>
<p>Kasus petani Ngaringan meninggal dunia akibat tersengat jebakan listrik di sawah itu menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar tidak lagi menggunakan aliran listrik untuk membasmi hama tikus. Polisi menilai metode tersebut sangat berisiko memicu korban jiwa.</p>
<p>“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menggunakan aliran listrik sebagai jebakan hama tikus karena hal tersebut sangat berbahaya dan berisiko menimbulkan korban jiwa, baik bagi pemilik maupun orang lain,” tegas IPTU Andry Fajar.</p>
<p><strong>TYA WIDYA</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/07/petani-grobogan-tewas-tersengat-jebakan-listrik-buatan-sendiri-di-sawah-begini-kronologinya">Petani Grobogan Tewas Tersengat Jebakan Listrik Buatan Sendiri di Sawah, Begini Kronologinya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Digitalisasi Pupuk Bersubsidi, Merawat Kehormatan Petani</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/12/31/digitalisasi-pupuk-bersubsidi-merawat-kehormatan-petani</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 14:46:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[i-Pubers]]></category>
		<category><![CDATA[milenial]]></category>
		<category><![CDATA[petani]]></category>
		<category><![CDATA[pupuk indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=537303</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; MAGELANG (SUARABARU.ID) – MENTARI pagi mulai beranjak terik. Muhammad Amanullah (33) duduk di teras Usaha Dagang (UD) Jambul, Desa Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Senin, 22 Desember 2025. Sebagai petani muda, dipundaknya sudah memikul amanah menjadi bendahara Kelompok Tani Maju Mulyo, Dusun Gunung Tugel, Desa Purwosari, Kecamatan Secang. Sebelum siang, belasan karung pupuk bersubsidi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/12/31/digitalisasi-pupuk-bersubsidi-merawat-kehormatan-petani">Digitalisasi Pupuk Bersubsidi, Merawat Kehormatan Petani</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID) – MENTARI </strong>pagi mulai beranjak terik. Muhammad Amanullah (33) duduk di teras Usaha Dagang (UD) Jambul, Desa Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Senin, 22 Desember 2025. Sebagai petani muda, dipundaknya sudah memikul amanah menjadi bendahara Kelompok Tani Maju Mulyo, Dusun Gunung Tugel, Desa Purwosari, Kecamatan Secang.</p>
<p>Sebelum siang, belasan karung pupuk bersubsidi harus ditebus di Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS) UD Jambul, yang telah ditunjuk PT Pupuk Indonesia (Persero). Tidak semua milik Aman, melainkan titipan dari sejumlah petani di desanya. Tujuannya agar pengambilan pupuk bisa sekali jalan. Menghemat waktu  tenaga, dan ongkos lain.</p>
<p>Distribusi akan lebih mudah, melihat waktu tempuh sekira 15 menit. Itupun dengan kondisi jalanan naik turun di perbukitan desa-desa setempat. Pihak petugas lapangan PPTS memfasilitasi angkutan pikap untuk membantu memudahkan para petani. Terkhusus, banyak petani yang sudah berusia lanjut. Mereka kesulitan menjangkau PPTS, dengan medan seperti itu.</p>
<p>”Akhir-akhir ini Alhamdulillah lebih mudah (pembelian pupuk bersubsidi). Pengambilan pupuk tidak harus pakai Kartu Tani saja, pakai KTP (Kartu Tanda Penduduk) semakin mudah. Mencari pupuk <em>enggak</em> kesulitan kayak tahun-tahun kemarin,” kata pemuda yang pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren tersebut.</p>
<p>Dalam penebusan pupuk, Aman cukup membawa sejumlah Kartu Tani milik petani yang diwakilinya. Bila tidak, cukup menggunakan surat kuasa dengan KTP. Bahkan juga, untuk petani muda seperti dirinya bisa membeli pupuk melalui aplikasi Integrasi Pupuk Bersubsidi (i-Pubers). Sebuah transformasi digital yang belakangan dilahirkan PT Pupuk Indonesia dan Kementerian Pertanian.</p>
<p>Ya, cukup dengan membawa KTP yang sudah terdaftar pada elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). Hanya hitungan menit dibantu pelayanan petugas PPTS, karung-karung pupuk bersubsidi sudah bisa dipersiapkan diangkut menggunakan pikap.</p>
<p>Penebusan pupuk, kata Aman, harus dilakukan secepat mungkin. Di penghujung tahun 2025 ini, sebagian petani setempat segera mulai masuk musim tanam baru. Artinya petani membutuhkan ketepatan waktu untuk memupuk tanamannya. Saat pentingnya pada masa pertumbuhan tanaman.</p>
<p>Mayoritas petani di daerah setempat mengandalkan komoditas hortikultura, seperti jagung, ketela pohon, cabai, bahkan kopi. Jenis-jenis tanaman pangan yang digarap petani ini mendapat jatah pupuk subsidi dari pemerintah.</p>
<p>Adapun, Aman menanam komoditas jagung, di mana saat ini memasuki usia remaja. Pada masa ini, tanaman juga membutuhkan nutrisi dari pupuk. Dia mengombinasikan pupuk kimia, dan pupuk kandang untuk menjaga kestabilan kesuburan tanah.</p>
<p>”Ketika pemupukan itu terlambat itu resikonya, pertumbuhan tanaman akkan jadi terganggu. Maka dengan skema pengambilan pupuk ini, masa pemupukan itu jadi lebih mudah dan tepat waktu. Cukup beli pupuk membawa KTP saja bisa,” ucap anak ke empat dari lima bersaudara tersebut.</p>
<p>Kebijakan lain yang disyukurinya sebagai petani muda, yakni Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi sudah diturunkan lagi 20% sejak 22 Oktober 2025. Hal ini tertuang pada keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025. Kebijakan ini serasa bak hangatnya mentari pagi yang merambati punggung petani di tengah lelah.</p>
<p>Secara rinci harga sesuai HET terbaru,  Pupuk Urea pada angka Rp1.800 per kilogram (kg) atau Rp90 ribu per karung berukuran 50 kg. Pupuk NPK Phonska seharga Rp1.840 per kg atau Rp92 ribu per karung ukuran 50 kg. Pupuk NPK Kakao seharga Rp2.640 per kg atau Rp132 ribu per karung ukuran 50 kg. Pupuk ZA seharga Rp1.360 atau Rp68 ribu per karung ukuran 50 kg. Selanjutnya Pupuk Organik Petroganik Rp640 atau Rp25.600 per karung 40 kg.</p>
<p>”Saya selaku petani mengucapkan banyak terima kasih. Semoga kedepannya masalah yang kaitannya dengan pupuk untuk petani itu dipermudah selalu. Sehingga petani bisa maju, lebih produktif,” kata Aman.</p>
<figure id="attachment_537316" aria-describedby="caption-attachment-537316" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-medium wp-image-537316" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-02-400x267.jpg" alt="" width="400" height="267" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-02-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-02-150x100.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-02-537x360.jpg 537w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-02.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-537316" class="wp-caption-text">Aman Amanullah (33) di antara tanaman jagung di ladangnya, di Dusun Gunung Tugel, Desa Purwosari, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Mewariskan Profesi Petani</strong></p>
<p>Sedikit berkisah, Aman mengambil jalan berbeda dari para saudara kandungnya. Profesi di dunia pertanian dengan mantap diri dipilihnya. Ia ingin melanjutkan pekerjaan petani, sebagai kehormatan dari orang tua yang harus diteruskannya. Jalan yang tidak mudah diambil oleh orang lain, khususnya generasi muda.</p>
<p>Matanya berbinar, mengenang martabat pekerjaan sang ayah sebagai petani. Ingatan yang selalu terjaga. Dengan cerita indah, ketelatenan sang ayah mengolah tanah. Tak kurang, tak lebih. Akan tetapi cukup untuk bertumbuh, hidup-menghidupi keluarga.</p>
<p>”Saya melihat kondisi orang tua di rumah, sedangkan lahan masih ada. Kalau tidak ada salah satu anaknya yang meneruskan profesi orang tuanya, nanti ladangnya bagaimana? Padahal orang zaman dahulu itu sudah <em>’ngrekosoni’</em> (susah payah) untuk memiliki ladang,” kata dia.</p>
<p>Keputusan menjadi petani, tak seketika sembrono datang. Ada rasa yang timbul di hati. Dahulu, saat libur dari pendidikan di pondok di pesantren, Man sering ke ladang untuk membantu orang tuanya. Baik mencangkul, menyemprot pestisida, dan lain-lain. Didikan ini dirasakan sangat bermakna, dan bernilai. Menjadi pondasi arah tujuannya hari ini.</p>
<p>Satu hal, ada prinsip yang pernah disampaikan sang ayah. Dalam bahasa Jawa berbunyi ‘<em>Sing penting wong tani urip ning ndeso iso macul, dene sesuk iku sampeyan gede dadi wong mulya sing penting iso macul’</em>. Bila diartikan singkat ’Yang penting jadi orang tani di desa itu harus bisa mencangkul, walaupun suatu saat menjadi orang sukses yang penting bisa mencangkul’.</p>
<figure id="attachment_537317" aria-describedby="caption-attachment-537317" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-537317" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-03-400x267.jpg" alt="" width="400" height="267" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-03-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-03-150x100.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-03-537x360.jpg 537w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-03.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-537317" class="wp-caption-text">Aman Amanullah (33) menunjukkan inovasi pupuk kandang dari kotoran kambing untuk dikombinasikan dengan pupuk kimia sebagai nutrisi tanaman. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Garap Konsep Pertanian Sirkular</strong></p>
<p>Ilmu dan ketekunan Aman memang belum sebesar petani senior, ataupun ayahnya. Justru hal ini menjadi tugas besar baginya. Dia ingin menerapkan dunia pertanian yang sirkular. Mengombinasikan kebutuhan pupuk kimia, dan pupuk kandang untuk tanaman.</p>
<p>Setidaknya saat ini, dia memelihara sekira 20-an kambing. Kotoran hewan digunakan untuk memupuk tanaman hortikultura di ladang. Tanaman jagung miliknya, mulai dibiasakan diberikan gabungan nutrisi dari pupuk kimia dan pupuk kandang.</p>
<p>”Kalau sebelum tanam, saya kasih pupuk kandang. Sebenarnya saling ketergantungan antara pemupukan kimia dan pupuk kandang untuk pemupukan jagung,” ucapnya.</p>
<p>Di sisi lain apabila tanah terus menerus dimanjakan hanya dengan pupuk kimia, maka tidak akan baik untuk karakternya. Dari pengamatannya, tanah menjadi keras dan tak lagi subur alami. Maka perlu keseimbangan.</p>
<p>Belakangan, lanjut Aman, harga jagung sedang bagus. Kadang petani bisa menjual jagung pipilan seharga Rp6.000-Rp6.500. Angka yang dirasa melegakan hati. Apalagi, kekecewaan petani kerap kali timbul dari harga panen yang tidak sepadan dari jerih payah menanam.</p>
<p>Pada arah yang sama, harga pupuk subsidi juga sudah lebih murah 20% ketimbang sebelumnya. Kondisi ini, harap dia, akan menjadi energi dan motivasi tersendiri bagi petani muda di Indonesia.</p>
<p>Tuntutan digitalisasi dalam penyaluran pupuk bersubsidi dinilai sudah cukup menjawab kebutuhan generasi muda petani. Tentunya hal ini akan menjadi kebanggaan, dan mampu merawat kehormatan petani. Swasembada pangan berada di pundak generasi muda kedepan.</p>
<figure id="attachment_537318" aria-describedby="caption-attachment-537318" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-537318" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-04-400x267.jpg" alt="" width="400" height="267" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-04-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-04-150x100.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-04-537x360.jpg 537w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-04.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-537318" class="wp-caption-text">Pelaksana lapangan PPTS UD Jambul, di Desa Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, membantu simulasi proses penebusan pupuk subsidi melalui aplikasi i-Pubers. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>i-Pubers, Digitalisasi untuk Keadilan Akses Pupuk Subsidi</strong></p>
<p>Kementerian Pertanian dan PT Pupuk Indonesia, telah meluncurkan aplikasi Integrasi Pupuk Bersubsidi (i-Pubers). Dirilisnya wadah digital ini digunakan untuk memantau, mencatat dan mengatur distribusi pupuk subsidi di seluruh Indonesia. Tidak lagi manual, setiap transaksi akan tercatat jelas, sehingga pemerintah dapat mengawasi langsung distribusi pupuk dari hulu hingga hilir.</p>
<p>Ganang Aswin (32), petani muda asal Desa Purwosari, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, juga merasakan dampak digitalisasi penyaluran pupuk bersubsidi. Menurutnya, untuk menebus pupuk subsidi, petani hanya perlu membawa kartu tani yang sudah terdaftar pada RDKK.</p>
<p>”Untuk pembelian, sudah tidak ribet lagi <em>kayak</em> dulu. <em>Kan </em>sebelumnya ribet, harus ada prosedur-prosedurnya seperti itu. Sekarang kalau saya cukup memakai kartu tani. <em>Enggak </em>perlu surat ini itu. Tinggal gesek (kartu), ada kuota diambil gitu,” ucapnya.</p>
<p>Ketersediaan pupuk subsidi dan aksesnya menjadi penting. Meski demikian, Ganang mengatakan, perlu kombinasi pupuk kimia dan pupuk kandang dalam bertani. Ini sangat dibutuhkan tanaman pada masa pertumbuhannya. Tidak boleh terlambat.</p>
<p>”Kebutuhannya kondisional, tergantung jumlah tanaman. Saya mengombinasikan pupuk kimia dan pupuk kandang, supaya juga bisa menjaga kestabilan kesuburan tanah,” ucap petani hortikultura itu</p>
<p>Kemudahan metode digitalisasi tersebut direstui Fatkhul Arif, Pelaksana lapangan Usaha Dagang (UD) Jambul, Desa Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Inovasi itu diakuinya berdampak pada serapan pupuk bersubsidi oleh petani yang cukup signifikan hingga penghujung tahun 2025.</p>
<p>”Pupuk NPK Ponska sekitar 95% serapannya. Kalau Pupuk Urea kurang lebih 85%. Jadi harapannya petani agar segera menebusnya. Sayang kalau tidak diambil, karena sekarang aturannya sudah sangat dipermudah,” ucapnya.</p>
<p>Arif bilang, PPTS UD Jambul bertugas melayani 20 kelompok tani di empat desa di Kecamatan Secang. Di antaranya Desa Pucang, Purwosari, Donorojo, dan Secang. Butir-butir nutrisi tanaman itu berguna pada komoditas tanaman pangan unggulan setempat. Di antaranya padi dan tanaman hortikultura seperti jagung, ketela, hingga cabai.</p>
<p>Lebih lanjut, sebagai pelaksana lapangan, Arif harus memiliki strategi dalam mendistribusikan pupuk langsung ke tangan petani. Dia bekerja keras menyosialisasikan kemudahan pembelian pupuk agar terdistribusi ke sawah dan ladang-ladang petani. Salah satunya menyediakan fasilitas angkut dan antar, bekerja sama dengan kelompok tani setempat.</p>
<p>Pupuk telah menjadi salah satu instrumen vital menjaga kehidupan petani. Butir-butir pupuk itu ialah hak mereka. Akan sangat tidak adil, bila ketersediaannya tidak tepat sasaran.</p>
<p>Sejauh ini, dikatakan Arif, digitalisasi penyaluran pupuk subsidi melalui aplikasi i-Pubers cukup efektif dan tepat sasaran. Jejak digital penebusan pupuk subsidi oleh petani terpantau betul. Dengan begitu, jatah pupuk subsidi petani tidak akan diambil oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.</p>
<p>Layanan ini diharapkan mampu memberikan jawaban bagi petani muda dari kalangan milenial maupun gen z yang berniat terjun di dunia pertanian. Mereka akan menjadi pewaris utama dalam menjaga kehormatan profesi petani. Sekaligus menafkahi bangsa ini dengan ketahanan pangannya.</p>
<p>“Para petani menyambut dengan senang hati dan gembira. Kalau dari sisi laporan sekarang lebih enak, karena sudah digitalisasi ya. Sebelumnya yang manual, sekarang lebih simpel lebih gampang dengan memakai <em>handphone</em> (gawai). Jadi terobosan i-Pubers pakai KTP itu sangatlah membantu,” kata Arif.</p>
<figure id="attachment_537320" aria-describedby="caption-attachment-537320" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-537320" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-05-400x267.jpg" alt="" width="400" height="267" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-05-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-05-150x100.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-05-537x360.jpg 537w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-05.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-537320" class="wp-caption-text">Pupuk subsidi dari PPTS dikirim ke Kelompok Tani Maju Mulyo, Dusun Gunung Tugel, Desa Purwosari, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Serapan Pupuk Tinggi, Hasil Panen Melimpah</strong></p>
<p>Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, mengatakan, realisasi serapan pupuk bersubsidi pada 2025 di provinsi ini cukup apik. Angkanya mencapai 93,61% hingga 29 Desember 2025.</p>
<p>Rinciannya khusus untuk Pupuk Urea, dari alokasi 735.139.000 kg telah terdistribusikan ke petani mencapai 662.415.618 kg. Kemudian untuk Pupuk NPK Phonska dari alokasi 634.567.000 kg, telah terserap 626.261.314 kg. Secara umum ada lima jenis pupuk bersubsidi yakni Pupuk Urea, NPK Phonska, ZA, NPK Khusus, dan Organik Petroganik.</p>
<p>Frans bilang, angka serapan pupuk subsidi itu telah berkontribusi searah pada hasil panen yang mampu bertambah ruah. Bahkan, hasil panen komoditas padi, jagung, dan kedelai dari Jawa Tengah berkontribusi tiga besar nasional.</p>
<p>“Untuk padi, kontribusinya terhadap nasional nomor tiga. Jagung, kontribusinya terhadap nasional nomor dua, dan kedelai kontribusinya terhadap nasional nomor satu,” katanya.</p>
<p>Datanya, luas tanam padi di Jawa Tengah pada 2024 sebanyak 1.910.391 hektare menjadi 2.025.782 hektare pada 2026. Hasil produksi gabah kering panen (GKP) pada 2024 yakni 8.891.297 ton menjadi 9.397.904 ton pada 2025. Naik 5.066 ton, atau meningkat 0,06%.</p>
<p>Kemudian, luas tanam Jagung sebanyak 625.856 hektare pada 2024 menjadi 585.140 hektare. Hasil produksinya dari 3.282.384 ton menjadi 3.560.447 ton.  Naik 2.781 ton, atau 0,08%.</p>
<p>Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) memperkiraan produksi beras secara nasional sepanjang Januari–Desember 2025 akan mencapai 34,77 juta ton. Angka ini meningkat 4,14 juta ton atau naik 13,54 persen dengan perbandingan periode yang sama tahun 2024.</p>
<p>Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji ismartini, mengatakan, angka itu dicatatkan dari data potensi luas panen padi Januari-Desember 2025 yang mencapai 11,35 juta hektare. Atau meningkat sebesar 12,98 persen dibandingkan Januari-Desember 2024.</p>
<p>”Produksi padi gabah kering giling (GKG) pada Januari-Desember 2025 diperkirakan mencapai 60,34 juta ton,  atau meningkat sebesar 13,55 persen dibandingkan Januari-Desember 2024,” katanya, Senin, 3 November 2025, melansir laman Kementerian Pertanian.</p>
<figure id="attachment_537322" aria-describedby="caption-attachment-537322" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-537322" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-06-400x267.jpg" alt="" width="400" height="267" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-06-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-06-150x100.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-06-537x360.jpg 537w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-06.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-537322" class="wp-caption-text">Proses pengiriman pupuk bersubsidi dari PPTS UD Jambul, kepada Kelompok Tani Maju Mulyo, Dusun Gunung Tugel, Desa Purwosari, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Meringkas Gemuknya Aturan Distribusi Pupuk</strong></p>
<p>Hasil produksi yang bertambah ruah itu, disebut Pudji, diawali dari kebijakan  pemerintah dalam memperkuat sektor hulu-hilir. Salah satunya  memudahkan proses penyaluran pupuk bersubsidi yang tepat sasaran, transparan, serta akuntabel.</p>
<p>Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, dahulu benang kusut distribusi pupuk harus melalui keputusan 12 menteri, 38 gubernur, dan 514 bupati/wali kota. Totalnya menggemuk 145 regulasi.</p>
<p>”Sekarang, cukup dari Kementerian Pertanian langsung ke pabrik. Pabrik langsung ke petani,&#8221; katanya dalam konferensi pers di kantor Kementan, Jakarta, Rabu 22 Oktober 2025.</p>
<p>Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengatakan, perseroan mengalokasikan jatah 9,55 juta ton pupuk bersubsidi pada 2025. Jumlah itu harus segera terserap oleh petani dengan segala aspek kemudahan penebusannya.</p>
<p>&#8220;Tidak hanya tata kelola korporasi, perusahaan juga melakukan pembenahan-pembenahan pada tata kelola penyediaan pupuk. Untuk itu kami mendorong petani di seluruh Indonesia dapat mengoptimalkan penebusan pupuk bersubsidi yang tahun ini dialokasikan pemerintah sebesar 9,55 juta ton,&#8221; kata Rahmad, dinukil dari rilis pada laman PT Pupuk Indonesia, Senin, 20 Oktober 2025.</p>
<p>Perusahaan, lanjut Rahmad, menjalankan amanah penyaluran pupuk bersubsidi sesuai dengan tata kelola baru yang diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi, serta Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 15 Tahun 2025 sebagian peraturan pelaksanaannya.</p>
<p>Dengan demikian, tugas PT Pupuk Indonesia dalam setiap jengkal pendistribusiannya dipastikan harus sesuai dengan prinsip 7T, yaitu tepat jenis, jumlah, harga, tempat, waktu, mutu, dan penerima.</p>
<p>Perbaikan tata kelola telah dilakukan perseroan melalui implementasi sistem digitalisasi di sepanjang jalur proses bisnis PT Pupuk Indonesia. Dimulai dari pabrik, kios pengecer atau PPTS, hingga di tangan petani. Tiap butir pupuk subsidi yang dimanfaatkan petani, diharapkan akan memberikan hasil yang melimpah ruah untuk capaian swasembada pangan bangsa. (*)</p>
<p><strong><em>Diaz Azminatul Abidin</em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/12/31/digitalisasi-pupuk-bersubsidi-merawat-kehormatan-petani">Digitalisasi Pupuk Bersubsidi, Merawat Kehormatan Petani</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Musibah di Tengah Hujan: Petani Ngaringan Grobogan Tersambar Petir Saat Bekerja di Sawah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/11/03/musibah-di-tengah-hujan-petani-ngaringan-grobogan-tersambar-petir-saat-bekerja-di-sawah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2025 05:18:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[Kaladongsari]]></category>
		<category><![CDATA[ngaringan]]></category>
		<category><![CDATA[petani]]></category>
		<category><![CDATA[Pria]]></category>
		<category><![CDATA[Tersambar petir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=505147</guid>

					<description><![CDATA[<p>GROBOGAN (SUARABARU.ID) &#8211; Seorang petani di Desa Kalangdosari, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah tersambar petir. Peristiwa tersebut terjadi di area persawahan di Desa Kaladongsari, Kecamatan Ngaringan, pada Minggu (2/11/2025) siang. Korban diketahui bernama Jiman (47), warga Dusun Payasan, Desa Kalangdosari. Saat peristiwa terjadi, korban sedang berada di sawahnya ketika hujan deras [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/03/musibah-di-tengah-hujan-petani-ngaringan-grobogan-tersambar-petir-saat-bekerja-di-sawah">Musibah di Tengah Hujan: Petani Ngaringan Grobogan Tersambar Petir Saat Bekerja di Sawah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GROBOGAN (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Seorang petani di Desa Kalangdosari, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah tersambar petir.</p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi di area persawahan di Desa Kaladongsari, Kecamatan Ngaringan, pada Minggu (2/11/2025) siang.</p>
<p>Korban diketahui bernama Jiman (47), warga Dusun Payasan, Desa Kalangdosari. Saat peristiwa terjadi, korban sedang berada di sawahnya ketika hujan deras disertai petir melanda wilayah tersebut.</p>
<h5>BACA JUGA ; <a href="https://suarabaru.id/2025/11/03/di-depan-wapres-prof-imam-terangkan-sumbangsih-unissula-dan-ybwsa-tangani-banjir-semarang">Di Depan Wapres Prof Imam Terangkan Sumbangsih Unissula dan YBWSA Tangani Banjir Semarang</a></h5>
<p>Dalam keterangannya, Kapolsek Ngaringan, AKP Mujiyadari menjelaskan, korban sempat berniat pulang setelah hujan semakin deras, namun nahas, sesaat sebelum mencapai jalan desa, petir menyambar dan korban langsung terjatuh.</p>
<p>Sukardi (53), orang pertama yang melihat langsung kejadian itu, yakni ketika petir menyambar korban. Ia segera berteriak meminta pertolongan.</p>
<p>Usai petir menyambar tubuh korban, dua warga lainnya, Dasmo (44) dan Ahmad Saifudin (29), yang kebetulan melintas di jalan desa, segera mendekati lokasi kejadian.</p>
<p>“Saat didekati, korban sudah tergeletak dengan kondisi wajah gosong dan tidak bergerak,” jelas Kapolsek Ngaringan, AKP Mujiyadari.</p>
<p>Warga yang panik segera melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa setempat, Ahmad Saepul Hadi (28).</p>
<p>Tak lama kemudian, pihak desa menghubungi mobil jenazah untuk mengevakuasi korban ke rumah duka di Dusun Payasan.</p>
<p>Anggota Polsek Ngaringan bersama Tim Inafis Polres Grobogan serta petugas medis dari Puskesmas Ngaringan mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP serta pemeriksaan awal terhadap jenazah.</p>
<p>Kapolsek menjelaskan, hasil visum luar yang dilakukan tim medis, terdapat sejumlah luka bakar pada tubuh korban.</p>
<p>Luka terlihat pada bagian kepala, leher, dada, ketiak, serta betis kanan. Selain itu, terdapat rambut terbakar dan keluarnya cairan darah dari telinga kanan korban.</p>
<p>&#8220;Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik atau penganiayaan. Korban meninggal dunia karena tersambar petir,&#8221; ungkap AKP Mujiyadari.</p>
<p>Barang-barang milik korban yang diamankan di lokasi antara lain topi hitam, kaos lengan panjang warna hitam, dan celana training hitam, yang sebagian tampak terbakar akibat sambaran petir.</p>
<p>Selain itu juga ditemukan caping hangus dan selang sedot air, yang digunakan korban untuk pekerjaannya sebagai penyedia jasa sedot air sawah.</p>
<p>Pihak keluarga yang diwakili istri korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.</p>
<h5><strong>BACA JUGA : </strong><strong><a href="https://suarabaru.id/2025/11/03/ahmad-luthfi-lakukan-peletakan-batu-pertama-rumah-sakit-moewardi-wujudkan-masjid-ramah-musafir">Ahmad Luthfi Lakukan Peletakan Batu Pertama, Rumah Sakit Moewardi Wujudkan Masjid Ramah Musafir</a></strong></h5>
<p>“Korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan di pemakaman desa setempat,” ungkap Kapolsek Ngaringan, AKP Mujiyadari.</p>
<p>Adanya kejadian ini, Kapolsek Ngaringan mengimbau masyarakat agar lebih waspada beraktivitas di luar ruangan, terutama di area terbuka seperti sawah saat hujan disertai petir.</p>
<p>&#8220;Sambaran petir memiliki risiko fatal, terutama bagi warga yang membawa peralatan logam atau berada di tanah terbuka tanpa perlindungan,&#8221; imbau AKP Mujiyadari.</p>
<p><strong>TYA WIDYA</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/03/musibah-di-tengah-hujan-petani-ngaringan-grobogan-tersambar-petir-saat-bekerja-di-sawah">Musibah di Tengah Hujan: Petani Ngaringan Grobogan Tersambar Petir Saat Bekerja di Sawah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemkab Batang Salurkan BLT Cukai untuk Pekerja dan Petani Tembakau</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/10/15/pemkab-batang-salurkan-blt-cukai-untuk-pekerja-dan-petani-tembakau</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2025 16:13:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Batang]]></category>
		<category><![CDATA[BLT Cukai]]></category>
		<category><![CDATA[pekerja]]></category>
		<category><![CDATA[petani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=501703</guid>

					<description><![CDATA[<p>BATANG (SUARABARU.ID) &#8211; Pemerintah Kabupaten Batang mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2025 di Aula Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Rabu (15/10/2025). Program ini ditujukan untuk membantu para pekerja terdampak, khususnya yang bergerak di sektor industri hasil tembakau. Penyaluran BLT DBHCHT dilakukan secara bertahap melalui [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/15/pemkab-batang-salurkan-blt-cukai-untuk-pekerja-dan-petani-tembakau">Pemkab Batang Salurkan BLT Cukai untuk Pekerja dan Petani Tembakau</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BATANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Batang mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2025 di Aula Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Rabu (15/10/2025).</p>
<p>Program ini ditujukan untuk membantu para pekerja terdampak, khususnya yang bergerak di sektor industri hasil tembakau.</p>
<p>Penyaluran BLT DBHCHT dilakukan secara bertahap melalui Dinas Sosial Kabupaten Batang. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama buruh pabrik rokok dan petani tembakau yang terdampak fluktuasi industri.</p>
<p>Bupati Batang M Faiz Kurniawan mengatakan, bahwa penyaluran BLT merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan pemanfaatan dana cukai sesuai dengan peraturan Kementerian Keuangan.</p>
<p>“Dana DBHCHT tidak hanya digunakan untuk mendukung kesehatan dan penegakan hukum, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terdampak cukai, salah satunya melalui pemberian BLT,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan ekonomi masyarakat, terutama di tengah tantangan industri tembakau yang terus beradaptasi dengan kebijakan nasional.</p>
<p>Penerima program BLT di Kecamatan Bawang ada Desa Gunungsari 41 Buruh Tani, Desa Jambangan 49 Buruh Tani, Desa Kalirejo 139 Buruh Tani, Desa Kebaturan 93 Buruh Tani, Desa Purbo 33 Buruh Tani, Desa Wonosari 96 Buruh Tani, Desa Candirejo 103 Buruh Tani, Desa Deles 110 Buruh Tani, Desa Pangempon 29 Buruh Tani, Desa Sidoharjo 112 Buruh Tani, dan Desa Surjo 70 Buruh Tani.</p>
<p>“Jadi total penerima BLT disini sebanyak 875 buruh tani, semoga dapat memanfaatkan bantuan ini dengan baik,” harapnya.</p>
<p>Selain itu, Dinas Sosial Kabupaten Batang juga sudah menyalurkan program BLT di Kecamatan Tersono ada 324 Buruh Tani, Reban ada 557 Buruh Tani, Tulis ada 179 Buruh Pabrik Rokok, Subah ada 30 Buruh Tani, dan Bandar ada 7 Buruh Tani.</p>
<p>“Program BLT DBHCHT merupakan agenda rutin pemerintah daerah yang diharapkan berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kesehatan masyarakat sebagaimana amanat regulasi cukai nasional,” terangnya.</p>
<p>Salah Satu Penerima BLT DBHCHT Musriah menyampaikan, terima kasih kepada Pemkab Batang dan Bea Cukai yang telah memberikan bantuan BLT.</p>
<p>“Bantuan ini sangat berarti bagi kami para pekerja dan masyarakat yang bekerja sebagai buruh petani tembakau dan buruh rokok,” ujar dia.</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/15/pemkab-batang-salurkan-blt-cukai-untuk-pekerja-dan-petani-tembakau">Pemkab Batang Salurkan BLT Cukai untuk Pekerja dan Petani Tembakau</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Generasi Milenial Grobogan Diajak Budidaya Melon Sweetnet, Modal Kecil Untung Besar</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/09/05/generasi-milenial-grobogan-diajak-budidaya-melon-sweetnet-modal-kecil-untung-besar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2025 09:20:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi milenial]]></category>
		<category><![CDATA[Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[melon sweetnet]]></category>
		<category><![CDATA[petani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=494503</guid>

					<description><![CDATA[<p>GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Budidaya melon sweetnet semakin menarik perhatian petani di Grobogan. Dengan modal hanya Rp5-9 juta, mereka berpeluang meraup keuntungan hingga Rp30 juta. Para petani di Kabupaten Grobogan sudah membuktikan prospek ini. Mereka menanam melon premium sweetnet dan berhasil mendapatkan hasil panen yang menggiurkan. Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan, Kukuh Prasetyo Rusady, memperkenalkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/09/05/generasi-milenial-grobogan-diajak-budidaya-melon-sweetnet-modal-kecil-untung-besar">Generasi Milenial Grobogan Diajak Budidaya Melon Sweetnet, Modal Kecil Untung Besar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GROBOGAN (SUARABARU.ID) –</strong> Budidaya melon sweetnet semakin menarik perhatian petani di Grobogan. Dengan modal hanya Rp5-9 juta, mereka berpeluang meraup keuntungan hingga Rp30 juta.</p>
<p>Para petani di Kabupaten Grobogan sudah membuktikan prospek ini. Mereka menanam melon premium sweetnet dan berhasil mendapatkan hasil panen yang menggiurkan.</p>
<p>Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan, Kukuh Prasetyo Rusady, memperkenalkan varian melon sweetnet kepada petani lokal. Menurutnya, melon ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan.</p>
<h5><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2025/09/05/wagub-jateng-lepas-penerbangan-perdana-semarang-kuala-lumpur-masyarakat-sambut-antusias">Wagub Jateng Lepas Penerbangan Perdana Semarang-Kuala Lumpur, Masyarakat Sambut Antusias</a></strong></h5>
<p>Kukuh menjelaskan, melon sweetnet dikenal dengan rasa manis, daging buah oranye tebal, serta tekstur renyah.</p>
<p>Varietas ini berasal dari Thailand dan Vietnam, namun kini populer di Indonesia karena kualitasnya yang tinggi.</p>
<p>Ia menambahkan, program budidaya melon sweetnet merupakan salah satu arahan dari Kementerian Pertanian untuk memberikan alternatif usaha tani selain padi, jagung, atau tanaman pokok lain.</p>
<p>“Kami mendorong petani agar mencoba melon sweetnet. Tanaman ini bisa menambah pendapatan mereka di luar hasil panen utama,” kata Kukuh, Jumat 5 September 2025.</p>
<p>Saat ini, setiap kecamatan di Grobogan sudah memiliki minimal satu greenhouse untuk budidaya melon sweetnet. Greenhouse tersebut dikelola kelompok tani yang berusia rata-rata 55 tahun ke atas.</p>
<p>Melihat kondisi itu, Kukuh mengajak generasi milenial agar tidak ragu menekuni usaha pertanian modern ini.</p>
<p>Ia menilai peluang bisnis melon sweetnet sangat cocok bagi anak muda yang mencari modal kecil dengan keuntungan besar.</p>
<p>“Dengan modal Rp5-9 juta saja, generasi milenial bisa panen Rp30 juta dalam waktu dua bulan. Apalagi sekarang generasi milenial suka yang pasti dan menjanjikan,” ujarnya.</p>
<p>Dari segi produktivitas, Kukuh memaparkan perhitungan sederhana. Dalam lahan<em> greenhouse</em> seluas 300 meter persegi, petani bisa menghasilkan sekitar 1.000 kilogram melon. Jika harga jual Rp30 ribu per kilogram, maka omzet yang didapat sekitar Rp30 juta.</p>
<p>Ia menegaskan, hitungan ini sangat realistis karena sudah terbukti oleh petani lokal.</p>
<p>“Inilah peluang yang seharusnya ditangkap generasi milenial,” tambahnya.</p>
<figure id="attachment_494505" aria-describedby="caption-attachment-494505" style="width: 681px" class="wp-caption alignleft"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-494505" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/09/Kukuh.jpeg" alt="" width="681" height="557" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/09/Kukuh.jpeg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/09/Kukuh-400x327.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/09/Kukuh-150x123.jpeg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-494505" class="wp-caption-text">Budidaya melon sweetnet ini bisa menjangkau anak muda yang ingin membuka usaha dengan modal minim namun untung banyak. Foto: dok Tya Widya.</figcaption></figure>
<p>Menariknya, melon sweetnet tidak harus ditanam dengan cara konvensional. Varietas ini bisa dibudidayakan secara hidroponik sehingga lebih hemat lahan dan air.</p>
<p>Metode hidroponik juga memungkinkan petani mengurangi penggunaan pestisida. Selain itu, masa panen menjadi lebih cepat sehingga keuntungan dapat diputar berulang kali sepanjang tahun.</p>
<p>Kukuh menyebutkan, varietas melon premium cukup beragam. Di antaranya sweetnet 8, sweetnet 9, sweethummy, hingga kinanti. Setiap varietas memiliki penggemar tersendiri di kalangan petani maupun konsumen.</p>
<p>“Petani tinggal menyesuaikan pilihan varietas sesuai kebutuhan pasar,” jelasnya.</p>
<p>Menurut Kukuh, kelebihan melon sweetnet tidak hanya dari sisi rasa, tetapi juga daya tarik pasar yang semakin tinggi. Konsumen menilai buah ini lebih eksklusif dibanding melon biasa.</p>
<h5><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2025/09/05/kwarran-kalinyamatan-raih-juara-1-lomba-administrasi-tingkat-kwarcab-jepara">Kwarran Kalinyamatan Raih Juara 1 Lomba Administrasi Tingkat Kwarcab Jepara.</a></strong></h5>
<p>Karena itu, ia menegaskan peluang usaha budidaya melon sweetnet di Grobogan terbuka lebar. Apalagi pasar buah premium di Indonesia terus berkembang.</p>
<p>Generasi milenial yang tertarik bisa memulai dari skala kecil dengan sistem greenhouse sederhana. Dari sana, mereka dapat memperluas usaha sesuai permintaan pasar.</p>
<p>“Pertanian modern seperti ini bisa menjadi peluang besar bagi anak muda di Grobogan. Jika mau serius, hasilnya sangat menjanjikan,” pungkas Kukuh.</p>
<p><strong>TYA WIDYA</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/09/05/generasi-milenial-grobogan-diajak-budidaya-melon-sweetnet-modal-kecil-untung-besar">Generasi Milenial Grobogan Diajak Budidaya Melon Sweetnet, Modal Kecil Untung Besar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BI Latih Petani Brebes Tingkatkan Literasi Digital</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/06/28/bi-latih-petani-brebes-tingkatkan-literasi-digital</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2025 16:23:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[bi]]></category>
		<category><![CDATA[Brebes]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[petani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=481466</guid>

					<description><![CDATA[<p>BREBES (SUARABARU.ID) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Tegal bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes menyelenggarakan pelatihan Petani Milenial PekA Digitalisasi di Pendopo Kabupaten Brebes, Jumat (27/6/2025). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi digital petani milenial, khususnya dalam pemasaran dan ekspor komoditas bawang merah. Sebagai narasumber, Ricardo de Mello, Certified Digital Marketing Consultant, KPwBI [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/28/bi-latih-petani-brebes-tingkatkan-literasi-digital">BI Latih Petani Brebes Tingkatkan Literasi Digital</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BREBES (SUARABARU.ID)</strong> – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Tegal bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes menyelenggarakan pelatihan Petani Milenial PekA Digitalisasi di Pendopo Kabupaten Brebes, Jumat (27/6/2025).</p>
<p>Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi digital petani milenial, khususnya dalam pemasaran dan ekspor komoditas bawang merah. Sebagai narasumber, Ricardo de Mello, Certified Digital Marketing Consultant, KPwBI Tegal dan Bank Indonesia (BI) Tegal.</p>
<p>Ricardo sebagai konsultan digital marketing memaparkan enam langkah perubahan mindset bagi petani milenial untuk mengoptimalkan digitalisasi. Dari Sekadar Bertani Menjadi Pebisnis &#8220;Petani modern tidak hanya menanam dan panen, tetapi juga perlu memahami harga, branding, dan strategi pasar,&#8221; jelas Ricardo.</p>
<p>Melek teknologi dan tidak ragu belajar hal baru, konsisten dan sabar dalam pemasaran online,</p>
<p>berani ekspansi ke pasar global dengan storytelling produk (Membangun cerita produk untuk meningkatkan kepercayaan pembeli).</p>
<p>Selanjutnya harus berani beralih dari ketergantungan tengkulak ke transaksi langsung, utamakan bangun kepercayaan, keuntungan akan menyusul.</p>
<p>Kepala KPwBI Tegal, Bimala menyatakan bahwa pelatihan ini sejalan dengan program PeKA (Peduli, Kenali, Adukan) Bank Indonesia untuk meningkatkan pemahaman</p>
<p>Peduli: Produk/layanan keuangan digital.</p>
<p>Kenali: Risiko penipuan dan mitigasinya.</p>
<p>Adukan: Peran regulator dalam perlindungan konsumen.</p>
<p>Bimala menambahkan, Brebes menyumbang 19-20 persen produksi bawang merah nasional (384.400 ton pada 2022). Namun, produksi menurun dari 350 ribu ton (2018) menjadi 250-290 ribu ton (2023) akibat fluktuasi harga, cuaca ekstrem, dan distribusi yang tidak optimal.</p>
<p>&#8220;Dengan produktivitas rata-rata 10 ton/hektar dan masa tanam 3-4 kali per tahun, digitalisasi bisa menjadi solusi untuk stabilisasi harga dan perluasan pasar,&#8221; tegas Bimala.</p>
<p>Menurut Bimala, pelatihan ini diharapkan mendorong petani milenial Brebes beralih dari pola tradisional ke pemasaran digital, mengurangi ketergantungan pada tengkulak, dan membuka peluang ekspor. &#8220;Digitalisasi bukan hanya tentang teknologi, tapi juga perubahan paradigma untuk kesejahteraan petani,&#8221; pungkas Bimala.</p>
<p><strong>Sutrisno</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/28/bi-latih-petani-brebes-tingkatkan-literasi-digital">BI Latih Petani Brebes Tingkatkan Literasi Digital</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bulog Buru Gabah 97 Hektar Kadar Air 30 Persen di Tambirejo Grobogan, Petani Bungah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/02/19/bulog-buru-gabah-97-hektar-kadar-air-30-persen-di-tambirejo-grobogan-petani-bungah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Feb 2025 11:20:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[bulog]]></category>
		<category><![CDATA[gabah 97 persen]]></category>
		<category><![CDATA[Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[kadar air 30]]></category>
		<category><![CDATA[petani]]></category>
		<category><![CDATA[Tambirejo]]></category>
		<category><![CDATA[toroh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=461525</guid>

					<description><![CDATA[<p>GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Bulog Perwakilan Kota Semarang memburu gabah 97 hektar dengan kadar air (KA) 30 persen di Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan. Menjelang panen raya awal tahun 2025 ini, Bulog sudah menguji sampel gabah baru panen memiliki KA 30 persen. Ahmad Aris, petugas Pemeriksa Kualitas UB Jatasma Wilayah Jawa Tengah Cabang Semarang mengatakan, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/19/bulog-buru-gabah-97-hektar-kadar-air-30-persen-di-tambirejo-grobogan-petani-bungah">Bulog Buru Gabah 97 Hektar Kadar Air 30 Persen di Tambirejo Grobogan, Petani Bungah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GROBOGAN (SUARABARU.ID)</strong> – Bulog Perwakilan Kota Semarang memburu gabah 97 hektar dengan kadar air (KA) 30 persen di Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan.</p>
<p>Menjelang panen raya awal tahun 2025 ini, Bulog sudah menguji sampel gabah baru panen memiliki KA 30 persen.</p>
<p>Ahmad Aris, petugas Pemeriksa Kualitas UB Jatasma Wilayah Jawa Tengah Cabang Semarang mengatakan, dalam uji coba sampel gabah panen setiap 100 gram terdapat 3 gram kotor dan gabah <em>kopong</em> (tidak bernas/tidak berisi).</p>
<p>&#8220;Dari sampel itu, 100 gram kita dapati kadar air 30 persen dan kotoran 3 persen saja. Termasuk kualitas terbaik karena hanya kotor 3 persen,&#8221; jelas Ahmad, saat menguji sampel gabah saat panen di Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Rabu 19 Februari 2025.</p>
<p>Gabah dengan kadar air 30 persen ini dibeli Bulog dengan harga tinggi, dan menjadi petani yang menanam senang atau <em>bungah. </em>Karena padi yang biasa dibeli dengan harga jauh di bawah itu.</p>
<p><strong>Petani Bungah</strong></p>
<p>Selain itu, para petani yang menjadi sasaran Bulog mengaku <em>bungah </em>atau senang karena gabah sudah dibeli dengan harga Rp 6.500 per kilogram. Hal tersebut menjadi perhatian karena tidak jarang ada pemborong yang membeli gabah pada harga Rp 4.500 per kilogram.</p>
<p>Supriyadi, Mitra Tani Bulog Desa Tambirejo mengaku bersyukur dengan adanya pemborong yang langsung menghabiskan gabah mereka, yakni Bulog.  &#8220;Kami bersyukur sudah dapat pemborong yakni Bulog. Kita para petani akan lebih giat lagi bertani, terutama saat padi siap panen. Alhamdulilah, Bulog membayar Rp 6.500 per kilogram,&#8221; ujar Supriyadi.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/19/bulog-buru-gabah-97-hektar-kadar-air-30-persen-di-tambirejo-grobogan-petani-bungah">Bulog Buru Gabah 97 Hektar Kadar Air 30 Persen di Tambirejo Grobogan, Petani Bungah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>