blank
Tim Inafis Polres Grobogan melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Foto: dok Polres Grobogan.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Seorang petani di Desa Kalangdosari, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah tersambar petir.

Peristiwa tersebut terjadi di area persawahan di Desa Kaladongsari, Kecamatan Ngaringan, pada Minggu (2/11/2025) siang.

Korban diketahui bernama Jiman (47), warga Dusun Payasan, Desa Kalangdosari. Saat peristiwa terjadi, korban sedang berada di sawahnya ketika hujan deras disertai petir melanda wilayah tersebut.

BACA JUGA ; Di Depan Wapres Prof Imam Terangkan Sumbangsih Unissula dan YBWSA Tangani Banjir Semarang

Dalam keterangannya, Kapolsek Ngaringan, AKP Mujiyadari menjelaskan, korban sempat berniat pulang setelah hujan semakin deras, namun nahas, sesaat sebelum mencapai jalan desa, petir menyambar dan korban langsung terjatuh.

Sukardi (53), orang pertama yang melihat langsung kejadian itu, yakni ketika petir menyambar korban. Ia segera berteriak meminta pertolongan.

Usai petir menyambar tubuh korban, dua warga lainnya, Dasmo (44) dan Ahmad Saifudin (29), yang kebetulan melintas di jalan desa, segera mendekati lokasi kejadian.

“Saat didekati, korban sudah tergeletak dengan kondisi wajah gosong dan tidak bergerak,” jelas Kapolsek Ngaringan, AKP Mujiyadari.

Warga yang panik segera melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa setempat, Ahmad Saepul Hadi (28).

Tak lama kemudian, pihak desa menghubungi mobil jenazah untuk mengevakuasi korban ke rumah duka di Dusun Payasan.

Anggota Polsek Ngaringan bersama Tim Inafis Polres Grobogan serta petugas medis dari Puskesmas Ngaringan mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP serta pemeriksaan awal terhadap jenazah.

Kapolsek menjelaskan, hasil visum luar yang dilakukan tim medis, terdapat sejumlah luka bakar pada tubuh korban.

Luka terlihat pada bagian kepala, leher, dada, ketiak, serta betis kanan. Selain itu, terdapat rambut terbakar dan keluarnya cairan darah dari telinga kanan korban.

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik atau penganiayaan. Korban meninggal dunia karena tersambar petir,” ungkap AKP Mujiyadari.

Barang-barang milik korban yang diamankan di lokasi antara lain topi hitam, kaos lengan panjang warna hitam, dan celana training hitam, yang sebagian tampak terbakar akibat sambaran petir.

Selain itu juga ditemukan caping hangus dan selang sedot air, yang digunakan korban untuk pekerjaannya sebagai penyedia jasa sedot air sawah.

Pihak keluarga yang diwakili istri korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

BACA JUGA : Ahmad Luthfi Lakukan Peletakan Batu Pertama, Rumah Sakit Moewardi Wujudkan Masjid Ramah Musafir

“Korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan di pemakaman desa setempat,” ungkap Kapolsek Ngaringan, AKP Mujiyadari.

Adanya kejadian ini, Kapolsek Ngaringan mengimbau masyarakat agar lebih waspada beraktivitas di luar ruangan, terutama di area terbuka seperti sawah saat hujan disertai petir.

“Sambaran petir memiliki risiko fatal, terutama bagi warga yang membawa peralatan logam atau berada di tanah terbuka tanpa perlindungan,” imbau AKP Mujiyadari.

TYA WIDYA