<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Perempuan Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/perempuan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 01 May 2026 13:18:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Perempuan Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tetap Cantik untuk Urusan Domestik, Fesyen Perempuan ala Natapola </title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/01/tetap-cantik-untuk-urusan-domestik-fesyen-perempuan-ala-natapola</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 May 2026 13:18:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Life Style]]></category>
		<category><![CDATA[Devy Natalia]]></category>
		<category><![CDATA[Domestik]]></category>
		<category><![CDATA[Fesyen]]></category>
		<category><![CDATA[Natapola]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=557307</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) – Tren busana perempuan kian berkembang. Baik dikenakan untuk aktivitas di luar rumah maupun saat mengerjakan pekerjaan domestik. Brand lokal Kota Semarang, Natapola, menangkap peluang bisnis fesyen perempuan tersebut. Hingga menghadirkan konsep busana yang tetap bergaya, dan nyaman, saat dipakai sehari-hari di dalam rumah. Devy Natalia pemilik outltet sekaligus perancang busana wanita, mengatakan, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/01/tetap-cantik-untuk-urusan-domestik-fesyen-perempuan-ala-natapola">Tetap Cantik untuk Urusan Domestik, Fesyen Perempuan ala Natapola </a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> – Tren busana perempuan kian berkembang. Baik dikenakan untuk aktivitas di luar rumah maupun saat mengerjakan pekerjaan domestik.</p>
<p>Brand lokal Kota Semarang, Natapola, menangkap peluang bisnis fesyen perempuan tersebut. Hingga menghadirkan konsep busana yang tetap bergaya, dan nyaman, saat dipakai sehari-hari di dalam rumah.</p>
<p>Devy Natalia pemilik outltet sekaligus perancang busana wanita, mengatakan, ada hal yang memicunya membuat konsep tren fesyen itu.</p>
<p>Dia mengaku mengamati kebiasaan sebagain perempuan. Di mana tampil maksimal saat bepergian di luar rumah, namun cenderung kurang memperhatikan penampilan saat di rumah.</p>
<p>“Kadang gemes lihat ibu-ibu, kalau keluar rumah bisa dandan cantik. Tapi di rumah pakai daster seadanya. Padahal di rumah juga ada suami, kenapa tidak tetap tampil menarik,” katanya saat pembukaan toko Natapola, Kota Semarang, Jumat 1 Mei 2026.</p>
<p>Berangkat dari pemikitan tersebut, Devy menghadirkan lini khusus fesyen busana rumah bertajuk “From Devy.  Santai dan tetap modis.</p>
<p>Dia bilang, koleksi ini dirancang agar perempuan tetap merasa percaya diri, meski hanya beraktivitas di dalam rumah.</p>
<p>Devy menegaskan, seluruh produk Natapola merupakan hasil produksi dalam negeri dengan desain original. Ia menolak anggapan bahwa produknya mengambil dari luar negeri.</p>
<p>“Semua kita bikin sendiri di Indonesia, dari desain sampai produksi. Kalau pun ada yang dari luar, hanya bagian kecil seperti kancing atau aksesoris,” katanya.</p>
<p>Dari sisi desain, dia mengatakan, tidak terpaku pada satu kiblat tertentu. Konsep desainnya lebih bersifat global, mengikuti tren fasyen.</p>
<p>&#8220;Tetap disesuaikan dengan karakter perempuan Indonesia,&#8221; ucap perempuan 35 tahun itu.</p>
<p>Dikatakan Devy, koleksinya menyasar ibu rumah tangga, juga perempuan muda dengan rentang usia sekitar 20 hingga 30-an tahun. Variasi produknya pun cukup luas, mulai dari pakaian kasual, busana kerja, hingga homewear.</p>
<p>Dari sisi harga, dia ingin agar tetap   ramah di kantong pelanggan. Selain harga, variasi ukuran juga menjadi perhatian. Ukuran disediakan hingga XXL dengan lingkar dada mencapai 120 cm, guna mengakomodasi berbagai bentuk tubuh perempuan.</p>
<p>“Bentuk tubuh perempuan itu beda-beda. Jadi penting banget bisa coba langsung supaya tahu cocok atau tidak,” ucapnya.</p>
<p>Lebih lanjut, kqta dia, keputusan membuka toko fisik juga bukan tanpa alasan. Di tengah maraknya toko daring (marketplace), Devy justru melihat biaya berjualan online kini semakin tinggi.</p>
<p>“Sekarang menurut saya marketplace malah lebih mahal. Kalau offline, meski ada biaya sewa dan pegawai, tetap bisa lebih efisien kalau omzetnya bagus,” katanya. (*)</p>
<p><strong>Diaz A Abidin</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/01/tetap-cantik-untuk-urusan-domestik-fesyen-perempuan-ala-natapola">Tetap Cantik untuk Urusan Domestik, Fesyen Perempuan ala Natapola </a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Minisoccer dan Ruang Aktualisasi Perempuan </title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/01/minisoccer-dan-ruang-aktualisasi-perempuan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 May 2026 04:55:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Minisoccer]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[SKI Sports League]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=557218</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) — Delapan tim sepak bola perempuan mengikuti turnamen yang digelar SKI Sports League di Minisoccer Singosari Sport Arena, Sabtu 25 April 2026 malam. Dari lapangan olahraga itu, diharapkan bisa menjadi ruang aktualisasi bagi perempuan dalam menunjukkan  bakat dan kegigihan dari lapangan hijau. Founder SKI Sports League, Priscila Hediana, mengatakan, penyelenggaraan turnamen tersebut dilandasi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/01/minisoccer-dan-ruang-aktualisasi-perempuan">Minisoccer dan Ruang Aktualisasi Perempuan </a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> — Delapan tim sepak bola perempuan mengikuti turnamen yang digelar SKI Sports League di Minisoccer Singosari Sport Arena, Sabtu 25 April 2026 malam.</p>
<p>Dari lapangan olahraga itu, diharapkan bisa menjadi ruang aktualisasi bagi perempuan dalam menunjukkan  bakat dan kegigihan dari lapangan hijau.</p>
<p>Founder SKI Sports League, Priscila Hediana, mengatakan, penyelenggaraan turnamen tersebut dilandasi oleh keinginan membuka luas ruang bagi perempuan.</p>
<p>Perempuan punya kesempatan dalam berkembang di luar peran domestik, termasuk dalam dunia sepak bola yang selama ini masih didominasi laki-laki.</p>
<p>“Perempuan juga harus punya ruang untuk berkembang. Momentum Hari Kartini ini menjadi semangat bagi kami untuk menghadirkan wadah bagi perempuan agar bisa menyalurkan skill, khususnya di sepak bola,” katanya.</p>
<p>Dia mengatakan, waktu pelaksanaan yang berdekatan dengan peringatan Hari Kartini membawa pesan pemberdayaan perempuan atau women empowering.</p>
<p>&#8220;Dengan harapan mampu memantik lahirnya lebih banyak kompetisi serupa di masa depan,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah pendukung dari kalangan swasta. Priscilla berharap adanya keterlibatan lebih besar, khususnya Pemerintah Kota Semarang, untuk mendukung pembinaan sepak bola perempuan secara berkelanjutan.</p>
<p>Dikatakannya, dukungan pemerintah akan menjadi faktor penting dalam menjaga motivasi para atlet perempuan. Dengan fasilitas dan perhatian yang memadai, potensi pemain perempuan diyakini mampu bersaing hingga tingkat nasional bahkan internasional.</p>
<p>“Kalau ada dukungan dari pemerintah, tentu mereka akan lebih semangat. Kita ingin menunjukkan bahwa putri-putri daerah ini punya talenta luar biasa di sepak bola,” katanya.</p>
<p>Sebagian besar peserta turnamen berasal dari komunitas mini soccer, futsal, hingga sekolah sepak bola (SSB) putri. Kompetisi seperti ini dinilai sangat penting sebagai wadah pembinaan, baik dari sisi teknik maupun mental bertanding.</p>
<p>Priscila juga menyoroti, perkembangan sepak bola perempuan di Indonesia masih membutuhkan lebih banyak ruang kompetisi. Selama ini, baginya, perhatian publik masih terfokus pada sepak bola pria, padahal kualitas atlet perempuan dinilai tidak kalah kompetitif.</p>
<p>“Liga-liga kecil seperti ini menjadi titik awal. Tidak mungkin pemain langsung ada di level atas tanpa proses pembinaan dari bawah, termasuk melalui kompetisi,” katanya.</p>
<p>Sebanyak delapan tim ambil bagian dalam turnamen ini, berasal dari berbagai daerah seperti Semarang, Solo, hingga Yogyakarta. Di antaranya La Football Community, Kereta Perang, Manahan Squad, dan Mambruk FC.</p>
<p><strong>Perempuan dari Indonesia Timur </strong></p>
<p>Dalam laga itu, kehadiran Mambruk FC menjadi menarik. Tim tersebut beranggotakan pemain dari Indonesia Timur yang kini berdomisili di Yogyakarta.</p>
<p>Salah satu pemain senior Mambruk FC, Ussy Wonda (35), mengaku antusias mengikuti turnamen tersebut. Dia mengatakan, selama ini timnya lebih sering bermain di level futsal, khususnya di kalangan mahasiswa di Yogyakarta.</p>
<p>“Untuk mini soccer ini pertama kali kami ikut. Jadi tentu sangat senang karena ini pengalaman baru bagi kami, apalagi bisa bertemu dengan tim-tim dari kota lain,” katanya.</p>
<p>Dia menilai, turnamen sepak bola perempuan masih sangat minim, sehingga kehadiran kompetisi seperti ini menjadi sangat penting bagi para pemain perempuan.</p>
<p>Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini juga menjadi ruang silaturahmi antar klub dari berbagai daerah. Pertemuan dengan tim-tim baru menjadi motivasi tersendiri, terutama bagi pemain muda untuk terus berkembang.</p>
<p>“Dengan adanya turnamen seperti ini, kami bisa terus berkembang dan menunjukkan kemampuan kami,” ucapnya. (*)</p>
<p><strong>Diaz A Abidin</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/01/minisoccer-dan-ruang-aktualisasi-perempuan">Minisoccer dan Ruang Aktualisasi Perempuan </a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perempuan Memiliki Peran Besar dalam TMMD Reguler Ke-128 Kodim Sragen</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/04/27/perempuan-memiliki-peran-besar-dalam-tmmd-reguler-ke-128-kodim-sragen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 07:56:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kodim Sragen]]></category>
		<category><![CDATA[Peran Besar]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[TMMD Reg 128]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=556419</guid>

					<description><![CDATA[<p>SRAGEN (SUARABARU.ID) &#8211; Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) telah digelar di seantero Indonesia yang melibatkan elemen masyarakat. Dalam kegiatan ini TNI bergotong royong dengan masyarakat untuk membangun sebuah wilayah dengan sasaran berupa sarana fisik maupun non-fisik. Dalam TMMD sendiri, sosok para perempuan justru memiliki peran besar, memiliki andil dalam mensukseskan program TMMD tersebut. Seperti [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/27/perempuan-memiliki-peran-besar-dalam-tmmd-reguler-ke-128-kodim-sragen">Perempuan Memiliki Peran Besar dalam TMMD Reguler Ke-128 Kodim Sragen</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SRAGEN (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) telah digelar di seantero Indonesia yang melibatkan elemen masyarakat. Dalam kegiatan ini TNI bergotong royong dengan masyarakat untuk membangun sebuah wilayah dengan sasaran berupa sarana fisik maupun non-fisik.</p>
<p>Dalam TMMD sendiri, sosok para perempuan justru memiliki peran besar, memiliki andil dalam mensukseskan program TMMD tersebut.</p>
<p>Seperti yang terlihat dalam TMMD Reguler ke-128 di Kabupaten Sragen. Memasuki pekan pertama, progres pembangunan yang dicapai baik fisik maupun non fisik sudah terlihat signifikan.</p>
<p>Hal ini tak lepas dari peran serta dari berbagai komponen masyarakat, salah satunya adalah peran aktif ibu-ibu baik perorangan maupun kelompok.</p>
<p>Dalam TMMD Reg ke-128, kaum perempuan ikut membantu menyelesaikan sasaran fisik berupa cor jalan dengan panjang 1.100 meter.</p>
<p>Waginem (67) warga Desa Pemgadung Karangmalang, tampak ikut mengangkut dan meratakan batu, serta membantu proses pekerjaan sebisa yang ia lakukan, serta berbaur dengan anggota Satgas dalam menyelesaikan sasaran fisik berupa cor jalan program TMMD Reguler Kodim 075/Sragen.</p>
<p>&#8220;Yang kami lakukan adalah panggilan hati untuk membantu dalam pembangunan daerah kami,&#8221; ucap Waginem, Senin (27/4/2026).</p>
<p>&#8220;Kami membantu secara bergiliran dengan ikhlas, kami merasa bangga menjadi bagian dari kegiatan TMMD Reguler ini,&#8221; imbuhnya.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/27/perempuan-memiliki-peran-besar-dalam-tmmd-reguler-ke-128-kodim-sragen">Perempuan Memiliki Peran Besar dalam TMMD Reguler Ke-128 Kodim Sragen</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Kradenan Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Kos Purwodadi, Ini Penyebabnya</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/04/20/warga-kradenan-ditemukan-meninggal-dunia-di-kamar-kos-purwodadi-ini-penyebabnya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 05:40:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[kamar-kos]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Purwodadi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=554920</guid>

					<description><![CDATA[<p>GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Seorang perempuan ditemukan meninggal dunia di kamar kos di Jalan Cempaka III, Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Senin (20/4/2026). Peristiwa tersebut mengejutkan warga sekitar karena korban ditemukan di dalam kamar mandi kos pada pagi hari. Perempuan yang meninggal dunia di kamar kos Purwodadi itu diketahui bernama Heliyati (58), warga Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan. Penemuan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/20/warga-kradenan-ditemukan-meninggal-dunia-di-kamar-kos-purwodadi-ini-penyebabnya">Warga Kradenan Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Kos Purwodadi, Ini Penyebabnya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GROBOGAN (SUARABARU.ID) – </strong>Seorang perempuan ditemukan meninggal dunia di kamar kos di Jalan Cempaka III, Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Senin (20/4/2026).</p>
<p>Peristiwa tersebut mengejutkan warga sekitar karena korban ditemukan di dalam kamar mandi kos pada pagi hari.</p>
<p>Perempuan yang meninggal dunia di kamar kos Purwodadi itu diketahui bernama Heliyati (58), warga Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan. Penemuan jasad korban bermula dari kecurigaan penghuni kos terhadap aktivitas korban.</p>
<p><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/04/20/puluhan-santri-ponpes-asnawiyah-dirawat-di-dua-rumah-sakit-ini-kata-dinas-kesehatan-grobogan">Puluhan Santri Ponpes Asnawiyah Dirawat di Dua Rumah Sakit, Ini Kata Dinas Kesehatan Grobogan</a></strong></p>
<p>Pemilik kamar kos, Hartutik, menjadi orang pertama yang mengetahui keberadaan korban sebelum ditemukan meninggal. Ia melihat korban masuk ke dalam kamar kos sekitar pukul 05.00 WIB.</p>
<p>Saat itu, korban terlihat seperti biasa menjalani aktivitas pagi. Ia sempat membersihkan kamar kosnya sebelum akhirnya masuk ke kamar mandi.</p>
<p>Beberapa saat kemudian, aktivitas korban justru menimbulkan tanda tanya. Tidak ada suara air yang biasanya terdengar ketika seseorang mandi.</p>
<p>Kondisi tersebut membuat Suyati (48), asisten rumah tangga di rumah kos itu, merasa curiga. Ia mencoba memastikan keadaan korban dari luar kamar mandi.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/04/20/pelatihan-peer-counselor-ukm-pilus-usm-angkat-isu-relasi-sehat-di-kalangan-mahasiswa">Pelatihan Peer Counselor UKM Pilus USM Angkat Isu Relasi Sehat di Kalangan Mahasiswa</a></strong></h6>
<p>Suyati kemudian mengintip melalui lubang pintu kamar mandi. Dari situ, ia melihat kaki korban dalam posisi tidak wajar, yakni telentang di atas kloset.</p>
<p>Suyati segera melaporkan kondisi tersebut kepada pemilik kos. Hartutik kemudian datang untuk memastikan kondisi korban.</p>
<p>Pemilik kos bersama warga sekitar langsung berinisiatif membuka pintu kamar mandi dengan cara mendobrak.</p>
<p>Setelah pintu berhasil dibuka, korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Kejadian itu pun langsung mengundang perhatian warga sekitar.</p>
<p>Warga yang mengetahui peristiwa tersebut segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Polsek Purwodadi langsung merespons laporan itu.</p>
<p>Petugas bersama Tim Inafis Polres Grobogan segera mendatangi lokasi kejadian. Mereka melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).</p>
<p>Selain itu, tim medis dari Puskesmas Purwodadi 1 juga turut melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian.</p>
<p>Kapolsek Purwodadi AKP Siswanto memberikan keterangan terkait hasil pemeriksaan tersebut. Ia memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/04/20/siswa-smkn-1-gombong-juara-1-lomba-reels-ai-kamtibmas">Siswa SMKN 1 Gombong Juara 1 Lomba Reels AI Kamtibmas</a></strong></h6>
<p>&#8220;Dari hasil pemeriksaan medis dan olah TKP ditemukan bahwa korban meninggal dunia murni karena riwayat penyakit yang dideritanya,&#8221; jelas AKP Siswanto.</p>
<p>Polisi juga menguatkan hasil tersebut melalui keterangan pihak keluarga korban. Adik korban, Handiyani, menyampaikan riwayat kesehatan kakaknya.</p>
<p>Menurut keterangan keluarga, korban memang memiliki penyakit hipertensi dan diabetes. Kedua penyakit itu diduga menjadi faktor utama kematian korban.</p>
<p>Dari hasil olah TKP, petugas juga menemukan sejumlah barang bukti. Barang tersebut berkaitan dengan kondisi kesehatan korban.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/04/20/polres-kebumen-ungkap-peredaran-289-gram-sabu">Polres Kebumen Ungkap Peredaran 28,9 Gram Sabu</a></strong></h6>
<p>Polisi menemukan obat diabetes, obat penurun tekanan darah, serta cairan alkohol 70 persen. Semua barang itu berada di sekitar lokasi kejadian.</p>
<p>Temuan tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa korban meninggal akibat penyakit yang dideritanya. Tidak ada indikasi tindakan kriminal dalam peristiwa ini.</p>
<p>Setelah proses pemeriksaan selesai, petugas kemudian menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga. Keluarga menerima dengan ikhlas kejadian tersebut.</p>
<p><strong>TYA WIDYA</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/20/warga-kradenan-ditemukan-meninggal-dunia-di-kamar-kos-purwodadi-ini-penyebabnya">Warga Kradenan Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Kos Purwodadi, Ini Penyebabnya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kronologi Perempuan di Semarang Dibegal dengan Luka Sayat di Wajah, Polisi Buru Pelaku</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/04/06/kronologi-perempuan-di-semarang-dibegal-dengan-luka-sayat-di-wajah-polisi-buru-pelaku</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 08:49:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Pembegalan]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=552516</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Aksi pembegalan melukai seorang perempuan berinisial YH (30), di Jalan Halmahera Raya, Kelurahan Karang Tempel, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Ahad pagi, 5 April 2026. Kejadian itu ramai menjadi perbincangan publik di media sosial, usai rekaman melalui kamera pengawas atau CCTV disebarkan di kanal media sosial Instagram. Narasi yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/06/kronologi-perempuan-di-semarang-dibegal-dengan-luka-sayat-di-wajah-polisi-buru-pelaku">Kronologi Perempuan di Semarang Dibegal dengan Luka Sayat di Wajah, Polisi Buru Pelaku</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Aksi pembegalan melukai seorang perempuan berinisial YH (30), di Jalan Halmahera Raya, Kelurahan Karang Tempel, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Ahad pagi, 5 April 2026.</p>
<p>Kejadian itu ramai menjadi perbincangan publik di media sosial, usai rekaman melalui kamera pengawas atau CCTV disebarkan di kanal media sosial Instagram.</p>
<p>Narasi yang beredar, perempuan tersebut hendak memberikan pertolongan kepada temannya di luar gerbang rumah. Saat itu dia melihat temannya menjadi korban aksi pembegalan oleh dua orang pria.</p>
<p>Akan tetapi, perempuan tersebut malah menjadi sasaran serangan. Dia terekam dilukai membabi-buta menggunakan senjata tajam oleh pelaku yang bertindak sadis.</p>
<p>Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka sayat serius di bagian wajah dan tangan. Dia menjalani penanganan medis awal di Puskesmas Halmahera sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lanjutan.</p>
<p>Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban harus menjalani 17 jahitan akibat luka yang dideritanya. Selain luka fisik, korban juga mengalami kerugian materi berupa uang tunai sekitar Rp100 ribu.</p>
<p>Seorang saksi mata di lokasi, Ujang (30), pedagang ketoprak, mengaku saat kejadian dirinya baru tiba untuk berjualan.</p>
<p>Awalnya, dia mengira telah terjadi kecelakaan lalu lintas. Namun, ternyata peristiwa tersebut merupakan aksi pembegalan yang sempat menarik perhatian pengendara dan warga sekitar.</p>
<p>“Saya baru datang jualan, tahu-tahu sudah ramai. Kirain tabrakan, ternyata katanya ada yang dibegal,” katanya, Senin 6 April 2026.</p>
<p>Meski tidak melihat secara detail kejadian tersebut, Ujang menyebut saat itu korban sudah dalam kondisi tergeletak sambil memegangi kepala akibat luka yang cukup serius.</p>
<p>“Korban sempat tergeletak, pegangin kepala. Banyak orang sudah berkerumun,” katanya.</p>
<p>Menurutnya, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Korban kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat menggunakan kendaraan seadanya.</p>
<p>“Diantar pakai motor, sepertinya ke puskesmas dekat sini,” imbuhnya.</p>
<p>Hingga Senin pagi, lokasi kejadian tampak lengang dengan suasana yang masih menyisakan ketegangan. Kediaman korban terlihat dijaga aparat kepolisian, sementara pihak keluarga memilih belum memberikan keterangan kepada awak media karena masih dalam kondisi trauma.</p>
<p>Di sisi lain, aparat kepolisian terus bergerak melakukan penyelidikan. Sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan keterangan saksi, hingga penelusuran rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengungkap identitas pelaku.</p>
<p>Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena, mengatakan pihaknya saat ini masih memburu pelaku.</p>
<p>“Saat ini anggota sedang melakukan penyelidikan terhadap pelaku. Perkembangan akan kami sampaikan,” katanya.</p>
<p>Polisi juga meningkatkan patroli di kawasan tersebut guna mengantisipasi kejadian serupa, sekaligus menenangkan warga yang sempat resah akibat insiden tersebut.</p>
<p>Hingga kini, dua pelaku yang terlibat dalam aksi penjambretan disertai penganiayaan itu masih dalam pengejaran. (*)</p>
<p><em><strong>Diaz A Abidin</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/06/kronologi-perempuan-di-semarang-dibegal-dengan-luka-sayat-di-wajah-polisi-buru-pelaku">Kronologi Perempuan di Semarang Dibegal dengan Luka Sayat di Wajah, Polisi Buru Pelaku</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perempuan Ditemukan Lemas di Sungai Kedungjati Grobogan, Berawal dari Motor Misterius di Jembatan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/03/27/perempuan-ditemukan-lemas-di-sungai-kedungjati-grobogan-berawal-dari-motor-misterius-di-jembatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2026 07:28:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[Motor Misterius]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Kedungjati Grobogan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=551170</guid>

					<description><![CDATA[<p>GROBOGAN (SUARABARU.ID) &#8211; Seorang perempuan ditemukan dalam keadaan lemas di aliran sungai di Desa Klitikan, Kecamatan Kedungjati, Kamis (26/3/2026). Ia ditemukan sekitar pukul 14.30 WIB oleh warga setempat. Hal itu diungkapkan Kapolsek Kedungjati, AKP Endro Suseno dalam keterangannya. Menurut Kapolsek, perempuan tersebut kali pertama ditemukan oleh Jaryati (36), warga Desa Deras, Kecamatan Kedungjati. Pada saat itu, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/27/perempuan-ditemukan-lemas-di-sungai-kedungjati-grobogan-berawal-dari-motor-misterius-di-jembatan">Perempuan Ditemukan Lemas di Sungai Kedungjati Grobogan, Berawal dari Motor Misterius di Jembatan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GROBOGAN (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Seorang perempuan ditemukan dalam keadaan lemas di aliran sungai di Desa Klitikan, Kecamatan Kedungjati, Kamis (26/3/2026). Ia ditemukan sekitar pukul 14.30 WIB oleh warga setempat.</p>
<p>Hal itu diungkapkan Kapolsek Kedungjati, AKP Endro Suseno dalam keterangannya. Menurut Kapolsek, perempuan tersebut kali pertama ditemukan oleh Jaryati (36), warga Desa Deras, Kecamatan Kedungjati. Pada saat itu, dirinya hendak menuju ke Desa Klitikan untuk suatu keperluan.</p>
<p>Saat itu, ia sedang melewati jembatan dan melihat motor terparkir di jembatan tanpa ada pemiliknya. Selang 30 menit kemudian, Jaryati hendak pulang, namun ia masih melihat sepeda motor tersebut masih berada di atas jembatan.</p>
<p>Khawatir terjadi sesuatu, Jaryati kemudian menelepon Adek Saputro (23), warga Desa Klitikan, untuk menemuinya di jembatan.</p>
<p>Seampainya di jembatan, ia mengenali sepeda motor tersebut milik Sumeri (54), warga Desa Deras. Adek langsung melaporkan hal tersebut kepada Sumeri.</p>
<p>Mendapatkan laporan tersebut, pemilik sepeda motor langsung datang ke jembatan tersebut dan berupaya mencari istrinya yang bernama Susilowati (47). Warga mencoba melakukan pencarian terhadap pengendara sepeda motor tersebut.</p>
<p>Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Kedungjati. Kapolsek Kedungjati, AKP Endro Suseno mengungkapkan, personel Polsek Kedungjati melakukan pencarian terhadap korban yang dibantu warga.</p>
<p>Setelah lima jam pencarian, korban akhirnya ditemukan sekitar 200 meter dari jembatan. Korban ditemukan di aliran sungai dengan memegang potongan daun pisang dalam kondisi lemas. &#8220;Korban diangkat warga ke atas dan langsung dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Gubug untuk mendapatkan perawatan intensif,&#8221; jelas Endro.</p>
<p>Menurut Kapolsek, korban dalam kondisi sadar, namun pihaknya belum dapat melakukan pemeriksaan mendalam terkait peristiwa yang dialami korban.</p>
<p>&#8220;Dari hasil pemeriksaan kesehatan, ditemukan luka-luka dan korban sudah dalam kondisi sadar. Akan tetapi saat ini belum bisa dimintai keterangan dikarenakan masih dalam keadaan trauma,&#8221; tambah Kapolsek.</p>
<p>Sementara dari hasil olah TKP yang dilakukan Tim Inafis Polres Grobogan ditemukan sepeda motor Honda Revo tanpa adanya plat nomor dan surat-surat. Serta tas slempang warna hitam yang dibawa korban.</p>
<p><em><strong>Tya Widya</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/27/perempuan-ditemukan-lemas-di-sungai-kedungjati-grobogan-berawal-dari-motor-misterius-di-jembatan">Perempuan Ditemukan Lemas di Sungai Kedungjati Grobogan, Berawal dari Motor Misterius di Jembatan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa KKN UNU Purwokerto Latih Perempuan Desa Pucungbedug Inovasi Usaha Sabun Cuci Piring</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/03/04/mahasiswa-kkn-unu-purwokerto-latih-perempuan-desa-pucungbedug-inovasi-usaha-sabun-cuci-piring</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2026 05:23:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Banjarnegara]]></category>
		<category><![CDATA[Cair]]></category>
		<category><![CDATA[Cuci]]></category>
		<category><![CDATA[KKN]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Piring]]></category>
		<category><![CDATA[Pucungbedug]]></category>
		<category><![CDATA[Purwokerto]]></category>
		<category><![CDATA[Sabun]]></category>
		<category><![CDATA[umkm]]></category>
		<category><![CDATA[UNU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=547352</guid>

					<description><![CDATA[<p>BANJARNEGARA (SUARABARU.ID) &#8211; Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto Tahun 2026 mengadakan pelatihan pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sabun cuci piring cair di Desa Pucungbedug, Kecamatan Purwanegara, Kecamatan Banjarnegara, Rabu, 11 Februari 2026. Ketua KKN, Alif Andriansyah, mengatakan, program kerja dinamakan CungClean singkatan dari Pucungbedug Clean. Ini merupakan inovasi pemberdayaan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/04/mahasiswa-kkn-unu-purwokerto-latih-perempuan-desa-pucungbedug-inovasi-usaha-sabun-cuci-piring">Mahasiswa KKN UNU Purwokerto Latih Perempuan Desa Pucungbedug Inovasi Usaha Sabun Cuci Piring</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">
<div align="left">
<p dir="ltr"><strong>BANJARNEGARA (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto Tahun 2026 mengadakan pelatihan pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sabun cuci piring cair di Desa Pucungbedug, Kecamatan Purwanegara, Kecamatan Banjarnegara, Rabu, 11 Februari 2026.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Ketua KKN, Alif Andriansyah, mengatakan, program kerja dinamakan CungClean singkatan dari Pucungbedug Clean. Ini merupakan inovasi pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berfokus pada pembuatan dan pengembangan produk sabun cuci piring cair sebagai produk unggulan desa.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">&#8220;Ini merepresentasikan identitas lokal Desa Pucungbedug, sekaligus semangat kebersihan dan kemandirian ekonomi masyarakat,&#8221; ucapnya kepada Suarabaru.id.</p>
</div>
<p dir="ltr">Alif bilang, program ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas kalangan perempuan di desa tersebut.</p>
<div align="left">
<p dir="ltr">Diharapkannya, CungClean dapat berkembang menjadi UMKM yang terorganisir dengan baik. Kemudian mampu memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Sementara itu, sebagai narasumber, M Agis Maulana memaparkan materi mengenai peluang usaha rumahan. Tentang pentingnya inovasi produk, serta strategi membangun usaha dengan modal yang relatif kecil.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Peserta diajak memahami, bagaimana produk kebutuhan sehari-hari seperti sabun cuci piring memiliki potensi pasar yang luas.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">&#8220;Apabila dikemas dengan branding dan kualitas yang baik,&#8221; katanya.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr"><strong>Praktik Pembuatan</strong></p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Pada praktik langsung pembuatan sabun cuci piring cair, peserta dibagi dalam beberapa kelompok. Seluruhnya agar terlibat aktif dalam proses produksi, mulai dari pengukuran bahan, pencampuran, pengadukan, hingga menghasilkan tekstur yang sesuai.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Selain itu, pelatihan juga mencakup teknik pengemasan dan pembuatan label yang menarik sebagai bagian dari penguatan branding produk.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan terkait estimasi biaya produksi, harga jual, hingga potensi keuntungan.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Salah satu warga, Khomsiatun, megatakan, ada ketertarikan dengan peluang usaha rumahan itu.</p>
</div>
</div>
<div dir="auto">
<div align="left">
<p dir="ltr">&#8220;Sangat bermanfaat ilmunya yang nantinya bisa dikembangkan menjadi usaha rumahan,&#8221; ucapnya. (*)</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr"><strong>Diaz A Abidin</strong></p>
</div>
</div>
<div dir="auto"></div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/04/mahasiswa-kkn-unu-purwokerto-latih-perempuan-desa-pucungbedug-inovasi-usaha-sabun-cuci-piring">Mahasiswa KKN UNU Purwokerto Latih Perempuan Desa Pucungbedug Inovasi Usaha Sabun Cuci Piring</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Noviana Adinda Putri, Kisah Pengusaha Fesyen hingga Nahkodai Womenpreneur Hipmi Jateng</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/02/21/noviana-adinda-putri-rintis-bisnis-fesyen-sejak-smk-hingga-nahkodai-womenpreneur-hipmi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2026 11:42:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[By Adinda Hijab]]></category>
		<category><![CDATA[hipmi]]></category>
		<category><![CDATA[jateng]]></category>
		<category><![CDATA[jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Noviana Adinda Putri]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Womenpreneur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=545544</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; ”Perempuan juga bisa berdaya. Ketika perempuan bisa lebih bersinar, bisa terbang lebih tinggi lagi, why not? Asal tidak lupa dengan peran sebagai perempuan…” TENGAH hari dari kedai kopi. Kawasan Kota Lama Semarang sedang menjamu tamu-tamunya, Ahad, 8 Februari 2025. Ada yang berwisata, maupun berolahraga. Pun, dengan Noviana Adinda Putri. Menyeruput kopi, usai berolahraga dalam [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/21/noviana-adinda-putri-rintis-bisnis-fesyen-sejak-smk-hingga-nahkodai-womenpreneur-hipmi">Noviana Adinda Putri, Kisah Pengusaha Fesyen hingga Nahkodai Womenpreneur Hipmi Jateng</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<blockquote><p><span style="font-size: 12pt;"><strong><em>”Perempuan juga bisa berdaya. Ketika perempuan bisa lebih bersinar, bisa terbang lebih tinggi lagi, why not? </em><em>Asal tidak lupa dengan peran sebagai perempuan…”</em></strong></span></p></blockquote>
<p><strong>TENGAH </strong>hari dari kedai kopi. Kawasan Kota Lama Semarang sedang menjamu tamu-tamunya, Ahad, 8 Februari 2025. Ada yang berwisata, maupun berolahraga. Pun, dengan Noviana Adinda Putri. Menyeruput kopi, usai berolahraga dalam gelaran Hipmi Jawara Run di kawasan heritage tersebut.</p>
<p>Aroma kopi menghangatkan perbincangan kami dengan Adinda. Mengurai cerita bisnis fesyen busana muslimah yang telah berjalan satu dekade terakhir. Dari rintisan bisnis inilah, dia mengemban tugas baru untuk menumbuhkan perempuan pengusaha lainnya.</p>
<p>Tugas itu, yakni menjadi nahkoda Womenpreneur Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Tengah periode 2026-2029. Organisasi ini diharapkan menjadi wadah para perempuan pengusaha untuk tumbuh, berdaya, berkembang, dan bersinar.</p>
<figure id="attachment_545568" aria-describedby="caption-attachment-545568" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-medium wp-image-545568" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-21-at-19.10.35-1-400x304.jpeg" alt="" width="400" height="304" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-21-at-19.10.35-1-400x304.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-21-at-19.10.35-1-150x114.jpeg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-21-at-19.10.35-1-80x60.jpeg 80w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-21-at-19.10.35-1-100x75.jpeg 100w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-21-at-19.10.35-1.jpeg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-545568" class="wp-caption-text">Noviana Adinda Putri, perempuan pengusaha pemilik brand By Adinda Hijab, usai sesi wawancara di salah satu kedai kopi, di Kawasan Kota Lama Semarang, Ahad, 8 Februari 2026. (Foto: Diaz A Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Cerita Merintis Bisnis </strong></p>
<p>Usianya kini 27 menuju 28 tahun pada 2026. Tumbuh di Kota Lumpia Semarang. Penggemar olahraga padel. Dialah sosok perempuan muda di balik usaha fesyen dengan brand By Adinda Hijab asal Kota Semarang. Produknya berupa kerudung Perempuan, hingga busana muslimah yang cukup digemari pasar.</p>
<p>Cerita dimulai sekira 2016. Kala itu, Adinda masih duduk di bangku salah satu SMK Negeri di Kota Semarang. Naluri bisnis tumbuh, bermula ketika menjualkan barang pada platform dagang daring atau marketplace.</p>
<p>”Saya mulai usaha usia sekitar 16 tahun, karena tertarik <em>aja sih.</em> Jualan macam-macam <em>nih</em>. Akhirnya pas sudah mulai lulus sekolah, ternyata dari <em>market</em> itu tertarik usaha ke fesyen,” katanya.</p>
<p>Diakuinya, usaha dimulai dari dari suplai barang dagangan orang. 2-3 tahun berjalan, Adinda memberanikan diri untuk memproduksi barang sendiri. Sejumlah penjahit direkrut untuk mendukung usaha konveksi kecil-kecilan yang mulai dirintis. Berjalannya waktu, personel tim juga bertambah.</p>
<p>Dia bilang, geliat usahanya itu bertemu momen yang tepat. Membuat usaha cepat berkembang. Ya, berbekal pengalaman berdagang di marketplace sejak duduk di bangku SMK. Sendi-sendi tips berdagang, cukup banyak yang dipelajari. Lalu, bertemu dengan waktu yang tepat.</p>
<p>Salah satu platform dagang digital asal Singapura bergerilya masuk ke Indonesia. Sebagai platform anyar,  metode ‘bakar-bakar uang’ dilakukan dengan banyak promo. Momen itulah dimanfaatkan banyak pedagang untuk mempromosikan barang jualan. Termasuk Adinda dengan By Adinda Hijab.</p>
<p>“Sebagai penjual, kita diuntungkan banget. Pesaingnya belum sebanyak saat ini. Jadi penjualan seketika naik drastis,” ucap anak ketiga dari empat bersaudara itu.</p>
<p>Titik balik usahanya, mulai moncer pada tahun ketiga-keempat sejak masuk marketplace. Setiap tahun, penjualan terus naik. Dari puluhan, ratusan, hingga ribuan produk bisa terjual dalam satu hari saja.</p>
<p>”Dari yang kita timnya cuman enggak ada 10 orang. Dari yang packing, admin, penjahit, saat ini kita memberdayakan kurang lebih 120 tenaga kerja,” katanya.</p>
<figure id="attachment_545565" aria-describedby="caption-attachment-545565" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-545565" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-21-at-19.03.33-400x313.jpeg" alt="" width="400" height="313" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-21-at-19.03.33-400x313.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-21-at-19.03.33-150x117.jpeg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-21-at-19.03.33.jpeg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-545565" class="wp-caption-text">Produk By Adinda hijab dipamerkan dalam Central Java Investment Forum &amp; SMEs in Kuala Lumpur, Malaysia. (Dok)</figcaption></figure>
<p><strong>Buka Toko Offline hingga Rambah Ekspor</strong></p>
<p>Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan serta melebarkan bisnis, Adinda membuka toko offline. Toko pertamanya dibuka di Jalan Prof. Soedarto, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, pada Oktober 2022. Tak jauh dari kampus Universitas Diponegoro (Undip).</p>
<p>“Nah, itu the <em>first time</em> buka <em>store </em>ramai banget antusiasnya,” kata lulusan S1 Manajemen di salah satu kampus di Kota Semarang ini.</p>
<p>Dalam waktu enam bulan setelahnya, dia membuka enam cabang lain secara bersamaan. Tak hanya di Kota Semarang, di antaranya melebar ke Demak, Denpasar, DI Yogyakarta, dan Jakarta. Adapun total hingga saat ini telah membuka delapan cabang toko offline.</p>
<p>Sebelum membuka delapan cabang, produk By Adinda Hijab sudah mampu menembus pasar ekspor sejak 2019. Sejumlah negara di Asia Tenggara dijamah, di antaranya Vietnam, Filipina, Singapura, Thailand dan Malaysia. Hingga totalnya tujuh negara sebagai pasar produk.</p>
<p>Pada akhir 2025, produknya juga dipamerkan dalam Central Java Investment Forum &amp; SMEs in Kuala Lumpur, Malaysia. Selain produknya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi juga membawa sejumlah karya pengusaha lainnya. Seperti produk olahan kopi, dan lain-lain,</p>
<p>“Di sana juga kita ada <em>business matching</em>. Kita branding,” ucap Adinda.</p>
<figure id="attachment_545545" aria-describedby="caption-attachment-545545" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-545545" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/Dinda-1-400x346.jpeg" alt="" width="400" height="346" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/Dinda-1-400x346.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/Dinda-1-150x130.jpeg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/Dinda-1.jpeg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-545545" class="wp-caption-text">Pemilik brand By Adinda Hijab, Noviana Adinda Putri saat ditemui di salah satu kedai kopi di Kawasan Kota Lama Semarang, Ahad, 8 Februari 2026. (Dok)</figcaption></figure>
<p><strong>Berdayakan Perempuan, Siap Garap Program Pemerintah Pusat</strong></p>
<p>Fokus berbisnis, Adinda mengaku jarang bersosialisasi dengan sesama pengusaha di luar. Karena mayoritas fokus berdagang melalui toko daring, dia lebih sering di kantor, Gudang, dan toko miliknya sendiri. Barulah pada tiga tahun terakhir ini dia mulai keluar untuk bersosialisasi, membuka jaringan yang lebih luas.</p>
<p>Hingga pada suatu waktu dia dilirik oleh Ketua BPD Hipmi Jawa Tengah, Teddy Agung Tirtayadi untuk bergabung dalam organisasi. Adinda juga dinilai tepat memimpin Womenpreneur Hipmi Jawa Tengah. Dia dilantik pada awal pekan Februari 2025, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang.</p>
<p>Sosoknya dinilai tepat, terlebih organisasi Badan Semi Otonom (Basnom) Womenpreneur Hipmi di Jawa Tengah belum ada. Tak seperti di pusat dan provinsi lain. Adinda punya tugas untuk menjadikan  Womenpreneur Hipmi sebagai wadah para perempuan pengusaha untuk tumbuh.</p>
<p>”Saya dikasih amanah memberdayakan perempuan pengusaha di Jawa Tengah. Kebetulan figur saya dinilai tepat banget gitu. Maksudnya merintis usaha dari kecil sampai di titik ini dengan prestasi-prestasi juga,” katanya.</p>
<p>Terlebih, kata dia, perempuan yang bergabung di Hipmi Jawa Tengah  tidak mencapai 10% dari keseluruhan anggota. Akan tetapi, setelah Womenpreneur Hipmi Jawa tengah terbentuk, dia melihat banyak perempuan pengusaha yang akhirnya muncul. Di mana sebelumnya tak terlihat, karena belum bertemu wadahnya.</p>
<p>”Dari yang kita memang awalnya kita rekrut, ternyata banyak yang bermunculan. Setelah kita tarik datanya, bukan cuman usaha yang UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), akan tetapi juga banyak perempuan yang usahanya sudah menengah ke atas,” katanya.</p>
<p>Ke depan, Adinda ingin bekerja sama dengan kurang lebih 170 orang pengurus Womenpreneur Hipmi Jawa Tengah. Dia ingin organisasi menjadi rumah dan wadah untuk semua perempuan pengusaha di Jawa Tengah. Siapapun boleh berkolaborasi, bergandengan tangan, bersinergi, dan bergabung. Pintunya terbuka.</p>
<p>Dia percaya banyak latar belakang bidang  usaha dari perempuan pengusaha di Jawa Tengah. Mulai dari sektor UMKM, persewaan kebaya, properti, hotel, dan lain-lain juga mampu bersaing.</p>
<p>Bahkan, kata Adinda, Womenpreneur Hipmi Jawa Tengah siap menjadi wadah para Perempuan pengusaha untuk berkembang. Tak hanya berbisnis di skala lokal, namun juga berani dalam berkolaborasi menggarap program pemerintah pusat.</p>
<p>”Nah kita ini wadahnya, jembatannya. Terutama kita ingin bersinergi dengan nasional. Jadi, program-program nasional bisa kita kerjakan di daerah. Dan bisa dikerjakan oleh para perempuan. Jadi para perempuan ini bisa berkembang, berdaya,” ucapnya.</p>
<figure id="attachment_545547" aria-describedby="caption-attachment-545547" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-545547" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/Dinda-3-400x261.jpeg" alt="" width="400" height="261" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/Dinda-3-400x261.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/Dinda-3-150x98.jpeg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/Dinda-3.jpeg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-545547" class="wp-caption-text">Noviana Adinda Putri saat mengikuti Sidang Dewan Pleno 2026, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), di Makassar, belum lama ini. (Dok)</figcaption></figure>
<p><strong>Peran Keluarga</strong></p>
<p>Semua pencapaian itu, kata Adinda, tentu ada keluarga dibaliknya. Kedua orangtua yang mendukung, dan saudara kandung yang menjadi partner mengembangkan bisnis. Dia lahir dari seorang ayah yang bekerja di bidang properti, serta ibu dari bidang usaha Food and Beverage (makanan dan minuman).</p>
<p>”Untuk ibu, saya melihat sosok figur seorang perempuan yang kuat. Jadi seorang perempuan yang berdaya juga,” katanya.</p>
<p>Dari sanalah, Adinda merenung. Dia bilang peran perempuan tidak terbatas di dapur atau di rumah. Akan tetapi perempuan juga bisa berdaya. Dengan tetap konsentrasi pada peran utamanya.</p>
<p>”Perempuan juga bisa berdaya. Ketika perempuan bisa lebih bersinar, bisa terbang lebih tinggi lagi, why not? Asal tidak lupa dengan peran sebagai perempuan,” kata sosok yang juga memiliki latar pendidikan di bidang  Information Technology (IT) ini. (*)</p>
<p><strong>Diaz A Abidin</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/21/noviana-adinda-putri-rintis-bisnis-fesyen-sejak-smk-hingga-nahkodai-womenpreneur-hipmi">Noviana Adinda Putri, Kisah Pengusaha Fesyen hingga Nahkodai Womenpreneur Hipmi Jateng</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perempuan Nelayan Demak Buat Kebun Pangan di Tanah Abrasi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/01/21/perempuan-nelayan-demak-buat-kebun-pangan-di-tanah-abrasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 06:13:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Demak]]></category>
		<category><![CDATA[Masnuah]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Puspita Bahari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=540514</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEMAK (SUARABARU.ID) — Perempuan nelayan di Desa Timbulsloko, Purworejo, dan Morosari Kabupaten Demak, diajak membuat kebun pangan di wilayah pesisir terdampak langsung abrasi, belum lama ini. Kegiatan ini diinisiasi oleh Komunitas Perempuan Nelayan Puspita Bahari Kabupaten Demak bekerja sama dengan GENERATE Project, University of Leeds. Penghijauan  mengusung tema &#8216;Penghijauan untuk Ketahanan Pangan Pesisir yang Berkelanjutan&#8217;. Ketua Perempuan Nelayan Puspita [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/21/perempuan-nelayan-demak-buat-kebun-pangan-di-tanah-abrasi">Perempuan Nelayan Demak Buat Kebun Pangan di Tanah Abrasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DEMAK (SUARABARU.ID) —</strong> Perempuan nelayan di Desa Timbulsloko, Purworejo, dan Morosari Kabupaten Demak, diajak membuat kebun pangan di wilayah pesisir terdampak langsung abrasi, belum lama ini.</p>
<p>Kegiatan ini diinisiasi oleh Komunitas Perempuan Nelayan Puspita Bahari Kabupaten Demak bekerja sama dengan GENERATE Project, University of Leeds. Penghijauan  mengusung tema &#8216;Penghijauan untuk Ketahanan Pangan Pesisir yang Berkelanjutan&#8217;.</p>
<p>Ketua Perempuan Nelayan Puspita Bahari, Masnuah, mengatakan, program ini bertujuan memperkuat resiliensi komunitas perempuan nelayan di akar rumput.</p>
<p>&#8220;Di mana saat ini menghadapi dampak berlapis dari krisis iklim, kerusakan ekologi pesisir, serta tekanan ekonomi akibat banjir rob yang semakin intens dan meluas di wilayah pesisir Demak,&#8221; katanya.</p>
<p>Melalui pendekatan berbasis komunitas, Masnuah bilanh, kegiatan memfasilitasi perempuan nelayan untuk memperkuat kapasitas, kepemimpinan, dan kemandirian dalam mengelola ketahanan pangan pesisir secara kolektif dan berkelanjutan.</p>
<p>Sebagai bagian dari proses kegiatan, lanjutnya, komunitas perempuan nelayan di masing-masing desa telah melakukan persiapan selama kurang lebih dua minggu sebelumnya.</p>
<p>&#8220;Persiapan tersebut meliputi pengolahan dan penataan lahan kebun pangan yang dirancang secara adaptif terhadap kondisi banjir rob,&#8221; ucap Masnuah.</p>
<p style="text-align: left;">Bahan penghijauan dibuat dalam bentuk rak atau papan panggung dari bambu dengan ketinggian lebih dari satu meter di atas permukaan tanah, guna mengantisipasi terendamnya tanaman saat terjadi air pasang.</p>
<p>Komunitas perempuan nelayan menanam beragam jenis tanaman pangan, seperti sayur-sayuran, tanaman obat keluarga, tanaman buah, serta tanaman pendukung kebutuhan rumah tangga lainnya.</p>
<p>Media tanam yang digunakan beragam dan ramah lingkungan, antara lain pot, polybag, serta pemanfaatan limbah rumah tangga seperti botol plastik dan kaleng bekas sebagai wadah tanam. Praktik ini sekaligus menjadi upaya pengelolaan sampah berbasis komunitas di wilayah pesisir.</p>
<p>Kegiatan &#8216;Penghijauan untuk Ketahanan Pangan Pesisir yang Berkelanjutan” ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga. Akan tetapi juga menjadi ruang penguatan peran dan kepemimpinan perempuan nelayan dalam menghadapi persoalan lingkungan pesisir yang semakin kompleks.</p>
<p>Melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kepemimpinan kolektif, perempuan nelayan didorong untuk menjadi aktor kunci dalam pengelolaan lingkungan pesisir yang berkeadilan gender dan berkelanjutan.</p>
<p>Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi adaptasi komunitas pesisir terhadap krisis iklim, degradasi ekosistem pesisir, serta ketidakpastian ekonomi yang dihadapi perempuan nelayan dalam kehidupan sehari-hari. (*)</p>
<p><em><strong>Diaz A Abidin</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/21/perempuan-nelayan-demak-buat-kebun-pangan-di-tanah-abrasi">Perempuan Nelayan Demak Buat Kebun Pangan di Tanah Abrasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>8 Anak Perempuan Tenggelam di Sungai Jenar Blora, Lima Masih Dicari</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/12/11/8-anak-perempuan-tenggelam-di-sungai-jenar-blora-lima-masih-dicari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 02:54:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Blora]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[anak perempuan tenggelam]]></category>
		<category><![CDATA[blora]]></category>
		<category><![CDATA[bpbd]]></category>
		<category><![CDATA[Jenar]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[sungai]]></category>
		<category><![CDATA[tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=533591</guid>

					<description><![CDATA[<p>BLORA (SUARABARU.ID)— Delapan anak perempuan tenggelam di aliran sungai di Kelurahan Jenar, Kabupaten Blora, Kamis Kamis (11/12/2025) pagi. Laporan sementara Pusdalops BPBD Kabupaten Blora, menyebut total delapan anak menjadi korban dalam insiden tersebut. Dari delapan anak yang tenggelam, lima di antaranya hingga kini masih dalam pencarian, sementara tiga lainnya ditemukan dalam kondisi selamat. Kejadian tersebut [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/12/11/8-anak-perempuan-tenggelam-di-sungai-jenar-blora-lima-masih-dicari">8 Anak Perempuan Tenggelam di Sungai Jenar Blora, Lima Masih Dicari</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLORA (SUARABARU.ID)</strong>— Delapan anak perempuan tenggelam di aliran sungai di Kelurahan Jenar, Kabupaten Blora, Kamis Kamis (11/12/2025) pagi. Laporan sementara Pusdalops BPBD Kabupaten Blora, menyebut total delapan anak menjadi korban dalam insiden tersebut.</p>
<p>Dari delapan anak yang tenggelam, lima di antaranya hingga kini masih dalam pencarian, sementara tiga lainnya ditemukan dalam kondisi selamat.</p>
<p>Kejadian tersebut berlangsung ketika para korban tengah bermain di tepi sungai dan kemudian mencoba menyeberangi aliran air. Ketika mereka mencoba menyeberangi sungai, diduga terbawa arus, dan tenggelam.</p>
<p>Menurut keterangan, tiga korban selamat adalah Aqila, Raisa, dan Fatma. Sedangkan korban yang belum ditemukan Cika, Yaya, Sifa, Sulis.</p>
<p>Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Blora langsung bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan pendataan awal dan upaya pencarian. Laporan sementara menyebutkan tidak ada korban jiwa.</p>
<p>Sejumlah unsur gabungan turut diterjunkan untuk mempercepat proses pencarian, di antaranya TRC BPBD Blora, Damkar Satpol PP Blora, Polsek Blora Kota, RAPI, serta warga sekitar yang ikut memberikan bantuan.</p>
<p><strong>Tya Wiedya</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/12/11/8-anak-perempuan-tenggelam-di-sungai-jenar-blora-lima-masih-dicari">8 Anak Perempuan Tenggelam di Sungai Jenar Blora, Lima Masih Dicari</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>