blank
Warga Desa Pucungbedug, Kecamatan Purwanegara, Kecamatan Banjarnegara, berlatih membuat sabun cuci piring cair, Rabu, 11 Februari 2026. (Foto: Dok)

BANJARNEGARA (SUARABARU.ID) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto Tahun 2026 mengadakan pelatihan pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sabun cuci piring cair di Desa Pucungbedug, Kecamatan Purwanegara, Kecamatan Banjarnegara, Rabu, 11 Februari 2026.

Ketua KKN, Alif Andriansyah, mengatakan, program kerja dinamakan CungClean singkatan dari Pucungbedug Clean. Ini merupakan inovasi pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berfokus pada pembuatan dan pengembangan produk sabun cuci piring cair sebagai produk unggulan desa.

“Ini merepresentasikan identitas lokal Desa Pucungbedug, sekaligus semangat kebersihan dan kemandirian ekonomi masyarakat,” ucapnya kepada Suarabaru.id.

Alif bilang, program ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas kalangan perempuan di desa tersebut.

Diharapkannya, CungClean dapat berkembang menjadi UMKM yang terorganisir dengan baik. Kemudian mampu memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga.

Sementara itu, sebagai narasumber, M Agis Maulana memaparkan materi mengenai peluang usaha rumahan. Tentang pentingnya inovasi produk, serta strategi membangun usaha dengan modal yang relatif kecil.

Peserta diajak memahami, bagaimana produk kebutuhan sehari-hari seperti sabun cuci piring memiliki potensi pasar yang luas.

“Apabila dikemas dengan branding dan kualitas yang baik,” katanya.

Praktik Pembuatan

Pada praktik langsung pembuatan sabun cuci piring cair, peserta dibagi dalam beberapa kelompok. Seluruhnya agar terlibat aktif dalam proses produksi, mulai dari pengukuran bahan, pencampuran, pengadukan, hingga menghasilkan tekstur yang sesuai.

Selain itu, pelatihan juga mencakup teknik pengemasan dan pembuatan label yang menarik sebagai bagian dari penguatan branding produk.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan terkait estimasi biaya produksi, harga jual, hingga potensi keuntungan.

Salah satu warga, Khomsiatun, megatakan, ada ketertarikan dengan peluang usaha rumahan itu.

“Sangat bermanfaat ilmunya yang nantinya bisa dikembangkan menjadi usaha rumahan,” ucapnya. (*)

Diaz A Abidin