<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pencegahan Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/pencegahan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 15 Oct 2025 07:59:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Pencegahan Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Konsumsi Pangan Lokal untuk Pencegahan dan Penanganan Malnutrisi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/10/15/konsumsi-pangan-lokal-untuk-pencegahan-dan-penanganan-malnutrisi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2025 07:59:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Konsumsi Pangan Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Penanganan Malnutrisi]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=501607</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Nurmasari Widyastuti, S.Gz., M.Si Med MALNUTRISI merupakan salah satu tantangan utama yang dihadapi negara berkembang saat ini, termasuk Indonesia. Menurut WHO, malnutrisi adalah kondisi ketidakseimbangan antara asupan zat gizi dan kebutuhan tubuh, yang dapat berupa kekurangan, kelebihan, atau ketidakseimbangan zat gizi. Penyebab malnutrisi diantaranya adalah pola makan yang tidak seimbang, kurangnya pemahaman masyarakat tentang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/15/konsumsi-pangan-lokal-untuk-pencegahan-dan-penanganan-malnutrisi">Konsumsi Pangan Lokal untuk Pencegahan dan Penanganan Malnutrisi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Nurmasari Widyastuti, S.Gz., M.Si Med</p>
<p><strong>MALNUTRISI</strong> merupakan salah satu tantangan utama yang dihadapi negara berkembang saat ini, termasuk Indonesia. Menurut WHO, malnutrisi adalah kondisi ketidakseimbangan antara asupan zat gizi dan kebutuhan tubuh, yang dapat berupa kekurangan, kelebihan, atau ketidakseimbangan zat gizi.</p>
<p>Penyebab malnutrisi diantaranya adalah pola makan yang tidak seimbang, kurangnya pemahaman masyarakat tentang gizi, tingkat pendapatan yang rendah, hingga akses terbatas terhadap makanan bergizi dan berbagai kondisi kesehatan fisik dan mental.</p>
<p>Data Riskedas 2018 menunjukkan bahwa 1 dari 3 anak balita mengalami stunting dan 1 dari 10 balita mengalami wasting. Pada saat yang sama , 1 dari 5 anak di Indonesia mengalami kelebihan gizi. Saat ini pemerintah berfokus pada pencegahan dan penanganan stunting, namun demikian masalah wasting, kekurangan gizi mikro dan gizi lebih juga masih memerlukan perhatian. Stunting menjadi upaya prioritas pemerintah dalam Pembangunan Kesehatan di Indonesia. Berdasarkan RPJMN 2025-2029, Indonesia memiliki target penurunan prevalensi stunting menjadi 14,4% pada tahun 2029.</p>
<p>Peningkatan Trend Konsumsi Makanan Olahan dan Kontribusinya terhadap Malnutrisi</p>
<p>Perubahan gaya hidup dan meningkatnya trend konsumsi makanan UPF (Ultra processed food) berkontribusi pada masalah malnutrisi. UPF merupakan makanan yang diproses dengan penambahan zat-zat kimia seperti pengawet dan pewarna. Makanan olahan industri ini cenderung tinggi gula, garam, dan lemak. Beberapa contoh produk UPF adalah mie instan, minuman kemasan, makanan ringan, dan makanan siap saji lainnya.</p>
<p>Meningkatnya trend konsumsi UPF disebabkan oleh perubahan pola hidup dan perkembangan teknologi. Pemasaran yang agresif dari industri UPF seringkali menggeser sudut pandang konsumen dalam memilih makanan. Iklan-iklan yang masif di sosial media dengan menyasar anak-anak juga turut menjadi permasalahan dalam pola konsumsi masa kini. Kepraktisan dan harga UPF yang cenderung murah dianggap menjadi alternatif solusi bagi beberapa konsumen. Padahal, konsumsi UPF secara berlebihan dan jangka panjang dapat beresiko terjadinya penyakit tidak menular antara lain: Diabetes, Jantung Koroner, Hipertensi, Kanker, dan lain sebagainya.</p>
<p>Kembali ke Pangan Lokal</p>
<p>Pangan lokal adalah bahan pangan yang diproduksi dan dikonsumsi di suatu daerah tertentu, sesuai dengan potensi, kearifan lokal daerah tersebut dan budaya masyarakat. Indonesia memiliki 77 jenis pangan sumber karbohidrat, 389 jenis buah, 228 jenis sayuran, 75 jenis pangan sumber protein, 26 jenis kacang-kacangan, dan 110 jenis rempah/bumbu. Namun, sejauh mana pemanfaatan dari beragam jenis pangan tersebut?</p>
<p>Mengacu pada skor Pola Pangan Harapan (PPH), skor derajat keberagaman konsumsi pangan masyarakat Indonesia mendekati skor 100 atau sudah mendekati keberagaman baik. Skor PPH dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu tingkat pendapatan, tingkat pendidikan, dan besaran keluarga. Pendapatan dan pendidikan yang tinggi memungkinkan rumah tangga untuk mengakses lebih banyak jenis makanan, begitupun sebaliknya. Selain itu, pengetahuan tentang gizi yang baik dapat membantu rumah tangga dalam memilih makanan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi anggota keluarga.</p>
<p>Menurut data SUSENAS 2024, konsumsi kalori dan protein penduduk Indonesia menurun dibanding tahun sebelumnya. Rata-rata kalori turun 1,73% menjadi 2.051,54 kkal per hari, dan protein turun 1,01% menjadi 61,70 gram. Penurunan terbesar terjadi pada kelompok umbi-umbian, sementara konsumsi buah-buahan justru meningkat. Padi-padian tetap menjadi sumber utama kalori (39,96%) dan juga menyumbang protein terbesar (31,28%). Konsumsi protein dari ikan meningkat, sedangkan dari daging sedikit menurun. Pola ini menunjukkan penurunan asupan gizi dan perubahan konsumsi pangan masyarakat.</p>
<p>Peran Pangan Lokal terhadap Ketahanan Pangan, Gizi dan Kesehatan, serta Ekonomi</p>
<p>Pangan lokal dapat menjadi alternatif saat terjadi gangguan pasokan pangan global atau nasional. Sementara itu, diversifikasi pangan lokal dapat meningkatkan ketersediaan dan akses pangan bagi masyarakat.  Pengembangan pangan lokal, seperti pangan sumber karbohidrat selain beras, dapat mengurangi ketergantungan pada satu jenis pangan pokok.</p>
<p>Pangan lokal kaya akan zat gizi penting seperti vitamin, mineral, serat, dan antioksidan, yang bermanfaat bagi kesehatan, terutama untuk anak-anak dan ibu hamil. Beberapa sumber karbohidrat lokal seperti ubi jalar, jagung, dan kacang-kacangan juga memiliki indeks glikemik rendah, sehingga baik untuk penderita diabetes karena membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Selain itu, sayur, buah, dan rempah lokal yang kaya antioksidan dapat berperan dalam mencegah penyakit tidak menular dan mendukung kesehatan masyarakat secara keseluruhan.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/15/konsumsi-pangan-lokal-untuk-pencegahan-dan-penanganan-malnutrisi">Konsumsi Pangan Lokal untuk Pencegahan dan Penanganan Malnutrisi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cakupan Tugas PPK Universitas Semarang Makin Luas</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/03/22/cakupan-tugas-ppk-universitas-semarang-makin-luas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Mar 2025 05:04:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan Seksual]]></category>
		<category><![CDATA[Narasumber]]></category>
		<category><![CDATA[Non Struktural]]></category>
		<category><![CDATA[Penanganan]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan]]></category>
		<category><![CDATA[perguruan tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Talkshow]]></category>
		<category><![CDATA[Unit Penunjang]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=466667</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Unit Penunjang Non Struktural (UPNS) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Universitas Semarang (USM), serta Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (PPKPT) USM, telah bergabung menjadi satu menjadi, Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK). Hal itu seperti yang diungkapkan Ketua PPK USM, Andi Nurcahyo SPd MPd, saat menjadi narasumber dalam Talkshow Kudengar (Kuliah Keadilan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/03/22/cakupan-tugas-ppk-universitas-semarang-makin-luas">Cakupan Tugas PPK Universitas Semarang Makin Luas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Unit Penunjang Non Struktural (UPNS) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Universitas Semarang (USM), serta Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (PPKPT) USM, telah bergabung menjadi satu menjadi, Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK).</p>
<p>Hal itu seperti yang diungkapkan Ketua PPK USM, Andi Nurcahyo SPd MPd, saat menjadi narasumber dalam Talkshow Kudengar (Kuliah Keadilan dan Kesetaraan Gender), di Studio Radio USM Jaya, Gedung N Kampus USM, Rabu (19/3/2025).</p>
<p>&#8221;PPKPT itu sudah lama dibentuk pada 2019. Lalu di tahun 2024, PPKPT dan PPKS disatukan menjadi PPK USM, yang berkantor di lantai 5 Gedung Menara USM. PPK USM sendiri dibentuk pada Januari 2025, kemudian SK-nya baru turun Maret 2025. Jadi PPK USM ini cakupannya lebih luas,&#8221; ucapnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/03/21/pascasarjana-usm-gelar-pengenalan-akademik-mahasiswa">Pascasarjana USM Gelar Pengenalan Akademik Mahasiswa</a></strong></p>
<p>Andi menambahkan, di PPK USM mencakup pencegahan dan penanganan kekerasan dengan beberapa jenis kekerasan. Di antaranya, tindakan-tindakan fisik, psikis, perundungan, kekerasan seksual, diskriminasi dan intoleransi, serta kebijakan yang mengandung tentang kekerasan. PPK USM sendiri berada di bawah Wakil Rektor III USM, Dr Muhammad Junaidi SHI MH.</p>
<p>&#8221;Baik mahasiswa, dosen, maupun tenaga pendidik, bisa melaporkan tindakan-tindakan yang melenceng ke PPK USM, baik lewat <em>WhatsApp, email</em>, maupun datang langsung. Ketika sudah melapor, kita selidiki laporannya, buktinya apa saja. Kalau buktinya kuat, maka kita akan buat semacam musyawarah antara anggota PPK USM, kemudian kita akan berikan solusi,&#8221; jelas dia.</p>
<p>Berbagai macam program juga dilakukan PPK USM, di antaranya workshop, seminar, pelatihan, hingga <em>goes to school</em>, untuk mengenalkan USM kepada sekolah-sekolah.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/03/20/fakultas-teknologi-pertanian-usm-gelar-international-guest-lecture-via-daring">Fakultas Teknologi Pertanian USM Gelar International Guest Lecture via Daring</a></strong></p>
<p>&#8221;PPK USM juga mendapatkan penghargaan berupa sertifikat dari LLDikti Provinsi Jawa Tengah, karena keberadaan kita dipandang bagus dibandingkan kampus lain. Kemarin juga ada PTS dari luar Kota Semarang, dan mereka memandang USM ternyata bagus,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Dalam menjalankan tugas, Andi dibantu anggota PPK USM, yang juga sekaligus dosen Fakultas Psikologi USM, yaitu Hermeina Vereswati SPsi MPsi, atau yang akrab disapa Vesti.</p>
<p>Sementara itu, Vesti menyampaikan, PPK USM memiliki ranah yang lebih luas, termasuk apabila terdapat tindakan <em>bullying</em> di media sosial dan membuat korban merasa terganggu, maka korban dapat melapor ke PPK USM.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/03/19/bendahara-ika-usm-gen-z-cenderung-self-diagnosis">Bendahara IKA USM: Gen-Z Cenderung Self Diagnosis</a></strong></p>
<p>Dia mengaku tantangan terbesar dalam menangani kasus kekerasan yakni, korban yang sulit untuk <em>speak up</em>, ketika sudah melapor. Untuk itu, pihaknya menggunakan <em>email</em> yang dapat digunakan korban, untuk menceritakan kronologi kejadian.</p>
<p>&#8221;Setelah <em>email</em> masuk, paling gak kita tahu gambarannya seperti apa. Kemudian kita lakukan asesmen tentang apa yang terjadi dan sebagainya. Kemudian kita akan mintakan rekomendasi, bagaimana tindakan selanjutnya. Begitu pula untuk sanksinya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dalam proses itu, kalau ada indikasi membutuhkan penanganan psikologi, akan rekomendasikan ke unit konseling USM. Dan kalau tidak cukup, bila memang perlu akan dilakukan kerja sama dengan pihak rumah sakit atau psikiater. Nanti pihak konseling yang akan merekomendasikannya,&#8221; tambah Vesti.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/03/18/prodi-magister-hukum-usm-siapkan-lulusan-berintegritas">Prodi Magister Hukum USM Siapkan Lulusan Berintegritas</a></strong></p>
<p>Ditambahkan dia, hal itu menunjukkan, antarunit di USM saling bersinergi, yang harapannya dapat membuat lingkungan USM menjadi aman dan nyaman bagi seluruh warga USM.</p>
<p>&#8221;Kita tidak ingin ada kasus-kasus kekerasan dalam USM. Namun semisal adapun, kita berharap teman-teman berani <em>speak up</em>. Kita akan melindungi semua privasi, pasti dijamin aman. PPK USM itu ada, kita ada untuk kalian, jangan takut untuk mendekat dan berbicara dengan kita,&#8221; tegas Vesti.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/03/22/cakupan-tugas-ppk-universitas-semarang-makin-luas">Cakupan Tugas PPK Universitas Semarang Makin Luas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Begini Gejala dan Pencegahan Chikungunya, Kamu Wajib Tahu! </title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/01/28/begini-gejala-dan-pencegahan-chikungunya-kamu-wajib-tahu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jan 2025 05:34:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Chikungunya]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala]]></category>
		<category><![CDATA[Nyamuk]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=458254</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Pada musim penghujan seperti saat ini, kamu mesti waspada dan pandai mencegah datangnya berbagai penyakit yang pada umumnya muncul saat musim hujan. Saat musim hujan banyak genangan air terjadi di mana-mana yang bisa menjadi sarang nyamuk atau tempat nyamuk berkembang biak. Dari gigitan nyamuk tersebut akan menimbulkan penyakit yang disebut chikungunya. Apa [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/01/28/begini-gejala-dan-pencegahan-chikungunya-kamu-wajib-tahu">Begini Gejala dan Pencegahan Chikungunya, Kamu Wajib Tahu! </a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Pada musim penghujan seperti saat ini, kamu mesti waspada dan pandai mencegah datangnya berbagai penyakit yang pada umumnya muncul saat musim hujan.</p>
<p>Saat musim hujan banyak genangan air terjadi di mana-mana yang bisa menjadi sarang nyamuk atau tempat nyamuk berkembang biak. Dari gigitan nyamuk tersebut akan menimbulkan penyakit yang disebut chikungunya.</p>
<p>Apa itu chikungunya? Melansir dari Kemenkes,<br />
chikungunya merupakan penyakit tropis yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti atau Aedes Albopictus.</p>
<p>Jika virus yang masuk ke dalam tubuh adalah virus chikungunya, orang yang terinfeksi dapat mengalami beberapa gejala seperti demam, badan terasa lemas, nyeri pada sendi dan tulang yang lama hingga berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.</p>
<p>Gejala ini biasanya muncul segera setelah terinfeksi, namun sering juga infeksi virus ini tanpa gejala. Perjalanan chikungunya, digambarkan memiliki fase akut yang diikuti oleh fase pasca-akut (antara 1-3 bulan) dan fase kronis (setelah 3 bulan).</p>
<p>Gejala tersebut dapat berlangsung lama setelah terinfeksi dan dapat menyebabkan kerugian yang signifikan dalam hal kualitas hidup dan produktivitas ekonomi yang berhubungan dengan kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk mencegah gigitan nyamuk dengan lingkungan tetap bersih untuk mengurangi tempat nyamuk berkembang biak.</p>
<p><strong>Segera tangani chikungunya</strong></p>
<p>Saat ini, belum tersedia pengobatan antivirus khusus chikungunya. Jika seseorang terkena chikungunya, penanganan yang dapat dilakukan adalah untuk menghilangkan gejala, dengan beristirahat, mengganti cairan yang hilang, dan pemberian obat-obatan untuk meredakan nyeri sendi.</p>
<p><strong>Pencegahan chikungunya</strong></p>
<p>Chikungunya dapat dicegah dengan menerapkan menjaga lingkungan tetap bersih untuk mengurangi tempat nyamuk berkembang biak.</p>
<p>Lakukan 3M Plus (menguras penampungan air secara rutin, menutup rapat tempat penyimpanan air, mendaur ulang atau membuang barang bekas, Plus: menggunakan obat nyamuk dan memasang kawat anti-nyamuk di ventilasi rumah), memastikan saluran air tidak tersumbat, dan dapat menaburkan bubuk abate pada penampungan air.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/01/28/begini-gejala-dan-pencegahan-chikungunya-kamu-wajib-tahu">Begini Gejala dan Pencegahan Chikungunya, Kamu Wajib Tahu! </a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BNNP Jateng Ungkap Capaian Kinerja Tahun 2024, Mulai Pencegahan hingga Program Rehabilitasi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/12/30/bnnp-jateng-ungkap-capaian-kinerja-tahun-2024-mulai-pencegahan-hingga-program-rehabilitasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Dec 2024 08:29:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[BNNK]]></category>
		<category><![CDATA[BNNP Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Capaian kinerja]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan]]></category>
		<category><![CDATA[Program Rehabilitasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=454274</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol Agus Rohmat menyebut, BNNP Jawa Tengah dan jajaran berhasil melebihi target dan capaian indeks ketahanan keluarga terhadap penyalahgunaan narkoba (dektara) nasional dengan nilai dektara jateng 87,79 (kategori tinggi). Pada tahun 2024 ini, program pencegahan dan pemberdayaan di Jawa Tengah telah menyasar sebanyak 147 desa/kelurahan bersinar dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/12/30/bnnp-jateng-ungkap-capaian-kinerja-tahun-2024-mulai-pencegahan-hingga-program-rehabilitasi">BNNP Jateng Ungkap Capaian Kinerja Tahun 2024, Mulai Pencegahan hingga Program Rehabilitasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol Agus Rohmat menyebut, BNNP Jawa Tengah dan jajaran berhasil melebihi target dan capaian indeks ketahanan keluarga terhadap penyalahgunaan narkoba (dektara) nasional dengan nilai dektara jateng 87,79 (kategori tinggi).</p>
<p>Pada tahun 2024 ini, program pencegahan dan pemberdayaan di Jawa Tengah telah menyasar sebanyak 147 desa/kelurahan bersinar dengan tema dan ikon pembangunan desa yang beragam sesuai dengan karakteristik permasalahan utama dan potensi sumber daya masing-masing desa. Selain itu telah terbentuk 203 lingkungan bersinar terdiri dari 15 industri bersinar, 2 pesantren bersinar, 6 tempat hiburan bersinar, 23 wisata bersinar, dan 157 sekolah bersinar.</p>
<p>&#8220;Pencegahan dan pemberdayaan kalangan keluarga telah menyasar 50 keluarga melalui intervensi ketahanan keluarga anti narkoba dengan pendekatan pendidikan keluarga dan parenting skill. Pencegahan dan pemberdayaan sekolah telah menyasar sebanyak 10 sekolah melalui pemberdayaan 90 pelajar menjadi peer educator teman sebaya anti narkoba,&#8221; ungkap Agus dalam kegiatan Rilis Akhir Tahun di kantor BNNP Jateng, Senin (30/12/2024).</p>
<p>Ia mengungkapkan, BNNP Jawa Tengah terus menjalin kolaborasi program dengan sejumlah instansi pemerintah dan program corporate social responsibility (CSR) perusahaan yang diarahkan untuk penanganan kawasan rawan narkoba baik di perkotaan maupun perdesaan. Sebanyak 368 kegiatan deteksi dini melalui tes urine telah dilaksanakan dengan jumlah peserta 28.163 orang dengan 40 orang terindikasi positif.</p>
<p>Dengan peran serta masyarakat telah terbentuk 3.310 relawan anti narkoba dengan rincian 2.212 di lingkungan masyarakat, 15 di lingkungan swasta, 15 di lingkungan pendidikan dan 1.068 di lingkungan pemerintah. Sementara sebanyak 3.350 orang penggiat P4GN telah dilantik dengan 1.105 berasal dari lingkungan masyarakat, 115 lingkungan swasta, 1.234 lingkungan pendidikan dan 896 lingkungan pemerintah.</p>
<p>Pada tahun 2024, BNNP Jawa Tengah dengan dukungan berbagai pihak telah melakukan intervensi berupa pelatihan lifeskill pada 1 kawasan rawan di Kelurahan Gayamsari, Semarang dengan mengikutsertakan 15 orang telah terfasilitasi dengan aktivitas produktif baik sebagai pekerja profesional maupun wirausaha mandiri.</p>
<p>BNNP Jawa Tengah dan jajaran juga telah melakukan 1.868 kegiatan tatap muka dengan menyasar 302.535 peserta, menjalin mitra dengan sekolah untuk menjadi inspektur upacara sebanyak 509 kali kegiatan dengan 231.723 siswa.</p>
<p>BNNP Jawa Tengah dan BNNK jajaran juga hadir di kegiatan masyarakat diantaranya car free day sebanyak 316 kegiatan dengan jumlah peserta 150.925 orang, kie keliling sebanyak 459 kegiatan.</p>
<p>&#8220;Sepanjang tahun 2024, BNNP Jawa Tengah melalui fasilitas rehabilitasi klinik BNNP/BNNK dan lembaga mitra telah merehabilitasi sebanyak 1.962 orang penyalahguna narkoba. BNN melayani beberapa jenis layanan rehabilitasi, baik rawat inap dan rawat jalan untuk menyesuaikan keragaman tingkat ketergantungan klien berdasarkan hasil asesmen. dengan rincian rawat jalan sebanyak 1.602 orang, dan rawat inap sebanyak 360 orang.&#8221; terangnya.</p>
<p>BNNP dan BNNK juga berperan sebagai mitra dalam pelaksanaan rehabilitasi di lembaga pemasyarakatan. BNNP dan BNNK memberikan layanan asesmen, konseling individu, konseling kelompok, family support group (FSG) dan Lapas sebagai pelaksana rehabilitasi rawat inap dengan jumlah klien sebanyak 230 warga binaan di 5 Lapas, yaitu Lapas kelas I Semarang, Lapas Perempuan kelas II A Semarang, Lapas kelas II A Magelang, Lapas narkotika kelas II A Nusakambangan, dan Lapas narkotika kelas II B Purwokerto.</p>
<p>Sedangkan untuk pengguna narkoba dalam tahap ringan yang dilayani melalui program intervensi berbasis masyarakat (IBM) sebanyak 91 orang. Adapun fasilitas rehabilitasi yang memenuhi standar nasional indonesia (SNI 8807:2022) sebanyak 6 lembaga.</p>
<p>Selain SNI, satu klinik pratama BNNP Jawa Tengah dan 4 klinik pratama BNNK (Surakarta, Banyumas, Cilacap, dan BNNK Magelang) telah dinyatakan lulus akreditasi dari kementerian kesehatan dengan status paripurna.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/12/30/bnnp-jateng-ungkap-capaian-kinerja-tahun-2024-mulai-pencegahan-hingga-program-rehabilitasi">BNNP Jateng Ungkap Capaian Kinerja Tahun 2024, Mulai Pencegahan hingga Program Rehabilitasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>USM dan DP3A-P2KB Jateng Jalin Kerja Sama</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/11/29/usm-dan-dp3a-p2kb-jateng-jalin-kerja-sama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Nov 2024 08:20:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[Human Trafficking]]></category>
		<category><![CDATA[jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan Seksual]]></category>
		<category><![CDATA[Penanganan]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Perlindungan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Subkoordinator]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=449408</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)– Universitas Semarang (USM) menjalin kerja sama dengan DP3A-P2KB Provinsi Jawa Tengah, dalam upaya pencegahan Human Trafficking dan Perlindungan Anak. Kegiatan itu dilakukan di lantai 9 Menara USM, Senin (25/11/2024) lalu. Penandatangan MoU disaksikan Wakil Rektor III USM, Dr Muhammad Junaidi SHI MH dan Ketua Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) USM Helen Intania [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/29/usm-dan-dp3a-p2kb-jateng-jalin-kerja-sama">USM dan DP3A-P2KB Jateng Jalin Kerja Sama</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>– Universitas Semarang (USM) menjalin kerja sama dengan DP3A-P2KB Provinsi Jawa Tengah, dalam upaya pencegahan Human Trafficking dan Perlindungan Anak. Kegiatan itu dilakukan di lantai 9 Menara USM, Senin (25/11/2024) lalu.</p>
<p>Penandatangan MoU disaksikan Wakil Rektor III USM, Dr Muhammad Junaidi SHI MH dan Ketua Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) USM Helen Intania Surayda SH MH. Dari DP3A-P2KB Jateng diwakili Budi Dayanti selaku Kepala Bidang Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak, dan Asteria Dewi sebagai Subkoordinator Perlindungan Perempuan.</p>
<p>Dalam keterangannya Helen Intania menjelaskan, kerja sama ini merupakan tindaklanjut dari berbagai kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya, antara USM dan DP3A-P2KB.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/11/29/dosen-usm-lakukan-pengabdian-internasional-di-sekolah-indonesia-kuala-lumpur">Dosen USM Lakukan Pengabdian Internasional di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur</a></strong></p>
<p>&#8221;Melalui kerja sama ini, kita dapat saling memberikan dukungan sumber daya. Seperti penelitian dan pengabdian masyarakat, yang akan melibatkan mahasiswa dalam program magang di DP3A-P2KB. Untuk mahasiswa USM, dapat lebih siap menghadapi dunia kerja setelah mengikuti magang,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Dijelaskan juga, kerja sama itu juga bertujuan untuk memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.</p>
<p>&#8221;Kegiatan seperti seminar, workshop, pelatihan, serta penyusunan kebijakan bersama, akan menjadi bagian dari program kerja sama ini,&#8221; ujarnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/11/29/ukm-fokmi-usm-gelar-malam-bina-iman-dan-taqwa">UKM Fokmi USM Gelar Malam Bina Iman dan Taqwa</a></strong></p>
<p>Sementara itu, Budi Dayanti menyatakan, selain agenda kerja sama itu, pihaknya juga melakukan seminar yang berfokus pada upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), yang menjadi salah satu prioritas utama dalam kegiatan 16 Hari Antikekerasan Terhadap Perempuan.</p>
<p>&#8221;Kami berharap, kerja sama antara Universitas Semarang dan DP3A-P2KB ini dapat terus berlanjut, dan memberikan dampak positif. Baik bagi mahasiswa yang terlibat dalam program magang, maupun bagi masyarakat yang mendapat manfaat dari kegiatan pencegahan dan penanganan TPPO, serta perlindungan anak. Program ini juga bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman, dan mendukung kesetaraan gender di Jateng,&#8221; ungkapnya.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/29/usm-dan-dp3a-p2kb-jateng-jalin-kerja-sama">USM dan DP3A-P2KB Jateng Jalin Kerja Sama</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Gejala, Penyebab hingga Pencegahan Penyakit Mpox</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/10/10/ini-gejala-penyebab-hingga-dan-pencegahan-penyakit-mpox</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Oct 2024 04:16:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[cacar monyet]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Mpox]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyebab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=440436</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Mpox (cacar monyet) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus monkeypox (MPXV). Meskipun sebagian besar kasus bersifat ringan, penyakit ini dapat berkembang menjadi lebih serius dan berpotensi mengancam jiwa. Mpox ditularkan melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi, hewan, atau bahan yang terkontaminasi. Gejala awal biasanya meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/10/ini-gejala-penyebab-hingga-dan-pencegahan-penyakit-mpox">Ini Gejala, Penyebab hingga Pencegahan Penyakit Mpox</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Mpox (cacar monyet) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus monkeypox (MPXV). Meskipun sebagian besar kasus bersifat ringan, penyakit ini dapat berkembang menjadi lebih serius dan berpotensi mengancam jiwa.</p>
<p>Mpox ditularkan melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi, hewan, atau bahan yang terkontaminasi. Gejala awal biasanya meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan, diikuti oleh ruam yang mirip dengan cacar.</p>
<div class="flex max-w-full flex-col flex-grow">
<div class="min-h-8 text-message flex w-full flex-col items-end gap-2 whitespace-normal break-words [.text-message+&amp;]:mt-5" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="6ad5ab13-5b87-44f8-912c-2683a2c02851" data-message-model-slug="gpt-4o-mini">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]">
<div class="markdown prose w-full break-words dark:prose-invert light"></div>
</div>
</div>
</div>
<p>Melansir dari Laman Kemenkes, Mpox pernah ditetapkan sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) pada tanggal 23 Juli 2022, namun status PHEIC kemudian dicabut pada tanggal 11 Mei 2023, setelah wabah Mpox berhasil dikendalikan.</p>
<p>Meski demikian, beberapa kasus mpox masih terus dilaporkan, dan sejak bulan Juni hingga Agustus 2024 terjadi peningkatan kasus di beberapa negara di wilayah Afrika. Di Indonesia sendiri, 88 kasus mpox telah dilaporkan selama kurun waktu 2022-2024, dengan 14 kasus terjadi pada tahun 2024.</p>
<p>Dengan mempertimbangkan peningkatan kasus dan potensi perluasan penularan mpox dari wilayah Afrika, maka Direktur Jenderal WHO kembali menetapkan status PHEIC untuk mpox pada 14 Agustus 2024.</p>
<p>Penyakit Mpox sebelumnya dikenal sebagai monkeypox atau cacar monyet, karena pertama kali ditemukan pada sekelompok monyet yang dipelihara sebagai subyek penelitian pada tahun 1958. Pada tahun 1970, penyakit ini ditemukan pada manusia. Pada 28 November 2022, WHO telah mengumumkan pergantian nama penyakit yang semula Monkeypox menjadi mpox. Perubahan tersebut dikarenakan untuk menghindari rasisme dan stigmasisasi.</p>
<p>Awalnya, Mpox merupakan penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia. Namun kini, mpox juga dapat menyebar dari manusia ke manusia.</p>
<p>Nama penyakit Monkeypox kemudian diubah menjadi Mpox oleh WHO pada tanggal 28 November 2022 untuk menghindari rasisme dan stigmatisasi.</p>
<p><strong>Penyebab Mpox</strong></p>
<p>Penyakit Mpox disebabkan oleh virus monkeypox (MPXV), yang termasuk bagian dari keluarga genus orthopoxvirus, atau genus yang juga menjadi penyebab infeksi cacar smallpox (variola). Mpox memiliki beberapa varian, yaitu Clade I sebelumnya dikenal sebagai Congo Basin dan Clade II, sebelumnya west African clade. Di luar clade Ia, sebagian besar penyebaran mpox terjadi akibat zoonosis, atau dari hewan ke manusia.</p>
<p><strong>Penularan Mpox</strong></p>
<p>Penularan Mpox dari hewan ke manusia terjadi melalui kontak fisik dengan hewan yang terinfeksi, atau daging dan darahnya. Sedangkan penularan Mpox dari manusia ke manusia terjadi melalui kontak langsung dengan lesi atau cairan tubuh orang yang terinfeksi, lewat sentuhan fisik, ciuman, oral, dan hubungan seksual.</p>
<p>Penularan juga dapat terjadi dengan menyentuh atau menghirup virus yang menempel pada barang-barang yang digunakan oleh penderita mpox, seperti pakaian, handuk, tempat tidur, dan permukaan benda-benda.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/10/ini-gejala-penyebab-hingga-dan-pencegahan-penyakit-mpox">Ini Gejala, Penyebab hingga Pencegahan Penyakit Mpox</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sasar Sekolah-Sekolah, Bapas Semarang Sosialisasikan Pencegahan Tindak Pidana Anak Melalui Sanak Bassama</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/06/07/sasar-sekolah-sekolah-bapas-semarang-sosialisasikan-pencegahan-tindak-pidana-anak-melalui-sanak-bassama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jun 2024 12:18:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Bapas Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan]]></category>
		<category><![CDATA[Sanak Bassama]]></category>
		<category><![CDATA[Sasar]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah-sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[sosialisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tindak pidana anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=418581</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Maraknya tindak pidana yang dilakukan oleh anak mendorong Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Semarang melakukan terobosan pencegahan tindak pidana anak. Tindak pidana seperti bullying, tawuran, membawa senjata tajam, obat-obatan terlarang hingga tindak asusila yang dilakukan anak bahkan sempat viral. Sebagai salah satu instansi penegak hukum di bawah Kementerian Hukum dan Ham yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/06/07/sasar-sekolah-sekolah-bapas-semarang-sosialisasikan-pencegahan-tindak-pidana-anak-melalui-sanak-bassama">Sasar Sekolah-Sekolah, Bapas Semarang Sosialisasikan Pencegahan Tindak Pidana Anak Melalui Sanak Bassama</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Maraknya tindak pidana yang dilakukan oleh anak mendorong Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Semarang melakukan terobosan pencegahan tindak pidana anak.</p>
<p>Tindak pidana seperti bullying, tawuran, membawa senjata tajam, obat-obatan terlarang hingga tindak asusila yang dilakukan anak bahkan sempat viral.</p>
<p>Sebagai salah satu instansi penegak hukum di bawah Kementerian Hukum dan Ham yang memiliki tugas pembimbingan klien dan pendampingan Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), Bapas Semarang melakukan inovasi dalam mendukung tugas pokok dan fungsinya.</p>
<p>Bachtiar Oktaffiandi selaku Kasi Bimbingan Klien Anak Bapas Semarang mengatakan, Bapas Semarang memiliki inovasi yang dinamakan Sahabat Anak Bapas Semarang (Sanak Bassama) yang menyasar ke sekolah-sekolah di wilayah kerja Bapas Semarang, antara lain Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, Kota Salatiga, dan Kabupaten Demak.</p>
<p>&#8220;Sanak Bassama memberikan pengetahuan kepada anak-anak usia sekolah tentang perilaku atau tindakan yang masuk kedalam kategori pidana dan seberat apa ancaman pidananya,&#8221; kata Bachtiar kepada Suarabaru.id, Jumat (7/6/2024).</p>
<p>Menurutnya, masih banyak anak-anak yang belum menyadari hal-hal yang ternyata memiliki konsekuensi pidana.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/06/07/sasar-sekolah-sekolah-bapas-semarang-sosialisasikan-pencegahan-tindak-pidana-anak-melalui-sanak-bassama">Sasar Sekolah-Sekolah, Bapas Semarang Sosialisasikan Pencegahan Tindak Pidana Anak Melalui Sanak Bassama</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BNNP Jateng Sosialisasikan Bahaya Narkoba dan Pencegahannya kepada Siswa SD-SMP</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/05/27/bnnp-jateng-sosialisasikan-bahaya-narkoba-dan-pencegahannya-kepada-siswa-sd-smp</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 May 2024 12:14:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Bahaya narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[BNNP Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan]]></category>
		<category><![CDATA[SD Negeri Gisikdrono 02 Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[SMPN 12 Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[sosialisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=416393</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; BNNP Jawa Tengah gelar sosialisasi bahaya narkoba dan pencegahannya kepada siswa-siswi SMPN 12 Kota Semarang, Senin (27/5/2024). Kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman siswa terkait bahaya narkoba dan bagaimana cara pencegahannya, sehingga ketahanan diri antinarkoba siswa-siswi meningkat. Kegiatan ini juga merupakan inisiasi dari SMPN 12 Semarang yang dilatarbelakangi oleh keinginan untuk melindungi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/27/bnnp-jateng-sosialisasikan-bahaya-narkoba-dan-pencegahannya-kepada-siswa-sd-smp">BNNP Jateng Sosialisasikan Bahaya Narkoba dan Pencegahannya kepada Siswa SD-SMP</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> BNNP Jawa Tengah gelar sosialisasi bahaya narkoba dan pencegahannya kepada siswa-siswi SMPN 12 Kota Semarang, Senin (27/5/2024).</p>
<p>Kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman siswa terkait bahaya narkoba dan bagaimana cara pencegahannya, sehingga ketahanan diri antinarkoba siswa-siswi meningkat. Kegiatan ini juga merupakan inisiasi dari SMPN 12 Semarang yang dilatarbelakangi oleh keinginan untuk melindungi siswa-siswi dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.</p>
<p>Guru Bimbingan dan Konseling SMPN 12 Semarang, Heru Susetyo menyebut, kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sudah sangat memprihatinkan sehingga harus ada upaya-upaya untuk menanggulangi permasalahan ini.</p>
<p>Pada kesempatan ini Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen. Pol. Dr. H. Agus Rohmat melalui Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Muda BNNP Jawa Tengah, Didik Kristiyanto menyampaikan sosialisasi bahaya narkoba dengan tema &#8220;Ketahanan Diri Remaja terhadap Narkoba dan Modus Operandi Peredaran Gelap Narkoba&#8221;. Metode diskusi interaktif digunakan dalam kegiatan agar peserta selalu fokus saat sosialisasi berlangsung.</p>
<p>Beberapa poin materi yang disampaikan oleh narasumber yaitu bahaya narkoba, mengapa orang yang sudah kecanduan narkoba rela menghabiskan uang untuk narkoba, serta bagaimana cara terhindar dari narkoba.</p>
<p>Selain di SMPN 12 Semarang, kegiatan penyuluhan antinarkoba juga dilaksanakan di lapangan SD Negeri Gisikdrono 2 Semarang yang diikuti oleh sekitar 350 siswa kelas I, II, V, dan VI.</p>
<p>Reza Aditya, Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Muda BNNP Jateng dalam penyuluhannya mengajak para siswa untuk selalu berkata &#8220;Tidak&#8221; dan &#8220;Jangan Mau&#8221; saat diberi apapun oleh orang yang tidak dikenal, sebagai upaya pencegahan masuknya narkoba.</p>
<p>Penyuluhan disampaikan dengan cara menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak, seperti mengubah lirik lagu &#8220;Kalau Kau Suka Hati&#8221; dan &#8220;Sayonara&#8221; dengan tema antinarkoba serta story telling tentang bahaya menerima permen dari orang asing.</p>
<p>Sementara itu Kepala SD Negeri Gisikdrono 02 Semarang, Agus Ngaderiyanto menyatakan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini membantu siswa-siswi memahami pentingnya menolak apapun dari orang yang tidak dikenal dan mencegah masuknya narkoba ke lingkungan sekolah. Antusiasme peserta terlihat jelas selama kegiatan berlangsung.</p>
<p>Terpisah, Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen. Pol. Dr. H. Agus Rohmat mengatakan bahwa kedua kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya BNNP Jawa Tengah untuk mengedukasi dan melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.</p>
<p>Diharapkan dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti ini, siswa-siswi di Kota Semarang semakin memahami dan mewaspadai bahaya narkoba, serta mendukung upaya pemerintah dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/27/bnnp-jateng-sosialisasikan-bahaya-narkoba-dan-pencegahannya-kepada-siswa-sd-smp">BNNP Jateng Sosialisasikan Bahaya Narkoba dan Pencegahannya kepada Siswa SD-SMP</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bersama BNNP Jateng, Bapas Semarang Gelar Bimbingan Kepribadian Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/05/16/bersama-bnnp-jateng-bapas-semarang-gelar-bimbingan-kepribadian-pencegahan-penyalahgunaan-narkotika</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2024 07:04:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Bapas Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[BNNP Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Klien Bapas]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan]]></category>
		<category><![CDATA[penyalahgunaan narkoba]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=414314</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Sejumlah klien Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas 1 Semarang mengikuti kegiatan bimbingan kepribadian tentang pencegahan penyalahgunaan narkotika yang berlangsung di Aula Bapas Semarang, Kamis (16/5/2024). Kali ini Bapas Semarang bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah melakukan kegiatan penyuluhan yang diikuti sebanyak 20 orang klien Bapas. Kepala Bapas Kelas I [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/16/bersama-bnnp-jateng-bapas-semarang-gelar-bimbingan-kepribadian-pencegahan-penyalahgunaan-narkotika">Bersama BNNP Jateng, Bapas Semarang Gelar Bimbingan Kepribadian Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Sejumlah klien Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas 1 Semarang mengikuti kegiatan bimbingan kepribadian tentang pencegahan penyalahgunaan narkotika yang berlangsung di Aula Bapas Semarang, Kamis (16/5/2024).</p>
<p>Kali ini Bapas Semarang bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah melakukan kegiatan penyuluhan yang diikuti sebanyak 20 orang klien Bapas.</p>
<p>Kepala Bapas Kelas I Semarang, Sarwito saat membuka kegiatan menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan untuk membentengi klien agar tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkotika.</p>
<p>Sarwito juga menyampaikan terima kasih kepada para klien yang telah hadir. Ia berpesan agar klien tidak melakukan pelanggaran hukum lagi. &#8220;Kegiatan pembimbingan yang dilaksanakan Bapas Semarang ini sangat positif bagi rekan-rekan klien,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia berharap melalui kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran dan memupuk samangat bagi klien, agar menjadi pribadi yang lebih baik, dan tidak kembali terjerat perkara hukum.</p>
<p>&#8220;Semoga kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran dan memupuk samangat agar menjadi pribadi yang lebih baik, dan tidak kembali terjerat perkara hukum lagi,&#8221; kata Sarwito.</p>
<p>Klien Bapas Semarang terlihat sangat antusias dan berpartisipasi aktif dalam mengikuti jalannya kegiatan.</p>
<p>Pada kesempatan ini Analis Data dan Informasi BNNP Jawa Tengah, Dela Setiyawan menyampaikan materi yang menarik perhatian para klien, hingga menyentuh hati mereka.</p>
<p>Dela juga memberikan semangat kepada para klien agar mampu melangkah maju membangun harapan dengan melakukan kegiatan yang positif.</p>
<p>Salah satu peserta, SG menyampaikan, jika perbuatannya di masa lalu sebagai pemakai dan pengedar narkoba telah meruntuhkan kebahagiannya. Ia mengaku merasa bersalah, karena saat menjalani pembinaan di Rutan Salatiga harus berpisah dengan anaknya yang masih balita.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/16/bersama-bnnp-jateng-bapas-semarang-gelar-bimbingan-kepribadian-pencegahan-penyalahgunaan-narkotika">Bersama BNNP Jateng, Bapas Semarang Gelar Bimbingan Kepribadian Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemenkumham Jateng Edukasi Pencegahan Pelanggaran KI bagi Pelaku Usaha</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/05/01/kemenkumham-jateng-edukasi-pencegahan-pelanggaran-ki-bagi-pelaku-usaha</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 May 2024 10:09:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkumham Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[KI]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku usaha]]></category>
		<category><![CDATA[Pelanggaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=411785</guid>

					<description><![CDATA[<p>PEKALONGAN (SUARABARU.ID) &#8211; Sepanjang tahun 2023, terdapat 7.192 pengajuan permohonan merek, 16.056 permohonan pencatatan hak cipta, 37 permohonan paten, 549 permohonan paten sederhana, dan 195 permohonan desain industri. Hal itu diungkapkan Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Tejo Harwanto saat membuka kegiatan edukasi pencegahan pelanggaran Kekayaan Intelektual (KI) bagi pelaku usaha di wilayah Jawa Tengah, di [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/01/kemenkumham-jateng-edukasi-pencegahan-pelanggaran-ki-bagi-pelaku-usaha">Kemenkumham Jateng Edukasi Pencegahan Pelanggaran KI bagi Pelaku Usaha</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left"><strong>PEKALONGAN (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Sepanjang tahun 2023, terdapat 7.192 pengajuan permohonan merek, 16.056 permohonan pencatatan hak cipta, 37 permohonan paten, 549 permohonan paten sederhana, dan 195 permohonan desain industri.</p>
<p>Hal itu diungkapkan Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Tejo Harwanto saat membuka kegiatan edukasi pencegahan pelanggaran Kekayaan Intelektual (KI) bagi pelaku usaha di wilayah Jawa Tengah, di Pekalongan, Selasa (30/4/2024).</p>
<p>Tingginya jumlah permohonan KI dari Jawa Tengah menunjukkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan KI semakin meningkat dari tahun ke tahun. Namun tren positif ini tidak linear dengan kesadaran masyarakat dalam menghargai karya orang lain.</p>
<p>&#8220;Tingginya kesadaran untuk mendaftarkan atau mencatatkan Kekayaan Intelektual ini ternyata belum berbanding lurus dengan kesadaran untuk menghargai karya orang lain,&#8221; kata Tejo.</p>
<p>Menurut Tejo, di wilayah Jawa Tengah sendiri, sepanjang tahun 2023 terdapat 7 pengaduan Kekayaan Intelektual, yang terdiri atas dugaan pelanggaran merek, hak cipta, paten, dan rahasia dagang.</p>
<p>Mengutip penjelasan, Lawrence Meir Friedman, seorang pakar hukum, Kakanwil Kemenkumham Jateng menyebutkan bahwa terdapat 3 komponen dalam sistem hukum.</p>
<p>&#8220;Yaitu struktur hukum, substansi hukum, dan budaya hukum. Budaya hukum sendiri dibagi ke dalam dua bagian, yaitu budaya hukum penegak hukum dan budaya hukum masyarakat,&#8221; jelas Tejo.</p>
<p>&#8220;Jika dikaitkan dengan penegakan hukum Kekayaan Intelektual, maka selain penegak hukum yang bekerja secara optimal, perlu juga didukung oleh budaya hukum masyarakat. Budaya masyarakat untuk menghargai karya orang lain perlu untuk ditingkatkan dari waktu ke waktu,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Sub Bidang Pelayanan KI Tri Junianto menjelaskan, kegiatan ini sebagai sarana diskusi dan sosialisasi mengenai pelanggaran KI, serta meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya KI dan mencegah terjadinya pelanggaran KI di Jawa Tengah.</p>
<p>Hadir sebagai narasumber, Direktur Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Anom Wibowo, anggota Kepolisian Daerah Jawa Tengah dan Kepala Sub Bidang Pelayanan KI Kemenkumham Jateng.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/01/kemenkumham-jateng-edukasi-pencegahan-pelanggaran-ki-bagi-pelaku-usaha">Kemenkumham Jateng Edukasi Pencegahan Pelanggaran KI bagi Pelaku Usaha</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>