<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pantura Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/pantura/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 20 Jun 2026 05:32:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>pantura Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Prodi Teknik Sipil USM Gelar Webinar Potensi Pantura Jateng</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/06/20/prodi-teknik-sipil-usm-gelar-webinar-potensi-pantura-jateng</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 05:00:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[daring]]></category>
		<category><![CDATA[jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[pantura]]></category>
		<category><![CDATA[Peluang Karier]]></category>
		<category><![CDATA[Program Studi]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Teknik Sipil]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[webinar]]></category>
		<category><![CDATA[Wilayah Pesisir]]></category>
		<category><![CDATA[Zoom Meeting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=565339</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Sebanyak 173 peserta dari 24 SMA/SMK/MA sederajat, mengikuti webinar bertajuk &#8216;Peluang Karir Wilayah Pesisir Pantura Jawa Tengah di Dunia Teknik Sipil&#8217;. Webinar ini diselenggarakan Program Studi S1 Teknik Sipil Universitas Semarang (USM), secara daring melalui Zoom Meeting, pada Jumat (19/6/2026). Peserta yang hadir dalam webinar itu SMAN 2 Semarang, SMKN 2 Purwodadi, SMKN [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/20/prodi-teknik-sipil-usm-gelar-webinar-potensi-pantura-jateng">Prodi Teknik Sipil USM Gelar Webinar Potensi Pantura Jateng</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Sebanyak 173 peserta dari 24 SMA/SMK/MA sederajat, mengikuti webinar bertajuk &#8216;Peluang Karir Wilayah Pesisir Pantura Jawa Tengah di Dunia Teknik Sipil&#8217;. Webinar ini diselenggarakan Program Studi S1 Teknik Sipil Universitas Semarang (USM), secara daring melalui Zoom Meeting, pada Jumat (19/6/2026).</p>
<p>Peserta yang hadir dalam webinar itu SMAN 2 Semarang, SMKN 2 Purwodadi, SMKN 2 Salatiga, SMK Negeri 2 Pati, SMAN 1 Jakenan, SMAN 1 Donorojo, SMAN 1 Welahan, SMKN 5 Semarang, SMAN 3 Demak, SMAN 1 Welahan, SMKN 7 Semarang, SMA Islam Sudirman Ambarawa.</p>
<p>Hadir pula SMAN 1 Mayong, SMA IT Raflesia, MA Tarbiyatul Banin, SMKN 3 Semarang, SMK Pelita Nusantara 2, SMKN 9 Semarang, SMAN 2 Blora, SMAN 1 Petarukan, SMAN 1 Semarang, SMK Yasiha Gubug, SMA Muhammadiyah Gubug, dan SMAN 1 Wedung.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/06/19/mahasiswa-usm-juara-kompetisi-blockchain-nasional">Mahasiswa USM Juara Kompetisi Blockchain Nasional</a></strong></p>
<p>Kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat positif dari para siswa, guru, alumni, hingga perwakilan instansi dan industri, yang memiliki perhatian terhadap pembangunan wilayah pesisir.</p>
<p>Kegiatan yang mengangkat tema &#8216;Bangun Mimpi, Bangun Negeri, di Negeri Pesisir&#8217; itu, sebagai wadah edukasi bagi generasi muda, untuk mengenal lebih dekat berbagai peluang pendidikan tinggi dan prospek karier yang dapat dikembangkan melalui bidang Teknik Sipil, khususnya dalam mendukung pembangunan kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah, yang memiliki potensi ekonomi dan infrastruktur yang sangat besar.</p>
<p>Dalam sambutannya, Ketua Program Studi S1 Teknik Sipil USM, Dr Dhamang mengatakan, kawasan Pantura Jateng merupakan salah satu wilayah strategis, yang membutuhkan sumber daya manusia unggul di bidang ketekniksipilan.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/06/19/mahasiswa-ilkom-usm-edukasi-generasi-muda-tentang-tradisi-sedekah-bumi">Mahasiswa Ilkom USM Edukasi Generasi Muda tentang Tradisi Sedekah Bumi</a></strong></p>
<p>&#8221;Pantura Jateng memiliki potensi yang sangat besar, mulai dari pengembangan kawasan industri, pelabuhan, jalan Nasional, pengendalian banjir rob, perlindungan pantai, hingga pengembangan kawasan permukiman pesisir. Kondisi itu membuka peluang yang sangat luas bagi lulusan Teknik Sipil untuk berkontribusi, dalam pembangunan berkelanjutan,&#8221; ungkap Dhamang.</p>
<p>Dia menambahkan, kegiatan itu merupakan bagian dari upaya Program Studi S1 Teknik Sipil USM, untuk memberikan gambaran kepada para siswa yang masih bimbang menentukan pilihan studi, setelah lulus sekolah.</p>
<p>&#8221;Kami memahami, masih banyak siswa yang bertanya, setelah lulus sekolah mau kuliah di mana dan jurusan apa, yang memiliki prospek menjanjikan. Melalui webinar ini, kami ingin menunjukkan, Teknik Sipil bukan hanya tentang membangun gedung dan jalan, tetapi juga tentang membangun masa depan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir yang memiliki tantangan dan peluang besar,&#8221; tambahnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/06/17/fakultas-ekonomi-usm-dan-indosat-semarang-jalin-kerja-sama">Fakultas Ekonomi USM dan Indosat Semarang Jalin Kerja Sama</a></strong></p>
<p>Tidak hanya diikuti kalangan pelajar, kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Batang (Disnaker Batang), PLTU Batang, serta peserta dari berbagai latar belakang profesi, yang tertarik terhadap isu pembangunan infrastruktur pesisir.</p>
<p>Webinar menghadirkan tiga materi utama, yang membahas berbagai aspek penting dalam dunia Teknik Sipil, yaitu tentang peluang dan tantangan pembangunan pesisir Pantura Jateng, Dunia Teknik Sipil, dan Kuliah Teknik Sipil.</p>
<p>&#8221;Selama kegiatan, peserta memperoleh wawasan mengenai besarnya kebutuhan tenaga profesional di bidang Teknik Sipil, prospek kerja lulusan, peluang memperoleh beasiswa, serta kontribusi yang dapat diberikan dalam pembangunan wilayah pesisir yang tangguh dan berkelanjutan,&#8221; ujarnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/06/17/mahasiswa-ilkom-usm-kenalkan-budaya-seni-ukir-pada-siswa-paud-sendangmulyo">Mahasiswa Ilkom USM Kenalkan Budaya Seni Ukir pada Siswa PAUD Sendangmulyo</a></strong></p>
<p>Dia berharap, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menjembatani kebutuhan informasi pendidikan tinggi bagi generasi muda.</p>
<p>&#8221;Kami berharap, dengan semakin dikenalnya potensi pembangunan Pantura Jateng, semakin banyak siswa yang termotivasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi, dan mengambil peran dalam membangun daerahnya melalui keilmuan Teknik Sipil. Bangun Mimpi, Bangun Negeri, di Negeri Pesisir,&#8221; ungkapnya.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/20/prodi-teknik-sipil-usm-gelar-webinar-potensi-pantura-jateng">Prodi Teknik Sipil USM Gelar Webinar Potensi Pantura Jateng</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Luapan Kali Babon Genangi Pantura Demak &#8211; Semarang, Macet Belasan Kilometer</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/02/16/luapan-kali-babon-genangi-pantura-demak-semarang-macet-belasan-kilometer</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2026 06:32:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Demak]]></category>
		<category><![CDATA[Kali Babon]]></category>
		<category><![CDATA[macet]]></category>
		<category><![CDATA[pantura]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=544851</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Luapan Kali Babon menggenangi banyak titik, di Kota Semarang, sejak Senin dini hari, 16 Februari 2026. Salah satu yang masih terdampak banjir yakni di jalur vital Pantai Utara (Pantura) Demak. Tepatnya di Kelurahan Banjardowo, Kecamatan Genuk. Lokasi banjir luapan ini tak jauh dengan gapura perbatasan Kabupaten Demak. Baik dari arah Demak &#8211; [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/16/luapan-kali-babon-genangi-pantura-demak-semarang-macet-belasan-kilometer">Luapan Kali Babon Genangi Pantura Demak &#8211; Semarang, Macet Belasan Kilometer</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">
<strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Luapan Kali Babon menggenangi banyak titik, di Kota Semarang, sejak Senin dini hari, 16 Februari 2026.</p>
<p>Salah satu yang masih terdampak banjir yakni di jalur vital Pantai Utara (Pantura) Demak. Tepatnya di Kelurahan Banjardowo, Kecamatan Genuk.</p>
<p>Lokasi banjir luapan ini tak jauh dengan gapura perbatasan Kabupaten Demak. Baik dari arah Demak &#8211; Semarang, maupun sebaliknya.</p>
<p>Ketinggian banjir luapan sungai itu bervariasi, ada yang melebihi trotoar pemisah jalur. Di tepi jalan bahkan lebih dalam.</p>
<p>Pemotor khususnya, harus melewati jakut ini dengan berhati-hati dan pelan. Kendaraan merayap.</p>
<p>Foto dan video kondisi ini juga diunggah oleh masyarakat  ke media sosial. Salah satunya diunggah ulang melalui akun Instagram @kejadiansmg pada, Selasa, 16 Februari 2025 siang ini.</p>
<p>Dipantau melalui Fitur Google Maps, kemacetan mengular dari arah Demak ke Semarang hingga belasan kilometer.</p>
<p>Ekot kemacetan telah mencapai Desa Batu, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Demak.</p>
<p>Jalur alternatif lain yang bisa digunakan pengendara yakni Jalan Raya Onggorawe &#8211; Mranggen. Meskipun di titik ini jalan juga terjadi kemacetan.</p>
<p>Sebagai informasi sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, merilis Situation Report (Sitrep) Bencana Banjir Kota Semarang.<br />
Dengan informasi terbaru Senin, 16 Februari 2025, pukul 07.00 WIB.</p>
<p>Sejak srkira pukul 02.00 WIB, dilaporkan hujan deras dengan intensitas sedang &#8211; tinggi di wilayah Kota Semarang. Sistem drainase, dan sungai tidak mampu menampung debit air hujan yang membuat aliran air meluap di area Pemukiman.</p>
<p>Menyusul itu, terjadi genangan di beberapa titik di wilayah Kota Semarang. Di antaranya, Perumahan Argo Residence  Grand Batik Semarang, Grand Pemata Tembalang, Perumahan Dinar Indah, dan RW 1 Kelurahan Rowosari di Kecamatan Tembalang.</p>
<p>Ratusan keluarga dan jiwa terdampak banjir luapan dari Kali Babon tersebut. Mereka juga mengungsi akibat kejadian ini.</p>
<p>BPBD terus melakukan upaya penanganan, di antaranya monitoring dan pemantauan wilayah yang masih terdampak genangan. Melakukan asesmen, dan evakuasi warga yang terdampak.</p>
<p>Beberapa kebutuhan mendesak di antaranya, pembersihan lokasi pasca banjir, dukungan logistik terdampak termasuk air bersih. (*)</p>
<p><em><strong>Diaz A Abidin</strong></em></div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/16/luapan-kali-babon-genangi-pantura-demak-semarang-macet-belasan-kilometer">Luapan Kali Babon Genangi Pantura Demak &#8211; Semarang, Macet Belasan Kilometer</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Taj Yasin Sebut Pantura Semarang ke Rembang jadi Perhatian Perbaikan Infrastruktur</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/01/23/taj-yasin-sebut-pantura-semarang-ke-rembang-jadi-perhatian-perbaikan-infrastruktur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 00:41:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[infrastruktur]]></category>
		<category><![CDATA[jalan]]></category>
		<category><![CDATA[pantura]]></category>
		<category><![CDATA[Rembang]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[taj yasin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=540853</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) – Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin, mengatakan, pemerintah provinvsi menghitung kerusakan infrastruktur di jalur Pantai Utara (Pantura) Semarang &#8211; Rembang yang menjadi lalu lintas perekonomian. “Banjir di Jawa Tengah memang sampai saat ini belum selesai semuanya. Untuk penanganan pascabencana, kami baru mulai menghitung dan memetakan,” kata Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/23/taj-yasin-sebut-pantura-semarang-ke-rembang-jadi-perhatian-perbaikan-infrastruktur">Taj Yasin Sebut Pantura Semarang ke Rembang jadi Perhatian Perbaikan Infrastruktur</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> – Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin, mengatakan, pemerintah provinvsi menghitung kerusakan infrastruktur di jalur Pantai Utara (Pantura) Semarang &#8211; Rembang yang menjadi lalu lintas perekonomian.</p>
<p>“Banjir di Jawa Tengah memang sampai saat ini belum selesai semuanya. Untuk penanganan pascabencana, kami baru mulai menghitung dan memetakan,” kata Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, usai menerima kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis, 22 Januari 2026.</p>
<p>Menurutnya, jalur utama Pantura dari Kabupaten Rembang hingga Kota Semarang menjadi perhatian utama.  Kerusakan tidak hanya terjadi di jalan nasional, tetapi juga di jalan kabupaten dan provinsi akibat tingginya intensitas kendaraan yang melintas saat banjir.</p>
<p>“Kami sampaikan ke pemerintah pusat, jalur Pantura dari Rembang sampai Semarang itu belum kita hitung semuanya. Belum lagi dari Semarang ke arah barat,” katanya.</p>
<p>Pemprov Jateng, lanjutnya, sedang menyiapkan pengajuan anggaran, termasuk untuk pembangunan dan peninggian tanggul sebagai langkah pencegahan agar banjir tidak terulang tahun depan.</p>
<p><strong>Banjir Pati</strong></p>
<p>Di wilayah Kabupaten Pati, lanjut Taj Yasin,  banjir terjadi akibat limpasan debit air yang sangat tinggi.</p>
<p>“Kalau limpasan, berarti debit airnya tinggi. Ini artinya perlu peninggian tanggul atau normalisasi sungai,” ucap sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu.</p>
<p>Tantangan semakin berat karena banjir terjadi bersamaan dengan rob, sehingga pembuangan air menjadi lebih sulit.</p>
<p>Di Kota Pekalongan, Pemprov Jateng menilai pembangunan bendungan karet di Sungai Bremi menjadi kebutuhan mendesak meski membutuhkan anggaran besar.</p>
<p>Hal serupa direncanakan di wilayah hilir Kabupaten Pati. Namun, Taj Yasin menegaskan pemasangan infrastruktur pengendali banjir harus melalui dialog dengan masyarakat, khususnya nelayan di sekitar Sungai Juwana.</p>
<p>“Kalau dipasang tanggul karet, kapal nelayan bisa tidak masuk. Ini tidak boleh langsung dipasang begitu saja, harus kita diskusikan dan libatkan masyarakat,” tegasnya.</p>
<p>Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengungkapkan banjir masih terjadi di Kabupaten Pati, Kudus, dan Pekalongan. Kerugian yang ditimbulkan pun tidak sedikit.</p>
<p>Dalam situasi ini, BPBD menegaskan prioritas utama tetap keselamatan warga. Evakuasi terus dilakukan bersama TNI, Polri, relawan, dengan fokus pada kelompok rentan. Kebutuhan dasar pengungsi juga dipastikan terpenuhi.</p>
<p>“Pengungsian semua memakai bangunan fasos dan fasum, seperti sekolah, masjid, dan aula. Pangan didukung Kemensos, Dinsos, PMI, Baznas, dan masyarakat,” katanya. (*)</p>
<p><em><strong>Diaz A Abidin</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/23/taj-yasin-sebut-pantura-semarang-ke-rembang-jadi-perhatian-perbaikan-infrastruktur">Taj Yasin Sebut Pantura Semarang ke Rembang jadi Perhatian Perbaikan Infrastruktur</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jalur Alternatif di Kota Semarang Ini jadi Favorit Hindari Banjir di Pantura Kaligawe</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/02/03/jalur-alternatif-di-kota-semarang-ini-jadi-favorit-hindari-banjir-di-pantura-kaligawe</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Feb 2025 03:29:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Alternatif]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Demak]]></category>
		<category><![CDATA[jalan]]></category>
		<category><![CDATA[jalur]]></category>
		<category><![CDATA[Kaligawe]]></category>
		<category><![CDATA[macet]]></category>
		<category><![CDATA[pantura]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Woltermonginsidi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=459048</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Arus lalu lintas di beberapa titik di Jalan Woltermonginsidi, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, tampak tersendat, Senin, 3 Februari 2025. Hal itu lantaran banyak pengendara memilih jalur altetnatif tersebut untuk menghindari Jalur Pantai Utara (Pantura) Jalan Raya Kaligawe, yang banjir sudah beberapa hari ini. Beragam jenis kendaraan roda dua, roda empat, truk, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/03/jalur-alternatif-di-kota-semarang-ini-jadi-favorit-hindari-banjir-di-pantura-kaligawe">Jalur Alternatif di Kota Semarang Ini jadi Favorit Hindari Banjir di Pantura Kaligawe</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Arus lalu lintas di beberapa titik di Jalan Woltermonginsidi, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, tampak tersendat, Senin, 3 Februari 2025.</p>
<p>Hal itu lantaran banyak pengendara memilih jalur altetnatif tersebut untuk menghindari Jalur Pantai Utara (Pantura) Jalan Raya Kaligawe, yang banjir sudah beberapa hari ini.</p>
<p>Beragam jenis kendaraan roda dua, roda empat, truk, dan lain-lain memilih rute ini.</p>
<p>Pantauan di lapangan, untuk arah pertigaan Genuk menuju Jalan Arteri Soekarno-Hatta, kemacetan terjadi dari Jembatan Layang Bangetayu mengular hingga sekitar Tugu Gentong, Kelurahan Sembungharjo.</p>
<p>Pada arah yang sama, kemacetan juga terjadi dari pertigaan Masjid Panut mengekor hampir sampai di Jembatan Bangetayu.</p>
<p>Pada arah sebaliknya, antrean kendaraan dimulai dari Jembatan Bangetayu mengekor hingga area dekat SMK St. Fransiskus.</p>
<p>Meski kemacetan terjadi cukup panjang, jalur ini masih tetap dipilih karena bisa menghindari resiko mogok kendaraan bila melewati Jalan Raya Kaligawe.</p>
<p>Padatnya Jalan Woltermonginsidi ini juga ditambah datangnya pengendara dari Timur seperti Kabupaten Demak, Kudus, Jepara dan lainnya menuju Kota Semarang.</p>
<p>Rute ini memang menjadi yang terdekat bagi oengendara dari arah Timur menuju Kota Semarang, selain melalui Jalan Raya Purwodadi-Semarang via Mranggen menuju Pedurungan, Kota Semarang.</p>
<p>Untuk menghindari kemacetan, serta banjir dan rob di Jalan Pantura Sayung Demak, Mereka memilih rute alternatif Onggorawe, pertigaan Waru, Wringin Jajar, menuju Kudu, dan Karangroto (Kota Semarang), tembus di Jalan Woltermonginsidi.***</p>
<p><em>DA</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/03/jalur-alternatif-di-kota-semarang-ini-jadi-favorit-hindari-banjir-di-pantura-kaligawe">Jalur Alternatif di Kota Semarang Ini jadi Favorit Hindari Banjir di Pantura Kaligawe</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Roemah Oei Lasem, Seberkas Kisah di Destinasi Wisata Toleransi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/11/02/roemah-oei-lasem-seberkas-kisah-di-destinasi-wisata-toleransi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Nov 2024 10:36:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Lasem]]></category>
		<category><![CDATA[pantura]]></category>
		<category><![CDATA[Roemah Oei]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Toleransi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=444451</guid>

					<description><![CDATA[<p> LASEM, sebuah kota tua yang sudah ada sejak zaman Kerajaan dulu.  Lasem berada di jalur utama Pantai Utara Jawa, di wilayah Kabupaten Rembang. Lasem sudah dikenal sejak abad ke-14, dan menjadi bandar atau Pelabuhan utama bagi Kerajaan Majapahit. Setelah runtuhnya Kerajaan Majapahit, Lasem tetap menjadi kota bandar penting di bawah Kesultanan Demak, Pajang, dan Mataram. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/02/roemah-oei-lasem-seberkas-kisah-di-destinasi-wisata-toleransi">Roemah Oei Lasem, Seberkas Kisah di Destinasi Wisata Toleransi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong><strong>LASEM, </strong>sebuah kota tua yang sudah ada sejak zaman Kerajaan dulu.  Lasem berada di jalur utama Pantai Utara Jawa, di wilayah Kabupaten Rembang. Lasem sudah dikenal sejak abad ke-14, dan menjadi bandar atau Pelabuhan utama bagi Kerajaan Majapahit.</p>
<p>Setelah runtuhnya Kerajaan Majapahit, Lasem tetap menjadi kota bandar penting di bawah Kesultanan Demak, Pajang, dan Mataram. Lasem tetap punya peran penting sebagai pangkalan armada perang Mataram dan pusat perdagangan.</p>
<p>Sebagai kota kuno, Lasem memiliki kekayaan yang unik. Penduduknya terdiri atas berbagai suku seperti Jawa, Tionghoa, Keturunan Campa, kemudian etnis Lasem yang merupakan perpaduan dari etnis-etnis tersebut, tentu saja ada etnis pendatang seperti orang Sunda dan Batak.</p>
<p>Lasem sebagai jalur pengembangan agama Islam, tentu saja meninggalkan jejak-jejak para wali. Maka, di Lasem ada juga jejak Sunan Bonang, salah satu dari Walisongo.</p>
<p>Petilasan itu berupa Sebuah petilasan peninggalan Sunan Bonang terawat dengan baik hingga kini di Desa Bonang Kecamatan Lasem, Rembang. Petilasan tersebut berupa empat buah bongkahan batu beragam ukuran, yang letaknya tak bisa dipindah.</p>
<p>Satu batu berukuran besar, dan konon di batu ini terdapat cap dahi Sunan Bonang menggambarkan seolah sehabis bersujud. Batu berikutnya berukuran sedikit lebih kecil, terdapat cap kaki sebelah kiri. Dipercaya cap tersebut merupakan kaki sunan Bonang saat bertapa, berdoa kepada Allah dengan berdiri satu kaki.</p>
<p>Kita memang tidak kesulitan untuk berkunjung ke petilasan ini, karena lokasinya ada di tepi jalan raya pantura di tepian Pantai, di Desa Bonang. Satu Lokasi dengan petilasan ini adalah makam putri Campa, murid Sunan Bonang yang datang dari negeri Campa.</p>
<p><strong>Wisata Toleransi</strong><br />
Jejak pengembangan Islam, selain petilasan Sunan Bonang, di Lasem juga ada Masjid Jami yang didirikan pada tahun 1588.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/02/roemah-oei-lasem-seberkas-kisah-di-destinasi-wisata-toleransi">Roemah Oei Lasem, Seberkas Kisah di Destinasi Wisata Toleransi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sedari Dini Merestorasi Ekosistem Mangrove di Lahan Rakyat, Harapan Perekonomian Nelayan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/08/30/sedari-dini-merestorasi-ekosistem-mangrove-di-lahan-rakyat-harapan-perekonomian-nelayan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Aug 2024 16:56:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Demak]]></category>
		<category><![CDATA[jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[pantura]]></category>
		<category><![CDATA[Perikanan]]></category>
		<category><![CDATA[restorasi]]></category>
		<category><![CDATA[SMPN 3]]></category>
		<category><![CDATA[Tambak Gojoyo]]></category>
		<category><![CDATA[Wedung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=433959</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Layinatuz Zahra siswi kelas IX SMPN 3 Wedung, Dukuh Tambak Gojoyo, Desa Wedung, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, bersemangat menyelesaikan gambar ekosistem Bakau atau Mangrove, di bangku sekolahnya, Jumat 26 Juli 2024, pagi. Hari itu tepat pada peringatan Hari Mangrove Sedunia. “Ini gambar Mangrove, ada Kepiting (gambarnya),” kata Zahra, yang sedang menyelesaikan gambar [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/08/30/sedari-dini-merestorasi-ekosistem-mangrove-di-lahan-rakyat-harapan-perekonomian-nelayan">Sedari Dini Merestorasi Ekosistem Mangrove di Lahan Rakyat, Harapan Perekonomian Nelayan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Layinatuz Zahra siswi kelas IX SMPN 3 Wedung, Dukuh Tambak Gojoyo, Desa Wedung, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, bersemangat menyelesaikan gambar ekosistem Bakau atau Mangrove, di bangku sekolahnya, Jumat 26 Juli 2024, pagi. Hari itu tepat pada peringatan Hari Mangrove Sedunia.</p>
<p>“Ini gambar Mangrove, ada Kepiting (gambarnya),” kata Zahra, yang sedang menyelesaikan gambar ekosistem Mangrove.</p>
<p>Di kelas sebelah Selatan, Muhammad Arsyadur Rosyad, siswa kelas VIII juga melakukan hal yang sama, menggambar ekosistem Mangrove. Dalam bahasa lokal setempat, dia menyebutnya dengan Petete, (<em>dibaca seperti membaca buah Pete).</em></p>
<figure id="attachment_433961" aria-describedby="caption-attachment-433961" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-433961" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/FOTO-1.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/FOTO-1.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/FOTO-1-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/FOTO-1-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-433961" class="wp-caption-text">Layinatuz Zahra siswi kelas IX SMPN 3 Wedung, Demak, menyelesaikan gambar ekosistem Mangrove, Jumat 26 Julli 2024. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p>Tanaman Mangrove yang digambar Arsyad itu lengkap dengan gambar Kepiting, Burung Bangau, dan potret perairan yang menggambarkan kondisi pesisir di kampung tempat tinggal dia. Langit biru melengkapi hasil akhir gambaran ekosistem Mangrove, di kertas gambar sosok yang menggemari Sepak Bola itu</p>
<p>“Mangrove itu (bisa) menyuplai oksigen, dan mencegah banjir (abrasi),” kata dia menjelaskan manfaat Mangrove yang dia gambar.</p>
<p>Ya, dua gambar siswa tersebut merupakan bagian dari apa yang dilakukan lebih dari 50 pelajar lain dari kelas VII hingga IX, SMPN 3 Wedung, di Dusun Tambak Gojoyo, Desa Wedung, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.</p>
<p>Kegiatan menggambar ekosistem Mangrove itu jadi bagian dalam kegiatan ‘Penanaman Mangrove dalam rangka peringatan Hari Mangrove Sedunia 2024, bertema ‘Hijaukan Mangrove Tingkatkan Kesejahteraan’.</p>
<p>Kegiatan ini diinisiasi oleh kerja sama lintas pihak, mulai dari SMPN 3 Wedung, Forum Bintoro di bawah binaan Wetlands Internasional Indonesia, Yayasan Rekam Jejak Alam Nusantara, warga Dusun Tambak Gojoyo, Penyuluh Kehutanan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah II Pati Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah, serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Tengah.</p>
<figure id="attachment_433963" aria-describedby="caption-attachment-433963" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-433963" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/FOTO-3-2.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/FOTO-3-2.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/FOTO-3-2-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/FOTO-3-2-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-433963" class="wp-caption-text">Hasil gambar ekosistem Mangrove yang ditempel di mading di mana sudah dibuat siswa/siswi SMPN 3 Wedung, Kabupaten Demak, Jumat 26 Juli 2024. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p>Kepala Sekolah SMPN 3 Wedung Demak,  Masnan, menjelaskan, sekolah punya tanggung jawab mulai sejak dini mengenalkan ke siswa tentang fungsi Mangrove untuk kehidupan, dan kelestarian lingkungan.</p>
<p>“Kita memberikan pemahaman, ilmu, melalui kegiatan nyata seperti di P5. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka,” kata dia.</p>
<p>P5 untuk siswa SMPN 3 Wedung, yakni pengenalan ekosistem Mangrove sesuai kondisi di lingkungan tempat tinggal mereka, mulai dengan pemahaman, pembibitan, menanam.</p>
<p>“Setelah menanam, bergerak ke arah ekonomi. Bisa jadi kuliner, seperti sirup buah pedada (salah satu buah dari jenis Mangrove). Intinya menanamkan anak mengenalkan Mangrove sejak dini, seberapa besar manfaatnya,” kata dia.</p>
<figure id="attachment_433966" aria-describedby="caption-attachment-433966" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-433966" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/FOTO-6-1.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/FOTO-6-1.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/FOTO-6-1-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/FOTO-6-1-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-433966" class="wp-caption-text">Para pelajar SMPN 3 Wedung, Demak, praktik langsung menanam Mangrove di kawasan pesisir wilayah tempat tinggal mereka, Dukuh Tambak Gojoyo, Desa Wedung, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jumat 26 Juli 2024. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Tanam Mangrove</strong></p>
<p>Setelah waktu Sholat Jumat, lebih dari 50 pelajar itu serta pihak lain menggunakan 3 perahu mesin menyusuri sungai menuju pesisir. Selain diajarkan tentang manfaat Mangrove di ruang kelas, mereka diajak untuk turun langsung menanam dan merawatnya.</p>
<p>“Kurang lebih 1.000 Mangrove yang ditanam hari ini,” ujar Maskur, Ketua Forum Bintoro, salah satu sosok yang menginisiasi restorasi Mangrove di wilayah setempat.</p>
<p>Keprihatinan akan ancaman kelestarian ekosistem di pesisir membuatnya harus bergerak dimulai dari 2012. Saat itu dia berkenalan dengan seorang penyuluh kehutanan, dan memantapkan tekad untuk merestorasi kawasan Mangrove di daerah tempat tinggalnya itu.</p>
<p>Dia bercerita, sang bapak merupakan seorang petambak di wilayah setempat. Dia ingat betul masa kecilnya melihat hasil tambak ayahnya dengan hasil Ikan Bandeng yang bagus.</p>
<p>Pekerjaan warga setempat bermacam-macam, namun mayoritas petambak, dan nelayan tangkap. Adapula buruh tambak sekaligus nelayan tangkap, dan lain-lain.</p>
<p>“Seiring waktu hasilnya menurun. Mangrove banyak ditebang karena ketidaktahuan warga saat itu. Jadi saya prihatin dan mencoba mulai merestorasinya. Sekarang sudah ada hasilnya pelan-pelan menghijau, tangkapan ikan juga membaik jumlahnya dibanding dahulu,” kata dia.</p>
<p>Pun, dengan tambak-tambak lain di wilayahnya juga makin gersang dengan penebangan Mangrove, karena dianggap untuk perluasan tambak warga. Mereka, kata Maskur, tidak tahu kalau penebangan Mangrove makin masif justru menurunkan hasil perikanan budi daya.</p>
<p>Ekosistem Mangrove yang rusak, membuat siklus rantai makanan juga bermasalah. Ikan-ikan kecil dan udang-udang, hingga kepiting, tidak punya sumber makanan di ekosistem Mangrove yang seharusnya ada. Akibatnya, Ikan Bandeng budidaya juga tak punya alternatif sumber makanan dari alam.</p>
<p>Lebih dari satu dekade berlalu, dia terus mengajak masyarakat setempat untuk menanam Mangrove. Perlahan, Maskur, memberikan edukasi ke masyarakat. Hal itu lantaran, ekosistem Mangrove yang akan direstorasi berada di lahan tambak milik masyarakat.</p>
<p>“Yang kami tanam di sisi SMPN 3 Wedung itu sekitar 10 tahun lalu, sekarang sudah rimbun. Tadi di tepi jalan masuk Desa dan tepian sungai sudah lebat kan. Memang kami pelan-pelan mengedukasi warga, bahkan mulai dari anak-anak sekolah untuk peduli akan manfaat Mangrove,” katanya.</p>
<p>Ekosistem Mangrove yang terus direstorasi di Desanya, terus diedukasikan kepada masyarakat bila hal itu bisa mencegah abrasi, hingga meningkatkan jumlah tangkapan ikan. Baik ikan perikanan tangkap seperti Udang, dan Kepiting, atau perikanan budi daya seperti Ikan Bandeng.</p>
<p>Diakuinya, masyarakat kini mulai sadar. Dia bertekad untuk terus merestorasi Mangrove di Desanya serta desa-desa lain yang terdampak abrasi parah. Setidaknya Maskur, memimpin Forum Bintoro yang telah ada di 10 titik di sepanjang garis pantai pesisir dari Barat ke Timur. Misalnya wilayah yang terdampak abrasi paling parah di Kecamatan Sayung.</p>
<figure id="attachment_433965" aria-describedby="caption-attachment-433965" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-433965" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/FOTO-5.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/FOTO-5.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/FOTO-5-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/FOTO-5-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-433965" class="wp-caption-text">Para pelajar perempuan SMPN 3 Wedung, Demak, praktik langsung menanam Mangrove di kawasan pesisir wilayah tempat tinggal mereka, Dukuh Tambak Gojoyo, Desa Wedung, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jumat 26 Juli 2024. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Abrasi Pesisir Pantura Jawa</strong></p>
<p>Benovita Dwi Saraswati, Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Tengah, menyebutkan, data abrasi di Provinsi Jawa Tengah mencapai 8.905,52 hektar. Angka ini dinukil dari data Badan Informasi Geospasial (BIG) periode 2013-2021.</p>
<p>Rinciannya di garis Pantai Utara (Pantura) termasuk Kepulauan Karimunjawa mencapai 8.276,40 hektar. Sementara di Pantai Selatan (Pansela) pada angka 629,12 hektar.</p>
<p>Ada tiga kabupaten/kota yang menjadi wilayah terparah hantaman abrasi. Di antaranya Kabupaten Brebes 2.387,34 hektar, Kabupaten Demak 2.119,67, dan Kota Semarang 2.060.22 hektar.</p>
<p>Meski demikian, Benovita, mengungkapkan, bila sedimentasi dari proses akresi di wilayah pesisir Jawa Tengah sebetulnya terus berjalan secara alami. Dia menyebutkan, luasan akresi bisa mencapai 3.911,65 hektar. Di Pantura dengan luasan 2.972,63 hektar, dan Pansela 939,02 hektar.</p>
<p>“Proses akresi merupakan proses alami. Akan tetapi ada faktor-faktor yang menghambat proses akresi dari sungai-sungai ke pesisir itu. Di antaranya adanya bangunan-bangunan yang menjorok ke laut, itu salah satu yang menghambat,” kata dia.</p>
<p>Lebih jauh, panjang garis pantai di Jawa Tengah sesuai dengan Peraturan Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) No 26.4 Tahun 2021 Tentang Penetapan Peta Dasar Edisi 1999-2020, mencapai 1.127,85 kilometer.</p>
<p>Garis pantai di Pantura memiliki panjang 784,35 kilometer, kemudian di Pansela dengan 343,50 kilometer. Angka ini bisa potensial dimanfaatkan untuk restorasi Mangrove dengan pelibatan masyarakat.</p>
<figure id="attachment_433967" aria-describedby="caption-attachment-433967" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-433967" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/FOTO-7.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/FOTO-7.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/FOTO-7-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/FOTO-7-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-433967" class="wp-caption-text">Para pelajar laki-laki SMPN 3 Wedung, Demak, praktik langsung menanam Mangrove di kawasan pesisir wilayah tempat tinggal mereka, Dukuh Tambak Gojoyo, Desa Wedung, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jumat 26 Juli 2024. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Maksimalkan Restorasi Mangrove di Lahan Rakyat</strong></p>
<p>Lilik Harnadi, Kepala Bidang Kelautan, Pesisir, dan Pulau Pulau Kecil, (DKP) Jawa Tengah bilang, abrasi di Pantai Utara (Pantura) Jawa sudah dalam kondisi berat. Parahnya kondisi abrasi terjadi paling parah seperti di Pekalongan, dan Demak, hingga menjorok beberapa kilometer. Ada yang 2 kilometer, bahkan 5 kilometer.</p>
<p>“Saat kondisi parah ini, masyarakat di pesisir baru sadar betapa pentingnya ekosistem Mangrove,” ujarnya.</p>
<p>Salah satu pemicu kerusakan ekosistem Mangrove di pesisir Pantura Jawa, karena pembukaan lahan dengan mengacu orientasi ekonomi saja. Hal tersebut dilakukan tanpa mempertimbangkan keseimbangan ekosistem Mangrove.</p>
<p>“Memang yang paling baik perlindungan untuk pesisir itu ya dengan restorasi Mangrove,” kata dia.</p>
<p>Pihaknya bersama lintas sektor berupaya mengedukasi, menumbuhkan rasa cinta terhadap keberadaan Mangrove untuk masyarakat pesisir khususnya.</p>
<p>Adapun dalam penanaman Mangrove, kata dia, tidak bisa sembarangan asal tanam. Perlu diketahui mana tempat yang cocok untuk ditanami Mangrove, sehingga jangan sampai ketika sudah ditanam ada penebangan, atau mati sia-sia.</p>
<p>Paling efektif memperbesar luasan ekosistem Mangrove yakni dengan menambah penanaman di lahan milik masyarakat. Untuk target jangka pendek, potensi hidup lebih tinggi dibandingkan penanaman di tepi pantai yang sering dihantam gelombang.</p>
<p>Meski demikian perlu adanya edukasi ke masyarakat. Mulai dari penjelasan, menanam Mangrove di lahan tambak mereka bukan untuk mengurangi luasan lahan, akan tetapi meningkatkan hasil budidaya ikan. Tentu suplai oksigen semakin banyak, dan rantai makanan di ekosistem Mangrove semakin melimpah.</p>
<p>“Misalnya juga lokasi penanaman harus diketahui di tanah milik siapa. Kalau milik petambak harus ada edukasi dan perjanjian. Atau kalau ditanam di bantaran sungai jangan sampai nanti sudah besar ada pelebaran sungai lantas ditebang,” ujar Lilik.</p>
<p>Lebih dari itu, dia berkata, dari banyak kajian Mangrove memberi banyak manfaat untuk kehidupan masyarakat pesisir khususnya. Mulai dari menjadi habitat biota pesisir tangkapan nelayan seperti udang dan kepiting, menyerap karbon, menghasilkan oksigen, menjernihkan air, hingga dimanfaatkan untuk kuliner dan kerajinan batik.</p>
<figure id="attachment_433968" aria-describedby="caption-attachment-433968" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-433968" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/FOTO-9.jpg" alt="" width="681" height="408" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/FOTO-9.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/FOTO-9-400x240.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/FOTO-9-150x90.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-433968" class="wp-caption-text">Nelayan kecil mengangkat jaring Kepiting, di muara Sungai, di bawah ekosistem Mangrove, di Dukuh Tambak Gojoyo, Desa Wedung, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jumat 26 Juli 2024. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Restorasi Mangrove untuk Peningkatan Ekspor Perikanan</strong></p>
<p>Oktavianto Prasetyo Darmono, Koordinator Program Jateng Rekam Jejak Alam Nusantara menyebutkan bila luasan lahan Mangrove di Jawa Tengah sekira 15.000 hektar. Terbesar yakni sekitar 9.000 hektar di Cilacap, di mana pusatnya di Segara anakan dengan luasan 7.000-8.000 hektar.</p>
<p>“Sisanya di Pantura, itu secara keseluruhan sekitar 5.000 hektar,” kata dia.</p>
<p>Pentingnya restorasi Mangrove, kata dia akan mampu juga menyelamatkan satwa-satwa laut yang terancam punah seperti Ikan Pari Kikir, dan Pari Kekeh dengan habitat di pesisir. Hal ini sekaligus menambah potensi tangkapan nelayan, juga budidaya ikan oleh petambak di ekosistem Mangrove.</p>
<p>“Ikan ini habitatnya mencari makan di Mangrove, di sepanjang Pantura Jawa itu juga habitatnya. Kalau Habitat yang masih bagus, habitat kecil-kecil seperti di Kalimantan,” kata dia.</p>
<p>Keberadaan ekosistem Mangrove di Jawa Tengah khususnya di Pantura, kata dia, tak sebanding dengan eksploitasi penangkapan ikan yang dilakukan saat ini. Seperti do Kabupaten Pemalang, Tegal, dan Batang.</p>
<p>Okta bilang, karakter laut di Pantura Jawa mirip di Arafura, Papua. Di mana banyak sungai besar yang mengalir ke hilir,  karakter laut bawahnya lumpur berpasir.</p>
<p>“Untuk perikanan dasar potensinya luar biasa. Ada Ikan Kerapu, Kakap, dan lainnya. Akan tetapi faktanya di Laut Jawa sudah over eksploitasi. Mau jumlah kapal bertambah, produksinya akan tetap segitu-gitu saja atau berkurang,” ujarnya.</p>
<p>Lantas seperti apa yang ideal untuk menunjang hasil tangkap ikan? Okta menjelaskan, karakter pesisir Pantura Jawa khususnya Jawa Tengah, harus dikembalikan ekosistem Mangrove seperti sedia kala.</p>
<p>Seperti diketahui, kabarnya, pada era 1990-an disebut-sebut menjadi masa yang kelam bagi ekosistem Mangrove di Pantura Jawa. Saat itu terjadi pembukaan besar-besaran lahan tambak untuk budidaya Udang Windu. Hal itu membuat banyak ekosistem Mangrove di tanah-tanah pesisir yang ditebang massal. Seperti di Pesisir Sayung, Demak.</p>
<p>“Idealnya seperti apa (menaikkan hasil perikanan tangkap)?  Ya ikan yang punya hubungan dengan ekosistem Mangrove. Ya ikan dasar. Paling ekonomis ada Rajungan, Kepiting Bakau, Pari Kikir, Pari Kekeh,” katanya.</p>
<p>Okta mencontohkan, Ikan Pari punya nilai ekspor yang baik pada siripnya. Kalau sudah terpotong harganya Rp8 ribu  per kilogram, atau saat rendah Rp 4 ribu per kilogram fluktuatif.  Kalau ikannya lengkap masih ada siripnya Rp20 ribu per kilogram.</p>
<p>“Sirip ikan salah satu nilai yang paling ekonomis. Nilainya belasan juta sampai dihidangkan di meja makan di China misalnya,” kata dia.</p>
<p>Potensi yang paling cepat didapat nelayan tangkap di wilayah ekosistem Mangrove yang sehat, tentulah satwa yang hidup di air payau dan asin di pesisir. Misalnya Kepiting, Udang, dan Ikan Belanak.</p>
<p>Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah Fendiawan Tiskiantoro, menambahkan, pada sektor perikanan budidaya di pesisir, tentu juga banyak. Di antaranya, Ikan Bandeng, Udang Vaname, hingga yang sedang hits yakni Ikan Nila Salin.</p>
<p>Menurut nelayan di Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, nelayan acapkali memasang perangkap Kepiting, di sekitar pohon-pohon bakau. Sehari kalau sedang bagus tangkapannya, bisa mendapat tiga kilogram dengan ukuran yang beragam. Belum lagi tangkapan udang yang lumayan membaik.</p>
<p>“Budi daya Ikan Nila Salina da di Kabupaten Pati itu cukup besar. Kemudian yang terbaru itu di Kabupaten Pemalang. Seperti yang di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat yang dilihat Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu,” kata dia.</p>
<figure id="attachment_433969" aria-describedby="caption-attachment-433969" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-433969" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/FOTO-10-1.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/FOTO-10-1.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/FOTO-10-1-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/FOTO-10-1-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-433969" class="wp-caption-text">Potret aktivitas di kampung nelayan di muara Sungai, di Dukuh Tambak Gojoyo, Desa Wedung, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jumat 26 Juli 2024. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Nilai Ekspor Perikanan Jawa Tengah Positif</strong></p>
<p>Nilai ekspor hasil perikanan dari Jawa Tengah terus naik dalam dua tahun terakhir sejak 2021, setelah sebelumnya sempat lesu pada 2020 dan 2021.</p>
<p>Data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, hasil ekspor perikanan sempat meroket pada 2019 dengan capaian 67.100,49 ton. Dari angka tersebut, faktanya harus menyusut pada 2020 sebanyak 57.226,40 ton, kemudian pada 2021 pada angka 52.580,80 ton.</p>
<p>Fendiawan Tiskiantoro menjelaskan, setelah 2021, grafik ekspor perikanan membaik dengan peningkatan yang konsisten.</p>
<p>Secara rinci, pada 2022 angka ekspor perikanan di Jawa Tengah mencapai 63.445,70 ton. Nilainya juga semakin naik pada 2023 sebanyak 68.711,66 ton, bahkan melebihi capaian pada 2019.</p>
<p>“Komoditas yang masih favorit, ada cumi-cumi, daging rajungan, manyung, rajungan, surimi, tongkol, tuna, dan udang vaname,” kata dia.</p>
<p>Sebanyak delapan komoditas favorit ekspor dari Jawa Tengah tersebut menyumbang angka 26.649,36 ton dengan nilai lebih dari Rp2 triliun (Rp2.442.661.953.212).</p>
<p>Kepala Bidang Tangkap DKP Jawa Tengah, Kurniawan Priyo mengungkapkan, secara keseluruhan produksi perikanan di provinsi tersebut mencapai 396.084,32 ton pada 2023.</p>
<p>“Rinciannya hasil tangkap laut 368.057,62 ton, dan PUD (Perairan Umum Daratan) sebanyak 28.026,7 ton. Nilai rupiah dari angka itu sebesar Rp7,6 triliun (Rp7.675.442.466.338),” ujarnya merincikan.</p>
<p>Adapun capaian pada semester I 2024 dengan data pembaruan per 8 Juli 2024, capaian produksi mencapai 206.086,89 ton. Nilai ekspor terbaru itu bila dirupiahkan potensinya mencapai Rp1,03 triliun (Rp1.036.362.553.706).</p>
<p><strong>Diaz Azminatul Abidin</strong></p>
<p><a href="https://asetkita.id/">situs toto</a></li>
<li>
<a href="https://perbanas.id/">situs toto</a></li>
<li>
<a href="https://hris.pgn-perkasa.co.id/">situs toto</a></li>
<li>
<a href="https://epicdigital.id/">situs toto</a></li>
<li>
<a href="https://ilogoindonesia.id/">situs toto</a></li>
<li>
<a href="https://fixedasset.id/">situs toto</a></li>
<li>
<a href="https://teknindo.co.id/">situs toto</a></li>
<li>
<a href="https://www.jobindo.co.id/">situs toto</a></li>
<li>
<a href="https://www.dp2m-dikti.net/">situs toto</a></li>
<li>
<a href="https://verifikasiagen.remax.co.id/">barbartoto</a></li>
<li>
<a href="https://borobudurmarathon.com/">barbartoto</a></li>
<li>
<a href="https://ilogoindonesia.id/">situs toto</a></li>
<li>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/08/30/sedari-dini-merestorasi-ekosistem-mangrove-di-lahan-rakyat-harapan-perekonomian-nelayan">Sedari Dini Merestorasi Ekosistem Mangrove di Lahan Rakyat, Harapan Perekonomian Nelayan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Awas, Rob Tinggi di Sayung Pantura Semarang-Demak</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/05/01/awas-rob-tinggi-di-sayung-pantura-semarang-demak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 May 2024 03:39:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Demak]]></category>
		<category><![CDATA[macet]]></category>
		<category><![CDATA[pantura]]></category>
		<category><![CDATA[rob]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=411765</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEMAK (SUARABARU.ID) &#8211; Rob kembali menggenangi Jalur Pantai Utara (Pantura) Semarang-Demak, di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak memasuk awal bulan Mei 2024. Masih seperti biasanya, titik rob paling baru berada di depan PT HIT (Polytron), di Pantura Sayung, Demak, sepanjang sekira 500 meter. Kondisi paling parah terjadi untuk arah dari Semarang (Barat) ke Demak (Timur). Untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/01/awas-rob-tinggi-di-sayung-pantura-semarang-demak">Awas, Rob Tinggi di Sayung Pantura Semarang-Demak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DEMAK (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Rob kembali menggenangi Jalur Pantai Utara (Pantura) Semarang-Demak, di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak memasuk awal bulan Mei 2024.</p>
<p>Masih seperti biasanya, titik rob paling baru berada di depan PT HIT (Polytron), di Pantura Sayung, Demak, sepanjang sekira 500 meter.</p>
<p>Kondisi paling parah terjadi untuk arah dari Semarang (Barat) ke Demak (Timur).</p>
<p>Untuk arah sebaliknya cenderung sedikit air rob yang menumpahi jalan raya.</p>
<p>Kedalaman rob bisa mencapai setengah roda kendaraan roda empat.</p>
<p>Seperti yang terjadi pada Selasa 30 April 2024 sore, di mana rob membuat kendaraan harus mengambil lajur paling kanan untuk menghindari kedalaman rob.</p>
<p>Pantauan di lapangan, rob tersebut membuat kemacetan panjang dari arah Barat hingga Kaligawe, Semarang.</p>
<p>Adapun arah sebaliknya, mencapai bundaran Onggorawe, Demak atau mengekor beberapa kilometer.</p>
<p>&#8220;Sore hari rob akan naik, biasanya bertahan hingga malam hari pada awal bulan,&#8221; kata Azmi, pengendara yang rutin melewati jalur tersebut.</p>
<p>Kepadatan jalur Pantura Semarang-Demak yang juga didominasi truk-truk besar, kata dia, beresiko membuat kemacetan lebih sering dan panjang.</p>
<p>Rob dipredikisi masih akan bertahan beberapa hari, dan mulai naik setiap sore hingga malam hari</p>
<p>Pengendara bisa menghindari jalur tersebut untuk menghindari kemacetan, melalui jalur-jalur alternatif.</p>
<p>Di antaranya Semarang-Mranggen, atau Semarang-Genuk-Karangroto-Onggorawe-Demak.</p>
<p><strong>Diaz Aza</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/01/awas-rob-tinggi-di-sayung-pantura-semarang-demak">Awas, Rob Tinggi di Sayung Pantura Semarang-Demak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Awas Hindari Rob Sayung, Pantura Semarang-Demak Macet</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/04/18/awas-hindari-rob-sayung-pantura-semarang-demak-macet</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Apr 2024 03:12:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Demak]]></category>
		<category><![CDATA[pantura]]></category>
		<category><![CDATA[rob]]></category>
		<category><![CDATA[Sayung]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=409679</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEMAK (SUARABARU.ID) &#8211; Rob makin sering menggenang di jalur Pantura Semarang-Demak, tepatnya Kecamatan Sayung, Demak. Rob sepanjang sekira 500 meter, menggenangi jalur Pantura Semarang-Demak, di depan PT HIT (Polytron), Rabu 17 April 2023, malam. Pantauan di lapangan, bahkan rob menggenang di dua jalur, arah Semarang ke Demak dan sebaliknya. Kedalaman air di jalan nasional itu [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/18/awas-hindari-rob-sayung-pantura-semarang-demak-macet">Awas Hindari Rob Sayung, Pantura Semarang-Demak Macet</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DEMAK (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Rob makin sering menggenang di jalur Pantura Semarang-Demak, tepatnya Kecamatan Sayung, Demak.</p>
<p>Rob sepanjang sekira 500 meter, menggenangi jalur Pantura Semarang-Demak, di depan PT HIT (Polytron), Rabu 17 April 2023, malam.</p>
<p>Pantauan di lapangan, bahkan rob menggenang di dua jalur, arah Semarang ke Demak dan sebaliknya.</p>
<p>Kedalaman air di jalan nasional itu bisa setengah ban kendaraan roda empat.</p>
<p>Imbasnya kemacetan panjang pun terjadi hingga mengular sampai Pantura Kaligawe.</p>
<p>&#8220;Banjir rob sudah beberapa hari ini, sore hari air mulai naik,&#8221; kata Idin, pengendara yang melintas.</p>
<p>Menurutnya, rob di titik tersebut sudah semakin sering terjadi meskipun jalan beton sudah ditinggikan beberapa tahun ini.</p>
<p>Pengguna jalan bisa memiloh jalur alternatif melalui Jalan Majapahit (Pedurungan), hingga Mranggen dan Onggorawe (Demak).</p>
<p>Seperti diketahui rob di Demak terjadi seiring perubahan iklim dan penurunan tanah yang kian memprihatinkan. Ditambah banyaknya industri di Pantura Demak dengan penggunaan air tanahnya.</p>
<p>Pemukiman, sawah, dan tambak, di sekitar pantura juga semakin tenggelam. Tak hanya di Kecamatan Sayung, namun semakin ke Timur di Kecamatan Karangtengah, Guntur, Bonang.</p>
<p>Dampaknya, makin banyak tambak dan sawah makin tidak produktif digarap petani, dan petambak.</p>
<p>Masyarakat mulai kehilangan potensi penghasilan dari garapan sawah dan tambak mereka. Sementara mereka tetap harus membayar pajak tanahnya.</p>
<p><strong>Diaz Aza</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/18/awas-hindari-rob-sayung-pantura-semarang-demak-macet">Awas Hindari Rob Sayung, Pantura Semarang-Demak Macet</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Puncak Arus Mudik, Banjir Hantam Jalan Nasional Pantura Kaligawe Semarang </title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/04/06/puncak-arus-mudik-banjir-hantam-jalan-nasional-pantura-kaligawe-semarang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Apr 2024 07:41:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Kaligawe]]></category>
		<category><![CDATA[mudik]]></category>
		<category><![CDATA[pantura]]></category>
		<category><![CDATA[Puncak]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=408456</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Memasuki puncak arus mudik 1445 H, banjir menggenangi jalan nasional jalur pantai utara (Pantura) Kaligawe, Kota Semarang sejak Jumat 5 April 2024 petang. Pantauan di lapangan Sabtu 6 April 2024 pagi banjir menggenangi jalan Pantura Kaligawe tepatnya di bekas Terminal Terboyo &#8211; Unissula &#8211; sekitar Flyover Kaligawe -palang pintu Kereta Api Kaligawe. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/06/puncak-arus-mudik-banjir-hantam-jalan-nasional-pantura-kaligawe-semarang">Puncak Arus Mudik, Banjir Hantam Jalan Nasional Pantura Kaligawe Semarang </a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div align="left">
<p dir="ltr"><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Memasuki puncak arus mudik 1445 H, banjir menggenangi jalan nasional jalur pantai utara (Pantura) Kaligawe, Kota Semarang sejak Jumat 5 April 2024 petang.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Pantauan di lapangan Sabtu 6 April 2024 pagi banjir menggenangi jalan Pantura Kaligawe tepatnya di bekas Terminal Terboyo &#8211; Unissula &#8211; sekitar Flyover Kaligawe -palang pintu Kereta Api Kaligawe.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Aliran air tampak datang dari Kali Sringin (sebelah selatan jalan) meluber ke jalan raya Pantura Kaligawe.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Sebelum banjir, hujan deras terjadi pada malam hari sekira dua jam, dan di waktu malam-malam hari sebelumnya.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">&#8220;Semalam hujan deras, air makin naik (ke jalan) pagi ini,&#8221; kata salah seorang tukang ojek di sekitar lokasi.</p>
<figure id="attachment_408458" aria-describedby="caption-attachment-408458" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-408458" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/04/IMG-20240406-WA0053-400x267.jpg" alt="" width="400" height="267" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/04/IMG-20240406-WA0053-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/04/IMG-20240406-WA0053-150x100.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/04/IMG-20240406-WA0053-537x360.jpg 537w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/04/IMG-20240406-WA0053.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-408458" class="wp-caption-text">Mobil pemudik dari Jogjakarta ke arah Demak terperosok di jalan yang beda tinggi, kemudian dibantu petugas kepolisian dan warga. (Foto: Diaz Aza)</figcaption></figure>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Titik kedalaman banjir bervariasi ada yang 30 cm, setinggi lutut orang dewasa, hingga bisa menenhgelamkan ban kendaraan roda empat.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Kondisi banjir paling dalam berada pada tikungan di sisi Timur Flyover Kaligawe, dari arah Kota Semarang ke Demak atau Barat ke Timur.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Titik ini juga menjadi langganan banjir saat Kota Semarang atau wilayah hulu dilanda hujan deras.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Kondisi penurunan tanah di Kota Semarang dan Demak juga memperparah banjir di pesisir Utara Jawa Tengah tersebut.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Kasatlantas Polrestabes Semarang, Yunaldi mengimbau para pengendara dan pemudik dari arah Barat ke Timur bisa menghindari Jalan Arteri Yos Sudarso dan Kaligawe.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">&#8220;Jadi dari arah Barat, bisa melewati bundaran Kalibanteng menuju pusat kota melewati ke Pedurungan dan masuk Jalan Woltermonginsidi kemudian masuk ke arah (Pantura) Demak,&#8221; katanya.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Begitupun, lanjutnya, untuk pengendara dari arah sebaliknya dari Demak ke Semarang.</p>
<figure id="attachment_408459" aria-describedby="caption-attachment-408459" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-408459" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/04/IMG-20240406-WA0052-400x267.jpg" alt="" width="400" height="267" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/04/IMG-20240406-WA0052-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/04/IMG-20240406-WA0052-150x100.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/04/IMG-20240406-WA0052-537x360.jpg 537w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/04/IMG-20240406-WA0052.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-408459" class="wp-caption-text">Pompa dinyalakan untuk menyedot air banjir di Jalan Raya Pantura Kaligawe pada puncak arus mudik, Sabtu 6 April 2024. (Foto: Diaz Aza)</figcaption></figure>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Adapun penanganan yang dilakukan yakni pemompaan air menuju ke saluran drainase.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Selain itu petugas kepolisian mengatur lalu-lintas dan mengarahkan pengendara agar arus lalu lintas tak semakin macet parah.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Adapun kemacetan di Jalan Arteri Yos Sudarso mengular hingga beberapa kilometer.</p>
</div>
<p dir="ltr"><strong>Diaz Aza</strong></p>
<p dir="ltr">
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/06/puncak-arus-mudik-banjir-hantam-jalan-nasional-pantura-kaligawe-semarang">Puncak Arus Mudik, Banjir Hantam Jalan Nasional Pantura Kaligawe Semarang </a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jalan Nasional Banjir, Pantura Semarang-Demak Macet jelang Puncak Arus Mudik 1445 H</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/04/05/jalan-nasional-banjir-pantura-semarang-demak-macet-jelang-puncak-arus-mudik-1445-h</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Apr 2024 14:41:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Arus]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Demak]]></category>
		<category><![CDATA[mudik]]></category>
		<category><![CDATA[pantura]]></category>
		<category><![CDATA[Puncak]]></category>
		<category><![CDATA[rob]]></category>
		<category><![CDATA[Sayung]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=408323</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEMAK (SUARABARU.ID) &#8211; Jelang prediksi puncak arus mudik Lebaran 1445 H, jalan nasional Pantai Utara (Pantura) Semarang-Demak macet, salah satu penyebabnya banjir rob. Pantauan di lapangan, Jumat 5 April 2024 malam, jalur pantura Semarang-Demak macet beberapa kilometer karena laju kendaraan melambat. Kemacetan bermula di titik Jalur Pantura depan PT HIT (Polytron) Kecamatan Sayung, Demak, yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/05/jalan-nasional-banjir-pantura-semarang-demak-macet-jelang-puncak-arus-mudik-1445-h">Jalan Nasional Banjir, Pantura Semarang-Demak Macet jelang Puncak Arus Mudik 1445 H</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DEMAK (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Jelang prediksi puncak arus mudik Lebaran 1445 H, jalan nasional Pantai Utara (Pantura) Semarang-Demak macet, salah satu penyebabnya banjir rob.</p>
<p>Pantauan di lapangan, Jumat 5 April 2024 malam, jalur pantura Semarang-Demak macet beberapa kilometer karena laju kendaraan melambat.</p>
<p>Kemacetan bermula di titik Jalur Pantura depan PT HIT (Polytron) Kecamatan Sayung, Demak, yang mengekor hingga Jalan Raya Kaligawe, Kota Semarang.</p>
<p>Rob merendam jalan nasional yang sangat vital tersebut. Bahkan di titik tersebut usia peninggian jalan belum lama sekira dua tahun terakhir.</p>
<p>&#8220;Tadi siang masih aman. Beberapa hari terakhir kalau malam air naik ke jalan terutama dari arah Barat (Semarang) ke Timur (Demak),&#8221; kata Abi salah seorang pengguna jalan.</p>
<p>Di sisi lain, kepadatan arus lalu lintas terjadi dari arah Semarang ke Demak.</p>
<p>Kendaraan roda empat bernomor plat identitas wilayah Jabodetabek mulai memadati Pantura Semarang Demak.</p>
<p>Selain itu ada juga, kendaraan roda dua, bus, hingga truk angkutan barang yang masih beroperasi hari ini.</p>
<p>Seperti diketahui, Penurunan tanah yang kian masif di Kabupaten Demak, semakin sering membuat rob masuk lebih jauh daratan dari garis pantai.</p>
<p>Bahkan saat curah hujan tinggi, wilayah kecamatan paling Utara Demak, seperti Sayung dan Karangtengah menjadi daerah yang paling terdampak banjir dan rob.</p>
<p>Dua wilayah itu yang juga dilintasi Jalur Pantura, di mana banyak desa di sekitar juga terdampak banjir dan rob.</p>
<p>Titik-titik baru genangan di Pantura Semarang-Demak juga bertambah, salah satunya di bundaran Onggorawe, dan sekitar SPBU Batu Demak.</p>
<p><strong>Diaz Aza</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/05/jalan-nasional-banjir-pantura-semarang-demak-macet-jelang-puncak-arus-mudik-1445-h">Jalan Nasional Banjir, Pantura Semarang-Demak Macet jelang Puncak Arus Mudik 1445 H</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>