<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pangan Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/pangan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 21 Jan 2026 07:23:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>pangan Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Perempuan Nelayan Demak Buat Kebun Pangan di Tanah Abrasi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/01/21/perempuan-nelayan-demak-buat-kebun-pangan-di-tanah-abrasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 06:13:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Demak]]></category>
		<category><![CDATA[Masnuah]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Puspita Bahari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=540514</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEMAK (SUARABARU.ID) — Perempuan nelayan di Desa Timbulsloko, Purworejo, dan Morosari Kabupaten Demak, diajak membuat kebun pangan di wilayah pesisir terdampak langsung abrasi, belum lama ini. Kegiatan ini diinisiasi oleh Komunitas Perempuan Nelayan Puspita Bahari Kabupaten Demak bekerja sama dengan GENERATE Project, University of Leeds. Penghijauan  mengusung tema &#8216;Penghijauan untuk Ketahanan Pangan Pesisir yang Berkelanjutan&#8217;. Ketua Perempuan Nelayan Puspita [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/21/perempuan-nelayan-demak-buat-kebun-pangan-di-tanah-abrasi">Perempuan Nelayan Demak Buat Kebun Pangan di Tanah Abrasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DEMAK (SUARABARU.ID) —</strong> Perempuan nelayan di Desa Timbulsloko, Purworejo, dan Morosari Kabupaten Demak, diajak membuat kebun pangan di wilayah pesisir terdampak langsung abrasi, belum lama ini.</p>
<p>Kegiatan ini diinisiasi oleh Komunitas Perempuan Nelayan Puspita Bahari Kabupaten Demak bekerja sama dengan GENERATE Project, University of Leeds. Penghijauan  mengusung tema &#8216;Penghijauan untuk Ketahanan Pangan Pesisir yang Berkelanjutan&#8217;.</p>
<p>Ketua Perempuan Nelayan Puspita Bahari, Masnuah, mengatakan, program ini bertujuan memperkuat resiliensi komunitas perempuan nelayan di akar rumput.</p>
<p>&#8220;Di mana saat ini menghadapi dampak berlapis dari krisis iklim, kerusakan ekologi pesisir, serta tekanan ekonomi akibat banjir rob yang semakin intens dan meluas di wilayah pesisir Demak,&#8221; katanya.</p>
<p>Melalui pendekatan berbasis komunitas, Masnuah bilanh, kegiatan memfasilitasi perempuan nelayan untuk memperkuat kapasitas, kepemimpinan, dan kemandirian dalam mengelola ketahanan pangan pesisir secara kolektif dan berkelanjutan.</p>
<p>Sebagai bagian dari proses kegiatan, lanjutnya, komunitas perempuan nelayan di masing-masing desa telah melakukan persiapan selama kurang lebih dua minggu sebelumnya.</p>
<p>&#8220;Persiapan tersebut meliputi pengolahan dan penataan lahan kebun pangan yang dirancang secara adaptif terhadap kondisi banjir rob,&#8221; ucap Masnuah.</p>
<p style="text-align: left;">Bahan penghijauan dibuat dalam bentuk rak atau papan panggung dari bambu dengan ketinggian lebih dari satu meter di atas permukaan tanah, guna mengantisipasi terendamnya tanaman saat terjadi air pasang.</p>
<p>Komunitas perempuan nelayan menanam beragam jenis tanaman pangan, seperti sayur-sayuran, tanaman obat keluarga, tanaman buah, serta tanaman pendukung kebutuhan rumah tangga lainnya.</p>
<p>Media tanam yang digunakan beragam dan ramah lingkungan, antara lain pot, polybag, serta pemanfaatan limbah rumah tangga seperti botol plastik dan kaleng bekas sebagai wadah tanam. Praktik ini sekaligus menjadi upaya pengelolaan sampah berbasis komunitas di wilayah pesisir.</p>
<p>Kegiatan &#8216;Penghijauan untuk Ketahanan Pangan Pesisir yang Berkelanjutan” ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga. Akan tetapi juga menjadi ruang penguatan peran dan kepemimpinan perempuan nelayan dalam menghadapi persoalan lingkungan pesisir yang semakin kompleks.</p>
<p>Melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kepemimpinan kolektif, perempuan nelayan didorong untuk menjadi aktor kunci dalam pengelolaan lingkungan pesisir yang berkeadilan gender dan berkelanjutan.</p>
<p>Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi adaptasi komunitas pesisir terhadap krisis iklim, degradasi ekosistem pesisir, serta ketidakpastian ekonomi yang dihadapi perempuan nelayan dalam kehidupan sehari-hari. (*)</p>
<p><em><strong>Diaz A Abidin</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/21/perempuan-nelayan-demak-buat-kebun-pangan-di-tanah-abrasi">Perempuan Nelayan Demak Buat Kebun Pangan di Tanah Abrasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menebar Butir Pupuk Subsidi, Meruah Bulir Padi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/12/31/menebar-butir-pupuk-subsidi-meruah-bulir-padi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 11:33:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[i-Pubers]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[ketahanan]]></category>
		<category><![CDATA[Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[pangan]]></category>
		<category><![CDATA[pupuk indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[swasembada]]></category>
		<category><![CDATA[UD Jambul]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=537266</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211; GARIS keriput di wajah Kamsiyah (70) samar-samar digelayuti bayangan caping yang ia kenakan. Akan tetapi, energinya tidak samar-samar sedikitpun. Kakinya tetap kokoh menopang badan, pada lembek tanah sawah itu. Punggungnya masih tegak. Pun, telapak tangannya terlampau akrab dengan kasap tanaman padi yang dipanen Berulang kali Kamsiyah berdiri lalu membungkuk untuk meraih potongan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/12/31/menebar-butir-pupuk-subsidi-meruah-bulir-padi">Menebar Butir Pupuk Subsidi, Meruah Bulir Padi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211; GARIS </strong>keriput di wajah Kamsiyah (70) samar-samar digelayuti bayangan caping yang ia kenakan. Akan tetapi, energinya tidak samar-samar sedikitpun. Kakinya tetap kokoh menopang badan, pada lembek tanah sawah itu. Punggungnya masih tegak. Pun, telapak tangannya terlampau akrab dengan kasap tanaman padi yang dipanen</p>
<p>Berulang kali Kamsiyah berdiri lalu membungkuk untuk meraih potongan batang-batang padi yang ditumpuk. Segenggam demi segenggam diambilnya dengan kedua tangan. Kemudian diangkat ke atas lebih tinggi dari kepala. Sekuat tenaga dihantamkannya ke gebyok papan-papan kayu di bawah. Rontoklah bulir-bulir padi, melayang ke udara, lalu jatuh menjadi tumpukan gabah.</p>
<p>“<em>Kulo sampun pitung ndoso tahun mas</em> (usia saya sudah 70 tahun). (Masih kuat) Alhamdulillah,” katanya ramah dengan senyum sungging diikuti tawa ringan.</p>
<p>Tepat di sisi kirinya ada Sutinah (65). Pada gebyok kayu yang sama, keduanya bergiliran dalam merontokkan bulir-bulir padi dari tangkai. Usia keduanya memang sudah lanjut, meneruskan cerita yang saling terkait. Terus menjaga martabat profesi sebagai pahlawan pangan dari desa. Sekaligus tulang punggung swasembada pangan nasional.</p>
<p>Ya, musim panen padi tiba di area persawahan terasering, Desa Candiretno, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin, 22 Desember 2025. Hari-hari di penghujung tahun 2025 ini menjadi buah kebahagian bagi para petani setempat. Ketabahan mereka diganjar hasil yang cukup memuaskan.</p>
<p>Pun bagi perempuan buruh tani seperti Kamsiyah dan Sutinah. Mereka merupakan bagian dari salah satu tim pemanenan padi dari desa sekitar. Konsep pemanenan padi di wilayah ini masih dilakukan dengan cara tradisional. Ada yang memotong padi menggunakan ani-ani, merontokkan padi dengan gebyok, hingga memanggul karung-karung gabah ke tepi jalan.</p>
<p>Mentari pagi makin terik menuju tengah hari. Dari lembah itu, ada rasa syukur akan hasil panen yang melegakan hati. Tanahnya subur, dilewati aliran Kali Elo. Ketabahan mereka dijaga gunung-gunung api. Tampak gagah Gunung Merapi, Merbabu, dan Telomoyo di sisi Timur. Menghadap Gunung Sumbing dan Sindoro di sisi Barat.</p>
<p>Di antara pematang sawah, Kardi (55) tak ketinggalan semringah. Sesekali ia bercengkerama dengan para buruh tani yang sedang memanen padi itu. Petani penggarap sawah ini menanami sekira setengah hektare lahan. Hasilnya, akan berbagi kepada pemilik lahan.</p>
<p>Kardi merasa lega. Di hadapannya, bulir-bulir padi pada musim panen kali ini mentes (gemuk berisi), dan meruah. Hasilnya disebut melebihi dari panen pada musim tanam sebelumnya, termasuk tahun lalu. Diperkirakan, perolehan kali ini akan mencapai lebih dari 2,5 ton dari luasan enam petak sawah yang digarapnya.</p>
<p>”Ya, sudah lumayanlah. (Hasil) lebih bagus dari musim tanam sebelumnya. Tidak banyak dimakan tikus juga,” ucapnya.</p>
<figure id="attachment_537269" aria-describedby="caption-attachment-537269" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-medium wp-image-537269" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-02-400x267.jpg" alt="" width="400" height="267" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-02-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-02-150x100.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-02-537x360.jpg 537w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-02.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-537269" class="wp-caption-text">Kardi (55) petani pengggarap sawah melihat hasil panen padi yang disebut lebih bagus dari musim panen sebelumnya. Salah satu faktornya yakni pemupukan yang tepat waktu, dan akses pupuk subsidi yang mudah, di mana harganya juga turun 20%. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Akses dan Ketersediaan Pupuk Subsidi</strong></p>
<p>Kardi mengatakan, salah satu faktor penting yang memengaruhi hasil panen kali ini ialah akses dan ketersediaan pupuk bersubsidi. Di mana PT Pupuk Indonesia (Persero) punya tugas sebagai motor penyalur kepada masyarakat. Keberadaan nutrisi tanaman amatlah penting pada masa krusial pemupukan, yakni pertumbuhan tanaman padi.</p>
<p>Petani padi, kata Kardi, umumnya menggunakan pupuk subsidi jenis Pupuk Urea dan pupuk NPK Phonska. Misalnya, untuk enam petak sawah yang digarapnya, setidaknya membutuhkan empat karung, masing-masing berukuran 50 kilogram (kg). Artinya, kebutuhan pupuk subsidi tak sampai Rp400 ribu untuk enam petak sawah.</p>
<p>”Ya, mudah sekali dapat pupuk. Sekarang harganya Rp90 ribu, sebelumnya Rp120 ribu,” katanya.</p>
<p>Harga itu telah sesuai dengan kebijakan pemerintah yang resmi menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sejumlah 20 persen sejak 22 Oktober 2025. Hal ini tertuang pada keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025. Kebijakan ini serasa bak hangatnya mentari pagi yang merambati punggung petani di tengah lelah.</p>
<p>Secara rinci harga sesuai HET terbaru, Pupuk Urea pada angka Rp1.800 per kilogram (kg) atau Rp90 ribu per karung berukuran 50 kg. Pupuk NPK Phonska seharga Rp1.840 per kg atau Rp92 ribu per karung ukuran 50 kg. Pupuk NPK Kakao seharga Rp2.640 per kg atau Rp132 ribu per karung ukuran 50 kg. Pupuk ZA seharga Rp1.360 atau Rp68 ribu per karung ukuran 50 kg. Selanjutnya Pupuk Organik Petroganik Rp640 atau Rp25.600 per karung 40 kg.</p>
<p>Selain harga pupuk subsidi yang sudah diturunkan, Kardi mengatakan, merasakan betul kemudahan dalam mengakses pupuk. Dalam menebus pupuk bersubsidi, petani hanya tinggal membelinya dengan membawa Karrtu Tani atau Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS) terdekat. Di mana sudah menjadi penyalur resmi yang ditunjuk oleh PT Pupuk Indonesia.</p>
<p>Ganang Aswin (32), petani asal Desa Purwosari, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, juga merasakan hal yang sama. Lebih mudahnya petani baru dalam menebus pupuk subsidi dengan harga baru yang turun 20%. Menurutnya, untuk menebus pupuk subsidi, petani hanya perlu membawa kartu tani yang sudah terdaftar pada Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).</p>
<p>”Untuk pembelian, sudah tidak ribet lagi <em>kayak</em> dulu. <em>Kan </em>sebelumnya ribet, harus ada prosedur-prosedurnya seperti itu. Sekarang kalau saya cukup memakai kartu tani. <em>Enggak </em>perlu surat ini itu. Tinggal gesek (kartu), ada kuota diambil gitu,” ucapnya.</p>
<p>Ketersediaan pupuk kimia dan aksesnya menjadi penting. Meski demikian, Ganang mengatakan, perlu kombinasi pupuk kimia dan pupuk kandang. Ini sangat dibutuhkan tanaman pada masa pertumbuhannya. Tidak boleh terlambat.</p>
<p>”Kebutuhannya kondisional, tergantung jumlah tanaman. Saya mengombinasikan pupuk kimia dan pupuk kandang, supaya juga bisa menjaga kestabilan kesuburan tanah,” ucap petani hortikultura itu.</p>
<figure id="attachment_537270" aria-describedby="caption-attachment-537270" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-537270" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-03-400x267.jpg" alt="" width="400" height="267" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-03-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-03-150x100.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-03-537x360.jpg 537w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-03.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-537270" class="wp-caption-text">Fatkhul Arif, petugas Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS) UD Jambul, Desa Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, melakukan simulasi membantu mendaftarkan petani pada aplikasi i-Pubers untuk menebus pupuk subsidi. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>i-Pubers, Digitalisasi untuk Keadilan Akses Pupuk Subsidi</strong></p>
<p>Kementerian Pertanian dan PT Pupuk Indonesia, telah meluncurkan aplikasi Integrasi Pupuk Bersubsidi (i-Pubers). Dirilisnya wadah digital ini digunakan untuk memantau, mencatat dan mengatur distribusi pupuk subsidi di seluruh Indonesia. Tidak lagi manual, setiap transaksi akan tercatat jelas, sehingga pemerintah dapat mengawasi langsung distribusi pupuk dari hulu hingga hilir.</p>
<p>Bahkan, sebagai petani muda seperti Ganang Aswin, tak kesulitan lagi mengakses pupuk subsidi. Padahal, ia tak memiliki Kartu tani sebagai syarat membeli pupuk pada regulasi sebelumnya. Dengan bermodalkan KTP yang telah didaftarkan di RDKK, Ganang bisa langsung datang ke PPTS. Petugas PPTS kemudian, akan membantu mendaftarkan diri di aplikasi i-Pubers.</p>
<p>Kemudahan metode digitalisasi tersebut direstui Fatkhul Arif, Pelaksana lapangan Usaha Dagang (UD) Jambul, Desa Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Inovasi itu diakuinya berdampak pada serapan pupuk bersubsidi oleh petani yang cukup signifikan hingga penghujung tahun 2025.</p>
<p>”Pupuk NPK Ponska sekitar 95% serapannya. Kalau Pupuk Urea kurang lebih 85%. Jadi harapannya petani agar segera menebusnya. Sayang kalau tidak diambil, karena sekarang aturannya sudah sangat dipermudah,” ucapnya.</p>
<p>Arif bilang, PPTS UD Jambul bertugas melayani 20 kelompok tani di empat desa di Kecamatan Secang. Di antaranya Desa Pucang, Purwosari, Donorojo, dan Secang. Butir-butir nutrisi tanaman itu berguna pada komoditas tanaman pangan unggulan setempat. Di antaranya padi dan tanaman hortikultura seperti jagung, ketela, hingga cabai.</p>
<p>Lebih lanjut, sebagai pelaksana lapangan, Arif harus memiliki strategi dalam mendistribusikan pupuk langsung ke tangan petani. Dia bekerja keras menyosialisasikan kemudahan pembelian pupuk agar terdistribusi ke sawah dan ladang-ladang petani. Salah satunya menyediakan fasilitas angkut dan antar, bekerja sama dengan kelompok tani setempat.</p>
<p>Pupuk telah menjadi salah satu instrumen vital menjaga kehidupan petani. Butir-butir pupuk itu ialah hak mereka. Akan sangat tidak adil, bila ketersediaannya tidak tepat sasaran.</p>
<p>Sejauh ini, dikatakan Arif, digitalisasi penyaluran pupuk subsidi melalui aplikasi i-Pubers cukup efektif dan tepat sasaran. Jejak digital penebusan pupuk subsidi oleh petani terpantau betul. Dengan begitu, jatah pupuk subsidi petani tidak akan diambil oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.</p>
<p>Pada arah yang sama, layanan ini mampu memberikan jawaban bagi petani muda. Para petani baru dari kalangan milenial maupun gen z yang berniat terjun di dunia pertanian. Mereka akan menjadi pewaris utama dalam menjaga kehormatan profesi petani. Sekaligus menafkahi bangsa ini dengan ketahanan pangannya.</p>
<p>“Para petani menyambut dengan senang hati dan gembira. Kalau dari sisi laporan sekarang lebih enak, karena sudah digitalisasi ya. Sebelumnya yang manual, sekarang lebih simpel lebih gampang dengan memakai <em>handphone</em> (gawai).  Jadi terobosan i-Pubers pakai KTP itu sangatlah membantu,” kata Arif.</p>
<figure id="attachment_537274" aria-describedby="caption-attachment-537274" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-537274" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-04-400x267.jpg" alt="" width="400" height="267" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-04-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-04-150x100.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-04-537x360.jpg 537w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-04.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-537274" class="wp-caption-text">Perempuan buruh tani melakukan memotong padi dengan cara tradisional di Desa Candiretno, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Serapan Pupuk Tinggi, Hasil Panen Melimpah Ruah</strong></p>
<p>Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, mengatakan, realisasi serapan pupuk bersubsidi pada 2025 di provinsi ini cukup apik. Angkanya mencapai 93,61% hingga 29 Desember 2025.</p>
<p>Rinciannya khusus untuk Pupuk Urea, dari alokasi 735.139.000 kg telah terdistribusikan ke petani mencapai 662.415.618 kg. Kemudian untuk Pupuk NPK Ponska dari alokasi 634.567.000 kg, telah terserap 626.261.314 kg. Secara umum ada lima jenis pupuk bersubsidi yakni Pupuk Urea, NPK Ponska, ZA, NPK Khusus, dan Organik Petroganik.</p>
<p>Frans bilang, angka serapan pupuk subsidi itu telah berkontribusi searah pada hasil panen yang mampu bertambah ruah. Bahkan, hasil panen komoditas padi, jagung, dan kedelai dari Jawa Tengah berkontribusi tiga besar nasional.</p>
<p>“Untuk padi, kontribusinya terhadap nasional nomor tiga. Jagung, kontribusinya terhadap nasional nomor dua, dan kedelai kontribusinya terhadap nasional nomor satu,” katanya.</p>
<p>Datanya, luas tanam padi di Jawa Tengah pada 2024 sebanyak 1.910.391 hektare menjadi 2.025.782 hektare pada 2026. Hasil produksi gabah kering panen (GKP) pada 2024 yakni 8.891.297 ton menjadi 9.397.904 ton pada 2025. Naik 5.066 ton, atau meningkat 0,06%.</p>
<p>Kemudian, luas tanam Jagung sebanyak 625.856 hektare pada 2024 menjadi 585.140 hektare. Hasil produksinya dari 3.282.384 ton menjadi 3.560.447 ton.  Naik 2.781 ton, atau 0,08%.</p>
<p>Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) memperkiraan produksi beras secara nasional sepanjang Januari–Desember 2025 akan mencapai 34,77 juta ton. Angka ini meningkat 4,14 juta ton atau naik 13,54 persen dengan perbandingan periode yang sama tahun 2024.</p>
<p>Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji ismartini, mengatakan, angka itu dicatatkan dari data potensi luas panen padi Januari-Desember 2025 yang mencapai 11,35 juta hektare. Atau meningkat sebesar 12,98 persen dibandingkan Januari-Desember 2024.</p>
<p>”Produksi padi gabah kering giling (GKG) pada Januari-Desember 2025 diperkirakan mencapai 60,34 juta ton,  atau meningkat sebesar 13,55 persen dibandingkan Januari-Desember 2024,” katanya, Senin, 3 November 2025, melansir laman Kementerian Pertanian.</p>
<figure id="attachment_537275" aria-describedby="caption-attachment-537275" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-537275" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-005-400x267.jpg" alt="" width="400" height="267" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-005-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-005-150x100.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-005-537x360.jpg 537w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-005.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-537275" class="wp-caption-text">Fatkhul Arif, petugas Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS) UD Jambul, Desa Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, membantu mengirimkan pupuk subsidi ke kelompok tani di desa sebelah. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Meringkas Gemuknya Aturan Distribusi Pupuk</strong></p>
<p>Hasil produksi yang bertambah ruah itu, disebut Pudji, diawali dari kebijakan  pemerintah dalam memperkuat sektor hulu-hilir. Salah satunya  memudahkan proses penyaluran pupuk bersubsidi yang tepat sasaran, transparan, serta akuntabel.</p>
<p>Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, dahulu benang kusut distribusi pupuk harus melalui keputusan 12 menteri, 38 gubernur, dan 514 bupati/wali kota. Totalnya menggemuk 145 regulasi.</p>
<p>”Sekarang, cukup dari Kementerian Pertanian langsung ke pabrik. Pabrik langsung ke petani,&#8221; katanya dalam konferensi pers di kantor Kementan, Jakarta, Rabu 22 Oktober 2025.</p>
<p>Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengatakan, perseroan mengalokasikan jatah 9,55 juta ton pupuk bersubsidi pada 2025. Jumlah itu harus segera terserap oleh petani dengan segala aspek kemudahan penebusannya.</p>
<p>&#8220;Tidak hanya tata kelola korporasi, perusahaan juga melakukan pembenahan-pembenahan pada tata kelola penyediaan pupuk. Untuk itu kami mendorong petani di seluruh Indonesia dapat mengoptimalkan penebusan pupuk bersubsidi yang tahun ini dialokasikan pemerintah sebesar 9,55 juta ton,&#8221; kata Rahmad, dinukil dari rilis pada laman PT Pupuk Indonesia, Senin, 20 Oktober 2025.</p>
<p>Prusahaan, lanjut Rahmad, menjalankan amanah penyaluran pupuk bersubsidi sesuai dengan tata kelola baru yang diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi, serta Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 15 Tahun 2025 sebagian peraturan pelaksanaannya.</p>
<p>Dengan demikian, tugas PT Pupuk Indonesia dalam setiap jengkal pendistribusiannya dipastikan harus sesuai dengan prinsip 7T, yaitu tepat jenis, jumlah, harga, tempat, waktu, mutu, dan penerima.</p>
<p>Perbaikan tata kelola telah dilakukan perseroan melalui implementasi sistem digitalisasi di sepanjang jalur proses bisnis PT Pupuk Indonesia. Dimulai dari pabrik, kios pengecer atau PPTS, hingga di tangan petani. Tiap butir pupuk subsidi yang dimanfaatkan petani, diharapkan akan memberikan hasil yang melimpah ruah untuk capaian swasembada pangan bangsa. (*)</p>
<p><strong><em>Diaz Azminatul Abidin</em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/12/31/menebar-butir-pupuk-subsidi-meruah-bulir-padi">Menebar Butir Pupuk Subsidi, Meruah Bulir Padi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Delegasi USM Kunjungi Laboratorium Terbaik di Eropa BioTec+ KU Leuven</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/05/22/delegasi-usm-kunjungi-laboratorium-terbaik-di-eropa-biotec-ku-leuven</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 May 2025 00:00:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[Bioteknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Delegasi]]></category>
		<category><![CDATA[Erasmus+]]></category>
		<category><![CDATA[Eropa]]></category>
		<category><![CDATA[laboratorium]]></category>
		<category><![CDATA[pangan]]></category>
		<category><![CDATA[partisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[Riset]]></category>
		<category><![CDATA[Study Visit]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=475588</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Delegasi Universitas Semarang (USM), melanjutkan partisipasi aktif dalam kegiatan Erasmus+ FIND4S Study Visit, dengan mengunjungi laboratorium BioTec+ KU Leuven, Belgia. Laboratorium itu merupakan yang terdepan di Eropa, dalam riset bioteknologi dan sistem pangan berkelanjutan. Dalam kunjungannya itu, delegasi USM terdiri dari Kepala International Office USM, Faisal Yusuf BA MM MBA, dan Ketua Program [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/22/delegasi-usm-kunjungi-laboratorium-terbaik-di-eropa-biotec-ku-leuven">Delegasi USM Kunjungi Laboratorium Terbaik di Eropa BioTec+ KU Leuven</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Delegasi Universitas Semarang (USM), melanjutkan partisipasi aktif dalam kegiatan Erasmus+ FIND4S Study Visit, dengan mengunjungi laboratorium BioTec+ KU Leuven, Belgia. Laboratorium itu merupakan yang terdepan di Eropa, dalam riset bioteknologi dan sistem pangan berkelanjutan.</p>
<p>Dalam kunjungannya itu, delegasi USM terdiri dari Kepala International Office USM, Faisal Yusuf BA MM MBA, dan Ketua Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Ika Fitriana STP MSc.</p>
<p>&#8221;Kami melihat langsung, bagaimana laboratorium berkelas dunia mengintegrasikan riset, pendidikan, dan keberlanjutan dalam satu sistem. Ini menjadi referensi penting bagi pengembangan riset dan pengajaran di USM,&#8221; ujar Faisal Yusuf.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/05/22/bupati-diminta-bertindak-kepala-desa-asemrudung-belum-jalankan-putusan-ptun-terkait-sekdes-suraji">Bupati Diminta Bertindak, Kepala Desa Asemrudung Belum Jalankan Putusan PTUN Terkait Sekdes Suraji</a></strong></p>
<p>Seperti diketahui, di fasilitas BioTec+ yang modern dan kolaboratif, para kandidat PhD KU Leuven mempresentasikan penelitian multidisiplin yang aplikatif dan visioner, antara lain Ding Jiaowei dan Pratham Kapavarapu, yang meneliti cyanobacteria termodifikasi, yang mampu menghasilkan isoprena (bahan bakar hayati) dan karotenoid.</p>
<p>Kemudian Tria Amalia Ningsih (PhD Indonesia), mengeksplorasi biomineralisasi jamur, sebagai pengganti semen, dengan menggabungkan mikrobiologi dan arsitektur untuk bahan bangunan ramah lingkungan.</p>
<p>Selain itu juga, penelitian yang disupervisi Nivedita Parsekar itu, menguji dampak plasma atmosfer dingin, terhadap Saccharomyces cerevisiae, guna meningkatkan produksi etanol secara efisien.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/05/22/banjir-di-kota-purwodadi-1-068-kk-terdampak-luapan-sungai-lusi">Banjir di Kota Purwodadi, 1.068 KK Terdampak Luapan Sungai Lusi</a></strong></p>
<p>&#8221;Riset seperti ini sangat relevan bagi masa depan sistem pangan global. Kami dari Fakultas THP USM terdorong, untuk membuka lebih banyak peluang penelitian kolaboratif lintas disiplin,&#8221; kata Ika Fitriana.</p>
<p>Selain riset, imbuhnya, KU Leuven juga memperkenalkan metode pengajaran praktikum dari program Erasmus FOOD4S Master Degree. Praktikum dasar, seperti pewarnaan Gram dan pertumbuhan bakteri, dirancang untuk menyamakan pemahaman mahasiswa dari berbagai latar belakang negara dan disiplin ilmu.</p>
<p>Kebijakan KU Leuven dalam membagi mahasiswa ke dalam kelompok lintas keahlian, mendorong kolaborasi sejawat (peer-assisted learning). Hal ini membuat pembelajaran menjadi lebih interaktif dan merata.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/05/22/pgri-menggelar-konfercab-memilih-pengurus-baru">PGRI Menggelar Konfercab, Memilih Pengurus Baru</a></strong></p>
<p>&#8221;Kami terinspirasi untuk menerapkan sistem serupa di USM. Hal ini untuk memastikan tidak ada mahasiswa yang tertinggal dalam penguasaan kompetensi dasar,&#8221; tambah Ika, yang turut berdiskusi langsung dengan tim pengajar KU Leuven.</p>
<p>Menurutnya, visual yang terpampang di depan gedung BioTec+ (dengan tulisan Bioprocess Technology &amp; Control), menjadi simbol semangat kolaboratif KU Leuven, dalam sains dan pendidikan.</p>
<p>Semangat itu juga menjadi inspirasi USM, untuk memperkuat peran globalnya. &#8221;Kunjungan ini membuka peluang nyata untuk memperluas kerja sama dalam skema Erasmus+, baik melalui riset bersama maupun pertukaran mahasiswa dan dosen,&#8221; ungkapnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/05/22/teradu-nf-minta-jadwal-ulang-undangan-klarifiaksi-bk-dprd-kota-tegal">Teradu NF Minta Jadwal Ulang Undangan Klarifiaksi BK DPRD Kota Tegal</a></strong></p>
<p>Dia menambahkan, Program FIND4S (Food and Nutrition Development for Sustainable Society), merupakan konsorsium internasional yang didanai Erasmus+. Tujuannya, memperkuat kapasitas perguruan tinggi Indonesia, dalam membangun sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan.</p>
<p>&#8221;Universitas Semarang menjadi salah satu universitas mitra aktif, dalam program ini bersama KU Leuven dan institusi lainnya di Eropa dan Asia Tenggara,&#8221; tandasnya.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/22/delegasi-usm-kunjungi-laboratorium-terbaik-di-eropa-biotec-ku-leuven">Delegasi USM Kunjungi Laboratorium Terbaik di Eropa BioTec+ KU Leuven</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Delegasi Universitas Semarang Pelajari Teknologi Pangan di Ilvo Belgia</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/05/19/delegasi-universitas-semarang-pelajari-teknologi-pangan-di-ilvo-belgia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 May 2025 07:56:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[belgia]]></category>
		<category><![CDATA[Delegasi]]></category>
		<category><![CDATA[Fisheries and Food]]></category>
		<category><![CDATA[Flanders Research Institute for Agriculture]]></category>
		<category><![CDATA[pangan]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[Perikanan]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=475091</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Delegasi dari Universitas Semarang (USM), yang terdiri dari Kepala Satuan International Office Faisal Yusuf BA MM MBA, dan Kaprodi THP Ika Fitriana STP MSc, melakukan kunjungan kerja ke Flanders Research Institute for Agriculture, Fisheries and Food (Ilvo) di Belgia, pada Kamis (15/5/2025). Delegasi itu secara resmi diterima Kepala Departemen Teknologi dan Pangan Ilvo, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/19/delegasi-universitas-semarang-pelajari-teknologi-pangan-di-ilvo-belgia">Delegasi Universitas Semarang Pelajari Teknologi Pangan di Ilvo Belgia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Delegasi dari Universitas Semarang (USM), yang terdiri dari Kepala Satuan International Office Faisal Yusuf BA MM MBA, dan Kaprodi THP Ika Fitriana STP MSc, melakukan kunjungan kerja ke Flanders Research Institute for Agriculture, Fisheries and Food (Ilvo) di Belgia, pada Kamis (15/5/2025).</p>
<p>Delegasi itu secara resmi diterima Kepala Departemen Teknologi dan Pangan Ilvo, Lieve Herman. Ilvo sendiri merupakan pusat penelitian terkemuka di Belgia, yang mengkhususkan diri dalam penelitian pertanian, perikanan, dan pangan.</p>
<p>Food Pilot Ilvo merupakan fasilitas uji dan pengembangan produk pangan dengan teknologi canggih, yang fokus pada inovasi dan keberlanjutan.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/05/19/kemenkum-jateng-ums-dorong-optimalisasi-pemanfaatan-ki-di-perguruan-tinggi">Kemenkum Jateng-UMS Dorong Optimalisasi Pemanfaatan KI di Perguruan Tinggi</a></strong></p>
<p>Menurut Faisal, tujuan kunjungan ini, untuk mengeksplorasi potensi kolaborasi antara USM dan Ilvo, dalam penelitian pangan berkelanjutan, pertanian presisi, dan inovasi teknologi pangan.</p>
<p>Faisal Yusuf dan Ika Fitriana sendiri berkesempatan melakukan tur ke berbagai fasilitas penelitian Ilvo, termasuk laboratorium teknologi pangan, ruang uji sensorik, dan fasilitas pengolahan pangan inovatif, yang dikelola Food Pilot Ilvo.</p>
<p>&#8221;Ilvo memiliki reputasi internasional, sebagai pusat penelitian terkemuka dalam pertanian dan pangan berkelanjutan. Kami sangat terkesan dengan infrastruktur dan inovasi teknologi yang dikembangkan di sini,&#8221; ujar Faisal Yusuf.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/05/19/gatutkaca-winisuda-warnai-perpisahan-ma-nu-tengguli">Gatutkaca Winisuda Warnai Perpisahan MA NU Tengguli</a></strong></p>
<p>Dia menambahkan, Ilvo dikenal sebagai pusat penelitian terkemuka, dengan keunggulan dalam pengembangan teknologi pangan, keamanan pangan, serta inovasi pertanian presisi.</p>
<p>Di bawah kepemimpinan Lieve Herman, Unit Teknologi dan Ilmu Pangan Ilvo memiliki keahlian luas dalam penelitian keamanan dan kualitas komponen pangan. Termasuk pengendalian alergen, patogen, dan residu dalam produk pangan.</p>
<p>&#8221;Ilvo juga memiliki fokus strategis pada diversifikasi protein, pengurangan limbah pangan, dan otomatisasi teknologi di rantai pangan,&#8221; katanya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/05/19/bem-fh-usm-sukses-gelar-legal-training-4-0">BEM FH USM Sukses Gelar Legal Training 4.0</a></strong></p>
<p>Selama tur, imbuhnya, delegasi USM memperoleh wawasan mendalam tentang pengembangan teknologi pangan berkelanjutan, manajemen keamanan pangan, dan penelitian berbasis sains.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Lieve Herman menjelaskan, Ilvo terus berinovasi dalam pengembangan produk pangan baru, pengujian kualitas, dan pengelolaan rantai pasok yang berkelanjutan. Melalui Food Pilot dan Living Lab Agri-food Technology, Ilvo bekerja secara proaktif dengan perusahaan pangan, untuk mendorong inovasi bersama.</p>
<p>&#8221;Kami menempatkan diri sebagai mitra pengetahuan untuk perusahaan dalam rantai pangan. Selain itu membantu mereka mewujudkan ambisi inovatif mereka, baik dalam pengembangan produk pangan baru, pengurangan limbah pangan, atau penerapan teknologi presisi,&#8221; ujar Lieve Herman.</p>
<p>Faisal berharap, kunjungan itu menjadi langkah awal dalam membangun kemitraan strategis antara USM dengan Ilvo, yang tidak hanya fokus pada pertukaran pengetahuan, tetapi juga pada pengembangan bersama program penelitian dan inovasi pangan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/19/delegasi-universitas-semarang-pelajari-teknologi-pangan-di-ilvo-belgia">Delegasi Universitas Semarang Pelajari Teknologi Pangan di Ilvo Belgia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kementan Pastikan Brebes Penyangga Pangan Nasional</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/01/28/kementan-pastikan-brebes-penyangga-pangan-nasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jan 2025 15:20:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Brebes]]></category>
		<category><![CDATA[Kementan]]></category>
		<category><![CDATA[pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=458352</guid>

					<description><![CDATA[<p>BREBES (SUARABARU.ID) &#8211; Dirjen Tanaman Pangan Kemeterian Pertanian (Kementan) Dr Yudi Sastro SP MP, meninjau Kawasan terdampak banjir di Kabupaten Brebes. Lokasi yang ditinjau adalah tanggul dan saluran irigasi di Kecamatan Wanasari yakni Jembatan Kali Derpa Desa Kertabesuki, tanggul Sungai Pemali dan terowongan Tol Desa Sidamulya. Tujuannya untuk memastikan agar daerah yang terkenal dengan bawang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/01/28/kementan-pastikan-brebes-penyangga-pangan-nasional">Kementan Pastikan Brebes Penyangga Pangan Nasional</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BREBES (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Dirjen Tanaman Pangan Kemeterian Pertanian (Kementan) Dr Yudi Sastro SP MP, meninjau Kawasan terdampak banjir di Kabupaten Brebes. Lokasi yang ditinjau adalah tanggul dan saluran irigasi di Kecamatan Wanasari yakni Jembatan Kali Derpa Desa Kertabesuki, tanggul Sungai Pemali dan terowongan Tol Desa Sidamulya. Tujuannya untuk memastikan agar daerah yang terkenal dengan bawang merahnya itu tetap menjadi penyangga ketahanan pangan nasional.</p>
<p>&#8220;Target kesanggupan tanam, Brebes sudah di atas kesanggupan, di Februari Maret sampai April Brebes jangan turun prestasinya, dan kami kesini mencari ketidaksanggupan atau permasalahan penghambat baik dari irigasi maupun pupuk itu di mana?&#8221; ucap Dirjen Tanaman Pangan Kementan Dr Yudi Sastro Sp Mp saat meninjau Jembatan Kali Derpa Desa Kertabesuki, Senin (27/1/2025).</p>
<p>Yudi mengatakan, sesuai perintah presiden menelusuri potensi-potensi sawah yang bisa didorong untuk lokasi Luas Tambah Tanam (LTT) terkait swasembada pangan target tahun ini.</p>
<p>&#8220;Mau tidak mau harus ada lahan yang tidak ditanam, apa yang sudah dipanen segera diolah dan kembali ditanam, Brebes penyangga ketahanan pangan juga hortikultura pastikan perannya, padi, bawang merah, cabe dan lainnya kita jaga imbang dan jadi tulang punggung nasional,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Lanjut Yudi, apa saja yang dibutuhkan petani misalnya pupuk, aturan sudah diarahkan sedemikian rupa, jadi petani tidak ada masalah dengan pupuk. Kemudian perairan Kementerian PU sudah berkoordinasi dengan Kementan akan menormalisasi semua jaringan irigasi sampai ke depan fasilitas bendungan.</p>
<p>&#8220;Kementan sebagai fasilitator, kami siap membantu, silakan dikoordinasikan dengan PU, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), TNI maupun Polri siap bersinergi. Untuk dukungan hasil gabah petani, sekarang Harga Beli Pemerintah (HPP) Rp6.500, ini insentif untuk petani sehingga lebih bersemangat,&#8221; terangnya.</p>
<p>Terkait bencana hidrometeorologi, kata Yudi, ini tugas bersama peninjauan langsung saling bahu membahu, dan tidak bisa sendiri karena semua unsur punya kepentingan peran masing-masing.</p>
<p>&#8220;Seperti kemarin di Cirebon kami bekerja sama dengan BBWS memakai alat berat menormalisasi saluran-saluran penyebab terjadinya banjir,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Pj Bupati Brebes Ir Djoko Gunawan MT menyampaikan, Brebes mendukung program swasembada pangan nasional, apalagi ini program pemerintah pusat. Dilaksanakan sesuai peraturan dan dari bantuan pun pemerintah pusat sudah membantu.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah kita patut bersyukur beberapa usulan untuk normalisasi sungai, irigasi dan bendungan sudah disampaikan ke bapak Dirjen, nanti kita bareng mengawal sehingga realisasi swasembada pangan bisa diwujudkan,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Sementara itu, Gapoktan Desa Kertabesuki Didi menyampaikan, jumlah LTT di Desa Kertabesuki seluas 400-500 Hektar.</p>
<p>&#8220;Untuk kendala adalah saat musim penghujan sungai Derpa tidak mampu menampung air dari anak sungai Pemali yang ada di sekitar wilayah Wanasari terutama Pantura, sehingga air menggenang di persawahan Desa Kertabesuki,&#8221; tuturnya.</p>
<p><strong>Sutrisno</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/01/28/kementan-pastikan-brebes-penyangga-pangan-nasional">Kementan Pastikan Brebes Penyangga Pangan Nasional</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Debat Kedua Pilgub Jateng Bertema Pangan dan Iklim! Petani, Petambak, Nelayan, dan Peternak, Harus Nonton</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/11/08/debat-kedua-pilgub-jateng-bertema-pangan-dan-iklim-petani-petambak-nelayan-dan-peternak-harus-nonton</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Nov 2024 06:41:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Luthfi]]></category>
		<category><![CDATA[Andika Perkasa]]></category>
		<category><![CDATA[debat]]></category>
		<category><![CDATA[iklim]]></category>
		<category><![CDATA[jateng]]></category>
		<category><![CDATA[pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Tema]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=445543</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah mempersiapkan debat kedua pemilihan gubernur (Pilgub) Jateng 2024 yang bakal berhubungan dengan petani, petambak, nelayan, dan peternak. Debat kedua pilgub Jateng bakal berbeda dari tempat sebelumnya, kini akan digelar di MAC Ballroom, Jalan Majapahit, Kota Semarang, Ahad 10 November 2024. Untuk tema debat kali ini yakni [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/08/debat-kedua-pilgub-jateng-bertema-pangan-dan-iklim-petani-petambak-nelayan-dan-peternak-harus-nonton">Debat Kedua Pilgub Jateng Bertema Pangan dan Iklim! Petani, Petambak, Nelayan, dan Peternak, Harus Nonton</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID) – </strong>Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah mempersiapkan debat kedua pemilihan gubernur (Pilgub) Jateng 2024 yang bakal berhubungan dengan petani, petambak, nelayan, dan peternak.</p>
<p>Debat kedua pilgub Jateng bakal berbeda dari tempat sebelumnya, kini akan digelar di MAC Ballroom, Jalan Majapahit, Kota Semarang, Ahad 10 November 2024.</p>
<p>Untuk tema debat kali ini yakni ‘Pembangunan Berkelanjutan: Membangun infrastruktur dan Ketahanan Pangan Jawa Tengah dalam Menghadapi Perubahan Iklim dan Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat’.</p>
<p>Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Jawa Tengah, Akmaliyah, mengatakan, secara teknis debat kedua tak jauh berbeda dari yang pertama di Marina Convention Center (MCC) Semarang, 30 Oktober 2024.</p>
<p>“Terbagi dalam enam segmen, dengan total durasi 120 menit. Mulai dari pemaparan visi-misi, pendalaman-visi misi, tanya jawab, serta pernyataan penutup,” kata dia di KPU Jawa Tengah, Kamis 7 November 2024.</p>
<p><strong>Panelis</strong></p>
<p>Pihaknya, melanjutkan ada tujuh panelis yang dilibatkan untuk materi debat publik kedua Pilgub Jateng 2024, dari berbagai universitas di Jawa Tengah.</p>
<p>Di antaranya, 1. Prof. Dr. Ani Purwanti (Universitas Diponegoro), Prof. Dr. Abdul Ghofur (UIN Walisongo Semarang), Ahmad Syakir Kurnia Ph. D. (Universitas Diponegoro).</p>
<p>Selanjutnya, Prof. Dr. Suharnomo (Undip), ⁠Prof. Dr. Slamet Rosyadi, (Universitas Jenderal Soedirman), Dr. Agus Riewanto (Universitas Sebelas Maret), ⁠Prof. Ir. Dr. Wahyudi Sutopo (Universitas Sebelas Maret).</p>
<p>Akmaliyah menjamin, materi tema debat kali ini tidak akan bocor. Dia mengklaim materi selesai dibuat pada malam acara debat dimulai.</p>
<p>“Besok pun sama. Tanggal 8 November 2024 panelis baru merumuskan pertanyaan, bisa jadi malam tanggal 10 November 2021 baru selesai.</p>
<p>Untuk diketahui, pada Pilgub Jateng 2024 terdapat dua pasangan calon (paslon). Paslon nomor urut 01 yakni Andika Muhammad Perkasa dan Hendrar Prihadi yang diusung PDIP.</p>
<p>Adapun paslon nomor 02 yakni Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen, yang diusung 9 partai di parlemen, dan 4 di luar parlemen.</p>
<p><strong>Diaz Abidin</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/08/debat-kedua-pilgub-jateng-bertema-pangan-dan-iklim-petani-petambak-nelayan-dan-peternak-harus-nonton">Debat Kedua Pilgub Jateng Bertema Pangan dan Iklim! Petani, Petambak, Nelayan, dan Peternak, Harus Nonton</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pj Gubernur Jateng Klaim Stok Pangan Mencukupi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/10/15/pj-gubernur-jateng-klaim-stok-pangan-mencukupi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Oct 2024 11:52:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[jateng]]></category>
		<category><![CDATA[jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Nana Sudjana]]></category>
		<category><![CDATA[pangan]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Pj Gubernur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=441293</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mengklai untuk persediaan pangan di wilayahnya masih aman hingga penghujung musim kemarau. &#8220;Ketersediaan pangan untuk Jawa Tengah sampai saat ini masih mencukupi,&#8221; kata Nana Sudjana usai rapat paripurna di Gedung DPRD Jawa Tengah, Selasa 15 Oktober 2024. Nana Sudjana bilang, Pemprov Jateng akan terus meningkatkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/15/pj-gubernur-jateng-klaim-stok-pangan-mencukupi">Pj Gubernur Jateng Klaim Stok Pangan Mencukupi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mengklai untuk persediaan pangan di wilayahnya masih aman hingga penghujung musim kemarau.</p>
<p>&#8220;Ketersediaan pangan untuk Jawa Tengah sampai saat ini masih mencukupi,&#8221; kata Nana Sudjana usai rapat paripurna di Gedung DPRD Jawa Tengah, Selasa 15 Oktober 2024.</p>
<p>Nana Sudjana bilang, Pemprov Jateng akan terus meningkatkan produktivitas pangan terkhusus untuk hasil panen komoditas padi.</p>
<p>Dengan mulai masuknya musum penghujan Oktober-November, diharapkan peningkatan sejumlah komoditas pangan. Di antaranya padi, jagung, umbi-umbian, serta cabai dan bawang.</p>
<p>Terlebih, kata dia, Jawa Tengah selama ini juga menjadi salah satu provinsi penumpu pangan nasional, terutama padi dan beras.</p>
<p>Nana Sudjana melanjutkan, upaya peningkatan produksi pertanian Jateng diupayakan dengan strategi penambahan alat pompanisasi dari pemerintah pusat.</p>
<p>Sebanyak 5.134 unit pompa sudah didistribusikan di masing-masing kabupaten/ kota. Meski memang banyak lahan di wilayah di Pantura Jawa Tengah yang terdampak abrasi langsung maupun tidak langsung.</p>
<p>Abrasi, membuat sawah-sawah petani menjadi rawa-rawa dan menjadi lahan tidur. Salah satu conrohnya di beberapa Kecamatan di Utara Kabupaten Demak.</p>
<p>&#8220;Maka kita terus berupaya, bantuan pompanisasi sangat membantu kami, yang biasanya panen sekali bisa dua kali, yang panen dua kali bisa tiga kali. Jadi ini sangat membantu produksi pangan di Jawa Tengah,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga berkomitmen untuk merealisasikan capaian luas tambah tanam (LTT) padi. Pada September 2024 lalu, LTT di Jateng mencapai seluas 65.140 hektar. Pada Oktober ini, capaiannya didorong hingga 105.000 hingga 110.000 hektar.</p>
<p>Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng, Supriyanto menambahkan, kebutuhan beras di Jateng sekitar 340.000 sampai 345.000 ton per bulan. Artinya, dalam sebulan harus panen minimal di lahan 100.000 hektare, dengan rata-rata produksi 5,5 sampai 5,6 ton per hektare.</p>
<p>“Artinya didapat antara 550.000 sampai 560.000 ton gabah kering giling. Kalau dikonversi ke beras 62,74%, ketemu angka 345.000 ton. Itu aman satu bulan,” ungkapnya.</p>
<p><strong>Diaz Abidin</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/15/pj-gubernur-jateng-klaim-stok-pangan-mencukupi">Pj Gubernur Jateng Klaim Stok Pangan Mencukupi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>20 Tahun Kedepan Jawa Tengah jadi Penumpu Pangan dan Industri Nasional di Tengah Krisis Abrasi, Sanggupkah?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/07/09/20-tahun-kedepan-jawa-tengah-jadi-penumpu-pangan-dan-industri-nasional-di-tengah-krisis-abrasi-sanggupkah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jul 2024 06:39:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[dprd]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumarno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=424118</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) – Provinsi Jawa Tengah dalam 20 tahun ke depan dimulai 2025-2045 ditetapkan menjadi wilayah penumpu pangan dan industri nasional, bagai dua sisi mata uang. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) dan DPRD Jateng menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Jawa Tengah tahun 2025-2045 telah disetujui. Persetujuan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/07/09/20-tahun-kedepan-jawa-tengah-jadi-penumpu-pangan-dan-industri-nasional-di-tengah-krisis-abrasi-sanggupkah">20 Tahun Kedepan Jawa Tengah jadi Penumpu Pangan dan Industri Nasional di Tengah Krisis Abrasi, Sanggupkah?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID) – </strong>Provinsi Jawa Tengah dalam 20 tahun ke depan dimulai 2025-2045 ditetapkan menjadi wilayah penumpu pangan dan industri nasional, bagai dua sisi mata uang.</p>
<p>Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) dan DPRD Jateng menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Jawa Tengah tahun 2025-2045 telah disetujui.</p>
<p>Persetujuan itu ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, bersama Wakil Ketua DPRD Jateng Hadi Santoso, Sukirman, dan Ferry Wawan Cahyono pada rapat paripurna di Gedung DPRD Jateng pada  Senin 8 Juli 2024.</p>
<p>Sumarno mengatakan, ada beberapa raperda yang disetujui. Akan tetapi raperda yang paling prioritas yakni mengenai RPJPD 2025-2045 di mana Jawa Tengah dijadikan wilayah penumpu pangan dan industri nasional.</p>
<p>“Ini menjadi satu yang sangat strategis karena pembangunan selama 20 tahun ke depan. Kita mau menuju kemana sih? Secara garis besar RPJPD ini kita sinkronkan dengan rencana jangka panjang pembangunan nasional. Jawa Tengah ditetapkan visi misinya sebagai penumpu pangan dan industri nasional.” Ujar Sumarno.</p>
<p><strong>Tantangan</strong></p>
<p>Sumarno bilang menjadikan Jawa Tengah sebagai penumpu pangan dan industri nasional Ini bukan pekerjaan yang mudah. Menjaga produktivitas pangan di Jawa Tengah saat ini bagai dua sisi mata uang, di mana banyak tantangan semakin masif pengembangan industri.</p>
<p>“Karena pengembangan industri dan penumbuhan pangan itu bertolak belakang. Begitu adanya industri akan berdampak pada sektor pangan. Tapi ini kita siapkan harmonisasinya dengan teman-teman DPRD,” kata dia.</p>
<p>Sumarno ingin kedepan lebih banyak sosialisasi kepada masyarakat bagaimana kita menjaga keseimbangan antara pangan yang tetap terjaga dan tumbuh serta industri yang juga tumbuh.</p>
<p>“Karena kalau dua-duanya sama-sama tumbuh ini dampaknya luar biasa. Kami tentu saja ingin visi misi ini terimplementasi dan kesejahteraan masyarakat jawa tengah tumbuh,” ucap dia.</p>
<p><strong>Abrasi</strong></p>
<p>Permasalahan yang terjadi di Jawa Tengah saat ini yakni abrasi di wilayah Pantai Utara (Pantura), akibat dari perubahan iklim serta penurunan tanah yang disebabkan salah satunya penggunaan air tanah berlebihan oleh pabrik-pabrik serta kawasan industri.</p>
<p>Beberapa wilayah yang terdampak parah akan penurunan tanah dan abrasi yakni Kabupaten Pekalongan, dan Demak. Penurunan tanah menyebabkan lahan-lahan produktif tenggelam dan hampir mustahil untuk ditanami padi sebagaimana mestinya.</p>
<p>Lahan-lahan persawahan di Kecamatan Sayung, sebagian Kecamatan Karangtengah, Guntur, dan Bonang Kabupaten Demak misalnya terus digenangi air yang kadang payau. Saat kemarau bahkan, air juga tak surut.</p>
<p>Di Kecamatan Sayung, Demak, lahan-lahan tambak makin sulit digunakan untuk budidaya sektor perikanan karena abrasi makin besar. Di Kecamatan Karangtengah, warga beralih menjadi pencari tanaman Eceng Gondok, sebab sawah mereka menjadi rawa-rawa bak Rawa Pening di Kabupaten Semarang.</p>
<p>“Sawah sudah tidak bisa ditanami. <em>Wayah ketigo </em>(musim kemarau) air juga tidak surut. Sawah dibiarkan saja, sudah tidak bisa tandur lagi. Sekarang cari Eceng Gondok, seadanya,” kata Kus salah seorang perempuan petani di salah satu desa di Kecamatan Karangtengah, Demak, beberapa waktu lalu.</p>
<p>Makin banyak warga yang kehilangan pekerjaan sawah menjadi lahan tidur akibat abrasi, sementara pajak-pajak sawah tetap ditagih dari pemerintah setempat.</p>
<p>Sebagian warga lansia tidak lagi bisa mengandalkan penghasilan dari bertani, sementara anak-anak muda mayoritas bekerja di pabrik, dan lainnya.</p>
<p>Di beberapa desa di Kecamatan Bonang Demak sisi Selatan masih bisa bertanam padi. Hal itu pun dilakukan saat musim kemarau karena volume air di sawah berkurang dari saat musim hujan yang sangat sulit ditanami karena banjir.</p>
<p>“Ya hasil panen tidak sebagus dahulu. Musim kemarin, kebanjiran padi menjadi hitam jelek,” ujar Ndor. Seorang petani di salah satu desa di Kecamatan Bonang.</p>
<p><strong>Penyediaan Air Baku</strong></p>
<p>Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, bilang, penanganan abrasi dilakukan jangka panjang yang tidak hanya disebut dalam RPJPD.  Dia mengakui, perlunya upaya berkesinambungan menghadapi kondisi lingkungan seperti abrasi di wilayah Pantura.</p>
<p>“Kalau abrasi ini di Pantura itu bebannya berat ada <em>land subsidence </em>atau penurunan permukaan tanah. Yang kedua kondisi daerah atas juga perlu menjaga kelestarian hutan dan sebagainya. Kita bersama-sama dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk menaati masalah tata ruang,” kata dia.</p>
<p>Begitupun, lanjut dia di Pantura banyak problem masalah kawasan industri yang memakai air tanah. Pihaknya mengatakan, ada koordinasi dengan pemerintah pusat juga untuk menyediakan air baku pengganti kebiasaan memakai air tanah.</p>
<p>“Kemarin juga berdiskusi dengan Undip, di mana mereka kerja sama dengan Australia. Ada pembuatan mesin penjernih air laut untuk menjadi air bersih.  Mudah-mudahan itu akan menjadi salah satu dari usaha untuk penanganan abrasi di pantura,” ujarnya.</p>
<p><strong>Bisnis Berkelanjutan</strong></p>
<p>Pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Diponegoro (FISIP Undip) Prof Bulan Prabawani PhD menguraikan, bila bisnis dan lingkungan amat berkaitan dan berhubungan erat.</p>
<p>Bisnis memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan pemenuhan konsumsi. Akan tetapi di sisi lain seiring dengan itu ada banyak sekali dampak negatif yang ditimbulkan.</p>
<p>“Maka, bisnis berkelanjutan menjadi harus menjadi sebuah transformasi bisnis. Di mana yang tadinya konvensional berorientasi profit maka sekarang harus memperhatikan harmony with nature,” katanya.</p>
<p>Hal tersebut dikatakan dalam bedah buku berjudul “Manajemen Lingkungan Bagian Keempat” dan “Bisnis Berkelanjutan: Teori dan Implementasi”, sebuah karya kolaboratif yang menggabungkan keahlian Prof Sudharto P Hadi dengan Prof Bulan Prabawani PhD, Dosen FISIP Undip dengan kepakaran di bidang Bisnis Berkelanjutan, beberapa waktu lalu.</p>
<p>Prof Sudharto P Hadi menerangkan, agar bagaimana pemerintah mengintegrasikan aspek lingkungan dalam membuat kebijakan publik. Kemudian bagaimana mengintegrasikan aspek lingkungan dalam kebijakan perusahaan.</p>
<p>“Nah muaranya adalah bagaimana pubik membangun pembangunan yang berkelanjutan, Pembangunan yang memberikan manfaat kepada banyak orang sekaligus menyembuhkan luka di bumi,” katanya.</p>
<p>Menurut Prof Sudharto kondisi Bumi saat ini sudah sangat rusak dan rapuh.</p>
<p>“Jadi ketika misalnya kita mengatasi masalah banjir di wilayah pesisir maka infrastruktur boleh dibangun, akan tetapi lebih baik (pula) misalnya dengan menanam mangrove,” kata dia.</p>
<p>Mangrove misalnya, kata Prof Sudharto, sudah banyak diketahui punya kemanfaatan menangkal gelombang laut, bahkan mampu menjadi ladang untuk memberikan pekerjaan dan penghasilan bagi masyarakat.</p>
<p>“Demikian juga perusahaan ketika dia mengendalikan dampak (lingkungan) apakah upayanya bisa sekaligus dalam skea di mana lingkungan disembuhkan dan menambah lapangan pekerjaan baru,” ujarnya.</p>
<p><strong>Diaz Aza</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/07/09/20-tahun-kedepan-jawa-tengah-jadi-penumpu-pangan-dan-industri-nasional-di-tengah-krisis-abrasi-sanggupkah">20 Tahun Kedepan Jawa Tengah jadi Penumpu Pangan dan Industri Nasional di Tengah Krisis Abrasi, Sanggupkah?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pembangunan Jangka Panjang, Pemprov Jateng Ingin jadi Lumbung Pangan dan Industri Nasional   </title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/06/07/pembangunan-jangka-panjang-pemprov-jateng-ingin-jadi-lumbung-pangan-dan-industri-nasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jun 2024 09:22:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Nana Sudjana]]></category>
		<category><![CDATA[pangan]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[RPJPD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=418547</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mengatakan bila Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) ingin pembangunan daerah ke depan dengan menjadikan Provinsi Jateng sebagai penumpu pangan dan industri nasional. Rencana Pemprov Jateng itu dituangkan dalam penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)  Tahun 2025-2045. Di mana [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/06/07/pembangunan-jangka-panjang-pemprov-jateng-ingin-jadi-lumbung-pangan-dan-industri-nasional">Pembangunan Jangka Panjang, Pemprov Jateng Ingin jadi Lumbung Pangan dan Industri Nasional   </a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mengatakan bila Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) ingin pembangunan daerah ke depan dengan menjadikan Provinsi Jateng sebagai penumpu pangan dan industri nasional.</p>
<p>Rencana Pemprov Jateng itu dituangkan dalam penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)  Tahun 2025-2045. Di mana Raperda tersebut saat ini masih dalam tahap penyusunan di DPRD Jateng.</p>
<p>“Penyusunan RPJPD 2025-2045 ini dalam upaya menjaga keberlanjutan kinerja pembangunan daerah Jateng 20 tahun ke depan,” kata Nana Sudjana di Semarang beberapa waktu lalu.</p>
<p>Visi Jawa Tengah sebagai penumpu pangan dan industri nasional, kata Nana Sudjana, diselaraskan dengan rencana pembangunan jangka panjang nasional (RPJPN).</p>
<p>“Yaitu negara nusantara berdaulat, maju, dan berkelanjutan menyongsog Indonesia Emas 2045,” kata dia.</p>
<p>Dalam penyusunan regulasi itu, Pemprov Jateng juga masih memperhatikan isu-isu stretagis dan keberlanjutan dari RPJPD Tahun 2005-2025 yang dinilai masih relevan.</p>
<p>&#8220;Penyusunan RPJPD juga memperhatikan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan rekomendasi Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS),&#8221; kata Nana.</p>
<p>Menurut Nana, selain sebagai penumpu ketahanan pangan dan industri, RPJPD Provinsi Jawa Tengah akan lebih mengedepankan pada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Selama Musrenbang kemarin masih banyak masukan tentang infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat. Juga ketahanan pangan,&#8221; katanya.</p>
<p>Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno menambahkan, Pemprov dan DPRD Jateng sepakat merampungkan pembahasan sebelum Oktober 2024.</p>
<p>&#8220;Kami sepakat untuk menyelesaikan Raperda RPJPD Provinsi Jateng 2025-2045 sebelum berakhirnya masa jabatan anggota DPRD 2019-2024,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dikatakan Sumarno, percepatan penetapan Raperda RPJPD sangat penting, karena akan digunakan sebagai pedoman pemerintah kabupaten/kota dalam menetapkan RPJPD kabupaten/kota.</p>
<p><strong>Diaz Aza</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/06/07/pembangunan-jangka-panjang-pemprov-jateng-ingin-jadi-lumbung-pangan-dan-industri-nasional">Pembangunan Jangka Panjang, Pemprov Jateng Ingin jadi Lumbung Pangan dan Industri Nasional   </a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemkab Brebes Dukung Program Ketahanan Pangan TNI</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/04/20/pemkab-brebes-dukung-program-ketahanan-pangan-tni</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Apr 2024 00:03:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Brebes]]></category>
		<category><![CDATA[Kodim]]></category>
		<category><![CDATA[pangan]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=409944</guid>

					<description><![CDATA[<p>BREBES (SUARABARU.ID) &#8211; Pemerintah Kabupaten Brebes mendukung Program Ketahanan Pangan TNI pada sektor pertanian. Bentuk dukungannya melalui inventarisasi lahan idle atau lahan yang tidak digunakan pemerintah untuk kepentingan penanaman dan pengembangan pertanian. &#8220;Ini adalah rintisan yang sangat baik dari Dandim, ini sangat menginspirasi, untuk selanjutnya Pemkab Brebes akan menginventarisasi aset-aset Pemda yang idle agar digunakan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/20/pemkab-brebes-dukung-program-ketahanan-pangan-tni">Pemkab Brebes Dukung Program Ketahanan Pangan TNI</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BREBES (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Pemerintah Kabupaten Brebes mendukung Program Ketahanan Pangan TNI pada sektor pertanian. Bentuk dukungannya melalui inventarisasi lahan idle atau lahan yang tidak digunakan pemerintah untuk kepentingan penanaman dan pengembangan pertanian.</p>
<p>&#8220;Ini adalah rintisan yang sangat baik dari Dandim, ini sangat menginspirasi, untuk selanjutnya Pemkab Brebes akan menginventarisasi aset-aset Pemda yang idle agar digunakan TNI,&#8221; ucap Pj Bupati Brebes Iwanuddin Iskandar SH MHum saat Penanaman Jagung Bersama, di Area Lapangan Tembak Kodim/0713 Brebes, Kecamatan Songgom, Jumat (19/4/2024).</p>
<p>Iwan mengatakan, setiap yang idle harus diamankan dari tiga aspek fisik, administrasi dan hukum. Kalau memang idle akan didayagunakan untuk masyarakat, jangan sampai mangkrak karena bisa jadi sengketa seperti diduduki warga kemudian disertifikatkan dan terjadi gugat menggugat.</p>
<p>&#8220;Besok akan kami cek lagi, di mana saja lahan yang idle, yang memang belum ada perencanaan. Dari kabupaten kita tuju ke aset-aset desa termasuk nanti menyisir ke aset provinsi yang memang banyak asetnya di kabupaten maupun kota,&#8221; terangnya.</p>
<p>Lanjut Iwan, Pemkab Brebes membuka kerja sama dengan Kodim terkait pertanian, mengingat Brebes salah satu penyandang pangan di Indonesia. Dia berharap tidak hanya di Songgom juga bisa berjangka dan menjadi pusat pembelajaran pertanian, bisa menggandeng pihak ketiga seperti akademisi dan akan tumbuh dengan pengusaha.</p>
<p>&#8220;Mudah-mudahan upaya hari ini dapat menuju kesejahteraan dan memberikan masyarakat Brebes yang agraris, semua ikut berpartisipasi, dari Brebes untuk Indonesia dari sektor pertanian, dan siapa tahu nanti sektor peternakan,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Dandim 0713/Brebes Sapto Broto menyampaikan, Kodim 0713/Brebes mencari lahan yang potensial untuk dimanfaatkan dan dikembangkan di sektor pertanian. Demikian sesuai perintah Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) yang memberikan atensi tinggi bahwa ketahanan pangan perlu menjadi perhatian lebih.</p>
<p>&#8220;Penanaman jagung yang pertama kali, kebetulan ini lahan nganggur supaya menjadi lahan produktif, sehingga akan bermanfaat untuk kita semua,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sapto mengatakan, target luas lahan minimal 200 Hektar sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan. Jika nantinya ada penambahan lahan bisa ditanami bawang merah, padi, kedelai, semangka, cabai dan lainnya.</p>
<p>&#8220;Intinya harus ada lahan tanam baru seluas 200 Hektar, yang mana bisa menggunakan lahan TNI maupun aset Pemkab untuk disinergikan,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sapto berharap dalam kurun waktu 4 bulan kedepan dapat memberikan hasil. Kemudian dikembalikan lagi ke masyarakat, karena memang tujuan program ini adalah untuk kesejahteraan bersama.</p>
<p><strong>Sutrisno</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/20/pemkab-brebes-dukung-program-ketahanan-pangan-tni">Pemkab Brebes Dukung Program Ketahanan Pangan TNI</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>