blank
Faisal Yusuf (kiri), saat berada di laboratorium BioTec+ KU Leuven, Belgia. Foto: dok/usm

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Delegasi Universitas Semarang (USM), melanjutkan partisipasi aktif dalam kegiatan Erasmus+ FIND4S Study Visit, dengan mengunjungi laboratorium BioTec+ KU Leuven, Belgia. Laboratorium itu merupakan yang terdepan di Eropa, dalam riset bioteknologi dan sistem pangan berkelanjutan.

Dalam kunjungannya itu, delegasi USM terdiri dari Kepala International Office USM, Faisal Yusuf BA MM MBA, dan Ketua Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Ika Fitriana STP MSc.

”Kami melihat langsung, bagaimana laboratorium berkelas dunia mengintegrasikan riset, pendidikan, dan keberlanjutan dalam satu sistem. Ini menjadi referensi penting bagi pengembangan riset dan pengajaran di USM,” ujar Faisal Yusuf.

BACA JUGA: Bupati Diminta Bertindak, Kepala Desa Asemrudung Belum Jalankan Putusan PTUN Terkait Sekdes Suraji

Seperti diketahui, di fasilitas BioTec+ yang modern dan kolaboratif, para kandidat PhD KU Leuven mempresentasikan penelitian multidisiplin yang aplikatif dan visioner, antara lain Ding Jiaowei dan Pratham Kapavarapu, yang meneliti cyanobacteria termodifikasi, yang mampu menghasilkan isoprena (bahan bakar hayati) dan karotenoid.

Kemudian Tria Amalia Ningsih (PhD Indonesia), mengeksplorasi biomineralisasi jamur, sebagai pengganti semen, dengan menggabungkan mikrobiologi dan arsitektur untuk bahan bangunan ramah lingkungan.

Selain itu juga, penelitian yang disupervisi Nivedita Parsekar itu, menguji dampak plasma atmosfer dingin, terhadap Saccharomyces cerevisiae, guna meningkatkan produksi etanol secara efisien.

BACA JUGA: Banjir di Kota Purwodadi, 1.068 KK Terdampak Luapan Sungai Lusi

”Riset seperti ini sangat relevan bagi masa depan sistem pangan global. Kami dari Fakultas THP USM terdorong, untuk membuka lebih banyak peluang penelitian kolaboratif lintas disiplin,” kata Ika Fitriana.

Selain riset, imbuhnya, KU Leuven juga memperkenalkan metode pengajaran praktikum dari program Erasmus FOOD4S Master Degree. Praktikum dasar, seperti pewarnaan Gram dan pertumbuhan bakteri, dirancang untuk menyamakan pemahaman mahasiswa dari berbagai latar belakang negara dan disiplin ilmu.

Kebijakan KU Leuven dalam membagi mahasiswa ke dalam kelompok lintas keahlian, mendorong kolaborasi sejawat (peer-assisted learning). Hal ini membuat pembelajaran menjadi lebih interaktif dan merata.

BACA JUGA: PGRI Menggelar Konfercab, Memilih Pengurus Baru

”Kami terinspirasi untuk menerapkan sistem serupa di USM. Hal ini untuk memastikan tidak ada mahasiswa yang tertinggal dalam penguasaan kompetensi dasar,” tambah Ika, yang turut berdiskusi langsung dengan tim pengajar KU Leuven.

Menurutnya, visual yang terpampang di depan gedung BioTec+ (dengan tulisan Bioprocess Technology & Control), menjadi simbol semangat kolaboratif KU Leuven, dalam sains dan pendidikan.

Semangat itu juga menjadi inspirasi USM, untuk memperkuat peran globalnya. ”Kunjungan ini membuka peluang nyata untuk memperluas kerja sama dalam skema Erasmus+, baik melalui riset bersama maupun pertukaran mahasiswa dan dosen,” ungkapnya.

BACA JUGA: Teradu NF Minta Jadwal Ulang Undangan Klarifiaksi BK DPRD Kota Tegal

Dia menambahkan, Program FIND4S (Food and Nutrition Development for Sustainable Society), merupakan konsorsium internasional yang didanai Erasmus+. Tujuannya, memperkuat kapasitas perguruan tinggi Indonesia, dalam membangun sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan.

”Universitas Semarang menjadi salah satu universitas mitra aktif, dalam program ini bersama KU Leuven dan institusi lainnya di Eropa dan Asia Tenggara,” tandasnya.

Riyan