<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ole Gunnar Solskjaer Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/ole-gunnar-solskjaer/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 Feb 2025 01:43:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Ole Gunnar Solskjaer Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hanya Rashford Sendiri yang Bisa Mendiagnosis “Penyakitnya”</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/02/08/hanya-rashford-sendiri-yang-bisa-mendiagnosis-penyakitnya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Feb 2025 10:00:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Aston Villa]]></category>
		<category><![CDATA[Jose Mourinho]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[marcus rashford]]></category>
		<category><![CDATA[Ole Gunnar Solskjaer]]></category>
		<category><![CDATA[Ralf Rangnick]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=459855</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // siapa yang mengerti/ apa yang sebenarnya terjadi/ dalam dirinya?/ dia berada di simpang masa depan/ hanya dia sendiri yang tahu/ ada apa dan hendak ke mana&#8230;// (Sajak “Simpang Rashford”, Februari 2025) AKHIRNYA dia berlabuh di Villa Park bersama Aston Villa, klub yang meminjamnya hingga akhir musim. Ada apa dengan Marcus [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/08/hanya-rashford-sendiri-yang-bisa-mendiagnosis-penyakitnya">Hanya Rashford Sendiri yang Bisa Mendiagnosis “Penyakitnya”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-459867 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/02/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/02/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/02/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/02/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// siapa yang mengerti/ apa yang sebenarnya terjadi/ dalam dirinya?/ dia berada di simpang masa depan/ hanya dia sendiri yang tahu/ ada apa dan hendak ke mana&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Simpang Rashford”, Februari 2025)</strong></p>
<p><strong>AKHIRNYA</strong> dia berlabuh di Villa Park bersama Aston Villa, klub yang meminjamnya hingga akhir musim.</p>
<p>Ada apa dengan Marcus Rashford?</p>
<p>Pertanyaan ekstrem mungkin terucap diam-diam: masih inginkah dia menyelamatkan masa depannya? Masihkah dia punya <em>passion</em> kuat bersepak bola?</p>
<p>Kemelut Marcus Rashford di Manchester United berakhir dengan peminjaman ke sessama klub Liga Primer, Aston Villa. Pelatih Ruben Amorim tak mampu lagi memotivasinya untuk bangkit, dan andai kondisi ini berlanjut, bukan tidak mungkin Inggris akan kehilangan anak muda yang pernah membuncahkan harapan besar bagi tim nasional “Tiga Singa”.</p>
<p>Legenda MU, Ole Gunnar Solskjaer yang pernah membesut MU pada 2019-2021 pernah mengatakan, Rashford &#8212; dengan sedikit kerja keras lagi &#8212; berada di level Cristiano Ronaldo, baik dalam kapasitas teknis maupun visi.</p>
<p>Kini justru sejumlah legenda Setan Merah “mendukung” keputusan Amorim untuk mengabaikannya dari <em>starting eleven</em>, bahkan dari daftar cadangan. Rashford sudah absen dalam 12 laga MU. Pelatih asal Portugal itu bahkan memberi jawaban menyakitkan, “Daripada memberi tempat kepada Rashford, mending saya memainkan Jorge Vital&#8230;.” Vital adalah pelatih kiper yang berusia 63 tahun.</p>
<p>Terhadap narasi Amorim itu, legenda MU Rio Ferdinand merespons, “Jika saya adalah pemain yang dimaksud oleh pelatih tentang hati, kebanggaan, dan ego saya, itu memalukan. Untuk seseorang yang mempertanyakan kehadiran saya dalam memberi 100 persen kepada tim, itu berarti cara mengusir Anda dengan jalan pintas”.</p>
<p>Ferdinand, seperti dikutip dari <em>Sport Bible</em> (<em>ccnindonesia.com</em>, 28/1/2025) mengatakan, setiap pemain punya periode penurunan performa hingga kepercayaan diri. Dia menyayangkan Amorim yang meragukan pemain ketika berada dalam situasi yang tak mendukung.</p>
<p>Dia berpendapat, seharusnya seorang pelatih mengajak pemain berdiskusi empat mata. Hal itu tersebut akan lebih berguna untuk pemain alih-alih disalahkan di depan media.</p>
<p>Terlepas dari reaksi Ferdinand, narasi Amorim itu boleh jadi adalah cara lain untuk memotivasi Rashford. Boleh jadi pula merupakan ungkapan kekesalan melihat progres sang striker dalam berbagai latihan.</p>
<p>Legenda yang lain, Gary Neville dan Paul Scholes mengecam Rashford, yang tidak juga bangkit dari situasinya. Pernyataan bahwa dia menginginkan tantangan baru di luar MU, menciptakan situasi complicated.</p>
<p>Rashford tersandera oleh sikapnya sendiri. Ruben Amorim menyiapkan opsi: melepas atau meminjamkan. Dengan pernyatannya, tersirat penyerang 27 tahun itu sudah tidak nyaman di lingkungan Old Traford, dan tidak bisa beraptasi dengan filosofi permainan Amorim.</p>
<p>Klub-klub peminat seperti Tottenham Hotspur, Arsenal, Borussia Dortmund, dan Barcelona, terkendala oleh harga; sedangkan AC Milan yang semula tertarik meminjam, belakangan menyatakan mundur.</p>
<p>Rashford juga memasang syarat berat: klub itu punya prospek juara, dan dia bisa kembali ke tim nasional yang kini diarsiteki Thomas Tuchel. Pelatih asal Jerman itu akan mengumumkan skuadnya Maret mendatang.</p>
<p>Setelah memastikan peminjaman ke Aston Villa, Rashford menyatakan, keputusan itu bukan hal yang sulit. Dia menjadi pemain kedua setelah Antony yang juga dipinjamkan ke Real Betis.</p>
<p>Peminjaman ke Aston Villa hingga akhir musim, boleh dibilang sebagai jalan keluar dari “kemelut psikologis” yang mengerumuni. “Saya ingin berterima kasih kepada Manchester United dan Aston Villa karena telah mewujudkan kesepakatan pinjaman ini,” tulisnya di akun media sosial Instagram.</p>
<p>“Saya beruntung karena beberapa klub mendekati, tetapi Aston Villa merupakan keputusan yang mudah. Saya sangat mengagumi cara Aston Villa bermain musim ini, dan ambisi manajernya”.</p>
<p>Di bawah Ruben Amorim, Rashford hanya dimainkan enam kali dari total 19 laga MU, dengan mencetak tiga gol. Terakhir dalam laga melawan Viktoria Plzen di Liga Europa yang berakhir 2-1, Desember lalu.</p>
<p>Sebelum keputusan peminjaman ke Aston Villa, secara realistis Rashford hanya memiliki dua opsi, yakni dipinjamkan ke Juventus hingga akhir musim, atau pindah ke Barcelona, yang sejak 2018 sebenarnya sudah tertarik. Namun kendala keuangan membuat operasi transfer Rashford menjadi sulit, karena Barca butuh menjual pemain untuk mematuhi ketatnya peraturan keuangan La Liga.</p>
<p>Rashford tidak menunjukkan ketertarikan terhadap minat Tottenham Hotspur, West Ham, dan Borussia Dortmund. Masalah utama yang menyulitkan kepindahan itu adalah gajinya. Gaji tinggi lebih dari 300 ribu pound per pekan, menjadi kendala bagi klub peminat. Beberapa klub bahkan enggan membayar 50 persen dari gaji per minggu. Dia berada dalam kompleksitas keadaan.</p>
<p><strong>Diorbitkan Louis van Gaal</strong><br />
Pada 2016 Marcus Rashford diorbitkan oleh Louis van Gaal, diberi kepercayaan untuk bermain di tim utama. Bocah akademi yang waktu itu masih 17 tahun, menjawab dengan performa memesona. MU pun menyambutnya sebagai <em>wonderkid</em> baru.</p>
<p>Debutnya melawan Midtjylland di Liga Europa, 25 Februari 2016 ditandai dengan kehebohan. Sebagai pemain pengganti karena Anthony Martial cedera, dia mencetak dua gol. Dia terpilih sebagai <em>man of the match</em>, membukukan rekor sebagai pencetak gol termuda MU di kompetisi Eropa, melewati George Best, sang legenda.</p>
<p>Tiga hari kemudian, Rashford melanjutkan keajaiban dalam pertandingan melawan Arsenal. Dengan gol pertamanya di Liga Primer, dia terpilih lagi sebagai pemain terbaik. Baru setelah suksesi pelatih di MU, “penyakit” Rashfortd muncul. Pada era Jose Mourinho, Ole Gunnar Solskjaer, dan Ralf Rangnick, penampilannya berubah labil, dan baru memulih di masa Erik Ten Hag, namun dia tetap menjadi langganan timnas di bawah Gareth Southgate.</p>
<p>Sepanjang 239 kali mengenakan jersey MU, Rashford membukukan 76 gol. Sejak 2016, dia telah 53 kali bermain untuk tim nasional Inggris dengan 16 gol.</p>
<p><strong>Puncak Kematangan</strong><br />
Dengan usia 27, Rashford seharusnya berada di puncak kematangan, namun sinarnya meredup di bawah bayang-bayang <em>wonderkid</em> baru MU, Amad Diallo. Bahwa Amorim tak pernah memasukkannya dalam <em>starting eleven</em>, pasti dengan pertimbangan bahwa sang penyerang sedang “tidak baik-baik saja”.</p>
<p>Jadi, ada apa dengan Rashford, dan mengapa labilitas permainannya seolah-olah menguapkan harapan yang pernah begitu membubung sebagai bintang masa depan Inggris?</p>
<p>Musim ini, penyerang yang pada awalnya dikenal dengan determinasi tinggi, kecepatan, dan seni mencetak gol ala “Turn Cruyff” itu seperti kehilangan semua keistimewaannya.</p>
<p>Apakah dengan usia yang relatif masih muda itu Rashford akan kembali? Akankah dia menemukan klub dan pelatih dengan pendekatan yang tepat untuk mengembalikan talentanya?</p>
<p>Tentu sangat disayangkan, apabila pada akhirnya dia kehilangan kesempatan untuk bersaing dengan para <em>wonderkid</em> baru Inggris: dari Declan Rice, Phil Foden, Ollie Watkins, Cole Palmer, atau Kobbie Mainoo.</p>
<p>Masa depan Rashford berada di tangan dia sendiri. Dialah yang bisa mendiagnosis sendiri apa sebenarnya “penyakit” yang dirasakan. Beberapa kali dia pernah berada dalam situasi seperti ini, dan membutuhkan picu kebangkitan menjadi ”Rashford seperti semula”.</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/08/hanya-rashford-sendiri-yang-bisa-mendiagnosis-penyakitnya">Hanya Rashford Sendiri yang Bisa Mendiagnosis “Penyakitnya”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sang Penyair di Teater Impian</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/11/09/sang-penyair-di-teater-impian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Nov 2024 10:00:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[David Moyes]]></category>
		<category><![CDATA[Erik Ten Hag]]></category>
		<category><![CDATA[Jose Mourinho]]></category>
		<category><![CDATA[Louis van Gaal]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Carrick]]></category>
		<category><![CDATA[Ole Gunnar Solskjaer]]></category>
		<category><![CDATA[Ralf Rangnick]]></category>
		<category><![CDATA[Ryan Giggs]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=445480</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // kata-katanya tertata/ seperti baris-baris puisi/ yang menyihir semua/ inikah mantra yang ditunggu/ untuk meniupkan semangat/ mengembalikan aura?// (Sajak &#8220;Sang Penyair&#8221;, 2024) SANG Penyair. Begitulah Cristiano Ronaldo menyebut Ruben Filipe Marquez Amorim, yang pekan lalu resmi diumumkan sebagai suksesor Erik Ten Hag di Old Trafford, dan Senin lusa akan memulai pekerjaannya. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/09/sang-penyair-di-teater-impian">Sang Penyair di Teater Impian</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-445483 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.webp" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.webp 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-150x40.webp 150w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// kata-katanya tertata/ seperti baris-baris puisi/ yang menyihir semua/ inikah mantra yang ditunggu/ untuk meniupkan semangat/ mengembalikan aura?//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Sang Penyair&#8221;, 2024)</strong></p>
<p><strong>SANG</strong> Penyair. Begitulah Cristiano Ronaldo menyebut Ruben Filipe Marquez Amorim, yang pekan lalu resmi diumumkan sebagai suksesor Erik Ten Hag di Old Trafford, dan Senin lusa akan memulai pekerjaannya.</p>
<p>Pelatih Sporting CP Lisbon yang berusia 39 tahun &#8212; hanya beberapa pekan lebih tua dari Ronaldo &#8212; itu, menjadi deret kesekian manajer yang membesut Manchester United setelah Alex Ferguson pensiun pada 2013.</p>
<p>Dari David Moyes, Ryan Giggs (interim), Louis van Gaal, Jose Mourinho, Ole Gunnar Solskjaer, Michael Carrick (interim), Ralf Rangnick, hingga Erik Ten Hag.</p>
<p>Dan, belum satu pun di antara nama-nama itu yang mampu mengembalikan stabilitas performa Setan Merah ke wilayah elite Liga Primer, dan apalagi Eropa.</p>
<p>Van Gaal memberi Piala Liga, Mourinho mempersembahkan gelar juara Liga Europa dan sempat berada di urutan kedua klasemen liga, sedangkan Ten Hag mempersembahkan Piala FA dan Piala Liga (Piala Carabao), namun itu belum cukup memosisikan Pasukan Theater of Dream ke habitat elite di era Sir Alex.</p>
<p>PemilIhan Amorim bisa dibilang mengejutkan, setelah manajemen MU menimbang sejumlah nama yang beredar. Antara lain yang semula menguat adalah Zinedine Zidane, Graham Potter, Ruud van Nistelrooy, dan Xavi Hernandez.</p>
<p>Dari CV-nya, Amorim berhasil membawa Sporting CP sebagai klub yang bangkit dan tampil cukup stabil di Liga Portugal. Dia dua kali memberi trofi juara yang sudah 20 tahun dirindukan.</p>
<p>Amorim memberi akhir mengesankan bagi Sporting, yang mengalahkan Manchester City 4-1 di Liga Champions. Namun dia segera mengingatkan agar tidak mengaitkan hasil itu dengan gambaran permainan MU nanti. Dia akan memulai kiprah kompetisi dengan membawa Setan Merah ke laga tandang melawan Ipswich Town, 24 November mendatang.</p>
<p>Pilihan manajemen MU mendarangkan Amorim juga seperti ikhtiar, untuk merekatkan kembali &#8220;harmoni&#8221; antara MU dengan klub Portugal tersebut. Sebelumnya, Alex Ferguson sukses membawa salah satu produk Sporting, Cristiano Ronaldo ke Old Trafford pada 2003, yang belakangan menjadi legenda klub.</p>
<p><strong>Pribadi Supel</strong><br />
Mengapa Ruben Amorim disebut sebagai Sang Penyair?</p>
<p>Pakar sepak bola Portugal, Marcus Alves menilai, Amorim adalah pribadi yang supel dan mudah berbaur dengan pemain-pemain lain.</p>
<p>Alves mencatat, Ronaldo memberi predikat itu, karena kata-kata motivasi Amorim &#8212; yang 14 kali memperkuat tim nasional Portugal &#8212; bisa membakar semangat rekan-rekannya.</p>
<p>Dan, sosok seperti itulah yang akan menjadi pemimpin kesekian dalam &#8220;spekulasi&#8221; keputusan manajemen MU, yang sejak 2013 belum menemukan figur tepat untuk menggantikan Sir Alex.</p>
<p>&#8220;Saya bersedia ke MU untuk menghindari zona nyaman,&#8221; kata Amorim yang diikat The Red Devils sampai 2027, mulai 11 November 2024, dengan opsi perpanjangan setahun. Dia akan dikontrak dengan gaji Rp 170 miliar.</p>
<p>Amorim tak bisa menunggu hingga musim berakhir, karena MU membutuhkan nakhoda baru di pertengahan periode ini. Boleh dikatakan, MU &#8220;membajak&#8221; manajer Sporting tersebut, dan keputusan Amorim itu adalah salah satu yang disesali fans mereka.</p>
<p><strong>Sudah Terlalu Lama</strong><br />
Tentu fleksibilitas dan kemampuan Amorim dalam memotivasi akan menjadi modal tersendiri di tengah berbagai elemen kebutuhan MU untuk bangkit dalam stabilitas permainan. Fans MU sudah bersabar terlalu lama, justru ketika tetangga mereka, Manchester City kini menjadi kekuatan utama Liga Primer dan salah satu klub besar Eropa dengan sosok pelatih genius Pep Guardiola.</p>
<p>Mikael Arteta di Arsenal, Arne Slot di Liverpool, Hansi Flick di Barcelona, atau Enzo Maresca bersama Chelsea adalah sebagian contoh transisi suksesi yang memberi harapan dan langsung &#8220;klik&#8221; dengan performa klub.</p>
<p>Lalu apakah Ruben Amorim akan menjadi figur yang tepat untuk menghela kebangkitan MU dari kondisi sekarang?</p>
<p>Pembaruan manajemen klub dengan kepemilikan saham yang baru, Sir Jim Ratchcliffe sudah berlangsung. Pembelian pemain sesuai yang diminta Erik Ten Hag juga sudah dilakukan. Apakah nanti pada jendela transfer bulan Januari 2025, Ruben Amorim juga diberi ruang untuk merekrut sejumlah pemain sesuai kebutuhan taktiknya?</p>
<p><strong>Bukan Revolusi</strong><br />
&#8220;Bedah jantung&#8221; yang dikehendaki Ralf Rangnick beberapa waktu lalu, bagaimanapun adalah formula yang sebenarnya belum jelas: seperti apa konsepnya?</p>
<p>Gambaran tentang sebuah revolusi tampaknya tidak akan berlangsung di era Amorim. Kemungkinan dia membutuhkan sejumlah amunisi baru, bisa diprediksi; namun untuk berlangsungnya perubahan ekstrem tidak akan dia lakukan. Dia bakal melakukan penyegaran dari sisi pendekatan motivasi di ruang ganti, skema taktik dalam formasi yang dia yakini, dan filosofi.</p>
<p>Mungkin gerak perubahan Amorim di MU berbeda dari langkah Juergen Klopp ketika pada 2016 berlabuh di Liverpool dan dia bawa filosofi gegenpressing, atau Pep Guardiola yang mendoktrinkan possession football ala Barcelona dan sekarang menjadi &#8220;wajah&#8221; Manchester City.</p>
<p>Yang jelas, ketika tak sedikit fans Sporting CP marah karena pelatih idolanya berpindah klub di tengah musim, maka pada sisi sebaliknya suporter MU akan membuka babak baru harapan.</p>
<p>MU akan memulai era penyegaran, tentu dengan spekulasi baru. Siapa tahu, siapa tahu; dan menguatkan chemistry antara para penggawa Teater Impian dengan daya imajinasi Sang Penyair dari Lisbon&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>,<em> wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/09/sang-penyair-di-teater-impian">Sang Penyair di Teater Impian</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MU, Sepak Bola, dan Kehidupan Fana</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/03/11/mu-sepak-bola-dan-kehidupan-fana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Mar 2023 10:00:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[David Moyes]]></category>
		<category><![CDATA[Eric ten Hag]]></category>
		<category><![CDATA[Jose Mourinho]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Louis van Gaal]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Carrick]]></category>
		<category><![CDATA[Ole Gunnar Solskjaer]]></category>
		<category><![CDATA[Ryan Giggs]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=321320</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS //temukanlah kehidupan/ dalam relung sepak bola/ akan kau tatap kenyataan/ di sebundar rapi bola/ akan kau rasakan pusaran/ dalam cakra yang fana// (Sajak “Cakra Kehidupan Sepak Bola”, 2023) TAK ada yang pasti dalam kehidupan, maka perjuangkanlah, dan janganlah menyerah untuk hidupmu&#8230; Manchester United adalah “ayat kauniah” tentang kehidupan. Pada hulu dasawarsa [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/11/mu-sepak-bola-dan-kehidupan-fana">MU, Sepak Bola, dan Kehidupan Fana</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-321394 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>//temukanlah kehidupan/ dalam relung sepak bola/ akan kau tatap kenyataan/ di sebundar rapi bola/ akan kau rasakan pusaran/ dalam cakra yang fana//</em><br />
<strong>(Sajak “Cakra Kehidupan Sepak Bola”, 2023)</strong></p>
<p><strong>TAK</strong> ada yang pasti dalam kehidupan, maka perjuangkanlah, dan janganlah menyerah untuk hidupmu&#8230;</p>
<p>Manchester United adalah “ayat kauniah” tentang kehidupan. Pada hulu dasawarsa 1990-an, bersama Alex Ferguson mereka berjuang dan akhirnya berhasil bangkit dari tidur panjang pasca-merajai Piala Champions 1968 lewat legenda-legenda George Best, John Aston, Bobby Charlton, Brian Kid, dan Denis Law.</p>
<p>Pada era 1990-an hingga dekade milenial 2000-an, Setan Merah bagai tak terbendung mendominasi semesta sepak bola lewat Class of 1992 Paul Scholes dkk yang diracik oleh Sir Alex secara futuristik.</p>
<p>Dan, layaknya kehidupan, ada titik ketika siklus menurun tak terhindarkan. Sir Alex pensiun pada 2013, dan hingga kini tak satu pun penerusnya &#8212; David Moyes, Ryan Giggs, Louis van Gaal, Jose Mourinho, Ole Gunnar Solskjaer, Michael Carrick, dan Ralf Rangnick yang berhasil merekatkan jarak masa jaya dan masa muram.</p>
<p>Hingga muncullah Eric ten Hag, figur harapan dalam bayangan. Yakni antara diyakini membawa perubahan, atau diperkirakan mengalami kebuntuan kreativitas seperti para pendahulunya.</p>
<p>Tapi tunggu dulu, pelatih asal Belanda itu rupanya memberi gambaran kuat tentang kebangkitan yang dirindukan. Dan, dia telah memberi bukti satu trofi Piala Liga, bukan?</p>
<p>Tapi tunggu dulu pula, dia menorehkan catatan paling muram dalam sejarah pertemuan dengan rival abadi, Liverpool. Kekalahan 0-7 di Stadion Anfield, bukankah itu menodai rekor apik Ten Hag dalam fenomena <em>up-trend</em> Marcus Rashford dkk?</p>
<p>Sampai Ten Hag pun tak kuasa membendung ekspresi kekecewaan. Dia menyebut, “Itu bukan level MU”, dan menghardik para pemain sebagai “tidak profesional”.</p>
<p><strong>Psikologi Kekalahan</strong><br />
Pastilah tak mudah keluar dari cekaman psikologi kekalahan memalukan itu. Skor dan cara kalah itu terlalu meremukkan rasa, kendati beberapa hari kemudian anak-anak Old Trafford segera menunjukkan sikap positif lewat kemenangan meyakinkan 4-1 atas Real Betis di Liga Europa.</p>
<p>Saya pun, yang pekan lalu dalam kolom ini menulis tentang Setan Merah mulai kembali “memerah”, mendapat sindiran dari banyak kolega.</p>
<p>“Seperti itukah MU-mu?”</p>
<p>“The Reds Liverpool terbukti lebih ‘merah’ kan?”</p>
<p>“MU belum benar-benar bangkit, mas. Masih harus membuktikan konsistensi”.</p>
<p>Ya, rupa-rupa komentar mereaksi tulisan optimistis saya.</p>
<p>Nah, bukankah naik &#8211; turun performa dan lika-liku perjuangan sebuah klub sepak bola untuk meraih kembali “<em>maqam</em>”-nya identik dengan perjuangan hidup manusia dalam kehidupannya?</p>
<p>Lantaran tak ada yang pasti dalam perjalanan kehidupan, maka kata kuncinya adalah konsistensi.</p>
<p>Secara alamiah, siklus hidup sebagai naik-turun “roda kehidupan”, atau fenomena “cakra manggilingan” adalah realitas yang setiap saat bisa dihadapi oleh manusia.</p>
<p>MU sebagai institusi yang dikelola oleh pikiran, ide dan pilihan tindakan manusia tentulah pula berada dalam lingkup “pola” yang sama.</p>
<p>Lalu, bagaimana kemudian harus mengelola untuk menahan agar “cakra” tak terus menerus berada di bagian bawah pusaran?</p>
<p>Bagaimana pula manajemen konsistensi akan menghadapi badai kreativitas dari manusia-manusia pesaing; yang dalam konteks MU “ancaman” itu bisa hadir dari Liverpool dengan Juergen Klopp, Manchester City bersama Pep Guardiola, atau Arsenal dengan Mikael Arteta-nya?</p>
<p><strong>Tesis &#8211; Antitesis</strong><br />
Bagi MU, semesta adalah ekosistem di seputar mereka. Katakanlah selalu ada antitesis dari sebuah tesis. Lalu ada sintesis dari antitesis. Konstruksi Eric ten Hag pun, cepat atau lambat akan dihadapi dengan dekonstruksi yang digalang pelatih dari klub mana pun.</p>
<p>Sedemikian “rimba”-kah kehidupan sepak bola untuk menegaskan ikhtiar survivalitas manusia dan klub-klub?</p>
<p>Pergerakan waktu bagai tak berjeda untuk terus menerus berkreasi dan mengantisipasi. Tak ada taktik yang abadi. Skema-skema <em>gegenpressing, tiki-taka</em>, sepak bola posesif, atau <em>attacking football</em> adalah gambaran “fana” aksi-reaksi dalam perjalanan kehidupan.</p>
<p>Namun, kekalahan sebesar itu untuk MU yang sedang <em>on fire</em> dan <em>up trend</em> tentu merentangkan usikan tanda tanya, “Sekejam itukah cakra manggilingan yang memutar drastis perjalanan anak-anak Manchester Merah ke pusaran bawah?”</p>
<p>Dan, bagaimana pula dengan kemenangan 4-1 atas Real Betis? Hanya sebagai bentuk “kewajaran”, “kepatutan”, “keharusan”, atau apa?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan suarabaru.id, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/11/mu-sepak-bola-dan-kehidupan-fana">MU, Sepak Bola, dan Kehidupan Fana</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Demikianlah Cinta Kuartikan, Ole&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/11/27/demikianlah-cinta-kuartikan-ole</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Nov 2021 10:00:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester Uited]]></category>
		<category><![CDATA[Ole Gunnar Solskjaer]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=213774</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // demikianlah cinta kuartikan/ tak ada kebencian/ tak ada pula penistaan/ pun bukan ungkapan permusuhan/ kau tetap kami/ kami tetap engkau/ menyatu di merahnya Teater Impian&#8230;// (Sajak &#8220;Cinta Ole Gunnar Solskjaer&#8221;, 2021) DAN, begitulah kami mengartikan cinta, Ole Gunnar Solskjaer. Resapilah. Persoalannya bukan pada &#8220;pemecatan&#8221; dari kursi pelatih Manchester United. Bukan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/11/27/demikianlah-cinta-kuartikan-ole">Demikianlah Cinta Kuartikan, Ole&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// demikianlah cinta kuartikan/ tak ada kebencian/ tak ada pula penistaan/ pun bukan ungkapan permusuhan/ kau tetap kami/ kami tetap engkau/ menyatu di merahnya Teater Impian&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Cinta Ole Gunnar Solskjaer&#8221;, 2021)</strong></p>
<p><strong>DAN</strong>, begitulah kami mengartikan cinta, Ole Gunnar Solskjaer.</p>
<p>Resapilah. Persoalannya bukan pada &#8220;pemecatan&#8221; dari kursi pelatih Manchester United. Bukan lantaran manajemen memenuhi tuntutan &#8220;Ole out&#8221; dari para fans yang tak lagi punya kesabaran menunggu kebangkitan.</p>
<p>Bukan, bukan itu.</p>
<p>Karena kami mencintai. Ya, karena kami menyayangi. Kau yang telah melabuhkan hati dan rasa. Kau yang menera loyalitas tiada terkira.</p>
<p>Dan, begitulah kami memaknai cinta. Terpadu antara sejarah, dedikasi, bukti prasasti, dan harapan-harapan. Kau ada di dalamnya, menjadi bagian dari keterpaduan itu.</p>
<p>Sepak bola adalah realitas sejarah, bukan? Adalah sejarah, ketika Ole Gunnar Solskjaer ada dalam bingkai pahit-manis perjalanan MU. Dia juga pencipta bagian dari sejarah agung klub yang siapa pun tak bisa menampik.</p>
<p>Dari trofi-trofi liga, Piala FA, dan ada puncak yang menyejarah: dialah sang penentu, yang bersama Teddy Sheringham melesakkan dua gol monumental pada detik-detik akhir final Liga Champion 1999.</p>
<p>Selamanya, Bayern Muenchen pasti takkan melupakan, betapa salah satu tokoh yang membalikkan keunggulan mereka adalah Solskjaer. Sungguh, itu malam jahanam bagi FC Hollywood di Camp Nou.</p>
<p>Tak hanya lantaran &#8220;gol pembunuh&#8221; itu dia dikenang. The Baby Face Assassin juga meniupkan euforia di awal kiprah kepelatihannya di Old Trafford pada 2018 saat dia meneruskan tugas Jose Mourinho.</p>
<p><strong>Masalah Inkonsistensi</strong><br />
Sayang, laju David de Gea dkk terongrong oleh virus inkonsistensi. Setan Merah sering terhempas oleh hasil &#8220;yang enggak-enggak&#8221;. Performa setiap menghadapi tim &#8220;empat besar&#8221; juga kurang menjanjikan. Statistik akhir sebenarnya memperlihatkan posisi MU yang tak buruk-buruk amat. Dalam dua musim terakhir mereka finis di posisi atas, dan pada 2020 mampu melaju ke final Liga Europa.</p>
<p>Namun penyakit instabilitas memuncak di musim 2020-2021 ini. Kekalahan mengejutkan 0-1 dari Aston Villa, hancur-hancuran 0-5 dari Liverpool, dipermalukan Manchester City 0-2, lalu remuk 1-4 dari Watford adalah serangkaian alasan yang menjadi logis untuk sebuah keputusan yang mengakhiri hubungan.</p>
<p>Solskjaer sudah sulit dipertahankan!</p>
<p>Tapi, tentu bukan semata-mata karena keluarga besar Manchester Merah tak menyayanginya lagi.</p>
<p>Akhir sebuah kebersamaan seperti itu, dalam peta sepak bola, adalah narasi lain untuk mengartikulasikan cinta. Tak ada yang terhapus dari cinta antara pria Norwegia itu dengan &#8220;almamaternya&#8221;. Tak ada yang tak dihargai oleh sejarah klub terhadap salah satu senapatinya.</p>
<p>Chemistry klub dengan figur pelatih lebih mirip sebagai hakikat perjodohan. MU bertakdir dengan Alex Ferguson. Chelsea pernah merakit kejayaan bersama Mourinho, AC Milan dengan Fabio Capello, Bayern Muenchen berikat hati Juup Heynckes, atau Juventus dengan Antonio Conte.</p>
<p>Jejakilah sejarah: berjodohkah Chelsea dengan Frank Lampard, salah satu legendanya? Thiery Henry dengan AS Monaco, Juventus dengan Andrea Pirlo? Arsenal dengan Unay Emery? Barcelona dengan Ronald Koeman?</p>
<p>Bukankah semuanya tidak mudah? Pun, waktu &#8212; dalam timing maupun durasi &#8212; bukan jaminan. Apalagi jika mengandalkan sikap pragmatis yang seolah-olah berpijak hanya pada uang dan ketergesaan perilaku manajemen.</p>
<p>Solskjaer masuk dalam pusaran itu. Dia berjodoh dengan MU, sebagai pemain. Tetapi rasanya betapa alot menyatukan rekatan kimiawi taktikalnya dengan kultur penampilan Pasukan Theater of Dream.</p>
<p>Cinta menautkan hidupnya di klub ini. Katanya, seperti dikutip cnnindonesia.com, &#8220;Kalian tahu arti klub ini untuk saya, dan apa yang ingin saya capai di sini. Untuk klub, untuk penggemar, untuk pemain, dan untuk staf. Klub ini berarti segalanya bagi saya&#8221;.</p>
<p>Betapa pedih pesan perpisahan ini, &#8220;Bersama, kita adalah pasangan yang bagus. Sayangnya saya tidak bisa mendapatkan hasil yang kita butuhkan, dan ini adalah waktunya bagi saya untuk menyingkir&#8221;.</p>
<p>Sama-sama bernapaskan cinta, mungkin harus berbeda mengartikannya.</p>
<p>Dan, sungguh, siapa pun yang nanti menggantikannya setelah pelatih sementara Michael Carrick lalu pelatih interim Ralf Rangnick &#8212; bisa Zinedine Zidane, bisa Brendan Rodgers, bisa pula Laurent Blanc &#8211;, takkan ada cinta yang luruh.</p>
<p>MU tetap merinduinya. Dia juga akan selalu dan terus merindui habitat itu&#8230;</p>
<p><em>&#8212; Amir Machmud NS, wartawan suarabaru.id, kolumnis sepak bola &#8212;</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/11/27/demikianlah-cinta-kuartikan-ole">Demikianlah Cinta Kuartikan, Ole&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Badai MU (Tak Juga) Berlalu</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/10/30/badai-mu-tak-juga-berlalu</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2021/10/30/badai-mu-tak-juga-berlalu#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Oct 2021 10:00:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Ole Gunnar Solskjaer]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=207449</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // dia meniti buih di empasan badai/ perjalanan yang tak juga sampai/ di pusaran ombak yang enggan dibujuk tenang/ mati-matian dia merayu laut/ dengan sesaji yang disyaratkan/ tiba jugakah masa yang tak dia kehendaki/ saat takdir memaksananya menepi?// (Sajak &#8220;Takdir Solskjaer, Takdir MU&#8221;, 2021) OLE Gunnar Solskjaer memang tidak sepatutnya menyerah. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/10/30/badai-mu-tak-juga-berlalu">Badai MU (Tak Juga) Berlalu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-207463 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/10/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/10/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/10/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/10/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// dia meniti buih di empasan badai/ perjalanan yang tak juga sampai/ di pusaran ombak yang enggan dibujuk tenang/ mati-matian dia merayu laut/ dengan sesaji yang disyaratkan/ tiba jugakah masa yang tak dia kehendaki/ saat takdir memaksananya menepi?//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Takdir Solskjaer, Takdir MU&#8221;, 2021)</strong></p>
<p><strong>OLE</strong> Gunnar Solskjaer memang tidak sepatutnya menyerah. Manchester United harus melangkah gagah. Tetapi, apakah dia dan pasukannya tetap dalam rasa percaya diri yang merekah?</p>
<p>&#8221;Saya sudah melangkah terlalu jauh, kami telah melangkah terlalu jauh sebagai sebuah kelompok. Terlalu dekat untuk menyerah sekarang,&#8221; tutur Solskjaer seperti dikutip Manchester Evening News.</p>
<p>Dia melanjutkan, &#8221;Ini memang sulit. Para pemain akan terpuruk, namun ada banyak karakter di sana. Kami tahu sedang dalam titik terendah, kami tidak bisa merasakan yang lebih buruk lagi daripada ini&#8221;.</p>
<p>&#8221;Ini adalah perasaan yang terburuk. Kemenangan tidak kunjung datang, penampilan bagus tak kunjung tampak, kami kebobolan terlalu banyak gol, terlalu banyak gol mudah, dan itu adalah sebuah kekhawatiran&#8230;&#8221;</p>
<p>Orang mungkin berpikir, selepas kekalahan memalukan 0-5 dari Liverpool di Old Trafford, Solskjaer akan mengundurkan diri atau dipecat, namun apa kata pelatih asal Norwegia itu?</p>
<p>&#8221;Saya tidak mendengar hal lain (tentang masa depan saya), dan saya masih memikirkan tentang pekerjaan besok. Tentu saja kami semua terpuruk, saya tidak bisa mengatakannya sekarang pernah mengalami hal buruk lebih dari ini, ini adalah yang terburuk, yang terendah yang pernah saya alami. Tetapi saya menerima tanggung jawabnya, dan tanggung jawab itu adalah milik saya pada hari ini dan ke depannya&#8230;&#8221;</p>
<p><strong>Menempuh Badai</strong><br />
Bayangkanlah MU dan Solskjaer berlayar menyibak Lautan Hindia, berjuang menghadapi amuk gelombang dalam amarah badai dahsyat. Mereka telah teruji menempuh aneka rute, namun tak urung badai membuat oleng keseimbangan konfidensi.</p>
<p>Solskjaer ingin ketangguhan seperti Sinbad, yang dengan kekerasan hati mengajak bertahan melawan badai ciptaan Al Thamen. Badai yang membuat lumer kepercayaan diri!</p>
<p>Awak kapal Sinbad kehilangan arah. Bahkan di rumah sendiri, di Stadion Old Trafford, sepasukan &#8220;jin&#8221; yang dipimpin Juergen Klopp menciptakan badai dahsyat. Para kesatria seperkasa Cristiano Ronaldo, Marcus Rashford, Mason Greenwood, Paul Pogba, dan Harry Maguire tak kuasa keluar dari remasan alam.</p>
<p>Terpuruk di Theater of Dream, inikah pertanda karam perahu Sinbad?</p>
<p>Benarkah ketidakstabilan bahtera Soslkjaer akan mengakhiri petualangan di lautan ganas Liga Primer? Atau masih menunggu satu rute lagi, seperti apa perjalanan menghadapi Tottenham Hotspur dan Manchester City?</p>
<p>Badai bahkan makin dahsyat. Dan, &#8220;hukum laut&#8221; menegaskan, nakhoda harus tahu diri. Solskjaer bukan Sinbad yang telah terbukti menaklukkan aneka rintangan, kesaktian lawan, dan sihir yang mencoba mereduksi kepahlawanannya.</p>
<p><strong>Akhir Pahit Kebersamaan</strong><br />
Seharusnya takkan ada akhir kebersamaan, karena Solskjaer toh tetap tercatat sebagai legenda MU. Si Super-Sub ini punya posisi tersendiri dalam sejarah Setan Merah. Bersama Teddy Sheringham, dia menciptakan keajaiban final Liga Champions 1999, dengan dua gol pembalikan pada detik-detik akhir melawan Bayern Muenchen.</p>
<p>Pada awal kehadiran sebagai pelatih di Old Trafford, dia mengukirkan harapan dengan rangkaian kemenangan dan posisi klasemen. Di bawah restu &#8220;The Godfather&#8221; MU, Sir Alex Ferguson, The Baby Face Assassin itu meraih kepercayaan keluarga besar Manchester Merah.</p>
<p>Kucuran dana besar, antara lain untuk mendatangkan Bruno Fernandes dan Ronaldo menggambarkan proyeksi tim Solskjaer yang layak meraih trofi.</p>
<p>Namun, lima laga terakhir musim 2020-2021 meluruhkan segalanya. Kritik membanjir, betapa MU-nya Solskjaer belum punya &#8220;identitas&#8221; permainan.</p>
<p>Tanpa kemenangan dari rentetan lima laga, dipuncaki kekalahan 0-5 dari Liverpool, memunculkan spekulasi kencang. Sejumlah nama diapungkan sebagai calon pengganti. Mulai dari Zinedine Zidane, Antonio Conte, Ernesto Valverde, Ryan Giggs, dan Laurent Blanc.</p>
<p><strong>Filosofi dan Identitas</strong><br />
Sejak Alex Ferguson lengser pada 2013, belum satu pun penerus yang mampu menjaga filosofi MU. Di bawah David Moyes, Ryan Giggs (sebagai karteker), Jose Mourinho, dan Louis van Gaal, MU tak punya identitas sebagai tim yang selalu berada di empat besar pada era Ferguson.</p>
<p>Pemilihan Solskjaer menjadi kejutan terbesar. Eks striker yang lekat sebagai &#8220;super-sub&#8221; itu tidak memiliki jejak mentereng kepelatihan. Sentuhannya di Cardiff City biasa-biasa saja. Dia hanya bermodal dukungan Fergie dan relasi kultural.</p>
<p>Setiap pelatih yang ditunjuk selalu membersitkan harapan. Moyes, yang mampu menstabilkan permainan Everton, sempat diklaim cocok dengan filosofi Sir Alex dan MU. Sementara itu, Mourinho yang sukses di klub-klub asuhannya, diidamkan dan mengidamkan bakal ber-chemistry dengan MU.</p>
<p>Van Gaal yang sarat reputasi dinilai cocok untuk membangkitkan Setan Merah. Nyatanya, dia juga mental. Lalu hadirlah Solskjaer yang sempat mengembuskan harapan, namun pada musim ketiganya, mulai terlihat ketidakstabilan performa tim. Yang paling mencolok, Harry Maguire dkk belum mengetengahkan &#8220;karakter MU&#8221;.</p>
<p>Suara-suara &#8220;Ole out&#8221; makin menggema. Laga melawan Liverpool menjadi batas kesabaran. Skor 0-5 sangatlah memukul untuk rivalitas khusus antardua pengoleksi terbanyak trofi Liga Inggris itu.</p>
<p>Mungkinkah Ole Gunnar Solskjaer dipertahankan?</p>
<p>Kehadiran Ronaldo dan para bintang incaran belum mengangkat performa tim. Namun, siapa bisa menjamin nama-nama pelatih yang diajukan bakal mengembalikan kejayaan?</p>
<p>Laga-laga &#8220;neraka&#8221; akan menjadi penentu keputusan manajemen MU. Misalnya, seperti apa hasil pertarungan versus Tottenham Hotspur akhir pekan ini. Belum lagi melawan Manchester City dan Atalanta di Liga Champions.</p>
<p>Kapal Setan Merah membutuhkan pelaut sekuat Sinbad untuk menghadapi gelombang dan guncangan-guncangannya&#8230;</p>
<p><em>&#8212; Amir Machmud NS, wartawan suarabaru.id, kolumnis sepak bola, dan penulis buku &#8212;</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/10/30/badai-mu-tak-juga-berlalu">Badai MU (Tak Juga) Berlalu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2021/10/30/badai-mu-tak-juga-berlalu/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>6</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Jendela Teater Impian</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/06/12/dari-jendela-teater-impian</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2021/06/12/dari-jendela-teater-impian#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jun 2021 10:00:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Ole Gunnar Solskjaer]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=176836</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tak henti-henti aral tiba/ tak berhenti pula langkah terayun/ tak pernah jeda pikiran memutar/ hingga saat itu tiba/ entah kapan/ apakah musim belum berpihak/ apakah waktunya telah tiba/ dan tak segunung batu pun/ mampu menghalang&#8230;// (Sajak &#8216;Jalan Cinta Solskjaer&#8217;, 2021) DAN, Ole Gunnar Solskjaer terus berjalan, selalu dengan cinta. Karena [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/06/12/dari-jendela-teater-impian">Dari Jendela Teater Impian</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-176838 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tak henti-henti aral tiba/ tak berhenti pula langkah terayun/ tak pernah jeda pikiran memutar/ hingga saat itu tiba/ entah kapan/ apakah musim belum berpihak/ apakah waktunya telah tiba/ dan tak segunung batu pun/ mampu menghalang&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak &#8216;Jalan Cinta Solskjaer&#8217;, 2021)</strong></p>
<p><strong>DAN</strong>, Ole Gunnar Solskjaer terus berjalan, selalu dengan cinta.<br />
Karena dia mencintai klub ini, Manchester United.<br />
Karena dia tak pernah berhenti membuka jendela Theatre of Dream.<br />
Karena dia sangat mengenal detail tribune, bahkan angin dan rumput Old Trafford, pada setiap sudut.<br />
Karena Solskjaer adalah salah satu di antara Setan Merah yang berjiwa merah, berkarakter merah, dan semerah itulah hasrat yang tak surut dari waktu ke waktu. Baginya, Manchester is red.</p>
<p>Dulu, saat menjadi salah satu penggawa kepercayaan Sir Alex Ferguson, dia sudah merah. Dan kini, saat menghayati apa yang dulu Fergie rasakan, tak pernah luntur merahnya.</p>
<p>Lantaran cinta maka Solskjaer menjadi kuat. Dalam ikatan kimiawi jiwa dengan MU, dan dalam tanggung jawab lebih rumit, karena kini dia panglima untuk memberi arah dan warna bagi anak-anak Old Trafford.</p>
<p>Di bawah kendali Solskjaer, MU nomor dua di Liga Primer. Di Liga Europa juga nomor dua. Pun baru &#8220;sampai&#8221; semifinal untuk Piala FA dan Piala Liga. Artinya, musim ini dia nir-gelar di semua ajang.</p>
<p>Bandingkanlah, si “tetangga yang berisik”, Manchester City mulus membukukan trofi Liga Primer dan Piala Liga. Sang musuh klasik, Chelsea sukses besar di Liga Champions, sedangkan Leicester City dengan mantap membendaharakan Piala FA.</p>
<p>Anda ingat bukan, karena penampilan yang menjanjikan di separuh musim, MU bahkan sempat diproyeksikan untuk kemungkinan meraih treble winners. Dan, ketidakkonsistenan-lah yang akhirnya merusak kelempangan jalan mereka.</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>* * *</strong></span></p>
<p><strong>TENTU</strong> bisa dipahami, inkonsistensi itu membuat Ole Gunnar Solskjaer belum merasa tenang. Rupanya dia belum menemukan terapi tepat. Memasuki musim 2021-2022, dia dikategorikan beruntung karena masih dipercaya oleh manajemen MU.</p>
<p>Pria Norwegia itu berhak merajut lagi mimpi meraih gelar pertama untuk Setan Merah dalam posisi sebagai pelatih. Ketika menjadi pemain, The Baby Face Assassin merasakan nikmat aneka trofi, termasuk bersama Teddy Sheringham mencatat momen sebagai penentu kemenangan dalam final dramatis Liga Champions 1999.</p>
<p>Sebagai arsitek tim, gegalau hati yang dirasakan tentu berbeda. Dia bertanggung jawab untuk merancang, memberi jiwa, memotivasi, mentransformasi karakter, meracik taktik, menaklukkan ruang ganti, dan mengeksekusi kebutuhan-kebutuhan tim.</p>
<p>Setelah berhasil mempertahankan Edinson Cavani yang musim kemarin terbukti menjadi striker pembeda, akan terwujudkah kemauan merekrut Jadon Sancho? Bagaimana pula dengan follow up keterpincutan pada Harry Kane, Kieran Trippier, dan Raphael Varane? Mantap pulakah dia melepas Paul Pogba?</p>
<p>Dibandingkan dengan City dan Chelsea yang sedang bergembira, karakter permainan MU belum sepenuhnya terasa. Yang paling menonjol adalah ketidakajegan performa. Ada kalanya tampil luar biasa, pada laga yang lain tiba-tiba anjlok seperti berlevel medioker. &#8220;Penyakit&#8221; inilah yang membuat Harry Maguire dkk tersalip oleh City pada paruh kedua musim.</p>
<p>Pekerjaan rumah Solskjaer untuk mengatasi inkonsistensi antara lain membutuhkan topangan stok rotasi pemain yang mantap. Dia sudah punya pilar pada setiap posisi, tinggal memperkuat dengan kedalaman skuad.</p>
<p>Musim 2021-2022 agaknya menjadi ajang pembuktian yang memantapkan penilaian: bagaimana merawat sentralitas peran Bruno Fernandes, mendeterminasi peningkatan signifikan Scott McTominay, konsistensi Luke Shaw, memulihkan performa Marcus Rashford, memberi kesempatan lebih besar kepada Mason Greenwood, dan mengeksplorasi kematangan Cavani.</p>
<p>Selain PR internal, realitas bahwa Manchester Biru sudah mematok konfidensi di orbit elite Liga Primer, tentu menjadi tantangan bagi MU. Begitu juga Chelsea yang pasti terlecut sukses di panggung Eropa.</p>
<p>Dari jendela Teater Impian, Solskjaer menatap (harus) dengan keyakinan dan keberanian. Bukankah Manchester Merah punya DNA juara sebagai sejarah?<br />
Aura itu pantas memotivasi, bukan justru membebani&#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/06/12/dari-jendela-teater-impian">Dari Jendela Teater Impian</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2021/06/12/dari-jendela-teater-impian/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>