<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Neymar Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/neymar/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 11 Dec 2022 01:15:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Neymar Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Brazil, Merana dalam Pesona</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/12/11/brazil-merana-dalam-pesona</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2022 00:56:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Carlos Alberto Parreira]]></category>
		<category><![CDATA[Casemiro]]></category>
		<category><![CDATA[Claudio Coutinho]]></category>
		<category><![CDATA[Mario Zagallo]]></category>
		<category><![CDATA[Neymar]]></category>
		<category><![CDATA[Paqueta]]></category>
		<category><![CDATA[Raphinha]]></category>
		<category><![CDATA[Richarlison]]></category>
		<category><![CDATA[Rodrygo]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tele Santana]]></category>
		<category><![CDATA[Vinicus Junior]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=299465</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS QATAR 2022, bagi Brazil adalah ekspresi rasa yang kontras. Baru saja mereka menari-nari riang merayakan kemenangan atas Korea Selatan di fase 16 besar. Selang tiga hari kemudian, ruang ganti pemain menjadi lembah air mata. Potret seperti ini mewarnai penampilan Selecao di sejumlah Piala Dunia, kecuali ketika berjaya pada 1958, 1962, 1970, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/11/brazil-merana-dalam-pesona">Brazil, Merana dalam Pesona</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-299477 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-11-07-at-20.18.13-1.jpeg" alt="" width="150" height="190" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-11-07-at-20.18.13-1.jpeg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-11-07-at-20.18.13-1-118x150.jpeg 118w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" />QATAR</strong> 2022, bagi Brazil adalah ekspresi rasa yang kontras. Baru saja mereka menari-nari riang merayakan kemenangan atas Korea Selatan di fase 16 besar. Selang tiga hari kemudian, ruang ganti pemain menjadi lembah air mata.</p>
<p>Potret seperti ini mewarnai penampilan Selecao di sejumlah Piala Dunia, kecuali ketika berjaya pada 1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002.</p>
<p>Dalam wajah budaya sepak bola, boleh jadi Pasukan Samba mewakili ingar bingar karnaval yang &#8212; rupanya &#8212; rentan petaka. Bukankah realitasnya, dalam wajah permainan sepak bola, Brazil adalah pesona yang tak jarang merana sedalam-dalamnya?</p>
<p>Apa yang kita simpulkan dari Brazil 1978, 1982, 1986, 1998, 2014, dan 2018? Dan, kini bahkan mereka seperti menggarami luka di tengah buncah kegempitaan yang semula dibayangkan tak tertahan, ruap keyakinan yang bagai tak tersentuh oleh kenyataan.</p>
<p>Brazil datang ke Qatar sebagai tim mewah racikan Abdenor Leonardo Bacchi alias Tite. Mereka sekumpulan pesepak bola pilihan yang tak sembarang negara memiliki; para penari yang dalam budaya karnaval sulit untuk tidak &#8220;<em>intrance</em>&#8221; dalam riuh rendah genderang Samba.</p>
<p>Para artis bola Brazil tak hanya mahir mengelola si kulit bundar dan mengombinasikannya dengan tradisi keindahan gerak, yang tak henti menyetiai filosofi jogo bonito. Mereka sigap bersikap, &#8220;Menang dengan cara tidak indah, apalah artinya?&#8221;.</p>
<p>Apakah hanya persoalan &#8220;musim&#8221; atau siklus yang membuat Brazil lagi-lagi diterpa &#8220;penderitaan sepak bola&#8221; dalam Piala Dunia kali ini?</p>
<p>Sungguh, kawan. Cobalah kaurasakan di ujung laga perempat final itu: betapa Neymar Junior dkk diselimuti nestapa di balik sukacita Kroasia.</p>
<p>Tak kaubayangkankah: mendominasi pertandingan, tetapi &#8220;kesaktian&#8221; Dominik Livakovic mereduksi semua bentuk ikhtiar eksekusi Richarlison dkk. Dia menjadi pementah semua rasa. Pori-pori kulitnya mengendus, mendeteksi semua arah tendangan Neymar, Casemiro, Paqueta, Richarlison, Raphinha, Vinicus Junior, Rodrygo, dan semua penari Brazil.</p>
<p><strong>Kebahagiaan Bersepak Bola</strong><br />
Tite sang arsitek adalah titik waktu bagi Selecao, yang seperti &#8220;berubah-ubah&#8221; aura dalam menyikapi filosofi. Dialah yang oleh Cesar Luis Menotti, empat tahun silam, sempat dipuji memberi keleluasaan bagi kembalinya ekspresi naluri kebahagiaan bersepak bola.</p>
<p>Dalam buku <em>Sepotong Mimpi dari Rusia</em> (2018) saya menulis, Menotti menyebut Tite menerapkan cara bertahan yang berbeda, dengan mengorganisasinya secara kolektif. Dengan memberi keleluasaan kepada para pemain untuk berekspresi, apakah itu berarti tutup buku bagi perdebatan tentang urgensi sepak bola indah jogo bonito?</p>
<p>Tim nasional Negeri Samba, terutama menjelang Piala Dunia, nyaris selalu diantar dengan perdebatan: bagaimana seharusnya Brazil bermain?</p>
<p>Harus berindah-indah karena itu mengalir sebagai kultur dan &#8220;ideologi&#8221;, atau memilih pragmatis demi pemenangan trofi?</p>
<p>Brazil punya sederet tokoh yang memihak jogo bonito: dari Mario Zagallo, Tele Santana, Claudio Coutinho, Carlos Alberto Parreira, lalu kini Tite.</p>
<p>Mereka berbeda filosofi dari Sebastiao Lazaroni, atau Carlos Dunga. Luis Felipe Scolari memilih moderat dengan akar pragmatis, dan nyatanya dia mampu mengantar Ronaldo Luis Nazario dkk juara pada 2002.</p>
<p>Scolari tegas menyatakan, jogo bonito telah mati. Namun nyatanya, dengan artis-artis Samba seperti Ronaldo, Ronaldinho, Rivaldo, Cafu, Kleberson, dan Kaka, Big Phil tak mampu &#8220;membunuh&#8221; sepak bola indah. Tim karyanya tetaplah elok, karena naluri &#8220;f<em>utebolarte</em>&#8221; yang bermakna pembebasan. Sepak bola, di negeri penghasil kopi terbesar di dunia itu, adalah jalan pembebasan dari ketertekanan sosial &#8211; politik &#8211; ekonomi.</p>
<p>Bagaimana mungkin mengikat para aktor sepak bola Samba yang dijiwai kultur jeitinho?</p>
<p>Jeitinho adalah budaya yang membentuk naluri orang Brazil dalam memperjuangkan survivalitas. Ketika menghadapi kondisi tak terduga, sulit, atau pelik, mereka dituntut kreatif, inovatif, imajinatif, dan fleksibel. Atau yang digambarkan oleh legenda Socrates, &#8220;Kami tidak pernah tahu apa yang akan kami lakukan 15 menit ke depan&#8230;&#8221;</p>
<p>Cara berpikir itukah yang melahirkan sejumlah genius dengan imajinasi petualangannya?</p>
<p>Tele Santana mengkreasi Tim Samba yang cantik &#8220;merak ati&#8221; pada 1982 dan 1986, walaupun tim itu gagal memuncaki Piala Dunia. Media banyak menyebut Santana sebagai &#8220;romantik terakhir dalam sepak bola nasional Brazil&#8221;.</p>
<p><strong>Tite, Kurang Apa?</strong><br />
Lalu, kurang apakah Tite? Tak cukupkah kemewahan yang dia dapatkan dengan pasukan yang sarat pemain &#8220;sakti&#8221; dan &#8220;seni&#8221;?</p>
<p>Faktanya, kesaktian Neymar dkk luruh di hadapan Dominik Livakovic, dan keindahan Brazil terhenti di 8 besar, persis tragedi 1986 yang juga kalah dalam drama penalti.</p>
<p>Adu penalti membuat Selecao merana dalam magnet pesona, justru pada saat orang-orang masih meyakini Brazil sebagai pusat segalanya dalam sepak bola.</p>
<p>Kali ini, Pasukan Samba harus mengemas mimpi menjadi juara kali keenam. Bagaimanapun, ada catatan yang mereka tinggalkan. Semuram apa pun, sepedih apa pun&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/11/brazil-merana-dalam-pesona">Brazil, Merana dalam Pesona</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tite: Neymar Penendang Penalti Kelima</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/12/10/tite-neymar-penendang-penalti-kelima</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Dec 2022 22:20:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[brasil]]></category>
		<category><![CDATA[Neymar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=299268</guid>

					<description><![CDATA[<p>(SUARABARU.ID) &#8211; Penyerang Paris Saint-Germain, Neymar, mencetak gol sensasional bagi Brasil di babak perpanjangan waktu yang tampaknya telah memastikan kemenangan bagi Brasil, namun Kroasia membalas dan membawa pertandingan ke adu penalti, di mana eksekutor pembukaan Rodrygo diselamatkan kiper dan tembakan algojo keempat Marquinhos membentur tiang gawang untuk membuat Brasil tersingkir. Itu berarti Neymar tidak mengambil [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/10/tite-neymar-penendang-penalti-kelima">Tite: Neymar Penendang Penalti Kelima</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>(SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Penyerang Paris Saint-Germain, Neymar, mencetak gol sensasional bagi Brasil di babak perpanjangan waktu yang tampaknya telah memastikan kemenangan bagi Brasil, namun Kroasia membalas dan membawa pertandingan ke adu penalti, di mana eksekutor pembukaan Rodrygo diselamatkan kiper dan tembakan algojo keempat Marquinhos membentur tiang gawang untuk membuat Brasil tersingkir.</p>
<p>Itu berarti Neymar tidak mengambil penalti, karena eksekutor kelima tidak menentukan lagi.</p>
<p>Di tengah kritik dari para penggemar, Manajer Brasil Tite menjelaskan keputusan untuk mempertahankan pemain berusia 30 tahun itu hingga akhir pertandingan. &#8220;Dia adalah penendang penalti kelima dan menentukan,&#8221; Tite menegaskan. &#8220;Pemain yang memiliki kualitas lebih dan mentalitas untuk melangkah berada di bawah tekanan terbesar,&#8221; katanya kepada espn.com.</p>
<p>Keputusan itu menjadi bumerang karena Brasil melewatkan dua dari empat penalti mereka, sedangkan Kroasia mencetak keempatnya untuk membukukan tempat mereka di semifinal Piala Dunia.</p>
<p>Kekalahan adu penalti tersebut merupakan peristiwa terakhir dari masa jabatan Tite sebagai pelatih Brasil, dengan pelatih berusia 61 tahun itu juga mengonfirmasi niatnya untuk mundur dari Selecao setelah kontraknya berakhir akhir bulan ini.</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/10/tite-neymar-penendang-penalti-kelima">Tite: Neymar Penendang Penalti Kelima</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Neymar: Saya Tak Bisa Jamin Bermain di Turnamen setelah Qatar</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/11/13/neymar-saya-tak-bisa-jamin-bermain-di-turnamen-setelah-qatar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Nov 2022 14:17:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[brasil]]></category>
		<category><![CDATA[Neymar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=292401</guid>

					<description><![CDATA[<p>SUARABARU.ID &#8211; Pemain depan Brasil Neymar telah mengisyaratkan Piala Dunia di Qatar bisa menjadi yang terakhir dalam karirnya. Neymar, 30 tahun, bermain di dua Piala Dunia terakhir tetapi belum memenangkan gelar utama bersama tim nasional. “Saya akan bermain seperti ini yang terakhir,” kata Neymar kepada Globo. &#8220;Saya berbicara dengan ayah saya, kami selalu berbicara, untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/11/13/neymar-saya-tak-bisa-jamin-bermain-di-turnamen-setelah-qatar">Neymar: Saya Tak Bisa Jamin Bermain di Turnamen setelah Qatar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUARABARU.ID</strong> &#8211; Pemain depan Brasil Neymar telah mengisyaratkan Piala Dunia di Qatar bisa menjadi yang terakhir dalam karirnya. Neymar, 30 tahun, bermain di dua Piala Dunia terakhir tetapi belum memenangkan gelar utama bersama tim nasional.</p>
<p>“Saya akan bermain seperti ini yang terakhir,” kata Neymar kepada Globo. &#8220;Saya berbicara dengan ayah saya, kami selalu berbicara, untuk memainkan setiap pertandingan seolah-olah itu yang terakhir karena Anda tidak tahu apa yang akan terjadi besok.&#8221;</p>
<p>“Saya tidak bisa menjamin bahwa saya akan bermain di Piala Dunia lagi. Sejujurnya saya tidak tahu. Saya akan bermain seperti ini yang terakhir. Mungkin saya akan memainkan yang lain, mungkin tidak. Itu tergantung. Pelatih akan ada perubahan, dan saya tidak tahu apakah pelatih itu akan menyukai saya.&#8221;</p>
<p>Pelatih Brasil Tite akan mengundurkan diri setelah turnamen di Qatar dan penggantinya belum disebutkan. Canarinha telah memenangkan rekor lima Piala Dunia tetapi belum pernah memenangkan trofi sejak 2002. “Saya sudah membangun sejarah panjang di tim nasional dan, yang pasti, saya ingin menyelesaikannya dengan baik,” tambah Neymar.</p>
<p>Neymar, yang melakukan debutnya bersama tim senior pada usia 18 tahun, terpaut dua gol untuk menyamai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Brasil, Pele. &#8220;Ini lebih dari yang saya bayangkan, daripada yang saya impikan,&#8221; katanya. &#8220;Saya tidak pernah memikirkan angka, saya tidak pernah ingin menyalip siapa pun, memecahkan rekor. Saya selalu hanya ingin bermain sepak bola.</p>
<p>&#8220;Pele adalah rujukannya. Pele adalah sepak bola. Pele adalah segalanya bagi negara kita. Rasa hormat dan kekaguman yang saya miliki untuknya sangat besar.&#8221;</p>
<p>Brasil belum pernah kalah sejak final Copa America kalah di kandang dari rival bebuyutan Argentina tahun lalu.</p>
<p>Neymar juga menuju ke turnamen dalam bentuk yang bagus dengan 15 gol dan 12 assist dalam 19 penampilan untuk Paris Saint-Germain tetapi mengatakan dia tidak mencari kejayaan individu di Qatar.</p>
<p>“Saya ingin bermain di Piala Dunia ini, mendedikasikan diri saya untuk itu, karena saya yakin kami memiliki potensi untuk melangkah sangat jauh,” tambahnya. “Meskipun banyak orang tidak percaya pada kami, kami akan membuktikan sebaliknya. Saya melihat tim nasional ini memiliki banyak hal bagus, dan saya melihat kami bisa melangkah sangat jauh.&#8221;</p>
<p>“Saya senang. Saya suka bermain sepak bola dan saya suka menang. Saya suka menjadi lebih baik dari saya setiap hari. Saya suka membantu rekan satu tim saya, yang merupakan hal utama. Saya harap nama saya terukir dalam sejarah sepakbola.&#8221;</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/11/13/neymar-saya-tak-bisa-jamin-bermain-di-turnamen-setelah-qatar">Neymar: Saya Tak Bisa Jamin Bermain di Turnamen setelah Qatar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Brasil Terpecah dalam Politik, tapi Bersatu dalam Sepakbola</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/10/29/brasil-terpecah-dalam-politik-tapi-bersatu-dalam-sepakbola</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Oct 2022 16:14:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[brasil]]></category>
		<category><![CDATA[Neymar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=288317</guid>

					<description><![CDATA[<p>SUARABARU.ID &#8211; Dalam waktu kurang dari tiga minggu, timnas Brasil masih menjadi favorit juara di Piala Dunia 2022 di Qatar. Mereka tidak hanya berada di puncak peringkat FIFA menuju turnamen, tetapi mereka hanya kalah dua pertandingan kompetitif dalam enam tahun terakhir dan mereka membanggakan perpaduan antara pemain veteran dan anak muda, yang dipimpin oleh seorang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/10/29/brasil-terpecah-dalam-politik-tapi-bersatu-dalam-sepakbola">Brasil Terpecah dalam Politik, tapi Bersatu dalam Sepakbola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUARABARU.ID</strong> &#8211; Dalam waktu kurang dari tiga minggu, timnas Brasil masih menjadi favorit juara di Piala Dunia 2022 di Qatar. Mereka tidak hanya berada di puncak peringkat FIFA menuju turnamen, tetapi mereka hanya kalah dua pertandingan kompetitif dalam enam tahun terakhir dan mereka membanggakan perpaduan antara pemain veteran dan anak muda, yang dipimpin oleh seorang pelatih, Tite, yang merupakan pahlawan nasional. Dan seorang superstar, Neymar, kemungkinan akan memecahkan rekor Pele sebagai pencetak gol internasional sepanjang masa negara itu di Qatar atau segera setelahnya.</p>
<p>Pada Minggu, lalu warga Brasil menuju ke tempat pemungutan suara dalam pemilihan putaran kedua yang diperebutkan dengan sengit antara mantan Presiden sayap kiri Luiz Inacio Lula da Silva, yang dikenal sebagai Lula, melawan petahana, Jair Bolsonaro. Bahkan dengan standar politik Brasil yang biasanya terpolarisasi, ini telah menjadi kontes yang sengit dan terkadang ganas yang telah memecah belah bangsa.</p>
<p>Ini adalah penjajaran yang cukup luar biasa dari peristiwa besar dalam kehidupan Brasil. Neymar telah menunjukkan dukungannya untuk Bolsonaro dengan tampil di streaming langsung di saluran YouTube presiden dan memposting video media sosial &#8211; penyerang Paris Saint-Germain memiliki lebih dari 180 juta pengikut di Instagram saja &#8211; mendukung presiden petahana.</p>
<p>Meskipun dia bukan satu-satunya anggota Selecao Brasil yang mendukungnya, hanya sedikit yang melakukannya secara terbuka, dan tidak ada yang bisa menandingi jangkauan dan popularitasnya. Ini bahkan mendorong penantang Bolsonaro, Lula, untuk menyarankan bahwa presiden saat ini telah mencapai kesepakatan dengan Neymar dan ayahnya untuk mengampuni sebagian utang pajak penghasilannya sebagai imbalan atas dukungannya.</p>
<p>Kami berada di wilayah yang belum dipetakan di sini: satu dari dua kandidat presiden menuduh bintang terbesar negara itu secara efektif menjual dukungan politiknya kepada saingannya menjelang Piala Dunia.</p>
<p>Pelatih Brasil Tite, meski tidak menyebut nama Neymar, menyesalkan &#8220;politisasi&#8221; tim nasional. Referensi miring ke pendukung Bolsonaro, banyak di antaranya muncul di rapat umum dengan kaus hijau dan emas yang terkenal, sulit untuk dilewatkan. Dia juga menegaskan bahwa dia tidak akan bertemu Bolsonaro, baik untuk pengiriman pra-Piala Dunia Brasil, atau sesudahnya, bahkan jika dia kembali dengan kemenangan dari Qatar.</p>
<p>Jika Brasil menjadi juara dunia dan Tite, sebagai pelatih, tidak melakukan perjalanan ke ibu kota Brasilia untuk bertemu presiden, dia akan melanggar tradisi sejak tahun 1958, ketika mereka memenangkan Piala Dunia pertama dari lima Piala Dunia mereka. Selecao adalah perwujudan sepakbola dari 214 juta penduduk Brasil, dan Bolsonaro akan menjadi presiden bahkan jika dia kalah dalam putaran kedua, karena masa jabatannya berakhir hingga 31 Desember, dua minggu setelah final Piala Dunia.</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/10/29/brasil-terpecah-dalam-politik-tapi-bersatu-dalam-sepakbola">Brasil Terpecah dalam Politik, tapi Bersatu dalam Sepakbola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kegembiraan Messi, Penikmatan Messi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/09/24/kegembiraan-messi-penikmatan-messi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Sep 2022 10:00:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Christope Galtier]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[Neymar]]></category>
		<category><![CDATA[PSG]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=280510</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // sebagian dari sepak bola adalah kegembiraan/ ekspresi jiwa-jiwa yang nyaman/ sepak bola bukan pembawa beban/ ruang yang menyuntuki kehidupan&#8230;// (Sajak “Kegembiraan Sepak Bola”, 2022) BEGITULAH ketika seorang seniman sepak bola merasa sudah menemukan habitatnya. Ia hidup, dan bermain dalam atmosfer kenyamanan, kegembiraan; dan ujungnya: penikmatan. Anda tentu menandai untuk siapa [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/09/24/kegembiraan-messi-penikmatan-messi">Kegembiraan Messi, Penikmatan Messi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-280511 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/09/BOLA-BOLA-LOGO-3-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/09/BOLA-BOLA-LOGO-3-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/09/BOLA-BOLA-LOGO-3-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/09/BOLA-BOLA-LOGO-3.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// sebagian dari sepak bola adalah kegembiraan/ ekspresi jiwa-jiwa yang nyaman/ sepak bola bukan pembawa beban/ ruang yang menyuntuki kehidupan&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Kegembiraan Sepak Bola”, 2022)</strong></p>
<p><strong>BEGITULAH</strong> ketika seorang seniman sepak bola merasa sudah menemukan habitatnya. Ia hidup, dan bermain dalam atmosfer kenyamanan, kegembiraan; dan ujungnya: penikmatan.</p>
<p>Anda tentu menandai untuk siapa narasi itu. Lionel Andres Messi.</p>
<p>Ya, semula banyak yang menganalisis, Messi hanya bisa “tune in” di klub abadinya, Barcelona.</p>
<p>Pada musim pertama di Paris St Germain, Messi terlihat “kagok”, kurang nyetel dengan dua jagoan yang sudah terlebih dahulu berumah di sana: Kylian Mbappe dan Neymar Junior. Jarang terlihat aksi-aksi sirkusnya, minim kontribusi gol, dan mampat produktivitas tendangan bebas yang menjadi salah satu <em>trade mark</em>-nya.</p>
<p>Hanya beberapa umpan kunci untuk melayani Mbappe dan Neymar, yang menandai statusnya sebagai mahahintang dengan tujuh trofi Ballon d’Or. Tak sedikit yang menyebut, masa emas La Pulga sudah berlalu, dan ia hanya mampu memperlihatkan sisa-sisa seperti halnya Cristiano Ronaldo.</p>
<p>Waktu bergulir, realitas yang ditunggu pun hadir: ketika para bintang sudah berancang-ancang tampil di Piala Dunia Qatar, November nanti, Leo Messi bergerak dalam tren naik yang signifikan.</p>
<p>Gol-gol penting mulai dibendaharakan. Umpan-umpan kunci mengalir. Performanya makin menonjol sebagai dirigen PSG yang “nyeni”, matang, dan karismatis.</p>
<p><strong>Sentuhan Galtier</strong><br />
Rupanya, pelatih Christope Galtier mampu menyentuh dan mengeksplorasi urat kegembiraan Messi.</p>
<p>Di era Mauricio Pochettino, ketika Si Kutu masih beradaptasi dengan kondisi yang serbabaru di Les Parisiens, elemen-elemen kehebatannya terasa belum tuntas terungkap. Bahkan nyaris tak terlihat.</p>
<p>Kini, cobalah simak kembali performa kapten tim nasional Argentina itu ketika PSG berhadapan dengan Lyon, akhir pekan lalu. Anda tentu melihat Leo Messi yang “semeriah” pada puncak kejayaannya di Barcelona. Dia betul-betul kembali “gacor”.</p>
<p>Dribel ajaibnya muncul lagi, mengacak-acak pertahanan Lyon. Visi <em>positioning</em>-nya menonjol. Umpan-umpannya cerdik “membaca ruang”. Pun tembakan-tembakan <em>placing</em> ke gawang lawan. Bahkan <em>free kick</em>-nya yang bagai punya mata juga muncul.</p>
<p>Inilah Messi yang sesungguhnya. Sang “alien”, yang seperti catatan legenda Belanda Marco van Basten, hanya “dianugerahkan” untuk hadir kepada kita dalam 50 atau 100 tahun sekali.</p>
<p>Performa brilian itu dilalui Messi dalam beberapa laga terakhir PSG, baik di Ligue 1 maupun Liga Champions ketika menundukkan Juventus dan Maccabi Haifa.</p>
<p>Faktor pelatih Galtier-kah? Karena <em>chemistry</em> yang kini makin terasa bersama Mbappe dan Neymar? Lantaran telah betul-betul “move on” dari Barcelona? Atau termotivasi Piala Dunia 2022 yang semakin dekat?</p>
<p>Saya ingat bagaimana analisis legenda Manchester United, Eric Cantona kira-kira 15 tahun lalu tentang Messi, “Biarkan dia bersenang-senang, seperti anak-anak yang bermain, maka semua kehebatannya akan muncul”.</p>
<p>Frank Rijkaard dan Pep Guardiola merupakan sosok yang paham bagaimana memberi atmosfer kegembiraan kepada Messi. Demikian pula Luis Enrique. Dan, di antara deret pelatih lainnya di Barca hingga Pochettino di PSG, aura “happy football” Messi itu baru muncul lagi di penggal awal kepemimpinan Galtier.</p>
<p>Yang kini menonjol dari permainannya adalah kematangan dan penikmatan bermain. PSG pun benar-benar menemukan sosok yang mereka semati predikat GOAT, Greatest of All Times.</p>
<p><strong>Qatar 2022</strong><br />
Hal terfokus yang kini ditunggu sepak bola dunia adalah penampilan Messi bersama Albiceleste di Qatar 2022. Sihir apa yang bakal dia berikan?</p>
<p>Dunia menanti kegembiraan Leo Messi dalam ekspresi orkestrasi Tim Tango yang diracik Lionel Scolani.</p>
<p>Ketika rival abadinya, Cristiano Ronaldo mulai memperlihatkan tren pemudaran bersama MU, dan Messi justru mengalami buncah ekspresionalnya yang luar biasa, apa yang kira-kira bakal dia sajikan di ajang yang disebut-sebut sebagai Piala Dunia terakhirnya?</p>
<p>Dan, sekadar saran dari saya untuk para pembaca: cobalah Anda meluangkan waktu untuk menyimak performa PSG dengan jenderal yang tampak makin matang: nikmati <em>show</em> dribel atraktif, umpan-umpan presisi, keanggunan kepemimpinan sang jenderal, pun <em>free kick</em> yang bagai di-<em>remote control</em>.</p>
<p>Satu sisi lainnya, kematangan Messi dilengkapi dengan sikap dewasa “ngemong” egoisitas Kylian Mbappe yang tak jarang mengecewakan rekan duetnya yang lebih senior, Neymar Junior.</p>
<p>Leo, Leo, Leo! Messi, Messi, Messi&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah &#8212;</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/09/24/kegembiraan-messi-penikmatan-messi">Kegembiraan Messi, Penikmatan Messi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Pangeran Merasa Raja</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/08/27/ketika-pangeran-merasa-raja</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Aug 2022 10:00:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Kylian Mbappe]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[Neymar]]></category>
		<category><![CDATA[PSG]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Wayne Rooney]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=273794</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // betapa kasihan dia yang tak paham/ tentang sindrom kebesaran/ dia rasa dia raja/ dia rasa paling perkasa/ betapa mengibakan/ dia bersombong sendirian/ di luas lapangan&#8230;// (Sajak “Sindrom Bintang”, 2022) SYAHDAN, sebuah kerajaan bernama Paris St Germain&#8230; Negeri itu dipimpin seorang raja. Lionel Messi namanya, dengan Mahapatih bernama Neymar Junior. Sang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/08/27/ketika-pangeran-merasa-raja">Ketika Pangeran Merasa Raja</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-273807 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/08/BOLA-BOLA-LOGO-3-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/08/BOLA-BOLA-LOGO-3-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/08/BOLA-BOLA-LOGO-3-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/08/BOLA-BOLA-LOGO-3.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// betapa kasihan dia yang tak paham/ tentang sindrom kebesaran/ dia rasa dia raja/ dia rasa paling perkasa/ betapa mengibakan/ dia bersombong sendirian/ di luas lapangan&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Sindrom Bintang”, 2022)</strong></p>
<p><strong>SYAHDAN</strong>, sebuah kerajaan bernama Paris St Germain&#8230;</p>
<p>Negeri itu dipimpin seorang raja. Lionel Messi namanya, dengan Mahapatih bernama Neymar Junior. Sang Putra Mahkota, Kylian Mbappe banyak berinisiatif mengambil peran operasional pemerintahan.</p>
<p>Sebagai calon raja yang digadang-gadang meneruskan Sang Maharaja, Pangeran Mbappe sering tidak bisa mengendapkan ambisinya. Seakan-akan mencegah Raja dan Mahapatih memperlihatkan karisma. Dia mendikte rakyat agar lebih mendengar apa pun yang dia titahkan.</p>
<p>Raja Leo Messi mahfum, namun tetap berusaha melayani Putra Mahkota. Wibawanya tak sedikit pun tergoyahkan.</p>
<p>Demikian pula, Patih Neymar cukup sabar meladeni, meskipun sebenarnya dia pun berkarakter temperamental. Faktanya, kemampuan olah teknis Mahapatih tak di bawah Sang Pangeran. Dan, itulah yang menciptakan kesan, Kerajaan Les Parisien punya tiga matahari.</p>
<p>Belakangan, luap ambisi Putra Mahkota Mbappe banyak disorot. Ketika untuk kali kesekian berusaha mereduksi peran Mahapatih Neymar dan Maharaja Leo Messi, seorang penggawa kerajaan, Sergio Ramos terang-terangan unjuk perlawanan.</p>
<p>Diam-diam, Pangeran pun mulai tidak disukai para prajurit kerajaan. Sikap “kenegarawanan” Messi dan Neymar tampak dalam kondisi seperti ini. Keduanya tetap berusaha menyatukan harmoni tim. Sampai pada sebuah titik, dalam peperangan melawan Kerajaan Lille, pekan lalu, kematangan Sang Raja akhirnya berhasil melumerkan kecongkakan Pangeran Mbappe. Pangeran berperan, Mahapatih juga unjuk kontribusi.</p>
<p><strong>Sindrom Kebesaran</strong><br />
Ada apa sebenarnya dengan Putra Mahkota? Tidak sadarkah dia telah menyulut api disharmoni?</p>
<p>Jangan-jangan, Pangeran Mbappe punya kompleks kejiwaan sebagai sosok yang merasa paling hebat di lingkungannya?</p>
<p>Tak cukup bersabarkah dia menunggu saat menjadi raja?</p>
<p>Entah pula lantaran kedengkian kepada Messi dan Neymar, dia sempat menyulut respons negatif dengan menyebut kualitas sepak bola Amerika Latin di bawah Eropa. Empat Piala Dunia terakhir, katanya, dikuasai tim-tim Eropa.</p>
<p>Dia sering disebut sebagai “CEO bayangan” yang berhak menentukan kebijakan rekrutmen pemain di PSG: siapa yang didatangkan harus atas anggukan kepalanya.</p>
<p>Terlepas dari kenyataan Messi dan Neymar punya lebih punya orbit bintang, Mbappe merasa lebih berkuasa untuk menjadi pusat, pada masa sekarang dan masa depan Les Parisiens.</p>
<p>Maka mengapa dia bertarik ulur dalam rencana kepindahan ke Real Madrid pada musim lalu, sebagian terjawab karena ingin tetap punya kekuasaan di PSG, yang di Madrid dia takkan bisa berperilaku seperti itu.</p>
<p>Bersikap buruk terhadap Neymar dan berperilaku tidak hormat kepada Messi adalah kesalahan fatal. Takkan berguna dia berkonfrontasi dengan kedua senior itu hanya untuk mendapat pengakuan sebagai “real king” di Parc des Princes.</p>
<p><strong>Tak Menghormati Messi</strong><br />
Benar kata Wayne Rooney, legenda Inggris yang mengomentari perkembangan sikap Mbappe, “Dalam usia sama, 23, Messi sudah meraih segalanya. Tetapi Mbappe? Tidak menghormati Messi adalah kekeliruan”.</p>
<p>Ya, setidak-tidaknya orang akan membandingkan: jadilah bintang seperti Messi; yang tetap santun di puncak kematangan, yang tidak suka mengonfrontasi kawan maupun lawan, yang tetap rendah hati kepada siapa pun.</p>
<p>Catatan Mbappe berkebalikan dari respek orang kepada Messi. Maka walaupun banyak menjadi penentu bagi kemenangan-kemenangan PSG, dari berbagai sisi dia masih jauh dari <em>positioning</em> karisma La Pulga.</p>
<p>Bisa dan maukah Sang Pangeran belajar dari kejadian-kejadian terkini?</p>
<p>Lihatlah itu, Messi dan Neymar yang berusaha mengendapkan perasaan dengan tetap bersikap “ngemong”. Kurang apa keduanya menyesuaikan diri?</p>
<p>Lalu apa pula yang dia cari?</p>
<p>Atau Kylian Mbappe butuh orang yang “mengerti dirinya”, dengan balasan yang tak kalah provokatif dan intimidatif seperti cara lugas Sergio Ramos?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/08/27/ketika-pangeran-merasa-raja">Ketika Pangeran Merasa Raja</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>