<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>nelayan Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/nelayan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Feb 2026 04:25:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>nelayan Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kru Kapal Tunggu Pangestu Akhirnya Ditemukan Terapung di Tengah Laut</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/02/11/kru-kapal-tunggu-pangestu-akhirnya-ditemukan-terapung-di-tengah-laut</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 04:25:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Evakuasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Batang]]></category>
		<category><![CDATA[Kantor Pencarian dan Pertolongan]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Kru Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[SAR]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Sambong]]></category>
		<category><![CDATA[Tengah Laut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=543986</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Kantor SAR Kota Semarang dengan tim gabungan, berhasil menemukan dan mengevakuasi Eko Kudiran (32), seorang nelayan dari kru kapal Tunggu Pangestu, yang hanyut dan tenggelam di Sungai Sambong, Kabupaten Batang, belum lama ini. Korban ditemukan pada Selasa (10/2/2026) siang, dalam keadaan meninggal dunia. Posisinya terapung di tengah laut, dalam jarak sekitar dua mil [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/11/kru-kapal-tunggu-pangestu-akhirnya-ditemukan-terapung-di-tengah-laut">Kru Kapal Tunggu Pangestu Akhirnya Ditemukan Terapung di Tengah Laut</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Kantor SAR Kota Semarang dengan tim gabungan, berhasil menemukan dan mengevakuasi Eko Kudiran (32), seorang nelayan dari kru kapal Tunggu Pangestu, yang hanyut dan tenggelam di Sungai Sambong, Kabupaten Batang, belum lama ini.</p>
<p>Korban ditemukan pada Selasa (10/2/2026) siang, dalam keadaan meninggal dunia. Posisinya terapung di tengah laut, dalam jarak sekitar dua mil dari lokasi kejadian.</p>
<p>&#8221;Kami terima info dari nelayan sekitar, kalau mereka melihat ada mayat terapung. Lalu para nelayan segera menghubungi tim, yang sedang melakukan pencarian,&#8221; kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Budiono, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/2/2026).</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/02/11/hmps-hki-unisnu-jepara-gelar-seminar-pernikahan-dini-sebagai-pembuka-islamic-law-event-2026">HMPS HKI Unisnu Jepara Gelar Seminar Pernikahan Dini sebagai Pembuka Islamic Law Event 2026</a></strong></p>
<p>Tim yang sedang melakukan pencarian, segera menuju ke lokasi terlihatnya korban. Namun karena jasad korban tidak diamankan nelayan yang menemukan sebelumnya, tubuh korban sudah bergeser dan hilang kembali.</p>
<p>&#8221;Tim kemudian sempat melakukan pencarian lagi, karena korban sudah bergeser dari lokasi awal. Butuh dua jam bagi tim, untuk melakukan pencarian. Alhamdulillah, korban akhirnya berhasil ditemukan kembali,&#8221; terang Budiono lagi.</p>
<p>Korban kemudian dievakuasi menuju ke pantai. Sekitar pukul 17.50 WIB, tim tiba di pantai, dan selanjutnya korban dibawa ke RSUD Kalisari, Batang, untuk pemeriksaan lebih lanjut.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/02/11/bank-jateng-dukung-digitalisasi-retribusi-pasar-di-kota-surakarta">Bank Jateng Dukung Digitalisasi Retribusi Pasar di Kota Surakarta</a></strong></p>
<p>&#8221;Kami apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam operasi SAR ini, sehingga korban bisa cepat ditemukan,&#8221; tukasnya.</p>
<p>Seperti diberitakan sebelumnya, Eko Kudiran (32), warga Dukuh Sumur, Kelurahan Ujung Kulon Kandeman, Kabupaten Batang, hilang tenggelam saat hendak memeriksa baling-baling kapal yang tidak memutar, akibat kerusakan mesin.</p>
<p>Korban memeriksa dengan cara menyelam ke bawah kapal, dengan menggunakan alat selam tradisional. Namun oleh rekan korban, Subandriyo, yang juga ada di lokasi, korban tidak segera muncul ke permukaan setelah ditunggu lama.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/02/11/ukk-smk-bakti-praja-jepara-menjadi-wadah-mengembangkan-bakat-dan-minat-broadcasting">UKK SMK Bakti Praja Jepara Menjadi Wadah Mengembangkan Bakat dan Minat Broadcasting</a></strong></p>
<p>Karena curiga, saksi kemudian memutuskan menyelam, untuk memeriksa. Namun yang saksi lihat, korban sudah terjepit di antara baling-baling kapal. Melihat rekannya terjepit, saksi kemudian segera naik ke permukaan, menuju ke ruang kendali untuk memutar kemudi, dengan tujuan agar rekannya terbebas dari jepitan baling-baling.</p>
<p>Naas, korban yang terlepas dari jepitan baling-baling, justru terseret arus air dan menghilang. Saksi sempat melihat rekannya hanyut, dan berusaha menolong. Namun korban keburu tenggelam dan menghilang.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/11/kru-kapal-tunggu-pangestu-akhirnya-ditemukan-terapung-di-tengah-laut">Kru Kapal Tunggu Pangestu Akhirnya Ditemukan Terapung di Tengah Laut</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terdampak Cuaca Ekstrem, Pemkab Batang Bantu Ribuan Nelayan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/02/06/terdampak-cuaca-ekstrem-pemkab-batang-bantu-ribuan-nelayan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 00:54:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[Batang]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=543185</guid>

					<description><![CDATA[<p>BATANG (SUARABARU.ID) &#8211; Pemerintah Kabupaten Batang menyalurkan bantuan pangan daerah kepada ribuan warga terdampak banjir serta nelayan yang tidak melaut akibat cuaca ekstrem. Penyaluran bantuan dilakukan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Batang, Kabupaten Batang, Kamis (5/2/2026). Bupati Batang M Faiz Kurniawan mengatakan, bantuan tersebut menyasar sekitar 5.000 hingga 6.000 Kepala Keluarga (KK), terutama masyarakat yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/06/terdampak-cuaca-ekstrem-pemkab-batang-bantu-ribuan-nelayan">Terdampak Cuaca Ekstrem, Pemkab Batang Bantu Ribuan Nelayan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BATANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Batang menyalurkan bantuan pangan daerah kepada ribuan warga terdampak banjir serta nelayan yang tidak melaut akibat cuaca ekstrem. Penyaluran bantuan dilakukan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Batang, Kabupaten Batang, Kamis (5/2/2026).</p>
<p>Bupati Batang M Faiz Kurniawan mengatakan, bantuan tersebut menyasar sekitar 5.000 hingga 6.000 Kepala Keluarga (KK), terutama masyarakat yang terdampak banjir serta nelayan yang sudah beberapa bulan terakhir tidak berani melaut karena kondisi cuaca.</p>
<p>“Harapannya, dengan bantuan ini sedikit meringankan beban mereka, khususnya menjelang bulan Ramadan. Setiap paket bantuan berisi bahan kebutuhan pokok, yakni beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kilogram, dan telur 5 butir. Ini mungkin tidak besar, tetapi semoga bisa membantu saudara-saudara kita yang sedang kesulitan,” jelasnya.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, persoalan pendangkalan muara sungai yang menghambat aktivitas kapal nelayan juga turut disoroti. Menanggapi hal itu, Faiz menyebut persoalan tersebut menjadi perhatian pemerintah dan memerlukan koordinasi dengan pihak provinsi.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Himpunan Seluruh Nelayan Indonesia (HSNI) Batang Teguh Tarmojo mengatakan, nelayan saat ini menghadapi dua persoalan besar sekaligus, yakni cuaca ekstrem dan sedimentasi parah di alur Sungai Sambong yang menjadi jalur utama keluar masuk kapal.</p>
<p>“Sudah lebih dari satu bulan nelayan tidak bisa beraktivitas normal. Hujan deras menyebabkan pendangkalan sangat parah, sehingga kapal sulit melintas,” ungkapnya.</p>
<p>Teguh menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Batang atas bantuan yang diberikan kepada nelayan di tengah situasi sulit.</p>
<p>“Alur ini urat nadi kehidupan nelayan. Kami berharap penggunaan kapal keruk atau ekskavator bisa terus diefektifkan supaya pendangkalan tidak semakin parah,” ujar dia.</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/06/terdampak-cuaca-ekstrem-pemkab-batang-bantu-ribuan-nelayan">Terdampak Cuaca Ekstrem, Pemkab Batang Bantu Ribuan Nelayan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perempuan Nelayan Demak Buat Kebun Pangan di Tanah Abrasi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/01/21/perempuan-nelayan-demak-buat-kebun-pangan-di-tanah-abrasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 06:13:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Demak]]></category>
		<category><![CDATA[Masnuah]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Puspita Bahari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=540514</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEMAK (SUARABARU.ID) — Perempuan nelayan di Desa Timbulsloko, Purworejo, dan Morosari Kabupaten Demak, diajak membuat kebun pangan di wilayah pesisir terdampak langsung abrasi, belum lama ini. Kegiatan ini diinisiasi oleh Komunitas Perempuan Nelayan Puspita Bahari Kabupaten Demak bekerja sama dengan GENERATE Project, University of Leeds. Penghijauan  mengusung tema &#8216;Penghijauan untuk Ketahanan Pangan Pesisir yang Berkelanjutan&#8217;. Ketua Perempuan Nelayan Puspita [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/21/perempuan-nelayan-demak-buat-kebun-pangan-di-tanah-abrasi">Perempuan Nelayan Demak Buat Kebun Pangan di Tanah Abrasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DEMAK (SUARABARU.ID) —</strong> Perempuan nelayan di Desa Timbulsloko, Purworejo, dan Morosari Kabupaten Demak, diajak membuat kebun pangan di wilayah pesisir terdampak langsung abrasi, belum lama ini.</p>
<p>Kegiatan ini diinisiasi oleh Komunitas Perempuan Nelayan Puspita Bahari Kabupaten Demak bekerja sama dengan GENERATE Project, University of Leeds. Penghijauan  mengusung tema &#8216;Penghijauan untuk Ketahanan Pangan Pesisir yang Berkelanjutan&#8217;.</p>
<p>Ketua Perempuan Nelayan Puspita Bahari, Masnuah, mengatakan, program ini bertujuan memperkuat resiliensi komunitas perempuan nelayan di akar rumput.</p>
<p>&#8220;Di mana saat ini menghadapi dampak berlapis dari krisis iklim, kerusakan ekologi pesisir, serta tekanan ekonomi akibat banjir rob yang semakin intens dan meluas di wilayah pesisir Demak,&#8221; katanya.</p>
<p>Melalui pendekatan berbasis komunitas, Masnuah bilanh, kegiatan memfasilitasi perempuan nelayan untuk memperkuat kapasitas, kepemimpinan, dan kemandirian dalam mengelola ketahanan pangan pesisir secara kolektif dan berkelanjutan.</p>
<p>Sebagai bagian dari proses kegiatan, lanjutnya, komunitas perempuan nelayan di masing-masing desa telah melakukan persiapan selama kurang lebih dua minggu sebelumnya.</p>
<p>&#8220;Persiapan tersebut meliputi pengolahan dan penataan lahan kebun pangan yang dirancang secara adaptif terhadap kondisi banjir rob,&#8221; ucap Masnuah.</p>
<p style="text-align: left;">Bahan penghijauan dibuat dalam bentuk rak atau papan panggung dari bambu dengan ketinggian lebih dari satu meter di atas permukaan tanah, guna mengantisipasi terendamnya tanaman saat terjadi air pasang.</p>
<p>Komunitas perempuan nelayan menanam beragam jenis tanaman pangan, seperti sayur-sayuran, tanaman obat keluarga, tanaman buah, serta tanaman pendukung kebutuhan rumah tangga lainnya.</p>
<p>Media tanam yang digunakan beragam dan ramah lingkungan, antara lain pot, polybag, serta pemanfaatan limbah rumah tangga seperti botol plastik dan kaleng bekas sebagai wadah tanam. Praktik ini sekaligus menjadi upaya pengelolaan sampah berbasis komunitas di wilayah pesisir.</p>
<p>Kegiatan &#8216;Penghijauan untuk Ketahanan Pangan Pesisir yang Berkelanjutan” ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga. Akan tetapi juga menjadi ruang penguatan peran dan kepemimpinan perempuan nelayan dalam menghadapi persoalan lingkungan pesisir yang semakin kompleks.</p>
<p>Melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kepemimpinan kolektif, perempuan nelayan didorong untuk menjadi aktor kunci dalam pengelolaan lingkungan pesisir yang berkeadilan gender dan berkelanjutan.</p>
<p>Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi adaptasi komunitas pesisir terhadap krisis iklim, degradasi ekosistem pesisir, serta ketidakpastian ekonomi yang dihadapi perempuan nelayan dalam kehidupan sehari-hari. (*)</p>
<p><em><strong>Diaz A Abidin</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/21/perempuan-nelayan-demak-buat-kebun-pangan-di-tanah-abrasi">Perempuan Nelayan Demak Buat Kebun Pangan di Tanah Abrasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wakil Wali Kota Semarang: Ajang Tahunan Festival Tunas Bahari 2025 di Mangunharjo Nguri-uri Budaya</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/07/22/wakil-wali-kota-semarang-ajang-tahunan-festival-tunas-bahari-2025-di-mangunharjo-nguri-uri-budaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2025 06:34:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Tunas Bahari 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Mangunharjo]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Nguri-uri Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Wali Kota Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=485932</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin menyebut, festival tunas bahari yang berlangsung di Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tugu, Kota Semarang merupakan kegiatan rutin yang diprakarsai para nelayan setempat. Demikian disampaikan Iswar Aminuddin usai membuka festival tunas bahari 2025 yang diikuti kelompok nelayan dan beberapa perusahaan yang mendukung kegiatan, Selasa (22/7/2025). &#8220;Ajang tahunan ini [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/07/22/wakil-wali-kota-semarang-ajang-tahunan-festival-tunas-bahari-2025-di-mangunharjo-nguri-uri-budaya">Wakil Wali Kota Semarang: Ajang Tahunan Festival Tunas Bahari 2025 di Mangunharjo Nguri-uri Budaya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin menyebut, festival tunas bahari yang berlangsung di Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tugu, Kota Semarang merupakan kegiatan rutin yang diprakarsai para nelayan setempat.</p>
<p>Demikian disampaikan Iswar Aminuddin usai membuka festival tunas bahari 2025 yang diikuti kelompok nelayan dan beberapa perusahaan yang mendukung kegiatan, Selasa (22/7/2025).</p>
<p>&#8220;Ajang tahunan ini memiliki sebuah nilai yang dipertahankan oleh para nelayan. Di sana ada kekompakan, kebersamaan, nguri-nguri budaya, dan mereka memelihara laut sebagai sumber mata pencahariannya,&#8221; kata Iswar.</p>
<figure id="attachment_485938" aria-describedby="caption-attachment-485938" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-medium wp-image-485938" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Image-2025-07-22-at-13.26.51-400x265.jpeg" alt="" width="400" height="265" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Image-2025-07-22-at-13.26.51-400x265.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Image-2025-07-22-at-13.26.51-150x99.jpeg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Image-2025-07-22-at-13.26.51.jpeg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-485938" class="wp-caption-text">Foto bersama usai pembukaan Festival Tunas Bahari 2025 di Mangunharjo. Foto: Ning S (SUARABARU.ID)</figcaption></figure>
<p>&#8220;Kami berharap ke depan kegiatan seperti ini yang merupakan rutinitas masyarakat untuk kebaikan selalu mendapat dukungan dan suport dari pemerintah kota,&#8221; kata Iswar.</p>
<p>Dikatakan, Pemerintah Kota Semarang memiliki harapan, kegiatan seperti ini tidak hanya diikuti oleh warga Mangunharjo saja, namun ada aktivitas dari stakeholder Kota Semarang, Provinsi maupun warga Jawa Tengah yang hidup di pesisir pantai.</p>
<p>&#8220;Tentunya nelayan dalam komunitas apabila disatukan menjadi sebuah kekuatan, sehingga Mangunharjo sebagai kampung nelayan dengan segala aktivitas dan budayanya bisa semakin baik, terlebih untuk meningkatkan pariwisata di Kota Semarang,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Menurut Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman, potensi di wilayah Mangunharjo ini jika digali potensinya sangat luar biasa.</p>
<p>&#8220;Kekayaan bahari itu harus dirawat, dan masing-masing nelayan di sini punya tradisi. Dengan adanya pemerintahan di sini, mereka bisa menjunjung tinggi suatu tradisi, ini yang selalu saya sampaikan,&#8221; katanya.</p>
<p>Dengan adanya wakil rakyat, lanjut Kadar Lusman, mereka merasa bombong dan bangga, sehingga mereka tidak merasa berat dalam memelihara budaya seperti yang dilakukan saat ini dalam setiap tahunnya.</p>
<p>Sementara itu Eko Agus Padang Hariyanto, Camat Tugu menyebut, dalam festival tunas bahari 2025 ini melibatkan perusahaan CSR, diantaranya dari BPR BKK Jateng dan Pertamina Patra Niaga.</p>
<p>&#8220;Sedekah laut ini tidak hanya seremoni dalam ritual tahunan, tetapi sebagai upaya kami dalam memberdayakan nelayan. Nelayan apabila dibantu pemerintah mereka akan senang, sehingga pemerintah akan membantu dan memberdayakan para nelayan,&#8221; terangnya.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/07/22/wakil-wali-kota-semarang-ajang-tahunan-festival-tunas-bahari-2025-di-mangunharjo-nguri-uri-budaya">Wakil Wali Kota Semarang: Ajang Tahunan Festival Tunas Bahari 2025 di Mangunharjo Nguri-uri Budaya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>HNSI Batang Ajak Nelayan Daftar BPJS Ketenagakerjaan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/06/13/hnsi-batang-ajak-nelayan-daftar-bpjs-ketenagakerjaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2025 16:19:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Batang]]></category>
		<category><![CDATA[bpjs]]></category>
		<category><![CDATA[hnsi]]></category>
		<category><![CDATA[ketenagakerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=479029</guid>

					<description><![CDATA[<p>BATANG (SUARABARU.ID) &#8211; Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batang Haryo Wicaksono Yudho Prabowo kembali menyerahkan klaim Jaminan Kematian (JKM) untuk ahli waris dari nelayan di Kabupaten Batang yang meninggal dunia saat melaksanakan aktivitasnya di laut. “Pemberian santunan JKM merupakan bagian dari bentuk pertanggung jawaban Pemerintah bersama BPJS Ketenagakerjaan kepada para peserta yang mengalami kecelakaan ataupun [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/13/hnsi-batang-ajak-nelayan-daftar-bpjs-ketenagakerjaan">HNSI Batang Ajak Nelayan Daftar BPJS Ketenagakerjaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BATANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batang Haryo Wicaksono Yudho Prabowo kembali menyerahkan klaim Jaminan Kematian (JKM) untuk ahli waris dari nelayan di Kabupaten Batang yang meninggal dunia saat melaksanakan aktivitasnya di laut.</p>
<p>“Pemberian santunan JKM merupakan bagian dari bentuk pertanggung jawaban Pemerintah bersama BPJS Ketenagakerjaan kepada para peserta yang mengalami kecelakaan ataupun bahkan meninggal dunia saat bekerja. Salah satunya kepada nelayan kecil,” katanya usai menyerahkan santunan di Kantor Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Batang, Kabupaten Batang, Jumat (13/6/2025).</p>
<p>Haryo Wicaksono juga mengimbau, agar nelayan yang belum tercover mendaftarkan diri ke BPJS Ketenagakerjaan. Kami juga memberikan pelayanan yang optimal bagi nelayan di Batang. cuma memang untuk saat ini, sebagian besar belum terlindungi dan ini tentu saja masih menjadi PR kami.</p>
<p>“Harapannya dengan kegiatan ini, setidaknya akan menyadarkan kesadaran masyarakat nelayan di Kabupaten Batang. Karena manfaat yang didapatkan dibanding dengan iuarannya itu sangat besar,” jelasnya.</p>
<p>Memang sedih, tapi inilah yang negara bisa berikan untuk nelayan yang mengalami kecelakaan atau bahkan sampai meninggal dunia, dan mereka tercatat sebagai peserta aktif BPJS.</p>
<p>Ia juga menyebutkan bahwa, cukup iuran Rp 16.800,00 mendapatkan layanan JKM dan Jaminan Kecelakaan (JKK). Dengan perlindungan JKM dan JKK, apabila korban meninggal ahli waris memperoleh santuna sebesar Rp 42 juta, serta anak bisa mendapatkan beasiswa.</p>
<p>Sementara itu, Ketua HNSI Batang Teguh Tarmujo menambahkan, fakta di lapangan tentang jumlah nelayan di Kabupaten Batang yang tercover atau yang ikut kepesertaan di BPJS tenaga kerja itu memang belum signifikan, karena memang itu menjadi tantangan besar bagi BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Batang untuk bisa meningkatkan jumlah kepesertaan itu.</p>
<p>“Sebagai organisasi, profesi kita punya kewajiban untuk bisa memberikan perlindungan dalam bentuk kepesertaan di BPJS Ketenagakerjaan. Ini memang realitanya, kita masih belum maksimal, karena memang di beberapa kesempatan itu terhalang oleh kesadaran dari nelayan itu sendiri untuk bisa mengikutkan ABK-nya itu di BPJS Ketenagakerjaan.</p>
<p>Harapannya, pada hari ini ketika ada dari pihak BPJS Ketenagakerjaan cabang Batang memberikan santunan kematian dan beasiswa untuk ahli waris nelayan yang kemarin mengalami kecelakaan kerja, bisa menjadi contoh bagi nelayan lain di Kabupaten Batang betapa berharganya ketika mereka bisa diikutkan kepesertaan di BPJS Ketenagakerjaan.</p>
<p>“Prinsipnya kita ingin perlindungan, jadi seperti peribahasa ‘sedia payung sebelum hujan’. Yang namanya kecelakaan kerja atau meninggal itu tentu tidak kita harapkan, tetapi balik lagi profesi nelayan itu adalah profesi dengan tingkat risiko yang tertinggi, harapannya ketika mereka beraktivitas ada perlindungan dalam bentuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan,” terangnya.</p>
<p>Teguh juga menyebutkan, ada sekitar 5.000 nelayan sudah tercover BPJS Ketenagakerjaan, sedangkan jumlah real nelayan di Kabupaten Batang hampir 10.000 jadi masih kisaran 50%.</p>
<p>“Itu menjadi tantangan besar bagi kita dan mayoritas yang belum tercover BPJS itu adalah nelayan-nelayan kecil, dimana ketika mereka itu berangkat kerja itu kapalnya tidak memerlukan surat izin berlayar dan mereka memang tidak wajib untuk lapor ke Sabandar Perikanan,” pungkasnya.</p>
<p>Dalam acara tersebut, BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan JKM kepada ahli warisYuli Setyo Ningrum (Rp224 juta) dan Dayonah (Rp70 juta), termasuk beasiswa bagi anak-anak mereka. Langkah ini diharapkan mempercepat pengurangan kemiskinan dan menciptakan kesejahteraan berkelanjutan di Batang.</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/13/hnsi-batang-ajak-nelayan-daftar-bpjs-ketenagakerjaan">HNSI Batang Ajak Nelayan Daftar BPJS Ketenagakerjaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>OJK Tegal Edukasi Keuangan Nelayan Rajungan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/02/28/ojk-tegal-edukasi-keuangan-nelayan-rajungan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Feb 2025 13:45:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[OJK]]></category>
		<category><![CDATA[tegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=463169</guid>

					<description><![CDATA[<p>TEGAL (SUARABARU ID) &#8211; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal menyelenggarakan edukasi keuangan dalam rangkaian Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) dengan tema &#8216;Nelayan Tangkap Rajungan, Cerdas Kelola Keuangan&#8217; di Aula Desa Bojongsana, Kabupaten Tegal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat khususnya nelayan rajungan. &#8220;Ketika nelayan mampu melaut dan memiliki penghasilan, maka sebaiknya ada penghasilan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/28/ojk-tegal-edukasi-keuangan-nelayan-rajungan">OJK Tegal Edukasi Keuangan Nelayan Rajungan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TEGAL (SUARABARU ID)</strong> &#8211; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal menyelenggarakan edukasi keuangan dalam rangkaian Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) dengan tema &#8216;Nelayan Tangkap Rajungan, Cerdas Kelola Keuangan&#8217; di Aula Desa Bojongsana, Kabupaten Tegal.</p>
<p>Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat khususnya nelayan rajungan. &#8220;Ketika nelayan mampu melaut dan memiliki penghasilan, maka sebaiknya ada penghasilan yang ditabung. Pengelolaan keuangan dengan baik pun menjadi hal yang perlu untuk dilakukan sejak dini. Karena ketika nelayan tidak bisa melaut, penghasilan dalam tabungan atau investasi yang dimiliki dapat digunakan untuk biaya hidup. Nelayan dapat memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan yang telah berizin dan diawasi OJK,” kata Kepala OJK Tegal Noviyanto Utomo, Kamis (27/02/2025).</p>
<p>Rajungan merupakan salah satu alternatif komoditas unggulan Jawa Tengah yang tengah dikembangkan karena memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan.</p>
<p>Jumlah produksi rajungan di Kabupaten Tegal selama Tahun 2024 tercatat sebanyak 549.925 Kilogram dengan nilai produksi mencapai Rp 32 milyar atau terbesar kedua setelah nilai produksi rajungan di Kabupaten Demak. Namun demikian, produksi rajungan yang besar tersebut dinilai tidak sebanding dengan tingkat kesejahteraan nelayan karena beberapa faktor, diantaranya lemahnya pengelolaan keuangan dan ketergantungan para nelayan terhadap tengkulak atau pengijon. Hal ini mendorong OJK Tegal dan Dinas Perikanan Kabupaten Tegal untuk bersinergi menyelenggarakan pendampingan dan edukasi keuangan GENCARKAN kepada para nelayan rajungan.</p>
<p>Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tegal yang diwakili Kepala Bidang Perikanan, Imam Sugiarto menyampaikan bahwa profesi nelayan tangkap rajungan merupakan mata pencaharian yang telah ada di pesisir Kabupaten Tegal sejak dulu.</p>
<p>&#8220;Rajungan memiliki potensi ekonomi yang besar di wilayah Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal, namun sebagian besar nelayan masih terikat dengan plele (tengkulak atau pengijon). Kami mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada OJK Tegal karena telah memberi perhatian kepada nelayan khususnya dalam upaya lepas dari ketergantungannya terhadap plele. Dengan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan nelayan, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi nelayan di masa yang akan datang,” kata Imam.</p>
<p>Ikut hadir 130 nelayan rajungan. Selain kegiatan sosialisasi dan edukasi keuangan, OJK Tegal juga membuka layanan permintaan data Informasi Debitur(IDEB) Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) on-site bagi nelayan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan nelayan tentang keberadaan data SLIK dan kegunaannya.</p>
<p>Pada kegiatan tersebut dilakukan pemberian santunan kepada dua ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk kehadiran negara dalam pemberian jaminan sosial kepada nelayan.</p>
<p>Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Tegal, Endah Rahmawati menyerahkan secara langsung santuman dimaksud dengan total nilai santunan sebesar Rp 112.000.000. Santunan diberikan atas jaminan kecelakaan kerja almarhum Khakimul Umam dan jaminan kematian almarhum Agus Wahid.</p>
<p><strong>Sutrisno</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/28/ojk-tegal-edukasi-keuangan-nelayan-rajungan">OJK Tegal Edukasi Keuangan Nelayan Rajungan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tim SAR Evakuasi 3 Nelayan yang Terombang-ambing di Pantai Beringin Jepara</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/01/09/tim-sar-evakuasi-3-nelayan-yang-terombang-ambing-di-pantai-beringin-jepara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jan 2025 05:05:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Evakuasi]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[tim sar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=455504</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Sebuah kapal penangkap ikan jenis sopek asal Beringin Jepara dilaporkan mati mesin sekira satu mil dari Pantai Beringin Jepara. Sopek yang diawaki tiga orang nelayan yakni Sukmari (44), Rofek (35), dan Jamal (37) asal Kabupaten Tegal tersebut diketahui mulai melaut pada Selasa (7/1/2025) malam pukul 19.00 WIB. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/01/09/tim-sar-evakuasi-3-nelayan-yang-terombang-ambing-di-pantai-beringin-jepara">Tim SAR Evakuasi 3 Nelayan yang Terombang-ambing di Pantai Beringin Jepara</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Sebuah kapal penangkap ikan jenis sopek asal Beringin Jepara dilaporkan mati mesin sekira satu mil dari Pantai Beringin Jepara.</p>
<p>Sopek yang diawaki tiga orang nelayan yakni Sukmari (44), Rofek (35), dan Jamal (37) asal Kabupaten Tegal tersebut diketahui mulai melaut pada Selasa (7/1/2025) malam pukul 19.00 WIB.</p>
<p>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Budiono menyampaikan, pada Rabu pagi (8/1/2025) pukul 06.30 WIB saat hendak kembali ke dermaga, mesin kapal sopek itu mendadak mati hingga membuat ketiga nelayan itu kebingungan karena tidak ada yang menguasai permesinan.</p>
<p>&#8220;Mesin perahu mati dan tidak ada yang bisa menghidupkannya, sehingga mereka terombang-ambing di lautan dan akhirnya meminta bantuan,&#8221; terang Budiono.</p>
<p>Perahu sopek tersebut diduga mati mesin karena kemasukan air akibat ombak besar. Sukmari yang tidak bisa berbuat apa-apa akhirnya menghubungi pemilik kapal yang tak lain adalah saudaranya sendiri (Sukmari).</p>
<p>Atas informasi tersebut Budiono kemudian menerjunkan satu tim rescue dari Pos SAR Jepara untuk melakukan evakuasi. Menurutnya, evakuasi diperlukan karena meskipun hanya berjarak satu mill dari pantai, namun kondisi para ABK sendiri sudah lemas dan tidak ada kekuatan untuk mendayung perahu ke pantai karena harus melawan ombak besar.</p>
<p>Akhirnya dengan menggunakan perahu karet, tim Pos SAR Jepara berhasil mencapai perahu sopek dan mengevakuasi ketiga nelayan tersebut. Sedangkan perahu sopek itu ditangani oleh teknisi mesin yang sebelumnya juga ikut dalam perahu karet.</p>
<p>&#8220;Proses penjemputan kurang lebih 3 jam, saat itu kondisi ketiga nelayan sudah lemas karena kelelahan setelah melaut semalaman. Ketiganya kami evakuasi ke Pantai Beringin, sedangkan perahunya dibawa teknisi ke Dermaga Beringin,&#8221; kata Budiono.</p>
<p>“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya nelayan, untuk lebih waspada terhadap kondisi cuaca sebelum melaut, guna menghindari insiden serupa,” tambah Budiono</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/01/09/tim-sar-evakuasi-3-nelayan-yang-terombang-ambing-di-pantai-beringin-jepara">Tim SAR Evakuasi 3 Nelayan yang Terombang-ambing di Pantai Beringin Jepara</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nelayan Terdampak Kebakaran di Pelauhan Tegal Dapat Bantuan 480 Paket Sembako</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/12/31/nelayan-terdampak-kebakaran-di-pelauhan-tegal-dapat-bantuan-480-paket-sembako</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Dec 2024 09:21:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[tegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=454400</guid>

					<description><![CDATA[<p>TEGAL (SUARABARU.ID) &#8211; Nelayan yang terdampak akibat 24 kapal terbakar di Pelabuhan Tegal pada Jumat (27/12/2024) lalu mendapat bantuan 480 paket sembako dari Pemerintah Kota Tegal. Bantuan paket sembako diberikan secara simbolis oleh Pj Wali Kota Tegal drg Agus Dwi Sulistyantono MM kepada sejumlah perwakilan nelayan di KUD Karya Mina Kota Tegal, Senin (30/12/2024). Ikut [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/12/31/nelayan-terdampak-kebakaran-di-pelauhan-tegal-dapat-bantuan-480-paket-sembako">Nelayan Terdampak Kebakaran di Pelauhan Tegal Dapat Bantuan 480 Paket Sembako</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TEGAL (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Nelayan yang terdampak akibat 24 kapal terbakar di Pelabuhan Tegal pada Jumat (27/12/2024) lalu mendapat bantuan 480 paket sembako dari Pemerintah Kota Tegal.</p>
<p>Bantuan paket sembako diberikan secara simbolis oleh Pj Wali Kota Tegal drg Agus Dwi Sulistyantono MM kepada sejumlah perwakilan nelayan di KUD Karya Mina Kota Tegal, Senin (30/12/2024).</p>
<p>Ikut hadir Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro ST, Danlanal Tegal Letkol Laut (P) Rizki Purnama Putra, Dandim 0712/Tegal Letkol Inf Suratman S.IP M.IP, perwakilan Forkopimda, Pj Sekretaris Daerah Kota Tegal Sartono Eko Saputro S.STP, Perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Pertanian dan Pangan (DKP3) Kota Tegal, Ketua HNSI Provinsi Jawa Tengah H Riswanto, dan Ketua HNSI Kota Tegal, H Eko Susanto.</p>
<p>Dalam sambutannya, Pj Wali Kota Tegal menyampaikan rasa prihatin atas musibah terbakarnya 24 kapal di Tahun 2024 ini.</p>
<p>&#8220;Semoga diberikan ketabahan bagi para korban kebakaran kapal. Kebakaran ini menjadi pelajaran bagi kita semua, karena kejadian ini menjadi introspeksi dan membuka diri untuk adanya solusi, agar ada kerja sama,&#8221; ujar Agus Dwi.</p>
<p>Agus Dwi berharap dengan adanya musibah tersebut, nantinya ada solusi ke depan agar hal serupa dapat dicegah. &#8220;Tahun ini 24 kapal (terbakar). Kita harus ada langkah yang berbeda yang harus disepakati, bagaimana mengatur parkirnya (kapal), mengatur hal lainnya. Adanya koordinasi antar pemilik kapal, saya mengajak duduk bersama untuk mencari solusi yang konkret sehingga nantinya ke depan tidak ada kebakaran lagi,&#8221; tambah Agus Dwi.</p>
<p>Pj Wali Kota Tegal juga mengapresiasi semua pihak yang telah bergotong royong dalam penanganan kebakaran kapal. &#8220;Apresiasi kepada unsur Lanal, Polresta, Kodim, Nelayan, BNPB, relawan, dan elemen yang sudah ikut terlibat saat kejadian. Respons cepat juga membantu meminimalisasi dampak musibah yang ada,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Kepada awak media, Agus Dwi menjelaskan bahwa total ada 480 paket sembako yang disalurkan kepada warga masyarakat yang terdampak akibat kebakaran kapal. &#8220;Meliputi pemilik kapal, para pekerja, pengurus, nahkoda, dan mereka yang mendapat manfaat setiap hari dari proses perikanan yang ada di dalam kegiatan kapal tersebut, termasuk mereka yang mengais sisa-sisa ikan yang tidak terpakai atau sebagainya, termasuk para pedagang di sekitar lokasi,&#8221; jelas Agus Dwi.</p>
<p>Lebih lanjut, Agus Dwi mengatakan bahwa untuk jangka panjang, pencegahan kebakaran kapal akan dilakukan koordinasi dengan berbagai unsur. &#8220;Berikutnya sedang dikoordinasikan dari teman-teman Lanal, PSOP (Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan), dari Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Kota, semua yang akan membantu untuk mengkomunikasikan kepada pemilik kapal dan nelayan,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Salah satu pengurus kapal yang terdampak, Fatur (46) menyampaikan bantuan sembako dari Pemerintah Kota Tegal dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. &#8220;Kita berharap infrastruktur, terutama keselamatan di pelabuhan, diperbaiki. Damkar (pemadam kebakaran), APAR (Alat Pemadam Api Ringan) yang ada di pojok-pojok pelabuhan, APAR yang besar selalu  diadakan, ada pengaturan kembali pengelolaan kapal di pelabuhan,&#8221; pinta Fatur.</p>
<p><strong>Sutrisno</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/12/31/nelayan-terdampak-kebakaran-di-pelauhan-tegal-dapat-bantuan-480-paket-sembako">Nelayan Terdampak Kebakaran di Pelauhan Tegal Dapat Bantuan 480 Paket Sembako</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ribuan Nelayan Kota Tegal Tolak Kebijakan Penangkapan Ikan Terukur</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/10/17/ribuan-nelayan-kota-tegal-tolak-kebijakan-penangkapan-ikan-terukur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Oct 2024 02:40:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[kota-tegal]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[unjuk rasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=441526</guid>

					<description><![CDATA[<p>TEGAL (SUARABARU.ID) &#8211; Ribuan nelayan yang menamakan Forum Komunikasi Nasional Nelayan Jaring Tarik Berkantong (FKN2JTK) Kota Tegal melakukan aksi turun ke jalan pada, Rabu (16/10/2024). FKN2JTK Kota Tegal melakukan aksi turun ke jalan untuk menolak kebijakan pemerintah terkait Penangkapan Ikan Terukur (PIT). Sambil membawa spanduk dengan berbagai tulisan kecaman, aksi dimulai dari kawasan Pelabuhan Perikanan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/17/ribuan-nelayan-kota-tegal-tolak-kebijakan-penangkapan-ikan-terukur">Ribuan Nelayan Kota Tegal Tolak Kebijakan Penangkapan Ikan Terukur</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TEGAL (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Ribuan nelayan yang menamakan Forum Komunikasi Nasional Nelayan Jaring Tarik Berkantong (FKN2JTK) Kota Tegal melakukan aksi turun ke jalan pada, Rabu (16/10/2024).</p>
<p>FKN2JTK Kota Tegal melakukan aksi turun ke jalan untuk menolak kebijakan pemerintah terkait Penangkapan Ikan Terukur (PIT).</p>
<p>Sambil membawa spanduk dengan berbagai tulisan kecaman, aksi dimulai dari kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai Jongor, Tegalsari, Kota Tegal. Selanjutnya para nelayan  melakukan long march melewati Jalan Lingkar Utara (Jalingkut) hingga tidak difungsikan selama hampir tiga puluh menit.</p>
<p>Terlihat Kapolres Tegal Kota AKBP Rully Thomas ikut long march bersama mengawal langsung jalannya aksi.</p>
<p>Tiba di halaman Gedung DPRD Kota Tegal, koordinator aksi yang Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Tengah, H Riswanto melakukan orasi membakar semangat.</p>
<p>Koordinator aksi H Riswanto menjelaskan, sedikitnya ada sepuluh tuntutan yang akan disampaikan seperti penolakan penangkapan terukur terkait dengan zona, kuota, sistem kontrak, migrasi kapal kecil yang melaut di atas 12 Mil.</p>
<p>Aksi murni tidak ada kepentingan, tidak ada tendensi apapun. &#8220;Kami menyampaikan aspirasi karena persoalannya sudah lama, namun solusinya jangka pendek yang diterima dan bertepatan dengan Pilkada,&#8221; ujar Riswanto.</p>
<p>Aksi kata Riswanto tidak ada untuk kepentingan politik atau kepentingan Pilkada. &#8220;Aksi murni persoalan nelayan,&#8221; tegas Riswanto.</p>
<p>Sepuluh perwakilan pemilik kapal diterima oleh Pj Wali Kota Tegal, Dadang Somantri, Sekda Kota Tegal, drg Agus, Ketua DPRD Kota Tegal sementara Sutari SH MH, dan Kapolres Tegal Kota AKBP Rully Thomas menjadi mediasi.</p>
<p>Usai melakukan tandatangan kesepakatan bersama, Pj Wali Kota Tegal Dadang Somantri berjanji akan meneruskan aspirasi para nelayan Kota Tegal.</p>
<p>Pj Wali Kota Dadang Somantri memahami apa yang dirasakan oleh para nelayan Kota Tegal. &#8220;Kami akan meneruskan aspirasi nelayan ke pemerintah pusat,&#8221; ucap Dadang.</p>
<p>Hal yang sama disampaikan Ketua DPRD Kota Tegal sementara Sutari. Pihaknya akan mengawal aspirasi dari para nelayan Kota Tegal yang selama terbebani oleh kebijakan yang tidak memihak kepada nelayan.</p>
<p>Kapolres Tegal Kota AKBP Rully Thomas mengaku apresiasi kepada para nelayan pelaku aksi yang menyalurkan aspirasi dengan damai, tertib tanpa ekses.</p>
<p>&#8220;Kami dari Polres Tegal Kota menyampaikan berterimakasih kepada seluruh pihak atas kerjasama yang baik sehingga kegiatan rekan-rekan nelayan menyalurkan aspirasinya tersampaikan dengan damai, dengan baik, tertib dan aman,&#8221; Ucap Kapolres.</p>
<p><strong>Sutrisno</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/17/ribuan-nelayan-kota-tegal-tolak-kebijakan-penangkapan-ikan-terukur">Ribuan Nelayan Kota Tegal Tolak Kebijakan Penangkapan Ikan Terukur</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ratusan Nelayan Kota Tegal Geruduk Kantor PPP Jongor Tolak PIT</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/09/04/ratusan-nelayan-kota-tegal-gerudug-kantor-ppp-jongor-tolak-pit</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Sep 2024 12:54:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[demo]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[pit]]></category>
		<category><![CDATA[tegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=434634</guid>

					<description><![CDATA[<p>TEGAL (SUARABARU.ID) &#8211; Sedikitnya 200 pemilik kapal di Kota Tegal, Jawa Tengah, menggeruduk Kantor Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Jongor Tegalsari, Kota Tegal, menolak kebijakan atas Penangkapan Ikan Terukur (PIT), Rabu (4/9/2024). Ratusan masa nelayan Kota Tegal tiba-tiba merangsek saat ada acara diskusi Focus Group Discussion (FGD) di Aula yang sedang berlangsung di PPP Jongor. Tak [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/09/04/ratusan-nelayan-kota-tegal-gerudug-kantor-ppp-jongor-tolak-pit">Ratusan Nelayan Kota Tegal Geruduk Kantor PPP Jongor Tolak PIT</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TEGAL (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Sedikitnya 200 pemilik kapal di Kota Tegal, Jawa Tengah, menggeruduk Kantor Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Jongor Tegalsari, Kota Tegal, menolak kebijakan atas Penangkapan Ikan Terukur (PIT), Rabu (4/9/2024).</p>
<p>Ratusan masa nelayan Kota Tegal tiba-tiba merangsek saat ada acara diskusi Focus Group Discussion (FGD) di Aula yang sedang berlangsung di PPP Jongor. Tak pelak para narasumber dan peserta diskusi tak bisa berbuat banyak saat massa merangsek masuk dengan membawa poster berbagai tulisan menolak PIT.</p>
<p>Perwakilan pemilik kapal nelayan Kota Tegal, Tegar Prasetyo menuntut sistem PIT dibatalkan. Alasannya PIT tidak memihak terhadap nelayan. Sebaliknya PIT menyusahkan nelayan.</p>
<p>&#8220;PIT bisa menjadi akan KKN sebab diadakan sistem kuota, yaitu orang yang bermodal besar terutama investor asing bisa membeli kuota atau sistem jual beli kuota secara ilegal,&#8221; ucap Tegar.</p>
<p>Tegar minta zonasi dibebaskan, minimal berdampingan antara 711 dan 712. Tuntutan kedua masalah BBM agar ada harga khusus untuk nelayan. Selanjutnya Tegar minta supaya sanksi denda dihapuskan. &#8220;Karena denda 1.000 persen itu sangat memberatkan, mencekik nelayan. Kami nelayan Kota Tegal dan sekitarnya menolak PIT,&#8221; pekik Tegar.</p>
<p>Kepala Kantor PPP Jongor Kota Tegal, Tuti Suprianti menyampaikan, sebenarnya kegiatan ini dari Biro Isda Provinsi Jawa Tengah terkait berkelanjutan dari PIT.</p>
<p>Hal tersebut kata Tuti memang merupakan yang riskan karena tuntutan dari nelayan belum klop dengan kebijakan dari Kementrian Kelautan. &#8220;Kami hanya kebetulan ketempatan lokasinya di PPP Jongor,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut Tuti aspirasi nelayan tersebut sudah lama disampaikan, tetapi dari pemerintah pusat belum ada tindak lanjut atas tuntutan mereka. &#8220;Itu mungkin pemicunya. Kami tidak menyangka ada aksi ini. Karena pembahasannya terkait PIT yang salah satu narasumber dari Staf Kementrian Kelautan. Jadi mereka spontan,&#8221; ucap Tuti.</p>
<p>Hal senada disampaikan dari Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah, Fendiawan Isiantoro, yang mengaku kaget kedatangan ratusan nelayan yang tiba-tiba datang saat berlangsung acara FGD.</p>
<p>Merespon aksi massa, menurut Fendiawan tidak apa-apa, meskipun merasa kaget. &#8220;Kita terima keluhan mereka dan mudah-mudahan cepat direspon pemerintah agar para nelayan bisa melaut,&#8221; tutup Fendiawan.</p>
<p>Aksi masa nelayan mereda dan membubarkan diri dengan tertib setelah ditemui oleh Kepala Kantor PPP Jongor Kota Tegal, Tuti Suprianti bersama Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah, Fendiawan Isiantoro. Sepanjang aksi masa nelayan mendapat pengawalan dari jajaran Polres Tegal Kota.</p>
<p><strong>Sutrisno</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/09/04/ratusan-nelayan-kota-tegal-gerudug-kantor-ppp-jongor-tolak-pit">Ratusan Nelayan Kota Tegal Geruduk Kantor PPP Jongor Tolak PIT</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>