JEPARA (SUARABARU.ID) – Siswa-siswi SMK Bakti Praja Jepara kembali menunjukkan kreativitas dan semangat berkaryanya melalui kegiatan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) yang di tahun ini membuat video features yang dilaksanakan di Ruangan Broadcasting SMK pada 9 Februari 2026.
“Kegiatan ini adalah salah satu agenda tahunan untuk jurusan broadcasting dan perfilman di SMK Bakti Praja, tujuaanya adalah meningkatkan keterampilan kerja, komunikasi, dan kreativitas.” Ujar Eti Dwi Ariyani selaku Guru Pembina.
Eti menyampaikan bahwa kegiatan ini wajib diikuti oleh Siswa kelas 12 sebagai Tugas Ahir (TA) sekaligus menjadi wadah bagi murid untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang broadcasting, video maker dan perfilman. Kali ini sekolah mengundang penilai professional dari luar sekolah Warih Bayu Wicaksana yang juga dosen Universitas Muria Kudus pengampu mata kuliah Sinematografi, Konten Kreator Ekologi Sastra serta Linguistik Fungsional.

Proses produksi film melibatkan siswa dari jurusan Produksi dan Siaran Program Televisi (PSPT). Para siswa memulai dengan tahap penulisan naskah, penyusunan konsep, pengambilan gambar, hingga proses editing yang dilakukan secara mandiri. Video yang diproduksi mengangkat tema yang ada di sekitar Jepara. Proses pengambilan gambar dilakukan di beberapa lokasi bahkan ada yang melakukan pengambilan video di beberapa kedai kopi.
PSPT sendiri adalah salah satu jurusan andalan SMK Bakti Praja yang telah mengikuti berbagai lomba dan tercatat masuk dalam 10 terbaik dalam Lomba Kimpetensi Siswa provinsi 2020/2021. Jurusan yang telah ada sejak tahun 2002 telah meluluskan sekitar 21 lulusan yang tercatat sudah bekerja di bidang Jurnalistik, Radio, Video Maker, Konten Kreator bahkan banyak yang membuat film pendek secara mandiri.
Video Feature hasil karya UKK ini telah ditayangkan pada moment Penilaian UKK serta direncanakan akan ada publikasi melalui media sosial resmi SMK Bakti Praja Jepara agar dapat dinikmati oleh seluruh warga sekolah dan masyarakat luas.
“Dengan adanya kegiatan ini, harapan kedepannya siswa yang lulus sangat perlu melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi yang relevan dengan bidang Broadcasting sebagai sebuah jembatan untuk karir kedepan. Atausetidaknya setelah mendapatkan ilmu di SMK, minimal teman2 bisa menjadi konten kreator profesional yang bisa menerapkan ilmu2 broadcastingnya.” Pungkas Warih Bayu setelah melaksanakan kegiatan penilaian.
Septiana W













