<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>menoreh Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/menoreh/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Jan 2025 22:28:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>menoreh Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Naik KA Tawang Jaya, Menoreh dan Kamandaka Kini Lebih Nyaman lho.. Fasilitas Makin Lengkap! </title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/01/18/naik-ka-tawang-jaya-menoreh-dan-kamandaka-kini-lebih-nyaman-lho-fasilitas-lebih-lengkap</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jan 2025 22:21:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Fasilitas lengkap]]></category>
		<category><![CDATA[KA Tawang Jaya]]></category>
		<category><![CDATA[kai]]></category>
		<category><![CDATA[kamandaka]]></category>
		<category><![CDATA[menoreh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=456763</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus berinovasi meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Salah satu upaya terbaru adalah dengan melakukan perubahan sarana pada tiga kereta api, yaitu KA Tawang Jaya, KA Menoreh, dan KA Kamandaka, yang mulai resmi beroperasi dengan sarana baru yang lebih modern dan nyaman pada 16 Januari 2025. Manager Humas [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/01/18/naik-ka-tawang-jaya-menoreh-dan-kamandaka-kini-lebih-nyaman-lho-fasilitas-lebih-lengkap">Naik KA Tawang Jaya, Menoreh dan Kamandaka Kini Lebih Nyaman lho.. Fasilitas Makin Lengkap! </a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus berinovasi meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.</p>
<p>Salah satu upaya terbaru adalah dengan melakukan perubahan sarana pada tiga kereta api, yaitu KA Tawang Jaya, KA Menoreh, dan KA Kamandaka, yang mulai resmi beroperasi dengan sarana baru yang lebih modern dan nyaman pada 16 Januari 2025.</p>
<p>Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo menyampaikan, perubahan sarana ini untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih menyenangkan dan memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berkembang.</p>
<p>“Sejalan dengan komitmen KAI untuk selalu memberikan layanan terbaik, inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan perjalanan penumpang,” jelasnya, Jumat (17/1/2025).</p>
<p><strong>Perubahan sarana pada tiga kereta</strong></p>
<p>1. KA Tawang Jaya (Relasi Semarang Poncol – Pasar Senen PP)<br />
Sebelumnya menggunakan kereta ekonomi tegak berhadapan, kini berubah menjadi kereta ekonomi new image yang lebih modern dan nyaman.</p>
<p>2. KA Menoreh (Relasi Semarang Tawang Bank Jateng – Pasar Senen PP)<br />
Kereta ini sebelumnya menggunakan kereta ekonomi new generation, kini menjadi kereta kelas eksekutif mild steel dan kereta ekonomi new image yang lebih nyaman.</p>
<p>3. KA Kamandaka (Relasi Semarang Tawang Bank Jateng – Tegal – Cilacap PP)<br />
Sebelumnya menggunakan kereta ekonomi new image, kini menjadi kereta ekonomi new generation dengan fasilitas yang lebih baik.</p>
<p><strong>Fasilitas baru yang lebih nyaman</strong></p>
<p>Untuk memberikan kenyamanan lebih kepada penumpang, kereta yang baru dimodifikasi ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang lebih baik dan modern.</p>
<p>Untuk Kereta Ekonomi New Generation Modifikasi menyediakan 72 tempat duduk dengan kursi ergonomis yang dapat direbahkan (reclining seat) dan berputar (revolving seat), serta captain seat yang lebih nyaman. Selain itu, kursi pada kereta ini searah dengan laju kereta memberikan kenyamanan lebih saat perjalanan, serta legroom yang lebih luas, sehingga penumpang dapat lebih leluasa bergerak selama perjalanan.</p>
<p>Untuk Kereta Ekonomi New Image, menyediakan 80 tempat duduk dengan reclining seat yang dapat dimiringkan hingga 15 derajat. Setiap kursi dilengkapi dengan arm rest, AC central yang memberikan pendinginan merata, dan kursi yang berhadapan pada nomor 11-12 yang ideal untuk perjalanan bersama keluarga atau teman.</p>
<p>Franoto menambahkan, perubahan sarana ini merupakan bagian dari upaya KAI dalam menghadirkan transportasi kereta api yang lebih baik, lebih aman, dan lebih nyaman bagi masyarakat.</p>
<p>“Kami berharap masyarakat semakin tertarik menggunakan transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan tepat waktu. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan menghadirkan inovasi guna memenuhi kebutuhan pelanggan, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan penggunaan transportasi umum yang ramah lingkungan,” kata Franoto.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/01/18/naik-ka-tawang-jaya-menoreh-dan-kamandaka-kini-lebih-nyaman-lho-fasilitas-lebih-lengkap">Naik KA Tawang Jaya, Menoreh dan Kamandaka Kini Lebih Nyaman lho.. Fasilitas Makin Lengkap! </a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Punthuk Setumbu Lahan Bekas Angon Ternak, Tempat Rangga dan Cinta Menjalin Kasih</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/12/23/punthuk-setumbu-lanah-bekas-angon-ternak-tempat-rangga-dan-cinta-menjalin-kasih</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Dec 2024 13:45:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Ada Apa Dengan Cinta II]]></category>
		<category><![CDATA[Bukit Rhema]]></category>
		<category><![CDATA[Candi Borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[Dian Sastro Wardoyo]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja Ayam]]></category>
		<category><![CDATA[menoreh]]></category>
		<category><![CDATA[Nicholas Saputra]]></category>
		<category><![CDATA[punthuk setumbu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=453535</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID ( SUARABARU.ID)- Berkunjung ke Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, tidak selalu harus ke Candi Borobudur. Melainkan, sejumlah destinasi wisata  di sekitar kawasan candi peninggalan Dinasti Syailendra juga banyak,salah satunya Punthuk Setumbu, Destinasi wisata Punthuk Setumbu tersebut hanya berjarak yang berjarak sekitar  dua kilometer dan berada di sisi barat Candi Borobudur. Punthuk Setumbu  yang berada [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/12/23/punthuk-setumbu-lanah-bekas-angon-ternak-tempat-rangga-dan-cinta-menjalin-kasih">Punthuk Setumbu Lahan Bekas Angon Ternak, Tempat Rangga dan Cinta Menjalin Kasih</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID ( SUARABARU.ID)- Berkunjung ke Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, tidak selalu harus ke Candi Borobudur. Melainkan, sejumlah destinasi wisata  di sekitar kawasan candi peninggalan Dinasti Syailendra juga banyak,salah satunya Punthuk Setumbu,</p>
<p>Destinasi wisata Punthuk Setumbu tersebut hanya berjarak yang berjarak sekitar  dua kilometer dan berada di sisi barat Candi Borobudur. Punthuk Setumbu  yang berada di ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut  tersebut dikenalkan oleh  Suparno, salah satu fotografer senior Borobudur.</p>
<p>“Bukit Punthuk Setumbu ini pertama kali dikenalkan oleh Suparno, salah satu fotografer senior Borobudur di tahun 2006 silam. Ia mengenalkan Puntuk Setumbu melalui foto panorama Candi Borobudur saat matahari terbit, Kemudian foto tersebut menjadi juara dan keberadaan Punthuk Setumbu banyak dikunjungi orang,”kata Nuryazid, Kepala Dusun Kurahan, Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang Senin ( 23/12/2024).</p>
<figure id="attachment_453539" aria-describedby="caption-attachment-453539" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-453539" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/12/punthuk-setumbu-1.jpg" alt="punthuk setumbu" width="681" height="382" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/12/punthuk-setumbu-1.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/12/punthuk-setumbu-1-400x224.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/12/punthuk-setumbu-1-150x84.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-453539" class="wp-caption-text">Selain bisa menyaksikan keindahan Gunung Merapi dan Merbabu, dari sisi selatan Bukit Punthuk Setumbu, pengunjung juga bisa menyaksikan perbukitan Menoreh yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Foto: W, Cahyono</figcaption></figure>
<p>Nuryazid mengatakan . di tahun 2018 silam nama Punthuk Setumbu semakin meroket dan banyak dikunjungi wisatawan.Setelah bukit yang berjarak sekitar  dua kilometer dan berada di sisi barat Candi Borobudur, masuk dalam sebuah <em>scene </em>dalam film “Ada Apa Dengan Cinta II”.</p>
<p>Dalam salah adegan film tersebut Nicholas Saputra yang memerankan tokoh Rangga dan Dian Sastro Wardoyo (Cinta) di film tersebut Rangga menyebutkan  nama menyebutkan nama “Punthuk Setumbu” , di atas puncak objek wisata Gereja Ayam (Bukit Rhema) yang dijadikan salah satu lokasi syuting film tersebut . Gereja Ayam sendiri  di sisi timur laut  Punthuk Setumbu.</p>
<p>Baca juga :<span style="font-size: 12pt;"><a href="https://suarabaru.id/2024/12/23/warga-karangrejo-gelar-tradisi-sedekah-bumi-punthuk-setumbu">https://suarabaru.id/2024/12/23/warga-karangrejo-gelar-tradisi-sedekah-bumi-punthuk-setumbu</a></span></p>
<p>Ia menambahkan,untuk masuk ke objek wisata tersebut, para pengunjung harus  lebih dulu membayar tiket tanda masuk yang sangat terjangkau. Yakni,  Rp20.000 per orang untuk wisatawan nusantara dan Rp50.000 untuk wisatawan manca. Setiap harinya , jam operasional objek wisata tersebut dibuka mulai pukul 04.00 dini hari hingga 17.00 WIB.</p>
<p>Sedangkan untuk pengunjung yang membawa kendaraan pribadi akan dikenakan biaya parkir untuk  kendaraan roda dua Rp 30.000 dan Rp10.000 untuk mobil.</p>
<p>Adapun fasilitas yang bisa digunakan wisatawan beberapa spot foto yang instagramable seperti gardu pandang, ayunan langit dan  beberapa spot foto lainnya.</p>
<p>Ia menambahkan, dalam Bahasa Jawa, nama <em>punthuk</em> berarti gundukan atau bukit. Sedangkan <em>setumbu</em> mempunyai arti tempat nasi atau lainnya dalam ukuran besar dan  terbuat dari anyaman bambu.</p>
<p>Menurutnya,  tidak banyak orang  yang tidak mengetahui bila bukit yang  saat ini menjadi daya tarik wisatawan tersebut, dulunya merupakan tempat <em>angon</em> (mengembala) ternak ternak seperti kambing, sapi dan kerbau milik warga setempat.</p>
<p>“Dulu, Punthuk Setumbu ini dijadikan tempat untuk mengembala ternaknya oleh warga setempat. Karena,  di tempat tersebut banyak rumput dan agak luas,” kata Nuryazid yang juga Ketua Pengelola Obyek Wisata Punthuk Setumbu.</p>
<p>Ia mmenambahkan,  para sesepuh dusun setempat juga  pernah menyebut bila  Punthuk Setumbu tersebut merupakan sebuah harta karun. Ternyata, harta karun tersebut muncul sekarang dan menjadi daya  tarik wisata yang mendunia.</p>
<p>Dari puncak Punthuk Setumbu, para pengunjung bisa melihat dari kejauhan panorama hijau yang mengelilingi Candi Borobudur. Selain itu, bila cuaca mendukung bisa menyaksikan keindahan Gunung Merbabu dan Merapi di sebelah timur serta <em>sunrise</em> ( matahari terbit) di pagi hari.</p>
<p>Sedangkan, di sebelah selatan dan barat tampak menjulang tinggi perbukitan Menoreh yang berbatasan langsung dengan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.</p>
<p>Tidak jauh dari Punthuk Setumbu, wisatawan juga bisa melihat bagian belakang objek wisata Bukit Rhema atau yang juga dikenal dengan Gereja Ayam. W Cahyono</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/12/23/punthuk-setumbu-lanah-bekas-angon-ternak-tempat-rangga-dan-cinta-menjalin-kasih">Punthuk Setumbu Lahan Bekas Angon Ternak, Tempat Rangga dan Cinta Menjalin Kasih</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Festival Lima Gunung XXIII Digelar di Tiga Lokasi Berbeda</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/09/03/festival-lima-gunung-xxiii-digelar-di-tiga-lokasi-berbeda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Sep 2024 12:54:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[andong]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Banyusidi]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Krogowanan]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Munengwarangan]]></category>
		<category><![CDATA[Dusun Gejayan]]></category>
		<category><![CDATA[Dusun Keron]]></category>
		<category><![CDATA[Dusun Warangan]]></category>
		<category><![CDATA[festival lima gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Lima Gunung XXIII]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Pakis]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Sawangan]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Lima Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[menoreh]]></category>
		<category><![CDATA[merbabu]]></category>
		<category><![CDATA[sumbing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=434444</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)-  Komunitas Lima Gunung kembali menggelar  Festival Lima Gunung XXIII. Festival seni tersebut akan digelar di tiga lokasi berbeda. “Tahun ini, Festival Lima Gunung dilaksanakan di di lokasi berbeda. Yakni, di Dusun Warangan, Desa Munengwarangan, Kecamatan Pakis, Dusun Gejayan, Desa Banyusidi,Kecamatan Pakis dan Dusun Keron, Desa Krogowanan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang,”kata Ketua Komunitas [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/09/03/festival-lima-gunung-xxiii-digelar-di-tiga-lokasi-berbeda">Festival Lima Gunung XXIII Digelar di Tiga Lokasi Berbeda</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)-  Komunitas Lima Gunung kembali menggelar  Festival Lima Gunung XXIII. Festival seni tersebut akan digelar di tiga lokasi berbeda.</p>
<p>“Tahun ini, Festival Lima Gunung dilaksanakan di di lokasi berbeda. Yakni, di Dusun Warangan, Desa Munengwarangan, Kecamatan Pakis, Dusun Gejayan, Desa Banyusidi,Kecamatan Pakis dan Dusun Keron, Desa Krogowanan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang,”kata Ketua Komunitas Lima Gunung, Sujono, Selasa ( 3/9/2024).</p>
<p>Sujono mengatakan, hari pertama Festival Lima Gunung akan digelar di  Dusun Warangan hanya satu hari saja yakni 14 September, dilanjutkan di Desa Banyusidi pada  15 September.Kemudian saat digelar  di Dusun Keron akan berlangsung selama lima hari yakni mulai 25 hingga 29 September mendatang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya,  pada pergelaran Festival Lima Gunung nantinya akan diikuti ribuan seniman dari 125 kelompok kesenian dari berbagai daerah di Indonesia, seperti dari Aceh, Bali. Selain itu, juga akan sejumlah seniman dari luar negeri juga menyatakan ikut pada ajang seni budaya tersebut,  yakni dari  Meksiko dan Malaysia.</p>
<p>Sujono yang juga pimpinan Sangar Seni Saujana Keron, Sawangan menegaskan,  meskipun untuk menyukseskan acara tersebut memerlukan banyak biaya, pihaknya tidak menggandeng satupun sponsor baik dari kalangan pemerintah maupun swasta. Melainkan, swadaya masyarakat setempat.</p>
<p>“Para seniman Lima Gunung sudah sepakat dalam penyelenggaraan Festival Lima Gunung, tidak meminta bantuan sponsor baik dari pemerintah maupun swasta, meskipun untuk penyelenggarannya memerlukan anggaran yang tidak sedikit,”tandasnya.</p>
<p>Sujono menambahkan, untuk menyukseskan festival seni para petani gunung tersebut, saat ini masyarakat Dusun Keron sedang membuat seni instalasi yang terbuat dari <em>damen</em> (jerami padi), <em>klobot</em> ( kulit jagung), <em>tebon</em> ( pohon jagung yang sudah mengering) dan juga pohon cabai yang telah mati. Selain itu, pihaknya juga sedang menyiapkan dua panggung untuk pementasan.</p>
<p>Seni instalasi yang disiapkan tersebut dikerjakan oleh masyarakat setempat secara kerja bakti tiap malam dan berlangsung sejak awal Agustus lalu. Jerami,<em>tebo</em>n, <em>klobot</em> dan lainnya tersebut diambil dari berbagai tempat sekitarnya.</p>
<p>“Untuk membuat seni instalasi tersebut, kami telah menghabiskan 16 kwintal tebon, 20 kwintal pohon cabai mati.Sedangkan, damennya mencapai 6 kwintal. Karena, tidak kebutuhannya tidak mencukupi, terpaksan mencarinya hingga Kaliangkrik, Grabag dan lainnya,””imbuhnya.</p>
<p>Basrodin, salah satu warga  Dusun Keron mengaku senang Festival Lima Gunung XXIII yang mengambil tema “<em>Wolak Walik ing Zaman, Kelakone</em>” tersebut kembali digelar di Dusun Keron yang ada di lereng Gunung Merbabu. Sebelumnya, Dusun Keron pernah menjadi tuan rumah Festival Lima Gunung di tahun 2011 silam.</p>
<p>“Saya senang Festival Lima Gunung bisa kembali digelar di Dusun Keron, setelah 11 tahun menunggu kembali menjadi tuan rumah. Warga antusias bekerja bakti untuk menyukseskan festival tahunan ini,” kata Basrodin.</p>
<p>Festival Lima Gunung tersebut digelar oleh seniman petani gunung  yang tergabung dalam Komunitas Lima Gunung. Mereka berasal dari lereng Gunung Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing dan Menoreh. W. Cahyono</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/09/03/festival-lima-gunung-xxiii-digelar-di-tiga-lokasi-berbeda">Festival Lima Gunung XXIII Digelar di Tiga Lokasi Berbeda</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Permintaan Kolang-Kaling di Bulan Ramadan  Menurun</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/04/23/permintaan-kolang-kaling-di-bulan-ramadan-menurun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2021 03:09:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Bukit Menoreh]]></category>
		<category><![CDATA[kolang kaling]]></category>
		<category><![CDATA[menoreh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=165963</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Di bulan Ramadan seperti saat ini, biasanya  masyarakat membeli kolang-kaling  untuk dibuat kolak (minuman campuran antara gula Jawa dengan  santan) dan  yang biasa dikonsumsi saat berbuka puasa. Namun, permintaan kolang-kaling pada puasa Ramadan  tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Kalau tahun-tahun sebelumnya, di awal puasa banyak pedagang kolang-kaling yang datang untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/04/23/permintaan-kolang-kaling-di-bulan-ramadan-menurun">Permintaan Kolang-Kaling di Bulan Ramadan  Menurun</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Di bulan Ramadan seperti saat ini, biasanya  masyarakat membeli kolang-kaling  untuk dibuat kolak (minuman campuran antara gula Jawa dengan  santan) dan  yang biasa dikonsumsi saat berbuka puasa.</p>
<p>Namun, permintaan kolang-kaling pada puasa Ramadan  tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p>“Kalau tahun-tahun sebelumnya, di awal puasa banyak pedagang kolang-kaling yang datang untuk membeli. Namun, tahun ini hanya sedikit pedagang yang datang untuk membeli langsung dari para petani,” kata Widiasmoro, salah satu pengolah kolang-kaling di Dusun Sigabug, Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang .</p>
<p>Widiasmoro mengatakan, sepinya pedagang kolang-kaling yang membeli olahannya tersebut, tidak mematahkan semangat untuk mengolah biji dari pohon aren tersebut.</p>
<p>“Kalau dulu, saat awal puasa banyak pedagang yang sudah “nitip” uang untuk membeli kolang-kaling. Tetapi, di tahun ini sepi, tidak banyak pedagang yang datang,” katanya.</p>
<p>Menurutnya, menurunnya pembelian kolang-kaling tersebut diduga karena saat ini masih merebak wabah covid-19 dan orang-orang masih dilarang untuk berkumpul.</p>
<p>Untuk menjual hasil olahan kolang-kaling  tersebut, tidak sedikit masyarakat Dusun Sigabug menjual secara langsung  ke sejumlah pedagang di Pasar Dekso, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo, DIY.</p>
<p>Pengolah kolang-kaling lainnya Trimakno mengatakan, untuk mengatasi sepinya pedagang yang membeli langsung, dirinya mencoba memasarkan kolang-kaling secara online melalui grup whatsapp (WA).</p>
<p>“Untuk penjualan secara online pemesan ada yang dari sekitar yakni Borobudur, kemudian Godean, Sleman dan Gunungkidul. Ada yang memesan 20 kg maupun 50 kg,” katanya.</p>
<p>Menurutnya, penjualan secara online tersebut sangat membantu pemasaran kolang-kaling tersebut.</p>
<p>Ia menambahkan, harga jual kolang-kaling  di bulan puasa  ini mengalami kenaikan, dibandingkan dengan hari-hari biasanya.</p>
<p>Jika pada hari biasanya harganya berkisar Rp5.000 sampai Rp6.000 perkilogramnya, sedangkan saat puasa Ramadan seperti saat ini harganya mencapai Rp10.000 perkilogramnya.</p>
<p>Ia menambahkan, sebagian besar penduduk di Dusun Sigabug, Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, sebagai pengolah kolang-kaling.</p>
<p>Yakni, dari 25 KK yang tinggal di lereng perbukitan Menoreh dan berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Kulonprogo, DIY, sekitar 11 KK yang mengolah kolang-kaling.</p>
<p>Selain memetik sendiri dari lahan  yang ada di sekitarnya, masyarakat setempat  ada yang  membeli secara “tebasan”.</p>
<p>Yakni,  dari pemilik pohon aren  dari wilayah Kabupaten Kulonprogo, yang secara geografis berbatasan langsung dusun tersebut.</p>
<p>Sedangkan untuk memroses kolang-kaling tersebut memerlukan waktu yang cukup lama. Yakni, kolang-kaling yang dipetik dari pohon tersebut, kemudian dipangkasi dari pangkal batang dan  terus diolah dengan cara direbus.</p>
<p>Adapun prosesnya kolang-kaling yang masih ada kulitnya direbus selama 45 menit, kemudian mereka mengupasnya dengan menggunakan pisau.</p>
<p>Untuk menghasilkan kolang-kaling tersebut, tidak cukup direbus dan dikuliti. Melainkan hasil kupasan tersebut direndam di air beberapa hari hingga bersih. Setelah bersih, kolang-kaling baru siap diedarkan.  Yon</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/04/23/permintaan-kolang-kaling-di-bulan-ramadan-menurun">Permintaan Kolang-Kaling di Bulan Ramadan  Menurun</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masa Pandemi, Festival 5 Gunung Tanpa Penonton dari Luar Negeri</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/08/09/masa-pandemi-festival-5-gunung-tanpa-penonton-dari-luar-negeri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2020 11:04:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[andong]]></category>
		<category><![CDATA[borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[festival lima gunung]]></category>
		<category><![CDATA[mageelang]]></category>
		<category><![CDATA[menoreh]]></category>
		<category><![CDATA[merapi]]></category>
		<category><![CDATA[merbabu]]></category>
		<category><![CDATA[sumbing]]></category>
		<category><![CDATA[tanto mendut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=103782</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) - Pelaksanaan Festival Lima Gunung yang diselenggarakan para petani seniman yang tinggal di kawasan lima gunung di Kabupaten Magelang tahun, merupakan yang paling sederhana dan singkat.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/08/09/masa-pandemi-festival-5-gunung-tanpa-penonton-dari-luar-negeri">Masa Pandemi, Festival 5 Gunung Tanpa Penonton dari Luar Negeri</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211; </strong>Pelaksanaan Festival Lima Gunung yang diselenggarakan para petani seniman yang tinggal di kawasan lima gunung di Kabupaten Magelang tahun, merupakan yang paling sederhana dan singkat.</p>
<p>Festival Lima Gunung yang berlangsung Minggu, 9 Agustus 2020 ini yang memasuki  tahun ke-19. Festival dilaksanakan di di Dusun Krandegan, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Minggu (9/8).</p>
<p>“Bahkan tahun ini merupakan pentas FLG paling singkat yakni berdurasi sekitar dua jam saja. Biasanya dilaksanakan selama tiga hari dan berlangsung dari pagi hingga larut malam,” kata Ketua Komunitas 5 Gunung , Supadi Haryanto.</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga <a href="https://suarabaru.id/2020/08/09/festival-5-gunung-seniman-menari-di-atap-rumah-penduduk/">Festival 5 Gunung, Seniman Menari di Atap Rumah Penduduk</a></strong></span></p>
<p>Supadi mengatakan, selain dilaksanakan paling singkat, pentas kesenian dari lima gunung yakni Gunung Merapi, Merbabu, Andong, Menoreh, dan Sumbing  pada tahun ini tidak ada penonton yang berasal dari luar daerah dan luar negeri.</p>
<p>Menurutnya, selain membatasi jumlah penonton pihaknya juga membatasi  jumlah peserta yang hendak ikut pentas. Yakni,  hanya enam kesenian saja yang ditampilkan, dan semuanya berasal dari Komunitas Kesenian Krandegan Sumbing.</p>
<p>“Biasanya jumlah peserta mencapai ratusan grup kesenian  yang tidak hanya berasal dari Komunitas 5 Gunung saja, melainkan juga beberapa grup kesenian dari luar Jawa Tengah, luar Jawa bahkan mancanegara. Namun, karena adanya  pandemi Covid-19 ini , kami membatasi jumlah peserta dan penonton,” kata Supadi yang juga Ketua Komunitas Kesenian Andong.</p>
<p><strong>Taat Protokol Kesehatan</strong></p>
<p>Sebenarnya dengan pembatasan tersebut pihaknya merasa <em>gela</em> (kecewa,red), karena  tidak bisa berkumpul bersama dengan rekan-rekan kesenian  yang ada di Komunitas 5 Gunung. Namun, pihaknya tidak ingin melanggar protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah, khususnya larangan berkerumun.</p>
<p>“Kami sebagai seniman, tetap patuh dan taat para peraturan dari pemerintah. Kami bisa pentas saja sudah senang, meskipun jumlahnya  terbatas,’ imbuhnya.</p>
<p>Ia mengaku, dari empat dari lima komunitas kesenian yang ada  di Komunitas 5 Gunung tersebut, hanya menghadirkan satu hingga dua orang wakilnya saja. Selebihnya yang hadir dan mengisi acara dari pihak tuan rumah yakni Komunitas Krandegan Sumbing.</p>
<p>Supadi menambahkan, sebenarnya pihaknya beberapa waktu lalu akan melaksanakan  FLG ke-19 ini secara virtual. Namun, dengan berbagai macam pertimbangan  pesta kesenian tahunan petani di lima gunung tersebut  tetap dilaksanakan secara langsung dan dilangsungkan di Dusun Krandegan, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang.</p>
<p><strong>Mendadak</strong></p>
<p>Sementara itu,  Ketua Panitia Lokal FLG ke-19, Djawahir Sarwo Edhie mengatakan, pelaksanaan FLG ke-19 tersebut sebenarnya sudah dirancang  sejak beberapa bulan lalu. Namun, adanya pandemi covid-19 yang berkepanjangan, memaksa panitia mengubah acara yang telah dirancang semula.</p>
<p>“Sedangkan tanggal kepastian pelaksanaan FLG tahun ini sangat mendadak. Yakni, saya diberi tahu oleh Pak Tanto Mendut (Presiden Lima Gunung, red) pada Jumat 7 Agustus sekitar pukul 18.00 WIB,” katanya.</p>
<p>Sarwo Edhie menambahkan, meskipun dirinya diberi tahu secara mendadak, tetapi dirinya telah siap untuk menjadi tuan rumah. Dan, langsung  memutuskan  pentas enam kesenian yang ditampilkan tersebut dilaksanakan di atas dak atap rumah penduduk setempat.</p>
<p>Menurutnya, dirinya juga meminta bantuan dari beberapa anggota sebuah ormas dan linmas yang ada di Desa Sukomakmur untuk berjaga-jaga dan mencegah penonton dari  luar Dusun Krandegan menonton.</p>
<p>Selain itu,  dirinya juga menghimbau masyarakat Dusun Krandegan yang ingin menyaksikan pentas kesenian FLG ini untuk tidak berkerumun  dengan menyaksikan dari atap rumahnya dan selalu memakai masker bagi yang ingin mendekat ke panggung.</p>
<p>“Protokol kesehatan tetap kami terapkan, agar semuanya berjalan dengan aman dan lancar. Selain itu, kami ingin para seniman dari Komunitas 5 Gunung ini bisa menjadi contoh bagi lainnya. Yakni, tetap bisa pentas dan protokol kesehatan tetap dilaksanakan,” kata Sarwo Edhie yang juga Ketua Kesenian dari Komunitas Krandegan Sumbing ini.</p>
<p><strong>Yon-trs</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/08/09/masa-pandemi-festival-5-gunung-tanpa-penonton-dari-luar-negeri">Masa Pandemi, Festival 5 Gunung Tanpa Penonton dari Luar Negeri</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>