<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>macet Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/macet/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Apr 2026 05:17:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>macet Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Perkara Kredit Macet Sritex, 2 Pakar Hukum Sebut Bukan Ranah Pidana</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/04/08/perkara-kredit-macet-sritex-2-pakar-hukum-sebut-bukan-ranah-pidana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 05:17:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Bank DKI]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[BJB]]></category>
		<category><![CDATA[Chairul Huda]]></category>
		<category><![CDATA[Dian Puji Nugraha]]></category>
		<category><![CDATA[Iwan Kurniawan Lukminto.]]></category>
		<category><![CDATA[Iwan Setiawan Lukminto]]></category>
		<category><![CDATA[kredit]]></category>
		<category><![CDATA[macet]]></category>
		<category><![CDATA[Pakar]]></category>
		<category><![CDATA[Pengadilan]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[sidang]]></category>
		<category><![CDATA[sritex]]></category>
		<category><![CDATA[tipikor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=552803</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) – Dua saksi ahli dihadirkan dalam sidang lanjutan kasus dugaan adanya kerugian negara pada kredit PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Selasa, 7 April 2026. Di mana juga menghadirkan dua terdakwa bos Sritex yakni Iwan Setiawan Lukminto dan Iwan Kurniawan Lukminto. Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/08/perkara-kredit-macet-sritex-2-pakar-hukum-sebut-bukan-ranah-pidana">Perkara Kredit Macet Sritex, 2 Pakar Hukum Sebut Bukan Ranah Pidana</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="font-weight: 400;">
<p style="font-weight: 400;"><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID) </strong>– Dua saksi ahli dihadirkan dalam sidang lanjutan kasus dugaan adanya kerugian negara pada kredit PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Selasa, 7 April 2026. Di mana juga menghadirkan dua terdakwa bos Sritex yakni Iwan Setiawan Lukminto dan Iwan Kurniawan Lukminto.</p>
<p style="font-weight: 400;">Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Rommel Fransiscus Tampubolon itu menghadirkan ahli Hukum Administrasi Negara dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) yakni Dian Puji Nugraha Simatupang, serta pakar hukum pidana dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Chairul Huda.</p>
<p style="font-weight: 400;">Keduanya menyatakan tidak ditemukan unsur kerugian negara dalam perkara kredit macet Sritex, pada kreditur yakni Bank Jabar Banten (BJB), Bank DKI, dan Bank Jateng. Artinya, perkara tersebut dinilai bukan sebagai tindak pidana korupsi, melainkan lebih pada ranah perdata.</p>
<p style="font-weight: 400;">Pertama, Dian Puji Nugraha Simatupang, mengatakan, piutang bank milik negara maupun daerah (BUMN/BUMD) tidak dapat dikategorikan sebagai piutang negara. Sehingga, penanganan perkara tidak bisa serta-merta dikaitkan dengan tindak pidana korupsi.</p>
<p style="font-weight: 400;">“Karena itu, penyelesaiannya tidak bisa langsung dikaitkan dengan tindak pidana korupsi, sebab tidak ada hubungan dengan keuangan negara,” katanya.</p>
<p style="font-weight: 400;">Dia mengatakan, penyelesaian kredit macet memiliki mekanisme tersendiri dalam ranah perbankan. Di antaranya restrukturisasi, penagihan, hingga proses hukum perdata lainnya. Dengan demikian, penggunaan instrumen pidana dinilai tidak tepat.</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>Kredit telah Dibayarkan</strong></p>
<p style="font-weight: 400;">Lebih lanjut, Dian juga menilai tidak terdapat kerugian negara dalam kasus ini. Hal tersebut didasarkan pada fakta bahwa sebagian pinjaman telah dibayarkan, sementara sisanya masih dijamin dengan agunan.</p>
<p style="font-weight: 400;">“Tidak ada kerugian negara karena pinjaman telah dibayarkan sebagian, dan masih ada jaminan. Selain itu, pihak bank juga belum pernah melakukan penghapusan tagihan. Artinya, aset masih utuh dan tidak ada yang hilang,” katanya.</p>
<p style="font-weight: 400;">Ditambahkan Pakar Hukum Pidana dari UMJ, Chairul Huda, perkara kredit macet yang didakwakan sebagai korupsi merugikan negara itu telah diselesaikan melalui mekanisme Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dan kepailitan.</p>
<p style="font-weight: 400;">“Ini bukan tindak pidana korupsi, melainkan persoalan kredit macet yang sedang berproses melalui PKPU dan kepailitan. Sudah ada kurator yang ditunjuk, sehingga prematur jika langsung dibawa ke ranah pidana,” katanya.</p>
<p style="font-weight: 400;">Chairul Huda juga menyoroti, sebagian besar kredit bahkan telah dilunasi, termasuk pembayaran bunga yang nilainya melebihi pokok utang.</p>
<p style="font-weight: 400;">“Kalau dilihat dari pembayaran yang sudah dilakukan, bahkan melebihi pokok utang, maka tidak ada kerugian yang diderita oleh bank. Ini menunjukkan tidak ada unsur kerugian negara,” ucapnya.</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>Tidak Ditemukan Niat Jahat</strong></p>
<p style="font-weight: 400;">Chaerul Huda juga menilai tidak terdapat unsur niat jahat (mens rea) dalam perkara ini. Hal tersebut terlihat dari komitmen pembayaran yang dilakukan debitur, termasuk pelunasan kredit di salah satu bank daerah yang mencapai Rp1,3 triliun melalui puluhan kali pencairan yang seluruhnya lunas.</p>
<p style="font-weight: 400;">“Kalau ada niat jahat, tentu kredit itu dibawa kabur. Faktanya, pembayaran dilakukan berkali-kali dan lunas. Jadi tidak ada mens rea,” katanya.</p>
<p style="font-weight: 400;">Selain itu, ia mengkritisi adanya inkonsistensi dalam penilaian auditor. Di satu sisi, pemberian kredit dianggap sebagai perbuatan melawan hukum, namun di sisi lain pembayaran kredit tetap diakui sebagai penyelesaian yang sah.</p>
<p style="font-weight: 400;">“Kalau konsisten dianggap melawan hukum sejak awal, mestinya pembayaran juga tidak diterima. Tapi faktanya diterima. Ini menunjukkan tidak ada kerugian negara,” katanya.</p>
<p style="font-weight: 400;">Sementara itu, advokat kedua terdakwa Iwan bersaudara, Hotman Paris Hutapea, menegaskan, sejak awal kredit yang diberikan kepada Sritex justru menguntungkan negara.</p>
<p style="font-weight: 400;">Dicontohkannya, salah satu bank daerah yakni Bank Jateng telah menerima pelunasan pokok kredit hingga Rp1,2 triliun beserta bunga dari total 53 kali pencairan kredit.</p>
<p style="font-weight: 400;">“Kalau korupsi itu menguntungkan swasta, ini justru negara yang diuntungkan. Pokok dan bunga dibayar lunas, tapi tetap dimasukkan dalam dakwaan,” katanya.</p>
<p style="font-weight: 400;">Hotman juga membantah tudingan bahwa Sritex tidak layak menerima kredit. Menurutnya, kondisi keuangan perusahaan saat itu sangat sehat dengan pendapatan tahunan mencapai puluhan triliun rupiah.</p>
<p style="font-weight: 400;">“Tidak masuk akal jika dikatakan tidak layak. Nilai kredit jauh lebih kecil dibandingkan pendapatan perusahaan. Jadi sangat wajar jika bank memberikan kredit,” jelasnya.</p>
<p style="font-weight: 400;">Ia menambahkan, ketika terjadi krisis moneter dan terdapat sisa kewajiban, perusahaan menempuh jalur hukum melalui PKPU yang telah disetujui hingga tingkat kasasi oleh Mahkamah Agung.</p>
<p style="font-weight: 400;">Dalam proses tersebut, tiga bank kreditur juga menyepakati skema perdamaian, di mana sisa pokok utang akan dibayar dalam jangka waktu lima tahun, sementara bunga tetap dibayarkan secara berkala.</p>
<p style="font-weight: 400;">“Bunga tetap dibayar dan itu diakui auditor masuk ke kas negara. Kalau begitu, di mana letak korupsinya?” kata Hotman.</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>JPU Gali Keterengan Saksi Ahli</strong></p>
<p style="font-weight: 400;">Sementara itu, dalam persidangan Jaksa penuntut umum (JPU) menggali keterangan saksi ahli hukum pidana dari UMJ Chairul Huda, terkait prinsip penilaian perkara yang harus dilakukan secara menyeluruh.</p>
<p style="font-weight: 400;">JPU menanyakan apakah saksi ahli sependapat bahwa suatu perkara tidak boleh dinilai secara parsial atau sepotong-sepotong.</p>
<p style="font-weight: 400;">Menjawab hal itu, Chairul Huda menyatakan setuju. Ia menegaskan bahwa dalam perspektif hukum acara pidana, khususnya merujuk pada pembaruan KUHAP, penilaian perkara harus dilakukan secara komprehensif dengan membuka seluruh alat bukti yang relevan.</p>
<p style="font-weight: 400;">Ia juga menerangkan bahwa sistem hukum Indonesia menganut kombinasi antara sistem inquisitorial dan adversarial, di mana hakim berperan aktif namun tetap menjaga keseimbangan antara penuntut umum dan pembela.</p>
<p style="font-weight: 400;">“Tujuan hukum bukan hanya membuktikan seseorang bersalah, tetapi menemukan kebenaran. Karena itu, penilaian komprehensif menjadi sangat penting,” tambahnya.</p>
<p style="font-weight: 400;">Selain itu, ia juga menyinggung kemungkinan adanya irisan antara perkara perdata dan pidana dalam satu kasus. Namun, menurutnya, penyelesaian perkara perdata harus didahulukan sebelum masuk ke ranah pidana.</p>
<p style="font-weight: 400;">“Hukum pidana itu ultimum remedium, langkah terakhir. Kalau masih bisa diselesaikan di perdata, maka perdata harus didahulukan. Kalau langsung dibawa ke pidana tanpa menyelesaikan aspek perdatanya, itu prematur,” katanya. (*)</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>Diaz A Abidin</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/08/perkara-kredit-macet-sritex-2-pakar-hukum-sebut-bukan-ranah-pidana">Perkara Kredit Macet Sritex, 2 Pakar Hukum Sebut Bukan Ranah Pidana</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Luapan Kali Babon Genangi Pantura Demak &#8211; Semarang, Macet Belasan Kilometer</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/02/16/luapan-kali-babon-genangi-pantura-demak-semarang-macet-belasan-kilometer</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2026 06:32:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Demak]]></category>
		<category><![CDATA[Kali Babon]]></category>
		<category><![CDATA[macet]]></category>
		<category><![CDATA[pantura]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=544851</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Luapan Kali Babon menggenangi banyak titik, di Kota Semarang, sejak Senin dini hari, 16 Februari 2026. Salah satu yang masih terdampak banjir yakni di jalur vital Pantai Utara (Pantura) Demak. Tepatnya di Kelurahan Banjardowo, Kecamatan Genuk. Lokasi banjir luapan ini tak jauh dengan gapura perbatasan Kabupaten Demak. Baik dari arah Demak &#8211; [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/16/luapan-kali-babon-genangi-pantura-demak-semarang-macet-belasan-kilometer">Luapan Kali Babon Genangi Pantura Demak &#8211; Semarang, Macet Belasan Kilometer</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">
<strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Luapan Kali Babon menggenangi banyak titik, di Kota Semarang, sejak Senin dini hari, 16 Februari 2026.</p>
<p>Salah satu yang masih terdampak banjir yakni di jalur vital Pantai Utara (Pantura) Demak. Tepatnya di Kelurahan Banjardowo, Kecamatan Genuk.</p>
<p>Lokasi banjir luapan ini tak jauh dengan gapura perbatasan Kabupaten Demak. Baik dari arah Demak &#8211; Semarang, maupun sebaliknya.</p>
<p>Ketinggian banjir luapan sungai itu bervariasi, ada yang melebihi trotoar pemisah jalur. Di tepi jalan bahkan lebih dalam.</p>
<p>Pemotor khususnya, harus melewati jakut ini dengan berhati-hati dan pelan. Kendaraan merayap.</p>
<p>Foto dan video kondisi ini juga diunggah oleh masyarakat  ke media sosial. Salah satunya diunggah ulang melalui akun Instagram @kejadiansmg pada, Selasa, 16 Februari 2025 siang ini.</p>
<p>Dipantau melalui Fitur Google Maps, kemacetan mengular dari arah Demak ke Semarang hingga belasan kilometer.</p>
<p>Ekot kemacetan telah mencapai Desa Batu, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Demak.</p>
<p>Jalur alternatif lain yang bisa digunakan pengendara yakni Jalan Raya Onggorawe &#8211; Mranggen. Meskipun di titik ini jalan juga terjadi kemacetan.</p>
<p>Sebagai informasi sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, merilis Situation Report (Sitrep) Bencana Banjir Kota Semarang.<br />
Dengan informasi terbaru Senin, 16 Februari 2025, pukul 07.00 WIB.</p>
<p>Sejak srkira pukul 02.00 WIB, dilaporkan hujan deras dengan intensitas sedang &#8211; tinggi di wilayah Kota Semarang. Sistem drainase, dan sungai tidak mampu menampung debit air hujan yang membuat aliran air meluap di area Pemukiman.</p>
<p>Menyusul itu, terjadi genangan di beberapa titik di wilayah Kota Semarang. Di antaranya, Perumahan Argo Residence  Grand Batik Semarang, Grand Pemata Tembalang, Perumahan Dinar Indah, dan RW 1 Kelurahan Rowosari di Kecamatan Tembalang.</p>
<p>Ratusan keluarga dan jiwa terdampak banjir luapan dari Kali Babon tersebut. Mereka juga mengungsi akibat kejadian ini.</p>
<p>BPBD terus melakukan upaya penanganan, di antaranya monitoring dan pemantauan wilayah yang masih terdampak genangan. Melakukan asesmen, dan evakuasi warga yang terdampak.</p>
<p>Beberapa kebutuhan mendesak di antaranya, pembersihan lokasi pasca banjir, dukungan logistik terdampak termasuk air bersih. (*)</p>
<p><em><strong>Diaz A Abidin</strong></em></div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/16/luapan-kali-babon-genangi-pantura-demak-semarang-macet-belasan-kilometer">Luapan Kali Babon Genangi Pantura Demak &#8211; Semarang, Macet Belasan Kilometer</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hindari Macet Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang, Daop 4 Imbau Penumpang Datang Lebih Awal</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/10/13/hindari-macet-peringatan-pertempuran-5-hari-di-semarang-daop-4-imbau-penumpang-datang-lebih-awal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2025 04:30:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[daop 4]]></category>
		<category><![CDATA[Datang Lebih Awal]]></category>
		<category><![CDATA[Imbau Penumpang]]></category>
		<category><![CDATA[macet]]></category>
		<category><![CDATA[Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=501162</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; KAI Daop 4 Semarang mengimbau pelanggan yang akan berangkat ke stasiun di wilayah Kota Semarang pada Senin (13/10/2025) dan Selasa (14/10/2025) untuk mengalokasikan waktu perjalanan lebih awal menuju stasiun. Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo mengatakan, imbauan ini disampaikan untuk mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas yang diperkirakan terjadi pada sore [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/13/hindari-macet-peringatan-pertempuran-5-hari-di-semarang-daop-4-imbau-penumpang-datang-lebih-awal">Hindari Macet Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang, Daop 4 Imbau Penumpang Datang Lebih Awal</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; KAI Daop 4 Semarang mengimbau pelanggan yang akan berangkat ke stasiun di wilayah Kota Semarang pada Senin (13/10/2025) dan Selasa (14/10/2025) untuk mengalokasikan waktu perjalanan lebih awal menuju stasiun.</p>
<p>Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo mengatakan, imbauan ini disampaikan untuk mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas yang diperkirakan terjadi pada sore hingga malam hari, seiring dengan penyelenggaraan Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang 2025 oleh Pemerintah Kota Semarang yang berpusat di kawasan Tugu Muda dan sekitarnya mulai pukul 17.00 WIB.</p>
<p>&#8220;Kami berharap calon penumpang memperkirakan waktu tempuh dengan baik dan datang lebih awal agar tidak tertinggal kereta,&#8221; kata Franoto, Senin (13/10/2025).</p>
<p>Pertempuran 5 Hari di Semarang merupakan momen bersejarah yang menjadi pengingat semangat perjuangan masyarakat Semarang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.</p>
<p>Selama kegiatan berlangsung, diperkirakan akan terjadi peningkatan volume kendaraan di pusat kota, serta kemungkinan adanya rekayasa lalu lintas berupa sistem buka tutup di sejumlah ruas jalan, termasuk akses menuju Stasiun Semarang Tawang dan Stasiun Semarang Poncol</p>
<p>KAI Daop 4 menegaskan pentingnya perencanaan waktu yang matang agar perjalanan pelanggan berjalan lancar.</p>
<p>“Kami mengimbau pelanggan yang akan bepergian pada Senin dan Selasa, khususnya sore hingga malam hari, agar memperhitungkan potensi kepadatan dan datang lebih awal ke stasiun. Jika tertinggal kereta karena terlambat datang, tentu akan merugikan penumpang sendiri,” ujar Franoto.</p>
<p>Franoto menambahkan, KAI Daop 4 Semarang mendukung penuh kegiatan peringatan tersebut sebagai bentuk penghargaan terhadap sejarah perjuangan bangsa, sembari mengingatkan masyarakat agar perjalanan menggunakan kereta api tetap lancar dan nyaman.</p>
<p>Untuk informasi terkait perjalanan kereta api, masyarakat dapat menghubungi Customer Service KAI di stasiun atau Contact Center KAI melalui telepon di 121, WhatsApp 08111-2111-121, email cs@kai. id, atau media sosial KAI121.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/13/hindari-macet-peringatan-pertempuran-5-hari-di-semarang-daop-4-imbau-penumpang-datang-lebih-awal">Hindari Macet Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang, Daop 4 Imbau Penumpang Datang Lebih Awal</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aksi Mogok Sopir Truk Sempat Lumpuhkan Jalan Purwodadi–Semarang, Tuntut Revisi Aturan ODOL</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/06/19/aksi-mogok-sopir-truk-sempat-lumpuhkan-jalan-purwodadi-semarang-tuntut-revisi-aturan-odol</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2025 14:53:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Putat]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan raya]]></category>
		<category><![CDATA[kecamatan purwodadi]]></category>
		<category><![CDATA[lalu lintas]]></category>
		<category><![CDATA[macet]]></category>
		<category><![CDATA[Melintang]]></category>
		<category><![CDATA[Over Dimensi Over Loading]]></category>
		<category><![CDATA[protes]]></category>
		<category><![CDATA[Purwodadi]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=480054</guid>

					<description><![CDATA[<p>GROBOGAN (SUARABARU.ID)&#8211; Kemacetan total melumpuhkan Jalan Raya Purwodadi-Semarang, tepatnya di Desa Putat, Kecamatan Purwodadi, Kamis (19/6/2025). Penyebab utama kemacetan ini adalah, aksi mogok ratusan sopir truk yang menentang kebijakan Over Dimensi Over Loading (ODOL). Para sopir menghentikan kendaraan mereka selama berjam-jam, sebagai bentuk protes. Beberapa di antaranya, sengaja memarkirkan truk dalam posisi melintang di tengah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/19/aksi-mogok-sopir-truk-sempat-lumpuhkan-jalan-purwodadi-semarang-tuntut-revisi-aturan-odol">Aksi Mogok Sopir Truk Sempat Lumpuhkan Jalan Purwodadi–Semarang, Tuntut Revisi Aturan ODOL</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GROBOGAN (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Kemacetan total melumpuhkan Jalan Raya Purwodadi-Semarang, tepatnya di Desa Putat, Kecamatan Purwodadi, Kamis (19/6/2025).</p>
<p>Penyebab utama kemacetan ini adalah, aksi mogok ratusan sopir truk yang menentang kebijakan <em>Over Dimensi Over Loading</em> (ODOL).</p>
<p>Para sopir menghentikan kendaraan mereka selama berjam-jam, sebagai bentuk protes. Beberapa di antaranya, sengaja memarkirkan truk dalam posisi melintang di tengah jalan, membuat arus lalu lintas tidak bergerak sama sekali. Hanya sepeda motor yang masih bisa melintasi jalan itu.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/06/19/rektor-universitas-alazhar-kairo-kunjungi-rsigm-sultan-agung">Rektor Universitas Alazhar Kairo Kunjungi RSIGM Sultan Agung</a></strong></p>
<p>Kendaraan roda empat dari kedua arah, baik dari Purwodadi menuju Semarang maupun sebaliknya, terpaksa berhenti total. Aksi blokade ini menuai perhatian warga dan pengguna jalan yang terjebak macet hingga berjam-jam.</p>
<p>Ratusan sopir berharap, pemerintah segera mengevaluasi kebijakan ODOL yang dinilai merugikan mereka.</p>
<p>Salah satu sopir, Ompong, memarkirkan truknya melintang tepat di tengah jalan, sebagai bentuk desakan, agar pemerintah turun tangan dan berdialog langsung dengan para pengemudi.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/06/19/polres-kebumen-bangun-gedung-pelayanan-skck">Polres Kebumen Bangun Gedung Pelayanan SKCK</a></strong></p>
<p>&#8221;Kalau mereka tidak turun dan menemui kami, berarti buta dan tuli,&#8221; jelas sopir truk yang bernama asli Pujiyanto itu.</p>
<p>Ompong mengaku tidak terikat dalam organisasi sopir manapun. Namun dia memilih bergabung dalam aksi ini, sebagai bentuk solidaritas terhadap rekan-rekan sesama sopir, yang merasa terbebani aturan ODOL.</p>
<p>Sementara itu, Koordinator aksi mogok, Purwono menyebutkan, para sopir akan melanjutkan aksi mereka selama tiga hari ke depan. Dia menyatakan, kebijakan ODOL sangat menyulitkan para pengemudi truk, dalam menjalankan pekerjaan mereka.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/06/19/tumbuhkan-ekonomi-daerah-sekda-jateng-dorong-peningkatan-akses-keuangan-masyarakat-desa">Tumbuhkan Ekonomi Daerah, Sekda Jateng Dorong Peningkatan Akses Keuangan Masyarakat Desa</a></strong></p>
<p>&#8221;Karena kebijakan atau aturan ODOL sangat memberatkan kami para supir truk,&#8221; tegasnya ketika di lokasi aksi.</p>
<p>Menurut Purwono, aturan yang dibuat pemerintah seharusnya tidak hanya bersifat larangan dan sanksi pidana. Dia berharap, kebijakan itu mempertimbangkan juga nasib para sopir di lapangan.</p>
<p>&#8221;Jangan hanya tindakan, apalagi sampai dipenjara. Perhatikan juga kami. Jika sesuai ODOL jelas kami tidak bisa makan, tahu sendiri kan banyak pungli di jalanan,&#8221; ungkap Purwono.</p>
<p><em><strong>Tya Wiedya</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/19/aksi-mogok-sopir-truk-sempat-lumpuhkan-jalan-purwodadi-semarang-tuntut-revisi-aturan-odol">Aksi Mogok Sopir Truk Sempat Lumpuhkan Jalan Purwodadi–Semarang, Tuntut Revisi Aturan ODOL</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jalur Alternatif di Kota Semarang Ini jadi Favorit Hindari Banjir di Pantura Kaligawe</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/02/03/jalur-alternatif-di-kota-semarang-ini-jadi-favorit-hindari-banjir-di-pantura-kaligawe</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Feb 2025 03:29:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Alternatif]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Demak]]></category>
		<category><![CDATA[jalan]]></category>
		<category><![CDATA[jalur]]></category>
		<category><![CDATA[Kaligawe]]></category>
		<category><![CDATA[macet]]></category>
		<category><![CDATA[pantura]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Woltermonginsidi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=459048</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Arus lalu lintas di beberapa titik di Jalan Woltermonginsidi, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, tampak tersendat, Senin, 3 Februari 2025. Hal itu lantaran banyak pengendara memilih jalur altetnatif tersebut untuk menghindari Jalur Pantai Utara (Pantura) Jalan Raya Kaligawe, yang banjir sudah beberapa hari ini. Beragam jenis kendaraan roda dua, roda empat, truk, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/03/jalur-alternatif-di-kota-semarang-ini-jadi-favorit-hindari-banjir-di-pantura-kaligawe">Jalur Alternatif di Kota Semarang Ini jadi Favorit Hindari Banjir di Pantura Kaligawe</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Arus lalu lintas di beberapa titik di Jalan Woltermonginsidi, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, tampak tersendat, Senin, 3 Februari 2025.</p>
<p>Hal itu lantaran banyak pengendara memilih jalur altetnatif tersebut untuk menghindari Jalur Pantai Utara (Pantura) Jalan Raya Kaligawe, yang banjir sudah beberapa hari ini.</p>
<p>Beragam jenis kendaraan roda dua, roda empat, truk, dan lain-lain memilih rute ini.</p>
<p>Pantauan di lapangan, untuk arah pertigaan Genuk menuju Jalan Arteri Soekarno-Hatta, kemacetan terjadi dari Jembatan Layang Bangetayu mengular hingga sekitar Tugu Gentong, Kelurahan Sembungharjo.</p>
<p>Pada arah yang sama, kemacetan juga terjadi dari pertigaan Masjid Panut mengekor hampir sampai di Jembatan Bangetayu.</p>
<p>Pada arah sebaliknya, antrean kendaraan dimulai dari Jembatan Bangetayu mengekor hingga area dekat SMK St. Fransiskus.</p>
<p>Meski kemacetan terjadi cukup panjang, jalur ini masih tetap dipilih karena bisa menghindari resiko mogok kendaraan bila melewati Jalan Raya Kaligawe.</p>
<p>Padatnya Jalan Woltermonginsidi ini juga ditambah datangnya pengendara dari Timur seperti Kabupaten Demak, Kudus, Jepara dan lainnya menuju Kota Semarang.</p>
<p>Rute ini memang menjadi yang terdekat bagi oengendara dari arah Timur menuju Kota Semarang, selain melalui Jalan Raya Purwodadi-Semarang via Mranggen menuju Pedurungan, Kota Semarang.</p>
<p>Untuk menghindari kemacetan, serta banjir dan rob di Jalan Pantura Sayung Demak, Mereka memilih rute alternatif Onggorawe, pertigaan Waru, Wringin Jajar, menuju Kudu, dan Karangroto (Kota Semarang), tembus di Jalan Woltermonginsidi.***</p>
<p><em>DA</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/03/jalur-alternatif-di-kota-semarang-ini-jadi-favorit-hindari-banjir-di-pantura-kaligawe">Jalur Alternatif di Kota Semarang Ini jadi Favorit Hindari Banjir di Pantura Kaligawe</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Awas, Rob Tinggi di Sayung Pantura Semarang-Demak</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/05/01/awas-rob-tinggi-di-sayung-pantura-semarang-demak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 May 2024 03:39:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Demak]]></category>
		<category><![CDATA[macet]]></category>
		<category><![CDATA[pantura]]></category>
		<category><![CDATA[rob]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=411765</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEMAK (SUARABARU.ID) &#8211; Rob kembali menggenangi Jalur Pantai Utara (Pantura) Semarang-Demak, di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak memasuk awal bulan Mei 2024. Masih seperti biasanya, titik rob paling baru berada di depan PT HIT (Polytron), di Pantura Sayung, Demak, sepanjang sekira 500 meter. Kondisi paling parah terjadi untuk arah dari Semarang (Barat) ke Demak (Timur). Untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/01/awas-rob-tinggi-di-sayung-pantura-semarang-demak">Awas, Rob Tinggi di Sayung Pantura Semarang-Demak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DEMAK (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Rob kembali menggenangi Jalur Pantai Utara (Pantura) Semarang-Demak, di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak memasuk awal bulan Mei 2024.</p>
<p>Masih seperti biasanya, titik rob paling baru berada di depan PT HIT (Polytron), di Pantura Sayung, Demak, sepanjang sekira 500 meter.</p>
<p>Kondisi paling parah terjadi untuk arah dari Semarang (Barat) ke Demak (Timur).</p>
<p>Untuk arah sebaliknya cenderung sedikit air rob yang menumpahi jalan raya.</p>
<p>Kedalaman rob bisa mencapai setengah roda kendaraan roda empat.</p>
<p>Seperti yang terjadi pada Selasa 30 April 2024 sore, di mana rob membuat kendaraan harus mengambil lajur paling kanan untuk menghindari kedalaman rob.</p>
<p>Pantauan di lapangan, rob tersebut membuat kemacetan panjang dari arah Barat hingga Kaligawe, Semarang.</p>
<p>Adapun arah sebaliknya, mencapai bundaran Onggorawe, Demak atau mengekor beberapa kilometer.</p>
<p>&#8220;Sore hari rob akan naik, biasanya bertahan hingga malam hari pada awal bulan,&#8221; kata Azmi, pengendara yang rutin melewati jalur tersebut.</p>
<p>Kepadatan jalur Pantura Semarang-Demak yang juga didominasi truk-truk besar, kata dia, beresiko membuat kemacetan lebih sering dan panjang.</p>
<p>Rob dipredikisi masih akan bertahan beberapa hari, dan mulai naik setiap sore hingga malam hari</p>
<p>Pengendara bisa menghindari jalur tersebut untuk menghindari kemacetan, melalui jalur-jalur alternatif.</p>
<p>Di antaranya Semarang-Mranggen, atau Semarang-Genuk-Karangroto-Onggorawe-Demak.</p>
<p><strong>Diaz Aza</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/01/awas-rob-tinggi-di-sayung-pantura-semarang-demak">Awas, Rob Tinggi di Sayung Pantura Semarang-Demak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terasa Membosankan, Ini Lima Kegiatan Seru Yang Dapat Dilakukan Saat Terjebak Macet</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/04/04/terasa-membosankan-ini-lima-kegiatan-seru-yang-dapat-dilakukan-saat-terjebak-macet</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Apr 2024 06:46:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Life Style]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan Alternatif]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[macet]]></category>
		<category><![CDATA[mudik]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=407946</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)- Mudik juga diartikan sebagai aktivitas pulang ke kampung halaman. Mudik merupakan salah satu tradisi yang dilakukan masyarakat saat Lebaran Idul Fitri. Salah satu tujuan mudik untuk merayakan Idul Fitri bersama-sama dengan keluarga dan sanak saudara. Namun, istilah &#8220;mudik lebaran&#8221; baru mulai populer pada tahun 1970-an, ketika Jakarta menjadi magnet bagi penduduk desa yang berbondong-bondong [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/04/terasa-membosankan-ini-lima-kegiatan-seru-yang-dapat-dilakukan-saat-terjebak-macet">Terasa Membosankan, Ini Lima Kegiatan Seru Yang Dapat Dilakukan Saat Terjebak Macet</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)- </strong>Mudik juga diartikan sebagai aktivitas pulang ke kampung halaman. Mudik merupakan salah satu tradisi yang dilakukan masyarakat saat Lebaran Idul Fitri.</p>
<p>Salah satu tujuan mudik untuk merayakan Idul Fitri bersama-sama dengan keluarga dan sanak saudara. Namun, istilah &#8220;mudik lebaran&#8221; baru mulai populer pada tahun 1970-an, ketika Jakarta menjadi magnet bagi penduduk desa yang berbondong-bondong merantau mencari pekerjaan.</p>
<p>Di kota-kota besar, macet saat mudik merupakan hal yang lumrah terjadi dan tidak bisa dihindarkan. Apalagi pada saat jam-jam sibuk, seperti pagi hari dan jam pulang kantor.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2024/04/04/pertamina-sediakan-fasilitas-gratis-untuk-pemudik-di-rest-area-haritage-km-260b">Pertamina Sediakan Fasilitas Gratis untuk Pemudik di Rest Area Haritage KM 260B</a></strong></p>
<p>Meski sudah sering dialami, terjebak macet tetap menjadi hal yang menjengkelkan. Waktu kita banyak terbuang percuma dan terasa sangat membosankan.</p>
<p>Namun, kini ada banyak alternatif kegiatan yang dapat dilakukan saat terjebak macet. Dilansir dari <em>Suara.com</em>, kegiatan-kegiatan berikut dapat membuat kamu tetap produktif meski dalam situasi serba terbatas.</p>
<p><strong>1. Mendengarkan podcast</strong></p>
<p>Mendengarkan podcast menjadi pilihan cukup banyak orang yang dilakukan saat terjebak macet. Saat masih di tempat kerja atau ketika sudah di rumah, mungkin aktivitas mendengarkan podcast akan tergeser dengan aktivitas-aktivitas mandatory lain. Jadi, mendengarkan podcast di mobil saat terjebak macet dapat menjadi alternatif solusi. Tidak hanya mengisi waktu saat macet, mendengarkan podcast juga dapat meng-update wawasan kamu.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2024/04/03/sambut-pemudik-dinkes-pemkab-pekalongan-siapkan-3-posko">Sambut Pemudik, Dinkes Pemkab Pekalongan Siapkan 3 Posko</a></strong></p>
<p><strong>2. Membuat jadwal kegiatan</strong></p>
<p>Jika kamu terjebak macet saat pergi bekerja, kamu dapat mengisi waktu dengan membuat jadwal kegiatan pada hari tersebut atau hal-hal yang harus kamu selesaikan saat bekerja. Dengan membuat jadwal kegiatan saat terjebak macet ini, kamu akan menghemat waktu kamu saat bekerja karena kamu sudah menyusun hal-hal apa saja yang harus kamu kerjakan.</p>
<p><strong>3. Melakukan aktivitas keagamaan</strong></p>
<p>Kegiatan bermanfaat lain yang dapat kamu lakukan saat terjebak macet adalah dengan melakukan aktivitas keagamaan. Contohnya dengan berdzikir, mendengarkan kajian-kajian keagamaan, membaca alkitab, dan sebagainya.</p>
<p><strong>4. Deep talk dengan pasangan</strong></p>
<p>Jika kamu terjebak macet dengan pasangan kamu, kamu bisa memanfaatkan waktu untuk deep talk dengan pasangan. Kamu bisa memulainya dengan bercerita tentang hal-hal yang akan kamu lakukan atau sudah kamu lewati seharian. Atau kamu juga bisa membahas rencana-rencana masa depan bersama pasangan kamu.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2024/03/29/jelang-arus-mudik-polres-kudus-gelar-operasi-pengamanan-stok-bbm">Jelang Arus Mudik, Polres Kudus Gelar Operasi Pengamanan Stok BBM</a></strong></p>
<p><strong>5. Menonton film</strong></p>
<p>Jika macetnya sangat parah, kamu bisa mengisi waktu dengan menonton film. Dengan menonton film yang kamu sukai, pikiran kamu akan teralihkan dari situasi macet yang menjengkelkan.</p>
<p>Itulah beberapa kegiatan yang dapat kamu lakukan saat terjebak macet. Kalau kamu biasa melakukan kegiatan apa? Yang penting untuk diperhatikan adalah jangan sampai hal yang kamu lakukan membahayakan diri kamu sendiri dan pengguna jalan lain.</p>
<p><em><strong>Claudia</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/04/terasa-membosankan-ini-lima-kegiatan-seru-yang-dapat-dilakukan-saat-terjebak-macet">Terasa Membosankan, Ini Lima Kegiatan Seru Yang Dapat Dilakukan Saat Terjebak Macet</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengular Macet Pantura Demak-Semarang Puluhan Kilometer hingga Demak Kota</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/03/14/mengular-macet-pantura-demak-semarang-puluhan-kilometer-hingga-demak-kota</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Mar 2024 04:40:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Demak]]></category>
		<category><![CDATA[macet]]></category>
		<category><![CDATA[pantura]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=404201</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; DEMAK (SUARABARU.ID) &#8211; Kondisi arus lalu-lintas di jalur Pantai Utara (Pantura) Demak-Semarang, Kabupaten Demak macet panjang. Pada Kamis 14 Maret 2024 pagi kemacetan di jalur Pantura Demak-Semarang arah ke Barat mencapai, Desa Katonsari, Kecamatan Demak. Arus lalu-lintas tampak tersendat puluhan kioometer karena banjir yang melumpuhkan Jalan Raya Pantura Kaligawe Kota Semarang hingga hari ini. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/14/mengular-macet-pantura-demak-semarang-puluhan-kilometer-hingga-demak-kota">Mengular Macet Pantura Demak-Semarang Puluhan Kilometer hingga Demak Kota</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong>DEMAK (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Kondisi arus lalu-lintas di jalur Pantai Utara (Pantura) Demak-Semarang, Kabupaten Demak macet panjang.</p>
<p>Pada Kamis 14 Maret 2024 pagi kemacetan di jalur Pantura Demak-Semarang arah ke Barat mencapai, Desa Katonsari, Kecamatan Demak.</p>
<p>Arus lalu-lintas tampak tersendat puluhan kioometer karena banjir yang melumpuhkan Jalan Raya Pantura Kaligawe Kota Semarang hingga hari ini.</p>
<p>&#8220;Di Jalur Pantura Demak arah Semarang tepatnya depan Pabrik Purinusa Karangtengah, kendaraan macet tampak seperti parkir rapi,&#8221; kata Sigit, warga Demak.</p>
<p>Pada siang hari pukul 11.30 WIB pelan-pelan kemacetan berkurang di mana ekor kemacetan sampai di kawasan Buyaran, Kecamatan Karangtengah.</p>
<p>Sementara itu arah sebaliknya dari Semarang-Demak tampak lengang dan lancar.</p>
<p>Adapun Satlantas Polres Demak melalui akun Instagram resminya, mengimbau agar pengendara menggunakan jalur alternatif melewari Buyaran, Guntur, Karangawen.</p>
<p>Jalur alternatif lain yakni melalui pertigaan Onggorawe dan tembus ke Mranggen.</p>
<p>Meskipun jalur-jalur tersebut belum bisa dipastikan kondisinya bebas dari banjir.</p>
<p>Sebab di beberapa titik rawan banjir seperti di Desa Waru, dan beberapa lainnya.</p>
<p>Adapun di Kota Semarang, pengendara bisa melewati Jalan Wolter Monginsidi untuk menghindari Pantura Kaligawe.</p>
<p><strong>Diaz Aza</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/14/mengular-macet-pantura-demak-semarang-puluhan-kilometer-hingga-demak-kota">Mengular Macet Pantura Demak-Semarang Puluhan Kilometer hingga Demak Kota</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Awas Km 15 Pantura Semarang-Demak Macet, Belok Kiri Masuk Tol Sayung</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/01/09/awas-km-15-pantura-semarang-demak-macet-belok-kiri-masuk-tol-sayung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jan 2024 01:17:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Pantura Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Demak]]></category>
		<category><![CDATA[macet]]></category>
		<category><![CDATA[Onggorawe]]></category>
		<category><![CDATA[pantura]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[tol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=392510</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEMAK (SUARABARU.ID) &#8211; Bagi masyarakat yang rutin berkendara melintasi jalur Pantai Utara (Pantura) Semarang-Demak harap berhati-hati karena terjadi kemacetan. Macet cukup berdampak terjadi di kilometer 15 Pantura Semarang-Demak arah Barat ke Timur. Macet yang diawali di km 15 itu pada, Senin 8 Januari 2023 bahkan mengekor mendekati gerbang tol (GT) Sayung. Ada pekerjaan jalan tepatnya [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/09/awas-km-15-pantura-semarang-demak-macet-belok-kiri-masuk-tol-sayung">Awas Km 15 Pantura Semarang-Demak Macet, Belok Kiri Masuk Tol Sayung</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DEMAK (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Bagi masyarakat yang rutin berkendara melintasi jalur Pantai Utara (Pantura) Semarang-Demak harap berhati-hati karena terjadi kemacetan.</p>
<p>Macet cukup berdampak terjadi di kilometer 15 Pantura Semarang-Demak arah Barat ke Timur.</p>
<p>Macet yang diawali di km 15 itu pada, Senin 8 Januari 2023 bahkan mengekor mendekati gerbang tol (GT) Sayung.</p>
<p>Ada pekerjaan jalan tepatnya di titik setelah jembatan Onggorawe, Kecamatan Sayung, Demak yang dimulai kemarin.</p>
<p>Pantauan di lapangan proyek penggurugan untuk pengecoran atau peninggian jalan dilakukan.</p>
<p>Jalan itu ditinggikan, meskipun sebelumnya jalan ini sudah dicor dan masih dalam kondisi baik.</p>
<p>Di titik itu saat musim penghujan dalam beberapa waktu terakhir sering tergenang banjir.</p>
<p>Pengendara dari arah Barat ke Timur bisa menggunakan akses masuk Tol GT Sayung-Demak.</p>
<p>Dengan menggunakan jalur alternatif Tol Sayung-Demak khususnya pengendara roda empat bisa menghemat waktu dalam menghindari kemacetan.</p>
<p>Sementara itu, untuk arah sebaliknya di Pantura Demak-Semarang dari arah Timur ke Barat cukup lancar.</p>
<p>“Ada perbaikan jalan di Wonokerto, Karangtengah, Demak, namun sudah tahap penyelesaian dan menunggu cor kering untuk bisa dilalui,” ujar petugas.</p>
<p><strong>Diaz Aza</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/09/awas-km-15-pantura-semarang-demak-macet-belok-kiri-masuk-tol-sayung">Awas Km 15 Pantura Semarang-Demak Macet, Belok Kiri Masuk Tol Sayung</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pantura Demak-Semarang Macet Parah, Banyak Sopir Truk Turun ke Jalan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/12/06/pantura-demak-semarang-macet-parah-banyak-sopir-truk-turun-ke-jalan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Dec 2023 12:29:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Demak]]></category>
		<category><![CDATA[Genuk]]></category>
		<category><![CDATA[macet]]></category>
		<category><![CDATA[pantura]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=386843</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEMAK (SUARABARU.ID) &#8211; Kondisi macet panjang di Jalur Pantai Utara (Pantura) Semarang-Demak kembali terjadi, Rabu 6 Desember 2023. Padatnya kendaraan membuat macet di Pantura Demak-Semarang cukup panjang hari ini, hingga mengekor di dekat gerbang Tol Sayung-Demak. Kemacetan bahkan membuat kendaraam sulit bergerak baik roda dua dan roda empat di jalur vital Pantura Demak-Semarang itu. Kemacetan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/06/pantura-demak-semarang-macet-parah-banyak-sopir-truk-turun-ke-jalan">Pantura Demak-Semarang Macet Parah, Banyak Sopir Truk Turun ke Jalan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DEMAK (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Kondisi macet panjang di Jalur Pantai Utara (Pantura) Semarang-Demak kembali terjadi, Rabu 6 Desember 2023.</p>
<p>Padatnya kendaraan membuat macet di Pantura Demak-Semarang cukup panjang hari ini, hingga mengekor di dekat gerbang Tol Sayung-Demak.</p>
<p>Kemacetan bahkan membuat kendaraam sulit bergerak baik roda dua dan roda empat di jalur vital Pantura Demak-Semarang itu.</p>
<p>Kemacetan ini disebabkan karena pembangunan jalan berupa pengecoran yang telah sampai di titik Pantura Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, Semarang.</p>
<p>Petugas kepolisian mengatur lalu lintas dengan mengarahkan kendaraan dari arah Demak ke satu lajur sebaliknya.</p>
<p>&#8220;Cukup panjang hari ini, susah gerak padahal (pakai) motor,&#8221; kata Abi pengendara yang melintas, siang tadi.</p>
<p>Sejumlah pengendara roda dua juga banyak yang mengambil jalan tikus di perkampungan.</p>
<p>Di sisi lain para pengemudi truk juga tampak tak sabar karena kemacetan cukup lama dan panjang.</p>
<p>Banyak daei mereka bahkan turun dari bangku kemudi untuk melihat situasi di depan dari kejauhan. Adapun untuk arah sebaliknya terpantau lancar.</p>
<p>Sementara itu, pengendara roda dua atau empat dari arah Demak ke Semarang bisa menggunakan jalur alternatif melalui Onggorawe tembus ke Karangroto, Genuk. Opsi lain dengan lewat jalur Mranggen-Pedurungan-Semarang.</p>
<p><strong>Diaz Aza</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/06/pantura-demak-semarang-macet-parah-banyak-sopir-truk-turun-ke-jalan">Pantura Demak-Semarang Macet Parah, Banyak Sopir Truk Turun ke Jalan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>