<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>gunung sumbing Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/gunung-sumbing/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Jan 2024 12:16:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>gunung sumbing Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menikmati Eksotika Nepal van Java di Dusun Butuh Punggung Gunung Sumbing</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/01/29/menikmati-eksotika-nepal-van-java-di-dusun-butuh-punggung-gunung-sumbing</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jan 2024 12:16:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Dusun Butuh]]></category>
		<category><![CDATA[gunung sumbing]]></category>
		<category><![CDATA[Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[nepal van java]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=396265</guid>

					<description><![CDATA[<p>PERNAHKAH Anda membayangkan ingin mengunjungi pemukiman yang ada di kaki Pegunungan Himalaya? Tempat yang eksotik dikenal sebagai tempat tertinggi di dunia. Yang menarik dari Himalaya, selain sebagai gunung tertinggi dan selalu bersalju, juga permukimannya yang berada di lereng gunung, memunculkan suatu pemandangan indah penuh eksotika di Nepal. Jika Anda membayangkan berkunjung ke sana, tak ada [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/29/menikmati-eksotika-nepal-van-java-di-dusun-butuh-punggung-gunung-sumbing">Menikmati Eksotika Nepal van Java di Dusun Butuh Punggung Gunung Sumbing</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERNAHKAH</strong> Anda membayangkan ingin mengunjungi pemukiman yang ada di kaki Pegunungan Himalaya? Tempat yang eksotik dikenal sebagai tempat tertinggi di dunia.</p>
<p>Yang menarik dari Himalaya, selain sebagai gunung tertinggi dan selalu bersalju, juga permukimannya yang berada di lereng gunung, memunculkan suatu pemandangan indah penuh eksotika di Nepal.</p>
<p>Jika Anda membayangkan berkunjung ke sana, tak ada salahnya Anda berkunjung ke Nepal Van Java terlebih dahulu.</p>
<p>Sebuah lokasi dengan pemandangan eksotik di Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Beberapa waktu lalu viral, karena rumah di pedesaan tersebut rumah-rumah penduduk yang berada di ketinggian kurang lebih 1.600 mdpl itu bertumpuk di sekitar lereng Gunung Sumbing mirip seperti pemukiman pegunungan di Nepal, Himalaya.</p>
<p>Untuk menuju ke sana, kita ke kota Magelang dulu. Dari Magelang, menyusuri jalan dari Alun-alun ke kiri di Jalan Kejuron. Lalu menuju arah Bandongan, melewati bekas Kantor Karesidenan Kedu, tempat yang digunakan untuk menangkap Pangeran Diponegoro.</p>
<figure id="attachment_396272" aria-describedby="caption-attachment-396272" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img class="wp-image-396272 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/20201205_145703.jpg" alt="" width="681" height="383" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/20201205_145703.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/20201205_145703-400x225.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/20201205_145703-150x84.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-396272" class="wp-caption-text">Wisatawan berjalan menuju perkampungan Dusun Butuh, untuk menikmati keindahan Nepal van Java. Foto: R. Widiyartono</figcaption></figure>
<p>Dari sini terus ke bawah Meteseh, kemudian melintasi jembatan Sungai Progo. Itu sudah kawasan Bandongan, kemudian terus menyusuri jalanjn itu menuju Kaliangkrik, hingga nanti ada jalan menuju Dusun Butuh, tempat Nepal van Java yang viral itu.</p>
<p>Hingga saat ini, dusun di mana terdapat rumah-rumah tersebut masih eksis menjadi salah satu tempat wisata yang ada di Kabupaten Magelang dan dikenal dengan nama Nepal Van Java. Nama Nepal Van Java sendiri digunakan untuk objek wisata tersebut karena jika dilihat dari atas maka desa ini memiliki pemandangan yang mirip dengan desa yang ada di Nepal.</p>
<p>Hanya dengan membayar tiket masuk mulai Rp 8.000 dan biaya parkir (untuk motor Rp 3.000 dan mobil Rp 10.000) para pengunjung sudah dapat menikmati pemandangan rumah yang berwarna-warni di lereng Gunung Sumbing sambil menghirup udara segar khas pegunungan.</p>
<p>Tak hanya menikmati pemandangan rumah berwarna-warni saja yang menarik minat wisatawan, namun disediakan juga spot-spot foto yang dapat digunakan berlatar megahnya Gunung Sumbing.</p>
<p>Di Nepal Van Java juga terdapat warung-warung yang menyediakan camilan hangat seperti mendoan dan berbagai makanan dan minuman yang cocok dinikmati sambil melihat keindahan Gunung Sumbing.</p>
<p>Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika ingin berwisata ke Nepal Van Java. Pastikan kendaraan yang Anda gunakan dalam keadaan yang prima karena jalanan menuju dusun tersebut dipenuhi dengan tanjakan ekstrem, jika Anda tidak ingin menggunakan kendaraan juga telah tersedia ojek yang dapat mengantarkan ke tempat tujuan dengan ongkos menyesuaikan.</p>
<p>Kemudian untuk mengunjungi dusun yang berada di lereng gunung itu, kitab isa saja jalan kaki dari gerbang. Tetapi ada juga pilihan ojek. Pengemudinya terampil menyusuri jalan sempit yang menanjak dan berliku, di sela-sela rumah warga.</p>
<figure id="attachment_396274" aria-describedby="caption-attachment-396274" style="width: 383px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" class="wp-image-396274 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/20201205_150448.jpg" alt="" width="383" height="681" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/20201205_150448.jpg 383w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/20201205_150448-225x400.jpg 225w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/20201205_150448-84x150.jpg 84w" sizes="(max-width: 383px) 100vw, 383px" /><figcaption id="caption-attachment-396274" class="wp-caption-text">Air terjun mini di belakang rumah penduduk. Foto: R. Widiyartono</figcaption></figure>
<p>Di sana kitab isa menemukan air terjun kecil, di belakang rumah penduduk. Airnya bening, dan untuk menuju ke sana kita harus melewat sebuah lorong kecil dengan kiri-kanan rumah penduduk. Itu rumah paling belakang, karena setelah air terjun taka da lagi rumah di belakangnya.</p>
<p>Kemudian juga tersedia sebuah masjid yang besar. Selain untuk beribadah, masjid ini juga menjadi spot foto yang menarik, dengan latar belakang Gunung Sumbing.</p>
<p>Waktu berkunjung yang tepat juga perlu diperhatikan untuk mendapat pemandangan yang diinginkan, sebaiknya Anda berkunjung pada bulan-bulan dengan musim kemarau agar cuacanya cerah.</p>
<p><strong>Willma Putri A-Mg</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/29/menikmati-eksotika-nepal-van-java-di-dusun-butuh-punggung-gunung-sumbing">Menikmati Eksotika Nepal van Java di Dusun Butuh Punggung Gunung Sumbing</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kebakaran Gunung Sumbing, Belum Masuk Wilayah Kabupaten Magelang</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/09/02/kebakaran-gunung-sumbing-belum-masuk-wilayah-kabupaten-magelang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Sep 2023 06:35:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[base Camp Adipuro]]></category>
		<category><![CDATA[gunung sumbing]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran Gunung Sumbing]]></category>
		<category><![CDATA[Perhutani KPH Kedu Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Petak 29-1 RPH Kleseman]]></category>
		<category><![CDATA[Sapuran]]></category>
		<category><![CDATA[wonosobo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=364424</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Mengantisipasi menjalarnya api yang membakar hutan Gunung Sumbing pada Jumat ( 2/9/2023), masuk ke hutan wilayah Kabupaten Magelang, Perhutani KPH Kedu Utara siagakan ratusan personel. “Ratusan personel yang kami siapkan untuk mengantisipasi menjalarnya kebakaran hutan Sumbing, terdiri atas dari unsur Polri, TNI, BPBD, Perhutani, relawan dan Masyarakat Peduli Api Sumbing Kabupaten Magelang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/09/02/kebakaran-gunung-sumbing-belum-masuk-wilayah-kabupaten-magelang">Kebakaran Gunung Sumbing, Belum Masuk Wilayah Kabupaten Magelang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Mengantisipasi menjalarnya api yang membakar hutan Gunung Sumbing pada Jumat ( 2/9/2023), masuk ke hutan wilayah Kabupaten Magelang, Perhutani KPH Kedu Utara siagakan ratusan personel.</p>
<p>“Ratusan personel yang kami siapkan untuk mengantisipasi menjalarnya kebakaran hutan Sumbing, terdiri atas dari unsur Polri, TNI, BPBD, Perhutani, relawan dan Masyarakat Peduli Api Sumbing Kabupaten Magelang dan lainnya,” kata Kepala Seksi Pengelolaan Sumber Daya Hutan (PSDH) Perhutani KPH Kedu Utara, Yudi Noviar, Sabtu (2/9/2023).</p>
<p>Yudi mengatakan,  unutk memastikan titik api di hutan yang masuk wilayah Kabupaten Magelang tidak ada, pihaknya mengerahkan sebanyak 50 orang tim gabungan personel naik ke hutan di Petak 1-12 yang berbatasan langsung dengan hutan di wilayah Wonosobo.</p>
<figure id="attachment_364425" aria-describedby="caption-attachment-364425" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-364425" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/09/Yudi.jpg" alt="Kebakaran Sumbing" width="681" height="642" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/09/Yudi.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/09/Yudi-400x377.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/09/Yudi-150x141.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-364425" class="wp-caption-text">Kepala Seksi Pengelolaan Sumber Daya Hutan (PSDH) Perhutani KPH Kedu Utara, Yudi Noviar. Foto: W. Cahyono</figcaption></figure>
<p>Menurutnya, hingga saat ini titik api yang membakar hutan di Petak 209-1 RPH Kleseman tersebut belum menjalar di  hutan Gunung Sumbing di wilayah Kabupaten Magelang.</p>
<p>Ia menambahkan, batas antara hutan  Gunung Sumbing yang masuk wilayah Wonosobo dengan hutan di wilayah Kabupaten Magelang ada penyekat alam berupa Sungai Tangsi yang cukup lebar.</p>
<p>“Meskipun hingga saat ini api belum sampai masuk ke wilayah Kabupaten Magelang, tetapi kami tetap mengantisipasinya,”katanya.</p>
<p>Dengan adanya kebakaran hutan di gunung tersebut,  Perhutani KPH Kedu Utara untuk sementara menutup semua jalur pendakian ke gunung yang berbatasan dengan wilayah Wonosobo, Temanggung dan Kabupaten Magelang tersebut.</p>
<p>“Penutupan sementara jalur pendakian ke Gunung Sumbing tersebut berlaku sejak 1 September 2023 hingga batas waktu yang belum ditentukan,”imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Ridho Aroyan, pengelola jalur pendakian Gunung Sumbing  melalui Base Camp Adipuro, Desa Prampelan, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang mengatakan, pada Jumat malam tercatat sembilan orang pendaki yang hendak mendaki Gunung Sumbing melalui Base Camp Adipuro.</p>
<p>Dengan adanya kebakaran tersebut, sembilan pendaki tersebut  yang telah sampai di Pos 4 dan Pos 3 untuk diminta turun.</p>
<p>“Sedangkan, 45 orang pendaki yang hendak naik ke Gunung Sumbing yang berasal dari Lamongan, Jawa Timur, Semarang dan Jakarta, terpaksa dialihkan ke Gunung Sindoro,” kata Ridho.</p>
<p>Pengalihan sementara para pendaki Gunung Sumbing ke Sindoro tersebut dilakukan  untuk keselamatan  para calon pendaki Gunung Sumbing. W.Cahyono</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/09/02/kebakaran-gunung-sumbing-belum-masuk-wilayah-kabupaten-magelang">Kebakaran Gunung Sumbing, Belum Masuk Wilayah Kabupaten Magelang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nepal van Java, Eksotika Rumah Warna-Warni di Punggung Gunung Sumbing</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/08/07/nepal-van-java-eksotika-rumah-warna-warni-di-punggung-gunung-sumbing</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Aug 2023 03:50:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[gunung sumbing]]></category>
		<category><![CDATA[Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[nepal van java]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=357737</guid>

					<description><![CDATA[<p>ADA yang sering dimirip-miripkan dengan yang lain, agar orang kemudian menjadi tertarik. Orang berwajah mirip artis lalu diunggah ke media sosial, kemudian jadi viral. Setelah viral terkenal, apa pun bisa terjadi, termasuk datangnya rezeki. Begitu pula tempat-tempat di Indonesia, sering dimiripkan dengan tempat lain di luar negeri. Misalnya Bandung sebagai Paris van Java. Semarang bahkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/07/nepal-van-java-eksotika-rumah-warna-warni-di-punggung-gunung-sumbing">Nepal van Java, Eksotika Rumah Warna-Warni di Punggung Gunung Sumbing</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>ADA </strong>yang sering dimirip-miripkan dengan yang lain, agar orang kemudian menjadi tertarik. Orang berwajah mirip artis lalu diunggah ke media sosial, kemudian jadi viral. Setelah viral terkenal, apa pun bisa terjadi, termasuk datangnya rezeki.</p>
<p>Begitu pula tempat-tempat di Indonesia, sering dimiripkan dengan tempat lain di luar negeri. Misalnya Bandung sebagai Paris van Java. Semarang bahkan dulu pernah disebut Venice van Java. Dan, di Magelang ada suatu tempat yang disebut Nepal van Java.</p>
<p>Sebegitunyakah, sehingga tempat ini dimiripkan dengan Kawasan di Pegunungan Himalaya, di Nepal sana. Ya, tempat yang disebut Nepal van Java ini berada di kawasan lereng Gunung Sumbing Magelang, tepatnya di wilayah Dusun Butuh Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.</p>
<p>Lokasinya memang unik, berada di lereng, bahkan mungkin sudah merupakan punggung Gunung Sumbing. Dengan topografi yang tidak rata di lereng gunung ini, terdapat perkampungan. Karena topografi yang demikian, maka seakan rumah-rumah penduduk seperti bertingkat-tingkat.</p>
<p>Ketika kesadaran tentang pariwisata mulai tumbuh, dan warga menyadari bahwa pariwisata bisa memberikan peningkatan ekonomi, maka kreativitas pun muncul.</p>
<figure id="attachment_357743" aria-describedby="caption-attachment-357743" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="wp-image-357743 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/jalan-kampung.jpg" alt="" width="681" height="383" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/jalan-kampung.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/jalan-kampung-400x225.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/jalan-kampung-150x84.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-357743" class="wp-caption-text">Tukang ojek bisa melayani, mau jalan kaki di Nepal van Java juga silakan saja. Foto: Widiyartono R.</figcaption></figure>
<p>Rumah-rumah itu dicat dengan warna-warni, sehingga ketika dipandang dari bawah terlihat sangat indah. Kemudian seseorang datang, mengunggah gambar perkampungan di lereng gunung itu dengan caption “Nepal van Java”.</p>
<p>Meledaklah nama itu, dan viral, sehingga kemudian menjadi destinasi penting di Kabupaten Magelang. Pengunjung banyak yang penasaran, untuk membuktikan, apakah benar dusun itu mirip dengan rumah yang etrkesan bertingkat-tingkat seperti di Nepal sana.</p>
<p>Di saat liburan atau <em>weekend</em> biasa, banyak pengunjung yang datang. Tak hanya anak-anak muda, para orang tua pun banyak yang datang ke sini.</p>
<p>Terlebih bagi penggemar trekking dan mendaki gunung. Pendakian ke puncak Gunung Sumbing lewat <em>basecamp</em> Butuh juga ramai, terutama kalangan anak-anak sekolah.</p>
<p><strong>Menuju Nepal van Java</strong></p>
<p>Bagaimana bila Anda hendak berkunjung ke Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kaliangkrik, Kabupaten Magelang yang dikenals ebagai Nepal van Java ini?</p>
<p>Anda bisa naik motor atau mobil. Bahkan mobil yang relatif besar pun ke sana, misalnya sejenis mikrobus Hi-Ace, Elf, dan semacamnya. Jalan menuju ke dusun ini pun relatif bagus, hanya memang tidak lebar, sehingga mesti sabar dan hati-hati.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/07/nepal-van-java-eksotika-rumah-warna-warni-di-punggung-gunung-sumbing">Nepal van Java, Eksotika Rumah Warna-Warni di Punggung Gunung Sumbing</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pencuri Yang Baik Hati, Kembalikan Barang Curiannya di Tempat Semula</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/01/19/pencuri-yang-baik-hati-kembalikan-barang-curiannya-di-tempat-semula</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Jan 2022 05:59:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Temanggung]]></category>
		<category><![CDATA[aki seismik]]></category>
		<category><![CDATA[gunung sumbing]]></category>
		<category><![CDATA[gunung sumbing sindoro]]></category>
		<category><![CDATA[pencuri kembalikan hasil curiannya]]></category>
		<category><![CDATA[Pos pengamatan Gunung Api Sindoro Sumbing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=226309</guid>

					<description><![CDATA[<p>TEMANGGUNG,(SUARABARU.ID)-  Pencuri yang mencuri aki sumber listrik sensor pengukur kegempaan Gunung Sindoro- Sumbing di  Stasiun Seismik Cedokan mengembalikan hasil curiannya. Uniknya, pencuri yang baik hati tersebut mengembalikan hasil curiannya di lokasi tempat ia mencuri. Yakni,  di Stasiun Seismik Cedokan yang merupakan jalur pendakian ke Gunung Sumbing atau sekitar 2,5 kilometer dari Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/01/19/pencuri-yang-baik-hati-kembalikan-barang-curiannya-di-tempat-semula">Pencuri Yang Baik Hati, Kembalikan Barang Curiannya di Tempat Semula</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>TEMANGGUNG,(SUARABARU.ID)-  Pencuri yang mencuri aki sumber listrik sensor pengukur kegempaan Gunung Sindoro- Sumbing di  Stasiun Seismik Cedokan mengembalikan hasil curiannya.</p>
<p>Uniknya, pencuri yang baik hati tersebut mengembalikan hasil curiannya di lokasi tempat ia mencuri. Yakni,  di Stasiun Seismik Cedokan yang merupakan jalur pendakian ke Gunung Sumbing atau sekitar 2,5 kilometer dari Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung.</p>
<p>“Penemuan kembali aki yang merupakan sumber listrik dari sensor alat seismik tersebut, ketika petugas dari Pos Pengamatan Gunung Api Sindoro- Sumbing hendak memasang aki baru, pada Selasa ( 18/1),”kata Yuli Rahmatullah, petugas Pos Pengamatan Gunung Api Sindoro dan Sumbing yang dihubungi Rabu (19/1/2022).</p>
<figure id="attachment_226312" aria-describedby="caption-attachment-226312" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-226312" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/01/aki-seismik-ditemukan-400x354.jpeg" alt="aki seismik" width="400" height="354" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/01/aki-seismik-ditemukan-400x354.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/01/aki-seismik-ditemukan-150x133.jpeg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/01/aki-seismik-ditemukan.jpeg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-226312" class="wp-caption-text">Posisi aki sumber daya listrik Pos Seismik Cedokan yang sempat hilang dan dikembalikan lagi oleh pencurinya di tempat semula. Foto: Dok. Pos Pengamatan Gunung Api Sindoro- Sumbing.</figcaption></figure>
<p>Yuli mengatakan, saat ditemukan aki catu daya yang sempat hilang sejak 12 Januari 2022 lalu, dalam keadaan utuh dan tegangan sumber listrik tersebut juga masih normal.</p>
<p>Menurutnya, aki bermerek MTC 75 Ah tersebut ditemukan tidak jauh dari lokasi semula, yakni hanya berjarak sekitar 1 meter dari lokasi semula saat belum hilang.</p>
<p>Sebenarnya para petugas dari Pos Pengamatan Gunung Api Sindoro dan Sumbing tersebut, kembali  mendatangi lokasi itu pada Selasa ( 18/1)  untuk mengganti aki yang hilang dengan yang baru.</p>
<p>Namun,  sesampainya di lokasi yang berada  pada  kordinat S 07º21’58.68”, E 110º06’14.94”  dengan ketinggian 1.692  meter di atas permukaan laut, aki yang hilang ada sudah kembali lagi, meskipun posisinya berbeda dari sebelumnya.</p>
<p>“Karena petugas sudah membawa aki yang baru, maka kami memasang  aki yang baru di Pos Seismik Cedokan tersebut. Sedangkan aki yang sebelumnya hilang, kami bawa ke pos pengamatan,” katanya.</p>
<p>Ia menjelaskan, dengan telah terpasang kembali sumber listrik pada alat sensor kegempaan Gunung Sindoro-Sumbing  yang masuk wilayah Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung tersebut, bisa berfungsi kembali.</p>
<p>Yuli menambahkan, sebelumnya pihaknya langsung melaporkan kejadian pencurian tersebut ke  Polsek Temanggung Kota, pada Jumat ( 14/1), setelah mengetahui adanya pencurian tersebut.</p>
<p>Namun, dengan telah ditemukan kembali aki tersebut, pihaknya juga telah mencabut laporan polisi itu.</p>
<p>“Kami sudah mencabut laporan polisi di Polsek Temanggung Kota, pada Rabu (19/1), pagi,”ujarnya.</p>
<p>Yuli berharap, ke depan masyarakat ikut berperan dalam pengawasan alat-alat di lokasi tersebut. Karena alat-alat tersebut sangat berguna dan penting untuk mengetahui pergerakan kegempaan di Gunung Sumbing.</p>
<p>Selain itu, pihaknya juga akan merencanakan untuk mendirikan bangunan permanen untuk menyimpan semua alat penting di pos- pos seismic. Agar peralatan tersebut  lebih aman dari ulah orang tidak bertanggung jawab.</p>
<p>Sebelum diberitakan, alat pemantau kegempaan Gunung Sumbing tersebut, dipasang di lokasi  yang merupakan jalur pendakian Gunung Sumbing dari arah timur tersebut hilang dicuri oleh orang tidak dikenal, pada 12 Januari 2022 lalu.</p>
<p>Akibatnya, alat sensor seismik di  Stasiun Seismik Cedokan tidak  bisa mengirimkan dan merekam  pergerakan lempengan bumi ke Pos Pengamatan Gunung Sumbing- Sindoro yang ada  di Desa Gentingsari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung.</p>
<p>Pencurian tersebut diketahui pada 14 Januari 2022, ketika petugas pos pengamatan  tersebut hendak melakukan pengecekan di pos seismik itu.</p>
<p>Selain itu,  peralatan yang dipasang di Stasiun Seismik Cedokan tersebut, juga masih tergolong baru, karena baru terpasang pada  30 Agustus 2021 lalu. Yon</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Baca juga:</p>
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="0bWXmFtTJh"><p><a href="https://suarabaru.id/2022/01/17/aki-sensor-seismik-gunung-sumbing-di-stasiun-cedokan-hilang/">Aki  Sensor Seismik Gunung Sumbing Di Stasiun Cedokan Hilang</a></p></blockquote>
<p><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted" title="&#8220;Aki  Sensor Seismik Gunung Sumbing Di Stasiun Cedokan Hilang&#8221; &#8212; SuaraBaru.id" src="https://suarabaru.id/2022/01/17/aki-sensor-seismik-gunung-sumbing-di-stasiun-cedokan-hilang/embed/#?secret=0bWXmFtTJh" data-secret="0bWXmFtTJh" width="600" height="338" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/01/19/pencuri-yang-baik-hati-kembalikan-barang-curiannya-di-tempat-semula">Pencuri Yang Baik Hati, Kembalikan Barang Curiannya di Tempat Semula</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aki  Sensor Seismik Gunung Sumbing Di Stasiun Cedokan Hilang</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/01/17/aki-sensor-seismik-gunung-sumbing-di-stasiun-cedokan-hilang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Jan 2022 11:16:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Temanggung]]></category>
		<category><![CDATA[gunung sumbing]]></category>
		<category><![CDATA[gunung sumbing sindoro]]></category>
		<category><![CDATA[sensor seismik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=225863</guid>

					<description><![CDATA[<p>TEMANGGUNG,(SUARABARU.ID)- Alat sensor gempa  Gunung Sumbing  yang terpasang di di Stasiun Cedokan, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung bisa mengirimkan data kegempaan ke Pengamatan Gunung Api Sindoro dan Sumbing di Desa Gentingsari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung . Karena, aki ( sumber tenaga) alat pemantau tersebut dicuri orang. “Awalnya, pada rabu (12/1/2022) sekitar pukul 17.13 WIB,  [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/01/17/aki-sensor-seismik-gunung-sumbing-di-stasiun-cedokan-hilang">Aki  Sensor Seismik Gunung Sumbing Di Stasiun Cedokan Hilang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>TEMANGGUNG,(SUARABARU.ID)- Alat sensor gempa  Gunung Sumbing  yang terpasang di di Stasiun Cedokan, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung bisa mengirimkan data kegempaan ke Pengamatan Gunung Api Sindoro dan Sumbing di Desa Gentingsari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung . Karena, aki ( sumber tenaga) alat pemantau tersebut dicuri orang.</p>
<p>“Awalnya, pada rabu (12/1/2022) sekitar pukul 17.13 WIB,  alat sensor seismik di  Stasiun Seismik Cedokan tersebut tidak  bisa mengirimkan dan merekam  pergerakan lempengan bumi ke pos pengamatan. Lalu, petugas  mengecek peralatan tersebut pada Jumat ( 14/1),” Yuli Rahmatullah, petugas Pos Pengamatan Gunung Api Sindoro dan Sumbing di Desa Gentingsari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, Senin (17/1/2022).</p>
<p>Yuki mengatakan, petugas yang melakukan pengecekan pada 14 Januari 2022 pukul 07.15 WIB, menemukan  tanda-tanda perusakan di peralatan tersebut. Yakni, kotak penyimpan  aki ( baterai) yang ditanam di dalam tanah, telah dibuka paksa oleh orang yang tidak dikenal.</p>
<p>di dalam kotak tersebut, aki  yang digunakan sebagai catu daya sensor seismik Stasiun Cedokan telah raib dicuri orang yang tidak bertanggungjawab. Selain itu, di lokasi tersebut juga ditemukan  kabel yang seharusnya terpasang pada aki juga sudah dipotong menggunakan senjata tajam.</p>
<p>Menurutnya, alat pemantau kegempaan Gunung Sumbing tersebut, dipasang di lokasi tersebut baru sekitar lima bulan lalu, tepatnya pada  30 Agustus 2021 lalu. Akibat dari hilangnya aki sumber daya tersebut, pemantauan kegempaan Gunung Sumbing sedikit mengalami kendala, yakni menjadi kurang maksimal.</p>
<p>Menurutnya, saat ini  masih ada satu lagi stasiun seismik yang masih terpasang, tetapi dengan hilangnya aki sumber daya listrik sensor seismi Stasiun Cedokan tersebut, pemantauan kegempaan Gunung Sumbing menjadi kurang maksimal.</p>
<p>“Sebenarnya masih ada satu stasiun seismik yang terpasang, tetapi setelah aki sumber listrik sensor di Stasiun Cedoka, pengamatan kegempaan Gunung Sumbing kurang maksimal,”katanya.</p>
<p>Yuli menambahkan, hingga saat ini aktivitas kegempaan yang terjadi di gunung yang berada di perbatasan wilayah Kabupaten Magelang, Temanggung dan Wonosobo  tersebut  masih  normal dan tidak ada peningkatan. Yon</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/01/17/aki-sensor-seismik-gunung-sumbing-di-stasiun-cedokan-hilang">Aki  Sensor Seismik Gunung Sumbing Di Stasiun Cedokan Hilang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menikmati Senja di Puncak Botorono, Drama Indah Liburan Akhir Tahun</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/12/30/menikmati-senja-di-puncak-botorono-drama-indah-liburan-akhir-tahun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2021 01:55:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Botorono]]></category>
		<category><![CDATA[gunung sumbing]]></category>
		<category><![CDATA[puncak botorono]]></category>
		<category><![CDATA[Temanggung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=221610</guid>

					<description><![CDATA[<p>SETIAP libur Natal dan Tahun Baru, kami sekeluarga biasa melancong keluar kota. Namun karena masih dibayangi pandemi, kali ini kami putuskan tetap jalan-jalan, tetapi dekat saja dan ke tempat yang tak banyak orang dan terbuka. Kami pilih berziarah ke makam keluarga di Wonosobo. Namun, iseng-iseng kami sempatkan mampir ke Puncak Botorono karena kebetulan terlewati. Yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/12/30/menikmati-senja-di-puncak-botorono-drama-indah-liburan-akhir-tahun">Menikmati Senja di Puncak Botorono, Drama Indah Liburan Akhir Tahun</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SETIAP </strong>libur Natal dan Tahun Baru, kami sekeluarga biasa melancong keluar kota. Namun karena masih dibayangi pandemi, kali ini kami putuskan tetap jalan-jalan, tetapi dekat saja dan ke tempat yang tak banyak orang dan terbuka.</p>
<p>Kami pilih berziarah ke makam keluarga di Wonosobo. Namun, iseng-iseng kami sempatkan mampir ke Puncak Botorono karena kebetulan terlewati. Yang kami dengar, Botorono merupakan satu tempat wisata baru di kawasan punggung Gunung Sumbing yang lagi naik daun.</p>
<p>Berkendara mobil dari Semarang pukul 09.00 pagi. Berhenti di <em>rest area </em>tol Ungaran untuk menikmati kopi dan ke toilet. Keluar pintu tol Bawen dan ambil jalan lingkar Ambarawa.</p>
<p>Setibanya di pertigaan Kaliampo Pringsurat, kami belok ke kanan mengambil jalan tembus arah Temanggung, lalu Parakan dan belok kiri menanjak ke jurusan Wonosobo.</p>
<p>Setelah melewati Pasar Legi Parakan, tak lebih dari 10 menit menempuh jalur berkelok, sebuah gang di sisi kiri jalan menampilkan petunjuk arah cukup mencolok yang memberi kami informasi jalur menuju Puncak Botorono.</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga <a href="https://suarabaru.id/2021/12/30/menikmati-telaga-warna-dieng-di-moment-liburan-akhir-tahun/">Menikmati Telaga Warna Dieng di Momen Liburan Akhir Tahun</a></strong></span></p>
<p>Ya, di jalan berkelak-kelok itu, bila kita memandang sisi kiri pemandangan indah Gunung Sumbing akan tampak. Dan, ada salah satu anak gunung yang menyolok. Di sana ada tulisan dengan <em>grand letter </em>BOTORONO. Ini mengundang penasaran kami, untuk naik ke sana.</p>
<p>Kami telusuri gang beraspal sepanjang  sekitar 1 km melewati Balai Desa Petarangan, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung. Jalan kecil menembus perkampungan berujung pada lahan parkir. Waktu menunjukkan pukul 11.05.</p>
<p><strong>Pemuda yang Ramah</strong></p>
<p>Beberapa pemuda dengan ramah memandu mobil untuk diparkir sembari menjelaskan tarif parkir Rp 5.000 ditarik ketika kami hendak pulang. Ia sekaligus memberi saran bagaimana mencapai Puncak Botorono yang berjarak sekitar 1.500 meter km dari area parkir. Jalannya yang sempit tak cukup dilalui mobil.</p>
<p>Kami memilih menyewa ojek ketimbang jalan kaki. Tarif ojek di sini diatur standar, yaitu per orang Rp 10.000 untuk naik ke puncak dan Rp 5.000 untuk turun dari puncak ke tempat parkir.</p>
<p>Knalpot ojek menderu menyusur jalan menanjak ke Puncak Botorono. Pengemudinya cekatan, setara dengan kondisi motor yang cukup prima.</p>
<p>Ia bercerita, ojek Botorono semua adalah warga sekitar dengan jumlah motor aktif sekitar 30 unit. Pada <em>peak season </em>ia bisa 10 kali pulang balik mengangkut penumpang. Berhenti sebentar di sebuah pos, kami ditarik tiket masuk area wisata Rp 5.000 per orang.</p>
<p>Ojek Kembali menderu di jalan yang makin naik. Saya perlu mengganjal pantat dengan sebelah tangan karena dari tadi rasanya mau melorot.</p>
<p>Tak sampai 10 menit kami sudah tiba di gerbang Area Wisata Puncak Botorono. Di ketinggian 1.300 meter diatas permukaan laut (mdpl), angin dari lembah yang masih bau sisa gerimis, terasa sejuk mengelus pipi.</p>
<p>Ada sebuah warung sederhana, tapi cukup lengkap menyediakan kebutuhan darurat, seperti kopi, nasi dengan lauk, mie instan dan lainnya. Sepuluh meter di sampingya, terdapat lahan parkir motor, toilet dan mushola. Semuanya nampak rapi dan bersih.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/12/30/menikmati-senja-di-puncak-botorono-drama-indah-liburan-akhir-tahun">Menikmati Senja di Puncak Botorono, Drama Indah Liburan Akhir Tahun</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Agar Tradisi Lebaran Tidak Terganggu, Objek Wisata “Nepal Van Java” Tutup 10-15 Mei</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/05/04/agar-tradisi-lebaran-tidak-terganggu-objek-wisata-nepal-van-java-tutup-10-15-mei</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 May 2021 07:48:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Dusun Butuh]]></category>
		<category><![CDATA[gunung sumbing]]></category>
		<category><![CDATA[nepal van java]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=168514</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Pemerintah Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik,Kabupaten Magelang akan menutup sementara objek wisata di lereng Gunung Sumbing, yang dikenal dengan “Nepal Van Java”. “Kami akan menutupan objek wisata Nepal Van Java selama lima hari mulai 10-15 Mei mendatang,” kata Kepala Dusun Butuh, Lilik Setyawan, Selasa ( 4/5). Lilik mengatakan, selain objek wisata [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/05/04/agar-tradisi-lebaran-tidak-terganggu-objek-wisata-nepal-van-java-tutup-10-15-mei">Agar Tradisi Lebaran Tidak Terganggu, Objek Wisata “Nepal Van Java” Tutup 10-15 Mei</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Pemerintah Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik,Kabupaten Magelang akan menutup sementara objek wisata di lereng Gunung Sumbing, yang dikenal dengan “Nepal Van Java”.</p>
<p>“Kami akan menutupan objek wisata Nepal Van Java selama lima hari mulai 10-15 Mei mendatang,” kata Kepala Dusun Butuh, Lilik Setyawan, Selasa ( 4/5).</p>
<p>Lilik mengatakan, selain objek wisata “Nepal Van Java”, pihaknya juga menutup jalur pendakian “Symphony Sumbing” ke Gunung Sumbing yang melalui Dusun Butuh.</p>
<p>Keputusan penutupan objek wisata dan jalur pendakian ke Gunung Sumbing melalui Dusun Butuh itu, tertuang dalam surat edaran nomor 41/Bth/2021 tertanggal 3 Mei 2021.</p>
<figure id="attachment_168508" aria-describedby="caption-attachment-168508" style="width: 320px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-168508" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/surat-edaran-320x400.jpeg" alt="" width="320" height="400" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/surat-edaran-320x400.jpeg 320w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/surat-edaran-120x150.jpeg 120w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/surat-edaran.jpeg 545w" sizes="(max-width: 320px) 100vw, 320px" /><figcaption id="caption-attachment-168508" class="wp-caption-text">Surat edaran Pemerintah Dusun Butuh yang menyatakan penutupan sementara objek wisata “Nepal Van Java” dan jalur pendakian Gunung Sumbing “ Symphoni Sumbing”, pada liburan Lebaran 1442 Hijriah. Foto; Yon</figcaption></figure>
<p>Menurutnya, objek wisata dan jalur pendakian Sumbing melalu Dusun Butuh tersebut akan kembali dibuka untuk umum pada 16 Mei mendatang.</p>
<p>Ia menjelaskan, alasan penutupan objek wisata alam dan jalur pendakian Gunung Sumbing tersebut, agar massyarakat dusun setempat bisa merayakan  Idul Fitri sebagaimana mestinya orang desa selama ini.  Dan, tidak terganggu dengan aktivitas wisata.</p>
<p>Ia mengakui, adanya  keputusan sempat menjadi  pro dan kontra di masyarakat Dusun Butuh.Namun, dirinya  memiliki kewajiban agar adat- istiadat dan tradisi  yakni bersilaturahmi saat Lebaran di  warga setempat tidak tergeser.</p>
<p>&#8220;Saat lebaran, warga setempat memiliki adat silaturahmi atau mengunjungi kepada orang-orang yang lebih tua untuk meminta maaf. Jadi jangan sampai anak-anak atau generasi lebih mementingkan wisata daripada silaturahmi,&#8221; kata  Lilik yang juga pengelola objek wisata itu.</p>
<p>3 Hari</p>
<p>Lilik menjelaskan, tradisi yang berkembang selama ini, yakni  bersilaturahmi di Dusun Butuh memerlukan waktu  tiga hari lamanya. Selain, bersilaturahmi dengan warga Dusun Butuh yang  ada sekitar 500 Kepala Keluarga ( KK), warga  setempat juga bersilaturahmi  dengan warga dusun atau  desa tetangga.</p>
<p>“Biasanya diperlukan waktu tiga hari untuk bersilaturahmi. Karena, selain dengan tetangga terdekat, juga dilakukan dengan warga dusun atau desa tetangga yang datang ke Butuh,” imbuhnya.</p>
<p>Objek wisata alam di Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang tersebut, mendapat julukan sebagai Nepal van Java karena memiliki pemandangan alam nan  indah.</p>
<p>Yakni, rumah penduduk yang seolah bertumpuk di lereng gunung, seperti Negara Nepal. Bedanya, Dusun Butuh berada di lereng Gunung Sumbing, sementara Negara Nepal memiliki Gunung Everest. Pemandangan seperti itu pun segera dikenal masyarakat luas setelah tersebar luas di media sosial. Yon</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/05/04/agar-tradisi-lebaran-tidak-terganggu-objek-wisata-nepal-van-java-tutup-10-15-mei">Agar Tradisi Lebaran Tidak Terganggu, Objek Wisata “Nepal Van Java” Tutup 10-15 Mei</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nepal van Java, Kampung Unik di Punggung Sumbing</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/12/07/nepal-van-java-kampung-unik-di-punggung-sumbing</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2020 05:37:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[dinas kepemudaan olahraga dan pariwisata jateng]]></category>
		<category><![CDATA[gunung sumbing]]></category>
		<category><![CDATA[Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[nepal van java]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[PWI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=130840</guid>

					<description><![CDATA[<p>RUMAH berderet-deret di punggung gunung itu biasa. Di mana-mana di daerah yang bergunung-gunung ada. Di Dieng, misalnya, atau Kledung di punggung Gunung Sumbing di Temanggung. Juga di Colo, Kudus di Gunung Muria, dengan topografi tanah yang berlereng. Rumah-rumah berjajar bagai tingkatan berundak-undak. Baca juga Rumah Atsiri Indonesia, Wow Kenikir Bisa Diambil Minyaknya Tetapi kemudian memang menjadi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/12/07/nepal-van-java-kampung-unik-di-punggung-sumbing">Nepal van Java, Kampung Unik di Punggung Sumbing</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RUMAH</strong> berderet-deret di punggung gunung itu biasa. Di mana-mana di daerah yang bergunung-gunung ada. Di Dieng, misalnya, atau Kledung di punggung Gunung Sumbing di Temanggung. Juga di Colo, Kudus di Gunung Muria, dengan topografi tanah yang berlereng. Rumah-rumah berjajar bagai tingkatan berundak-undak.</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga <a href="https://suarabaru.id/2020/12/06/rumah-atsiri-indonesia-wow-kenikir-bisa-diambil-minyaknya/">Rumah Atsiri Indonesia, Wow Kenikir Bisa Diambil Minyaknya</a></strong></span></p>
<p>Tetapi kemudian memang menjadi berbeda, ketika kita berkunjung ke Dusun Butuh, Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Memang jalan ke sana tidak segampang ke Colo di Muria atau ke Dieng.</p>
<p>Maklum, jalan yang tersedia memang sangat terbatas. Sempit, sehingga ketika dua kendaraan berpapasan harus saling minggir. Tetapi provokasi tentang “Nepal van Java” sebagai sebutan kawasan Dusun Butuh itu, memang mengundang orang untuk datang.</p>
<p>Bila kita mengemudi memang harus konsentrasi tinggi. Ya, karena kondisi jalan itu. Padahal pemandangan sangat indah. Gunung Sumbing saat cuaca cerah akan tampak sangat indah. Bila kita membawa kamera, tentu tidak ingin berhenti membidik objek. Gunung saat cerah, atau saat berkabut, sama-sama indah.</p>
<p>Belum lagi ada perempuan tua renta yang menggendong kayu bakar. Kita mungkin akan merasa kasihan. Tetapi ini objek foto yang <em>human interest.</em> Begitu foto terekam dalam kamera, kita ingin buru-buru mengunggah di instagram. Sayang, jaringan seluler memang belum tersedia secara sempurna.</p>
<p><strong>Perkampungan Unik</strong></p>
<p>Memang setelah kita melaju dari Magelang menuju Bandongan, Kaliangkrik, sampai Nepal van Java sebenarnya tidak terlalu jauh. Tetapi aksesibilitasnya itu yang memang membutuhkan perhatian. Sesampai lokasi, mobil atau sepeda motor kita diarahkan ke tempat parkir yang memang disediakan. Masih berupa lahan tanah yang terbuka.</p>
<figure id="attachment_130844" aria-describedby="caption-attachment-130844" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-130844" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/nepal-van.jpg" alt="" width="640" height="360" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/nepal-van.jpg 640w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/nepal-van-400x225.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/nepal-van-150x84.jpg 150w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-130844" class="wp-caption-text">Memasuki kampung &#8220;Nrpal&#8221; ini kita mesti bayar dulu di loket. Foto: Widiyartono R.</figcaption></figure>
<p>Di tempat parkir ini kita bisa mengaso sejenak minum teh atau kopi, karena di situ memang tersedia resto. Rombongan PWI Jateng bersama Tim Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jateng dalam program <em>Jateng on The Spot</em> singgah dulu untuk makan siang dan minum teh panas di resto ini. <em> </em></p>
<p>Di sini pula, kita bisa memulai petualangan dengan kamera yang kita bawa. Bila diarahkan ke gunung, maka akan tampak perkampungan yang unik. Rumah bagai berundak-undak. Coba tengoklah di <em>google search</em>, ketik “Nepal” untuk gambar.</p>
<p>Foto negeri Nepal dengan rumah-rumah yang berada di punggung gunung itu memang mirip dengan apa yang kita lihat di Dusun Butuh, punggung Gunung Sumbing. Di era instagram seperti ini, ketika ada orang datang dan memotret rumah-rumah di kampung punggung gunung di Butuh itu, lalu mengunggahnya dengan <em>caption </em>Nepal van Java, maka menjadi viral gambar itu.</p>
<p>“Ya kira-kira baru setengah tahun lalu tempat ini ramai. Dulu yang kampung biasa di gunung. Sepi dan dingin. Orang di sini ya cuma bertani sayuran,” ujar lelaki seorang penjual jagung bakar.</p>
<p>Setelah sejenak minum kopi untuk menurunkan stres karena mengemudi di jalan sempit dan banyak papasan, kita bisa bersiap untuk program berikutnya. Sesi foto atau selfia ria di lahan parkir diskors sejenak.</p>
<p>Kita harus naik ke kampung unik di punggung gunung itu. Masjid besar seakan menjadi ikon kampung itu. Memang cukup megah, tetapi belum selesai pembangunannya. “Pembangunan masih berproses, masjid ini dibangun sejak sekitar 10 tahun lalu dan sampai sekarang belum jadi,” kata penjual jagung bakar yang <em>ngetem</em> di depan masjid.</p>
<figure id="attachment_130843" aria-describedby="caption-attachment-130843" style="width: 478px" class="wp-caption alignleft"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-130843" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/ojek.jpg" alt="" width="478" height="681" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/ojek.jpg 478w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/ojek-281x400.jpg 281w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/ojek-105x150.jpg 105w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/ojek-295x420.jpg 295w" sizes="(max-width: 478px) 100vw, 478px" /><figcaption id="caption-attachment-130843" class="wp-caption-text">Naik ojek menuju kampung Nepal. Foto: Widiyartono R</figcaption></figure>
<p><strong>Jalan atau Ngojek</strong></p>
<p>Untuk naik ke kampung Nepal van Java itu, ada dua pilihan. Jalan kaki, mengitari kampung dengan jalan menanjak dan berilku. Atau naik ojek dengan tariff Rp 25 ribu-Rp 30 ribu pergi-pulang. Kita berjalan memasuki gapura, kemudian mampir ke loket untuk membayar, sebagai syarat masuk kampung. Tidak mahal sih, hanya Rp 8.000 per orang.</p>
<p>Bagi yang jalan kaki ya langsung saja melangkah. Tetapi untuk yang naik ojek, diberi kalung identitas penumpang yang dipakai selama kunjungan. Naik ojek di jalan kampung sempit, menanjak, menikung memang suatu tantangan. Untunglah jalanan kampung itu sudah dicor, sehingga cukup nyaman dilewati.</p>
<p>Tampak orang berjualan sayuran, opak, dan makanan lainnya di tepian jalan kampung itu. Ya, setiap Sabtu-Minggu memang pengunjung sangat banyak. Dan, itu dimanfaatkan oleh warga untuk mengais rezeki dari wistawan yang datang.</p>
<p>Tukang ojek yang mebawa saya naik sebenarnya ya bukan tukang ojek. Dia hanya memanfaatkan hari libur untuk “narik”. “Saya kerja proyek di Jogja, Pak. Ya, mumpung di rumah ada tarikan ya saja jalani. Lumayan, kalau ramai bisa dapat dua ratus lima puluh ribu sehari,” katanya.</p>
<figure id="attachment_130845" aria-describedby="caption-attachment-130845" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-130845" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/20201205_131827.jpg" alt="" width="681" height="383" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/20201205_131827.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/20201205_131827-400x225.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/20201205_131827-150x84.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/20201205_131827-640x360.jpg 640w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-130845" class="wp-caption-text">Di Dusun Butuh, Nepal van Java, berfoto selfi adalah hal yang sulit untuk ditolak. Foto: wied</figcaption></figure>
<p>Sekali lagi, jalannya ngeri-ngeri sedap. Sebuah air terjun menjadi tujuan pertama. Tidak terbayangkan kalau di sana ada air terjun, meskipun tidak terlalu tinggi. Karena, letaknya persis di belakang rumah warga. Kita harus masuk lorong sempit di antara dua rumah, dan langsung sampai. Airnya bening, karena langsung dari gunung. Di atas sudah tidak ada rumah lagi.</p>
<p>Setelah berfoto-foto di air terjun, perjalanan dilanjutkan ke masjid yang jadi ikon.  Konstruksinya memang khas, maklum di tanah miring. Sehingga, beton-beton penyangga dibuat sedemikian rupa. Lantai bawah masih belum tuntas pembangunannya, digunakan untuk parkir kendaraan para pengojek.</p>
<p>Pengunjung pun naik ke lantai atas, yang menjadi halaman masjid. Bagi yang mau sembahyang, langsung bsia masuk. Tetapi kebanyakan, pengunjung hanya berfoto-foto karena lanskapnya sangat indah. Latar belakang gunung menghijau yang memang sangat instagramabel.</p>
<p>Puas berfoto-foto di masjid, tukang ojek mengajak turun ke spot foto berikutnya. Namanya Taman Depok, yang di sana ada bangunan berarsitektur mirip gaya Bali. Lagi-lagi pemandangan memang sangat indah, sehingga banyak yang ingin berlama-lama di sana.</p>
<p>Ternyata ini spot terakhir, mas tukang ojek pun meraungkan motornya meluncur ke tempat pemberangkatan. Kampung ini memang unik, sembai membonceng motor, kita bisa memandang rumah-rumah yang dibangun dengan “dak” atau dicor atapnya. Lantai di atap rumah yang cukup luas itu bisa juga digunakan untuk pentas menari, misalnya.</p>
<p>Sesampai tempat pemberangkatan, kita turun menyerahkan tanda identitas penumpang lalu membayar pada tukang ojek. Dan, itulah akhir petualangan di Nepal van Java.</p>
<figure id="attachment_130848" aria-describedby="caption-attachment-130848" style="width: 411px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-130848" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/air-terjun.jpg" alt="" width="411" height="361" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/air-terjun.jpg 411w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/air-terjun-400x351.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/air-terjun-150x132.jpg 150w" sizes="(max-width: 411px) 100vw, 411px" /><figcaption id="caption-attachment-130848" class="wp-caption-text">Untuk menuju air terjun di pucuk Dusun Butuh ini, kita harus lewat lorong di antara dua rumah ini dan langsung ketemu air terjun. Foto: Widiyartono R</figcaption></figure>
<p><strong>Parkir Rp 15  Ribu</strong></p>
<p>Saat hendak meninggalkan tempat parkir, mikrobus hiace yang membawa kami dihentikan oleh warga berseragam rompi khas tukang parkir. “Lima belas ribu,” kata petugas parkir itu. Pengemudi kami kaget, dan membayar langsung Rp 45 ribu untuk tiga mikrobus yang membawa rombongan.</p>
<p>Rasanya, tarif parkir sebesar itu memang cukup tinggi. Apalagi fasilitasnya juga belum memadai. Masih berupa tanah, yang bila hujan becek dan tentu merepotkan pengunjung. Hal lain yang menjadi catatan adalah aksesibilitas. Kondisi jalan memang boleh dibilang belum layak. Apalagi sering juga truk-truk lewat, dan menjadikan kendaraan saat berpapasan harus berhenti dulu. Dan, ini bisa menimbulkan kemacetan panjang.</p>
<p>Ya, kita tentu maklum, ini destinasi baru yang digarap oleh warga desa. Tentu diperlukan sentuhan-sentuhan pengetahuan tentang kepariwisataan bagi para pelakunya. Termasuk bagi warga desa. Karena bukan tidak mungkin, kita bisa menginap di sana menikmati sensasi hawa dingin malam. Dan, keberadaan <em>homestay</em> tentu dibutuhkan.</p>
<p>Nepal van Java, masih butuh banyak sentuhan.</p>
<p><strong>Widiyartono R</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/12/07/nepal-van-java-kampung-unik-di-punggung-sumbing">Nepal van Java, Kampung Unik di Punggung Sumbing</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>