<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>gunung muria Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/gunung-muria/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 14 May 2026 13:20:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>gunung muria Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pendaki yang Jatuh di Puncak Argopiloso Gunung Muria Ditemukan Selamat</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/14/pendaki-yang-jatuh-di-puncak-argopiloso-gunung-muria-ditemukan-selamat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2026 13:20:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[gunung muria]]></category>
		<category><![CDATA[pendaki jatuh]]></category>
		<category><![CDATA[puncak argopiloso]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=559658</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) &#8211; Seorang pendaki asal Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, terjatuh ke jurang sedalam sekitar 40 meter di jalur pendakian Puncak Argopiloso, Gunung Muria, Kamis (14/5/2026) dini hari. Korban akhirnya berhasil ditemukan tim SAR dalam kondisi selamat meski mengalami patah tulang kaki. Korban diketahui bernama Jonathan (20), warga Desa Bakalan Krapyak RT 04 RW 03, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/14/pendaki-yang-jatuh-di-puncak-argopiloso-gunung-muria-ditemukan-selamat">Pendaki yang Jatuh di Puncak Argopiloso Gunung Muria Ditemukan Selamat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Seorang pendaki asal Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, terjatuh ke jurang sedalam sekitar 40 meter di jalur pendakian Puncak Argopiloso, Gunung Muria, Kamis (14/5/2026) dini hari. Korban akhirnya berhasil ditemukan tim SAR dalam kondisi selamat meski mengalami patah tulang kaki.</p>
<p>Korban diketahui bernama Jonathan (20), warga Desa Bakalan Krapyak RT 04 RW 03, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.</p>
<p>Kapolsek Dawe, AKP Jajang, mengatakan survivor berhasil ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB setelah dilakukan pencarian oleh tim gabungan.</p>
<p>“Korban ditemukan dalam kondisi selamat dan saat ini masih dalam proses evakuasi,” ujarnya.</p>
<p>Berdasarkan laporan yang dihimpun, kejadian bermula saat tiga pendaki berangkat menuju jalur pendakian Argopiloso sekitar pukul 03.00 WIB menggunakan dua sepeda motor. Mereka melakukan pendakian tektok untuk menikmati sunrise di puncak Gunung Muria.</p>
<p>Setibanya di tanjakan di atas Pos 4, Jonathan diduga mengalami kelelahan saat melintasi jalur akar pohon yang curam. Korban kemudian kehilangan konsentrasi hingga terpeleset dan jatuh ke jurang sedalam kurang lebih 40 meter.</p>
<p>Meski terjatuh ke dasar jurang, korban masih sempat merespons teriakan rekannya.</p>
<p>Salah satu saksi, Akbar Fachri Fachruddin (17), kemudian turun menuju basecamp Rejenu untuk meminta pertolongan kepada warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah desa serta BPBD Kudus. Sementara rekannya yang lain tetap berada di lokasi untuk menunggui korban.</p>
<p>Mendapat laporan itu, tim gabungan dari BPBD Kudus langsung bergerak menuju lokasi dipimpin Kabid Kedaruratan BPBD Kudus Any Wilianti dan Kasi Kedaruratan Ahmad Munaji.</p>
<p>Proses pencarian dan evakuasi melibatkan banyak unsur, di antaranya Basarnas Pos SAR Jepara, Satgas Destana Japan, Relawan Sedulur Dawe, TNI/Polri, Puskesmas Rejosari, FRPB Kudus, MDMC Kudus, SAR LPBI NU, GRI Unit Kudus, Badak Rescue, Mapala, hingga warga sekitar.</p>
<p>Pada pukul 18.00 WIB korban berhasil dievakuasi di pos pendakian Rejenu untuk kemudian segera mendapatkan perawatan medis.</p>
<p>&#8220;Korban sudah berhasil dievakuasi dan kini mendapat perawatan medis,&#8221;kata Munaji.</p>
<p><strong>Ali Bustomi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/14/pendaki-yang-jatuh-di-puncak-argopiloso-gunung-muria-ditemukan-selamat">Pendaki yang Jatuh di Puncak Argopiloso Gunung Muria Ditemukan Selamat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa Jatuh ke Jurang saat Mendaki Puncak Argopiloso Pegunungan Muria Kudus</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/14/mahasiswa-jatuh-ke-jurang-saat-mendaki-puncak-argopiloso-pegunungan-muria-kudus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2026 04:45:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[gunung muria]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[pendaki jatuh]]></category>
		<category><![CDATA[puncak argopiloso]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=559569</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) &#8211; Puncak Argopiloso kembali memakan korban. Seorang mahasiswa asal Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, dilaporkan jatuh ke jurang saat mendaki jalur wisata alam puncak Argopiloso Pegunungan Muria di Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kamis (14/5/2026) dini hari. Informasi dari Forum Relawan Penanggulangan Bencana Kudus, korban diketahui berinisial J (20), warga Desa Bakalan Krapyak RT 04 [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/14/mahasiswa-jatuh-ke-jurang-saat-mendaki-puncak-argopiloso-pegunungan-muria-kudus">Mahasiswa Jatuh ke Jurang saat Mendaki Puncak Argopiloso Pegunungan Muria Kudus</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Puncak Argopiloso kembali memakan korban. Seorang mahasiswa asal Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, dilaporkan jatuh ke jurang saat mendaki jalur wisata alam puncak Argopiloso Pegunungan Muria di Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kamis (14/5/2026) dini hari.</p>
<p>Informasi dari Forum Relawan Penanggulangan Bencana Kudus, korban diketahui berinisial J (20), warga Desa Bakalan Krapyak RT 04 RW 03, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Hingga Kamis pagi proses evakuasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan dari relawan dan aparat terkait.</p>
<p>Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban berangkat mendaki bersama dua rekannya sekitar pukul 03.00 WIB menggunakan dua sepeda motor. Mereka menuju kawasan pendakian Argopiloso dengan tujuan menikmati pemandangan matahari terbit atau sunrise.</p>
<p>Setibanya di jalur tanjakan dekat Pos 3 menuju Pos 4, korban diduga mengalami kelelahan saat melintasi medan terjal yang dipenuhi akar pohon. Nahas, korban kemudian terpeleset dan jatuh ke jurang.</p>
<p>“Saat dipanggil dari atas, korban masih sempat menjawab,” ungkap salah satu saksi dalam laporan relawan.</p>
<p>Dua rekan korban kemudian turun kembali ke kawasan Rejenu Air Tiga Rasa untuk meminta bantuan kepada warga dan relawan setempat.</p>
<p>Mendapat laporan tersebut, tim gabungan dari Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Kudus langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan proses pencarian dan evakuasi.</p>
<p>Petugas yang terlibat dalam operasi evakuasi antara lain dari Basarnas Cabang Jepara, Polsek Dawe, Koramil Dawe, serta sejumlah relawan yang tergabung dalam FRPB Kudus seperti Sedulur Relawan Dawe, Destana Japan, dan Satgas Siaga Japan.</p>
<p>Tim relawan diketahui menggunakan sepeda motor dan berbagai peralatan pendukung untuk menjangkau medan ekstrem di kawasan perbukitan Argopiloso.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi survivor masih berlangsung dan kondisi korban belum diketahui secara pasti.</p>
<p><strong>Ali Bustomi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/14/mahasiswa-jatuh-ke-jurang-saat-mendaki-puncak-argopiloso-pegunungan-muria-kudus">Mahasiswa Jatuh ke Jurang saat Mendaki Puncak Argopiloso Pegunungan Muria Kudus</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pendaki yang Hilang di Gunung Muria Berhasil Dievakuasi Selamat Setelah Terjatuh di Jurang</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/10/29/pendaki-yang-hilang-di-gunung-muria-berhasil-dievakuasi-selamat-setelah-terjatuh-di-jurang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2025 01:46:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[bpbd kudus]]></category>
		<category><![CDATA[gunung muria]]></category>
		<category><![CDATA[jatuh jurang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendaki]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=504106</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) – Seorang pendaki bernama Evan Maulana (18) warga Desa Rejosari, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Muria, Jalur Natasangin, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Selasa (28/10/2025) malam. Peristiwa itu terjadi saat korban melakukan pendakian seorang diri pada Selasa sore sekitar pukul 14.00 WIB. Meski [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/29/pendaki-yang-hilang-di-gunung-muria-berhasil-dievakuasi-selamat-setelah-terjatuh-di-jurang">Pendaki yang Hilang di Gunung Muria Berhasil Dievakuasi Selamat Setelah Terjatuh di Jurang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> – Seorang pendaki bernama Evan Maulana (18) warga Desa Rejosari, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Muria, Jalur Natasangin, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Selasa (28/10/2025) malam.</p>
<p>Peristiwa itu terjadi saat korban melakukan pendakian seorang diri pada Selasa sore sekitar pukul 14.00 WIB. Meski sempat diimbau oleh penjaga basecamp agar tidak mendaki karena cuaca hujan dan berkabut, Evan tetap memutuskan melanjutkan perjalanan menuju puncak Natasangin.</p>
<p>Namun, ketika hampir mencapai puncak bayangan Natasangin sekitar pukul 17.30 WIB, korban diduga terpeleset dan terjatuh ke jurang sedalam 70–90 meter.</p>
<p>Kasi Kedaruratan dan Kebencanaan BPBD Kudus, Ahmad Munaji, mengatakan laporan pertama diterima oleh Kudus Siaga 112 pada pukul 23.00 WIB, setelah rekan korban, Hilmi, mendapat pesan singkat WhatsApp bahwa korban terperosok ke jurang.</p>
<p>“Begitu mendapat laporan, kami langsung berkoordinasi dan menerjunkan tiga tim gabungan menuju lokasi. Proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena kondisi medan yang terjal dan gelap, disertai cuaca hujan,” jelas Ahmad Munaji, Rabu (29/10/2025).</p>
<p>Tim pertama yang terdiri dari delapan personel diberangkatkan ke lokasi pukul 24.00 WIB melalui jalur atas. Disusul tim kedua dengan empat orang menyisir jalur bawah pada pukul 03.15 WIB, dan tim ketiga membawa perlengkapan tambahan menyusul ke titik kejadian sekitar pukul 04.50 WIB.</p>
<p>Pada sekitar pukul 03.15 WIB, tim sempat mendengar teriakan korban dari bawah puncak bayangan. Upaya komunikasi terus dilakukan untuk memastikan posisi korban sebelum melakukan proses penarikan manual dengan sistem katrol.</p>
<p>“Korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada pukul 05.40 WIB dalam keadaan sadar dan tanpa luka serius. Setelah itu korban dibawa turun ke basecamp Natasangin untuk pemeriksaan lanjutan,” tambah Munaji.</p>
<p>Operasi penyelamatan ini melibatkan unsur BPBD Kudus, Basarnas, Polsek dan Koramil Gebog, relawan Destana Rahtawu, MDMC, BAGANA, Kencana Gebog, perangkat Desa Rahtawu, serta warga setempat.</p>
<p>Proses evakuasi selesai pada pukul 06.40 WIB. BPBD Kudus mengimbau para pendaki agar memperhatikan kondisi cuaca dan selalu mematuhi arahan petugas basecamp demi keselamatan diri.</p>
<p>“Gunung Muria memiliki kontur curam dan licin saat hujan. Kami minta pendaki lebih bijak dan tidak memaksakan diri naik saat cuaca ekstrem,” pungkas Munaji.</p>
<p><strong>Ali Bustomi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/29/pendaki-yang-hilang-di-gunung-muria-berhasil-dievakuasi-selamat-setelah-terjatuh-di-jurang">Pendaki yang Hilang di Gunung Muria Berhasil Dievakuasi Selamat Setelah Terjatuh di Jurang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Buntut Insiden Pendaki Jatuh, Bupati Kudus Tinjau Jalur Pendakian Rahtawu</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/06/29/buntut-insiden-pendaki-jatuh-bupati-kudus-tinjau-jalur-pendakian-rahtawu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2025 12:25:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[bupati kudus]]></category>
		<category><![CDATA[gunung muria]]></category>
		<category><![CDATA[Jalur Naga Natas Angin]]></category>
		<category><![CDATA[Jalur Pendakian Rahtawu]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan Pendakian]]></category>
		<category><![CDATA[Pendaki Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[wisata alam Kudus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=481568</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) – Menyikapi insiden kecelakaan pendaki di Jalur Naga, Natas Angin, Gunung Muria, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris turun langsung meninjau Pos Pendakian Rahtawu, Kecamatan Gebog, pada Minggu (29/6/2025). Peninjauan ini merupakan bentuk respons cepat Pemerintah Kabupaten Kudus dalam menjamin keamanan dan keselamatan para pendaki, sekaligus memperkuat edukasi tentang pentingnya pendakian yang tertib dan bertanggung [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/29/buntut-insiden-pendaki-jatuh-bupati-kudus-tinjau-jalur-pendakian-rahtawu">Buntut Insiden Pendaki Jatuh, Bupati Kudus Tinjau Jalur Pendakian Rahtawu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> – Menyikapi insiden kecelakaan pendaki di Jalur Naga, Natas Angin, Gunung Muria, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris turun langsung meninjau Pos Pendakian Rahtawu, Kecamatan Gebog, pada Minggu (29/6/2025).</p>
<p>Peninjauan ini merupakan bentuk respons cepat Pemerintah Kabupaten Kudus dalam menjamin keamanan dan keselamatan para pendaki, sekaligus memperkuat edukasi tentang pentingnya pendakian yang tertib dan bertanggung jawab.</p>
<p>“Kami hadir sebagai bentuk kepedulian. Kami juga ingin mengingatkan seluruh pihak, terutama desa dan camat, untuk memastikan setiap pendaki melakukan registrasi dan menyerahkan identitas sebelum naik,” tegas Bupati Sam’ani.</p>
<p>Bupati juga mengingatkan pentingnya mematuhi tata tertib pendakian, membawa perlengkapan yang sesuai, dan tidak membuang sampah sembarangan.</p>
<p>“Pendaki wajib membawa turun kembali sampah yang tidak bisa terurai. Kami juga mengimbau warung-warung di jalur pendakian untuk ikut mendukung pengelolaan sampah yang baik,” tambahnya.</p>
<p><strong>Dorong Pemandu Lokal dan GPS Tracker</strong></p>
<p>Untuk mengurangi risiko insiden di jalur ekstrem seperti Jalur Naga Natas Angin, Pemkab akan mendorong pengelolaan jalur pendakian oleh desa melalui BUMDes atau Karang Taruna, serta memfasilitasi pelatihan pemandu lokal.</p>
<p>“Pendakian di Jalur Naga membutuhkan pendampingan khusus. Pendaki juga harus mempertimbangkan batas usia dan kondisi fisiknya,” ujarnya.</p>
<p>Pemkab Kudus juga berencana menambah fasilitas keselamatan, termasuk papan peringatan, pos pengawasan, hingga gelang GPS sebagai alat pelacak jika terjadi kasus pendaki tersesat.</p>
<p>Di akhir kunjungannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian Gunung Muria, yang juga memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam unggulan.</p>
<p>“Mari kita rawat alam ini bersama. Jika dikelola dengan baik dan aman, Gunung Muria bisa menjadi destinasi wisata unggulan yang turut meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar,” pungkasnya.</p>
<p><strong>Ali Bustomi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/29/buntut-insiden-pendaki-jatuh-bupati-kudus-tinjau-jalur-pendakian-rahtawu">Buntut Insiden Pendaki Jatuh, Bupati Kudus Tinjau Jalur Pendakian Rahtawu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pendaki Jatuh di Jalur Naga Puncak Natas Angin Gunung Muria, Pengelolaan Pendakian Dipertanyakan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/06/27/pendaki-tewas-di-gunung-muria-belum-ada-basecamp-dan-sop-pendakian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2025 02:50:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[basecamp Gunung Muria]]></category>
		<category><![CDATA[bpbd kudus]]></category>
		<category><![CDATA[gunung muria]]></category>
		<category><![CDATA[jalur naga Muria]]></category>
		<category><![CDATA[jalur pendakian Muria]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan pendakian gunung]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[pendaki Kudus meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[pendaki tewas Muria]]></category>
		<category><![CDATA[pendakian Gunung Muria]]></category>
		<category><![CDATA[pengelolaan gunung]]></category>
		<category><![CDATA[potensi wisata Muria]]></category>
		<category><![CDATA[Puncak Natas Angin]]></category>
		<category><![CDATA[relawan SAR Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[SOP pendakian]]></category>
		<category><![CDATA[tragedi pendakian]]></category>
		<category><![CDATA[tujuh puncak Gunung Muria]]></category>
		<category><![CDATA[wisata alam Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[wisata pegunungan Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[wisata religi Sunan Muria]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=481322</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) – Meninggalnya seorang pendaki muda bernama Jovita Diva Prabudawardani (21), warga Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, saat mendaki Gunung Muria kembali menyuarakan keprihatinan mendalam atas ketiadaan sistem pendakian yang aman dan terstruktur di kawasan tersebut. Korban dilaporkan terjatuh ke jurang di jalur Naga menuju Puncak Natas Angin pada Selasa (25/6/2025) sekitar pukul [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/27/pendaki-tewas-di-gunung-muria-belum-ada-basecamp-dan-sop-pendakian">Pendaki Jatuh di Jalur Naga Puncak Natas Angin Gunung Muria, Pengelolaan Pendakian Dipertanyakan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> – Meninggalnya seorang pendaki muda bernama Jovita Diva Prabudawardani (21), warga Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, saat mendaki Gunung Muria kembali menyuarakan keprihatinan mendalam atas ketiadaan sistem pendakian yang aman dan terstruktur di kawasan tersebut.</p>
<p>Korban dilaporkan terjatuh ke jurang di jalur Naga menuju Puncak Natas Angin pada Selasa (25/6/2025) sekitar pukul 14.00 WIB. Setelah upaya evakuasi yang cukup sulit, tim SAR akhirnya berhasil mengevakuasi jenazah Jovita pada Rabu siang (26/6/2025).</p>
<p>Kasi Kedaruratan BPBD Kudus, Ahmad Munaji, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada basecamp resmi maupun sistem pengelolaan jalur pendakian di Pegunungan Muria. Pendaki bisa langsung naik tanpa registrasi, briefing keselamatan, atau pencatatan identitas. Padahal, pendakian ke puncak seperti Natas Angin memiliki tantangan ekstrem yang tidak bisa dianggap remeh.</p>
<p>“Selama ini tidak ada prosedur standar. Pendaki hanya dikenai biaya parkir di warung yang berada di sekitar pintu masuk, tanpa ada retribusi resmi apalagi asuransi. Ini berbahaya jika terjadi hal-hal di luar dugaan,” tegas Munaji.</p>
<p>Tragedi yang menimpa Jovita pun menjadi tamparan keras akan pentingnya sistem keamanan dan keselamatan dalam kegiatan pendakian. Apalagi Gunung Muria bukan sekadar objek wisata biasa. Gunung ini memiliki tujuh puncak dengan keindahan dan daya tarik yang kuat bagi para pendaki dari berbagai daerah.</p>
<p>Baca juga:</p>
<p><strong><a href="https://suarabaru.id/2025/06/25/pendaki-terjatuh-di-jalur-naga-gunung-muria-kudus-ditemukan-meninggal-korban-baru-diwisuda">Pendaki Terjatuh di Jalur Naga Gunung Muria Kudus Ditemukan Meninggal, Korban Baru Diwisuda</a></strong></p>
<p>Puncak-puncak Gunung Muria antara lain: Natas Angin (1.602 mdpl), Songolikur atau Puncak 29 (1.603 mdpl), Argopiloso (1.581 mdpl), Abiyoso, Argo Jembangan, Candi Angin, hingga Termulus yang dikenal eksotis namun belum terjamah. Khususnya jalur Naga menuju Natas Angin yang menjadi lokasi jatuhnya korban, dikenal sebagai salah satu rute paling menantang.</p>
<p>Kawasan Gunung Muria yang membentang di tiga kabupaten—Kudus, Pati, dan Jepara—memiliki potensi wisata alam dan religi yang luar biasa. Namun tanpa pengelolaan yang tepat, potensi itu bisa berubah menjadi ancaman. Minimnya kontrol pendakian bukan hanya berisiko terhadap keselamatan, tapi juga terhadap kelestarian lingkungan.</p>
<p>Para pemerhati alam dan relawan pencinta gunung mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera membangun sistem pendakian yang lebih tertib. Pendirian basecamp resmi, sistem registrasi pendaki, pelatihan guide lokal, serta jalur evakuasi darurat harus menjadi prioritas.</p>
<p>“Sudah saatnya Gunung Muria dikelola lebih serius. Tragedi seperti ini seharusnya tidak terjadi jika ada sistem pengamanan yang memadai,” ujar Kholid Mawardi, anggota DPRD Kudus yang juga dikenal sebagai aktifis pecinta alam.</p>
<p>Hingga kini, belum jelas otoritas mana yang harus bertanggung jawab mengelola jalur pendakian Gunung Muria . Namun, masyarakat berharap insiden ini membuka mata semua pihak bahwa keselamatan pendaki harus menjadi prioritas utama dalam pengembangan wisata alam.</p>
<p><strong>Ali Bustomi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/27/pendaki-tewas-di-gunung-muria-belum-ada-basecamp-dan-sop-pendakian">Pendaki Jatuh di Jalur Naga Puncak Natas Angin Gunung Muria, Pengelolaan Pendakian Dipertanyakan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pecel Pakis Makanan Khas di Lereng Gunung Muria Kudus</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/10/13/pecel-pakis-makanan-khas-di-lereng-gunung-muria-kudus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Oct 2023 09:31:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[colo]]></category>
		<category><![CDATA[gunung muria]]></category>
		<category><![CDATA[pecel pakis]]></category>
		<category><![CDATA[pecel pakis Clo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=374490</guid>

					<description><![CDATA[<p>PECEL pakis merupakan makanan khas Kudus yang berada di Desa Colo, Kecamatan Dawe yang berada di lereng Gunung Muria. Seperti pecel pada umumnya, masakan ini terdiri dari nasi putih dengan sayur &#8211; sayuran yang disiram dengan bumbu kacang. Tetapi yang membedakan, sesuai dengan namanya, pecel berbahan daun pakis (paku) muda. Sebenarnya tidak ada perbedaan rasa [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/10/13/pecel-pakis-makanan-khas-di-lereng-gunung-muria-kudus">Pecel Pakis Makanan Khas di Lereng Gunung Muria Kudus</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PECEL</strong> pakis merupakan makanan khas Kudus yang berada di Desa Colo, Kecamatan Dawe yang berada di lereng Gunung Muria. Seperti pecel pada umumnya, masakan ini terdiri dari nasi putih dengan sayur &#8211; sayuran yang disiram dengan bumbu kacang.</p>
<p>Tetapi yang membedakan, sesuai dengan namanya, pecel berbahan daun pakis (paku) muda. Sebenarnya tidak ada perbedaan rasa yang nyata pada pecel pakis ini dibandingkan pecel dengan sayuran lainnya.</p>
<p>Rasanya pedas, gurih, manis dari bumbu kacang sangat terasa jelas. Ditambah lagi kelembutan nasi yang dipadukan dalam satu piring membuat sajian ini semakin nikmat. Pecel pakis sangat cocok untuk sarapan atau bahkan dibuat makan siang.</p>
<p>Saat menikmati pecel pakis bisa ditambahkan dengan lauk – lauk tambahan seperti telur dadar atau telur mata sapi, tempe goreng, perkedel, dan sesuai selera anda. Tak hanya lauk saja, kalian bisa menikmati dengan tambahan macam–macam gorengan seperti bakwan, mendoan tempe, atau bahkan dengan kerupuk.</p>
<figure id="attachment_374491" aria-describedby="caption-attachment-374491" style="width: 610px" class="wp-caption alignnone"><img class="wp-image-374491 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/Pecel-Pakis-Colo.jpg" alt="" width="610" height="480" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/Pecel-Pakis-Colo.jpg 610w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/Pecel-Pakis-Colo-400x315.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/Pecel-Pakis-Colo-150x118.jpg 150w" sizes="(max-width: 610px) 100vw, 610px" /><figcaption id="caption-attachment-374491" class="wp-caption-text">Menikmati pecel pakis telur telur dan bakwan. Foto: Dinita</figcaption></figure>
<p>Bahkan di Colo, ada warung makan ayam bakar yang sajiannya dipadukan dengan pecel pakis ini. Nama tempat makan</p>
<p>Bumbu pecel pakis yang memiliki aroma jeruk dan kencur menambah kenikmatan masakan satu ini. Selain jeruk dan kencur, komposisi bumbu makanan ini adalah kacang tanah dan  cabai. Untuk menambah efek gurih di dalam bumbu, juga dicampur dengan gula merah, bawang putih, buah asem, dan garam.</p>
<p>Untuk menikmati sajian pecel pakis colo ini, kamu bisa mengunjungi warung makan mana saja yang terletak di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Di lereng Gunung Muria, pengunjung dapat menikmati pecel yang terbuat dari daun pakis atau biasa dikenal dengan daun paku, serta merasakan suasana segarnya udara pegunungan.</p>
<p><strong>Dinita Charissa Ludviana -Mg</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/10/13/pecel-pakis-makanan-khas-di-lereng-gunung-muria-kudus">Pecel Pakis Makanan Khas di Lereng Gunung Muria Kudus</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hipotermia, Mulida Pendaki Gunung Muria Dievakuasi Tim SAR</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/17/hipotermia-mulida-pendaki-gunung-muria-dievakuasi-tim-sar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2021 11:03:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[colo]]></category>
		<category><![CDATA[gunung muria]]></category>
		<category><![CDATA[hipotermia]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=140744</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Mulida Arifatur (17), survivor warga Honggosoco RT.04/01, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus dievakuasi tim SAR Gabungan dalam keadaan selamat setelah mengalami hipotermia saat mendaki Gunung Muria. Kepala Basarnas Semarang, Nur Yahya mengungkapkan, kejadian berawal pada hari Sabtu, 16 Januari sore hari sekitar pukul 15.00 WIB, saat Mulida bersama dlapan rekannya pergi mendaki ke [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/17/hipotermia-mulida-pendaki-gunung-muria-dievakuasi-tim-sar">Hipotermia, Mulida Pendaki Gunung Muria Dievakuasi Tim SAR</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="https://suarabaru.id/" data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?q=http://SUARABARU.ID&amp;source=gmail&amp;ust=1610966003070000&amp;usg=AFQjCNFHcOZZLKWwtjY3M2HmYZpukLXueg">SUARABARU.ID</a>) &#8211;</strong> Mulida Arifatur (17), survivor warga Honggosoco RT.04/01, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus dievakuasi tim SAR Gabungan dalam keadaan selamat setelah mengalami hipotermia saat mendaki Gunung Muria.</p>
<p>Kepala Basarnas Semarang, Nur Yahya mengungkapkan, kejadian berawal pada hari Sabtu, 16 Januari sore hari sekitar pukul 15.00 WIB, saat Mulida bersama dlapan rekannya pergi mendaki ke Gunung Muria.</p>
<figure id="attachment_140746" aria-describedby="caption-attachment-140746" style="width: 511px" class="wp-caption alignleft"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-140746" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/IMG-20210117-WA0015.jpg" alt="" width="511" height="681" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/IMG-20210117-WA0015.jpg 511w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/IMG-20210117-WA0015-300x400.jpg 300w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/IMG-20210117-WA0015-113x150.jpg 113w" sizes="(max-width: 511px) 100vw, 511px" /><figcaption id="caption-attachment-140746" class="wp-caption-text">Mulida saat dirawat di Puskesmas Gribig. Foto: Ist</figcaption></figure>
<p>&#8220;Sesampainya di pos 1, Mulida sudah merasakan kelelahan namun tetap melanjutkan perjalanannya ke pos 2,&#8221; ungkap Yahya kepada awak media di Semarang, Minggu (17/1/2021).</p>
<p>Namun belum sampai di pos 2, lanjut Yahya, Mulida sudah tidak kuat lagi hingga mengalami hipotermia. Beberapa teman korban akhirnya turun kembali ke pos 1 untuk meminta bantuan evakuasi.</p>
<p>Selanjutnya tim SAR gabungan melakukan upaya evakuasi terhadap Mulida sekitar pukul 23.45 WIB. Setelah berhasil dievakuasi dengan selamat Mulida langsung dibawa ke Puskemas Gribig dengan menggunakan ambulans.</p>
<p><strong>Ning-wied</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/17/hipotermia-mulida-pendaki-gunung-muria-dievakuasi-tim-sar">Hipotermia, Mulida Pendaki Gunung Muria Dievakuasi Tim SAR</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ayam Bakar yang Paling Ueeeenaaaak Itu Ada di Colo</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/09/ayam-bakar-yang-paling-ueeeenaaaak-itu-ada-di-colo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2021 02:59:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[ayam bakar mbok yanah colo]]></category>
		<category><![CDATA[curug montel]]></category>
		<category><![CDATA[gunung muria]]></category>
		<category><![CDATA[ojek colo]]></category>
		<category><![CDATA[sunan muria]]></category>
		<category><![CDATA[walisongo]]></category>
		<category><![CDATA[wisata kudus]]></category>
		<category><![CDATA[wisata ziarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=138769</guid>

					<description><![CDATA[<p>Reportase Widiyartono R COLO adalah sebuah desa di Kecamatan Dawe, kaki Gunung Muria Kudus. Jarak dari kota Kudus menuju lokasi ini kurang dari 20 km, yang bisa ditempuh dengan kendaraan dalam waktu sekitar setengah jam. Ya, Colo memang dikenal sebagai tujuan wisata religi, khususnya ziarah ke makam Sunan Muria, atau Raden Mas Said. Maka pada [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/09/ayam-bakar-yang-paling-ueeeenaaaak-itu-ada-di-colo">Ayam Bakar yang Paling Ueeeenaaaak Itu Ada di Colo</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Reportase <strong>Widiyartono R</strong></p>
<p><strong>COLO </strong>adalah sebuah desa di Kecamatan Dawe, kaki Gunung Muria Kudus. Jarak dari kota Kudus menuju lokasi ini kurang dari 20 km, yang bisa ditempuh dengan kendaraan dalam waktu sekitar setengah jam. Ya, Colo memang dikenal sebagai tujuan wisata religi, khususnya ziarah ke makam Sunan Muria, atau Raden Mas Said.</p>
<p>Maka pada saat normal di luar pandemi seperti saat ini, banyak dijumpai bus-bus membawa peziarah dari berbagai tempat yang parkir di kawasan wisata Colo. Meski saat pandemic seperti sekarang, tetap masih ada yang berkunjung ke sana, meskipun tidak meluap seperti biasa.</p>
<p>Colo memang tepat peziarahan, khususnya bagi umat Islam. Tetapi selain itu, tempat ini memang unik. Lokasinya di ketinggian, udara relatif sejuk pada siang hari, tetapi sangat dingin pada waktu malam. Untuk sekadar “ngadhem”, Colo merupakan lokasi yang cocok.</p>
<p>Terlebih di sana juga ada hotel milik pemda yang bi dijadikan tempat beristirahat. Di hotel ini juga sering diadakan kegiatan seperti rapat, pelatihan, <em>workshop</em>, dan lain-lain.</p>
<p><strong>Jeruk Pamelo</strong></p>
<p>Ada yang unik bila kita berkunjung ke Colo. Setelah masuk dan membayar tiket, kemudian kita akan melewati kawasan yang biasa digunakan untuk parkir bus-bus pembawa wisatawan. Di situ ada masjid, dan di sekitarnya banyak sekali pedagang.</p>
<p>Yang dijual sangatlah khas Colo, misalnya <em>ganyong</em> sejenis umbi-umbian keluarga yang termasuk kana seperti bunga puspanyidra. Umbi yang berasa manis dengan serat-serat kasar ini dijajakan sudah dalam keadaan matang.</p>
<p>Selain <em>ganyong </em>ada juga kimpul atau talas yang juga dijual sudah dalam keadaan matang. Jadi kalau kita beli, bisa langsung kita nikmati. Bagi orang kota, jenis makanan ini jelas sangat jarang dijumpai. Maka, ini adalah sebuah sensasi bila kita menikmatinya di Colo.</p>
<p>Dagangan lainnya ada petai. Nah, petai menjadi buah tangan bagi yang berkunjung ke Colo. Bentuknya yang panjang, bijinya besar, apalagi yang tua. Ah, sangat mantap untuk disantap di rumah sebagai teman makan ayam goreng, campuran nasi goreng, atau masakan lainnya.</p>
<p>Ada juga kulit pohon pakis, dalam ukuran tertentu, yang konon dipercaya bisa menjadi pengusir tikus. Bentuknya yang eksotis bagaikan ukiran, potongan kayu pakis ini juga bisa digunakan sebagai hiasan. Kemudian yang juga selalu ada di Colo adalah pisang tanduk atau orang Jawa meyebutnya <em>gedhang gebyar</em>.</p>
<figure id="attachment_138778" aria-describedby="caption-attachment-138778" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-138778" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2930.jpg" alt="" width="681" height="511" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2930.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2930-400x300.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2930-150x113.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2930-100x75.jpg 100w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2930-180x135.jpg 180w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2930-238x178.jpg 238w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-138778" class="wp-caption-text">Di pasar ini kita bisa membeli pisang tanduk, petai, dan buah-buah lainya termasuk jeeruk pamelo. Foto: Widiyartono R.</figcaption></figure>
<p>Yang juga sangat popular adalah jeruk pamelo. Ini semacam jeruk bali, dalam ukuran yang besar, rasanya manis, buahnya berwarna merah.</p>
<p>Nama &#8220;pamelo&#8221; sekarang disarankan oleh Kementerian Pertanian, karena ini bukan “jeruk bali” dan tidak ada kaitannya dengan Bali. Konon pula, kata <em>pamelo</em> ini disematkan pada jeruk itu, karena mengacu pada bintang film <em>Baywatch</em> Pamela Andersen yang dadanya besar seperti jeruk endemik Muria ini. Ah ada-ada saja….</p>
<p>Jeruk pamelo memang besar dan rasanya manis. Maka harganya pun, wow, tentu tidak murah. “Ini yang kecil-kecil dua puluh ribu. Yang agak besar tiga puluh lima ribu. Yang super tujuh puluh lima ribu,” ujar penjual di pasar buah yang ada di Colo.</p>
<p>Yang harganya 35 ribu rupiah, itu memang besar, tetapi ada “cacat” di kulitnya karena adanya serangan hama atau tumbuhnya tidak sehat. Tetapi yang super memang dijamin. Selain besar juga manis.</p>
<p>“Kalau milih jeruk seperti ini jangan cuma karena besarnya. Tetapi diangkat dan dirasakab beratnya. Kalau yang lebih berat, itu isi buahnya besar. Kalau ringan kebanyakan lapisan kulitnya,” ujar seorang pengunjung.</p>
<figure id="attachment_138775" aria-describedby="caption-attachment-138775" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-138775" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2939.jpg" alt="" width="681" height="511" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2939.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2939-400x300.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2939-150x113.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2939-100x75.jpg 100w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2939-180x135.jpg 180w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2939-238x178.jpg 238w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-138775" class="wp-caption-text">Sajian ayam bakar dan pecel pakis Mbok Yanah ini, cocok sekali dinikmati di Colo yang sejuk. Foto: Widiyartono R.</figcaption></figure>
<p><strong>Ayam Bakar dan Pecel Pakis</strong></p>
<p>Yang paling sensasional, kalau berkunjung ke Colo ya makan pecel paku. <em>Lho, mosok</em> paku dimakan. Ya, pakis adalah tanaman jenis paku-pakuan. Jenis pakis tertentu, daunnya bisa dimasak. Kalau di Baturaden dimasak <em>oseng-oseng</em> dicamput <em>kamijara</em> atau sereh. Nah, di Colo dimacak pecel.</p>
<p>Ada sebuah warung namanya Mbok Yanah, yang menyediakan pecel pakis ini. Tetapi yang lebih menggetarkan lagi adalah ayam bakarnya. Tetapi maf-maaf kata, kalau Anda cuma berduaan saja disarankan jangan pesan ayam bakar di sini. Dijamin <em>nggak bakalan </em>habis.</p>
<p>“Kalau pesan ayam di sini harus satu ekor, ya kalau nggak habis kan bisa dibungkus dibawa pulang,” kata pemilik warung.</p>
<p>Maklum, pemilik warung memang tidak menyediakan potongan ayam. Jadi kalau kita ke sana, harus pesan ayam satu ekor utuh. Jadi kalau cuma berdua, ya sisanya dibungkus buat oleh-oleh. Rasa ayam bakarnya memang <em>mak nyussssss</em>. Manis gurih, disantap dengan nasi hangat dan pecel pakis. Pokoknya <em>uenaaak tenan.</em></p>
<p>Bila tidak pesan ayam, ada sih lauk lainnya seperti bakwan, tempe, atau kerupuk. Juga bisa pesan ayam goring tentu saja. Tetapi pecel pakis itu pasti turut disajikan.</p>
<figure id="attachment_138781" aria-describedby="caption-attachment-138781" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-138781" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2920.jpg" alt="" width="681" height="511" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2920.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2920-400x300.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2920-150x113.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2920-100x75.jpg 100w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2920-180x135.jpg 180w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2920-238x178.jpg 238w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-138781" class="wp-caption-text">Berfoto dengan latar belakang rumah-rumah di lereng Gunung Muria jangan dilewatkan sebagai kenang-kenangan. Foto: Widiyartono R.</figcaption></figure>
<p><strong>Rumah-rumah di Lereng</strong></p>
<p>Di Kabupaten Magelang ada tempat viral di Dusun Butuh, Kecamatan Kaliangkrik. Dusun Buuh namanya tenggelam berganti dengan Nepal van Java. Ya, rumah-rumah di lereng punggung Gunung Sumbing itu diimajinasikan oleh netizen seperti rumah-rumah di Nepal, di lereng Pegunungan Himalaya.</p>
<p>Di Colo, ada juga rumah-rumah eksotik yang berderet di lereng yang cukup tajam. Bila dipandang di pinggir jalan raya depan hotel milik pemda, memang jadi eksotik sekali. Hanya saja, tidak diwarna-warni seperti di Butuh, Kaliangkrik.</p>
<p>Pengunjung bisa berfoto dengan latar belakang kawasan rumah di tebing tajam itu. Bila cuaca bagus, akan sangat indah. Kalau pun toh ada kabut, itu akan menambah sensasi di foto-foto kita.</p>
<p>Tetapi, bila berkunjung ke Colo memang harus hati-hati. Tukang ojek banyak sekali di sana, mengantar pengunjung yang berziarah ke makam Sunan Muria di puncak. Mereka adalah pengendara yang amat mahir, sehingga mengemudikannya pun cenderung ngebut. Cukup ngeri juga bagi pengunjung.</p>
<p>Ya, ayo kita ke Colo. Tetapi harap diingat, karena masih suasana pandemi maka tetap harus dijaga protocol kesehatan. Pakai masker, cuci tangan, dan yang penting <strong>jangan bergerombol, jangan berkerumun.</strong></p>
<p>Selamat berwisata.</p>
<p><em>Widiyartono R, wartawan suarabaru.id, pemerhati masalah pariwisata.</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/09/ayam-bakar-yang-paling-ueeeenaaaak-itu-ada-di-colo">Ayam Bakar yang Paling Ueeeenaaaak Itu Ada di Colo</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>