KUDUS (SUARABARU.ID) — Pendaki yang dilaporkan terjatuh ke jurang saat melakukan pendakian di jalur Naga Puncak Natas Angin, Pegunungan Muria Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, akhirnya berhasil dievakuasi. Namun saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Korban diketahui bernama Jovita Diva Prabudawardani (21), warga Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kudus. Ia dilaporkan mendaki bersama dua orang lainnya yang merupakan adiknya dan tetangganya.
“Korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,”kata Bahruddin, salah satu relawan yang ikut dalam proses evakuasi, Rabu (26/6/2025).
Proses evakuasi mengalami sejumlah kendala lantaran medan alam yang cukup berat. Untuk mengevaluasi jenazah korban tim SAR harus menggunakan peralatan yang memadai lantaran korban terjatuh di jurang.
Begitu jenazah berhasil dibawa turun ke basecamp, korban langsung dimasukkan ke ambulans dan dilarikan ke RSUD untuk menjalani proses pemeriksaan medis dan selanjutnya dibawa pulang ke rumah duka.
Korban diketahui merupakan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) yang baru saja diwisuda beberapa hari lalu.
Korban ternyata juga anak dari salah satu putri dari pejabat di lingkungan BPBD Kabupaten Kudus.
Menurut informasi yang dihimpun berdasarkan keterangan saksi mata, pendakian dimulai pukul 07.00 WIB. Korban bersama Avika Febiana Wibowo (13), serta rombongan lain termasuk Willy Restu Mahadewa (15), berangkat menuju puncak Natas Angin tanpa memberi tahu tujuan sebenarnya kepada orang tua korban, melainkan berpamitan pergi ke SMA Gebog.
Rombongan sampai di Desa Rahtawu sekitar pukul 08.00 WIB dan mulai pendakian hingga mencapai puncak pada pukul 13.00 WIB. Saat perjalanan turun sekitar pukul 14.00 WIB, rombongan terbagi dalam tiga bagian. Avika berada paling depan, korban di tengah, dan rombongan lain yang berjarak sekitar 15-20 meter di belakang.
Insiden terjadi di jalur yang dikenal sebagai jalur naga, area berbatu dan licin. Saat menuruni bagian jalur tanah, korban diduga terpeleset saat sedang merekam pemandangan dengan ponselnya. Saksi mendengar suara teriakan dan bunyi tumbukan keras, namun tidak sempat melihat korban terjatuh secara langsung.
Willy Restu Mahadewa, yang berada di belakang korban, mengonfirmasi bahwa ia melihat korban tergeletak di dasar jurang sedalam kurang lebih 50 meter dalam kondisi tidak bergerak. Selanjutnya, yang bersangkutan melaporkan ke posko setempat.
Ali Bustomi













