<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>gereja blenduk Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/gereja-blenduk/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Jun 2025 05:22:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>gereja blenduk Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>GKI Karangsaru Punya Orgel Pipa Raksasa, Saksikan Konsernya Sabtu Malam</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/06/18/gki-karangsaru-punya-orgel-pipa-raksasa-saksikan-konsernya-sabtu-malam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2025 04:45:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[gereja blenduk]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja Katolik Gedangan]]></category>
		<category><![CDATA[GKI Karangsaru]]></category>
		<category><![CDATA[Jonathan Wibowo]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[orgel pipa]]></category>
		<category><![CDATA[Pdt. Angga Prasetya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=479697</guid>

					<description><![CDATA[<p>SIAPA pun mengenal Gereja Blenduk yang menjadi ikon Kota Lama Semarang. Selain bentuknya yang unik mblendhuk, atapnya yang membuncit seperti perut orang hamil, maka Prof Eko Budihardjo menyebut itu sebagai the pregnance church (“gereja hamil”). Cerita lain tentang Gereja Blenduk adalah, di situ terdapat orgel pipa, dan yang serupa itu hanya dua di dunia, satu [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/18/gki-karangsaru-punya-orgel-pipa-raksasa-saksikan-konsernya-sabtu-malam">GKI Karangsaru Punya Orgel Pipa Raksasa, Saksikan Konsernya Sabtu Malam</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SIAPA</strong> pun mengenal Gereja Blenduk yang menjadi ikon Kota Lama Semarang. Selain bentuknya yang unik <em>mblendhuk, </em>atapnya yang membuncit seperti perut orang hamil, maka Prof Eko Budihardjo menyebut itu sebagai <em>the pregnance church </em>(“gereja hamil”).</p>
<p>Cerita lain tentang Gereja Blenduk adalah, di situ terdapat orgel pipa, dan yang serupa itu hanya dua di dunia, satu di antaranya di Gereja Blenduk itu. Ya, yang serupa memang di Gereja Blenduk, tetapi gereja kuno di Semarang juga ada yang punya orgel pipa yaitu Gereja Katolik Santo Yusuf Gedangan, di Jalan Ronggowarsito, masih di Kawasan Kota Lama.</p>
<p>Hanya memang sayangnya, dua orgel pipa tersebut sudah tidak berfungsi, alias tidak bisa dimainkan. Lalu apakah kita yang di Semarang tidak bisa melihat atau bahkan mendengar alunan merdu musik orgel pipa? Bisa kita lihat, bisa kita nikmati. Bahkan bila Anda berminat, bisa menyaksikan konsernya di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Karangsaru Jalan Karangsaru, Jagalan, Semarang, Sabtu 21 Juni 2025 mulai pukul 18.00.</p>
<p>Konser bertajuk <em>Music Sacra et Profana </em>ini menampilkan pianis terkenal Jonathan Christian Turangan Wibowo atau yang dikenal dengan Jonathan Wibowo.</p>
<p>Jonathan Wibowo pernah mendapatkan beasiswa untuk studi musik Akademi Musik Gnesin, Moskow, Rusia, dan beberapa kali tampil dalam konser di Rusia.</p>
<p>Ya, GKI Karangsari memiliki orgel pipa, karya bangsa sendiri, atas ide Pendeta Angga Prasetya orang Semarang dan dibuat oleh Martino, lulusan PIKA yang kemudian mendapat kesempatan belajar membuat orgel pipa di Jerman yaitu Martino.</p>
<figure id="attachment_479737" aria-describedby="caption-attachment-479737" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img class="wp-image-479737 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/06/orgel2.jpg" alt="" width="681" height="383" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/06/orgel2.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/06/orgel2-400x225.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/06/orgel2-150x84.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-479737" class="wp-caption-text">Orgel raksasa yang berbahan pipa-pia kayu jati, mahoni, dan bambu bernilai sekitar Rp 500 juta ini terpajang di balkon GKI Karangsaru. Foto: R. Widiyartono</figcaption></figure>
<p>Orgel pipa itu baru diresmikan penggunaannya Januari 2025 lalu, setelah melalui proses pembuatan sekitar lima tahun. Keberadaan orgel pipa ini menambah eksotika GKI Karangsaru.</p>
<p><strong>Gereja Tua dan Orgel Pipa</strong></p>
<p>Pendeta Angga Prasetya, pendeta di GKI Karangsaru, mengisahkan bagaimana proses pembuatan orgel pipa itu. Diakuinya, sejak kecil dia memang sudah memainkan piano atau organ. Sehingga, piano dan organ sudah bukan lagi <em>passion </em>dalam hidupnya, tetapi seakan sudah mengalir bersama darah di tubuhnya.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/18/gki-karangsaru-punya-orgel-pipa-raksasa-saksikan-konsernya-sabtu-malam">GKI Karangsaru Punya Orgel Pipa Raksasa, Saksikan Konsernya Sabtu Malam</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AICIS Akan Mendefinisikan Peran Agama dalam Tantangan Kemanusiaan di Kancah Global</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/01/30/aicis-akan-mendefinisikan-peran-agama-dalam-tantangan-kemanusiaan-di-kancah-global</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jan 2024 00:55:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS)]]></category>
		<category><![CDATA[gereja blenduk]]></category>
		<category><![CDATA[muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[NU]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=396302</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Acara bertajuk Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke-23, yang digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang, Kamis-Minggu (1-4/2/2024) mendatang, akan mempertemukan sejumlah akademisi dari Indonesia dan beberapa negara lainnya. Ajang tahunan ini digelar Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Selain akademisi, hadir juga para tokoh agama dari sejumlah negara. Mereka [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/30/aicis-akan-mendefinisikan-peran-agama-dalam-tantangan-kemanusiaan-di-kancah-global">AICIS Akan Mendefinisikan Peran Agama dalam Tantangan Kemanusiaan di Kancah Global</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Acara bertajuk Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke-23, yang digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang, Kamis-Minggu (1-4/2/2024) mendatang, akan mempertemukan sejumlah akademisi dari Indonesia dan beberapa negara lainnya.</p>
<p>Ajang tahunan ini digelar Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Selain akademisi, hadir juga para tokoh agama dari sejumlah negara. Mereka akan mendiskusikan beragam persoalan kontemporer, dalam bingkai tema &#8216;Redefining The Roles of Religion in Addressing Human Crisis: Encountering Peace, Justice, and Human Rights Issues&#8217;.</p>
<p>Pada tahap awal, panitia telah menyeleksi 1.957 artikel yang dikirim calon peserta konferensi, hingga terpilih 328 paper terbaik. Para penulis berasal dari 10 negara, yaitu Afghanistan, Armenia, Mesir, Indonesia, Irak, Malaysia, Moroko, Nigeria, Pakistan, dan Sri Lanka. Mereka terbagi dalam tiga kelompok, Invited Papers (80), Open Panel (100), dan Extended Panel (148).</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/01/30/piala-rektor-usm-pertandingkan-antarpelajar-smp-dan-sma-sederajat-se-indonesia">Piala Rektor USM Pertandingkan Antarpelajar SMP dan SMA/Sederajat Se-Indonesia</a></strong></p>
<p>&#8221;AICIS kali ini bertujuan untuk mendefinisikan kembali peran agama, terutama Islam, dalam menghadapi tantangan kemanusiaan kontemporer di kancah global,&#8221; kata Staf Khusus Menag Bidang Media dan Komunikasi Publik, Wibowo Prasetyo, dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/1/2024).</p>
<p>Ditambahkan dia, gelaran AICIS bertepatan dengan momentum Hari Internasional Persaudaraan Manusia, yang ditetapkan PBB sejak 2020, dan diperingati setiap 4 Februari.</p>
<p>&#8221;Peringatan Hari Persaudaraan Manusia Internasional ini, didasarkan pada momentum ditandatanganinya Dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Berdampingan, pada 4 Februari 2019 oleh Grand Syekh Al Azhar Ahmed Al Tayeb, dan Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus. Sebagai kelanjutan dari itu, didirikan Zayed Award for Human Fraternity. <em>Alhamdulillah</em>, tahun ini NU dan Muhammadiyah ditetapkan sebagai penerima Zayed Award for Human Fraternity,&#8221; sebut Wibowo.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/01/29/bawaslu-jateng-ungkap-dua-kasus-pelanggaran-pemilu-di-purworejo-dan-magelang">Bawaslu Jateng Ungkap Dua Kasus Pelanggaran Pemilu, di Purworejo dan Magelang</a></strong></p>
<p>Sementara itu, Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, Ahmad Zainul Hamdi merinci, ada 25 sesi panel yang disiapkan panitia, untuk mendiskusikan isu-isu yang menjadi sub tema. Sejumlah akademisi, dalam dan luar negeri, dijadwalkan hadir dan ikut menyumbang pemikiran.</p>
<p>Mereka di antaranya Dr (HC) KH Yahya Cholil Staquf (Nadhlatul Ulama Central Board), Prof Dr Ismail Fajrie Alatas (New York University), Prof Rahimin Afandi bin Abdul Rahim (Universitas Malaya), Prof Dr Claudia Saise (Humboldt-Universität zu Berlin) dan Prof Dr Abdul Djamil MA (State Islamic University Walisongo Semarang, Indonesia).</p>
<p>Berbeda dengan penyelenggaraan tahun lalu, AICIS 2024 akan diperkuat dengan adanya temu para pemimpin lembaga keagamaan atau religious leaders summit.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/01/29/masih-nunggak-rp-9275-miliar-rawat-inap-gratis-dipastikan-masihuntuk-warga-jepara-yang-miskin">Masih Nunggak Rp 9,275 Miliar, Rawat Inap Gratis Dipastikan Masih untuk Warga Jepara yang Miskin</a></strong></p>
<p>&#8221;Para tokoh ini akan ikut serta dalam membahas solusi atas serangkaian persoalan kontemporer, dari perspektif keagamaan. Ini sejalan dengan COP28 di Dubai pada akhir 2023, yang juga mulai melibatkan tokoh agama dalam pembahasan krisis iklim,&#8221; sebut Ahmad Zainul Hamdi yang juga akrab disapa Inung ini.</p>
<p>Diungkapkan juga, panitia akan memberikan kesempatan untuk masuk ke Gereja Blenduk, yang bersejarah. &#8221;Gereja Blenduk merupakan sebuah bangunan Katolik, yang terus melayani jemaatnya hingga saat ini,&#8221; tandasnya.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/30/aicis-akan-mendefinisikan-peran-agama-dalam-tantangan-kemanusiaan-di-kancah-global">AICIS Akan Mendefinisikan Peran Agama dalam Tantangan Kemanusiaan di Kancah Global</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kota Lama Semarang, Jalan-Jalan, Makan-Makan, Foto-Foto</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/07/08/kota-lama-semarang-jalan-jalan-makan-makan-foto-foto</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Jul 2023 03:56:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[gereja blenduk]]></category>
		<category><![CDATA[kota lama]]></category>
		<category><![CDATA[kota lama semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Marba]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=350728</guid>

					<description><![CDATA[<p>DAERAH mana di kota Semarang yang nyaris tak pernah sepi? Jawabnya adalah Kawasan Kota Lama. Ya, kawasan ini memang tidak pernah sepi dari pagi hingga malam. Bukan hanya saat liburan, tetapi memang setiap hari. Ya, Kota Lama memang menjadi ikon bagi Kota Semarang, Ikon Semarang itu juga punya ikon yang khas, yaitu Gereja Blenduk. Gereja [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/07/08/kota-lama-semarang-jalan-jalan-makan-makan-foto-foto">Kota Lama Semarang, Jalan-Jalan, Makan-Makan, Foto-Foto</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DAERAH </strong>mana di kota Semarang yang nyaris tak pernah sepi? Jawabnya adalah Kawasan Kota Lama. Ya, kawasan ini memang tidak pernah sepi dari pagi hingga malam. Bukan hanya saat liburan, tetapi memang setiap hari.</p>
<p>Ya, Kota Lama memang menjadi ikon bagi Kota Semarang, Ikon Semarang itu juga punya ikon yang khas, yaitu Gereja Blenduk. Gereja Blenduk yang saat ini masih dipakai oleh jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia bagian Barat (GBPIB) Immanuel, dan dibangun tahun 1753.</p>
<p>Upaya merevitalisasi Kawasan Kota Lama memang sudah sejak lama. Tahun 1980-an, gagasan itu juga sudah berjalan. Tetapi terkesan tidak serius, dan hanya spasial. Tetapi tetap saja, Kawasan Kota Lama sebagai tempat yang sepi, kumuh, bahkan terkesan angker.</p>
<p>Pada masa lalu pula, Kawasan Kota Lama menjadi tempat mangkal waria yang menawarkan servis bagi yang bersedia. Kemudian, Polder Tawang yang sekarang menjadi satu kompleks dengan Stasiun Tawang, pada mulanya adalah sebuah lapangan.</p>
<figure id="attachment_350730" aria-describedby="caption-attachment-350730" style="width: 681px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" class="wp-image-350730 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/07/kota-lama-hujan.jpg" alt="" width="681" height="383" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/07/kota-lama-hujan.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/07/kota-lama-hujan-400x225.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/07/kota-lama-hujan-150x84.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-350730" class="wp-caption-text">Sebuah keluarga menikmati liburan di Kota Lama. Meski hujan tetap saja cerita. Foto: Widiyartono R.</figcaption></figure>
<p>Pada tahun 80-an, lapangan Tawang ini menjadi tempat transaksi seks para pelacur jalanan. Mereka melakukan praktiknya di tenda-tenda plastik yang dipasang di tengah lapangan. Maka, Polsekta Semarang Utara kala itu rajin merazia, dan menangkapi para perempuan penjaja seks ini. Tetapi mereka selalu kembali.</p>
<p><strong>Berubah</strong></p>
<p>Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada awal masa jabatannya, sekitar tahun 2015, bertemu dengan berbagai pihak yang terkait dengan Kota Lama di Gedung Jiwasraya depan Gereja Blenduk. Dalam pembicaraan itu antara lain disimpulkan, bahwa Kota Lama harus direvitalisasi.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/07/08/kota-lama-semarang-jalan-jalan-makan-makan-foto-foto">Kota Lama Semarang, Jalan-Jalan, Makan-Makan, Foto-Foto</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Petugas Kebersihan Terpeleset Jatuh dari Menara Gereja Blenuk Semarang</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/07/21/petugas-kebersihan-terpeleset-jatuh-dari-menara-gereja-blenuk-semarang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Jul 2022 22:46:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[gereja blenduk]]></category>
		<category><![CDATA[Jatuh]]></category>
		<category><![CDATA[petugas]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=265990</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Seorang petugas kebersihan Gereja Sutiyo (54) warga Rusunawa Blok A Nomor 18 Kelurahan Karangroto, Kecamatan Genuk, Kota Semarang terpeleset dan terjatuh dari atas menara Gereja Blenuk Semarang, Jawa Tengah, Rabu (20/07/2022) malam. &#8220;Akibat kejadian tersebut korban diduga mengalami fraktur kaki dan benturan di kepala,&#8221; kata Kepala Kantor SAR Semarang Heru Suhartanto melalui [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/07/21/petugas-kebersihan-terpeleset-jatuh-dari-menara-gereja-blenuk-semarang">Petugas Kebersihan Terpeleset Jatuh dari Menara Gereja Blenuk Semarang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Seorang petugas kebersihan Gereja Sutiyo (54) warga Rusunawa Blok A Nomor 18 Kelurahan Karangroto, Kecamatan Genuk, Kota Semarang terpeleset dan terjatuh dari atas menara Gereja Blenuk Semarang, Jawa Tengah, Rabu (20/07/2022) malam.</p>
<p>&#8220;Akibat kejadian tersebut korban diduga mengalami fraktur kaki dan benturan di kepala,&#8221; kata Kepala Kantor SAR Semarang Heru Suhartanto melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi.</p>
<p>Heru mengatakan, korban berhasil dievakusi oleh Tim SAR gabungan dalam keadaan selamat dan dilarikan ke rumah sakit Wongsonegoro Semarang untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.</p>
<p>Heru menceritakan kronologi kejadian, Rabu (29/07/2022) sekira pukul 15.00 WIB korban Sutiyo terlihat membersihkan menara gedung Gereja Blenduk. Namun, hingga pukul 17.00 WIB diketahui korban tak kunjung turun.</p>
<p>&#8220;Setelah dicek ternyata korban sudah berada di balkon kubah gereja dalam keadaan tergeletak. Diduga korban jatuh dari menara atas dengan ketinggian 4 meter,&#8221; ungkap Heru.</p>
<p>Kondisi korban yang tergeletak tidak diketahui cukup lama oleh warga maupun penjaga gereja karena lokasinya yang tertutup. &#8220;Karena korban tak kunjung turun warga sekitar curiga dan berinisiatif untuk mengecek keatas dan ternyata warga menemukan korban sudah tergeletak,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Tim SAR gabungan mengevakuasi dengan cara di tandu setelah sebelumnya dilakukan stabilisasi tubuh korban termasuk kepala yang mengalami benturan agar tidak mengalami cedera lebih parah lagi. Korban lalu diturunkan dengan sistem lowering dengan ketinggian kurang lebih 10 meter.</p>
<p>&#8220;Dengan berhasilnya operasi SAR dinyatakan selesai maka tim SAR gabungan kembali kesatuannya masing-masing,&#8221; tutup Heru.</p>
<p><strong>Sutrisno</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/07/21/petugas-kebersihan-terpeleset-jatuh-dari-menara-gereja-blenuk-semarang">Petugas Kebersihan Terpeleset Jatuh dari Menara Gereja Blenuk Semarang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ali, Manusia Patung Mengais Rezeki di Kota Lama Semarang</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/21/ali-manusia-patung-mengais-rezeki-di-kota-lama-semarang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2021 08:02:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[gereja blenduk]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Lama Searang]]></category>
		<category><![CDATA[Manusia Patung]]></category>
		<category><![CDATA[Marba]]></category>
		<category><![CDATA[UKSW]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Kristen Satya Wacana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=141715</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Lulu Mutiara KOTA LAMA, adalah sebuah ikon wisata di Semarang. Bolehlah disebut sebagai kon baru, karena sekitar 10 tahun lalu kawasan peninggalan zaman kolonial Belanda ini masih belum seindah dan seramai sekarang. Bangunan tuanya masih terkesan kotor, kumuh, dan muram. Tetapi semenjak ada penanganan yang sangat serius, maka Kota Lama pun berubah seperti sekarang. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/21/ali-manusia-patung-mengais-rezeki-di-kota-lama-semarang">Ali, Manusia Patung Mengais Rezeki di Kota Lama Semarang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <strong>Lulu Mutiara</strong></p>
<p><strong>KOTA LAMA, </strong>adalah sebuah ikon wisata di Semarang. Bolehlah disebut sebagai kon baru, karena sekitar 10 tahun lalu kawasan peninggalan zaman kolonial Belanda ini masih belum seindah dan seramai sekarang. Bangunan tuanya masih terkesan kotor, kumuh, dan muram.</p>
<figure id="attachment_141717" aria-describedby="caption-attachment-141717" style="width: 426px" class="wp-caption alignright"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-141717" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/ALI-PATUNG.jpg" alt="" width="426" height="640" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/ALI-PATUNG.jpg 426w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/ALI-PATUNG-266x400.jpg 266w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/ALI-PATUNG-100x150.jpg 100w" sizes="(max-width: 426px) 100vw, 426px" /><figcaption id="caption-attachment-141717" class="wp-caption-text">Ali, sosok manusia patung yang mengais rezeki di Kota lama Semarang. Foto: Lulu Mutiara</figcaption></figure>
<p>Tetapi semenjak ada penanganan yang sangat serius, maka Kota Lama pun berubah seperti sekarang. Nyaris tiap hari, terlebih sebelum masa pandemi, kawasan itu ramia dikunjungi wisatawan. Kalau semula warga kota Semarang sendiri enggan secara sengaja berkunjung ke sana, berbeda sekarang. Wisatawan dari berbagai kota datang ke tempat ini.</p>
<p>Tak pelak, ketika banyak orang datang, maka di situ pasti terjadi pergerakan ekonomi. Keberadaan Kota Lama Semarang selain memunculkan kafe dan resto, juga memberikan manfaat bagi orang kecil. Ada yang menyewakan sepeda untuk gowes di kawasan dengan bangunan yang usianya ratusan tahun itu. Ada yang menyediakan sepeda atau becak buat berfoto.</p>
<p>Pada saat sebelum pandemi, bahkan, nyaris tiap malam ada pengamen baik yang berupa grup band kecil, atau yang secara solo main biola.</p>
<p>Nah, salah satu yang menari juga di Kota Lama adalah keberadaan manusia patung. Di kawasan Sungai Wang, Kuala Lumpur Malaysia juga ada manusia patung. Berdandan ala Michael Jackson, dengan pakaian gemerlap, dan tubuhnya dilumuri cat berikut pakaiannya.</p>
<p>Pemandangan serupa itu juga ada di Kota Tua, Jakarta. Tampaknya, ada juga warga kota Semarang yang terinspirasi itu, kemudian berperan sebagai “manusia patung” di Kota Lama.</p>
<p>Meski tidak memberikan banyak penghasilan, tetapi setidaknya dengan berperan sebagai manusia patung, kemudian ada yang memintanya berfoto bersama, ada sedikit rupiah yang jatuh ke tangannya.</p>
<p>Cobalah tengok di sekitar Gereja Blenduk yang menjadi ikon utama Kota Lama. Tampaklah seorang lelaki tua perawakan tinggi, berbadan kurus. Dia berdiri mematung, dengan pakaian dan tubuhnya dilumuri pewarna.</p>
<p>Dialah Ali, yang mencoba mencari peruntungan menjadi patung di Kota Lama. Sudah sejak setahun lalu kegiatan ini dilakukannya. “Saya yang pertama punya ide untuk menjadi manusia patung di sini,” kata Ali.</p>
<p>Dia tak ragu menceritakan bagaimana dapat bekerja menjadi patung  yang  berdiri diam  selama   berjam-jam di bawah teriknya matahari dengan umur yang sudah lewat dari setengah abad. “Saya mensyukuri apa yang saya dapatkan, karena tidak sembarang orang boleh melakukan pekerjaan seperti ini,” katanya.</p>
<p>Dia berterima kasih pada pemerintah yang tidak mengusirnya saat dia berperan sebagai manusia patung di Kota Lama. “Saya tentunya berterima kasih kepada pemerintah Mbak, dengan pekerjaan ini saya jadi tidak bergantung pada anak saya, dulu itu saya juga cuman kuli bangunan. Tapi karena umur saya sudah tua, saya tidak bekerja lagi,” tuturnya saat ditanya kenapa memilih jadi manusia patung.</p>
<figure id="attachment_141718" aria-describedby="caption-attachment-141718" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-141718" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/sepeda.jpg" alt="" width="640" height="360" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/sepeda.jpg 640w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/sepeda-400x225.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/sepeda-150x84.jpg 150w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-141718" class="wp-caption-text">Sepeda-sepeda ini juga disewakan bagi pengunjung Kota Lama. Foto: wied</figcaption></figure>
<p><strong>Menggerakkan Perekonomian</strong></p>
<p>Harus diakui, keberadaan Kota Lama saat ini mampu menggerakkan perekonomian warga. Bukan hanya Pak Ali yang mencari rezeki di sini. Banyak penduduk lokal yang berjualan barang antik, menarik becak, dan juga menjadi juru parkir.</p>
<p>“Kota Lama saat ini memang menjadi berkah bagi kami. Keberadaannya membantu kehidupan dan perekonomian kai, dengan makin banyaknya wisatawan yang datang,” kata Ali.</p>
<p>Kota Lama  yang juga disebut dengan Nederland Mini, memang mendapatkan perhatian pemerintah. Pembangunannya sampai sekarang terus berjalan.</p>
<p>Warga lokal juga berharap akan mendapatkan kesejahteraan dengan adanya Kota Lama ini. “Ini adalah peninggalan bersejarah yang kita punya. Kami sebagai warga lokal atau pun wisatawan yang hadir harus ikut melestarikannya, jadi alangkah baiknya jika semuanya bekerja sama untuk menjaga peninggalan ini,” ujar Ali sambil menggoyang-goyangkan tongkatnya yang menjadi properti bagi penampilannya.</p>
<p>Ayo silakan berunjung ke Kota Lama. Tetapi ingat, karena masih masa pandemi, tetap jaga protokol kesehatan. Pakai masker, cui tangan pakai sabun, dan jangan berkerumun di tempat wisata.</p>
<p><em>Lulu Afidatul Mutiara Asri, mahasiswa praktik Fakultas Ilmu Sosial dan Komunikasi UKSW</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/21/ali-manusia-patung-mengais-rezeki-di-kota-lama-semarang">Ali, Manusia Patung Mengais Rezeki di Kota Lama Semarang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>