<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ekspresi Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/ekspresi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 01 May 2026 12:28:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Ekspresi Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pep ke Gli Azzurri, Sang Pujangga pun Mempertaruhkan Imajinasi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/02/pep-ke-gli-azzurri-sang-pujangga-pun-mempertaruhkan-imajinasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 May 2026 10:00:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Antitesis]]></category>
		<category><![CDATA[Dialektika]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspresi]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[Imajinasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kecerdasan]]></category>
		<category><![CDATA[Konsep]]></category>
		<category><![CDATA[Kreativitas]]></category>
		<category><![CDATA[Pendekatan]]></category>
		<category><![CDATA[Petualangan]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<category><![CDATA[Sintesis]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tesis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=557292</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // mereka pujangga besar/ yang menorehkan imajinasi/ ke kanvas ekspresi/ dan, bakal lahirkah karya/ yang meramaikan dunia?// (Sajak &#8220;Pep Guardiola&#8221;, 2026) DUNIA ternganga, ketika Fabio Capello menerima pinangan FA Inggris untuk mengarsiteki Tim Tiga Singa pada 2007, setara dengan kejutan ketika FA mendatangkan Sven Goran-Eriksson pada 2001-2006. Betapa pun keduanya punya [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/02/pep-ke-gli-azzurri-sang-pujangga-pun-mempertaruhkan-imajinasi">Pep ke Gli Azzurri, Sang Pujangga pun Mempertaruhkan Imajinasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-557294 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// mereka pujangga besar/ yang menorehkan imajinasi/ ke kanvas ekspresi/ dan, bakal lahirkah karya/ yang meramaikan dunia?//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Pep Guardiola&#8221;, 2026)</strong></p>
<p><strong>DUNIA</strong> ternganga, ketika Fabio Capello menerima pinangan FA Inggris untuk mengarsiteki Tim Tiga Singa pada 2007, setara dengan kejutan ketika FA mendatangkan Sven Goran-Eriksson pada 2001-2006. Betapa pun keduanya punya reputasi, pengalaman matang, dan kekuatan karisma, namun notabene dianggap tidak akrab dengan kultur dan filosofi sepak bola Inggris.</p>
<p>Dan, bukankah baru saja, pada 2025 pelatih asal Jerman Thomas Tuchels didapuk sebagai peracik taktik tim nasional Inggris menggantikan Gareth Southgate? Southgate dinilai gagal di Piala Dunia 2022 dan di Euro 2024, walaupun dia menjadi pelatih pertama yang membawa tim lolos ke final Euro secara berurutan, 2020-2024.</p>
<p>Catatlah ini: Eriksson, Capello, dan Tuchels berkebangsaan Swedia, Italia, dan Jerman; dengan bekal pengetahuan mumpuni, namun mereka lebih lekat dengan pendekatan sepak bola Eropa daratan yang secara ekstrem berbeda dari gaya Inggris Raya.</p>
<p>Kesimpulannya, ketika itu FA Inggris memang dihadapkan pada &#8220;kebuntuan&#8221; untuk memilih, siapa yang layak memimpin tim nasional, sehingga mencoba-coba alternatif dengan mendatangkan &#8220;pelatih asing&#8221;.</p>
<p>Simak pulalah apa yang terjadi dengan Brazil. Keputusan CBF yang tahun lalu mendatangkan Carlo Ancelotti itu sebenarnya sudah menjadi ide lama, tiga tahun sebelumnya. Dan, kini Don Carlo benar-benar menjalankan tugas untuk mengarsiteki Selecao. Inilah realitasnya: saat ini, reputasi sementereng rekam jejak Ancelotti boleh dikatakan langka di Negeri Samba.</p>
<p><strong>Di Persimpangan</strong><br />
Negara-negara besar yang selama ini menjadi kiblat sepak bola dunia kini seperti berada di persimpangan jalan. Setelah keputusan &#8220;berani&#8221; Brazil, yang mengikuti Inggris, kini Italia juga tengah menjajaki kemungkinan mendatangkan Pep Guardiola sebagai pelatih La Nacionale.</p>
<p>Nama besar Pep adalah jaminan kualitas. Dia diakui sebagai genius ideolog sepak bola menyerang. Saat ini, pria Spanyol itu menukangi Manchester City dengan jejak mantap di Liga Primer, setelah sebelumnya bertabur sukses bersama Barcelona dan Bayern Muenchen.</p>
<p>Sepak bola Italia sedang diempas badai besar. Dari Piala Dunia 2018, 2022, hingga 2026 mereka gagal lolos ke putaran final. Tiga kali beruntun gagal tentu menjadi aib bagi negara peraih empat titel Piala Dunia itu. Tidak ada kandidat pelatih nasional yang bisa diandalkan untuk mengonsolidasikan tim, dan apa boleh buat: pelatih asing pun menjadi pilihan.</p>
<p>Inggris, Brazil, dan Italia adalah negara-negara eks juara dunia yang pasti memiliki gengsi untuk dilatih orang asing. Namun kondisi ketiadaan sumberdaya manusia yang memadai, keringnya dukungan suprastuktur pembinaan menyebabkan mereka &#8220;tidak punya pilihan&#8221; lain dengan mencari jalan pragmatis.</p>
<p><strong>Pep Tertarik</strong><br />
Pep Guardiola dikabarkan membuka pintu, tertarik untuk melatih Gli Azzurri. Seperti ditulis oleh <em>La Gazzetta dello Sport</em> (<em>detik.com</em>, 24 April 2026), Pep membuka pintu andai timnas Italia menawari menjadi pelatih. <em>Allenatore</em> timnas saat ini dipegang sementara oleh Silvio Baldini, untuk laga FIFA <em>Matchday,</em> Juni nanti.</p>
<p>Pelatih sebelumnya, Gennaro Gattuso berpisah dengan timnas selepas gagal membawa tim lolos ke Piala Dunia 2026. Italia disingkirkan oleh Bosnia Herzegovina di final <em>playoff</em> lewat adu penalti.</p>
<p>Guardiola sebenarnya tidak terlalu asing dengan sepak bola Italia. &#8220;Murid&#8221; Johan Cruyff itu pernah main di Liga Seri A untuk Brescia dan AS Roma pada 2001-2003. Kini setelah tantangan dan sukses memoles klub, dia bakal diuji untuk menukangi tim nasional.</p>
<p>Pilihan pragmatis kepada &#8220;para pujangga besar&#8221; sepak bola ini adalah sebuah keniscayaan di era global. Dan, sebenarnya sudah usang ketika kita mempersoalkan sekat-sekat geografis.</p>
<p>Petualangan imajinasi bakal mengembarakan ekspresi konsep, pendekatan, dan filosofi untuk menuang kreativitas. Bahwa pada akhirnya sepak bola adalah kecerdasan dalam dialektika tesis, antitesis, dan sintesis.</p>
<p>Tuchels, Don Carlo, dan Pep Guardiola bakal beradu kreasi, pertaruhan reputasi, dan ketahanan dalam mengimplementasikan pikiran-pikiran kepujanggaan mereka, mentransformasi racikan ide taktik dan strategi timnya&#8230;</p>
<p><strong>&#8212; Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> <strong>&#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/02/pep-ke-gli-azzurri-sang-pujangga-pun-mempertaruhkan-imajinasi">Pep ke Gli Azzurri, Sang Pujangga pun Mempertaruhkan Imajinasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Festival Komukino Bisa Dijadikan Laboratorium untuk Berekspresi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/12/19/festival-komukino-bisa-dijadikan-laboratorium-untuk-berekspresi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Dec 2024 15:06:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[disporapar]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspresi]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Komukino]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Inisiasi]]></category>
		<category><![CDATA[jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=452882</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Kepala Disporapar Provinsi Jawa Tengah, Agung Hariyadi SE MM, yang diwakili Analis Kebijakan Ahli Muda, Farid Aly Ikhwan S STP MSi memberikan apresiasi atas kegiatan Festival Komukino 2024, yang diinisiasi mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) itu. Menurut dia, gagasan atau ide dari para mahasiswa USM itu sangat luar biasa. Event itu [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/12/19/festival-komukino-bisa-dijadikan-laboratorium-untuk-berekspresi">Festival Komukino Bisa Dijadikan Laboratorium untuk Berekspresi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Kepala Disporapar Provinsi Jawa Tengah, Agung Hariyadi SE MM, yang diwakili Analis Kebijakan Ahli Muda, Farid Aly Ikhwan S STP MSi memberikan apresiasi atas kegiatan Festival Komukino 2024, yang diinisiasi mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) itu.</p>
<p>Menurut dia, gagasan atau ide dari para mahasiswa USM itu sangat luar biasa. Event itu bisa dijadikan ruang ekspresi untuk mengembangkan bakat dan minat dari sejumlah mahasiswa yang punya potensi.</p>
<p>&#8221;Kegiatan semacam ini, seperti apa yang dicanangkan dalam program prioritas pemerintah Republik Indonesia. Hal ini juga sesuai dengan visi misi Asta Cita yang dicanangkan Presiden Prabowo, untuk banyak membangun sentra kreativitas,&#8221; kata Farid, yang ditemui usai membuka acara yang digelar di Auditorium Ir Widjatmoko, Kamis (19/12/2024).</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/12/19/tim-pkm-usm-beri-pelatihan-teknologi-pengolahan-hasil-ternak">Tim PKM USM Beri Pelatihan Teknologi Pengolahan Hasil Ternak</a></strong></p>
<p>Diharapkan dia, Festival Komukino 2024 harus ada dampaknya positifnya bagi para mahasiswa dan kampus. Tidak hanya festival yang berlangsung meriah saja, tetapi juga harus memberi pelajaran dan pengalaman bagi peserta yang ada di dalamnya.</p>
<p>&#8221;Festival Komukino 2024 bisa juga dijadikan laboratorium untuk berekspresi, guna bekal di kemudian hari setelah lulus kuliah,&#8221; pesan Farid.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Dekan I USM, Fajriannoor Fanani SSos MIKom menambahkan, tahun ini Festival Komukino juga melibatkan banyak pihak, termasuk Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/12/19/mahasiswa-ilkom-usm-dan-komunitas-kinasih-gelar-kampanye-satuhatiuntukinklusi">Mahasiswa Ilkom USM dan Komunitas Kinasih Gelar Kampanye #SatuHatiUntukInklusi</a></strong></p>
<p>Dia menyebut, Festival Komukino menjadi platform bagi mahasiswa untuk menerapkan teori-teori komunikasi pemasaran dalam dunia nyata. Sekaligus mengenalkan budaya Jateng kepada masyarakat luas.</p>
<p>&#8221;Melalui event ini, USM berkomitmen untuk menjadikan budaya lokal sebagai bagian dari proses pendidikan. Kampus bukan hanya tempat belajar teori, tapi juga tempat penelitian, kreativitas, dan pengabdian masyarakat, untuk menciptakan dampak nyata,&#8221; ujar Fajriannoor.</p>
<p>Festival yang memasuki penyelenggaraan ke-10 kalinya ini, digelar guna mengenalkan budaya tradisional Jateng kepada generasi muda, melalui pendekatan yang inovatif, dengan menggabungkan aspek budaya, seni, kuliner, dan teknologi.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/12/19/mahasiswa-ilkom-usm-kampanyekan-sego-obong-31-semarang">Mahasiswa Ilkom USM Kampanyekan Sego Obong 31 Semarang</a></strong></p>
<p>Festival Komukino 2024 dengan tema &#8216;Jateng Bungah&#8217; itu menampilkan serangkaian kegiatan, seperti festival kuliner, budaya, lomba desain batik, tari, cover musik Jawa Pop, fashion show batik, dan pertunjukan seni tradisional, yang merupakan kolaborasi mahasiswa dengan desa wisata.</p>
<p>&#8221;Tema &#8216;Jateng Bungah&#8217; memiliki makna kebahagiaan dan semangat. Kami ingin agar generasi muda dapat merasakan kebanggaan terhadap budaya lokal mereka, melalui acara ini. Dengan menggabungkan unsur-unsur tradisi dan teknologi, kami berharap dapat memberikan pengalaman yang edukatif sekaligus menyenangkan,&#8221; ujar Ketua Panitia Festival Komukino 2024, Daniel Kukuh Wibisono.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/12/19/festival-komukino-bisa-dijadikan-laboratorium-untuk-berekspresi">Festival Komukino Bisa Dijadikan Laboratorium untuk Berekspresi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa Ilkom USM Perkuat Kreativitas Anak Lewat Melukis Patung Gypsum</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/12/19/mahasiswa-ilkom-usm-perkuat-kreativitas-anak-lewat-melukis-patung-gypsum</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Dec 2024 00:00:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspresi]]></category>
		<category><![CDATA[gypsum]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Harapan]]></category>
		<category><![CDATA[Kreativitas]]></category>
		<category><![CDATA[Patung]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=452742</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Semarang (USM) bersama Komunitas Harapan, menggelar Kampanye Melukis Patung Gypsum, yang berlangsung di Pusat Kegiatan Komunitas Harapan, Semarang, Minggu (15/12/2024). Koordinator kegiatan, Helena Evani mengungkapkan, pihaknya ingin memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya pada anak-anak, melalui kegiatan itu. &#8221;Kami berharap, melalui seni melukis gypsum, anak-anak tidak hanya mengasah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/12/19/mahasiswa-ilkom-usm-perkuat-kreativitas-anak-lewat-melukis-patung-gypsum">Mahasiswa Ilkom USM Perkuat Kreativitas Anak Lewat Melukis Patung Gypsum</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Semarang (USM) bersama Komunitas Harapan, menggelar Kampanye Melukis Patung Gypsum, yang berlangsung di Pusat Kegiatan Komunitas Harapan, Semarang, Minggu (15/12/2024).</p>
<p>Koordinator kegiatan, Helena Evani mengungkapkan, pihaknya ingin memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya pada anak-anak, melalui kegiatan itu.</p>
<p>&#8221;Kami berharap, melalui seni melukis gypsum, anak-anak tidak hanya mengasah kreativitas mereka, tetapi juga belajar tentang pentingnya kolaborasi dan ekspresi diri yang positif,&#8221; kata Helena.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/12/19/expo-kkn-tematik-iii-tampilkan-hasil-proker-mahasiswa-usm">Expo KKN Tematik III Tampilkan Hasil Proker Mahasiswa USM</a></strong></p>
<p>Menurutnya, dalam kegiatan itu, anak-anak diberi kebebasan untuk menghias patung dengan menggunakan motif dan warna yang disukai.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Komunitas Harapan, Narsih menyatakan, kegiatan ini diikuti puluhan anak, mulai dari usia 3-10 tahun. &#8221;Komunitas ini sudah berdiri sejak 2013, di Kampung Sumeneban, Semarang. Kami kembali menunjukkan dedikasi dalam mengembangkan moral dan keterampilan anak-anak ini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dia menambahkan, salah satunya dengan kegiatan melukis patung gypsum, yang merupakan simbol harapan dan kreativitas. Kegiatan itu juga menjadi media utama untuk melatih imajinasi dan keterampilan seni mereka.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/12/18/tim-pkm-dosen-ftik-usm-beri-pelatihan-komunikasi-asertif-dan-media-sosial">Tim PKM Dosen FTIK USM Beri Pelatihan Komunikasi Asertif dan Media Sosial</a></strong></p>
<p>&#8221;Kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar mengekspresikan diri secara positif, melalui seni,&#8221; imbuh Narsih.</p>
<p>Disebutkan juga, kegiatan ini dapat menjadi kesempatan bagi mahasiswa dan pengurus, untuk lebih mendekatkan diri dengan anak-anak. &#8221;Melukis bersama tidak hanya meningkatkan kreativitas, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan kerja sama di antara anak-anak,&#8221; harapnya.</p>
<p>Narsih menyampaikan juga, melalui kegiatan ini pihaknya berharap generasi muda di Kampung Sumeneban, dapat memiliki masa depan yang lebih baik lagi.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/12/18/wakil-rektor-iii-usm-jadi-pembicara-dalam-seminar-internasional-di-malaysia">Wakil Rektor III USM Jadi Pembicara dalam Seminar Internasional di Malaysia</a></strong></p>
<p>Salah satu peserta, Okitarina Permata, mengaku antusias dan gembira dengan mengikuti kegiatan itu. &#8221;Ini pengalaman yang menyenangkan. Saya bisa belajar melukis sambil berkreasi dengan teman-teman,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Perwakilan warga Kampung Sumeneban, Asep, juga mengapresiasi kegiatan itu. &#8221;Program ini sangat positif. Anak-anak jadi lebih percaya diri dan kreatif,&#8221; tandasnya.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/12/19/mahasiswa-ilkom-usm-perkuat-kreativitas-anak-lewat-melukis-patung-gypsum">Mahasiswa Ilkom USM Perkuat Kreativitas Anak Lewat Melukis Patung Gypsum</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fenomena “Second Account” Terhadap Kesehatan Mental Gen Z</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/10/23/fenomena-second-account-terhadap-kesehatan-mental-gen-z</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Oct 2024 01:06:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Eksperimen]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspresi]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Privasi]]></category>
		<category><![CDATA[Publish]]></category>
		<category><![CDATA[Quotes]]></category>
		<category><![CDATA[Second Account]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=442634</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Minna Muncar Rahmadhia SECOND Account merupakan suatu istilah yang merujuk kepada sebuah akun tambahan yang dibuatkan dalam suatu media sosial, selain dari akun yang sedang digunakannya. Second Account dibuat agar seseorang dapat mengekspresikan diri lebih bebas, dan membuat lubang ekspresi kepada suatu kelompok. Dalam Second Account itu, seseorang diberikan kebebasan untuk dapat bereksperimen dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/23/fenomena-second-account-terhadap-kesehatan-mental-gen-z">Fenomena “Second Account” Terhadap Kesehatan Mental Gen Z</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Minna Muncar Rahmadhia</strong></span></p>
<p><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-442639 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/10/file.jpg" alt="" width="150" height="169" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/10/file.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/10/file-133x150.jpg 133w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" />SECOND Account</strong> merupakan suatu istilah yang merujuk kepada sebuah akun tambahan yang dibuatkan dalam suatu media sosial, selain dari akun yang sedang digunakannya. <em>Second Account</em> dibuat agar seseorang dapat mengekspresikan diri lebih bebas, dan membuat lubang ekspresi kepada suatu kelompok.</p>
<p>Dalam <em>Second Account</em> itu, seseorang diberikan kebebasan untuk dapat bereksperimen dan membagikan konten sebebas-bebasnya. Pengguna biasanya menggunakan nama dan foto profil yang tidak berhubungan dengan akun pertama, untuk menjaga privasi diri.</p>
<p>Adapun beberapa fungsinya, sebagai tempat bagi individu untuk membagikan sesuatu tanpa takut. Ekspresi bebas yang ingin dialirkan tanpa adanya tekanan, melihat <em>post</em> orang lain tanpa ketahuan, sebagai tempat mencurahkan isi hati, tempat ekspresi nyata, tempat membagikan minat spesifik tanpa tekanan, <em>quotes-quotes</em> inspirasi atau motivasi, yang hanya ingin ditulis tetapi tidak di-<em>publish</em>, serta memisahkan antara kehidupan pribadi dan profesional dalam diri pengguna.</p>
<p>Tetapi, teryata fenomena &#8216;Second Account&#8217; ini dapat memiliki dampak kesehatan mental pada Generasi Z. Beberapa hal menunjukkan. <em>Second Account</em> memiliki dampak sebagai berikut:<br />
<strong>1. Stress dan Kebingungan</strong><br />
Memberikan pikiran, foto, dan pandangan yang lebih pribadi tentang diri kita memasilitasi segala macam sifat buruk ego, dengan eksperimen dari identitas yang mungkin Anda tidak dapat mengungkapkannya di dunia nyata.</p>
<p>Hidup dengan banyak identitas berbeda, biasanya menyebabkan stres dan kebingungan. Ketika orang memiliki identitas yang berbeda di banyak platform pertemanan, mereka mungkin merasa diperlukan untuk menjaga jarak dari satu identitas ke identitas yang lain. Ini bisa menyebabkan tekanan emosional yang sulit, terutama jika individu itu merasa perlu menyembunyikan diri mereka, agar dapat diterima di lingkungan yang berbeda.</p>
<p><strong>2. Krisis Identitas</strong><br />
Identitas ganda yang dihadapi Generasi Z dalam menggunakan akun pertama dan kedua di media sosial, dapat menimbulkan konflik dan ketegangan antara dua dunia itu. Individu mungkin merasa perlu untuk menjaga citra yang sesuai dengan harapan sosial di akun utama mereka, sambil ingin mengekspresikan dirinya lebih bebas di akun kedua.</p>
<p>Ketegangan ini bisa menyebabkan kebingungan atau bahkan krisis identitas, yang bisa sangat dirasakan Generasi Z, yang dibesarkan dengan perubahan digital yang terus-menerus.</p>
<p><strong>3. Isolasi Sosial</strong><br />
Bergantung pada akun kedua untuk mendapatkan validasi atau dukungan emosional, juga bisa menimbulkan masalah serius. Seseorang yang terlalu bergantung pada interaksi di akun itu untuk merasa diterima atau didengar, bisa mengakibatkan isolasi sosial di kehidupan nyata. Generasi Z yang tumbuh dalam lingkungan digital, mungkin kesulitan menyatukan identitas online mereka, dengan kehidupan sehari-hari di dunia nyata.</p>
<p><strong>4. Keamanan Data dan Bahaya Pencemaran</strong><br />
Meskipun akun kedua biasanya lebih bersifat privat, dan hanya dapat diakses orang-orang terdekat, namun terdapat potensi konten yang dibagikan melalui akun itu, bisa ditemukan pihak yang tidak diharapkan, dengan dampak yang mungkin timbul menjadi konflik, terutama jika isinya memiliki sensitivitas atau kontroversialitas tertentu.</p>
<p>Tentang risiko privasi ini, dapat menambah beban emosional bagi individunya yang menggunakan akun kedua itu.</p>
<p>Secara garis besar, pemanfaatan akun kedua di platform media sosial, dapat berdampak negatif secara signifikan dalam kesehatan mental, seperti konflik identitas, isolasi sosial, dan risiko privasi.</p>
<p>Penting bagi setiap individu untuk memahami potensi dampak itu, dan mengambil tindakan untuk menjaga keseimbangan dalam penggunaan media sosial bagi kesehatan mental yang lebih baik.</p>
<p>Agar tidak terkena dampak buruk dari akun kedua itu, bisa diterapkan beberapa strategi seperti berikut ini:<br />
<strong>1. Tujuan Pembuatan</strong><br />
Sebelum membuat akun kedua (<em>Second Account</em>), pastikan Anda telah memahami alasan di baliknya dengan baik. Apakah untuk menghindari tekanan sosial yang ada dalam satu akun saja, atau untuk mengeksplorasi minat khusus Anda tanpa jeda.</p>
<p><strong>2. Pemikiran Tentang Privasi</strong><br />
Pastikan bahwa Anda mengamankan dengan baik akun kedua Anda. Gunakan opsi privasi yang ada, seperti mengelola pengikut Anda, mengaktifkan mode pos pribadi, dan tidak berbagi informasi sensitif tentang dirimu. Ingatlah, kendati akun kedua lebih tertutup, masih terdapat risiko kehilangan data, jika tidak dilindungi dengan baik.</p>
<p><strong>3. Hindari Pemikiran Dualisme Identitas</strong><br />
Tetaplah seimbang dalam mempertahankan identitas di akun utama dan kedua. Hindari menciptakan perbedaan yang terlampau besar antara keduanya, yang dapat menimbulkan stres atau konflik identitas.</p>
<p><strong>4. Pemikiran Reflektif yang Konsisten</strong><br />
Lakukanlah evaluasi berkala tentang penggunaan kedua akun Anda. Periksalah, apakah manfaatnya masih relevan, dan apakah tidak menimbulkan dampak negatif seperti stres atau konflik identitas lainnya.</p>
<p>Dengan cara-cara itu, dapat membantu menjaga keseimbangan dan mengurangi dampak negatif dari akun kedua. Ingatlah, bahwa privasi dapat membantu menjaga keseimbangan interaksi yang sehat, demi meningkatkan kesehatan mental Anda.</p>
<p>&#8212; <strong>Minna Muncar Rahmadhia</strong>, <em>Mahasiswi Prodi Farmasi Fakultas Kedokteran Undip</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/23/fenomena-second-account-terhadap-kesehatan-mental-gen-z">Fenomena “Second Account” Terhadap Kesehatan Mental Gen Z</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>