<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>dugderan Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/dugderan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 21 May 2025 07:40:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>dugderan Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Nilai Filosofis Tradisi Dugderan: Menuju Indonesia Emas 2045</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/05/21/nilai-filosofis-tradisi-dugderan-menuju-indonesia-emas-2045</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 May 2025 07:40:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[balai kota]]></category>
		<category><![CDATA[Bula Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[dugderan]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Emas]]></category>
		<category><![CDATA[ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=475403</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Nuridin dan Ira Alia Maerani TRADISI Dugderan merupakan peringatan ungkapan rasa suka cita ketika memperingati hadirnya bulan suci Ramadan di Kota Semarang. Sebuah tradisi kearifan lokal yang dimulai sejak Tahun 1881, saat Tumenggung Arya Purbaningrat menjadi Bupati Semarang. Istilah Dugderan sendiri diambil dari kata &#8220;Dug&#8221; yang berarti bunyi bedug, dan &#8220;Der&#8221; merupakan bunyi meriam [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/21/nilai-filosofis-tradisi-dugderan-menuju-indonesia-emas-2045">Nilai Filosofis Tradisi Dugderan: Menuju Indonesia Emas 2045</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Nuridin dan Ira Alia Maerani</strong></span></p>
<p><strong>TRADISI</strong> Dugderan merupakan peringatan ungkapan rasa suka cita ketika memperingati hadirnya bulan suci Ramadan di Kota Semarang. Sebuah tradisi kearifan lokal yang dimulai sejak Tahun 1881, saat Tumenggung Arya Purbaningrat menjadi Bupati Semarang.</p>
<p>Istilah Dugderan sendiri diambil dari kata &#8220;<em>Dug</em>&#8221; yang berarti bunyi bedug, dan &#8220;<em>Der</em>&#8221; merupakan bunyi meriam yang menandai memasuki Bulan Ramadan. Perayaan Dugderan dimulai dengan pembukaan di Balai Kota Semarang di Jalan Pemuda, dilanjutkan dengan arak-arakan ke Masjid Agung Semarang di Kauman Pasar Johar, dan diakhiri di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).</p>
<p>Upacara Dugderan diperingati dengan menampilkan seni budaya dan doa. Bulan Ramadan dipilih, mengingat istimewanya bulan ini bagi umat Islam. Terdapat ibadah wajib puasa sebulan penuh lamanya. Bulan penuh rahmat ini juga merupakan bulan mulia, karena pertama kali Alquran diwahyukan kepada Rasulullah Muhammad SAW. Sehingga 17 Ramadan diperingati sebagai Hari Nuzulul Quran.</p>
<p>Puncak perayaan Dugderan biasanya diisi dengan berbagai kegiatan, seperti pemukulan bedug sebagai penanda telah masuknya bulan puasa Ramadan, karnaval arak-arakan Warak Ngendog (maskot Dugderan yang berbentuk binatang rekaan dengan tubuh kambing, kepala naga, dan bersisik warna-warni, membawa telur rebus sebagai simbol makanan mewah pada masa itu).</p>
<p>Selain itu ada pula letusan mercon dan kembang api, dan bermunculannya pasar kaget (pasar tiban) yang menjual berbagai macam barang, makanan, karya seni dan berbagai hiburan lainnya, termasuk pasar malam dengan aneka permainan yang disajikan.</p>
<p>Tumpah ruahnya masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya, merupakan momen yang ditunggu setiap setahun sekali. Berbagai macam atraksi hiburan dan aneka jajanan rakyat mengobati rasa kangen masyarakat Semarang, yang merindukan momen bahagia ini.</p>
<p>Apakah momen peringatan Dugderan yang merupakan tradisi yang mengambil kearifan lokal masyarakat Semarang yang telah berjalan ratusan ini, memiliki andil dalam membentuk masyarakat religius dan berbudaya menuju Indonesia Emas 2045?</p>
<p><strong>Indonesia Emas 2045</strong><br />
Sebagaimana diketahui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) telah menyusun Undang-Undang No 59 Tahun 2024, Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2025-2045, dalam mendukung perwujudan Visi Indonesia Emas 2045, Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Bersatu, Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan.<br />
RPJPN mengagendakan delapan agenda pembangunan, yakni: <strong>(1)</strong> Mewujudkan transformasi sosial dengan meningkatkan kualitas kehidupan manusia pada seluruh siklus kehidupan dan menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera, adil dan kohesif.</p>
<p><strong>(2)</strong> Mewujudkan transformasi ekonomi dengan meningkatkan produktivitas melalui peningkatan iptek, inovasi, ekonomi produktif (termasuk industri manufaktur, ekonomi dan keuangan syariah, pertanian biru dan bioekonomi, pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM dan koperasi, tenaga kerja, serta BUMN), penerapan ekonomi hijau, transformasi digital, integrasi ekonomi domestik dan global, serta pembangunan perkotaan dan pedesaan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.</p>
<p><strong>(3)</strong> Mewujudkan transformasi tata kelola dengan membangun regulasi dan tata Kelola berintegritas dan adaptif. <strong>(4)</strong> Memantapkan supremasi hukum, stabilitas dan kepemimpinan Indonesia dengan memantapkan stabilitas ekonomi, politik, hukum dan keamanan nasional, serta memperkuat ketangguhan diplomasi Indonesia di tingkat global dan membangun kekuatan pertahanan berdaya gentar kawasan.</p>
<p><strong>(5)</strong> Memantapkan ketahanan sosial budaya dan ekologi dengan cara memantapkan ketangguhan individu, keluarga, masyarakat dan lingkungan yang mampu mengoptimalkan modal sosial budaya, menjaga keberlanjutan sumber daya alam, serta tahan menghadapi berbagai bencana, perubahan dan guncangan.</p>
<p><strong>(6)</strong> Mewujudkan pembangunan kewilayahan yang merata dan berkeadilan dengan meningkatkan pemerataan dan kualitas pembangunan melalui pengembangan kebijakan Pembangunan daerah secara umum dan penterjemahan agenda transformasi dan landasan transformasi.</p>
<p><strong>(7)</strong> Mewujudkan sarana dan prasarana yang berkualitas dan ramah lingkungan yang menjadi faktor kunci, sekaligus sebagai salah satu pilar pendukung pemenuhan agenda tranformasi sosial, ekonomi, dan tata kelola, supremasi hukum, stabilitas dan kepemimpinan Indonesia, serta ketahanan sosial budaya dan ekologi.</p>
<p><strong>(8)</strong> Mewujudkan kesinambungan pembangunan diwujudkan melalui kaidah pelaksanaan yang efektif, serta pembiayaan Pembangunan yang inovatif. (<a href="https://indonesia2045.go.id"><em>https://indonesia2045.go.id</em></a>)</p>
<p>Indonesia Emas 2045 adalah visi pemerintah Indonesia untuk menjadikan negara ini sebagai negara maju, berdaulat, dan berkelanjutan pada tahun 2045, bertepatan dengan peringatan 100 tahun kemerdekaan Indonesia.</p>
<p>Tujuan utamanya untuk meningkatkan pendapatan per kapita menjadi setara dengan negara maju, yaitu sekitar USD 23.000-30.300, mengurangi kemiskinan dan ketimpangan pendapatan, meningkatkan kepemimpinan dan pengaruh Indonesia di dunia internasional, meningkatkan daya saing sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan, dan mengurangi intensitas emisi gas rumah kaca menuju<em> net zero emission</em>.</p>
<p><strong>Nilai Filosofis Kearifan Lokal Dugderan</strong><br />
Pencanangan visi dan misi pembangunan nasional dalam RPJPN patut diapresiasi dengan baik. Mengingat sebagai fondasi dan pedoman dalam rangkaian pembangunan jangka panjang nasional. Visi inilah yang perlu disikapi dalam skala lokal terkait kearifan lokal guna menyukseskan program Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Kearifan lokal adalah pengetahuan, nilai, dan praktik yang dikembangkan masyarakat lokal dalam jangka waktu lama, untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan sumber daya alam di sekitar mereka. Kearifan lokal seringkali bersifat unik dan spesifik untuk setiap daerah atau komunitas, dan dapat mencakup berbagai aspek kehidupan, seperti:<br />
<strong>a</strong>. Pengelolaan lingkungan: Kearifan lokal dapat membantu masyarakat mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan dan menjaga keseimbangan ekologi.<br />
<strong>b</strong>. Pertanian dan pangan: Kearifan lokal dapat membantu masyarakat mengembangkan sistem pertanian yang efektif dan menghasilkan pangan yang cukup.<br />
<strong>c</strong>. Kesehatan: Kearifan lokal dapat mencakup pengetahuan tentang obat-obatan tradisional dan praktik kesehatan yang efektif.<br />
<strong>d</strong>. Sosial dan budaya: Kearifan lokal dapat mencakup nilai-nilai sosial dan budaya yang penting bagi masyarakat, seperti gotong royong, kerja sama, dan rasa hormat terhadap leluhur.</p>
<p>Kearifan lokal juga seringkali diwariskan dari generasi ke generasi melalui proses pembelajaran dan pengalaman, dan dapat menjadi bagian penting dari identitas dan kebudayaan masyarakat lokal.</p>
<p>Dengan demikian, kearifan lokal dapat menjadi aset yang berharga bagi masyarakat, dan dapat membantu mereka menghadapi tantangan dan perubahan yang terjadi di sekitar mereka.</p>
<p><strong>Berikut beberapa aspek penting kearifan lokal:</strong><br />
<strong>a</strong>. Pemeliharaan Lingkungan Hidup: Kearifan lokal membantu masyarakat menjaga keseimbangan ekologi dan memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan.<br />
<strong>b</strong>. Ketahanan Pangan: Pengetahuan lokal dalam agrikultur memungkinkan masyarakat menghasilkan pangan secara efisien dan berkelanjutan.<br />
<strong>c</strong>. Kesehatan Tradisional: Penggunaan ramuan tradisional dan praktik medis lokal dapat menjadi alternatif dalam perawatan kesehatan.<br />
<strong>d</strong>. Pendidikan Budaya: Kearifan lokal menjadi sarana penting untuk mengajarkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.<br />
<strong>e</strong>. Penguatan Komunitas: Praktik-praktik tradisional membantu membangun solidaritas dan hubungan yang erat antaranggota komunitas.</p>
<p>Dalam konteks Indonesia Emas, kearifan lokal dapat diintegrasikan dengan nilai-nilai Pancasila untuk:<br />
<strong>a</strong>. Membangun Karakter Bangsa: Mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam pendidikan dan komunitas lokal dapat membantu menghadapi tantangan global.<br />
<strong>b</strong>. Menghadapi Tantangan Global: Kearifan lokal dapat menjadi kekuatan dalam menghadapi arus globalisasi.<br />
<strong>c</strong>. Menjaga Identitas Nasional: Kearifan lokal membantu melestarikan identitas budaya dan memperkuat rasa memiliki terhadap warisan nenek moyang.</p>
<p>Dengan demikian, kearifan lokal dapat menjadi modal dasar untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, dengan membangun karakter bangsa yang kuat dan menjaga identitas nasional.</p>
<p>Salah satu wujud melestarikan kearifan lokal, melalui perayaan Dugderan yang merupakan tradisi unik di Kota Semarang, dalam rangka menyambut bulan Ramadan dengan meriah, suka cita, kebahagiaan dan kegembiraan.</p>
<p>Bulan Ramadan menjadi bulan suci penuh rahmat dan ampunan, yang kental dengan nilai-nilai filosofis kebaikan-kebaikan kehidupan di dunia dan akhirat, menuju manusia seutuhnya dan menjadi pribadi yang beriman, berkarakter serta berakhlak mulia.</p>
<p>Kearifan lokal juga memainkan peran kunci dalam membentuk identitas masyarakat Indonesia, dan dapat menjadi modal dasar untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.</p>
<p>&#8212; <strong>Dr H Nuridin SAg MPd</strong> (<em>Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unissula</em>) &amp; <strong>Dr Hj Ira Alia Maerani SH MH</strong> (<em>Dosen Fakultas Hukum Unissula</em>) &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/21/nilai-filosofis-tradisi-dugderan-menuju-indonesia-emas-2045">Nilai Filosofis Tradisi Dugderan: Menuju Indonesia Emas 2045</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Momentum Bertemunya Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Purbadiningrum dengan Kanjeng Raden Mas Tumenggung Prawirapradja</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/03/01/momentum-bertemunya-kanjeng-mas-ayu-tumenggung-purbadiningrum-dengan-kanjeng-raden-mas-tumenggung-prawirapradja</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Mar 2025 11:55:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Bedug Ijo]]></category>
		<category><![CDATA[dugderan]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Mangunsari]]></category>
		<category><![CDATA[masjid agung jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Meriam]]></category>
		<category><![CDATA[ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=463265</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Dengan dipukulnya Bedug Ijo Mangunsari beberapa kali, menandakan tradisi tahunan Dugderan telah terlaksana dengan lancar dan meriah. Kegiatan itu terlihat di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Semarang, Jumat (28/2/2025) sore, disaksikan ribuan masyarakat. Tradisi Dugderan merupakan budaya keagamaan yang ada di Kota Semarang, dalam rangka menandai datangnya bulan suci Ramadan. Tradisi Dugderan sendiri [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/03/01/momentum-bertemunya-kanjeng-mas-ayu-tumenggung-purbadiningrum-dengan-kanjeng-raden-mas-tumenggung-prawirapradja">Momentum Bertemunya Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Purbadiningrum dengan Kanjeng Raden Mas Tumenggung Prawirapradja</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Dengan dipukulnya Bedug Ijo Mangunsari beberapa kali, menandakan tradisi tahunan Dugderan telah terlaksana dengan lancar dan meriah. Kegiatan itu terlihat di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Semarang, Jumat (28/2/2025) sore, disaksikan ribuan masyarakat.</p>
<p>Tradisi Dugderan merupakan budaya keagamaan yang ada di Kota Semarang, dalam rangka menandai datangnya bulan suci Ramadan. Tradisi Dugderan sendiri sudah berlangsung sejak 1881 silam.</p>
<p>Kata dugder yang berasal dari suara tabuhan bedug dan dentuman meriam itu, kemudian oleh masyarakat disebut Dugderan.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/03/01/agustina-wali-kota-semarang-ajak-umat-muslim-jalankan-puasa-dengan-sabar-dan-tulus">Agustina Wali kota Semarang Ajak Umat Muslim Jalankan Puasa dengan Sabar dan Tulus</a></strong></p>
<p>Pemukulan Bedug Ijo Mangunsari pada dugderan kali ini, dilakukan sekitar pukul 17.50 WIB, oleh Sekda Jawa Tengah Sumarno, yang berperan sebagai Kanjeng Raden Mas Tumenggung Prawirapradja.</p>
<p>Menyaksikan pemukulan bedug antara lain, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, yang memerankan Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Purbadiningrum, Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin, Ketua PP MAJT Semarang sekaligus Ketua Baznas Pusat, Prof Dr KH Noor Achmad.</p>
<p>Hadir pula Ketua MUI Jateng yang juga Ketua Baznas Jateng, Dr KH Ahmad Darodji, pengurus MAJT, jajaran Forkopimda Jateng, serta ribuan warga yang turut meramaikan perayaan itu.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/03/01/kapolres-kebumen-siap-terima-kritik-dan-masukan-demi-kebaikan">Kapolres Kebumen Siap Terima Kritik dan Masukan Demi Kebaikan</a></strong></p>
<p>Rombongan Wali Kota Semarang tiba di MAJT Semarang sekitar pukul 16.30 WIB. Mereka berangkat dari Balai Kota Semarang, namun sebelum itu mereka singgah terlebih dahulu di Masjid Besar Kauman Semarang.</p>
<p>Begitu tiba di MAJT, digelar acara penyerahan <em>Suhuf Halaqah</em> dari Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Purbadiningrum (Wali Kota Semarang), kepada Kanjeng Raden Mas Tumenggung Prawirapradja (Sekda Jateng). Selanjutnya, <em>Suhuf Halaqah</em> dibacakan Kanjeng Raden Mas Tumenggung Prawirapradja, sebelum pemukulan Bedug Ijo Mangunsari.</p>
<p>Isi <em>Suhuf Halaqah</em> yakni, memberikan kabar Ramadan segera tiba, serta mengajak umat Islam untuk mengisi bulan suci ini dengan ibadah, memperbanyak amal, serta melakukan hal-hal bermanfaat bagi diri sendiri, masyarakat, dan bangsa.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/03/01/bupati-lilis-nuryani-hadiri-pembukaan-dikmata-tni-ad-di-secata-gombong">Bupati Lilis Nuryani Hadiri Pembukaan Dikmata TNI AD di Secata Gombong</a></strong></p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Prof Noor Achmad menyampaikan, Dugderan adalah tradisi yang baik, karena tujuannya menyampaikan kabar datangnya Ramadan. Selain itu, tradisi ini juga telah berlangsung selama bertahun-tahun.</p>
<p>&#8221;Kami dari pihak MAJT Semarang, akan terus melestarikan tradisi ini, agar tetap terjaga keberlangsungannya,&#8221; kata dia di sela acara.</p>
<p>Menurutnya, ada tiga alasan utama mengapa Dugderan layak dipertahankan. Pertama, tradisi ini memperkuat kerukunan dan persatuan. Dugderan menunjukkan, kekuatan budaya mampu merukunkan berbagai perbedaan. Artinya, tradisi ini dapat memperkuat elemen-elemen sosial dalam masyarakat.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/03/01/satgas-pangan-grobogan-cek-harga-di-pasar-cabai-capai-rp-90-ribu-kg">Satgas Pangan Grobogan Cek Harga di Pasar, Cabai Capai Rp 90 Ribu/Kg</a></strong></p>
<p>Adapun yang kedua, tradisi dugderan ini telah menjadi tradisi yang khas dan unik, bagi Warga Semarang menyambut Ramadan. Harapannya, semua masyarakat dapat ikut bergembira dengan datangnya bulan puasa.</p>
<p>&#8221;Yang ketiga, antusiasme masyarakat yang tinggi untuk datang dan menyaksikan langsung dugderan. Ini membuktikan, tradisi ini dinanti-nantikan masyarakat. Pengunjungnya begitu banyak. Itu terlihat sejak dari Balai Kota Semarang dan Masjid Besar Kauman, hingga tiba di MAJT,&#8221; tutur Prof Noor lagi.</p>
<p>Sementara itu, Sekda Jateng Sumarno menambahkan, Dugderan bukan hanya sekadar tradisi keagamaan, tetapi juga memiliki dampak ekonomi positif. Terutama bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/03/01/seperti-apa-lamine-yamal-menjelma">Seperti Apa Lamine Yamal “Menjelma”…</a></strong></p>
<p>&#8221;Kami berharap, tradisi ini dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat. Tidak hanya dari Semarang, tetapi juga dari luar Jawa Tengah. Dengan begitu, acara ini bisa mendorong perekonomian, dan menjadi salah satu event wisata unggulan,&#8221; ujar Sumarno.</p>
<p>Di sisi lain, Wali Kota Agustina Wilujeng berharap, agar Dugderan dapat makin mempererat persatuan warga Kota Semarang, terutama setelah melewati masa pesta demokrasi. &#8221;Semoga momentum ini bisa menyatukan seluruh warga Kota Semarang, agar bersama-sama membangun Semarang tanpa adanya sekat-sekat perbedaan,&#8221; pungkasnya.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/03/01/momentum-bertemunya-kanjeng-mas-ayu-tumenggung-purbadiningrum-dengan-kanjeng-raden-mas-tumenggung-prawirapradja">Momentum Bertemunya Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Purbadiningrum dengan Kanjeng Raden Mas Tumenggung Prawirapradja</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dugderan Semarang Dimulai, Diramaikan Ratusan Lapak Kuliner dan Mainan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/02/28/dugderan-semarang-dimulai-diramaikan-ratusan-lapak-kuliner-dan-mainan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Feb 2024 13:17:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Alun-alun Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[dugderan]]></category>
		<category><![CDATA[lapak kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[mainan]]></category>
		<category><![CDATA[ramadan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=401749</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG ( SUARABARU.ID)  &#8211; Menyambut bulan puasa Ramadan, menjadi tradisi bagi warga  Kota Semarang, menyambutnya pasar Dugderan yang digelar di kawasan Alun-alun Semarang, tepatnya di jalan Ki Nartosabdo (28/02/2024). Dugderan mulai dari 28 Februari 2024 hingga 8 Maret 2024, dengan dimeriahkan sekitar 100 lapak penjual makanan, minuman, dan juga mainan. Kegiatan mulai buka pukul 10.00 [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/02/28/dugderan-semarang-dimulai-diramaikan-ratusan-lapak-kuliner-dan-mainan">Dugderan Semarang Dimulai, Diramaikan Ratusan Lapak Kuliner dan Mainan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG ( SUARABARU.ID)</strong>  &#8211; Menyambut bulan puasa Ramadan, menjadi tradisi bagi warga  Kota Semarang, menyambutnya pasar Dugderan yang digelar di kawasan Alun-alun Semarang, tepatnya di jalan Ki Nartosabdo (28/02/2024).</p>
<p>Dugderan mulai dari 28 Februari 2024 hingga 8 Maret 2024, dengan dimeriahkan sekitar 100 lapak penjual makanan, minuman, dan juga mainan. Kegiatan mulai buka pukul 10.00 WIB hingga 18.00 WIB.</p>
<p>Para pedagang yang ikut memeriahkan agenda pasar Dugderan, dengan semangat menjual berbagai jenis makanan, minuman, dan mainan demi mengundang banyak pengunjung. Di sekitar lapak kuliner juga telah disediakan banyak tempat duduk yang nyaman sehingga para pengunjung tidak usah risau jika ingin duduk menikmati kuliner yang telah dibeli.</p>
<figure id="attachment_401753" aria-describedby="caption-attachment-401753" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img class="wp-image-401753 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/lapak-tirsa.jpg" alt="" width="681" height="511" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/lapak-tirsa.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/lapak-tirsa-400x300.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/lapak-tirsa-150x113.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/lapak-tirsa-80x60.jpg 80w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/lapak-tirsa-100x75.jpg 100w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/lapak-tirsa-180x135.jpg 180w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/lapak-tirsa-238x178.jpg 238w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-401753" class="wp-caption-text">Lapak kuliner yang memeriahkan tradisi pasar dugderan di kawasan Alun-alun Semarang. Foto : Tirza</figcaption></figure>
<p>Selain bertujuan untuk memeriahkan pasar Dugderan juga, para pedagang sangat menantikan acara Dugderan ini. Pada musim dugderan pendapatan biasanya meningkat sekitar 10 persen dari hari-hari biasa,”  kata seorang pedagang.</p>
<p>Selain Pedagang yang bersemangat dengan diadakannya tradisi Dugderan ini, masyarakat terutama anak-anak yang tidak sabar untuk melihat berbagai agenda acara yang telah dipersiapkan oleh pemerintah Kota Semarang tahun ini.</p>
<p>“Senang bisa main di sini, banyak tontonan dan mainan,” ujar seorang anak yang datang ke lokasi bersama teman-temannya.</p>
<p><strong>Rachel Tirza/ Anggry Pello</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/02/28/dugderan-semarang-dimulai-diramaikan-ratusan-lapak-kuliner-dan-mainan">Dugderan Semarang Dimulai, Diramaikan Ratusan Lapak Kuliner dan Mainan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DPRD Kota Semarang Menilai Tradisi Dugderan sebagai Prosesi Sakral</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/02/28/dprd-kota-semarang-menilai-tradisi-dugderan-sebagai-prosesi-sakral</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Feb 2024 13:01:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Anang Budi Utomo]]></category>
		<category><![CDATA[dugderan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadam]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Warak Ngendhog]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=401742</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Prosesi Dugderan untuk menyambut Ramadan di Kota Semarang, dinilai menjadi even sakral masyarakat sejak zaman dulu. Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Anang Budi Utomo, Rabu (28/2/2024). Menurutnya gelaran Dugderan yang menampilkan bedug raksasa dan gunungan ganjel ril akan menambah kesan menarik dalam menyambut datangnya [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/02/28/dprd-kota-semarang-menilai-tradisi-dugderan-sebagai-prosesi-sakral">DPRD Kota Semarang Menilai Tradisi Dugderan sebagai Prosesi Sakral</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Prosesi Dugderan untuk menyambut Ramadan di Kota Semarang, dinilai menjadi even sakral masyarakat sejak zaman dulu. Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Anang Budi Utomo, Rabu (28/2/2024).</p>
<p>Menurutnya gelaran Dugderan yang menampilkan bedug raksasa dan gunungan ganjel ril akan menambah kesan menarik dalam menyambut datangnya bulan Ramadan.</p>
<p>Anang menyatakan, Dugderan adalah tradisi rutin tahunan yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengumumkan awal puasa Ramadhan.</p>
<p>&#8220;Hakikat Dugderan adalah pemerintah memberikan pengumuman dimulainya awal puasa Ramadhan di Kota Semarang,&#8221; kata Anang, Rabu (28/2/2024).</p>
<p>Dia menyatakan, upacara penyambutan Ramadhan tersebut merupakan prosesi yang sakral. Menurutnya, setiap kegiatan yang akan dilakukan harus menjunjung tinggi nilai budaya yang ada di Kota Semarang.</p>
<figure id="attachment_401743" aria-describedby="caption-attachment-401743" style="width: 287px" class="wp-caption alignright"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-401743" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/WhatsApp-Image-2024-02-28-at-14.05.1211.jpeg" alt="" width="287" height="354" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/WhatsApp-Image-2024-02-28-at-14.05.1211.jpeg 287w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/WhatsApp-Image-2024-02-28-at-14.05.1211-122x150.jpeg 122w" sizes="(max-width: 287px) 100vw, 287px" /><figcaption id="caption-attachment-401743" class="wp-caption-text">Sekretaris Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Anang Budi Utomo. Foto: hp</figcaption></figure>
<p>&#8220;Saya termasuk orang yang meminta Dugderan harus bersifat sakral. Sebaiknya jangan dicampur dengan apresiasi lain yang mengarah sifatnya hura-hura. Senangnya itu dalam konteks menyeluruh etnis yang ada di Kota Semarang,&#8221; katanya.</p>
<p>Begitu pula, Anang menilai, sebulan sebelum pengumuman awal puasa tersebut diawali dengan Pasar Dugderan terlebih dulu dapat memupuk perekonomian Kota Semarang makin tumbuh.</p>
<p>Termasuk di antaranya, menjadi langkah pembinaan terhadap pengrajin dan seniman Warak Ngendhog yang menjadi ikon Dugderan. Dengan adanya Dugderan yang meriah ini, Warak Ngendhog akan menjadi fokus perhatian masyarakat.</p>
<p>&#8220;Warak Ngendhog bisa ditampilkan mewakili unsur etnis yang ada. Warak Ngendhog ikon Dugderan, sudah semestinya menjadi unggulan yang harus ditingkatkan, jangan sampai hilang dari arena Dugderan,&#8221; katanya.</p>
<p>Nantinya, selain Pasar Dugderan yang digelar di Aloon-aloon Semarang, Dugderan kali ini akan ditandai pula dengan kirab budaya dari Balai Kota Semarang hingga Masjid Agung Semarang.</p>
<p>&#8220;Ini sekaligus menjadi upaya untuk mengenalkan budaya awal Kota Semarang seperti itu,&#8221; kata Politikus Partai Golongan Karya (Golkar) tersebut.</p>
<p>Sebelumnya diberitakan, prosesi Dugderan kali ini akan diselenggarakan dua hari jelang Ramadan. Sebulan sebelumnya, tepatnya mulai Rabu (28/2/2024) akan diselenggarakan Pasar Dugderan di Aloon-Aloon Semarang.</p>
<p>Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Wing Wiyarso, mengatakan, Dugderan merupakan prosesi tahunan yang menjadi kearifan lokal warga Ibu Kota Jawa Tengah.</p>
<p>Dengan mengedepankan akulturasi budaya melalui Warak Ngendhog, Dugderan sudah menjadi budaya masyarakat Kota Semarang saat menyambut bulan suci Ramadan.</p>
<p>Menurutnya, Disbudpar Kota Semarang pada 2024 akan mengemas prosesi Dugderan lebih menarik dengan memamerkan bedug raksasa di Aloon-Aloon Masjid Agung Semarang.</p>
<p>&#8220;Kami akan kemas lebih oke lagi. Insya-Allah untuk penyerahan dan pembacaan suhuf halaqah, kami akan coba ubah setting-nya, kami pamerkan pemukulan bedug raksasa,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Pihaknya menyebut, gunungan ganjel rel besar di dekat beduk akan menjadi pemecah keramaian. Terdapat gunungan kue khas Kota Semarang tempo dulu dengan ukuran kecil di empat sisi alun-alun.</p>
<p>&#8220;Sehingga, masyarakat tidak perlu saling berdesakan. Prosesi suhuf halaqah rombongan wali kota akan lebih oke lagi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Nantinya, Dugderan 2024 juga akan diawali dengan kirab budaya dari Balai Kota Semarang menuju ke Masjid Agung Semarang. Setiap kecamatan akan mengangkat budaya dan kearifan lokal masing-masing.</p>
<p>&#8220;Bergada atau pasukan 40-an. Walaupun tahun ini baru 16 peserta, mereka akan ikut kirab dan dinilai. Didukung komunitas lain seperti Sam Poo Kong, Tay Kak Sie, Tosan Aji, dan lain-lain,&#8221; ujar Wing.</p>
<p><strong>Hery Priyono</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/02/28/dprd-kota-semarang-menilai-tradisi-dugderan-sebagai-prosesi-sakral">DPRD Kota Semarang Menilai Tradisi Dugderan sebagai Prosesi Sakral</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dugderan Kembali Digelar Tanpa Arak-arakan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/03/31/dugderan-kembali-digelar-tanpa-arak-arakan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Mar 2022 15:08:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[dugderan]]></category>
		<category><![CDATA[Tanpa arak arakan]]></category>
		<category><![CDATA[Walikota Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=241844</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Walikota Semarang, Hendrar Prihadi menabuh bedug di tengah halaman Balaikota Semarang yang menandakan akan tibanya bulan suci Ramadan di wilayah ibu kota Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari prosesi dugderan yang pada tahun ini masih kembali dilaksanakan tanpa arak-arakan, seperti dua penyelenggaraan sebelumnya. Meski tanpa arak-arakan, Walikota yang akrab disapa [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/03/31/dugderan-kembali-digelar-tanpa-arak-arakan">Dugderan Kembali Digelar Tanpa Arak-arakan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Walikota Semarang, Hendrar Prihadi menabuh bedug di tengah halaman Balaikota Semarang yang menandakan akan tibanya bulan suci Ramadan di wilayah ibu kota Provinsi Jawa Tengah.</p>
<p>Kegiatan tersebut merupakan bagian dari prosesi dugderan yang pada tahun ini masih kembali dilaksanakan tanpa arak-arakan, seperti dua penyelenggaraan sebelumnya.</p>
<p>Meski tanpa arak-arakan, Walikota yang akrab disapa Hendi tersebut bersyukur karena masyarakat tetap menaruh antusias pada prosesi dugderan.</p>
<p>Hal ini terlihat dengan cukup banyaknya masyarakat yang menonton secara langsung, meski Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang juga menyediakan penayangan jalannya prosesi secara daring melalui kanal YouTube.</p>
<p>Hendi dalam kesempatan tersebut berpesan agar protokol kesehatan tetap ditaati selama kegiatan prosesi berlangsung. &#8220;Alhamdulillah meskipun belum bisa arak-arakan di jalan, tapi sudah ada kemeriahan. Sekarang yang penting tetap prokes dan kita lihat juga masyarakatnya cukup antusias,&#8221; kata Hendi, Kamis (31/3/2022).</p>
<p>&#8220;Pesan untuk masyarakat selama Ramadan, saya berharap masyarakat bisa menjalankan ibadah di bulan Ramadan ini dengan baik. Tarawih keliling boleh, tarawih ke tempat ibadah boleh, asal prokesnya dipastikan panjenengan sudah lakukan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Hendi menyampaikan bahwa harus ada upaya saling menghormati dan tenggang rasa agar kegiatan selama bulan Ramadan dapat berjalan dengan baik dan kondusif.</p>
<p>&#8220;Jadi mungkin kawan-kawan yang tidak menjalankan puasa ya mohon bisa menghormati yang puasa. Serta sebaliknya orang berpuasa juga harus menghormati orang yang tidak puasa,&#8221; pesannya.</p>
<p>Selama Ramadan nanti, Hendi meminta agar toleransi sesama masyarakat terus dijalankan. Misalnya dengan tidak melakukan sweeping-sweeping restoran atau tempat makan di siang hari. Dirinya berpesan agar semuanya saling menghormati dan saling tenggang rasa.</p>
<p>&#8220;Mudah-mudahan kegiatan selama Ramadan ini berjalan baik, lancar, pasokan sembakonya juga baik, sehingga harganya tidak membumbung terlalu tinggi. Jadi kami pastikan pemerintah akan menjaga hal tersebut,&#8221; tegas Hendi.</p>
<p>Menurut Hendi, dengan kondisi Kota Semarang berstatus PPKM level 2, maka diharapkan kegiatan di masjid dapat terjaga dengan kapasitas 75 persen dengan penerapan prokes yang ketat.</p>
<p>Namun, Hendi sendiri meyakini jika seharusnya Kota Semarang sudah dapat berstatus level 1, dengan melihat sejumlah indikator-indikator yang mempengaruhi penentuan level.</p>
<p>&#8220;Kita tunggu saja nanti tanggal 4 April pada saat Instruksi Mendagri sudah ada, mudah-mudahan Semarang seperti yang ada di dalam analisis kita hari ini, yakni di level 1,&#8221; tandasnya.</p>
<p><em><strong>Ning</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/03/31/dugderan-kembali-digelar-tanpa-arak-arakan">Dugderan Kembali Digelar Tanpa Arak-arakan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>