<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Diskriminasi Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/diskriminasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 29 May 2026 08:44:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Diskriminasi Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mahasiswa Ilkom USM Dorong Kesetaraan Gender di Kalangan Pelajar SMKN 1 Semarang</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/29/mahasiswa-ilkom-usm-dorong-kesetaraan-gender-di-kalangan-pelajar-smkn-1-semarang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2026 08:44:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[Diskriminasi]]></category>
		<category><![CDATA[Gender]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Program Studi]]></category>
		<category><![CDATA[SMKN 1 Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=561969</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Sejumlah mahasiswa dari Program Studi Ilmu Komunikasi, FTIK Universitas Semarang (USM), menggelar kegiatan kampanye komunikasi gender. Dalam kegiatan yang bertajuk &#8216;Aksi Setara: Untuk Siswa yang Lebih Peka dan Sekolah yang Lebih Terbuka&#8217; itu, dilakukan di Ruang Praktik Teknik Otomasi Industri SMKN 1 Semarang, Jumat (29/5/2026). Kampanye komunikasi ini menjadi ruang edukasi bagi siswa, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/29/mahasiswa-ilkom-usm-dorong-kesetaraan-gender-di-kalangan-pelajar-smkn-1-semarang">Mahasiswa Ilkom USM Dorong Kesetaraan Gender di Kalangan Pelajar SMKN 1 Semarang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Sejumlah mahasiswa dari Program Studi Ilmu Komunikasi, FTIK Universitas Semarang (USM), menggelar kegiatan kampanye komunikasi gender.</p>
<p>Dalam kegiatan yang bertajuk &#8216;Aksi Setara: Untuk Siswa yang Lebih Peka dan Sekolah yang Lebih Terbuka&#8217; itu, dilakukan di Ruang Praktik Teknik Otomasi Industri SMKN 1 Semarang, Jumat (29/5/2026).</p>
<p>Kampanye komunikasi ini menjadi ruang edukasi bagi siswa, untuk memahami pentingnya kesetaraan gender, menghargai keberagaman, serta membangun lingkungan sekolah yang inklusif dan bebas dari diskriminasi.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/05/29/usm-salurkan-daging-kurban">USM Salurkan Daging Kurban 4 Sapi dan 17 Kambing Kepada Masyarakat</a></strong></p>
<p>Kegiatan yang diikuti siswa-siswi SMKN 1 Semarang ini, menghadirkan dua narasumber, Ferisa Aulia sebagai narasumber internal, dan Reza Maulana sebagai narasumber eksternal.</p>
<p>Melalui pemaparan materi dan sesi diskusi interaktif, peserta diajak untuk memahami konsep gender secara komprehensif, serta pentingnya menciptakan relasi yang setara dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, guru pendamping siswa-siswi SMKN 1 Semarang, Maya Amalina menyampaikan apresiasi, atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai relevan dengan kehidupan remaja saat ini.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/05/26/mahasiswa-teknik-sipil-usm-juara-i-lomba-jembatan-balsa-di-petra-civil-expo-2026">Mahasiswa Teknik Sipil USM Juara I Lomba Jembatan Balsa di Petra Civil Expo 2026</a></strong></p>
<p>&#8221;Kami menyambut baik kegiatan ini, karena memberikan wawasan yang sangat penting bagi para siswa-siswi SMKN 1 Semarang,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Menurut dia, kesadaran mengenai kesetaraan gender perlu ditanamkan sejak dini, agar siswa mampu menghargai perbedaan, menjunjung sikap saling menghormati, dan menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman bagi semua.</p>
<p>&#8221;Selain itu, bisa mengubah cara pandang, bahwa tidak ada yang bisa membatasi mimpi kalian,&#8221; pesan Maya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/05/25/dosen-usm-ikuti-pelatihan-learning-management-system-berbasis-artificial-intelligence">Dosen USM Ikuti Pelatihan Learning Management System Berbasis Artificial Intelligence</a></strong></p>
<figure id="attachment_561971" aria-describedby="caption-attachment-561971" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img class="wp-image-561971 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-29-at-13.29.51.jpg" alt="" width="681" height="465" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-29-at-13.29.51.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-29-at-13.29.51-400x273.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-29-at-13.29.51-150x102.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-561971" class="wp-caption-text">Sejumlah mahasiswa Ilkom USM bersama siswa-siswi SMKN 1 Semarang, berfoto bersama usai acara. Foto: dok/usm</figcaption></figure>
<p>Sementara itu, dosen pengampu Mata Kuliah Komunikasi Gender Program Studi Ilmu Komunikasi USM, Dr Yuliyanto Budi Setiawan SSos MSi menegaskan, komunikasi memiliki peran penting dalam membentuk cara pandang masyarakat, terhadap isu gender.</p>
<p>&#8221;Kesetaraan gender bukan hanya tentang laki-laki dan perempuan, tetapi tentang bagaimana setiap individu memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang tanpa dibatasi stereotip. Melalui komunikasi yang tepat, kita dapat membangun pemahaman yang lebih inklusif, dan mendorong perubahan sosial yang positif,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Dalam keterangannya, ketua pelaksana kegiatan, Noverein Hidastara menambahkan, kegiatan ini hadir sebagai bentuk kepedulian mahasiswa, terhadap pentingnya pendidikan gender bagi generasi muda.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/05/25/mahasiswa-ilkom-usm-gelar-kampanye-healthy-relationship-di-sd-negeri-peterongan-01-semarang">Mahasiswa Ilkom USM Gelar Kampanye ‘Healthy Relationship’ di SD Negeri Peterongan 01 Semarang</a></strong></p>
<p>&#8221;Kami berharap, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi. Tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran kritis siswa, terhadap berbagai bentuk ketidaksetaraan yang masih terjadi di sekitar mereka,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Dalam sesi materi, Ferisa Aulia, yang juga seorang mahasiswi Ilkom USM menjelaskan mengenai pengertian gender, perbedaan antara gender dan jenis kelamin, serta berbagai bentuk stereotip yang masih berkembang di masyarakat.</p>
<p>Materi itu kemudian diperkaya Reza Maulana, seorang guru di Sekolah Shadow Teacher SD Inklusi Cita Bangsa. Dia membahas penerapan nilai-nilai kesetaraan gender dalam kehidupan sehari-hari, serta peran generasi muda dalam menciptakan ruang sosial yang lebih inklusif.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/29/mahasiswa-ilkom-usm-dorong-kesetaraan-gender-di-kalangan-pelajar-smkn-1-semarang">Mahasiswa Ilkom USM Dorong Kesetaraan Gender di Kalangan Pelajar SMKN 1 Semarang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Vinicius, Simbol Keteguhan Melawan Rasisme</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/12/28/vinicius-simbol-keteguhan-melawan-rasisme</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Dec 2024 10:00:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[AC Milan]]></category>
		<category><![CDATA[Ballon d'Or]]></category>
		<category><![CDATA[Diskriminasi]]></category>
		<category><![CDATA[FIFA]]></category>
		<category><![CDATA[la liga]]></category>
		<category><![CDATA[Paris St Germain]]></category>
		<category><![CDATA[Rasisme]]></category>
		<category><![CDATA[real madrid]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=454020</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // sampai kapan rasisme membayangi/ kita takkan pernah tahu/ : hingga seluruh penduduk bumi/ berpadu dalam kesetaraan/ tak terbedakan/ oleh sekat apa pun/ dan, sepak bola seharusnya memelopori// (Sajak &#8220;Rasisme Sepak Bola&#8221;, 2025) CATATLAH nama ini: Vinicius Jose Paixao de Oliveira Junior. Baru saja dia dinobatkan sebagai Pemain Terbaik FIFA 2024, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/12/28/vinicius-simbol-keteguhan-melawan-rasisme">Vinicius, Simbol Keteguhan Melawan Rasisme</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-454025 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/12/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/12/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/12/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/12/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// sampai kapan rasisme membayangi/ kita takkan pernah tahu/ : hingga seluruh penduduk bumi/ berpadu dalam kesetaraan/ tak terbedakan/ oleh sekat apa pun/ dan, sepak bola seharusnya memelopori//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Rasisme Sepak Bola&#8221;, 2025)</strong></p>
<p><strong>CATATLAH</strong> nama ini: Vinicius Jose Paixao de Oliveira Junior.</p>
<p>Baru saja dia dinobatkan sebagai Pemain Terbaik FIFA 2024, gelar prestisius yang setara dengan Ballon d&#8217;Or.</p>
<p>Penghargaan itu memupus kekecewaannya gagal meraih Ballon d&#8217;Or, yang Oktober lalu dimenangi Rodri, penggawa Manchester City.</p>
<p>Vini adalah simbol permainan agresif Real Madrid, dan dikenal gigih melawan rasisme. Selama bermain di La Liga, dia kenyang menghadapi olok-olok, hinaan, cercaan, dan perlakuan buruk di lapangan.</p>
<p>Dia melawan. Dengan sikap, opini, dan ekspresi bermain dalam kualitas yang memberi kekuatan &#8220;pembeda&#8221;.</p>
<p>Pemain asal Brasil itu menyuarakan perlawanan setiap kali ada yang mengalami diskriminasi, baik dari sesama pemain di lapangan, maupun dari tribune suporter. Sudah sekitar 20 kali dia bersinggungan dengan insiden rasisme, dalam bentuk olok-olok yang menginsinuasi secara verbal &#8220;gerakan monyet&#8221;, &#8220;koor suara monyet&#8221;, dan &#8220;lemparan pisang&#8221;.</p>
<p>Lalu bagaimana reaksi orang-orang rasis itu ketika Vini Junior meraih pengakuan dari FIFA?</p>
<p><strong>Tidak Menyurut</strong><br />
Hinaan rasis sudah lama menjadi penyakit dalam kompetisi sepak bola. Di zaman kejayaannya, George Oppung Weah yang meraih Ballon d&#8217;Or 1995 juga kerap mengalami. Pemain asal Liberia itu pernah menjadi bintang utama di Paris St Germain, lalu AC Milan.</p>
<p>Pola hinaan yang dia terima mirip dengan yang sekarang dihadapi oleh Vinicius.</p>
<p>Banyak pemain yang merasakan. Liga-liga seperti Spanyol, Italia, Inggris, dan Jerman diwarnai &#8220;virus&#8221; serupa, yang mendorong FIFA mengetengahkan &#8220;ritual&#8221; menjelang pertandingan. Selembar kain dibentangkan di tengah lapangan, bertuliskan &#8220;No Racism&#8221;.</p>
<p>Kampanye antirasis FIFA bertemakan &#8220;Kick It Out&#8221;, faktanya belum melenyapkan perilaku diskriminatif. Sepak bola yang seharusnya menyemaikan kesetaraan dan menghapus sekat perbedaan bagi umat manusia, justru menjadi lahan subur bagi eksploitasi warna kulit.</p>
<p>Pada titik ini, apa makna keterpilihan Vinicius Junior sebagai Pemain Terbaik FIFA?</p>
<p>Banyak yang menganalisis, Vini gagal menjadi pemenang Ballon d&#8217;Or lantaran bersikap vokal terhadap realitas La Liga yang masih meruapkan rasisme.</p>
<p><em>Reuters</em> yang dikutip <em>cnnindonesia.com</em> (29/10/2024), memaparkan pernyataan Vinicius di akun <em>X</em>-nya, &#8220;Saya akan melakukannya 10 kali jika memang harus. Mereka tidak benar-benar siap&#8221;.</p>
<p>Manajemennya mengatakan, unggahan itu bermakna perjuangan melawan rasisme. Faktor itulah yang diyakini menyebabkan Vini tidak memenangkan Ballon d&#8217;Or. Menurut <em>Reuters</em>, dunia sepak bola belum siap menerima pemain yang melawan sistem.</p>
<p><strong>Keistimewaan</strong><br />
Dibandingkan dengan rata-rata maestro sepak bola Brasil, Vinicius menonjol bukan karena permainan sebagai &#8220;seniman Samba&#8221;.</p>
<p>Dia adalah tipe pekerja keras yang ngotot, dengan kekuatan fisik menonjol. Permainannya sebagai gelandang serang sayap efektif untuk bermanuver menuntaskan setiap peluang di depan gawang.</p>
<p>Narasi menarik dia sampaikan saat menerima trofi itu, &#8220;Saya bahkan tidak tahu harus mulai dari mana. Itu begitu jauh, sehingga tampaknya mustahil untuk sampai ke sini. Saya adalah seorang anak yang hanya bermain sepak bola tanpa alas kaki di jalan-jalan Sao Goncalo, dekat dengan kemiskinan dan kejahatan. Menuju ke sini adalah sesuatu yang sangat penting bagi saya&#8221;.</p>
<p>Pemain yang lahir di Sao Goncalo, 12 Juli 2000 itu mengawali karier di kampung-kampung. Pelatih masa kecilnya, Cacau, ingat betul talenta Vinicius di laga-laga usia dini.</p>
<p>&#8220;Ketika kami membawanya ke beberapa turnamen antara usia delapan dan sembilan, kami menyadari dia memiliki sesuatu yang istimewa,&#8221; kenangnya.</p>
<p>&#8220;Bahkan lawan-lawannya akan mengatakan, untuk menjaga Vini, Anda perlu sepeda motor!&#8221; candanya.</p>
<p>Bakat saja tak cukup. Vinicius Junior juga punya tekad untuk mewujudkan impian menjadi pesepak bola ternama. Pamannya, Ulysses ingat bagaimana Vini melakoni perjalanan jauh dan sulit untuk berlatih.</p>
<p>&#8220;Transportasi adalah masalah nyata baginya karena dari Sao Goncalo ke tempat latihan Ninho do Urubu yang jauh,&#8221; kata Ulysses.</p>
<p>&#8220;Selalu sulit untuk latihan, sekolah, dan kembali ke rumah. Setelah beberapa saat, dia mulai tinggal di rumah saya. Dia tidak bisa terus ketinggalan sekolah di Sao Goncalo karena latihan di Vargem Grande lagi,&#8221; katanya.</p>
<p>Flamengo kemudian mengajak bergabung pada 2007. Awalnya Vini bermain di tim futsal. Klub kemudian melihat bakatnya di sepak bola.</p>
<p>Ditempa di Flamengo, Vinicius memetik hasilnya pada 2017. Dia diminati Real Madrid, yang menebusnya 46 juta Euro. Saat itu dia menjadi pemain Brasil termahal kedua setelah Neymar.</p>
<p>Lantaran usianya masih 17 tahun, Vini Junior harus menunggu setahun untuk gabung ke Madrid. Dia kemudian benar-benar pindah pada 2018.</p>
<p>Pada awal kedatangannya ke Spanyol, Vinicius sempat memperkuat tim Castilla Madrid. Sesekali dia dimainkan di tim senior. Vini akhirnya permanen pindah ke tim utama sejak musim 2019/2020.</p>
<p>Bersama Madrid, dia memenangi 13 trofi, termasuk tiga gelar La Liga dan dua Liga Champions. Dalam empat musim terakhir, performanya meningkat pesat, membukukan 82 gol. Total, Vinicius mencetak 96 gol untuk Los Blancos. Pelatih Carlo Ancelotti banyak disebut punya pendekatan tepat untuk mengeluarkan seluruh potensi Vini Junior.</p>
<p>Selama tiga tahun bersama Madrid, pemain kelahiran 12 Juli 2000 itu kenyang dengan serangan rasisme, yang tentu menguatkan mentalnya. Vinicius melawan, dengan menunjukkan kualitas permainan level atas.</p>
<p>Pengakuan sebagai Pemain Terbaik FIFA 2024, apakah itu akan memperkuat perlawanan terhadap rasisme, hipokritas, dan diskriminasi dalam sepak bola?</p>
<p>Atau ini adalah ekspresi perjuangan kemanusiaan yang hakikatnya tak mengenal akhir?</p>
<p>&#8212;<strong> Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/12/28/vinicius-simbol-keteguhan-melawan-rasisme">Vinicius, Simbol Keteguhan Melawan Rasisme</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perempuan dengan HIV Sering Jadi Korban Diskriminasi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/08/25/perempuan-dengan-hiv-sering-jadi-korban-diskriminasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Aug 2024 10:37:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[Diskriminasi]]></category>
		<category><![CDATA[hiv]]></category>
		<category><![CDATA[Human Imuunodeficiency Virus]]></category>
		<category><![CDATA[Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI)]]></category>
		<category><![CDATA[jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Kesetaraan Gender]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah Keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[Radio USM Jaya]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang (USM)]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://suarabaru.id/?p=432795</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Diskriminasi masih menjadi masalah besar, dan terus ada dalam lingkungan masyarakat. Salah satu yang turut menjadi korban diskriminasi adalah perempuan dengan HIV (Human Imuunodeficiency Virus). Hal itu seperti yang diungkapkan Pengurus Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI) Jawa Tengah, Nurul Safa&#8217;atun, dalam Talkshow Kudengar (Kuliah Keadilan dan Kesetaraan Gender), di Studio Radio USM Jaya, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/08/25/perempuan-dengan-hiv-sering-jadi-korban-diskriminasi">Perempuan dengan HIV Sering Jadi Korban Diskriminasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Diskriminasi masih menjadi masalah besar, dan terus ada dalam lingkungan masyarakat. Salah satu yang turut menjadi korban diskriminasi adalah perempuan dengan HIV (Human Imuunodeficiency Virus).</p>
<p>Hal itu seperti yang diungkapkan Pengurus Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI) Jawa Tengah, Nurul Safa&#8217;atun, dalam Talkshow Kudengar (Kuliah Keadilan dan Kesetaraan Gender), di Studio Radio USM Jaya, di Gedung N Universitas Semarang (USM), belum lama ini.</p>
<p>Kegiatan yang dipandu penyiar Radio USM Jaya FM, Putri Sabila itu, juga menghadirkan narasumber Vocal Point Kota Semarang IPPI Jateng, Lutfi Nurul Hidayah. Adapun tema yang diambil, &#8216;Perempuan HIV dalam Lingkaran Kekerasan Berbasis Gender&#8217;. Kegiatan ini digelar atas kerja sama Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) USM.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/08/25/upz-masjid-alqodar-sendangmulyo-raih-baznas-award-2024">UPZ Masjid Alqodar Sendangmulyo Raih Baznas Award 2024</a></strong></p>
<p>Nurul mengungkapkan, perempuan yang telah divonis status HIV, seakan tidak memiliki daya tawar, serta banyak mendapatkan diskriminasi di lingkungan masyarakat. Diungkapkan dia, ketika ada perempuan HIV, dan ketika ada seorang laki-laki yang dekat, itu sudah dianggap beruntung.</p>
<p>&#8221;Di sini kita tidak ada kesetaraannya, jadi kita hanya pasrah, mau diperlakukan seperti apa oleh pasangan, manut-manut saja. Jadi kalau kita melihat kesetaraan gender dengan kaitannya perempuan HIV sangat erat. Karena diluar sana masih banyak perempuan HIV, dan mereka hanya bisa menerima dan pasrah,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia menambahkan, kondisi itu dapat membuat perempuan dengan HIV, lebih rentan mendapat kekerasan berbasis gender. Padahal seharusnya, perempuan khususnya dengan HIV, berhak mendapatkan hak-haknya, serta layak mendapatkan kesetaraan gender.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/08/25/tim-bulu-tangkis-pwi-jateng-juara-umum-di-porwanas-2024">Tim Bulu Tangkis PWI Jateng Juara Umum di Porwanas 2024</a></strong></p>
<p>&#8221;Kuncinya adalah dengan pasangan, sering-seringlah berkomunikasi walaupun statusnya kita mungkin HIV. Jadi kita bernegosiasi, bahwa hak-hak kita itu harus juga dipenuhi, bukan hanya untuk diberikan kasih sayang saja, tapi suami juga harus memahami konteks, bahwa urusan rumah itu tidak hanya urusan istri, melainkan berdua,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Selain itu, lanjutnya, perempuan dengan HIV dipandang memiliki citra yang jelek oleh masyarakat. Dimana ketika terdapat perempuan HIV, maka anaknya pasti terkena HIV, yang sebetulnya hal itu tidak sepenuhnya benar.</p>
<p>&#8221;Orang yang terkena HIV, tidak bisa sembuh tapi bisa sehat, asalkan jangan berhenti mengonsumsi obat Anti Retroviral (ARV). Jangan sampai putus pengobatan. Kalau sampai putus, akan naik jumlah virusnya,&#8221; ungkap Nurul.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/08/25/jamrud-puaskan-puluhan-ribu-penggemar-di-alun-alun-kebumen">Jamrud Puaskan Puluhan Ribu Penggemar di Alun-alun Kebumen</a></strong></p>
<p>Dia berharap, masyarakat tidak meninggalkan orang-orang dengan HIV, namun harus diperlakukan lebih baik, dengan cara merangkul dan menguatkan mereka.</p>
<p>&#8221;Perempuan dengan HIV tidak butuh gelar, karena dia sudah dapat gelar seumur hidup. Itu juga stigma dan diskriminasi buat kita, yaitu ODHA atau Orang Dengan HIV/AIDS. Kami berharap, ketika menemukan tetangga maupun kolega yang mendapatkan status HIV, jangan ditinggal. Paling tidak, jangan tanyakan bagaimana kejadiannya, tapi bagaimana nanti dirangkul,&#8221; harapnya.</p>
<p>Hal senada disampaikan Lutfi Nurul Hidayah. Menurutnya, penularan HIV hanya bisa melalui cairan bertemu cairan. &#8221;Jadi kalau kita salaman, pelukan, atau makan di satu piring yang sama, itu tidak akan menular. Biasanya lewat cairan darah, dari ibu ke anak melalui menyusui, tapi bukan air susunya yang membuat penularan, melainkan proses menyusuinya,&#8221; jelasnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/08/25/gus-mahfudz-rijalul-ansor-harus-teladani-sikap-kenegarawanan-tokoh-nu">Gus Mahfudz : Rijalul Ansor Harus Teladani Sikap Kenegarawanan Tokoh NU</a></strong></p>
<p>Dia mengatakan, bentuk diskriminasi lain akibat dari stigma yang berkembang di lingkungan masyarakat, salah satunya seorang yang menjadi pekerja seks dan terkena HIV yang mendapatkan kombo diskriminasi, bahkan hingga dikeluarkan dari tempat kos.</p>
<p>Adapun beberapa perempuan HIV yang memiliki pasangan untuk melarang meminum obat ARV, dengan anggapan bahwa istrinya sehat. Menurut Lutfi, hal itu melanggar hak istri. Dia menilai, perbedaan orang yang terkena HIV dengan orang biasa, hanya dari status medisnya.</p>
<p>Menurutnya, keluarga memiliki peran yang besar sebagai pendukung, agar para orang khususnya perempuan dengan HIV, tidak merasa sendirian. &#8221;Jangan takut menyuarakan, karena kalau bukan kita siapa lagi,&#8221; tukas Lutfi.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/08/25/perempuan-dengan-hiv-sering-jadi-korban-diskriminasi">Perempuan dengan HIV Sering Jadi Korban Diskriminasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>