<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bpjs Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/bpjs/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Apr 2026 14:30:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>bpjs Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BPJS Ketenagakerjaan Batang Serahkan Santunan JKM bagi Pekerja Rentan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/04/20/bpjs-ketenagakerjaan-batang-serahkan-santunan-jkm-bagi-pekerja-rentan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 14:30:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Batang]]></category>
		<category><![CDATA[bpjs]]></category>
		<category><![CDATA[jkm]]></category>
		<category><![CDATA[pekerja-rentan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=555052</guid>

					<description><![CDATA[<p>BATANG (SUARABARU.ID)  &#8211; BPJS Ketenagakerjaan memberikan santunan kepada pekerja rentan (informalbukan penerima upah) yang mengalami risiko kerja atau kematian melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batang Agus Suyono mengatakan, santunan ini bertujuan melindungi pekerja informal dari risiko sosial ekonomi, dengan iuran yang sering kali didukung oleh donatur [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/20/bpjs-ketenagakerjaan-batang-serahkan-santunan-jkm-bagi-pekerja-rentan">BPJS Ketenagakerjaan Batang Serahkan Santunan JKM bagi Pekerja Rentan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BATANG (SUARABARU.ID)</strong>  &#8211; BPJS Ketenagakerjaan memberikan santunan kepada pekerja rentan (informalbukan penerima upah) yang mengalami risiko kerja atau kematian melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).</p>
<p>Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batang Agus Suyono mengatakan, santunan ini bertujuan melindungi pekerja informal dari risiko sosial ekonomi, dengan iuran yang sering kali didukung oleh donatur atau pemerintah.</p>
<p>“Hari ini BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan kepada ahli waris. Nilai santunan mencapai Rp 42 juta per penerima, dengan total klaim sejak 2025 hingga April 2026 mencapai Rp764 juta untuk 22 ahli waris,” katanya usai menyerahkan santunan di halaman Rumah Dinas Bupati Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (18/4/2026).</p>
<p>Agus juga menyebutkan bahwa, program pekerja rentan desa merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat yang bekerja di sektor informal dan memiliki tingkat kerentanan ekonomi tinggi.</p>
<p>“Program pekerja rentan ini dirancang agar masyarakat yang selama ini belum tersentuh perlindungan jaminan sosial dapat merasakan manfaatnya. Negara harus hadir, termasuk bagi pekerja informal di desa-desa perbatasan,” jelasnya.</p>
<p>Ia juga menegaskan, santunan JKM bukan sekadar bantuan finansial, melainkan bentuk kepastian perlindungan bagi keluarga yang ditinggalkan.</p>
<p>“Santunan ini menjadi bukti nyata bahwa, perlindungan sosial bukan hanya milik pekerja formal. Ketika risiko kematian terjadi, ahli waris berhak menerima manfaat sesuai ketentuan. Kami ingin memastikan keluarga tidak menghadapi beban ekonomi sendirian pada masa sulit,” tegasnya.</p>
<p>Agus menambahkan, sepanjang 2026 hingga April ini, pihak BPJS Ketenagakerjaan sudah membayarkan 112 warga meninggal dunia. Antara kecelakaan dan meninggal dunia lebih banyak yang meninggal dunia. Untuk yang kecelakaan ada 51 orang sedangkan yang meninggal dunia ada 112 orang.</p>
<p>“Kami terus mendorong pemerintah untuk berperan aktif mendata dan mendaftarkan pekerja rentan di wilayahnya. Semakin banyak yang terdaftar, semakin luas pula perlindungan yang dapat diberikan. Ini bukan sekadar program, melainkan investasi perlindungan bagi masa depan keluarga pekerja,” pungkasnya.</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/20/bpjs-ketenagakerjaan-batang-serahkan-santunan-jkm-bagi-pekerja-rentan">BPJS Ketenagakerjaan Batang Serahkan Santunan JKM bagi Pekerja Rentan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Klaim BPJS Ketenagakerjaan di Batang Bisa Lewat Gawai</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/04/14/klaim-bpjs-ketenagakerjaan-di-batang-bisa-lewat-gawai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 14:00:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Batang]]></category>
		<category><![CDATA[bpjs]]></category>
		<category><![CDATA[gawai]]></category>
		<category><![CDATA[klaim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=553938</guid>

					<description><![CDATA[<p>BATANG (SUARABARU.ID) &#8211; Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan kembali mempermudah peserta dalam mengakses layanan dengan menghadirkan inovasi digital antrean online BPJS Ketenagakerjaan. Terhitung mulai 1 April 2026, layanan tanpa kontak fisik yang dikenal dengan sebutan Lapak Asik ini memungkinkan masyarakat pekerja mencairkan dananya tanpa harus membuang waktu mengantre di kantor cabang. Hal ini disampaikan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/14/klaim-bpjs-ketenagakerjaan-di-batang-bisa-lewat-gawai">Klaim BPJS Ketenagakerjaan di Batang Bisa Lewat Gawai</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BATANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan kembali mempermudah peserta dalam mengakses layanan dengan menghadirkan inovasi digital antrean online BPJS Ketenagakerjaan. Terhitung mulai 1 April 2026, layanan tanpa kontak fisik yang dikenal dengan sebutan Lapak Asik ini memungkinkan masyarakat pekerja mencairkan dananya tanpa harus membuang waktu mengantre di kantor cabang.</p>
<p>Hal ini disampaikan oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batang Agus Suyono saat ditemui di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Batang, Kabupaten Batang, Selasa (14/4/2026).</p>
<p>Pembaruan sistem ini menjadi angin segar bagi para peserta karena mereka kini mendapatkan kepastian jadwal kedatangan. Peserta dapat mengatur waktu kunjungan sesuai dengan slot yang mereka pilih sendiri melalui laman resmi layanan tersebut.</p>
<p>“Bahkan, sistem ini memfasilitasi metode pengajuan klaim secara daring penuh bagi yang tidak bisa datang ke kantor. Peserta dapat memilih proses verifikasi tatap muka melalui fasilitas video call pada gawai secara langsung,” jelasnya.</p>
<p>Pemanfaatan teknologi ini merupakan komitmen lembaga dalam merespons kebutuhan masyarakat. Dengan adanya antrean online, peserta tidak perlu lagi menunggu lama. Semua sudah terjadwal dengan jelas. Sehingga proses layanan menjadi lebih tertib dan efisien.</p>
<p>Tidak sekadar untuk pengajuan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Kematian (JKM), platform ini juga melayani konsultasi hingga pengaduan terkait program jaminan sosial.</p>
<p>“Proses pengajuannya pun dirancang sangat sederhana. Peserta cukup mengakses situs web resmi, lalu mengisi data dasar seperti nomor Kartu Peserta Jamsostek (KPJ), NIK, nama lengkap, dan alamat email,” terangnya.</p>
<p>Setelah itu, peserta wajib melengkapi nomor telepon, rekening bank, serta mengunggah dokumen persyaratan utama seperti KTP dan kartu peserta.</p>
<p>“Jika seluruh tahapan tersebut tuntas, sistem secara otomatis akan mengirimkan barcode antrean. Bukti antrean beserta estimasi waktu pelayanan ini akan dikirim melalui pesan singkat atau email terdaftar,” ujar dia.</p>
<p>Menurutnya, Lapak Asik dihadirkan agar proses pencairan dana tunai yang merupakan akumulasi iuran peserta ini menjadi jauh lebih transparan dan efisien.</p>
<p>BPJS Ketenagakerjaan berharap, kemudahan ini membuat semakin banyak peserta beralih memanfaatkan layanan digital secara mandiri dari mana saja.</p>
<p>“Ke depan, pengembangan layanan berbasis digital akan terus dilakukan guna menghadirkan sistem pelayanan yang semakin modern, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat pekerja di era saat ini,” pungkasnya.</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/14/klaim-bpjs-ketenagakerjaan-di-batang-bisa-lewat-gawai">Klaim BPJS Ketenagakerjaan di Batang Bisa Lewat Gawai</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>12.372 Warga Kudus Kehilangan PBI JKN APBN, Pemkab Pastikan Tetap Bisa Berobat Gratis</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/02/10/12-372-warga-kudus-kehilangan-pbi-jkn-apbn-pemkab-pastikan-tetap-bisa-berobat-gratis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2026 06:22:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[bpjs]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[PBI JKN APBN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=543824</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) – Kabar penonaktifan ribuan peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) yang dibiayai APBN di Kabupaten Kudus mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Kudus. Pemkab memastikan layanan kesehatan bagi warga tidak mampu tetap berjalan melalui skema pengganti yang dibiayai APBD. Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/10/12-372-warga-kudus-kehilangan-pbi-jkn-apbn-pemkab-pastikan-tetap-bisa-berobat-gratis">12.372 Warga Kudus Kehilangan PBI JKN APBN, Pemkab Pastikan Tetap Bisa Berobat Gratis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> – Kabar penonaktifan ribuan peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) yang dibiayai APBN di Kabupaten Kudus mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Kudus. Pemkab memastikan layanan kesehatan bagi warga tidak mampu tetap berjalan melalui skema pengganti yang dibiayai APBD.</p>
<p>Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P2AKB) Kabupaten Kudus, Putut Winarno, mengungkapkan bahwa berdasarkan data per Januari 2026, jumlah peserta PBI JKN APBN aktif di Kudus tercatat sebanyak 241.508 orang.</p>
<p>“Pada Januari 2026 terjadi penambahan peserta sebanyak 477 orang. Namun, dalam waktu yang sama juga terdapat pencoretan atau penonaktifan sebanyak 12.372 peserta PBI JKN APBN,” jelas Putut, Selasa (10/2/2026).</p>
<p>Sebagai tindak lanjut kebijakan pemerintah pusat tersebut, Pemkab Kudus langsung menyiapkan langkah antisipatif dengan mengalihkan peserta yang dinonaktifkan ke dalam program PBI JKN yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Kudus. Program tersebut didukung pendanaan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).</p>
<p>Putut menegaskan, warga yang kepesertaannya dicoret dari PBI JKN APBN tidak perlu khawatir. Mereka dapat segera mengajukan permohonan peralihan menjadi peserta PBI JKN APBD agar tetap mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan.</p>
<p>“Pemkab Kudus memastikan tidak ada warga tidak mampu yang ditolak saat berobat hanya karena status kepesertaan JKN-nya nonaktif,” tegasnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, apabila di rumah sakit ditemukan pasien dengan status kepesertaan JKN nonaktif, pihak rumah sakit dapat langsung berkoordinasi dengan Dinsos P2AKB. Upaya reaktivasi akan dilakukan, dan jika prosesnya memerlukan waktu lama, pasien akan langsung diaktifkan melalui skema PBI JKN APBD.</p>
<p>Adapun persyaratan yang perlu dipenuhi cukup sederhana, yakni data diri dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari pemerintah desa setempat.</p>
<p>Berdasarkan data Dinsos P2AKB, jumlah peserta PBI JKN APBD Kabupaten Kudus per Januari 2026 mencapai 116.643 orang. Angka tersebut mengalami pengurangan sebanyak 559 orang dan penambahan 747 orang.</p>
<p>“Masih ada peserta PBI JKN APBN yang dicoret namun belum mengajukan peralihan ke PBI JKN APBD. Karena itu, kami terus melakukan sosialisasi agar masyarakat segera mengurus peralihannya,” pungkas Putut.</p>
<p>Melalui kebijakan ini, Pemkab Kudus berharap akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu tetap terjamin, meskipun terjadi penyesuaian data kepesertaan JKN dari pemerintah pusat.</p>
<p>Ali Bustomi</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/10/12-372-warga-kudus-kehilangan-pbi-jkn-apbn-pemkab-pastikan-tetap-bisa-berobat-gratis">12.372 Warga Kudus Kehilangan PBI JKN APBN, Pemkab Pastikan Tetap Bisa Berobat Gratis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>HNSI Batang Ajak Nelayan Daftar BPJS Ketenagakerjaan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/06/13/hnsi-batang-ajak-nelayan-daftar-bpjs-ketenagakerjaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2025 16:19:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Batang]]></category>
		<category><![CDATA[bpjs]]></category>
		<category><![CDATA[hnsi]]></category>
		<category><![CDATA[ketenagakerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=479029</guid>

					<description><![CDATA[<p>BATANG (SUARABARU.ID) &#8211; Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batang Haryo Wicaksono Yudho Prabowo kembali menyerahkan klaim Jaminan Kematian (JKM) untuk ahli waris dari nelayan di Kabupaten Batang yang meninggal dunia saat melaksanakan aktivitasnya di laut. “Pemberian santunan JKM merupakan bagian dari bentuk pertanggung jawaban Pemerintah bersama BPJS Ketenagakerjaan kepada para peserta yang mengalami kecelakaan ataupun [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/13/hnsi-batang-ajak-nelayan-daftar-bpjs-ketenagakerjaan">HNSI Batang Ajak Nelayan Daftar BPJS Ketenagakerjaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BATANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batang Haryo Wicaksono Yudho Prabowo kembali menyerahkan klaim Jaminan Kematian (JKM) untuk ahli waris dari nelayan di Kabupaten Batang yang meninggal dunia saat melaksanakan aktivitasnya di laut.</p>
<p>“Pemberian santunan JKM merupakan bagian dari bentuk pertanggung jawaban Pemerintah bersama BPJS Ketenagakerjaan kepada para peserta yang mengalami kecelakaan ataupun bahkan meninggal dunia saat bekerja. Salah satunya kepada nelayan kecil,” katanya usai menyerahkan santunan di Kantor Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Batang, Kabupaten Batang, Jumat (13/6/2025).</p>
<p>Haryo Wicaksono juga mengimbau, agar nelayan yang belum tercover mendaftarkan diri ke BPJS Ketenagakerjaan. Kami juga memberikan pelayanan yang optimal bagi nelayan di Batang. cuma memang untuk saat ini, sebagian besar belum terlindungi dan ini tentu saja masih menjadi PR kami.</p>
<p>“Harapannya dengan kegiatan ini, setidaknya akan menyadarkan kesadaran masyarakat nelayan di Kabupaten Batang. Karena manfaat yang didapatkan dibanding dengan iuarannya itu sangat besar,” jelasnya.</p>
<p>Memang sedih, tapi inilah yang negara bisa berikan untuk nelayan yang mengalami kecelakaan atau bahkan sampai meninggal dunia, dan mereka tercatat sebagai peserta aktif BPJS.</p>
<p>Ia juga menyebutkan bahwa, cukup iuran Rp 16.800,00 mendapatkan layanan JKM dan Jaminan Kecelakaan (JKK). Dengan perlindungan JKM dan JKK, apabila korban meninggal ahli waris memperoleh santuna sebesar Rp 42 juta, serta anak bisa mendapatkan beasiswa.</p>
<p>Sementara itu, Ketua HNSI Batang Teguh Tarmujo menambahkan, fakta di lapangan tentang jumlah nelayan di Kabupaten Batang yang tercover atau yang ikut kepesertaan di BPJS tenaga kerja itu memang belum signifikan, karena memang itu menjadi tantangan besar bagi BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Batang untuk bisa meningkatkan jumlah kepesertaan itu.</p>
<p>“Sebagai organisasi, profesi kita punya kewajiban untuk bisa memberikan perlindungan dalam bentuk kepesertaan di BPJS Ketenagakerjaan. Ini memang realitanya, kita masih belum maksimal, karena memang di beberapa kesempatan itu terhalang oleh kesadaran dari nelayan itu sendiri untuk bisa mengikutkan ABK-nya itu di BPJS Ketenagakerjaan.</p>
<p>Harapannya, pada hari ini ketika ada dari pihak BPJS Ketenagakerjaan cabang Batang memberikan santunan kematian dan beasiswa untuk ahli waris nelayan yang kemarin mengalami kecelakaan kerja, bisa menjadi contoh bagi nelayan lain di Kabupaten Batang betapa berharganya ketika mereka bisa diikutkan kepesertaan di BPJS Ketenagakerjaan.</p>
<p>“Prinsipnya kita ingin perlindungan, jadi seperti peribahasa ‘sedia payung sebelum hujan’. Yang namanya kecelakaan kerja atau meninggal itu tentu tidak kita harapkan, tetapi balik lagi profesi nelayan itu adalah profesi dengan tingkat risiko yang tertinggi, harapannya ketika mereka beraktivitas ada perlindungan dalam bentuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan,” terangnya.</p>
<p>Teguh juga menyebutkan, ada sekitar 5.000 nelayan sudah tercover BPJS Ketenagakerjaan, sedangkan jumlah real nelayan di Kabupaten Batang hampir 10.000 jadi masih kisaran 50%.</p>
<p>“Itu menjadi tantangan besar bagi kita dan mayoritas yang belum tercover BPJS itu adalah nelayan-nelayan kecil, dimana ketika mereka itu berangkat kerja itu kapalnya tidak memerlukan surat izin berlayar dan mereka memang tidak wajib untuk lapor ke Sabandar Perikanan,” pungkasnya.</p>
<p>Dalam acara tersebut, BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan JKM kepada ahli warisYuli Setyo Ningrum (Rp224 juta) dan Dayonah (Rp70 juta), termasuk beasiswa bagi anak-anak mereka. Langkah ini diharapkan mempercepat pengurangan kemiskinan dan menciptakan kesejahteraan berkelanjutan di Batang.</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/13/hnsi-batang-ajak-nelayan-daftar-bpjs-ketenagakerjaan">HNSI Batang Ajak Nelayan Daftar BPJS Ketenagakerjaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Serikat Pekeja di Brebes Tolak Rencana Pemberlakuan KRIS Peserta BPJS Kesehatan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/05/24/serikat-pekeja-di-brebes-tolak-rencana-pemberlakuan-kris-peserta-bpjs-kesehatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 May 2025 23:51:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[bpjs]]></category>
		<category><![CDATA[Brebes]]></category>
		<category><![CDATA[kris]]></category>
		<category><![CDATA[Serikat Pekerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=475919</guid>

					<description><![CDATA[<p>BREBES (SUARABARU.ID) &#8211; Rencana pemberlakuan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) pada 1 Juli 2025 menuai protes kalangan buruh pabrik di Brebes. Kebijakan KRIS dinilai berpotensi menurunkan kualitas layanan kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), khususnya pekerja dan buruh. Penolakan rencana pemberlakuan KRIS datang dari para buruh. Serikat Pekerja Nasional (SPN) Brebes, melalui ketuanya, Sugeng [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/24/serikat-pekeja-di-brebes-tolak-rencana-pemberlakuan-kris-peserta-bpjs-kesehatan">Serikat Pekeja di Brebes Tolak Rencana Pemberlakuan KRIS Peserta BPJS Kesehatan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BREBES (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Rencana pemberlakuan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) pada 1 Juli 2025 menuai protes kalangan buruh pabrik di Brebes. Kebijakan KRIS dinilai berpotensi menurunkan kualitas layanan kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), khususnya pekerja dan buruh.</p>
<p>Penolakan rencana pemberlakuan KRIS datang dari para buruh. Serikat Pekerja Nasional (SPN) Brebes, melalui ketuanya, Sugeng Luminto secara tegas menolak rencana tersebut.</p>
<p>Sugeng menyampaikan, pemberlakuan KRIS berpotensi tidak adil. Misalnya, para pekerja yang selama ini membayar iuran BPJS Kesehatan kelas 1 akan mendapatkan kelas standar.</p>
<p>&#8220;Tidak setuju karena tidak adil. Merasa dirugikan, misalnya iuran yang dibayar untuk kelas 1 namun akan dapat kelas standar,&#8221; kata Sugeng, Jumat (23/5/2025).</p>
<p>Dia mengancam akan menggelar aksi demo bila pemerintah tetap memberlakukan KRIS pada 1 Juli 2025 mendatang. &#8220;Bahkan kita ada rencana bakalan ada aksi demo menolak pemberlakuan KRIS,&#8221; ungkap Sugeng.</p>
<p>Penolakan serupa disampaikan Ketua SPSI Brebes yang juga menjabat Ketua Aliansi Serikat Pekerja Kabupaten Brebes, Beni Aryono. Beni mengatakan, KRIS dengan formula yang sekarang berpotensi menurunkan kualitas layanan kesehatan bagi para buruh.</p>
<p>Beni mengaku bisa saja setuju dengan rencana KRIS dengan syarat iuran harus ada penyesuaian besaran iuran tanpa dibeda-bedakan berdasarkan kelas.</p>
<p>&#8220;Secara umum setuju, asal iuran harus disesuaikan. Jangan sampai pekerja sudah iuran kelas 1 misalnya, tapi dapatnya kelas standar. Jadi biar adil, iurannya disama ratakan,&#8221; ucap Beni.</p>
<p>Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes (Dinkes) Ineke Tri Sulityowati mengatakan, nantinya semua kelas akan disamakan mulai kelas 1 sampai kelas 3. Rumah sakit wajib menerapkan standarisasi ruang inap sebelum diberlakukan 1 Juli 2025 sesuai aturan dari Kemenkes. &#8220;Semua rumah sakit harusnya sudah menyiapkan kelas standar sebelum tanggal 1 Juli 2025,&#8221; kata Ineke.</p>
<p>Sementara, menanggapi protes kalangan buruh terhadap rencana pemberlakuan KRIS, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tegal, Chohari mengungkapkan, pihaknya akan patuh terhadap keputusan pemerintah tetkait KRIS.</p>
<p>&#8220;Pada prinsipnya, sebagai badan hukum publik yang mengelola Program JKN, BPJS Kesehatan patuh dan tunduk terhadap segala regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah,&#8221; jelas Chohari.</p>
<p>Terkait rencana tersebut, Chohari mengungkapkan, hingga saat ini, belum ada regulasi turunan Perpres Nomor 59 Tahun 2024 yang mengatur secara spesifik tentang KRIS.</p>
<p>&#8220;Aturan atau regulasi turunan Perpres 59 Tahun 2024 belum ada. Tapi dari perspektif BPJS Kesehatan, KRIS diharapkan bisa meningkatkan mutu layanan bagi peserta JKN,&#8221; pungkas Chohari.</p>
<p><strong>Sutrisno</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/24/serikat-pekeja-di-brebes-tolak-rencana-pemberlakuan-kris-peserta-bpjs-kesehatan">Serikat Pekeja di Brebes Tolak Rencana Pemberlakuan KRIS Peserta BPJS Kesehatan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BPJS Kesehatan KC Pekalongan Sosialisasikan Pembaruan Program JKN</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/04/23/bpjs-kesehatan-kc-pekalongan-sosialisasikan-pembaruan-program-jkn</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2025 15:10:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Batang]]></category>
		<category><![CDATA[bpjs]]></category>
		<category><![CDATA[JKN]]></category>
		<category><![CDATA[sosialisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=471001</guid>

					<description><![CDATA[<p>BATANG (SUARABARU.ID) &#8211; BPJS Kesehatan Kantor Cabang Pekalongan menggelar Konsolidasi Media dan Social Media Program JKN di Pantai Merah Putih Sigandu, Kabupaten Batang, Rabu (23/4/2025). Kepala Cabang BPJS Kesehatan Pekalongan Sri Mugirahayu mengatakan, sosialisasi ini merupakan kegiatan rutin untuk memperbarui informasi progres Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) masing-masing wilayah kerja BPJS Kesehatan KC Pekalongan. “Program JKN [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/04/23/bpjs-kesehatan-kc-pekalongan-sosialisasikan-pembaruan-program-jkn">BPJS Kesehatan KC Pekalongan Sosialisasikan Pembaruan Program JKN</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BATANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; BPJS Kesehatan Kantor Cabang Pekalongan menggelar Konsolidasi Media dan Social Media Program JKN di Pantai Merah Putih Sigandu, Kabupaten Batang, Rabu (23/4/2025).</p>
<p>Kepala Cabang BPJS Kesehatan Pekalongan Sri Mugirahayu mengatakan, sosialisasi ini merupakan kegiatan rutin untuk memperbarui informasi progres Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) masing-masing wilayah kerja BPJS Kesehatan KC Pekalongan.</p>
<p>“Program JKN adalah program pemerintah Indonesia untuk memberikan perlindungan kesehatan yang merata bagi seluruh masyarakat oleh BPJS Kesehatan,” jelasnya.</p>
<p>Melihat data per 1 April 2025, sebanyak 98,81 persen, atau 845.678 dari 855.878 masyarakat Kabupaten Batang sudah menjadi peserta JKN. Mudah-mudahan ke depan, Kabupaten Batang dapat mencapai 100 persen.</p>
<p>“Faktor yang menyebabkan kepesertaan JKN belum 100 persen diantaranya pendataan penduduk yang belum maksimal. Maka diperlukan inovasi yang bisa menyasar sampai ketingkat desa untuk menyisir mana saja wilayah yang belum 100 persen,” terangnya.</p>
<p>Sri Mugirahayu menyebutkan, Untuk itu BPJS Kesehatan KC Pekalongan menggencarkan program unggulan seperti aplikasi Mobile JKN, Program Rencana Pembayaran Bertahap (Rehab), Mobile Customer Service (MCS), hingga kader JKN.</p>
<p>“Adanya program unggulan khususnya non-tatap muka bisa memudahkan akses pelayanan. Contohnya, antrean online pada aplikasi Mobile JKN memudahkan masyarakat periksa tanpa harus ribet mengantre,” ujar dia.</p>
<p>Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat mengetahui secara pasti informasi seputar BPJS Kesehatan sehingga dapat memanfaatkan layanan JKN secara maksimal melalui peran media.</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/04/23/bpjs-kesehatan-kc-pekalongan-sosialisasikan-pembaruan-program-jkn">BPJS Kesehatan KC Pekalongan Sosialisasikan Pembaruan Program JKN</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cerita Eks Bankir di Salatiga Sukses Beternak Ayam Kampung, Modal Tabungan dan Pensiunan BPJS Ketenagakerjaan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/11/15/cerita-sukses-eks-bankir-ternak-ayam-kampung-di-salatiga-modal-tabungan-dan-dana-pensiunan-bpjs-ketenagakerjaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Nov 2024 16:59:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[ayam kampung]]></category>
		<category><![CDATA[bankir]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bpjs]]></category>
		<category><![CDATA[Elba]]></category>
		<category><![CDATA[ketenagakerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[KUB]]></category>
		<category><![CDATA[modal]]></category>
		<category><![CDATA[perbankan]]></category>
		<category><![CDATA[Salatiga]]></category>
		<category><![CDATA[Setya Farm]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=446882</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Bramana Kusuma (44) putuskan berhenti usai 15 tahun bekerja di bidang keuangan dan perbankan. Dana tabungan dan pensiunan JHT BPJS Ketenagakerjaan jadi modal membangun usaha ternak ayam kampung jenis KUB dan Elba. Tren sadar pola hidup sehat memantik tingginya permintaan telur, dan daging ayam kampung yang lebih organik dan berkelanjutan. Usahanya makin berkembang, bahkan kewalahan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/15/cerita-sukses-eks-bankir-ternak-ayam-kampung-di-salatiga-modal-tabungan-dan-dana-pensiunan-bpjs-ketenagakerjaan">Cerita Eks Bankir di Salatiga Sukses Beternak Ayam Kampung, Modal Tabungan dan Pensiunan BPJS Ketenagakerjaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em>“Bramana Kusuma (44) putuskan berhenti usai 15 tahun bekerja di bidang keuangan dan perbankan. Dana tabungan dan pensiunan JHT BPJS Ketenagakerjaan jadi modal membangun usaha ternak ayam kampung jenis KUB dan Elba. Tren sadar pola hidup sehat memantik tingginya permintaan telur, dan daging ayam kampung yang lebih organik dan berkelanjutan. Usahanya makin berkembang, bahkan kewalahan menyuplai anakan ayam (DOC) ke peternak di Pulau Jawa dan penjuru nusantara…”</em></p>
<p><strong>MENDUNG</strong> menggelayut di langit Kota Salatiga, Jawa Tengah, Ahad 7 November 2024 pagi menjelang siang. Suhu udara berkisar 25 derajat celcius, menjadi lebih dingin sore hari kala hujan membasahi si kota dingin. Bramana Kusuma (44) duduk di bangku teras rumahnya, menikmati udara yang terasa cukup sejuk, dan segarkan rongga dada dalam sekali tarikan nafas.</p>
<p>Bram, sapaan akrabnya, baru saja selesai beraktivitas di kandang ayam kampung yang dinamai Setya Farm di belakang rumah. Semakin menarik, peternakan ini berada di perkampungan Jalan Nakula Sadewa, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, di kaki Gunung Merbabu itu.</p>
<p>Jenis ayam kampung yang dibudidayakan di Setya Farm yakni Ayam Kampung Petelur Unggul Balitbangtan (KUB) dan Elba. Hampir saban hari, rutinitas Bram menyiapkan dan memberi pakan ayam kampung, mengecek kondisi kesehatan, kebersihan kandang, hingga memeriksa mesin tetas telur, serta anak-anak ayam atau <em>Day Old Chicken</em> (DOC), dan lain-lain.</p>
<p>“Pemberian pakan ayam kampung ini cukup dua kali sehari. Pagi sebelum pukul 07.30 WIB, dan sore sebelum pukul 16.30 WIB,” kata Bram, pria yang terakhir berkarir sebagai Marketing Head di salah satu bank di Kota Salatiga itu.</p>
<p>Di sela-sela waktu itu, Bram sedang menerima kunjungan calon peternak dari Komunitas Latar Kalitan di Salatiga yang tertarik dengan peternakan Ayam KUB dan Elba. Mereka ingin belajar melihat peluang pasar, sekaligus berkonsultasi tentang bagaimana beternak ayam kampung secara organik dan berkelanjutan.</p>
<p>Dia juga kerap menerima kunjungan kerja dari instansi pemerintahan, perguruan tinggi, atau swasta. Selain itu ada pula kunjungan dari kalangan mahasiswa yang ingin belajar, tugas kuliah, riset, ataupun magang .</p>
<p>Teni, Ketua Komunitas Latar Kalitan mengaku ingin berkonsultasi tentang potensi ekonomi beternak ayam kampung KUB dan Elba. Baru sepekan belakangan dia mengetahui ada jenis ayam kampung petelur produktif atau unggul yakni Ayam KUB dan Elba yang diternak.</p>
<p>“Kami diberitahu (keunggulan ayam itu), ada peternakannya ternyata dekat sini. Jadi kami kesini mau belajar beternak untuk kemandirian komunitas. Supaya ada perputaran ekonomi yang dihasilkan di komunitas. Seumpama punya kegiatan bagaimana caranya, ada hasil yang dari kami sendiri dan setidaknya untuk kami sendiri,” kata dia.</p>
<p>Setelah mendapat informasi tentang keunggulan Ayam Kampung KUB dan Elba, dia berkonsultasi tahap awal tentang cara beternak dari anakan. Teni lantas memantapkan diri memesan 100 anakan ayam atau DOC dari Setya Farm.</p>
<p>“Kandangnya sudah siap dari triplek sederhana. Tinggal modelnya disempurnakan mengikuti arahan mas Bram. Supaya nyaman, hangat, bebas hewan pemangsa juga seperti tikus,” kata dia.</p>
<p>Teni mengatakan, Komunitas Latar Kalitan berdiri pada 2013 dan bergerak pada lingkungan, seni, dan budaya. Salah satu fokusnya menciptakan ruang untuk anak-anak remaja sekitar untuk bergerak pada tiga elemen itu.</p>
<p>Komunitas melakukan kegiatan seperti penanaman pohon di Kaki Gunung Merbabu sisi Utara, konservasi mata air, kerajinan, hingga kesenian. Belajar beternak Ayam Kampung KUB dan Elba kini bakal menjadi jalan baru komunitas  yang diselaraskan dengan tujuan konservasi lingkungan, serta seni, dan budaya.</p>
<figure id="attachment_447922" aria-describedby="caption-attachment-447922" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-447922" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-2.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-2.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-2-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-2-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447922" class="wp-caption-text">Bram memanen telur Ayam Kampung KUB dan Elba, di kandang peternakan Setya Farm. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Memulai Usaha</strong></p>
<p>Usaha yang sedang berkembang milik Bram, yakni peternakan ayam kampung petelur unggul. Ada dua jenis ayam kampung yang dikembangkan. Pertama, Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) asli Jawa Barat, dan Elba yang berasal dari Jeddah, Arab Saudi.</p>
<p>Bram mulai fokus menggeluti usaha peternakan ini saat Covid 19 merebak di Indonesia pada 2020. Saat itu dia masih bekerja dengan jabatan Marketing Head di salah satu bank di Salatiga. Tak lama kemudian memutuskan undur diri dari perusahaan dan fokus mengembangkan bisnis ayam kampung.</p>
<p>“Ketika Covid 19, saya WFH (<em>work form home</em>) enam bulan jadi fokus di kandang, mengembangkan dan beternak ayam KUB. Sebetulnya sudah sedikit-sedikit memulai usaha ini ketika masih kerja,” kata dia.</p>
<p>Jauh sebelum itu, keinginan berwirausaha dan praktiknya telah dilakukan Bram meski belum mendapat keberhasilan. Dia pernah usaha sayuran hidroponik selama kurang lebih dua tahun. Karena pasarnya kurang menjanjikan, dia berganti usaha beternak cacing.</p>
<p>“Itu gagal juga lalu ganti beternak ulat hongkong selama satu tahun gagal lagi. Lalu ternak ulat jerman  sudah beli kumbangnya juga, proses satu tahunan gagal lagi,” kata dia.</p>
<p>Pada 2015, Rama mulai melirik beternak unggas yakni Ayam Joper atau Jowo Super yang merupakan persilangan dua jenis ras ayam yang berbeda. Saat itu, kata dia, masyarakat menganggap Ayam Joper sebagai Ayam Kampung.</p>
<p>Dia mengaku, bisnis itu cukup berkembang dan mampu menyuplai Ayam Joper ke sejumlah rumah makan. Bisnis itu bertahan selama empat tahun hingga 2019, lalu terhenti karena jatuhnya harga di pasaran.</p>
<figure id="attachment_447923" aria-describedby="caption-attachment-447923" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447923" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-3.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-3.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-3-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-3-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447923" class="wp-caption-text">Bram memmberikan pakan Ayam KUB dua kali sehari, pagi dan sore, di kandang petetnakan Setya Farm, Kota Salatiga, Ahad 10 November 2024. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Ayam KUB</strong></p>
<p>Berjalannya waktu, dia berinisiatif mencari jenis ayam kampung yang lebih unggul dan menguntungkan secara pasar. Bram mulai mencari informasi dari internet, hingga membaca tentang keunggulan Ayam Kampung KUB dengan produksi telur yang tinggi.</p>
<p>“Setelah harga panen Ayam Joper jatuh, lalu saya punya inisiatif belajar lagi mencari ayam kampung yang asli. Lalu riset akhirnya ketemu Ayam KUB ini,” kata dia.</p>
<p>Melansir laman Kementerian Pertanian, Ayam Kampung KUB merupakan salah satu galur ayam hasil pemuliaan ayam kampung <em>(Gallus-gallus domesticus) </em>yang berasal dari Provinsi Jawa Barat. Sifat mengeram ayam KUB-1 telah dikurangi, menjadikan ayam melompati masa siklus mengeram telur, lalu bersiap produksi telur lagi.</p>
<p>Sifat itu menjadi keunggulan Ayam KUB-1 dibandingkan ayam kampung biasa. Produksi telur satu indukan dapat mencapai 180 butir pertahun. Ayam KUB-1 juga mempunyai potensi pedaging yang baik. Pada usia panen 12 pekan, bobot ayam KUB-1 mampu mencapai 0,8-1 kg.</p>
<p>Setelah riset dilakukan Bram, dia segera belajar langsung ke peternak Ayam KUB senior yang sudah berjalan baik. Setelah tiga bulan belajar, dia memberanikan diri memesan anakan ayam atau DOC sebanyak 20 ekor untuk dibesarkan. Keberanian itu berbekal pengalaman Bram beternak ayam sebelumnya.</p>
<p>“Perkembangannya (ayam) bagus. Mulai umur lima bulan bisa seleksi ayamnya untuk dijadikan indukan. Pada usia 5,5 bulan ayam itu sudah belajar bertelur,” ucap sosok bernama lengkap Bramana Kusuma Setya Wicaksana ini.</p>
<p>Setelah produksi telur ayam pelahan meningkat, langkah selanjutnya harus memasarkannya. Rejeki berpihak pada Bram, menurutnya pada masa awal Covid 19 permintaan telur ayam kampung tinggi. Begitupun dengan dagingnya.</p>
<p>Hal itu, kata dia, dikarenakan pada masa Covid 19 masyarakat mulai sadar pola hidup sehat. Ada kalangan yang memilih konsumsi protein hewani dari telur dan daging ayam kampung. Di mana  pembudidayaannya lebih organikdan berkelanjutan dibandingkan ayam ras.</p>
<p>“Telurnya coba jual ternyata peminatnya lumayan bagus, malah setiap hari rata-rata tambah konsumennya. Waktu itu awal Covid 19, pola hidup sehat masyarakat sudah terfikirkan lebih baik. Makanan sehat untuk menambah imunitas. Katanya bisa untuk percepat penyembuhan pasien,” kata sosok asal Magelang itu.</p>
<p>Permintaan telur ayam kampung untuk konsumsi terus bertambah, baik dari Salatiga atau luar daerah. Pasar yang menjanjikan itu dibacanya, Bram merasa harus memperbanyak produksi telur ayam kampung lagi.</p>
<figure id="attachment_447924" aria-describedby="caption-attachment-447924" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447924" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-4.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-4.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-4-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-4-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447924" class="wp-caption-text">Sama dengan Ayam KUB, pemberian pakan sehari dua kali juga sama dilakukan kepada jenis Ayam Elba. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Ayam Elba</strong></p>
<p>Kurang lebih satu tahun setelah mulai beternak Ayam KUB, dia tak ragu dan riset lagi dengan membaca sejumlah literatur tentang jenis ayam kampung lain yang lebih produktif bertelur. Sejalan kemudian, bertemulah dengan jenis ayam kampung yang produksi telurnya lebih tinggi, yakni Ayam Elba.</p>
<p>Sejumlah literatur di internet menyebut, Ayam Elba dikembangkan oleh Lala Setyawan atau dikenal Haji Lala asal Dusun Batikan, Kabupaten Temanggung. Di mana pada 2010 saat ibadah haji, dia membawa pulang 60 an butir telur ayam dari Jeddah.</p>
<p>Sesampainya di Indonesia, ayam itu ditetaskan namun gagal. Tersisa tiga telur yang dititipkan ke rekannya peternak yang ternyata berhasil menetas lengkap ada jantan dan betina. Akhirnya ayam itu dikembangkan Haji Lala, dan dinamai ‘L (dibaca el) ’ berasal dari awalan namanya, dan ‘Ba’ awalan nama Dusun Batikan.</p>
<p>“Saya langsung ke Haji Lala di Temanggung. Itu saya ke sana dan niatkan belajar, dan memang telurnya sama persis dengan ayam kampung. Waktu itu beli satu boks DOC Ayam Elba, selang dua pekan beli pulet atau calon indukan yang betina 20-an ekor,” kata Rama.</p>
<p>Pada umur empat bulanan, Ayam Kampung Elba sudah mulai bertelur dengan catatan pemberian pakan yang bagus, serta bobot ayam betina minimal 1 kg. Artinya lebih cepat bertelur dibandingkan Ayam Kampung KUB pada usia 5,5 bulan, dan bobot rata-rata 1,3 kg.</p>
<p>“Ayam Elba ternyata produksi telurnya lebih banyak, 300-320 butir dalam setahun. Kalau ayam kampung asli atau Jawa rata-rata produksi telur pertahun 60-80 butir. Kalau Ayam Kampung KUB 160-180 butir pertahun. Cukup banyak sekali kan selisihnya,” kata Bram.</p>
<p>Ayam Elba juga disebutnya punya keunggulan lain, yakni pakannya lebih irit dibandingkan Ayam KUB. Ayam Elba indukan betina rata-rata per ekor butuh asupan makanan 70-80 gram per hari. Untuk Ayam KUB 90-100 gram. Selisih 20-30 gram per ekor tiap hari. Artinya, untuk usaha telur konsumsi, Ayam Elba ini lebih bagus.</p>
<p>“Secara bentuk telur, fisiknya sama dengan ayam kampung biasa. Kalau nilai gizinya tergantung nilai nutrisi dari pakan yang diberikan. Ayam Elba di tempat saya ini masih F1 atau galur murninya belum ada persilangan dengan ayam kampung lain,” kata dia.</p>
<p>Bram kemudian mengembangkan budidaya ternak Ayam Kampung jenis KUB dan Elba. Dua-duanya, kata dia, sama-sama menjanjikan baik produksi telur atau dagingnya. Kedua ayam itu mampu produktif bertelur hingga usia dua tahun.</p>
<figure id="attachment_447925" aria-describedby="caption-attachment-447925" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447925" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-5.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-5.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-5-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-5-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447925" class="wp-caption-text">Penggunaan pakan fermentasi, serta memanfaatkan bahan organik dari lingkungan sekitar menghemat 60% pakan pabrikan. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Peternakan Organik dan Berkelanjutan</strong></p>
<p>Keunggulan dari beternak dua jenis ayam kampung tersebut pembudidayaannya yang organik dan berkelanjutan. Tidak bergantung 100 persen pada pakan pabrikan, dan banyaknya suntikan seperti ayam ras. Hak kebahagiaan ayam kampung juga lebih bisa diberikan.</p>
<p>Contoh, letak kandang Setya Farm tepat berada di belakang rumah tempat tinggal Bram dan keluarga. Sepintas tak terlalu terdengar riuh suara ayam dari depan rumah. Bau kandang ayam tidak terasa seperti peternakan pada umumnya. Padahal jarak teras rumah dan kandang ayam hanya sekira 20 meter.</p>
<p>Lokasi peternakan yang berada di perkampungan itu tak terlalu menganggu warga sekitar. Hal itu dikarenakan, peternakan ayam kampung dilakukan secara organik. Pakan ayam menggunakan paduan sentrat atau pakan pabrikan, dan bahan-bahan organik yang difermentasi oleh Bram sendiri.</p>
<p>Dia menjelaskan, pakan fermentasi akan memaksimalkan penyerapan protein dalam sistem pencernaan ayam kampung. Dengan begitu, kotoran yang dikeluarkan tak banyak menimbulkan bau pembusukan di luar tubuh.</p>
<p>Metode inilah yang membuat peternakan ayam kampung cukup digemari bagi peternak maupun konsumennya. Pakan organik, membuat peternak tidak bergantung penuh pada pakan pabrikan yang menguras kantong. Bahan pakan organik juga bisa didapat menyesuaikan kondisi lingkungan sekitar.</p>
<p>“Sebisa mungkin Setya Farm dikelola secara organik, pakai pakan-pakan organik. Pasarnya bagus, untuk kebutuhan makanan sehat organik bagi masyarakat yang sudah sadar akan pola hidup,” kata dia.</p>
<p>Dalam pemberian pakan, memakai paduan sentrat pabrikan itu 40%, dan 60% makanan organik. Setya Farm punya resep sendiri mengolah pakan organik, berupa fermentasi campuran ampas tahu, ampas gandum, jagung, sayur-sayuran hijau, tepung cangkang telur, tepung ikan, dan lainnya.</p>
<p>“Bisa menggunakan sayur-sayuran hijau, bayam, kangkung, bisa ditanam sendiri, kami juga melakukannya. Kalau menggunakan sisa sayuran di pasar pastikan dicuci bersih, karena sudah terpapar pestisida. Pakai sisa makanan boleh, difermentasi makin bagus,” kata dia.</p>
<p>Bram juga menanam tumbuhan Trichantera yang dalam riset disebut punya kandungan protein tinggi. Daunnya bisa lebih lebar dari Jambu Jamaica. Tanaman ini telah banyak dikembangkan menjadi pakan ternak dengan kandungan protein cukup baik.</p>
<figure id="attachment_447928" aria-describedby="caption-attachment-447928" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447928" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-6.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-6.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-6-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-6-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447928" class="wp-caption-text">Bekerja sama dengan peguruan tinggi, sistem kelistrikan panel surya telah diterapkan untuk penerangan, pengairan, dan penghangat kandang Setya Farm. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Panel Surya dan Biogas Penghangat </strong></p>
<p>Mengingat suhu udara di Salatiga yang cukup dingin, ayam kampung butuh penghangat ruangan. Di Kandang Setya Farm mengandalkan penghangat dari bohlam lampu listrik, dan blower. Begitupun dengan mesin tetas telu elektrik.</p>
<p>Pemantauan suhu dilakukan dengan menggunakan Thermometer. Untuk anakan ayam suhu ruangan setidaknya harus lebih dari 30 derajat celcius. Untuk ayam dewasa sudah punya kelebatan bulu, artinya lebih tahan suhu ketimbang DOC, namun harus tetap hangat.</p>
<p>Pada kadang ayam dewasa saat ini terdapat blower penghangat ruangan berenergi listrik. Sementara kelistrikan, untuk air minum otomatis dan penerangan di kandang sudah menggunakan panel surya sebagai energi baru terbarukan (EBT) yang berkelanjutan rancangan dari mahasiswa Politeknik Negeri Semarang (Polines).</p>
<p>Bram, berencana membuat sistem energi penghangat ruangan dari biogas. Biogas itu berasal dari kotoran ayam yang akan ditampung terlebih dahulu. Hal ini menunjang konsep peternakan organik dan berkelanjutan.</p>
<p>“Di Salatiga penghangat ruangan (kandang) penting sekali karena di sini dingin. Nanti arahnya ke depan mau pakai energy alternatif lain pakai kayak biogas dari kotoran si ayam. Apalagi populasinya banyak, selama ini DOC di atas 300 ekor pakainya tabung gas itu boros. Jadi arahnya kita riset ke biogas,” katanya.</p>
<figure id="attachment_447926" aria-describedby="caption-attachment-447926" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447926" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-7.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-7.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-7-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-7-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447926" class="wp-caption-text">Pencegahan penyakit dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang, dan penyemperotan disinfektan, di peternakan Setya Farm. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Pencegahan Penyakit</strong></p>
<p>Pada metode pencegahan penyakit, Ayam KUB dan Elba dilakukan dengan cara organik, tanpa obat-obatan kimia. Tak banyak suntik obat-obatan pada ternak ayam kampung itu.</p>
<p>Bram mengatakan, hal pertama yang dilakukan yakni pola pencegahan dengan rutin menjaga kebersihan kandang, termasuk tempat makan, dan minum. Hal tersebut mutlak dan vital, tidak boleh tidak dilakukan.</p>
<p>Untuk menjaga kesehatan dan imunitas ayam, Bram memakai obat-obatan tradisional rempah-rempah. Beberapa rempah misalnya menggunakan racikan jahe, kunir, dan lainnya. Daun papaya juga bagus untuk mengobati cacingan. Bahan-bahan itu bisa diracik sendiri atau dibeli di toko daring bila ingin lebih memudahkan.</p>
<p>“Yang kedua, kalau di Setya Farm, saya tidak mengizinkan peternak unggas, dan pedagang unggas masuk ke kandang. Itu juga mutlak. Kenapa? karena mereka yang paling berpotensi membawa virus penyakit yang tidak terlihat,” katanya.</p>
<p>Meski demikian, kandang masih butuh penyemperotan penangkal virus menggunakan disinfektan kimia. Setidaknya tiga hari sekali disemprot dengan merek yang berbeda. Hal ini dilakukan agar bakteri dan virus penyakit tidak menjadi kebal pada satu jenis merek saja.</p>
<figure id="attachment_447927" aria-describedby="caption-attachment-447927" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447927" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-8.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-8.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-8-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-8-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447927" class="wp-caption-text">Pemasaran telur ayam dilakukan juga bermitra dengan komunitas peternak ayam kampung lain.(Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Pemasaran </strong></p>
<p>Tips untuk pemasaran produk, Bram punya strategi dalam menjual telur, dan daging ayam kampung. Ilmu <em>marketing </em>yang dimiliki dipakai, dia punya strategi menarik pembeli. Salah satunya menjual paket telur ayam kampung, tiap sepuluh butir gratis tambahan satu.</p>
<p>Mulanya, dia menyasar berjualan ke sekolah-sekolah, dengan target konsumennya para guru. Sasaran pertama pasarnya dari kelompok ekonomi menengah. Dari sisi peminat, dia harus mengelompokkan segmentasi pasar.</p>
<p>“Jadi ada segmen ekonomi menengah ke atas. Kemudian masyarakat yang sadar dengan pola hidup sehat,” kata Bram, lulusan sarjana hukum tersebut.</p>
<p>Kemudian ada pasar konsumen yang beli untuk penyembuhan atau terapi. Dirinya juga masuk ke kantor-kantor instansi pemerintahan, ada juga masuk ke rumah sakit untuk pasar pegawai di sana.</p>
<p>Langkah lain dengan kolaborasi dengan komunitas peternak ayam kampung lain yang sudah punya langganan membeli telur seperti warung makan dengan menu Gudeg. Biasanya pedagang itu hanya memakai telur ayam kampung.</p>
<p>“Untuk penjualan telur ayam kampung konsumsi pada tahun pertama, saya jual harian dari pintu ke pintu rata-rata per hari 60-100 butir. Sekarang per hari produksi 200-500 butir, dari pelanggan tetap dan <em>reseller</em>. Per butir harganya saya jual bisa Rp2.500. Kalau untuk <em>reseller</em> lebih murah lagi karena mereka untuk dijual lagi,” kata Rama.</p>
<p>Dia melanjutkan, secara pasar telur ayam kampung prospek segmentasinya besar untuk masyarakat perkotaan. Ada peternak yang besar sudah mampu menyuplai telur aya kampung ke minimarket. Akan tetapi dia menilai peluang bisnisnya masih banyak dan luas.</p>
<p>“Masih luas pasarnya, kompetitornya tidak banyak. Kebutuhan telur ayam kampung konsumsi skala besar kita harus langsung ke <em>end-user</em>, di mana profitnya lebih banyak dibandingkan pengepul,” kata dia.</p>
<figure id="attachment_447929" aria-describedby="caption-attachment-447929" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447929" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-9.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-9.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-9-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-9-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447929" class="wp-caption-text">Telur Ayam KUB dan Elba ditetaskan menggunakan mesin berkapasitas 50 dan 70 butir. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Fokus Penetasan DOC</strong></p>
<p>Potensi bisnis Ayam Kampung KUB dan Elba, disebut Bram, sangat menarik. Sejak Covid 19 khususnya permintaan telur ayam kampung organik untuk konsumsi masih menjanjikan.</p>
<p>Pasar yang khas ini, membuat banyak peternak atau calon peternak melirik bisnis ternak Ayam Kampung KUB, dan Elba tersebut. Melihat hal itu, Bram mencoba fokus pengembangan bisnis penetasan telur fertil menjadi anak ayam atau DOC sejak 2023. Tujuannya menyuplai ke peternak di Pulau Jawa, dan penjuru daerah di Indonesia.</p>
<p>“Walaupun dari 2020, sudah ada telur fertil yang terus ditetaskan. Sekarang banyak permintaan DOC, saya bisa melayani ke seluruh Pulau Jawa. DOC dkirim lewat jalur ekspedisi hewan, biasanya lewat PT KAI Logistik. Potensi permintaan dari luar pulau juga menarik seperti di Kalimantan,” ujarnya.</p>
<p>Secara populasi di kandang Setya Farm, terdapat Ayam KUB kurang lebih sekira 30 paket. Dalam satu paketnya terdapat satu jantan dan lima betina. Kemudian Ayam Elba sekira 10 paket. Keduanya digunakan untuk menyuplai telur fertil penetasan DOC.</p>
<p>Diakuinya jumlah itu belum banyak, bila melihat permintaan DOC. Bahkan, permintaannya harus inden atau pesan jauh-jauh hari sebelumnya. Solusinya, dia bermitra dengan sejumlah komunitas peternak lokal di Salatiga untuk mendapatkan suplai telur fertil.</p>
<p>“Yang indukan Ayam Elba tidak terlalu banyak, karena kita juga punya mitra peternak kita bentuk mitra kecil di Salatiga. Kita saling kerja sama kalau ada permintaan di luar. Karena saya tidak punya karyawan yang membantu pekerjaan,” kata dia.</p>
<p>Untuk permintaan DOC, per pekannya paling tidak dia mengirim dua kali pesanan ke pelanggan. Dia punya mesin tetas telur masing-masing berkapasitas 500 butir, dan 700 butir. Produksinya, mampu menetaskan setidaknya 400-an DOC setiap pekannya, dengan pengiriman ke pelanggan tiga hari sekali.</p>
<p>“Anak ayam DOC itu bisa dijual satu hari setelah menetas, ketika bulu sudah kering, bisa jalan, belajar makan dan minum langsung bisa dikirim dan aman. Pengiriman ke seluruh Pulau Jawa. Pernah, misalnya perjalanan dua hari Alhamdulillah masih sehat. Ya paling mati satu atau dua ekor, tapi kasusnya normal karena terinjak temannya,” kata Bram.</p>
<p>Kenyamanan keterjaminan produk sampai kepada pelanggan menjadi penting. Setiap pengiriman pesanan satu boks berisi 100 ekor ayam DOC akan ditambahkan dua ekor sebagai garansi pengganti bilamana ada yang mati.</p>
<p>“Harga anak ayam DOC untuk Ayam KUB Rp8 ribu per ekor, dan Ayam Elba Rp10 ribu per ekor. Sistem pemesanan DOC antre dulu, dan menitip uang muka minimal 25 persen, serta tambah uang ongkos kirim. Kalau mau diambil ke sini tidak ada ongkos kirim,” katanya.</p>
<p>Dia memerinci pasar anakan ayam DOC cukup bagus di Jawa Tengah khususnya. Misalnya dia telah melakukan kerja sama dengan wisata edukasi di Kutoarjo, Kabupaten Purworejo. Di sana ada anak-anak muda pengusaha yang mengembangkan peternakan, dan pertanian di desa.</p>
<p>Pengiriman DOC juga dilakukan ke berbagai daerah di Jawa Barat, Jawa Timur, dan kota-kota lainnya. Peternak dari luar pulau seperti Kalimantan juga mulai banyak melirik usaha Ayam Kampung. Mereka mulai belajar dan memesan bibit dari Pulau Jawa.</p>
<figure id="attachment_447930" aria-describedby="caption-attachment-447930" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447930" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-10.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-10.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-10-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-10-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447930" class="wp-caption-text">Pengurus Komunitas Latar Kalitan di Salatiga belajar langsung cara membuat pakan fermentasi ternak Ayam Kampung KUB dan Elba di kandang Setya Farm. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Tantangan dan Tips Peternak Pemula</strong></p>
<p>Bisnis yang dilakukan Rama tak selamanya mulus, di mana awal mula beternak banyak yang mati. Saat itu memelihara Ayam Joper sebaga peternak yang masih pemula. Dia mendapat bibitnya yang mungkin kurang bagus.</p>
<p>“Pernah hampir mati sebagian. Ambil DOC tiga boks mati hampir 150 an. Yang Ayam KUB dan Elba Alhamdulillah bagus hasilnya karena sudah pernah belajar saat pelihara Ayam Joper. Paling kematian karena kematian wajar, bukan penyakit atau virus. Biasanya mati karena suhu kandang dingin, kurang hangat. Tapi belajar terus, kita pakai Thermometer untuk atur suhu ruangan kandang,” kata dia.</p>
<p>Tantangan yang lain yakni penyakit. Biasanya yang menyerang ayam ketika pancaroba seperti sekarang ini yakni pilek atau batuk. Ada juga penyakit yang menyerang saluran pernafasan hingga membuat mata bengkak.</p>
<p>“Kalau suhu panas itu juga sering muncul stress, lalu berak kapur, berak hijau. Semuanya itu sebetulnya tergantung dari kebersihan kandang dan pencegahan. Lebih baik mencegah dan mengobati,” katanya.</p>
<p>Selebihnya, kata Bram, harus terus belajar dan nanti akan menemukan permasalahan. Peternak harus belajar terus sampai hafal dan ahli serta mampu mengatasi permasalahan penyakit.</p>
<p>Untuk peternak pemula, Bram punya saran agar berani mencoba praktik dengan mulai memelihara jumlah populasi ayam yang sedikit dahulu.</p>
<p>Ketika berproses, kata dia, pasti akan menemui kendala atau permasalahan. Peternak pemula bisa berkonsultasi dengan peternak yang sudah jalan bisnisnya untuk membantu memberikan solusi.</p>
<p>“Kalau berhasil nanti bisa menambah populasi ayam lagi. Berproses, jangan patah semangat, optimistis, nikmati proses itu, tidak perlu takut akan kegagalan. Usaha itu bertahap,” kata dia.</p>
<figure id="attachment_447931" aria-describedby="caption-attachment-447931" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447931" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/AyamKampung-11.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/AyamKampung-11.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/AyamKampung-11-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/AyamKampung-11-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447931" class="wp-caption-text">Bisnis Ayam Kampung KUB dan Elba di Setya Faam tak hanya berfokus pada telur dan daging, kini mulai produksi anakan ayam ata DOC. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Modal Tabungan dan Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan</strong></p>
<p>Jatuh bangun berkembangnya bisnis Setya Farm milik Bram tentu ditunjang keuangan sebagai permodalan. Mencari tambahan modal telah menjadi bagian cerita tersendiri yang mengenang dalam benak sepanjang perjalanan bisnisnnya. .</p>
<p>Kilas balik, Bram mulai mengumpulkan modal sedikit demi sedikit saat masih bekerja di industri keuangan dan perbankan. Tekadnya kuat, dia selalu menyisihkan sebagian dari bonus atau insentif dari kantor untuk menyicil biaya pembangunan kandang, dan membeli peralatan lainnya.</p>
<p>“Iya mas, mengumpulkan uang sedikit-sedikit. Terus dapat keuntungan dari hasil panen atau penjualan yang diputarkan lagi untuk modal mengembangkan usaha,” kata dia.</p>
<p>Selain dari tabungan pribadi, dan perputaran keuntungan bisnis itu, Bram merupakan penerima manfaat dari hak dana pensiunan jaminan hari tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan. Nilai yang terkumpul selama setidaknya 15 tahun bekerja sebagai karyawan itu digunakan untuk memaksimalkan modal mengembangkan bisnis.</p>
<p>“Asuransi BPJS Ketenagakerjaan juga habis masuk modal. Saya lupa angka pastinya, kurang lebihnya sekitar Rp20 juta untuk menambah modalnya,” tutur dia mengingat sembari tersenyum tipis.</p>
<p>Bram bersyukur dengan akses permodalan itu menunjang berkembangnya bisnis ayam kampung. Dia berharap, wirausaha peternakan seperti itu bisa memberikan motivasi, inspirasi, dan manfaat yang positif untuk semua orang. Terlebih bagi mereka yang ingin berwirausaha dimulai dari yang kecil sekalipun.</p>
<figure id="attachment_447932" aria-describedby="caption-attachment-447932" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447932" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-12.jpeg" alt="" width="681" height="384" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-12.jpeg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-12-400x226.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-12-150x85.jpeg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447932" class="wp-caption-text">Kantor BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah-DI Yogyakarta mencatat data pencairan JHT paling tinggi dibandingkan empat program lainnya. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Tren Pemanfaatan JHT untuk Modal Usaha</strong></p>
<p>Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jateng-DI Yogyakarta, Isnavodiar Jatmiko, menjelaskan, ada temuan tren menarik dari pemanfaatan dana pensiunan Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan.</p>
<p>Tujuan semula JHT itu, kata dia, untuk masa pension. Ada juga sebagai penyangga sembari mencari pekerjaan baru sektor formal. Akan tetapi, kini mulai ada tren banyak masyarakat yang mencairkan JHT untuk digunakan sebagai modal usaha.</p>
<p>Temuan ini dikuatkan dalam survei nasional BPJS Ketenagakerjaan periode 22 Juli-31 Oktober 2024. Survei melibatkan 11 ribu responden yang berasal dari 9.934 peserta, dan 1.096 ahli waris. Rinciannya terdapat responden dari pekerjaan formal 9.439 orang, dan 1.591 informal. Survei juga mencatat rata-rata upah, lama bekerja, hingga usia saat pencairan atau klaim pencairan JHT.</p>
<p>Tercatat penggunaan dana JHT untuk modal usaha angkanya mencapai 19,19%. Angka ini menarik, sebab menandakan adanya peningkatan sektor usaha informal. Kemudian dipakai keperluan sehari-hari sebanyak 27,87%. Selanjutnya pada angka 12,61% untuk persiapan masa tua seperti berinvestasi, menabung di tempat lain, atau pemanfaatan untuk hari tua lain.</p>
<p>Adapun responden sisanya memilih menggunakan JHT untuk kebutuhan persalinan, biaya beli susu atau pampers anak, pemakaman, perbaikan kendaraan, biaya kerja di luar negeri, pembayaran pajak, dan lainnya.</p>
<p>“Ada (hampir) 20 persen klaim JHT yang digunakan ke modal usaha. Angka ini walaupun harapan kami (JHT) itu dipakai untuk masa tua, akan tetapi sekarang sudah ada tren dipakai ke arah sana (modal usaha),” kata dia.</p>
<p>Dengan melihat survei itu, BPJS Ketenagakerjaan bisa membaca dan memantau pola tenaga kerja setelah berhenti bekerja di sektor formal. Jejak penerima manfaat JHT akan terlihat, apakah akan menjadi wirausaha, kembali ke pekerjaan formal lainnya atau tidak.</p>
<p>Pada saat penerima manfaat itu sudah klaim pencairan dana pensiunan JHT untuk menjadikannya modal usaha, artinya dia sudah pindah ke sektor Bukan Penerima Upah (BPU). BPJS Ketenagakerjaan juga bisa memonitor bagaimana perkembangan wirausaha bermodal JHT itu, atau berapa lama bertahan.</p>
<p>“Masih bisa diikuti (data) kapan penerima manfaat itu membayar iuran dan sampai berapa lama. Kalau dia bayar iuran lanjut, artinya sektor bisnis informalnya berjalan terus. Kita jadi punya data tentang tren pemanfaatan dana JHT untuk modal usaha yang meningkat, itu menarik,” kata Jatmiko.</p>
<p>Lebih lanjut Jatmiko mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan bisa menggunakan data survei sebagai rujukan dalam membuat skema dukungan terhadap pelaku usaha di sektor informal. Dukungan terdekat yang diharapkan tentunya seperti pelatihan, dan akses permodalan, atau lainnya.</p>
<p>Dia mengakui, belum banyak program untuk pelatihan usaha dari instansi. Skema tersebut dikatakan belum dimiliki. Akan tetapi, dari data tersebut bisa membuat program yang bisa disinergikan dengan Dinas Ketenagakerjaan setempat, dan yang terkait lainnya, baik akses pelatihan, permodalan, dan lain-lain.</p>
<p>“(Program) pelatihan ada di Disnaker, jadi kalau bisa di-<em>connect </em>itu akan bagus banget. Ada banyak peluang kita melihat dari pembacan data ini. Fokus pertama kami memang memastikan hak masyarakat terpenuhi. Klaim dana dapat disalurkan dengan baik, pelayanan bagus, dan memastikan semua anggota keluarganya mendapat hak tersebut,” kata Jatmiko.</p>
<p>Dari data-data survei tersebut, juga bisa dilihat pergerakan tenaga kerja. Hal itu menunjukkan lini bisnis pekerjaan apa yang sedang tumbuh, sehingga bisa membantu  pemerintah dalam membaca pasar kerja.</p>
<p>Selanjutnya, BPJS Ketenagakerjaan, ingin punya layanan bernilai tambah <em>(value added service)</em> untuk masyarakat, yaitu fungsi-fungsi konsultatif. Salah satunya, memberikan informasi akses-akses permodalan, di mana ada pelatihan, informasi data tren jenis usaha yang membuka lapangan pekerjaan.</p>
<p>“Termasuk inklusif <em>job center</em>. Nah <em>value added service</em> ini yang baik untuk digalakkan,” kata Jatmiko.</p>
<p>Untuk dukungan nyata kemudahan masyarakat dalam melakukan klaim atau pencairan dana JHT, instansi tersebut punya setidaknya tiga kemudahan layanan. Di antaranya, Layanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik) Online, Layanan Lapak Asik di Kantor Cabang, dan Layanan klaim melalui Aplikasi JMO.</p>
<p>Sementara itu,melihat angka total jumlah klaim pencairan dana JHT BPJS Ketenagakerjaan di wilayah kerja Jawa Tengah-DI Yogyakarta pada 2023 sebanyak 513.827 orang, dengan nilai Rp5,2 Triliun (Rp5.233.064.494.740).</p>
<p>Catatan pada tahun ini hingga 31 Oktober 2024 terdapat 386.799 orang, dengan nilai Rp4,7 Triliun (Rp4.730.138.832.740). Trennya, angka itu dipastikan bisa terus bertambah hingga akhir tahun.</p>
<p>Pencairan JHT dipastikan yang tertinggi dibandingkan empat program lainnya hingga 31 Oktober 2024. Di antaranya, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dengan 58.533  kasus senilai Rp222 Miliar (Rp222.317.567.080). Jaminan Kematian (JKM) dengan 16.858 kasus, senilai Rp346 Miliar (Rp346.821.300.000).</p>
<p>Selanjutnya, Jaminan Kehilangan Pekerjaan dengan 23.053 kasus, pada angka Rp24 Miliar (Rp24.018.616.740). Jaminan Pensiun (JP) dengan 13.728 kasus, bernilai Rp155 Miliar (Rp155.669.385.110). Total pencairan kelimap program tersebut Rp5,47 Triliun (Rp5.478.965.701.670).***</p>
<p><strong>Diaz Azminatul Abidin</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/15/cerita-sukses-eks-bankir-ternak-ayam-kampung-di-salatiga-modal-tabungan-dan-dana-pensiunan-bpjs-ketenagakerjaan">Cerita Eks Bankir di Salatiga Sukses Beternak Ayam Kampung, Modal Tabungan dan Pensiunan BPJS Ketenagakerjaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DMI Batang Ikutkan Marbot Masjid dalam BPJS Ketenagakerjaan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/05/15/dmi-batang-ikutkan-marbot-masjid-dalam-bpjs-ketenagakerjaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 May 2024 15:37:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Batang]]></category>
		<category><![CDATA[bpjs]]></category>
		<category><![CDATA[dmi]]></category>
		<category><![CDATA[marbot]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=414234</guid>

					<description><![CDATA[<p>BATANG (SUARABARU.ID) &#8211; Melihat kiprah para marbot dalam melayani umat, Dewan Masjid Indonesia (DMI) setempat merasa berkewajiban untuk memberikan perlindungan secara fisik. Yakni dengan mengikutsertakan para marbot untuk mendapatkan jaminan keselamatan kerja melalui BPJS Ketenagakerjaan. Ketua DMI Batang Saefudin Zuhri mengatakan, alasan terbesarnya mengikutsertakan seluruh marbot ke dalam BPJS Ketenagakerjaan, karena memperhatikan kaidah hukum fiqih, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/15/dmi-batang-ikutkan-marbot-masjid-dalam-bpjs-ketenagakerjaan">DMI Batang Ikutkan Marbot Masjid dalam BPJS Ketenagakerjaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BATANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Melihat kiprah para marbot dalam melayani umat, Dewan Masjid Indonesia (DMI) setempat merasa berkewajiban untuk memberikan perlindungan secara fisik. Yakni dengan mengikutsertakan para marbot untuk mendapatkan jaminan keselamatan kerja melalui BPJS Ketenagakerjaan.</p>
<p>Ketua DMI Batang Saefudin Zuhri mengatakan, alasan terbesarnya mengikutsertakan seluruh marbot ke dalam BPJS Ketenagakerjaan, karena memperhatikan kaidah hukum fiqih, dengan mengupayakan agar terhindar dari kerusakan jauh lebih diutamakan daripada mendapatkan kemanfaatan.</p>
<p>“Intinya sedia payung sebelum hujan, terlebih fatwa MUI jelas BPJS itu tidak haram. Dengan iuran sebesar Rp 36.800 tiap bulan, merupakan sebuah ikhtiar untuk mendapatkan perlindungan, meskipun semua sudah ditentukan Allah SWT,” katanya, saat ditemui usai melakukan penandatanganan kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, di salah satu kafe, di Kabupaten Batang, Rabu (15/5/2024).</p>
<p>Sebagai manusia, memiliki kewajiban berusaha, sehingga apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, sudah ada yang melindungi secara fisik. “Kami tetap berdoa agar anggota DMI tetap sehat dan selamat,” katanya.</p>
<p>Hingga saat ini perkiraan jumlah anggota DMI di Kabupaten Batang berkisar 170 orang yang tersebar di 10 kecamatan. “Nantinya secara bertahap 5 kecamatan lainnya juga menyusul mendaftar. Untuk sementara ini iuran dilakukan mandiri, semoga ke depan Pemda bisa ikut membantu para marbot, melihat peran mereka dalam menjaga moderasi di masjid,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batang Acep Dwi Yuniman mengapresiasi, kepada DMI Batang karena dari 35 kabupaten/kota se-Jateng, menjadi yang pertama dalam melakukan kerja sama antara DMI dengan BPJS Ketenagakerjaan.</p>
<p>“Ini langkah positif dari DMI karena membantu meningkatkan jumlah orang yang akan terlindungi. Pasalnya, di Batang jumlah orang yang terlindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan baru sebesar 11,2 persen,” ungkapnya.</p>
<p>Diakuinya, besaran nominal yang dibayarkan anggota DMI memang lebih kecil dibandingkan sektor formal yang harus mengeluarkan iuran sebesar Rp130 ribu untuk program yang sama. Yakni Jaminan Keselamatan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT).</p>
<p>“Besaran klaim yang diterima nantinya, apabila tertimpa musibah berupa JKM sebesar Rp 42 juta, namun setelah tiga tahun menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan akan ditambah dengan beasiswa bagi anak hingga bangku kuliah, sebesar Rp174 juta,” terangnya.</p>
<p>Selain itu, JKK berbentuk layanan kesehatan hingga sembuh serta apabila tidak dapat bekerja selama sebulan akan mendapat bantuan gaji Rp1 juta. Serta klaim JHT ketika telah memasuki masa purnatugas sebagai anggota DMI di usia 60 tahun.</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/15/dmi-batang-ikutkan-marbot-masjid-dalam-bpjs-ketenagakerjaan">DMI Batang Ikutkan Marbot Masjid dalam BPJS Ketenagakerjaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Penjabaran Nilai-nilai Pancasila</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/02/07/pentingnya-penjabaran-nilai-nilai-pancasila</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Feb 2024 02:00:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[BIN]]></category>
		<category><![CDATA[bpjs]]></category>
		<category><![CDATA[Dapil Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[dpd ri]]></category>
		<category><![CDATA[Dr H Abdul Kholik MSi]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[Prof Dr H Ahmad Rofiq MA]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=398913</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Anggota DPD RI Dapil Jawa Tengah, Dr H Abdul Kholik MSi mengatakan, ada dua aliran yang ikut membidani lahirnya rumusan Pancasila. Pertama aliran liberalisme (kanan) dan sosialisme (kiri). Ketika keduanya dipadukan, maka lahirlah Pancasila. Hal itu seperti yang disampaikannya dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, yang mengambil tema &#8216;Implementasi Nilai-nilai Pancasila dalam [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/02/07/pentingnya-penjabaran-nilai-nilai-pancasila">Pentingnya Penjabaran Nilai-nilai Pancasila</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Anggota DPD RI Dapil Jawa Tengah, Dr H Abdul Kholik MSi mengatakan, ada dua aliran yang ikut membidani lahirnya rumusan Pancasila. Pertama aliran liberalisme (kanan) dan sosialisme (kiri). Ketika keduanya dipadukan, maka lahirlah Pancasila.</p>
<p>Hal itu seperti yang disampaikannya dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, yang mengambil tema &#8216;Implementasi Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Keagamaan dan Kenegaraan Serta Pencapaian Tujuan Bernegara&#8217;, di Gedung DPD RI Jateng, Selasa (6/2/2024).</p>
<p>Sebagai pemateri selain Abdul Kholik adalah, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jateng, Prof Dr H Ahmad Rofiq MA. Acara ini sendiri dihadiri sekitar 100 orang dari berbagai organisasi dan komunitas.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/02/12/pwi-ziarah-ke-makam-para-wartawan-di-kebumen">PWI Ziarah ke Makam Para Wartawan di Kebumen</a></strong></p>
<figure id="attachment_398920" aria-describedby="caption-attachment-398920" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="wp-image-398920 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/WhatsApp-Image-2024-02-12-at-15.23.21.jpg" alt="" width="681" height="447" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/WhatsApp-Image-2024-02-12-at-15.23.21.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/WhatsApp-Image-2024-02-12-at-15.23.21-400x263.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/WhatsApp-Image-2024-02-12-at-15.23.21-150x98.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-398920" class="wp-caption-text">Dr Abdul Kholik (kedua dari kiri), memberikan penjelasannya tentang penjabaran nilai-nilai Pancasila. Foto: riyan</figcaption></figure>
<p>Dalam keterangannya Kholik menyampaikan, salah satu tugas anggota MPR yakni menyosialisasikan Pancasila. Hal itu karena adanya nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, dan melibatkan semua sektor dan sendi kehidupan sosial yang ada.</p>
<p>&#8221;Banyak permasalahan yang muncul, seperti sektor kesehatan. Biayanya masih mahal. Lalu munculah spirit kebersamaan, hingga muncul BPJS sebagai wujud masing-masing sektor saling mendukung,&#8221; kata dia.</p>
<p>Menurut dia, ada juga masalah pendidikan. Banyak diskriminasi pendidikan dalam aturan perundang-undangan, utamanya di swasta. Porsinya sama meski sudah disertifikasi, tapi pendapatannya beda. Gedung pendidikan negeri terus dibangun, yang swasta gedungnya memprihatinkan.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/02/12/hati-dewangga-ada-di-psis">Hati Dewangga Ada di PSIS</a></strong></p>
<p>Sementara itu, Prof Dr Ahmad Rofiq MA menjelaskan, pemahaman terhadap Pancasila bagi kaum milenial sangatlah penting. Apalagi penguasaan milenial terhadap penggunaan teknologi informasi. Data di tahun 2019 menyebutkan, 80 persen website dikuasai kelompok kelompok radikal, dan mereka aktif berinteraksi dengan netizen.</p>
<p>&#8221;Makanya kalau ada seseorang yang mulai menyendiri, tidak mau bersosialisasi lagi, ini jadi indikasi yang harus diperhatikan secara serius. Bisa jadi anak bersangkutan terjebak narkoba atau terorisme. Ajarannya mengarahkan yang paling benar, lainnya salah. Makanya, perlu diajarkan memanusiakan manusia,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Di sisi lain, lanjutnya, BIN merilis pada 2017, 24 persen mahasiswa lebih suka jihad dengan kekerasan. Sebanyak 9,2 persen masyarakat setuju negara khilafah atau negara Islam Indonesia. Dan 23,4 persen mahasiswa, 23,3 persen pelajar SMA, setuju jihad untuk memperjuangkan berdirinya negara Islam Indonesia.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/02/07/pentingnya-penjabaran-nilai-nilai-pancasila">Pentingnya Penjabaran Nilai-nilai Pancasila</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hampir 300 Puskesmas di Jateng Belum Punya Alat USG, Nana Sudjana Targetkan Tuntas 2024</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/01/23/hampir-300-puskesmas-di-jateng-belum-punya-alat-usg-nana-sudjana-targetkan-tuntas-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jan 2024 09:50:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[bpjs]]></category>
		<category><![CDATA[Lab]]></category>
		<category><![CDATA[Nana Sudjana]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas]]></category>
		<category><![CDATA[USG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=395071</guid>

					<description><![CDATA[<p>GROBOGAN (SUARABARU.ID) &#8211; Sebanyak 298 Puskesmas di Jawa Tengah (Jateng) disebut belum punya alat untuk Ultrasonografi (USG). Pemerintah Provinsi Jateng lantas  menargetkan seluruh Puskesmas di Jawa Tengah sudah memiliki alat USG pada 2024. Tercatat Pemprov Jateng mencatat, dari 881 Puskesmas yang ada di Jawa Tengah, sebanyak 583 Puskesmas yang sudah memiliki USG untuk mengecek kehamilan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/23/hampir-300-puskesmas-di-jateng-belum-punya-alat-usg-nana-sudjana-targetkan-tuntas-2024">Hampir 300 Puskesmas di Jateng Belum Punya Alat USG, Nana Sudjana Targetkan Tuntas 2024</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GROBOGAN (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Sebanyak 298 Puskesmas di Jawa Tengah (Jateng) disebut belum punya alat untuk Ultrasonografi (USG). Pemerintah Provinsi Jateng lantas  menargetkan seluruh Puskesmas di Jawa Tengah sudah memiliki alat USG pada 2024.</p>
<p>Tercatat Pemprov Jateng mencatat, dari 881 Puskesmas yang ada di Jawa Tengah, sebanyak 583 Puskesmas yang sudah memiliki USG untuk mengecek kehamilan sejak dini.</p>
<p>&#8220;Tahun ini harus 100 persen ada alat USG semua. Jawa Tengah tinggal sedikit yang belu,&#8221; kata Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana melalui Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yunita Dyah Suminar saat mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Puskesmas Toroh 1, Kabupaten Grobogan, Selasa 23 Januari 2024.</p>
<p>Pemprov Jateng menyebut bila target tersebut akan dicapai melalui bantuan dari Kementerian Kesehatan, Pemprov Jateng, dan APBD dari masing-masing kabupaten/kota di Jawa Tengah.</p>
<p>Sementara itu pelatihan kepada dokter umum di Puskesmas juga digenjot agar mampu menggunakan alat USG sesuai kompetensi yang diberikan. Pelatihan bagi dokter dalam pengoperasian USG diselenggarakan oleh Bapelkes, baik milik Provinsi Jawa Tengah maupun Bapelkes Semarang.</p>
<p>&#8220;Prinsipnya dokter-dokter sudah dilatih sehingga mereka bisa menggunakan alat itu,&#8221; kata dia.</p>
<p>Banyak manfaat bila Puskesmas memiliki fasilitas USG, meliputi memastikan kehamilan, memeriksa kondisi rahim, mendeteksi kelainan genetik, mendeteksi jenis kelamin bayi, menentukan HPL/Hari Perkiraan Lahir, mendeteksi organ-organ janin, dan mendiagnosis keguguran, dan lainnya.</p>
<p>Layanan USG bagi ibu hamil juga sudah dicover oleh BPJS. Sehingga ibu hamil bisa mendapatkan kesempatan periksa kehamilan sejak dini dengan gratis.</p>
<p>&#8220;Layanan ini untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan pencegahan stunting,” kata Yunita.</p>
<p>Dengan dilakukan deteksi sejak dini, diharapkan bisa diketahui sejak awal seandainya bayi mengalami kelainan.</p>
<p>Sesuai arahan Pj Gubernur Jateng, pelayanan kesehatan di Puskesmas harus ditingkatkan. Peran puskesmas menjadi sentral sebagai penanggung jawab wilayah untuk mendukung program promotif preventif. Puskesmas dikembalikan sebagai pusat kesehatan masyarakat yang berorientasi pada komunitas masyarakat dan pencegahan.</p>
<p>Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengatakan, kunjungannya ke Puskesmas Toroh 1 Kabupaten Grobogan untuk memastikan puskesmas memiliki USG untuk mengecek kehamilan. Saat ini sudah ada 10 ribu Puskesmas di penjuru tanah air yang mendapatkan fasilitas USG.</p>
<p>&#8220;Saya sudah cek, sistemnya bagus, alatnya ada, dan ini sudah diberikan kepada 10 ribu puskesmas di tanah air. Kita harapkan nanti semuanya memiliki USG sehingga kehamilan itu bisa dideteksi lebih dini. Semuanya data masuk ke pusat data di Jakarta. Ini penting sekali dalam pengentasan stunting,&#8221; katanya.</p>
<p><strong>Diaz Aza</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/23/hampir-300-puskesmas-di-jateng-belum-punya-alat-usg-nana-sudjana-targetkan-tuntas-2024">Hampir 300 Puskesmas di Jateng Belum Punya Alat USG, Nana Sudjana Targetkan Tuntas 2024</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>