<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>barcelona Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/barcelona/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Apr 2026 06:43:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>barcelona Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ketika Pep Terpesona Barca-nya Hansi Flick</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/04/04/ketika-pep-terpesona-barca-nya-hansi-flick</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 10:00:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Akademi La Masia]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Belanda]]></category>
		<category><![CDATA[Detail]]></category>
		<category><![CDATA[Ideolog]]></category>
		<category><![CDATA[Jogo Bonito]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Possession Football]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tim Dinamit]]></category>
		<category><![CDATA[Total Football]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=552327</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // pencipta tim indah itu bisa terpesona/ oleh sajian keindahan yang lain/ dengan pendekatan berbeda/ dengan karakter yang tak sama/ pep adalah pendahulu/ flick penerus dan peramu&#8230;// (Sajak “Barca-nya Flick”, 2026) SEJATINYA, siapakah jenius ideolog sepak bola indah? Rinus Michels sang penemu total football Belanda, Jupp Derwall arsitek “Tim Dinamit” Denmark [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/04/ketika-pep-terpesona-barca-nya-hansi-flick">Ketika Pep Terpesona Barca-nya Hansi Flick</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-552328 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/04/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/04/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/04/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// pencipta tim indah itu bisa terpesona/ oleh sajian keindahan yang lain/ dengan pendekatan berbeda/ dengan karakter yang tak sama/ pep adalah pendahulu/ flick penerus dan peramu&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Barca-nya Flick”, 2026)</strong></p>
<p><strong>SEJATINYA</strong>, siapakah jenius ideolog sepak bola indah?</p>
<p>Rinus Michels sang penemu <em>total football</em> Belanda, Jupp Derwall arsitek “Tim Dinamit” Denmark 1986, Tele Santana ideolog <em>jogo bonito</em> Brazil di Piala Dunia 1982 dan 1986, Johan Cruyff &#8212; pelaku dan penyempurna sepak bola indah Belanda di Akademi La Masia &#8212; atau Pep Guardiola, peletak detail <em>possession football</em> Barcelona di klub mana pun dia bekerja?</p>
<p>Nyatanya, Pep malah mengagumi Barcelona karya pelatih asal Jerman ini, Hansi Flick. Simaklah, performa Barca di bawah racikan Flick musim ini mendatangkan pujian. Bukan cuma hasil, tetapi juga gaya bermain atraktif yang memikat. Di antara yang terpesona adalah Pep Guardiola dan Thierry Henry.</p>
<p>Padahal pada 2007-2012 Pep adalah pelatih yang sukses membangun Blaugrana, meneruskan produk “gurunya”, Johan Cruyff: sepak bola menyerang yang ibarat doktrin “ideologi” untuk dihayati dan dimainkan.</p>
<p><strong>Menikmati Barca Flick</strong><br />
Pep Guardiola bahkan mengaku menikmati permainan Barcelona di bawah Hansi Flick saat ini (<em>detik.com</em>, 26 Maret 2026). Pelatih Manchester City itu menyebut menonton Barca layaknya hiburan. Menurut dia, sepak bola seharusnya dinikmati seperti pergi ke bioskop atau restoran.</p>
<p>“Ketika Barca-nya Flick bermain dan saya punya waktu, saya akan duduk dan menontonnya, karena itu menyenangkan,” katanya.</p>
<p>Jika Guardiola terpikat, cerita lebih dramatis datang dari Thierry Henry. Eks striker Arsenal yang juga mantan penyerang Barcelona itu sempat meragukan gaya bermain agresif Blaugrana.</p>
<p>Keraguan itu muncul saat Barca mengalami periode inkonsisten, bahkan gaya Flick dinilai terlalu berisiko untuk bersaing di level tertinggi. Namun semuanya berubah setelah Barcelona tampil menggila di Liga Champions. Blaugrana menghancurkan Newcastle United dengan skor telak 7-2 di leg kedua babak 16 besar.</p>
<p>Penampilan tersebut membuat Henry tak ragu memberikan pujian. “Selamat untuk Barcelona. Eropa mulai merasakan ancamannya. Itu bukan sekadar kemenangan, tetapi seperti gempa global,” ujarnya.</p>
<p>Dia juga terkesan dengan perubahan Barcelona di babak kedua melawan Newcastle, setelah sempat unggul tipis 3-2 saat turun minum.</p>
<p>“Babak kedua mereka luar biasa. Itu transformasi total. Itulah Barcelona yang sebenarnya,” lanjutnya.</p>
<p>Henry bahkan menilai Barcelona punya potensi luar biasa pada musim ini jika bisa terus tampil konsisten. Duet lini depan seperti Lamine Yamal dan Robert Lewandowski menjadi ancaman nyata bagi lawan. “Ketika mereka bermain seperti itu, hampir mustahil untuk dihentikan,” tegas Henry.</p>
<p>Lamine Yamal menjadi trisula bersama Lewandowski dan Raphinha. Dengan Pedri Gonzales dan Frankie de Jonk yang bahu membahu menyuplai umpan-umpan ke barisan penyerang dan menjadi tirai pertama pembendung serangan balik lawan, pertahanan Barca relatif aman.</p>
<p><strong>Berisiko</strong><br />
Sejak menyuksesi kursi kepelatihan dari Xavi Hernandez pada musim panas 2024, Hansi Flick menerapkan filosofi permainan yang sangat berisiko namun spektakuler.</p>
<p>Strategi garis pertahanan tinggi yang dipadukan dengan intensitas serangan tanpa henti, terbukti efektif membawa Barcelona meraih gelar ganda pada musim perdananya. Pendekatan Flick ini sempat diragukan oleh sejumlah pengamat sebelum akhirnya membuktikan kualitasnya di lapangan.</p>
<p>Saat ini, Barcelona masih kokoh di puncak klasemen LaLiga dan terus melaju di ajang Liga Champions. Keberhasilan Flick menjaga konsistensi tim di tengah jadwal yang padat menjadi bukti kematangan taktiknya. Impresivitas ini juga mulai mengubah pandangan para kritikus yang sebelumnya skeptis terhadap peluang Barca di level Eropa.</p>
<p><strong>Johan Cruyff</strong><br />
Pep mengaku sering menonton laga Barcelona racikan Flick karena merasa terhibur, berbeda dari masa-masa sebelumnya ketika dia kurang menikmati permainan Barca. Dia menganggap sepak bola yang disajikan Flick memiliki “kemurnian”, yang mengingatkannya pada gaya Johan Cruyff, yakni fokus mencetak satu gol lebih banyak dari lawan. <em>Attacking football</em> menjadi basis doktrinal dalam permainnan impresif Cruyff, yang dia sempurnakan dari pengalamannya menjadi pilar total football Rinus Michels.</p>
<p>Sedangkan Pep terpukau dengan bagaimana Hansi Flick berhasil merevolusi permainan Barca, menjadikannya tim yang atraktif dan membuat pertandingan terasa menyenangkan.</p>
<p>Lalu, siapa sejatinya pendoktrin sepak bola indah?</p>
<p><strong>&#8212; Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan Suarabaru.Id</em><strong> &#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/04/ketika-pep-terpesona-barca-nya-hansi-flick">Ketika Pep Terpesona Barca-nya Hansi Flick</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Panggung Arsenal, Inikah Waktunya?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/03/07/panggung-arsenal-inikah-waktunya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2026 10:00:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[chelsea]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Newcastle United]]></category>
		<category><![CDATA[real madrid]]></category>
		<category><![CDATA[Tottenham Hotspur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=547950</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // saatnyakah mereka merayakan/ panggung Eropa?/ raihan yang selalu lepas/ justru pada saat diunggulkan?/ sudah sampaikah waktunya?// (Sajak “Arsenal dan Eropa”, 2026) PANGGUNG juara bagi Arsenal, inikah waktunya? Atau mereka harus kembali ke sejarah kusam: terpuruk justru pada saat diunggulkan? Drawing Liga Champions di Nyon, Swiss sepekan silam menghadirkan jalur yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/07/panggung-arsenal-inikah-waktunya">Panggung Arsenal, Inikah Waktunya?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-547953 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.webp" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.webp 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-150x35.webp 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// saatnyakah mereka merayakan/ panggung Eropa?/ raihan yang selalu lepas/ justru pada saat diunggulkan?/ sudah sampaikah waktunya?//</em><br />
<strong>(Sajak “Arsenal dan Eropa”, 2026)</strong></p>
<p><strong>PANGGUNG</strong> juara bagi Arsenal, inikah waktunya? Atau mereka harus kembali ke sejarah kusam: terpuruk justru pada saat diunggulkan?</p>
<p>Drawing Liga Champions di Nyon, Swiss sepekan silam menghadirkan jalur yang disebut-sebut bakal memuluskan prediksi laju Arsenal. Ketika sejumlah raksasa Eropa berbaku hantam dalam <em>big match</em> di babak 16 besar, Meriam London bertemu lawan yang diperkirakan relatif bisa diatasi, Bayer Leverkusen.</p>
<p>Enam belas tim, yang terdiri dari delapan unggulan dan delapan non-unggulan, diundi untuk menentukan lawan di fase gugur. <em>Leg</em> pertama 16 besar akan digelar 10-11 Maret, dan <em>leg</em> kedua 17-18 Maret.</p>
<p>Kali ini, Arsenal kembali diunggulkan, walaupun seperti biasa “dikepung” oleh kekuatan-kekuatan bertradisi juara seperti Real Madrid, Barcelona, Bayern Muenchen, Chelsea, juga juara bertahan Paris St Germain, dan Manchester City.</p>
<p>Pertemuan keras akan berlangsung antara Real Madrid versus Manchester City, PSG menghadapi Chelsea, Newcastle United bersua Barcelona. Liverpool juga kembali bertemu Galatasaray setelah sebelumnya sempat kalah di fase liga. Tottenham Hotspur ditantang Atletico Madrid, sementara Arsenal melawan Bayer Leverkusen.</p>
<p><strong>Relatif Lebih Ringan</strong><br />
Di antara enam wakil Inggris, Arsenal punya jalur yang relatif lebih ringan. Chelsea harus menghadapi PSG, Manchester City ditantang Real Madrid, Tottenham berjumpa Atletico Madrid, Liverpool melawan Galatasaray, dan Newcastle kembali menghadapi Barcelona.</p>
<p>Terakhir kali, Arsenal bertemu Bayer Leverkusen pada 2002, dan menang 4-1. Leverkusen kini cenderung kurang stabil setelah ditinggal oleh pelatih Xabi Alonso, dan sejumlah pemain pilar. Sementara The Gunners sedang dalam performa apik di berbagai ajang.</p>
<p>Sesuai bagan, jika lolos ke perempatfinal, Declan Rice dkk akan bertemu dengan pemenang Bodo/Glimt vs Sporting CP. Apabila menang, calon lawannya di semifinal adalah pemenang antara Barcelona vs Newcastle yang harus berebut tiket dengan pemenang Atletico Madrid vs Tottenham Hotspur.</p>
<p>Dengan skema itu, diperkirakan Arsenal minimal mampu lolos ke semifinal, menyamai bahkan melampaui capaian musim lalu. Pada Liga Champions 2024-2025, tim racikan Mikel Arteta itu masuk semifinal sebelum kalah dari PSG dengan agregat 1-3. PSG kemudian menjadi juara.</p>
<p>Dari enam wakil Inggris, hanya Liverpool, Chelsea, dan Manchester City yang pernah meraih trofi Liga Champions. Liverpool enam kali juara, Chelsea dua kali, dan Manchester City satu kali.</p>
<p>Lalu siapa yang paling berpeluang juara?</p>
<p>Opta, mesin statistik sepak bola, merilis prediksinya, bahwa Arsenal-lah yang berpeluang terbesar, dengan 27,4 persen. Menyusul kemudian Bayern Munich (14,3 persen), Liverpool (12,8 persen), Manchester City (10,8 persen), Barcelona (7,7 persen), dan Chelsea (6,8 persen). Real Madrid justru terlempar dari enam besar, berada di peringkat kesembilan dengan 2,8 persen, di bawah PSG (4,6 persen).</p>
<p>Sedangkan Newcastle United justru berada di atas PSG dan Madrid, dengan persentase peluang juara sebesar 4,7 persen.</p>
<p><strong>Tidak Mudah</strong><br />
Tentu pelatih Mikel Arteta menyadari, peluang untuk gagal di Liga Champions lebih besar ketimbang sukses. Dalam sejarah, Arsenal hanya satu kali menembus final Liga Champions yakni pada 2006, namun kalah 1-2 dari Barcelona dalam laga yang disebut-sebut sebagai “final ideal”.</p>
<p>Musim lalu, mereka melaju sampai ke semifinal. Dengan konfidensi tinggi karena sukses menundukkan Real Madrid di perempatfinal, Arsenal malah dikalahkan PSG yang akhirnya juara.</p>
<p>Mungkinkah Arteta bisa mengubah sejarah Arsenal dengan menjadi juara Liga Champions, dalam kesempatan terbaik musim ini?</p>
<p>Pencapaian terbaik Arsenal di pentas Eropa dicatat dalam ajang dengan level lebih rendah, yakni Piala Inter-Cities Fairs pada 1970, dan Piala Winners’Cup pada 1994 &#8212; gelar terakhir diakui oleh UEFA. Arsenal tampil di Piala Super Eropa 1994, dan kembali hadir di partai puncak Piala Winners’Cup tahun berikutnya.</p>
<p>Hampir tiap tahun, setidak-tidaknya selama empat musim terakhir, Arsenal selalu dijagokan untuk berbicara banyak di Liga Champions. Ketika tahun ini kembali difavoritkan, tentu beralasan karena mereka memiliki model tampilan impresif bukan hanya di Liga Primer, tetapi juga di ajang yang lain.</p>
<p>Wajar apabila para pengamat berpikir, “Inikah waktunya mereka berjaya?”</p>
<p><strong>&#8212; Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> <strong>&#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/07/panggung-arsenal-inikah-waktunya">Panggung Arsenal, Inikah Waktunya?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Barca, Kegamangan di Akhir Perpacuan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/02/21/barca-kegamangan-di-akhir-perpacuan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Girona]]></category>
		<category><![CDATA[Hansi Flick]]></category>
		<category><![CDATA[Kerapuhan]]></category>
		<category><![CDATA[la liga]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Penjaga Gawang]]></category>
		<category><![CDATA[real madrid]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=545386</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // kegamangan mengadang/ di pendakian akhir/ ketika persaingan memanas/ dan makin tajam/ inikah musuh sesungguhnya?/ rasa, jiwa, dan realita&#8230;// (Sajak “Di Puncak Pendakian”, 2026) KETEGANGANKAH yang sedang dihadapi oleh Barcelona dalam perpacuan akhir di La Liga menghadapi seteru utamanya, Real Madrid? Kita menangkap nuansa-nuansa. Ada suasana tertekan. Ada kondisi penuh ketegangan. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/21/barca-kegamangan-di-akhir-perpacuan">Barca, Kegamangan di Akhir Perpacuan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-545388 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// kegamangan mengadang/ di pendakian akhir/ ketika persaingan memanas/ dan makin tajam/ inikah musuh sesungguhnya?/ rasa, jiwa, dan realita&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Di Puncak Pendakian”, 2026)</strong></p>
<p><strong>KETEGANGANKAH</strong> yang sedang dihadapi oleh Barcelona dalam perpacuan akhir di La Liga menghadapi seteru utamanya, Real Madrid?</p>
<p>Kita menangkap nuansa-nuansa. Ada suasana tertekan. Ada kondisi penuh ketegangan. Ada kecemasan. Ada pula ketakutan. Lalu ditemukan masalah. Kedua klub “musuh bebuyutan” itu saling mengintip dan menyalip. Kita mengenal ungkapan Jawa, “<em>silih ungkih, singa lena&#8230;</em>”. saling mencari celah kelengahan lawan.</p>
<p>Dan, Barcelonakah yang tampak menghadapi ketertekanan di puncak pendakian? Ya, mirip dengan yang dihadapi Arsenal dari rongrongan Manchester City di Liga Primer.</p>
<p>Barca dan Madrid menyisakan 14 laga, dengan rivalitas perebutan trofi yang diperkirakan memanas sampai akhir.</p>
<p>Kekalahan mengejutkan Barca dari Girona pekan lalu membuat Madrid naik memimpin klasemen. Blaugrana gamang, karena ini adalah kekalahan kedua dalam sepekan. Sebelumnya, mereka dihumbalangkan Atletico Madrid 0-4 di semifinal <em>leg</em> pertama Copa del Rey.</p>
<p>Dua hasil buruk itu memunculkan tanda tanya, ada apa dengan Barca? Sedemikian mudahkah gawang Los Cules dibobol dengan gelontoran gol? Ada masalahkah pertahanan mereka yang sebenarnya punya lapis terakhir kiper setangguh Joan Garcia?</p>
<p><strong>Pengakuan Joan Garcia</strong><br />
Sang kiper mengakui, timnya perlu perbaikan di lini pertahanan. Dia menyebut Barca kebobolan terlalu banyak. Mereka baru mencatat 12 <em>cleansheet</em> dalam 38 laga, dan kebobolan 46 gol. Gawang Barca jebol pada setiap laga, dan kini sudah mencapai 25 gol.</p>
<p>“Kami para kiper berusaha menyelamatkan semua tembakan yang datang. Sayangnya, ada lebih banyak peluang daripada yang kami inginkan hari ini. Penyelamatan saya tak berarti banyak jika kami tidak meraih poin,” ujar Garcia seperti dikutip <em>Tribuna</em> (<em>detik.com</em>, 17-02-2026).</p>
<p>Menurut Joan Garcia, Barca perlu meningkatkan performa. “Kami terlalu mudah kebobolan. Kami perlu menganalisis ini. Kami memiliki waktu istirahat sekitar satu minggu tanpa laga di tengah pekan. Ini akan membantu kami menyelesaikan semuanya dan bekerja secara efektif”.</p>
<p>Barcelona kini mempersiapkan diri menjelang laga melawan Levante di pekan ke-25, Minggu besok. Mereka menempati posisi kedua klasemen dengan 58 poin dari 24 laga, dua poin di belakang Madrid yang mengalahkan Real Sociedad 4-1.</p>
<p><strong>Masalah di Pertahanan</strong><br />
Pelatih Hansi Flick juga mengakui kelemahan organisasi pertahanan. Dari keunggulan melalui gol Pau Cubarsi pada menit ke-59, akhirnya disamakan dan diungguli Girona.</p>
<p>Flick enggan membahas keputusan wasit terkait gol kedua Girona yang kontroversial, karena sebelumnya terjadi pelanggaran kepada Jules Kounde. “Saya tidak ingin berbicara tentang itu. Semua orang melihat situasi sebelum gol kedua. Girona pantas menang,” katanya.</p>
<p>Dia menilai, timnya menunjukkan pertahanan yang sangat buruk, terutama dalam situasi transisi. Timnya terlalu terbuka, dan lini tengah tidak berada pada posisi yang semestinya. Ini adalah alarm yang membutuhkan penangkal secepatnya (<em>bola.com</em>, 17-02-2026).</p>
<p>Kata Flick, masalah yang dihadapi bukan hanya kesalahan individu, tetapi juga koordinasi antarlini yang lemah. Sering terlambat menutup ruang, sehingga lawan mudah merambah ke kotak penalti tanpa mendapatkan tekanan yang berarti.</p>
<p>“Tim ini belum mencapai kondisi mental dan taktik yang optimal. Kami tidak merasa nyaman dan tidak menempatkan diri dengan baik. Tim ini tidak berada dalam kondisi yang bagus sekarang. Kami harus tenang dan kembali menjadi seperti sebelumnya,” ucap pelatih asal Jerman itu.</p>
<p>Barcelona masuk ke fase persaingan dengan Real Madrid yang menuntut kesiapan sebagaimana sering mereka hadapi pada musim-musim sebelumnya. Kematangan mental dan ketenangan menjadi penopang utama dari restorasi teknis terkait pertahanan yang diketahui rapuh. Kita menunggu perbaikan apa yang akan dilakukan Flick. Selama ini, Barca dikenal sebagai tim dengan produktivitas gol tinggi, namun kini mereka disibukkan oleh kerapuhan pertahanan.</p>
<p>Fase ketegangan seperti ini memang biasa muncul pada saat-saat menentukan. Ada-ada saja masalahnya. Di Liga Primer, Arsenal mengalami dalam tiga musim terakhir. Sangat dijagokan meraih trofi, namun terpeleset di saat-saat akhir. Apakah ini adalah musim mereka untuk berjaya, seperti juga Barcelona yang berjuang mempertahankan gelar juara?</p>
<p>Lamine Yamal dkk perlu secepatnya memperbaiki kelemahan yang jarang mereka alami sebelumnya. Apakah kerapuhan pertahanan itu dipicu oleh ketegangan menghadapi persaingan yang makin membara?</p>
<p>Anda pasti paham, kondisi ini pada sisi lain, menumbuhkan kepercayaan diri bagi para rival, terutama Real Madrid&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/21/barca-kegamangan-di-akhir-perpacuan">Barca, Kegamangan di Akhir Perpacuan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Barcelona, Brazil, dan Dunia Punya Raphinha</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/01/31/barcelona-brazil-dan-dunia-punya-raphinha</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2026 10:00:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Kecepatan]]></category>
		<category><![CDATA[Lamine Yamal]]></category>
		<category><![CDATA[layanan]]></category>
		<category><![CDATA[Magnet]]></category>
		<category><![CDATA[panggung]]></category>
		<category><![CDATA[Pedri]]></category>
		<category><![CDATA[Raphinha]]></category>
		<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Teknis Prima]]></category>
		<category><![CDATA[Visi misi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=542254</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // sepenting apakah Raphinha/ bagi Barcelona/ bagi Brazil/ dan bagi dunia sepak bola?/ takkan ada yang meragukan/ menyimak statistik dan permainannya/ semua bakal serta merta mengakui/ : dia memang berbeda&#8230;// (Sajak “Raphinha”, 2026) DUA liga mengetengahkan nyala euforia dan ekspresi yang berbeda, tetapi hakikatnya serupa. Pekan lalu, dua kegembiraan itu membuncah. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/31/barcelona-brazil-dan-dunia-punya-raphinha">Barcelona, Brazil, dan Dunia Punya Raphinha</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-542260 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-3-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-3-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-3-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-3.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></p>
<p><em>// sepenting apakah Raphinha/ bagi Barcelona/ bagi Brazil/ dan bagi dunia sepak bola?/ takkan ada yang meragukan/ menyimak statistik dan permainannya/ semua bakal serta merta mengakui/ : dia memang berbeda&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Raphinha”, 2026)</strong></p>
<p><strong>DUA</strong> liga mengetengahkan nyala euforia dan ekspresi yang berbeda, tetapi hakikatnya serupa.</p>
<p>Pekan lalu, dua kegembiraan itu membuncah. Di Liga Primer, fans Manchester United meluapkan suka cita berkat dua kemenangan penting bersama pelatih sementara Michael Carrick. Sementara di La Liga, gol akrobatik Lamine Yamal ke gawang Real Oviedo dipuji setinggi langit oleh pelatih Guillermo Almada. Kata dia, itu adalah gol anggitan pemain dari galaksi yang lain.</p>
<p>Dan, apakah Anda menyimak gol sebelumnya? Gol kedua yang dicetak oleh Raphinha dalam kemenangan 3-0 Barcelona di Stadion Camp Nou, itu punya bobot dan seni yang tak kalah bernilai.</p>
<p>Bola cungkil atau <em>chip</em> melewati kiper Escandell itu merupakan produk kejeniusan yang menggabungkan kecepatan, ketenangan, <em>timing</em>, dan seni penguasaan bola kelas “dewa”. Kombinasi kemampuan ini menjadi salah satu eksepsionalitas Raphinha yang sudah sering dinikmati oleh Barcelona.</p>
<p>Raphinda adalah salah satu maestro gol Barcelona di samping Lamine Yamal, Robert Lewandowski, Fermin Lopez, dan Dani Olmo.</p>
<p><strong>Salah Satu Maestro</strong><br />
Memosisikan Raphinha sebagai salah satu pemain terbaik dunia saat ini, tak bisa ditampik adalah sebuah “keharusan”. Barcelona telah merasakan kontribusinya, Brazil menemukannya sebagai salah satu mutiara paling berharga, dan dunia memiliknya sebagai bakat yang kini berjajar di level elite.</p>
<p>Maka simaklah apa reaksi Hansi Flick, pelatih Barcelona ketika tahun lalu nama Raphinha tidak termasuk dalam jajaran pemain terbaik FIFA 2025. “Ini lelucon. Pengaruh Raphinha luar biasa. Kita melihat gol-golnya, permainannya, <em>assist</em>-nya, dia luar biasa, dan sungguh lelucon bahwa dia tidak masuk dalam sebelas pemain ideal. Ini tidak adil, dan saya harus mengatakannya,” kata pelatih asal Jerman itu dengan emosional.</p>
<p>Tentu Anda menyimak bagaimana penampilan Raphinha di partai puncak Piala Super Spanyol 2026 di Jeddah, beberapa waktu lalu. Barca menang 3-2 atas Real Madrid, dan hasil El Clasico itu ditentukan antara lain oleh dua eksekusi luar biasa Raphinha, dengan seni mencetak gol yang langka.</p>
<p>Mudah untuk menyimpulkan, betapa vital peran pemain ini dengan kemampuan gol-gol yang eksepsional itu. Hansi Flick tak sedikit pun meragukan Raphinha merupakan figur penentu bagi momen-momen penting Barca.</p>
<p><strong>Nominee Ballon d’Or</strong><br />
Raphinha menjadi <em>nominee</em> peraih Ballon d’Or 2025, dan finis di peringkat kelima di bawah Oesman Dembele, Lamine Yamal, Vitinha, dan Mohamed Salah. Fans Barca tidak terima, menganggap peringkat kelima bagi Raphinha adalah sebuah “perampokan”. Sang bintang dinilai punya posisi lebih baik. Sepanjang 2025, dia tampil luar biasa, membantu Barcelona meraih trofi La Liga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol. Dia membukukan 34 gol dan 25<em> assist</em> di semua ajang.</p>
<p>Pemain kelahiran 14 Desember 1996 di Porto Alegre dengan nama asli Raphael Dias Belloli ini didatangkan Barca dari Leeds United pada 2022. Awalnya dia mengalami kesulitan beradaptasi dengan gaya bermain di La Liga, namun kemudian berkembang menjadi elemen penting Blaugrana sebagai pencetak gol penting, bahkan dipercaya sebagai kapten tim. Dia menjadi bagian dari tim nasional Brazil di Piala Dunia 2022 dan Copa America 2024.</p>
<p>Dia berteman dekat dengan Bruno Fernandes, kapten Manchester United yang pernah menjadi rekan satu tim di Sporting CP. Fernandes-lah yang pada 2018 meyakinkan Raphinha untuk bergabung dengan Leeds United, dengan mengatakan gaya permainannya bakal cocok dengan Liga Primer. Dan, nyatanya dari Liga Portugal dia bisa cepat beradaptasi dengan karakter sepak bola Inggris.</p>
<p><strong>Berkat Hansi Flick</strong><br />
Bagi Raphinha, sosok terpenting yang memberinya kenyamanan di Barcelona adalah Hansi Flick. Dia mengaku sempat berniat pergi dari Barca, tetapi diurungkan karena kehadiran Flick. Kontribusi gelandang serang itu terus berkembang sejak kedatangan Flick pada 2024 untuk menggantikan Xavi Hernandez.</p>
<p>Awalnya, pengidola Neymar Junior itu diribetkan oleh masalah konsistensi. Ketika tiba dari Leeds United pada Juli 2022, Raphinha menunjukkan beberapa momen berkualitas, tetapi permainannya tidak konsisten. Pada dua musim awal di Barca, dia sering dirotasi dan memulai laga dari bangku cadangan. Dia 11 tampil sebagai pemain pengganti, hanya 42 kali menjadi <em>starter</em> dari 76 laga.</p>
<p>Kontribusinya kini meningkat drastis, dengan peran taktis yang tak lagi diragukan. Pemain 29 tahun ini menjadi salah satu kunci Barcelona dalam laga-laha besar.</p>
<p>“Jika Hansi Flick tidak datang, saya pasti sudah meninggalkan Barca. Dia mengubah segalanya,” katanya, seperti dikutip dari <em>BBC</em> (<em>detik.com</em>, 15 Januari 2026). Menurut Raphinha, Hansi Flick memberi keyakinan bahwa dia akan menjadi pemain penting, dengan advis penting, bahwa yang dibutuhkan seorang pemain adalah kepercayaan diri.</p>
<p>Di bawah Xavi, Raphinha tampil sebanyak 87 kali, mencetak 20 gol dan 23 <em>assist</em>. Sedangkan bersama Flick, dia memainkan 74 laga dengan 45 gol dan 26 <em>assist</em>.</p>
<p>Kerja samanya terutama dengan Lamine Yamal dan Robert Lewandowski membentuk barisan penyerang Barca yang mengerikan bagi lawan. Ketiganya saling menopang dalam memberi umpan dengan hasil akhir gol. Musim ini, perkembangan peningkatan konsistensi ketajaman Fermin Lopez, memperkaya permutasi kerja sama Raphinha dengan para penyerang Barca.</p>
<p>Walaupun menunjukkan kolaborasi kental dengan para penyerang lainnya, Raphinha tak ragu menilai figur kunci bagi permainan Barca adalah Pedri Gonzales, gelandang serang yang dia sebut sebagai “nyawa tim” dan “roh permainan”.</p>
<p>Ya, di samping Lamine Yamal dan Pedri, Raphinha menjadi magnet khusus di panggung Barcelona dengan pertunjukan kecepatan, teknis prima, visi layanan umpan, dan seni mencetak gol.</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/31/barcelona-brazil-dan-dunia-punya-raphinha">Barcelona, Brazil, dan Dunia Punya Raphinha</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bara yang Disuburkan oleh Kemasan Media</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/01/17/bara-yang-disuburkan-oleh-kemasan-media</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2026 10:00:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Aura Permusuhan]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Bundesliga]]></category>
		<category><![CDATA[Derby Milan]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[real madrid]]></category>
		<category><![CDATA[Rivalitas]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=539767</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // api tak kunjung padam/ terus membara/ dalam label klasik/ Real Madrid versus Barcelona/ : sepanjang media menyajikan/ memperpanjang perseteruan/ menjadikannya permusuhan abadi// (Sajak “El Clasico”, 2026) SIAPAKAH yang mempersubur rivalitas, perseteruan panas antara Real Madrid dan Barcelona? Pertanyaannya sama, ketika kita menyadari ada “api” yang terus menyala, atau dinyalakan untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/17/bara-yang-disuburkan-oleh-kemasan-media">Bara yang Disuburkan oleh Kemasan Media</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-539768 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// api tak kunjung padam/ terus membara/ dalam label klasik/ Real Madrid versus Barcelona/ : sepanjang media menyajikan/ memperpanjang perseteruan/ menjadikannya permusuhan abadi//</em><br />
<strong>(Sajak “El Clasico”, 2026)</strong></p>
<p><strong>SIAPAKAH</strong> yang mempersubur rivalitas, perseteruan panas antara Real Madrid dan Barcelona?</p>
<p>Pertanyaannya sama, ketika kita menyadari ada “api” yang terus menyala, atau dinyalakan untuk mengobarkan aura permusuhan, misalnya antara dua Manchester: United dan City, atau Manchester Merah dan Manchester Biru.</p>
<p>Di Liga Seri A, ada laga Derby Milan yang sarat gengsi: Internazionale Milan versus AC Milan, atau di Bundesliga antara Bayern Muenchen dan Borussia Dortmund dengan label Der Klassiker. Atau dalam skala tertentu, di Liga Super Indonesia kita mengenal laga panas Persib Bandung vs Persija Jakarta, dan Persebaya Surabaya vs Arema Malang.</p>
<p>Siapa yang menyalakan, siapa pula yang merawat, dan siapa menyuburkannya?</p>
<p>Dasar-dasar perseteruan memang sudah ada dari latar sejarah kedua kubu, yang disadari atau tidak, menarik minat media untuk mengolah, mengeksploitasi, menjadi sajian yang terkemas dalam sebuah daya tarik, dan ujungnya: viral. Sudut pandangnya memberi realitas ada pertentangan berbasis elemen-elemen penyubur penuh emosi, primordi, mungkin pula politik, yang menciptakan <em>magnitude</em>.</p>
<p>Media mengolah setiap potensi pertemuan panas itu dengan indikator-indikator yang terkait dengan perkembangan terkini, pemicu, dan langkah-langkah kedua klub menyiapkan diri ke laga terbaru. Bahkan dengan <em>framing</em> yang dipilih menonjolkan<em> angle-angle</em> tertentu.</p>
<p>El Clasico Real Madrid vs Barcelona, misalnya, bergerak dengan dinamika yang digiring oleh opini media, sejak 1929. Duel ini, sama seperti laga-laga klasik di sejumlah liga, membara dengan berbagai indikator latar belakang dan representasi penyulutnya. Latar politik Spanyol di belakang kedua klub juga “menyuarakan” emosi tersendiri pada setiap pertemuan mereka. El Clasico berlatar belakang perlawanan bangsa Catalan yang direpresentasikan oleh Barelona terhadap kekuasaan diktatorial Jendeal Franco di Ibu Kota Spanyol, Madrid.</p>
<p><strong>“Perang Propaganda”</strong><br />
Di ranah media, Madrid disokong oleh <em>AS</em> dan <em>Marca</em>, sedangkan Barcelona didukung <em>Sport</em> dan <em>Mundo Deportivo</em>. Keempat media ini sering terlibat adu opini yang beraksen “perang propaganda” demi menciptakan berita-berita bombastis dan viral, yang tentu berpengaruh dalam politik pemberitaan dengan <em>framing</em> masing-masing.</p>
<p>Peran media dalam penyuburan representasi identitas sebuah klub, benar-benar tercermin dari pemberitaan tentang El Clasico. Sangat terasa bagaimana tensi laga klasik ini dieksploitasi. Duel ini menjadi fenomena global, yang oleh setiap media diapungkan menjadi bagian terpenting dalam sepak bola internasional. Penggemar Barca dan Madrid di seluruh dunia punya cara sendiri dalam meng-<em>up date</em> perkembangan klub yang didukungnya.</p>
<p>Sepekan lalu, baru saja kita simak final Piala Super Spanyol di Stadion Raja Abdullah, Jeddah, Arab Saudi, mengetengahkan El Clasico yang dimenangi 3-2 oleh Barcelona.</p>
<p>Superioritas Barca begitu terasa di partai puncak itu. Pada sisi lain “luka” Madrid makin menganga. Penegasan dominasi Les Cules tergambar dari lima pertemuan terakhir. Di La Liga (26 Oktober 2025) Real Madrid 2-1 Barcelona; La Liga (11 Mei 2025) Barcelona 4-3 Real Madrid; final Copa del Rey (24 April 2025) Barcelona 3-2 Real Madrid; final Piala Super Spanyol (12 Januari 2025) Real Madrid 2-5 Barcelona; dan La Liga (26 Oktober 2024) Real Madrid 0-4 Barcelona.</p>
<p>Sejak pertemuan pertama dua raksasa Spanyol itu pada 1929, Real Madrid masih unggul satu strip dengan 106 kali menang, Barcelona membukukan 105 kemenangan, dan seri 52 kali. Kedua klub akan kembali bertemu pada 10 Mei 2026 mendatang.</p>
<p><strong>Lebih Meyakinkan</strong><br />
Menjelang keberangkatan ke Jeddah, Barcelona didukung oleh rekor <em>head to head</em> yang lebih meyakinkan. Mereka mengemas empat kemenangan dari lima pertemuan sejak awal 2024-2025. Namun dalam laga terakhir di Santiago Bernabeu, Oktober silam Blaugrana kalah 1-2 di hadapan fans Madrid.</p>
<p>“Kekalahan di liga itu sangat sulit buat kami, rasanya menyakitkan, tetapi sekaligus menjadi motivasi tambahan untuk pertandingan besok,” kata bek serba bisa Barca, Eric Garcia di laman resmi klub.</p>
<p>Bagi dia, momen final Piala Super itu adalah kesempatan untuk membalas, namun yang terpenting adalah memenangi trofinya. “Jika kami bisa memperbaiki aspek-aspek yang kurang bagus di Bernabeu, maka saya yakin kami akan mendapatkan hasil yang bagus,” ucapnya. (<em>detik.com</em>, 11 Januari 2026).</p>
<p>Setelah kekalahan di Bernabeu itu, Barca memenangi 12 dari 14 laga berikutnya di semua kompetisi dengan hanya sekali kalah. Eric Garcia dkk membukukan sembilan kemenangan berturut-turut, termasuk saat menggulung Athletic Bilbao 5-0 di semifinal Piala Super Spanyol.</p>
<p>Dan, langsung atau tidak langsung, hasil El Clasico terakhir itu memicu pemberhentian Xabi Alonso, hanya kurang dari 24 jam setelah Real Madrid kalah dari Barcelona di final Piala Super Spanyol.</p>
<p>Pelatih yang didatangkan dari Bayer Leverkusen untuk menggantikan Carlo Ancelotti itu baru memimpin tim dalam 34 laga, memberi 24 kemenangan, 4 kali imbang, dan 6 kali kalah di semua kompetisi. Hasil yang tidak buruk, sebenarnya, mencatat 70 persen lebih kemenangan.</p>
<p>Momen ini menggambarkan, betapa persaingan Madrid dengan Barca bisa memberi tafsir emosional yang sangat cepat, antara lain dalam menilai kapasitas seorang taktikus. Alonso dan para pemain tidak menduga akan ada keputusan manajemen Los Blancos sedrastis itu.</p>
<p>Hubungan Xabi Alonso dengan sejumlah pemain memang kurang harmonis, namun pemberhentian itu, bagaiamanapun cukup mengejutkan. Dan, yang dijadikan momentum rupanya adalah El Clasico.</p>
<p>Ya, setiap pertemuan menambah catatan sejarah yang makin menegangkan. Setiap laga bakal menyemaikan bara dendam baru. Luka pun makin memperdalam rivalitas. Dan, oleh media, setiap elemen pertandingan bisa dijadikan indikator yang mempersubur ketegangan, baik menjelang, pada saat, maupun setelahnya.</p>
<p>Di seluruh dunia, media mem-<em>blow up</em>-nya dalam daya tarik mediatika, dengan beragam elemen yang menjadikan El Clasico sebagai pusat. Dari statistik, kisah pemain utama dan bintang baru, transfer-transfer kontroversial, statemen, hingga berbagai potensi sentuhan emosional.</p>
<p>Ke depan, bara perseteruan itu tampaknya tidak akan mereda. Media tetap memosisikan duel klasik itu sebagai daya tarik sepak bola yang tak hanya berpusar tentang olahraga ini. Dia &#8212; El Clasico &#8212; menjadi ekosistem dalam kehidupan masyarakat yang mengetengahkan drama politik, representasi identitas sebuah komunitas, dan aneka drama sepak bola. Dalam laga ini, olahraga hanya menjadi bagian dari subsistem, selebihnya adalah representasi kehidupan manusia.</p>
<p>Dan, El Clasico menjadi makin membara dalam kemasan pemberitaan media&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.id">Suarabaru.id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/17/bara-yang-disuburkan-oleh-kemasan-media">Bara yang Disuburkan oleh Kemasan Media</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pep Guardiola dalam “Rekor Gila”</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/11/15/pep-guardiola-dalam-rekor-gila</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Nov 2025 10:00:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Alex Ferguson]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Cristiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Diego Maradona]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[pele]]></category>
		<category><![CDATA[pep guardiola]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Zinedine Zidane]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=507249</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // apa lagi yang diincar/ untuk mempertajam catatan/ capaian baru/ eksepsionalitas tak tersamai/ sebagai pengecualian/ dengan para kompetitor// (Sajak “Pep Guardiola”, 2025) MANUSIA rekor. Sebutan itu layak disampirkan kepada sejumlah tokoh sepak bola dengan tingkat pengecualian tiada tara. Katakanlah, Anda akan menoleh ke sejarah lama untuk mengenang Edson Arantes Do Nascimento [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/15/pep-guardiola-dalam-rekor-gila">Pep Guardiola dalam “Rekor Gila”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-507251 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// apa lagi yang diincar/ untuk mempertajam catatan/ capaian baru/ eksepsionalitas tak tersamai/ sebagai pengecualian/ dengan para kompetitor//</em><br />
<strong>(Sajak “Pep Guardiola”, 2025)</strong></p>
<p><strong>MANUSIA</strong> rekor. Sebutan itu layak disampirkan kepada sejumlah tokoh sepak bola dengan tingkat pengecualian tiada tara.</p>
<p>Katakanlah, Anda akan menoleh ke sejarah lama untuk mengenang Edson Arantes Do Nascimento alias Pele. Lalu memosisikan Diego Maradona, Zinedine Zidane, Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, dan kini Pep Guardiola, setelah sebelumnya kita juga tidak mungkin meninggalkan nama Alex Ferguson.</p>
<p>Eksepsionalitas itu tak hanya terkait dengan kemampuan untuk membedakan nama-nama itu dari yang lain, namun membawa warna kepada dunia sepak bola lewat catatan dan angka-angka. Bagai cerita, tetapi nyata.</p>
<p>Dan, Minggu dinihari lalu, ketika Manchester City menjamu Liverpool di Stadion Etihad, catatan berbeda itu dibuat oleh Pep Guardiola. Dia melengkapi diri sebagai “manusia rekor”, masuk “klub 1.000”, pelatih yang memimpin tim dalam laga yang ke-1.000. Pria Spanyol itu mengukirnya bersama tiga klub &#8212; Barcelona, Bayern Muenchen, Manchester City &#8212; sejak 2007.</p>
<p>Ke-1.000 laga Pep itu dicatat bersama Barcelona B (42 laga), Barcelona (247), Bayern Muenchen (161), dan The Citizens (549). Dalam 18 karier kepelatihannya, dia membukukan 36 trofi, termasuk 12 gelar dari tiga liga yang berbeda. Pep mengukir 716 kemenangan atau sebanyak 71 persen.</p>
<p>Laga ke-1.000 itu menjadi makin berkesan bagi Pep, karena ditandai dengan kemenangan 3-0 City atas Liverpool.</p>
<p><strong>Apresiasi Alex Ferguson</strong><br />
Pelatih legendaris Manchester United, Alex Ferguson secara khusus memberi ucapan selamat dan apresiasi kepada Pep Guardiola. “Saya sangat senang menyambut Anda bergabung dengan League Managers Assosiation Hall of Fame 1.000 club yang bergengsi”, kata Sir Alex, seperti dikutip <em>ESPN</em> (<em>detik.com</em>, 8 November 2025).</p>
<p>Ferguson mencatat lebih dari 2.000 pertandingan, termasuk ketika menangani Manchester United (1986-2013) dengan 49 trofi (38 bersama MU). Manajer asal Skotlandia itu memuji capaian Pep Gardiola, “Cinta dan hasrat Anda yang mendalam terhadap sepak bola selalu begitu nyata. Anda patut bangga atas dampak tak terlupakan nyang terus Anda berikan di dunia sepak bola global”.</p>
<p>Selain Sir Alex, nama lain yang termasuk “klub 1.000” adalah Brian Clough yang identik dengan Nottingham Forest, dan Sir Matt Busby yang dikenal sebagai legenda Liverpool.</p>
<p>Pep mengaku kaget sampai ke catatan tersebut. Dia tidak pernah mengira bisa mendapatkan kemenangan sebanyak itu, dengan persentase yang besar selama berkarier. “Kami sudah melakukan banyak hal luar biasa di Barcelona, Bayern Munich, dan di sini. Luar biasa. Sangat sulit meraihnya,” ucap dia.</p>
<p>Dengan tetap merendah, Pep mengakui, level tersebut dicapai berkat bantuan para pemain top di setiap tim yang ditangani. Setelah itu, dia menekankan kesuksesan itu pada fondasi kerja keras, dedikasi, cinta, semangat, dan untuk tidak kalah dari siapa pun.</p>
<p><strong>Genius</strong><br />
Pep Guardiola dikenal sebagai pelatih genius, mengembangkan filosofi <em>pressing football</em> yang diwariskan oleh mentornya, Johan Cruyff. Saat legenda Belanda itu mengarsiteki Barcelona, Pep bermain sebagai “murid” yang menyerap pemikiran tentang taktik dan filosofinya.</p>
<p>Ketika meneruskan tugas Frank Rijkaard sejak 2007, konsep bermain Barca dipertajam lebih dari <em>pressing football</em>. Pep mendoktrinkannya mirip “ideologi”. Permainan Blaugrana beraksen <em>possession football</em>, yang kemudian dikenal sebagai<em> tiki-taka</em>. Skema taktik menyerang ini bertumpu pada umpan-umpan pendek cepat dengan penguasaan intens bola, mengendalikan permainan, dan mencari celah pertahanan lawan.</p>
<p>Barca begitu superior dari 2007 hingga 2012. Pep menerapkan filosofi itu di Bayern Muenchen (2013-2016). Die Bayern dominan di Bundesliga, namun kurang sukses di Eropa. Para legenda klub mengkritik,<em> tiki-taka</em> ala Barcelona tidak cocok diterapkan sebagai karakter bermain di Bayern. Ketika pindah ke Manchester City pada 2016, dia mengubah klub itu menjadi kekuatan utama Liga Primer, bertumpu pada <em>possession football</em> yang mirip karakter Barcelona.</p>
<p>Kiranya benar apa kata Alex Ferguson, filosofi sepak bola Pep punya dampak global yang takkan terlupakan. Ketika mengilas balik Barcelona 2007-2012, publik sepak bola dunia bakal mencatatnya sebagai warisan yang tidak ada duanya.</p>
<p>Tim nasional Spanyol pun, kendati diarsiteki oleh para pelatih yang tak berlatar belakang Barcelona, cenderung menampilkan performa <em>tiki-taka</em> sebagai karakter permainan La Furia Roja, terutama ketika meraih trofi Euro 2008 (Luis Aragones), juara dunia 2010 dan Euro 2021 (Vicente del Bosque), dan kampiun Euro 2024 (Luis de la Fuente)&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/15/pep-guardiola-dalam-rekor-gila">Pep Guardiola dalam “Rekor Gila”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ousmane Dembele: Introspeksi, Kebangkitan, dan Ballon d’Or</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/09/27/ousmane-dembele-introspeksi-kebangkitan-dan-ballon-dor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 10:00:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ballon d'Or]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Borussia Dortmund]]></category>
		<category><![CDATA[Masour Ousmane Dembele]]></category>
		<category><![CDATA[Paris]]></category>
		<category><![CDATA[Paris St Germain]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Theatre du Chatelet]]></category>
		<category><![CDATA[Trofi]]></category>
		<category><![CDATA[Wonderkid]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=498338</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // kehidupan acap tak terbayangkan/ bergerak dalam misteri roda/ kemarin seperti apa/ hari ini bagaimana/ esok lain pula&#8230;// (Sajak “Oesman Dembele”, 2025) PERNAHKAH Anda membayangkan, Masour Ousmane Dembele naik ke panggung Theatre du Chatelet, Paris, untuk menerima trofi Ballon d’Or, simbol anugerah Pemain Terbaik Dunia? Ya, dari sisi potensi, dia adalah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/09/27/ousmane-dembele-introspeksi-kebangkitan-dan-ballon-dor">Ousmane Dembele: Introspeksi, Kebangkitan, dan Ballon d’Or</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-498346 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/09/BOLA-BOLA-LOGO-3-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/09/BOLA-BOLA-LOGO-3-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/09/BOLA-BOLA-LOGO-3-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/09/BOLA-BOLA-LOGO-3.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// kehidupan acap tak terbayangkan/ bergerak dalam misteri roda/ kemarin seperti apa/ hari ini bagaimana/ esok lain pula&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Oesman Dembele”, 2025)</strong></p>
<p><strong>PERNAHKAH</strong> Anda membayangkan, Masour Ousmane Dembele naik ke panggung Theatre du Chatelet, Paris, untuk menerima trofi Ballon d’Or, simbol anugerah Pemain Terbaik Dunia?</p>
<p>Ya, dari sisi potensi, dia adalah salah satu bintang yang layak menerima. Sejak remaja, Dembele berkembang sebagai pemain muda dengan predikat <em>wonderkid</em>. Klub sekaliber Barcelona pun tak ragu untuk merekrutnya dari Borussia Dortmund, mendampingi Lionel Messi dan Luis Suarez, menggantikan Neymar Junior yang memilih pindah ke Paris St Germain.</p>
<p>Hanya, dari sisi perilaku keseharian, Dembele boleh jadi memang tak tergambarkan bisa meraih level ini. Bukan rahasia lagi, dia punya problem cedera &#8212; mengalami 14 kali di Nou Camp, sehingga harus absen dalam 784 hari &#8211;, di samping masalah disiplin dalam tuntutan atmosfer profesionalitas. Performanya pun tak tertuntaskan di klub Catalan itu.</p>
<p>Tahun ini, Dembele bersaing dengan anak ajaib Barcelona, Lamine Yamal dan rekan seklubnya di PSG, Vitinha sebagai <em>nominee</em> Ballon d’Or. Akhirnya, pada awal pekan kini, dia meraih trofi 2025 itu.</p>
<p>Inilah klimaks kisah pemain yang boleh dibilang sadar memperbaiki diri, berintrospeksi untuk bangkit kembali dari kemandekan kemampuan. Sikap semau sendiri, tidak berdisiplin, dan abai merawat karier adalah ciri menonjol pemain kelahiran Vernon, Prancis 28 tahun silam itu, yang pernah membuat seniornya di Barcelona seperti Messi dan Suarez kesal dan terlampau sering menegurnya.</p>
<p><strong>Pengakuan “Dosa”</strong><br />
Introspeksi, kebangkitan, dan Ballon d’Or adalah rangkaian perjalanan unik Ousmane Dembele. Setelah melewati masa-masa sulit untuk melawan diri sendiri, dia makin menemukan pencerahan di PSG di bawah pelatih Luis Enrique.</p>
<p>Pemain berdarah Mali dan Mauritania itu mengakui, dulu tidak mau menjaga tubuh, mudah mengalami cedera, termasuk tidak bisa berdisiplin. Di Barcelona, selama 2017-2023 dia gagal bersinar seperti ekspektasi talenta besarnya sebagai pemain yang cepat, dan tajam mengiris sayap. Dari berbagai videonya yang bisa diakses di Youtube, aksi-aksi Dembele memperlihatkan kepantasan <em>skill</em> dan visinya sebagai pemain elite dunia.</p>
<p>Ketika memperkuat PSG, sinar Ousmane Dembele benar-benar mencorong pada musim 2024-2025. Dia menjadi tulang punggung Les Parisiens untuk meraih <em>treble</em>: menyapu bersih gelar domestik di Ligue 1, dan membawa PSG mengukir sejarah untuk kali pertama memenangi Liga Champions. Selama semusim lalu, dia membukukan 35 gol dan 16 <em>assist</em>.</p>
<p>Di Liga Champions musim lalu, Luis Enrique pernah memberinya “pelajaran” tentang disiplin. Pelatih asal Spanyol itu tidak memasukkan nama Dembele dalam skuad yang bertandang ke kandang Arsenal di Liga Champions, karena kebiasaannya datang telat dalam latihan, dan tidak pernah memberitahukan alasan mengapa dia terlambat.</p>
<p>Dembele menyatakan, sekarang bisa lebih profesional. Bahkan pada hari libur, dia tetap ke gym, berlatih dengan fisioterapis, dan tekun memulihkan diri. Dia mengakui, dulu cuek dan “menikmati hidup” dengan caranya. Itulah yang antara lain membuat dia sulit mengeluarkan kemampuan terbaik saat membela Barcelona.</p>
<p>Dia berintrospeksi, “Saya suka main <em>game</em> dan nonton teve. Normal saja, ketika itu saya masih muda. Itu menjadi harga yang harus saya bayar mahal. Saya masih muda ketika di sana, usia 20 tahun dan banyak masalah fisik, tetapi hal itu membuat saya banyak belajar”.</p>
<p>Dalam feature <em>BBC</em>, orang-orang terdekat melihat perubahan signifikan Dembele setelah menikahi pacarnya, Rima pada Desember 2021 di Maroko. Tak lama kemudian dia menjadi seorang ayah (<em>detik.com</em>, 24 September 2025).</p>
<p>Pernikahan itu mengejutkan banyak rekannya di Barcelona, karena tidak banyak yang tahu dia punya pasangan. Namun setelah itu performanya berubah. Dembele yang semula suka tidur larut karena bermain gim dan kerap didenda karena terlambat datang ke tempat latihan, tampil lebih baik pada paruh kedua musim 2021-2022. Dia mencetak satu gol dan 11 <em>assist</em> dalam 15 laga di La Liga. Pada musim berikut, Dembele pun mencetak delapan gol dan sembilan <em>assist</em>, membawa Barcelona menjuarai liga untuk kali pertama kalinya sejak kepergian Lionel Messi pada 2021.</p>
<p>Ousmane Dembele tampak lebih bertanggung jawab. Dia menjaga kondisi dengan menyewa ahli nutrisi yang membantunya hidup sehat. Juga dibantu fisioterapis untuk sejumlah perawatan pencegahan.</p>
<p>Pada 2023-2024, ketika mulai memperkuat PSG, dia bisa menjaga level. Dembele mengemas enam gol dan 14 <em>assist</em> untuk membantu klubnya meraih <em>treble</em> domestik, namun dia masih di bawah bayang-bayang Kylian Mbappe yang merupakan ikon klub.</p>
<p>Mbappe menjadi striker utama, sedangkan dia banyak bergerak di sayap. Begitu Mbappe hijrah ke Real Madrid, Luis Enrique menggesernya ke tengah dan membuat dia lebih produktif.</p>
<p><strong>Prancis Keenam</strong><br />
Ousmane Dembele menjadi pemain Prancis keenam yang meraih trofi Ballon d’Or. Sebelumnya, tercatat Raymod Kopa (1959), Michael Platini (1983, 1984, 1985), Jean Pierre-Papin (1991), Zinedine Zidane (1998), dan Karim Benzema (2022).</p>
<p>Banyak talenta hebat yang lahir di Prancis, terutama Kylian Mbappe yang semula digadang-gadang sebagai penerus Lionel Messi, namun Dembele-lah yang akhirnya memenangi anugerah tersebut.</p>
<p>Dia menjadi motor PSG. Satu hal yang menonjol, performanya konsisten, dan bisa menghindari cedera seperti yang dulu sering dia alami. Di PSG dia bahu membahu dengan Desiree Doue, Khvicha Kvaratskhelia, Achraf Hakimi, Vitinha, Nuno Mendez, dan Bradley Barcola.</p>
<p>Walaupun pernah berkonflik, Dembele merasakan peran besar Enrique, dengan mendapat banyak kepercayaan. Pada awal musim, Enrique menekankan agar Dembele berperan sebagai seorang pemimpin di tim, menjadi contoh bagi pemain muda dan pemain senior. “Dia bilang, ketika di depan gawang dan aku tidak bisa menembak, maka aku harus mengoper bola kepada pemain lain di posisi yang lebih baik. Enrique memberiku kebebasan penuh di lapangan,” katanya.</p>
<p>Penampilannya memang tidak se-“bla-bla-bla” seperti karisma para bintang di level Ballon d’Or sebelumnya. Dia tampak kalem dan “tersembunyi”, namun fakta bahwa Ousmane Dembele meraih anugerah tertinggi, itu membuktikan dia pantas berada di orbit utama, baik di jajaran tim nasional Prancis maupun di deretan pemain elite dunia.</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/09/27/ousmane-dembele-introspeksi-kebangkitan-dan-ballon-dor">Ousmane Dembele: Introspeksi, Kebangkitan, dan Ballon d’Or</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mereka dalam Sorotan, Mereka dalam Penilaian</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/08/30/mereka-dalam-sorotan-mereka-dalam-penilaian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Aug 2025 10:00:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Bayern Munchen]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Rio Ngumoha]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Transfer]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=493321</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // hanya gol dan aksi-aksi pembeda/ yang bakal menjawab/ apa pun penilaian/ apa pun sorotan/ waktu pula yang memaparkan/ : dia berguna/ atau sia-sia&#8230;// (Sajak &#8220;Kalkulasi Transfer&#8221;, 2025) CARA apa yang paling tepat untuk membungkam komentar-komentar miring atau meragukan? Cukup dengan jawaban: gol, atau unjuk pengaruh nyata dalam permainan. Gol adalah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/08/30/mereka-dalam-sorotan-mereka-dalam-penilaian">Mereka dalam Sorotan, Mereka dalam Penilaian</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="size-full wp-image-493322 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/08/logo-bola-bola-3.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/08/logo-bola-bola-3.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/08/logo-bola-bola-3-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" /><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// hanya gol dan aksi-aksi pembeda/ yang bakal menjawab/ apa pun penilaian/ apa pun sorotan/ waktu pula yang memaparkan/ : dia berguna/ atau sia-sia&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Kalkulasi Transfer&#8221;, 2025)</strong></p>
<p><strong>CARA</strong> apa yang paling tepat untuk membungkam komentar-komentar miring atau meragukan?</p>
<p>Cukup dengan jawaban: gol, atau unjuk pengaruh nyata dalam permainan.</p>
<p>Gol adalah tujuan akhir permainan sepak bola. Sedangkan pengaruh hadir dari faktor pembeda oleh salah satu elemen pertandingan.</p>
<p>Dari harapan terciptanya gol-gol dan peningkatan bobot permainan, seorang pemain dinilai, dipilih, lalu dipinang, diikat kontrak sebagai bagian dari tim.</p>
<p>Intinya, dia diplot sebagai faktor pembeda untuk memberikan nilai lebih yang bisa mengubah jalannya pertandingan. Entah dengan golnya, entah dengan aksi-aksinya.</p>
<p><strong>Wajah 2025-2026</strong><br />
Musim 2025-2026 ini, sejumlah nama menjadi buah percaturan untuk direkrut dan digadang-gadang sebagai pembeda. Liverpool misalnya, melabuhkan Florian Wirtz dari Bayer Leverkusen. Masih pula The Reds mengejar Alexander Isak dari Newcastle United walaupun sudah berhasil memperoleh Hugo Ekitike.</p>
<p>Selain Wirtz dan Ekitike, Liverpool mendatangkan Jeremie Frimpong, Milos Kerkez, Armin Pecsi, dan Freddie Woodman. Pasukan Anfield juga merekrut Giovanni Leoni dari Parma. Bahkan masih mengincar Marc Guehi (Crystal Palace). The Reds juga punya anak ajaib 17 tahun yang diambil dari Akademi Chelsea, Rio Ngumoha.</p>
<p>Arsenal mengambil Viktor Gyokeres dari Sporting CP. Ini adalah transfer cukup kompleks bagi Meriam London, penuh tarik ulur. Gyokeres belum memperlihatkan taji di partai perdana melawan MU, namun mulai unjuk diri di laga berikut menghadapi Leeds United. Bukan hanya mencetak dua gol, dia juga terpilih sebagai <em>Man of the Match</em>.</p>
<p>Di luar pemain asal Swedia itu, Arsenal membeli Kepa Arrizabalaga. Noni Madueke (Chelsea), Martin Zubimendi (Real Sociedad), Christian Norgaard (Brentford), dan Cristhian Mosquera (Valencia).</p>
<p>Sementara itu, untuk mempertajam barisan penyerang, Manchester United merekrut Bryan Mbeumo (Brentford), Mathias Cunha (Wolves), dan Benjamin Sesko (RB Leipzig). Juga Diego Leon, gelandang muda asal klub Cerro Porteno, Paraguay untuk memperkaya lini tengah.</p>
<p>Mengawali musim, MU mencatat sekali kalah, 0-1 dari Arsenal, dan seri 1-1 dengan Fulham. Yang mengkhawatirkan, di ajang Carabao Cup, MU kalah dari Grimsby Town 11-12 lewat adu penalti. Aib bagi MU, karena Grimsby adalah klub divisi empat.</p>
<p>Amorim masih harus bekerja keras lagi memperbaiki performa MU. Ini mengisyaratkan, Setan Merah harus bersabar untuk bangkit. Bakal membaikkah MU? Tentu belum secepat itu untuk menjadi penantang trofi, ketika Amorim pun kini diam-diam diragukan. Bahkan kini telah muncul nama yang diapungkan sebagai pengganti: Gareth Southgate.</p>
<p>Sedangkan Barcelona agak di luar dugaan menerima Marcus Rashford sebagai pemain pinjaman dari MU, dalam kondisi Rashford sudah tidak masuk dalam skema pelatih Ruben Amorim. Pelatih Hansi Flick tidak banyak merombak tim, dengan memaksimalkan skema yang dia andalkan pada musim sebelumnya.</p>
<p>Liverpool, sang juara bertahan, tetap diunggulkan. Manchester City yang musim lalu babak belur, belum terbayangkan pulih dari persoalan mentalitas. Kekalahan 0-2 dari Tottenham Hotspur di Etihad, pekan lalu, menjadi gambaran proses pemulihan oleh taktikus Pep Guardiola. Dia harus memperbaiki berbagai celah akibat rentetan hasil buruk musim lalu.</p>
<p>Arsenal diprediksi bisa memperkuat diri lewat rangkaian pengalaman pelatih Mikael Arteta, yang tiga musim sebelum ini melempem justru mendekati akhir kompetisi.</p>
<p>Pada sisi lain, Anda tidak bisa meninggalkan Chelsea dari percaturan gelar. Di bawah Enzo Maresca, The Blues telah membuktikan bisa menjadi juara dunia antarklub. Di awal musim, Chelsea menggaungkan tantangan dengan menggilas West Ham United 5-1, diikuti kalimat motivasi Maresca, &#8220;Chelsea bukan Cole Palmer FC&#8230;&#8221;</p>
<p>Artinya, Pasukan Stamford Bridge tidak bergantung hanya pada superioritas Cole Palmer, gelandang serang produktif yang musim lalu menjadi pusat permainan. Apalagi kini mereka punya Estevao Willian, wonderkid asal Brazil dengan segala potensi keajaibannya.</p>
<p>Chelsea memboyong banyak pemain baru, yakni Dario Essugo (Sporting CP), Liam Delap (Ipswich Town), Mamadou Sarr (Strasbourg), Joao Pedro (Brighton), Jamie Gittens (Borussia Dortmund), Jesse Derry (Crystal Palace), dan Jorrel Hato (Ajax).</p>
<p>Di Bundesliga, Bayern Muenchen mengambil Luis Diaz dari Liverpool untuk mendampingi Harry Kane sebagai duet maut. Sedangkan di La Liga, Real Madrid mendapatkan anak ajaib Argentina, Franco Mastantuono yang banyak disebut sebagai penerus Lionel Messi.</p>
<p>Dan, tentu, banyak klub lain yang melakukan langkah-langkah penyegaran dengan transfer penting.</p>
<p><strong>Pertaruhan Langkah</strong><br />
Wajah sejumlah klub dengan renovasi pemain dan skema baru akan diuji di sepanjang musim.</p>
<p>Inilah pertaruhan langkah: apakah kalkulasi transfer mereka memang sesuai ekspektasi, bisa memberi penyegaran permainan, atau gagal memberi bukti dengan menunjukkan diri sebagai pembeda.</p>
<p>Ya, mereka disorot, mereka dinilai.</p>
<p>Dan, bukankah itu adalah hakikat permainan sepak bola, dinamika yang mengalir dalam industri profesional kompetisi?</p>
<p>Ada harapan, ada ikhtiar, dan selanjutnya membaca kenyataan bagi penyegaran manajemen taktik yang ditempuh&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a>, Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/08/30/mereka-dalam-sorotan-mereka-dalam-penilaian">Mereka dalam Sorotan, Mereka dalam Penilaian</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yamal Vs Doue, Calon Penerus Persaingan Messi Vs Ronaldo?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/06/14/yamal-vs-doue-calon-penerus-persaingan-messi-vs-ronaldo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Jun 2025 10:00:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Desire Doue]]></category>
		<category><![CDATA[la liga]]></category>
		<category><![CDATA[Lamine Yamal]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[Ligue 1]]></category>
		<category><![CDATA[Paris Saint Germain]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Prancis]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Spanyol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=478984</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // selalu ada cercah cahaya/ sepak bola tak henti melahirkan talenta/ menciptakan era/ dengan keajaiban-keajaiban/ dan kisah-kisah media// (Sajak “Era Yamal”, 2025) ERA Kylian Mbappe dan Erling Haaland boleh jadi tidak akan memuncak lebih dari level saat ini, tak sampai menandingi era rivalitas sesengit Lionel Messi versus Cristiano Ronaldo. Dalam lebih [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/14/yamal-vs-doue-calon-penerus-persaingan-messi-vs-ronaldo">Yamal Vs Doue, Calon Penerus Persaingan Messi Vs Ronaldo?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-478986 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/06/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/06/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/06/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// selalu ada cercah cahaya/ sepak bola tak henti melahirkan talenta/ menciptakan era/ dengan keajaiban-keajaiban/ dan kisah-kisah media//</em><br />
<strong>(Sajak “Era Yamal”, 2025)</strong></p>
<p><strong>ERA</strong> Kylian Mbappe dan Erling Haaland boleh jadi tidak akan memuncak lebih dari level saat ini, tak sampai menandingi era rivalitas sesengit Lionel Messi versus Cristiano Ronaldo.</p>
<p>Dalam lebih dari satu dekade, Messi dan Ronaldo memusatkan era dalam satu persaingan. Ada nama Neymar Junior, Phil Foden, Robert Lewandowski, Kylian Mbappe, atau Mohamed Salah, namun Messi dan Ronaldo tak tergoyahkan di tingkat “ke-dewa-an” yang tak henti diperbandingkan: siapa yang layak disebut sebagai Greatest of All Times (GOAT), yang terbaik sepanjang masa.</p>
<p>Banyak pula <em>wonderkid</em> yang muncul dan digadang-gadang sebagai The Next Messi atau New Ronaldo, namun tak ada yang konsisten sampai ke level dua pemain itu. Sama, seperti ketika dulu orang menunggu kehadiran Pele baru, Maradona baru, atau Zidane baru, yang akhirnya mewujud dalam performa sehebat Messi dan Ronaldo.</p>
<p>Dalam setahun ini hadir Lamine Yamal Nasraoui Ebana, yang telah menunjukkan peran penting bagi Barcelona dan tim nasional Spanyol. Lalu dari ajang Liga Champions musim ini, hadir “daun muda” lainnya, Desire Doue yang memperlihatkan kontribusi penting bagi permainan sang juara, Paris St Germain.</p>
<p>Keduanya, yang masih 17 dan 19 tahun, dalam gambaran dasawarsa ke depan, terproyeksi sebagai pelanjut persaingan khusus La Pulga vs CR7. Otak-atik media ini mengapung setelah Liga Champions 2025 tuntas dengan jejak penampilan memikat kedua remaja.</p>
<p><strong>Fakta dan Tren Mediatika</strong><br />
Rivalitas untuk membuktikan siapa yang paling layak menyandang predikat GOAT bagai tak pernah berhenti &#8212; terutama dari olahan media &#8211;, walaupun statistik capaian akhirnya menyimpulkan: Messi lebih unggul lewat trofi Piala Dunia 2022, dua kali Copa Amerika 2021 dan 2023, dan penghargaan individual delapan kali Ballon d’Or.</p>
<p>Ronaldo yang meraih Euro 2016 bersama Portugal, lima trofi Ballon d’Or, dan pencetak gol terbanyak dalam sejarah (936 gol untuk tim nasional dan klub), digambarkan sebagai pemain bintang produk kerja keras dan spartanitas disiplin latihan; sedangkan Leo Messi merupakan talenta yang memang dilahirkan untuk menjadi pesepak bola terhebat. Dia memiliki semua aspek teknis yang unggul dibandingkan dengan pesepak bola mana pun.</p>
<p>Dengan segala plus minus, keduanya akan abadi sebagai bagian dari kehebatan para megabintang sepak bola. Mulai dari Garrincha, Jairzinho, Pele, Alberto Di Stefano, Ferenc Puskas, George Best, Franz Beckenbauer, Johan Cruyff, Mario Kempes, Rivelino, Zico, Socrates, Roberto Baggio, Rivaldo, Ronaldo Luiz Nazario, Ruud Gullit, Marco van Basten, Eric Cantona, Zinedine Zidane, Ronaldinho, Diego Maradona, Pablo Aimar, Neymar Junior, dan banyak mutiara lainnya.</p>
<p>Pencapaian kedua “alien“ itu adalah fakta, yang oleh media banyak diolah sebagai tren yang diviralkan menjadi sajian publisitas tak pernah kering. Dari lalu lintas mobilitas klub, aksi-aksi teknis dalam pertandingan, hingga pernak-pernik kehidupan personal. Semua menambah pancaran kekuatan magnetik dari Messi maupun Ronaldo yang sebenarnya memiliki perbedaan performa pribadi: antara kecenderungan sebagai sosok introvert dan ekstrovert.</p>
<p>Begitulah, realitas bicara: Messi dan Ronaldo memberi warna dalam era panjang persaingan. Dunia harus menunggu lama, siapa yang kira-kita bakal menjadi penerus untuk menciptakan era baru, sampai akhirnya muncul dua nama paling menjanjikan: Lamine Yamal dan Desire Doue.</p>
<p><strong>Gambaran Tampilan</strong><br />
Pada usia remaja, 17 tahun, Lamine Yamal menjadi pemain termahal dunia versi CIES Football Observatory dengan nilai 402,3 juta euro (sekitar Rp 7,52 triliun). Dia mengungguli Erling Haaland (Rp 4,48 triliun), dan Kylian Mbappe (Rp3,6 triliun).</p>
<p>Pemain berdarah Maroko dan Guinea Ekuatorial itu menjadi kunci Barcelona. Musim 2024-2025 ini dia mencetak 18 gol dan 21 <em>assist</em> dari 4.548 menit bermain. Dia berkontribusi langsung terhadap 39 gol Blaugrana. Statistik itu diwarnai dengan eksepsionalitasnya: dribel halus penuh magika, cepat dalam menusuk pertahanan lawan, kaki kiri mematikan, dan yang menonjol dia punya visi matang permainan.</p>
<p>Di semifinal Euro 2024, Yamal mencetak gol indah ke gawang Prancis, negara Desire Doue yang memukau di final Liga Champions musim ini. Doue menjadi pemain terbaik PSG dan sangat menonjol saat mengalahkan Internazionale Milan 5-0. Dia menyumbang dua gol.</p>
<p>Pelatih Luis Enrique bisa memoles remaja 19 tahun itu menjadi senjata penting PSG sejak awal 2025, dan menjadi bintang final Liga Champions. Doue bagai menyampaikan pesan, Les Parisiens tidak lagi membutuhkan Neymar maupun Mbappe, dua bintang sebelumnya.</p>
<p>Pemain yang memperkuat Rennes pada 2022-2024 ini, tahun lalu memilih menerima pinangan PSG dan menolak Bayern Muenchen yang juga tertarik menggunakan jasanya. Terbukti, pilihan Doue tidak salah. Dia menjadi pilihan utama Enrique.</p>
<p>Pemain kelahiran Angers 3 Juni 2005 dengan nama asli Desire Nonka-Maho Doue itu disebut-sebut memiliki keanggunan seni sepak bola Brazil. Musim ini dia bermain 3.019 menit, lebih sedikit dari Yamal, dengan mencetak 15 gol.</p>
<p>Sementara itu, tak sedikit yang memperbandingkan, dalam usia 17 tahun, lebih hebat mana capaian Lamime Yamal dengan Messi dan Ronaldo?</p>
<p>Dia telah 100 kali bermain untuk Barca, yang ditandai dengan penampilan ciamik melawan Inter Milan di Barcelona, 1 Mei lalu. Skor akhir 3-3. Yamal menjadi motor serangan, dengan membuka gol lewat aksi individual di kotak penalti. Bahkan ketika Barca dikalahkan La Beneamata 3-4 di San Siro dalam leg kedua, aksi-aksi Yamal juga begitu memikat.</p>
<p>Dalam catatan <em>TNT Sports</em>, Yamal telah jauh meninggalkan Leo Messi dan Ronaldo. Jumlah pertandingan, gol, dan <em>assist</em>-nya melewati Messi dan Ronaldo saat sama-sama berusia 17 tahun.</p>
<p>Yamal telah 100 kali tampil, mencetak 22 gol dan 33<em> assist</em>. Di usia 17, Messi baru bermain 9 kali, membukukan satu gol dan tanpa <em>assist</em>. Sedangkan Ronaldo, yang bermain 19 kali dengan 5 gol dan 4 assist.</p>
<p>Dari segi trofi, Yamal juga jauh melewati. Dia memenangkan gelar La Liga 2023-2024, Copa del Rey 2024-2025, dan Piala Super Spanyol. Bersama tim nasional Spanyol, dia meraih gelar Euro 2024. Dia meraih penghargaan individual Kopa Trophy 2024 sebagai pemain terbaik dunia untuk usia di bawah 21 tahun.</p>
<p>Sedangkan Messi meraih gelar La Liga dan Piala Dunia U20. Ronaldo dalam usia yang sama baru memenangkan gelar Piala Super Portugal.</p>
<p>Nah, kini dunia menunggu, apakah <em>wonderkid</em> lainnya, Desire Doue benar-benar bakal meningkat, menciptakan rivalitas dengan remaja yang menghadirkan puja-puji, Lamine Yamal, menerusi persaingan sengit Messi dan Ronaldo dalam lebih dari satu dasawarsa.</p>
<p>Hingga berakhirnya musim 2024-2025 ini, tengara sudah dinyalakan oleh dua anak ajaib itu, untuk melupakan nama-nama yang lebih dulu mapan seperti Haaland, Mbappe, Vinicius Junior, juga <em>wonderkid</em> lain seperti Jude Bellingham, Cole Palmer, Nico Williams, atau Claudio Etcheverri.</p>
<p>“Anak ini telah melakukan banyak hal dengan sangat baik di klub, dan tim nasional yang sangat membantunya. Suasana yang hebat baginya untuk menunjukkan kualitas. Biarkan dia tumbuh, jangan membuatnya tertekan, sehingga kita dapat menikmati bakat seperti ini selama bertahun-tahun. Saya ingin melepaskan tekanan darinya dan membiarkannya sendiri. Dia punya bakat besar,” ungkap Cristiano Ronaldo di situs UEFA (<em>detik.com</em>, 8 Juni 2025).</p>
<p>Simak pula kata Pep Guardiola, pelatih legendaris yang mengikuti perkembangan Leo Messi sejak remaja. “Saya tak akan mengatakan dia seperti Leo, maaf, karena bagi saya, tidak akan pernah ada pemain di dunia ini yang seperti pemain Argentina itu. Mustahil,” katanya.</p>
<p>Anda hanya perlu mencatat dua nama ini: Lamine Yamal dan Desire Doue, yang bukan tidak mungkin bakal bersaing menerusi Messi versus Ronaldo&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/14/yamal-vs-doue-calon-penerus-persaingan-messi-vs-ronaldo">Yamal Vs Doue, Calon Penerus Persaingan Messi Vs Ronaldo?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Luis Enrique, “Jodoh” Si Tangan Dingin</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/06/07/luis-enrique-jodoh-si-tangan-dingin</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Jun 2025 10:00:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Ligan Champions]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[PSG]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Treble Winner]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=478173</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // percayalah/ pelatih berjalan dalam takdir/ chemistry dan jodoh/ ia bisa menemukan cahaya/ bisa pula masuk ke kegelapan&#8230;// (Sajak “Jodoh Sang Pelatih”, 2025) BARU saja sepak bola memanggungkan rupa-rupa wajah. Dari kesuksesan, torehan rekor, sejarah baru, hingga pilihan jalan, dan muram keterpurukan. Kita menemukannya dari para pelatih yang selama satu musim [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/07/luis-enrique-jodoh-si-tangan-dingin">Luis Enrique, “Jodoh” Si Tangan Dingin</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-478175 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/06/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/06/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/06/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/06/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// percayalah/ pelatih berjalan dalam takdir/ chemistry dan jodoh/ ia bisa menemukan cahaya/ bisa pula masuk ke kegelapan&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Jodoh Sang Pelatih”, 2025)</strong></p>
<p><strong>BARU</strong> saja sepak bola memanggungkan rupa-rupa wajah. Dari kesuksesan, torehan rekor, sejarah baru, hingga pilihan jalan, dan muram keterpurukan. Kita menemukannya dari para pelatih yang selama satu musim bergelut dengan tim masing-masing di sejumlah liga.</p>
<p>Akhir pekan kemarin, Luis Enrique mengukir sejarah baru. Dia menjadi pelatih kedua dalam sejarah yang mampu mengantar tim meraih <em>treble</em> di dua liga yang berbeda, setelah Pep Guardiola. Kedua pelatih yang sama-sama berasal dari Spanyol itu menampilkan kisah sukses dari klub yang sama, Barcelona, lalu melengkapinya di liga yang berbeda. Pep di Liga Primer, dan Enrique di Ligue 1.</p>
<p>Setelah mengantar Barcelona meraih tiga gelar (La liga, Copa del Rey, dan Liga Champions) pada musim 2008-2009, Pep mempersembahkan <em>treble</em> untuk Manchester City pada 2022-2023. Raihan itu disamai oleh Enrique, yang setelah mengantar Barca membukukan tiga gelar pada 2014-2015 kini meraihnya bersama Paris St Germain.</p>
<p>PSG meraih <em>treble</em> setelah mengangat trofi Si Kuping Besar di Stadion Allianz Arena, Munich, dengan mengalahkan Internazionale Milan 5-0, skor terbesar dalam sejarah final Liga Champions.</p>
<p>Enrique benar-benar “berjodoh” dengan Les Parisiens. Pendekatan filosofis, implementasi taktik, dan cara mengelola pemain muda memberikan dampak nyata bagi kolektivitas bermain PSG. Sejumlah tim dengan pengalaman lebih kuat bisa disisihkan dalam perjalanan meraih juara.</p>
<p><strong>Paradoks Nasib</strong><br />
Ya, selain jejak sukses Pep dan Enrique, jalan pelatih bisa disimak dari kisah Antonio Conte dan Ruben Amorim. Nasib memberi sebuah paradoks ekstrem: satu dengan trofi dalam genggaman, satu lagi dengan akhir yang muram.</p>
<p>Dua pekan silam, Conte mengantar Napoli meraih <em>scudetto</em> Liga Seri A, sedangkan Amorim mengarungi musim dengan realitas keterbenaman Manchester United. Klub sarat prestasi di Liga Primer dan Eropa ini, untungnya, masih selamat dari petaka degradasi, walaupun mengakhiri musim dengan hasil terburuk sepanjang sejarah.</p>
<p>Sejak direkrut pada 11 November 2024, Amorim 41 kali memimpin MU. Di Liga Primer dia mencatat 16 kali menang, 8 kali seri, dan 17 kali kalah, walaupun kiprahnya di Liga Europa termasuk mentereng. MU delapan kali menang, dua kali seri, dan sekali kalah (di laga final).</p>
<p>Sementara itu, dengan membawa Napoli meraih trofi, Antonio Conte menambah deret prestasi. Napoli menjadi klub ketiga yang dia antar meraih <em>scudetto</em>, setelah Juventus dan Internazionale Milan. Napoli memastikan juara musim 2024-2025 setelah mengalahkan Cagliari 2-0 di Stadio Diego Armando Maradona pada Sabtu 24 Mei 2025. Partenopei mengumpulkan 82 poin, unggul satu angka dari Inter Milan di urutan kedua.</p>
<p><strong>Tangan Dingin</strong><br />
Sepak bola juga mencatat tangan dingin Arend Martijn “Arne” Slot, pelatih asal Belanda yang menggantikan Juergen Klopp sebagai arsitek Liverpool. Pada musim pertamanya, Slot mengantar Liverpool menjuarai Liga Primer 2024-2025, mengulang capaian Klopp pada 2019-2020.</p>
<p>Slot yang pernah mengantar Feyenoord juara Eredivisie 2022-2023 dan meraih Piala KNVB 2023-2024 semula tak terlalu diperhitungkan bisa meneruskan jejak Klopp yang memberi delapan trofi untuk The Reds. Kini, Slot tertantang untuk mengejar raihan pendahulunya yang mempersembahkan gelar Liga Champions dan Piala Dunia Antarklub.</p>
<p>Sementara itu, Antonio Conte bisa menenemukan <em>chemistry</em> cepat bersama Napoli. Dia tak butuh waktu lama untuk meracik taktik untuk klub yang pada musim 2023-2024 hanya menempati urutan ke-10 klasemen. Dia mengonstruksi orkestrasi permainan Napoli dengan rekrutan fungsional. Romelu Lukaku dan Scott McTominay menjadi kunci keyakinan formasi permainan dalam setiap laga.</p>
<p>Pria kelahiran Lecce itu baru direkrut pada awal musim. Dia sempat tak melatih, setelah musim sebelumnya menukangi Tottenham Hotspur. Presiden Napoli, Aurelio de Laurentiis mengambil langkah tepat memilih Conte.</p>
<p>Sebelumnya, pelatih ekspresionis itu mengantar Juventus tiga kali menjuarai Liga Seri A pada 2011-2012, 2012-2013, dan 2013-2014. Lalu pada 2020-2021 mengarsiteki Internazionale Milan meraih juara.</p>
<p>Dia tercatat sebagai satu-satunya pelatih yang mampu mengantar tiga klub berbeda menjadi juara. Total dia telah 10 kali merasakan <em>scudetto</em>. Lima kali saat menjadi pemain, dan lima kali sebagai pelatih. Dia pernah menjadi <em>allenatore</em> Italia pada 2014-2016, dengan membawa <em>Gli Azzurri</em> lolos ke perempatfinal sebelum dikalahkan Jerman lewat adu penalti.</p>
<p>Pada musim 2016-2017, ketika memulai petualangan di Liga Primer, Conte mengantar Chelsea menjadi juara Liga Primer, namun dia gagal pada periode berikut. Lalu selama dua musim, 2021-2023, dia tidak berhasil membawa Tottenham Hotspur bersaing di level atas.</p>
<p><strong>“Jodoh”</strong><br />
Dan, bukankah Anda merasakan, terkadang pelatih dan klub yang ditangani bergerak seperti ikhtiar merakit jodoh? Sehebat apa pun reputasi seorang pelatih, acapkali tidak cocok dengan klub tertentu. Didatangkan dengan harapan tinggi, ternyata dia menemui kegagalan, tak mampu menjadi jawaban untuk meningkatkan performa tim.</p>
<p>Anda tentu menyimak Manchester United. Sejak Alex Ferguson pensiun, berapa nama yang datang silih berganti di Old Trafford?</p>
<p>Dari David Moyes, Ryan Giggs (karteker), Jose Mourinho, Louis van Gaal, Ole Gunnar Solskjaer, Michael Carrick (karketer), Ralf Rangnick, Erik Ten Hag, Ruud van Nistelrooy (karteker), hingga kini Ruben Amorim. Tak satu pun yang memberi hasil sesuai reputasi MU.</p>
<p>Artinya, MU belum “berjodoh” dengan Amorim. <em>Chemistry</em>, yang disimbolkan dengan racikan taktik dari filosofi yang diyakini Amorim, belum bisa disatukan dengan “pikiran” dan “tindakan” tim. Dan, inikah jalan takdir yang membedakan dari Arne Slot di Liverpool dan Antonio Conte bersama Napoli?</p>
<p>Kemenyatuan pelatih dengan klub tak jarang juga ditentukan oleh waktu. Manajemen klub sering secepat itu memecat pelatih ketika dia masih berikhtiar menerapkan filosofi. Bukankah, pelatih sekaliber Alex Ferguson pun butuh waktu lama: dari tahun 1986 sejak dia direkrut, baru pada 1990 MU meraih trofi juara Piala FA? Kita juga mencatat Arsene Wenger yang menukangi Arsenal dari 1996 hingga 2018.</p>
<p>Pep Guardiola, sejak direkrut pada 2016 oleh Manchester City, sudah tujuh tahun di markas Etihad. Atau Gian Piero Gasperini, dari 2016 sampai sekarang masih menangani Atalanta dan membawa klub ke percaturan elite Liga Seri A. Disebut-sebut, musim depan Gasperini bakal berlabuh di AS Roma.</p>
<p>Juergen Klopp, yang datang ke Anfield pada 2015, memutuskan berhenti dari Liverpool pada 2024. Christian Streich juga mencatat waktu cukup lama, 11 tahun untuk melatih Freiburg, sama dengan Diego Simeone yang lebih dari 11 tahun identik dengan Atletico Madrid.</p>
<p>Yang lebih lama adalah Frank Schmidt, arsitek FC Heidenheim selama 16 tahun. Pelatih 46 tahun itu mulai menangani tim pada 17 September 2007. Saat ini, dia tercatat sebagai pelatih terlama yang menangani tim di liga kelas atas Eropa.</p>
<p>“Rekatan kimiawi” dari lama waktu bersama tim akan menjadi salah satu kunci, seperti antitesis kecenderungan main pecat manajemen tim terhadap pelatih yang dianggap gagal. Antitesis inilah yang boleh jadi akan menyatukan “perjodohan” seorang pelatih dengan sebuah klub.</p>
<p>Transformasi filosofi ke taktik tim akan melahirkan karakter dalam performa permainan, seperti yang bisa dilihat dari karakter The Citizens dalam racikan Pep Guardiola, Atletico Madrid dengan Diego Simeone, dan pernah terasa dari penampilan Arsenal sebagai gaya Arsene Wenger, atau MU dengan Alex Ferguson.</p>
<p>Maka akan ada saat, permainan Napoli diidentikkan dengan karakter Antonio Conte, dan saat itulah orang berhak menilai, Conte “berjodoh” dengan Partenopei, atau Conte memang punya <em>chemistry</em> dengan Napoli. Sama dengan PSG, menemukan rekatan “jwa” dengan Luis Enrique yang membawa mereka ke percaturan elite Eropa&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/07/luis-enrique-jodoh-si-tangan-dingin">Luis Enrique, “Jodoh” Si Tangan Dingin</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>