<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ballon d&#039;Or Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/ballon-dor/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Sep 2025 02:32:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Ballon d&#039;Or Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ousmane Dembele: Introspeksi, Kebangkitan, dan Ballon d’Or</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/09/27/ousmane-dembele-introspeksi-kebangkitan-dan-ballon-dor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 10:00:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ballon d'Or]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Borussia Dortmund]]></category>
		<category><![CDATA[Masour Ousmane Dembele]]></category>
		<category><![CDATA[Paris]]></category>
		<category><![CDATA[Paris St Germain]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Theatre du Chatelet]]></category>
		<category><![CDATA[Trofi]]></category>
		<category><![CDATA[Wonderkid]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=498338</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // kehidupan acap tak terbayangkan/ bergerak dalam misteri roda/ kemarin seperti apa/ hari ini bagaimana/ esok lain pula&#8230;// (Sajak “Oesman Dembele”, 2025) PERNAHKAH Anda membayangkan, Masour Ousmane Dembele naik ke panggung Theatre du Chatelet, Paris, untuk menerima trofi Ballon d’Or, simbol anugerah Pemain Terbaik Dunia? Ya, dari sisi potensi, dia adalah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/09/27/ousmane-dembele-introspeksi-kebangkitan-dan-ballon-dor">Ousmane Dembele: Introspeksi, Kebangkitan, dan Ballon d’Or</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-498346 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/09/BOLA-BOLA-LOGO-3-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/09/BOLA-BOLA-LOGO-3-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/09/BOLA-BOLA-LOGO-3-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/09/BOLA-BOLA-LOGO-3.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// kehidupan acap tak terbayangkan/ bergerak dalam misteri roda/ kemarin seperti apa/ hari ini bagaimana/ esok lain pula&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Oesman Dembele”, 2025)</strong></p>
<p><strong>PERNAHKAH</strong> Anda membayangkan, Masour Ousmane Dembele naik ke panggung Theatre du Chatelet, Paris, untuk menerima trofi Ballon d’Or, simbol anugerah Pemain Terbaik Dunia?</p>
<p>Ya, dari sisi potensi, dia adalah salah satu bintang yang layak menerima. Sejak remaja, Dembele berkembang sebagai pemain muda dengan predikat <em>wonderkid</em>. Klub sekaliber Barcelona pun tak ragu untuk merekrutnya dari Borussia Dortmund, mendampingi Lionel Messi dan Luis Suarez, menggantikan Neymar Junior yang memilih pindah ke Paris St Germain.</p>
<p>Hanya, dari sisi perilaku keseharian, Dembele boleh jadi memang tak tergambarkan bisa meraih level ini. Bukan rahasia lagi, dia punya problem cedera &#8212; mengalami 14 kali di Nou Camp, sehingga harus absen dalam 784 hari &#8211;, di samping masalah disiplin dalam tuntutan atmosfer profesionalitas. Performanya pun tak tertuntaskan di klub Catalan itu.</p>
<p>Tahun ini, Dembele bersaing dengan anak ajaib Barcelona, Lamine Yamal dan rekan seklubnya di PSG, Vitinha sebagai <em>nominee</em> Ballon d’Or. Akhirnya, pada awal pekan kini, dia meraih trofi 2025 itu.</p>
<p>Inilah klimaks kisah pemain yang boleh dibilang sadar memperbaiki diri, berintrospeksi untuk bangkit kembali dari kemandekan kemampuan. Sikap semau sendiri, tidak berdisiplin, dan abai merawat karier adalah ciri menonjol pemain kelahiran Vernon, Prancis 28 tahun silam itu, yang pernah membuat seniornya di Barcelona seperti Messi dan Suarez kesal dan terlampau sering menegurnya.</p>
<p><strong>Pengakuan “Dosa”</strong><br />
Introspeksi, kebangkitan, dan Ballon d’Or adalah rangkaian perjalanan unik Ousmane Dembele. Setelah melewati masa-masa sulit untuk melawan diri sendiri, dia makin menemukan pencerahan di PSG di bawah pelatih Luis Enrique.</p>
<p>Pemain berdarah Mali dan Mauritania itu mengakui, dulu tidak mau menjaga tubuh, mudah mengalami cedera, termasuk tidak bisa berdisiplin. Di Barcelona, selama 2017-2023 dia gagal bersinar seperti ekspektasi talenta besarnya sebagai pemain yang cepat, dan tajam mengiris sayap. Dari berbagai videonya yang bisa diakses di Youtube, aksi-aksi Dembele memperlihatkan kepantasan <em>skill</em> dan visinya sebagai pemain elite dunia.</p>
<p>Ketika memperkuat PSG, sinar Ousmane Dembele benar-benar mencorong pada musim 2024-2025. Dia menjadi tulang punggung Les Parisiens untuk meraih <em>treble</em>: menyapu bersih gelar domestik di Ligue 1, dan membawa PSG mengukir sejarah untuk kali pertama memenangi Liga Champions. Selama semusim lalu, dia membukukan 35 gol dan 16 <em>assist</em>.</p>
<p>Di Liga Champions musim lalu, Luis Enrique pernah memberinya “pelajaran” tentang disiplin. Pelatih asal Spanyol itu tidak memasukkan nama Dembele dalam skuad yang bertandang ke kandang Arsenal di Liga Champions, karena kebiasaannya datang telat dalam latihan, dan tidak pernah memberitahukan alasan mengapa dia terlambat.</p>
<p>Dembele menyatakan, sekarang bisa lebih profesional. Bahkan pada hari libur, dia tetap ke gym, berlatih dengan fisioterapis, dan tekun memulihkan diri. Dia mengakui, dulu cuek dan “menikmati hidup” dengan caranya. Itulah yang antara lain membuat dia sulit mengeluarkan kemampuan terbaik saat membela Barcelona.</p>
<p>Dia berintrospeksi, “Saya suka main <em>game</em> dan nonton teve. Normal saja, ketika itu saya masih muda. Itu menjadi harga yang harus saya bayar mahal. Saya masih muda ketika di sana, usia 20 tahun dan banyak masalah fisik, tetapi hal itu membuat saya banyak belajar”.</p>
<p>Dalam feature <em>BBC</em>, orang-orang terdekat melihat perubahan signifikan Dembele setelah menikahi pacarnya, Rima pada Desember 2021 di Maroko. Tak lama kemudian dia menjadi seorang ayah (<em>detik.com</em>, 24 September 2025).</p>
<p>Pernikahan itu mengejutkan banyak rekannya di Barcelona, karena tidak banyak yang tahu dia punya pasangan. Namun setelah itu performanya berubah. Dembele yang semula suka tidur larut karena bermain gim dan kerap didenda karena terlambat datang ke tempat latihan, tampil lebih baik pada paruh kedua musim 2021-2022. Dia mencetak satu gol dan 11 <em>assist</em> dalam 15 laga di La Liga. Pada musim berikut, Dembele pun mencetak delapan gol dan sembilan <em>assist</em>, membawa Barcelona menjuarai liga untuk kali pertama kalinya sejak kepergian Lionel Messi pada 2021.</p>
<p>Ousmane Dembele tampak lebih bertanggung jawab. Dia menjaga kondisi dengan menyewa ahli nutrisi yang membantunya hidup sehat. Juga dibantu fisioterapis untuk sejumlah perawatan pencegahan.</p>
<p>Pada 2023-2024, ketika mulai memperkuat PSG, dia bisa menjaga level. Dembele mengemas enam gol dan 14 <em>assist</em> untuk membantu klubnya meraih <em>treble</em> domestik, namun dia masih di bawah bayang-bayang Kylian Mbappe yang merupakan ikon klub.</p>
<p>Mbappe menjadi striker utama, sedangkan dia banyak bergerak di sayap. Begitu Mbappe hijrah ke Real Madrid, Luis Enrique menggesernya ke tengah dan membuat dia lebih produktif.</p>
<p><strong>Prancis Keenam</strong><br />
Ousmane Dembele menjadi pemain Prancis keenam yang meraih trofi Ballon d’Or. Sebelumnya, tercatat Raymod Kopa (1959), Michael Platini (1983, 1984, 1985), Jean Pierre-Papin (1991), Zinedine Zidane (1998), dan Karim Benzema (2022).</p>
<p>Banyak talenta hebat yang lahir di Prancis, terutama Kylian Mbappe yang semula digadang-gadang sebagai penerus Lionel Messi, namun Dembele-lah yang akhirnya memenangi anugerah tersebut.</p>
<p>Dia menjadi motor PSG. Satu hal yang menonjol, performanya konsisten, dan bisa menghindari cedera seperti yang dulu sering dia alami. Di PSG dia bahu membahu dengan Desiree Doue, Khvicha Kvaratskhelia, Achraf Hakimi, Vitinha, Nuno Mendez, dan Bradley Barcola.</p>
<p>Walaupun pernah berkonflik, Dembele merasakan peran besar Enrique, dengan mendapat banyak kepercayaan. Pada awal musim, Enrique menekankan agar Dembele berperan sebagai seorang pemimpin di tim, menjadi contoh bagi pemain muda dan pemain senior. “Dia bilang, ketika di depan gawang dan aku tidak bisa menembak, maka aku harus mengoper bola kepada pemain lain di posisi yang lebih baik. Enrique memberiku kebebasan penuh di lapangan,” katanya.</p>
<p>Penampilannya memang tidak se-“bla-bla-bla” seperti karisma para bintang di level Ballon d’Or sebelumnya. Dia tampak kalem dan “tersembunyi”, namun fakta bahwa Ousmane Dembele meraih anugerah tertinggi, itu membuktikan dia pantas berada di orbit utama, baik di jajaran tim nasional Prancis maupun di deretan pemain elite dunia.</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/09/27/ousmane-dembele-introspeksi-kebangkitan-dan-ballon-dor">Ousmane Dembele: Introspeksi, Kebangkitan, dan Ballon d’Or</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pedri, Mutiara Barca Tanpa “Bla-bla-bla”</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/05/10/pedri-mutiara-barca-tanpa-bla-bla-bla</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 May 2025 10:00:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ballon d'Or]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Lamine Yamal]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[Pedri]]></category>
		<category><![CDATA[Raphinha]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=473705</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // permata tak harus unjuk cahaya/ dia ada dengan kilau berbeda/ mengagungkan ruang/ mendatangkan keyakinan// (Sajak “Pedri Gonzales”, 2025) ANDAI Barcelona tidak dihentikan oleh Internazionale Milan di semifinal Liga Champions tahun ini, sejarah bakal menyajikan pemuncakan anak muda ini: Pedri Gonzales Lopez. Toh, sampai ke tahap empat besar Eropa pun, bukankah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/10/pedri-mutiara-barca-tanpa-bla-bla-bla">Pedri, Mutiara Barca Tanpa “Bla-bla-bla”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-473706 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// permata tak harus unjuk cahaya/ dia ada dengan kilau berbeda/ mengagungkan ruang/ mendatangkan keyakinan//</em><br />
<strong>(Sajak “Pedri Gonzales”, 2025)</strong></p>
<p><strong>ANDAI </strong>Barcelona tidak dihentikan oleh Internazionale Milan di semifinal Liga Champions tahun ini, sejarah bakal menyajikan pemuncakan anak muda ini: Pedri Gonzales Lopez. Toh, sampai ke tahap empat besar Eropa pun, bukankah dia sudah mewartakan kehadiran di orbit atas dunia?</p>
<p>Ya, setelah era kehebatan trio Lionel Messi, Andres Iniesta, dan Xavi Hernandez, siapa yang menjadi figur terpenting di lini tengah Barcelona?</p>
<p>Boleh jadi orang akan menyebut Lamine Yamal, mungkin pula Pablo Martin Paez Gavira alias Gavi. Bisa juga Pau Victor, Fermin Lopez, atau Jules Kounde.</p>
<p>Yamal adalah mutiara Barca yang paling menonjol, bahkan disebut-sebut sebagai calon terkuat pengganti Sang GOAT (Greatest of All Times) Leo Messi. Pemain 17 tahun berdarah Maroko &#8211; Guinea Khatulistiwa itu kini adalah “ruh” permainan Barcelona, satu di antara trisula dahsyat Robert Lewandowski &#8211; Raphinha &#8211; Lamine Yamal.</p>
<p>Selain trio penyerang yang menyejarah seperti Messi &#8211; Luis Suarez &#8211; Neymar Junior pada musim 2014 &#8211; 2017, Barca juga menyimpan kisah lini tengah yang impresif, terutama di era kejayaan Messi.</p>
<p>Kerinduan kepada Messi mulai terobati dengan kehadiran Yamal. Peran Xavi dalam proses diterusi oleh Gavi atau Pau Cubarsi. Sedangkan eksepsionalitas Iniesta diwarisi oleh Pedri Gonzales yang kini diakui sebagai “pengendali” irama permainan Barcelona.</p>
<p>Ketika Lamine Yamal menjadi cahaya Barcelona dengan “bla-bla-bla” media sejak meroket sebagai bintang La Furia Roja di Euro 2024, Pedri melejit sebagai pemain muda terpenting Barca tanpa publisitas yang semasif Yamal.</p>
<p>Pun, saat media banyak menjagokan Yamal sebagai calon peraih Ballon d’Or 2025 di samping Raphinha, diam-diam Pedri juga menyimpan peluang yang sama. Dia mengaku mengimpikan trofi tersebut, terinspirasi oleh sukses seniornya di timnas Spanyol &#8212; Rodri &#8212; yang tahun lalu memenanginya. Namun fokus Pedri sekarang adalah membantu Barca.</p>
<p><strong>Kemenangan Rodri</strong><br />
Tahun lalu, Rodri yang bermain untuk Manchester City meraih Ballon d’Or, mengungguli dua andalan Real Madrid Vinicius Junior dan Jude Bellingham. Kemenangan Rodri sempat memunculkan protes kubu Madrid, namun banyak pihak membela Rodri, yang berandil besar mengantar City menjuarai Liga Primer 2023-2024 dan tim nasional Spanyol meraih trofi Euro.</p>
<p>Pedri terinspirasi sukses tersebut, karena dalam dua dekade terakhir Rodri adalah pemain bukan penyerang yang berjaya. Dia meneruskan sukses Fabio Cannavaro (2006), dan Luka Modric (2018) yang terpilih bukan karena produktivitas gol.</p>
<p>Baru saja mengantar Barcelona menjuarai Copa del Rey, Pedri Gonzales diakui sebagai salah satu pemain yang tampil konsisten sepanjang 2024-2025. Kini dia menjadi andalan Barca di pekan-pekan terakhir La Liga.</p>
<p>Realitas sukses Rodri menggumpalkan optimisme anak muda itu. “Rodri meraihnya. Hal itu menunjukkan bahwa seorang pemain tengah yang mendikte tempo dan ritme permainan bisa memenangi Ballon d’Or,” katanya.</p>
<p>Pengakuan terhadap peran anak muda 22 tahun itu juga tergambar dari keterpilihan sebagai Pemain Terbaik La Liga April 2025. Pedri mengalahkan nama-nama seperti Julian Álvarez (Atletico Madrid), kiper Giorgi Mamardashvili (Valencia CF), Javi Puado (Espanyol), dan Sergi Darder (Real Mallorca).</p>
<p>Keputusan tersebut menjadi ilustrasi konsistensi Pedri, yang selama bulan April bermain dalam empat pertandingan liga dengan total waktu bermain 345 menit. Kontribusi sentral di lini tengah menjadi salah satu kunci keberhasilan Barcelona meraih tiga kemenangan dan satu hasil imbang: 1-0 atas Real Mallorca (23/4), 4-3 atas Celta Vigo (19/4), 1-0 atas Leganes (13/4), dan imbang 1-1 melawan Real Betis (6/4).</p>
<p>Musim ini, Pedri menjadi pemain Barcelona keempat yang mendapat penghargaan tersebut, setelah Raphinha (Agustus), Lamine Yamal (September), dan Lewandowski (Oktober).</p>
<p>Pelatih Mallorca, Jagoba Arrasate, mengakui kehebatan Pedri. “Sudah lama saya tidak melihat gelandang seperti dia. Pedri telah membawa Barcelona ke level permainan yang lebih tinggi,” ujarnya, seperti dikutip <em>Mundo Deportivo</em>.</p>
<p>Setarakah Pedri dengan Andres Iniesta, legenda yang dia gantikan?</p>
<p>Iniesta, “pendamping terbaik” bagi Lionel Messi dalam mempresentasikan <em>tiki-taka</em> Barcelona, menjadi pemain sangat penting bagi timnas Spanyol. Dia adalah pencetak gol tunggal La Furia Roja dalam final Piala Dunia 2010. Di Blaugrana, visi kuat dan tekniknya yang prima membentuk trio legendaris bersama Messi dan Xavi Hernandez.</p>
<p>Sebagai pewaris kehebatan Iniesta, Pedri adalah pemain dengan visi dan kemampuan mengatur permainan. Dia kreatif, ahli dalam memenangkan bola, menyalurkan umpan-umpan matang. Kemahirannya sebagai pengatur irama tim diakui oleh Gavi sebagai sesama talenta muda Spanyol.</p>
<p><strong>Kopa Throphy</strong><br />
Pada 2021, Pedri meraih Kopa Throhy, pengargaan untuk Pemain Muda Terbaik dalam acara Gala Ballon d’Or di Paris. Dia mengungguli sederet <em>wonderkid</em> pada saat itu, dari Jude Bellingham, Jamal Musiala, Mason Greenwood, Nuno Mendes, hingga Bukayo Saka.</p>
<p>Impian untuk meraih Ballon d’Or tentu bukan angan yang berlebihan, namun dia harus bersaing dengan rekan satu klubnya, Raphinha yang juga dijagokan bersama bintang Liverpool Mohamed Salah.</p>
<p>Toni Kroos, legenda Real Madrid yang musim lalu gantung sepatu memuji Pedri sebagai gelandang tengah terbaik dunia saat ini. Mantan gelandang elegan Jerman ini bahkan menilai Pedri lebih penting dari Trisula Lewandowski, Raphinha, dan Lamine Yamal.</p>
<p>Pemain yang meraih 22 trofi bersama Madrid itu menjelaskan, Trio Barca memang banyak menentukan hasil pertandingan, namun Pedri adalah pemain terbaik dunia di posisinya.</p>
<p>Dalam <em>siniar Einfach mal Luppen</em> yang dikutip <em>detik.com</em> 5 Mei 2025, Kroos menganalisis, secara umum Pedri adalah pemain yang akan dirindukan ketika dia absen, tidak peduli siapa pun lawannya. “Dia tidak mencetak gol atau <em>assist</em>. Dia menawarkan banyak solusi,” ujarnya.</p>
<p>Bagaimanapun, Pedri Gonzales menjadi simbol pemain yang tidak terkemas dalam “bla-bla-bla” publisitas media, tetapi dia memainkan peran nyata bagi Barcelona dan timnas Spanyol.</p>
<p>Dia sedikit berada dalam “sunyi”, namun betul-betul “memberi”&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a>, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/10/pedri-mutiara-barca-tanpa-bla-bla-bla">Pedri, Mutiara Barca Tanpa “Bla-bla-bla”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seperti Apa Lamine Yamal &#8220;Menjelma&#8221;&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/03/01/seperti-apa-lamine-yamal-menjelma</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Mar 2025 10:00:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Ballon d'Or]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Euro 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Golden Boy]]></category>
		<category><![CDATA[Impresivitas]]></category>
		<category><![CDATA[la liga]]></category>
		<category><![CDATA[Lamine Yamal]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[The Greatest of All Times]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=463119</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // dia memandang bulan/ ingin memeluknya/ entah kapan dia menjelma/ menjadi bulan/ bertahta di atas sana&#8230;// (Sajak “Lamine Yamal”, Februari 2025) FOTO yang pernah diunggah sang ayah itu menyuguhkan ceritera bersejarah. Bayi Lamine Yamal dimandikan oleh Lionel Messi, pemain yang kini diakui dunia sebagai The Greatest of All Times (GOAT). Dan, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/03/01/seperti-apa-lamine-yamal-menjelma">Seperti Apa Lamine Yamal &#8220;Menjelma&#8221;&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-463126 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/02/logo-bola-bola-2.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/02/logo-bola-bola-2.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/02/logo-bola-bola-2-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></p>
<p><em>// dia memandang bulan/ ingin memeluknya/ entah kapan dia menjelma/ menjadi bulan/ bertahta di atas sana&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Lamine Yamal”, Februari 2025)</strong></p>
<p><strong>FOTO</strong> yang pernah diunggah sang ayah itu menyuguhkan ceritera bersejarah.</p>
<p>Bayi Lamine Yamal dimandikan oleh Lionel Messi, pemain yang kini diakui dunia sebagai The Greatest of All Times (GOAT). Dan, rata-rata orang menyatakan, Yamal adalah calon paling pas untuk menggantikan Messi.</p>
<p>Foto yang viral di tengah Euro 2024 itu seperti menjawab pertanyaan masyarakat sepak bola dunia: siapa kelak penerus Messi, yang dalam usia 37 diperkirakan bakal pensiun selepas Piala Dunia 2026. Rupanya ayah Yamal, Mounir Nasraoui mengimpikan, anaknya kelak bisa menjadi “titisan” Messi.</p>
<p>Kini, semua tak ragu menunjuk Lamine Yamal, yang tahun lalu meraih Kopa Trophy dan Golden Boy sebagai Pemain Muda Terbaik Dunia.</p>
<p>Rodri, teman senegaranya yang mendapatkan Ballon d’Or, menegaskan, trofi prestisius itu kelak akan menjadi milik Lamine Yamal.</p>
<p>Ya, impresivitas penampilan yang mengantar Spanyol menjadi juara Euro 2024, dan performanya yang brilian di tengah para bintang senior Barcelona, memosisikan Yamal sebagai kandidat terkuat pengganti Messi. Kebergatungan pelatih Hansi Flick kepada anak ajaib itu mulai dirasakan. Dia salah satu kunci yang mengembalikan Barcelona sebagai pimpinan klasemen La Liga.</p>
<p><strong>Deretan The Next Messi</strong><br />
Yamal menjadi nama utama di antara berderet pemain yang pernah dinobatkan sebagai The Next Messi.</p>
<p>Sama seperti dulu, penginspirasian New Pele, lalu New Maradona, nama-nama yang berjejuluk New Messi juga tak sedikit; namun semua tak memuncak dan menjajari kemampuan La Pulga.</p>
<p>Dulu kita mengenal “Maradona dari Carpathians” sebagai predikat untuk bintang Rumania, Gheorghe Hagi. Atau “Maradona Sungai Nil” Hissam Hassan. Juga harapan besar yang melekat pada sejumlah bintang Argentina: Pablo Aimar, lalu Javier Xaviola, Ariel Ortega, Carlos Tevez, juga Leo Messi yang digadang-gadang menjadi penerus Maradona. Dia bahkan mendapat julukan Messidona.</p>
<p>Yang terbaru,<em> wonderboy</em> yang dilekati predikat sebagai New Messi adalah Claudio Echeverri, kapten timnas U17 Argentina. Lalu Ibrahim Rabbaj, pemain Akademi Chelsea berdarah Inggris-Maroko yang memiliki pergerakan, gaya, dan tampilan persis Leo Messi. Sedangkan yang mentas sebagai bintang dengan level tersendiri adalah Mohamed Salah, “Messi dari Mesir” yang menjadi andalan Liverpool.</p>
<p>Takefusa Kubo dan Lee Seung-woo yang juga pernah disebut sebagai “Messi Jepang” dan “Messi Korea”, berkembang tak sebesar harapan. Di Barcelona, Ansu Fati yang awalnya sangat menjanjikan, akhirnya tak memuncak karena banyak terlilit cedera. Fati pernah dipinjamkan ke Brighton Hove and Albion di Liga Primer, namun tak sukses unjuk kehebatan.</p>
<p>Ansu Fati tak bergerak ke peningkatan performa untuk menuju ke “maqam” Messi, sampai kemudian Barcelona memperkenalkan <em>wonderkid</em> produk Akademi La Masia yang kemudian meroket pada usia 17, Lamine Yamal. Xavi Hernandez-lah yang memromosikannya ke tim utama.</p>
<p>Saya masih mencatat pernyataan pelatih tim nasional Spanyol, Luis de la Fuente, “Kami menemuinya di Spanyol. Dia pentolan tim junior dan pesepak bola dengan kekuatan luar biasa, seolah-olah disentuh oleh tongkat sihir Tuhan. Dia berbeda&#8230;” (<em>goal.com</em>, 1 September 2023).</p>
<p>Narasi De la Fuente itu boleh jadi hiperbolik: “tongkat sihir Tuhan”, namun saya menangkapnya lebih sebagai ungkapan kegembiraan ketika dia menemukan “perbedaan” ketika menyusun elemen-elemen kekuatan skuad nasional.</p>
<p>Dalam laga kualifikasi Euro 2024, 8 September 2024 Spanyol vs Georgia, Lamine Yamal mencatat rekor sebagai pemain termuda (16 tahun 1 bulan 26 hari) di tim juara Eropa 2008, 2012 dan juara dunia 2010 itu. Dia memperbarui rekor Gavi (17 tahun 62 hari).</p>
<p>Sejarah sudah ditoreh ketika dalam usia 15 tahun 290 hari, Yamal menggantikan Gavi pada menit ke-83 dalam laga melawan Real Betis di musim 2023-2024 La Liga. Pelatih Barca waktu itu, Xavi Hermandez sudah mulai menampilkan Yamal di awal musim. Dia menjanjikan pengaruh kuat bagi permainan La Blaugrana.</p>
<p>Dalam turnamen Joan Gampar Trophy melawan Tottenham Hotspur, yang dimenangi Barcelona 4-3, Yamal bermain hebat. Lalu dia menjadi <em>man of the match</em> ketika menundukkan Real Villareal 4-3 dalam pertandingan reguler La Liga di Stadion De La Ceramica.</p>
<p>Yang istimewa, lantaran impresivitasnya, Yamal mendapat <em>standing ovation</em> dari suporter Villareal. Ketika digantikan oleh Ansu Fati pada menit ke-76, gemuruh fans lawan menandai kehadiran bintang baru La Liga.</p>
<p>Ketika Spanyol menundukkan Prancis 2-1 dalam semifinal Euro 2024 di Allianz Arena, Muenchen, 10 Juli lalu, bocah berdarah campuran dari ayah berdarah Maroko dan ibu dari Guinea Ekuator itu menjadi pusat perhatian dunia.</p>
<p>Yamal menjadi pahlawan penyama skor ketika Spanyol tertinggal 0-1 dari Prancis. Mengecoh Adrien Rabiot, dia mengirim bola dengan kaki kiri ke gawang Mike Maignan. Tendangan lengkungnya bersarang indah ke pojok atas kanan gawang. Dia terpilih sebagai <em>man of the match</em>.</p>
<p>Di Euro 2024 dia mengukir rekor sebagai pemain termuda yang tampil dengan usia 16 tahun 338 hari. Yamal mematahkan catatan pemain Polandia, Kacper Kozlowski yang berusia 17 tahun 246 hari di Euro 2020.</p>
<p>Dia membukukan rekor demi rekor. Di fase gugur, dengan usia 16 tahun 353 hari Yamal memperbarui rekor gelandang Inggris, Jude Bellingham saat mengalahkan Georgia 4-1.</p>
<p>Gol indahnya ke gawang Prancis juga menambah rekor. Yamal menjadi pencetak gol termuda sepanjang sejarah, 16 tahun 262 hari, memperbaiki rekor pemain Swiss Johan Vonlanthen yang dalam usia 18 tahun 1.451 hari mencetak gol ke gawang Prancis di Euro 2004.</p>
<p>Dalam catatan turnamen mayor, dia mengalahkan rekor Pele sebagai pencetak gol termuda saat berusia 17 tahun 244 hari di Piala Dunia 1958.</p>
<p><strong>Sikap Percaya Lewy</strong><br />
Sikap percaya Robert Lewandowski kepada Yamal sebagai partner sungguh sangat “ngemong”. Tak jarang bintang asal Polandia itu memberi advis kepada rekan mudanya itu.</p>
<p>“Dia masih 15 tahun. Dan, pertama kali dalam hidup, saya melihat seseorang yang begitu cemerlang di usia muda. Mustahil untuk menjadi begitu baik, begitu pintar di usia ini,” ucap Lewy.</p>
<p>Bagi dia, kedisiplinan dan kerja keras akan mnjadi kunci, apakah Yamal bisa konsisten di level tertinggi pada masa depan karier sepak bolanya.</p>
<p>Kini, Yamal menjadi gantungan Barcelona, seperti yang dulu melekat pada Lionel Messi. Belum lama ini, <em>Planet Football</em> membuat perbandingan antara keduanya, setelah Yamal membukukan 100 penampilan di level klub dan timnas.</p>
<p>Kemenangan 1-0 Barca atas Rayo Vallecano di La Liga, dua pekan lalu, menjadi momen tersendiri. Itu menjadi penampilan ke-100 Yamal di tim senior, 83 di antaranya di level klub, 17 laga lainnya bersama timnas Spanyol.</p>
<p>Dia berada di usia 17 tahun saat melakoni laga melawan Rayo Vallecano, Februari 2025. Dia mengukir 21 gol, dan 30 <em>assists</em>. Menit per gol: 318,1, dan menit per gol/<em>assist</em>: 131. Dia meraih trofi La Liga (1), Euro (1), dan Supercopa de Espana (1).</p>
<p>Sedangkan Messi berada di usia 20 saat laga ke-100 laga, yang dicatat saat melawan Atletico Madrid, Oktober 2007. La Pulga mencatat 40 gol dan 13 <em>assists</em>. Menit per gol: 161.4, dan menit per gol/<em>assist</em>: 121.8, Messi membukukan trofi La Liga (2), Supercopa de Espana (1), dan Liga Champions (1).</p>
<p>Perbandingan seperti itu merupakan tren mediatika yang akan terus berlangsung, sebagai bagian dari upaya media mengangkat semua segi tentang pembeda-pembeda bagi kedua sosok luar biasa itu.</p>
<p>Bagusnya, Yamal tak terpengaruh dengan pembandingan itu. Dia tetap mencoba menjadi diri sendiri. “Messi pemain terbaik dalam sejarah. Dibandingkan dengan dia berarti saya melakukan hal yang benar, namun saya ingin menciptakan jalan saya sendiri,” katanya kepada <em>Mundo Deportivo</em> (<em>bola.net</em>, 22/2).</p>
<p>Menurutnya, Messi tidak bisa disamakan dengan siapa pun. “Messi adalah pemain terbaik dalam sejarah,” ungkap Yamal yang bertekad menciptakan identitas sendiri dan terus berkembang.</p>
<p>Dunia sepak bola mengakui, Yamal adalah bintang terdekat yang diyakini menggantikan Messi, setelah semua calon “next Messi” gugur sebelum mencapai posisi yang diharapkan&#8230;</p>
<p>Atau setidak-tidaknya meraih “maqam” bergengsi tersendiri, seperti yang kini ditempati Mo Salah&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/03/01/seperti-apa-lamine-yamal-menjelma">Seperti Apa Lamine Yamal &#8220;Menjelma&#8221;&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mo Salah, dalam Kelayakan “Ballon d’Or”</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/02/22/mo-salah-dalam-kelayakan-ballon-dor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Feb 2025 10:00:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Arne Slot]]></category>
		<category><![CDATA[Ballon d'Or]]></category>
		<category><![CDATA[Juergen Klopp]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Mohamed Salah]]></category>
		<category><![CDATA[Raja Mesir]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=461945</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // di puncak kematangan/ adakah dia sudah di pucuk masa?/ dan, inikah saatnya?/ dunia menghargai/ dunia menobatkannya// (Sajak “Mohamed Salah”, 2025) APAKAH yang kurang dari Mohamed Salah? Rasanya, sulit menemukan titik lemah dari penyerang Liverpool itu. Semua dia punya untuk menjadi yang terbaik. Dari 2017 hingga awal 2025 ini, dia tak [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/22/mo-salah-dalam-kelayakan-ballon-dor">Mo Salah, dalam Kelayakan “Ballon d’Or”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-461946 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/02/logo-bola-bola-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/02/logo-bola-bola-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/02/logo-bola-bola-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// di puncak kematangan/ adakah dia sudah di pucuk masa?/ dan, inikah saatnya?/ dunia menghargai/ dunia menobatkannya//</em><br />
<strong>(Sajak “Mohamed Salah”, 2025)</strong></p>
<p><strong>APAKAH</strong> yang kurang dari Mohamed Salah?</p>
<p>Rasanya, sulit menemukan titik lemah dari penyerang Liverpool itu. Semua dia punya untuk menjadi yang terbaik. Dari 2017 hingga awal 2025 ini, dia tak pernah kehilangan tempat sebagai harapan utama produktivitas gol-gol Liverpool. Penyerang baru boleh datang di lini penggempur The Reds, namun Mo Salah tak tergantikan, dari era pelatih Juergen Klopp hingga pada masa-masa Arne Slot sekarang.</p>
<p>Masa depan pemain berjejuluk “Raja Mesir” itu masih diperdebatkan menjelang berakhirnya ikatan kontrak pada 30 Juni mendatang. Keputusan apa yang akan diambil oleh manajemen Liverpool? Melepasnya dalam usia 32, sekarang? Atau mempertahankan dalam ikatan berdurasi pendek, setahun misalnya?</p>
<p>Pada segi-segi tertentu, ke mana dia berlabuh bakal menentukan peluang Salah meraih trofi Ballon d’Or. Padahal pada 2025 ini, dia banyak disebut memiliki kesempatan terbaik untuk memdapatkannya.</p>
<p>Salah memang beberapa kali dinominasikan sebagai kandidat peraih penghargaan individu prestisius itu, namun di era rivalitas abadi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, bintang sekaliber Mo Salah pun sulit menembus peluang itu.</p>
<p>Tahun ini, pesaing utama Salah adalah Vinicius Junior, bintang Real Madrid asal Brasil yang baru saja meraih gelar Pemain Terbaik FIFA 2024. Sebelum itu Vini dikalahkan penggawa Manchester Cty, Rodri dalam kontestasi Ballon d’Or 2024. Dalam beberapa segi, Mo Salah disebut-sebut memiliki keunggulan ketimbang Vini Junior.</p>
<p><strong>Bertahan di Anfield?</strong><br />
Yang diperkirakan bisa mempengaruhi keputusan akhir para pemilih adalah ke mana Salah berlabuh. Apakah bertahan di Anfield, atau menerima pinangan Al-Hilal di Liga Pro-Saudi dengan gaji fantastis? Atau dia bertahan di Eropa di klub Ligue 1, Paris St Germain yang sudah lama mengincarnya?</p>
<p>Konstelasi ini akan berpengaruh. Bertahan di Eropa akan memberi nilai plus, karena Salah masih berpeluang untuk unjuk performa di berbagai ajang bergengsi.</p>
<p>Mo Salah tampil impresif musim 2024/2025, menjajari Vinicius Junior yang pada 2024 diunggulkan meraih Ballon d’Or.</p>
<p>Dalam 18 laga di Liga Primer, dia membendaharakan 17 gol dan 13 a<em>ssists</em>. Capaian itu mengungguli para bintang lainnya, juga mendekati rekor gol dan<em> assists</em> sepanjang sejarah Thierry Henry dan Alan Shearer.</p>
<p>Raihan Vinicius Junior bersama Real Madrid hampir dia samai. Salah mengumpulkan 20 gol dan 17 <em>assists</em> di semua ajang, sedangkan Vini pada 2023-2024 mencetak 25 gol dan 12 <em>assists</em>. Vinicius menjadi kunci bagi Real Madrid meraih gelar La Liga dan Liga Champions.</p>
<p>Di sisa musim, Mo Salah masih harus membuktikan perannya bagi Liverpool. Jika bisa mempertahankan performa, dia bakal mencetak rekor baru, dan menempatkan diri di orbit puncak pada 2025.</p>
<p>Baru saja dia mengukir catatan hebat dengan menambah pundi-pundi golnya menjadi 24, meninggalkan jauh Erling Haaland yang baru membukukan 19 gol. Dia juga memberi <em>assist</em> bagi gol Tren Alexander-Arnold, memperbanyak jumlah umpannya menjadi 15 musim ini.</p>
<p>Di Liga Primer, Mo Salah menjadi pemain pertama sejak Eden Hazard (musim 2018-2019) yang mengukir minimal 15 gol dan 15 <em>assists</em> dalam satu musim. Dia juga menciptakan rekor sebagai pencetak gol tandang terbanyak dalam satu musim dengan 15 gol, melewati Luis Suarez yang mencetak 14 gol tandang untuk Liverpool pada 2013-2014.</p>
<p>Mohamed Salah mencetak jumlah terbanyak mencetak gol dan <em>assist</em> sekaligus (10 kali) di satu musim Liga Primer. Dia hanya kalah dari Lionel Messi yang 11 kali melakukannya bersama Barcelona pada 2014-2015.</p>
<p><strong>Dijagokan</strong><br />
Pada 2024, Ballon d’Or diraih oleh Rodri, bintang Manchester City dan tim nasional Spanyol. Rodri menjadi pemain ketiga di luar Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang meraih bola emas tersebut sejak 2007. Dua lainnya adalah Luka Modric pada 2018 dan Karim Benzema pada 2022.</p>
<p>Belum lama ini, <em>Planet Football</em> membuat perkiraan sejumlah pemain yang bakal bersaing dalam perebutan trofi Ballon d’Or. Tercatat nama Jude Bellingham (Real Madrid), Harry Kane (Bayern Muenchen), Bukayo Saka (Arsenal), Lamine Yamal (Barcelona), Raphinha (Barcelona), dan Robert Lewandowski (Barcelona).</p>
<p>Pada 2020, Lewandowski pantas kecewa. Penghargaan tersebut ditiadakan karena pandemi Covid-19, padahal dia sedang berkibar: sukses membawa Bayern Munchen meraih <em>treble</em> dengan 55 gol di semua ajang. Selain Lewy, ketika itu tidak ada pemain yang dinilai lebih pantas meraih Ballon d’Or.</p>
<p>Pada usia 36, striker Polandia itu tetap menjadi salah satu pencetak gol ulung di Eropa. Kini performanya sedikit menurun. Barcelona kehilangan banyak poin di La Liga dalam beberapa pekan terakhir, dan kini mulai memperlihatkan kebangkitan lagi.</p>
<p>Pada pertengahan 2024, Mohamed Salah belum terlalu melejit, namun awal tahun ini dia benar-benar memperlihatkan konsistensi. Liverpool sangat bergantung kepadanya.</p>
<p>Sulit bagi The Reds untuk melepas ketergantungan gol dari Mo Salah, yang dulu pernah menjadi bagian dari Trio Firmansah (Roberto Firmino, Sadio Mane, dan Mo Salah). Kini, dia berkolaborasi dengan Darwin Nunez, Luis Diaz, Diogo Jota, Harvey Elliots, atau Dominik Szoboszlai.</p>
<p>Pemain yang dijuluki “Messi dari Mesir” itu memperlihatkan impresivitas dengan aksi-aksi yang bertumpu pada kecepatan, dribel lengket, teknis ajaib, dan seni gol dengan akurasi kaki kiri.</p>
<p>Kemampuan teknis itu, sejak 2010-an menjadikan Salah yang pernah bermain untuk Basel, Chelsea, Fiorentina, dan AS Roma itu tak pernah lepas dari level atas persaingan, termasuk dalam kontestasi Ballon d’Or.</p>
<p>Kita akan melihat bagaimana perkembangan penampilannya pada sisi musim. Juga sejauh mana dia berperan untuk Liverpool di semua ajang tersisa.</p>
<p>Dalam usia yang mulai menapak ke luar orbit 30-an, akankah Mo Salah mendapat pengakuan tuntas dengan trofi individu tersebut, sebagai pemain Afrika kedua setelah George Oppung Weah pada 1995?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawaan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/22/mo-salah-dalam-kelayakan-ballon-dor">Mo Salah, dalam Kelayakan “Ballon d’Or”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengakuan Jamal Musiala, Inspirasi bagi Para Pemain Muda</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/02/15/pengakuan-jamal-musiala-inspirasi-bagi-para-pemain-muda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Feb 2025 10:00:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ballon d'Or]]></category>
		<category><![CDATA[CR7]]></category>
		<category><![CDATA[Cristiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Euro]]></category>
		<category><![CDATA[GOAT]]></category>
		<category><![CDATA[Kualitatif]]></category>
		<category><![CDATA[Kuantitatif]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Andres Messi]]></category>
		<category><![CDATA[Portugal]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[The Greatest of All Times]]></category>
		<category><![CDATA[UEFA Nations League]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=460731</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // pembandingan itu takkan pernah berhenti/ siapa yang benar-benar maharaja/ di sepanjang zaman/ ada kelebihan/ ada keunggulan/ pun ada pembeda/ yang tak ada pada lainnya// (Sajak “GOAT”, 2025) CRISTIANO Ronaldo tak pernah berhenti melempar opini. Belum lama ini dia menegaskan lebih lengkap dari Lionel Andres Messi, untuk mengklaim sebagai pemain terbesar [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/15/pengakuan-jamal-musiala-inspirasi-bagi-para-pemain-muda">Pengakuan Jamal Musiala, Inspirasi bagi Para Pemain Muda</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-460736 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/02/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/02/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/02/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// pembandingan itu takkan pernah berhenti/ siapa yang benar-benar maharaja/ di sepanjang zaman/ ada kelebihan/ ada keunggulan/ pun ada pembeda/ yang tak ada pada lainnya//</em><br />
<strong>(Sajak “GOAT”, 2025)</strong></p>
<p>CRISTIANO Ronaldo tak pernah berhenti melempar opini. Belum lama ini dia menegaskan lebih lengkap dari Lionel Andres Messi, untuk mengklaim sebagai pemain terbesar sepanjang sejarah atau The Greatest of All Times (GOAT).</p>
<p>Perdebatan tentang siapa lebih baik dari dua pemain ini mewarnai wacana yang secara kuantitatif maupun kualitatif tak pernah berhenti. Banyak pendapat yang menyebut Ronaldo lebih unggul, tidak sedikit pula yang memastikan Messi tak tergoyahkan dari sisi raihan penghargaan yang diterima dibandingkan dengan CR7. Messi juga diunggulkan dari fakta kehebatan dan keunikan cara bermain.</p>
<p>Banyak yang mengatakan, Ronaldo hebat karena spartanitas dan disiplin latihan, sementara Messi lahir dengan bakat yang sudah melekat.</p>
<p>Ketika Ronaldo masih terus memperlihatkan produktivitas gol untuk mengejar jumlah 1.000 gol sepanjang kariernya, Leo Messi punya fakta lain: membendaharakan delapan Ballon d’Or dan raihan trofi Piala Dunia 2022. Sedangkan Ronado lima kali meraih Ballon d’Or, dan di tingkat tim nasional mengantar Portugal sebagai juara Euro pada 2016 dan UEFA Nations League 2019.</p>
<p>Untuk trofi yang merepresentasikan kekuatan timnas sebagai yang terkuat di benua nya, Messi menyusul dengan dua kali juara Copa Amerika, yakni pada 2021 dan 2024. Artinya, secara kuantitatif, Messi jelas lebih unggul, dan hanya kalah dari raihan gol yang didapat Ronaldo di Manchester United, Real Madrid, Juventus, Al-Nassr, dan timnas Portugal. Bintang Portugal itu membukukan 923 gol. Sedangkan Messi mengukir 847 gol dalam kariernya bersama Barcelona, Paris St Germain, Inter Miami, dan timnas Argentina.</p>
<p>Seorang pakar gestur, Darren Stanton, sebagaimana dilansir <em>Tribuna</em> (<em>detik.com</em>, 6/2) melihat, Ronaldo tampak tidak percaya diri ketika menyatakan klaim lebih lengkap dari Messi. “Dia mengatakan dirinya yang terbaik, tetapi ekspresi wajah mengkhianatinya,” kata Darren.</p>
<p>Pakar gestur itu menilai, Ronaldo tidak membenci Messi. Dia hanya merasa frustrasi karena dunia sepak bola tidak mengakuinya sebagai yang terbaik.</p>
<p>Kalau yang dijadikan justifikasi adalah kekuatan tendangan kaki kanan dan kiri, serta sundulan kepala, maka orang akan cenderung melihat keseluruhan aspek sebagai kelengkapan kemampuan, dan performa Messi boleh dibilang tak kurang apa pun.</p>
<p><strong>Pengakuan Musiala</strong><br />
Di tengah klaim Cristiano Ronaldo, muncul pengakuan Jamal Musiala. Mutiara Bayern Muenchen dan timnas Jerman itu menilai, Lionel Messi lebih baik dari Ronaldo. Bisa jadi, pendapat ini menginspirasi para pemain muda terhadap senior-senior pendahulunya.</p>
<p>Pemain dari ayah berdarah Yoruba berkebangsaan Britania dan ibu berdarah Jerman dengan akar Polandia ini, dalam usia 21 menjadi salah satu <em>wonderkid</em> paling bersinar di samping Lamine Yamal, Kylian Mbappe, Jude Bellingham, Amat Diallo, atau Cole Palmer. Dia menjadi <em>runner up</em> Golden Boy 2023, di bawah Bellingham.</p>
<p>Seperti Lamine Yamal, Musiala juga dibandingkan dengan Leo Messi. Dribel ajaibnya mewarnai Bundesliga sejak Juni 2020 setelah memulai debut pada usia 17 tahun.</p>
<p>Belum lama ini, seperti diunggah <em>Give Me Sport</em>, Jamal Musiala mengetengahkan lima pemain terbaik dalam sejarah. GOAT versinya itu adalah Lionel Messi, Ronaldo, Pele, Diego Maradona, dan Gerd Mueller.</p>
<p>Telah lama dia menunjukkan kekaguman kepada Messi, dan tak ragu-ragu menobatkannya sebagai GOAT. “Barcelona adalah tim favorit saya, dan karena itu mereka selalu menjadi referensi saya. Pada bagian belakang kaus saya saat masih kecil, hampir selalu (tertera nama) Messi,&#8221; ujar Musiala.</p>
<p>Dia juga menyukai Cristiano Ronaldo, yang merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah, namun Musiala menegaskan, dia berada di pihak Messi dalam perdebatan GOAT yang tak pernah berakhir di antara keduanya.</p>
<p>“Saya menyukai <em>clasico</em> antara Ronaldo dan Messi, namun terlepas dari semua penghargaan saya untuk Cristiano, saya adalah tim Messi,” katanya.</p>
<p>Musiala memosisikan Pele di posisi ketiga pemain terbaik sepanjang masa. Dia menjadi satu-satunya orang yang memenangkan tiga gelar juara Piala Dunia. Pele mencatat 97 <em>caps</em> untuk Timnas Brasil, dengan 77 gol.</p>
<p>Pele, menurutnya adalah personifikasi <em>jogo bonito</em>, gaya bermain Brazil yang tidak saja indah tetapi juga mengekspresikan kultur bangsa.</p>
<p>Pemain terbesar keempat dalam penilaian Musiala adalah Diego Maradona, yang seolah-olah bisa melakukan apa saja setiap membawa bola. Dialah yang membawa penginspirasian “New Maradona” bagi Leo Messi, dan kini juga diteruskan dengan hal yang sama dengan ”New Messi”.</p>
<p>GOAT kelima Musiala adalah Gerd Muller. Striker Jerman (Barat) yang meninggal pada 15 Agustus 2021 di usia 75 tahun ini menempati posisi ketiga pencetak gol terbanyak di putaran final Piala Dunia. Dalam dua edisi, 1970 dan 1974, Mueller mencetak 14 gol dan 6 <em>assists</em> dari 13 laga. Dia mencetak gol terakhir ke gawang Jan Jongbloed ketika Jerman Barat mengalahkan Belanda 2-1 di final Piala Dunia 1974.</p>
<p><strong>Ronaldo Nazario dan Ronaldinho</strong><br />
Di luar lima nama itu, sepak bola mengetengahkan banyak legenda dengan segala kelebihan pada eranya. Ada yang sempat bermain di Piala Dunia, ada pula yang bagai ditakdirkan tidak bisa tampil di ajang terbesar dunia itu. Seperti George Best, bintang Irlandia Utara dan Eric Cantona yang sama-sama merupakan legenda Manchester United.</p>
<p>Bintang-bintang Brazil dengan keajaiban masing-masing seperti Garrincha, Rivelino, Zico, Socrates, Ronaldo Luis Nazario, Romario, Ricardo Kaka, Ronaldinho, Neymar Junior, dan kini Vinicius Junior adalah sebagian di antara megabintang yang beredar di orbit elite.</p>
<p>Juga nama-nama genius seperti Johan Cruyff, Franz Beckenbauer, Michael Platini, Zinedine Zidane, George Weah, Enzo Francescolli, Ruud Gullit, Marco van Basten, atau Paul Gascoigne.</p>
<p>Dalam dua dasawarsa, rivalitas Messi dan Cristiano Ronaldo sulit ditembus oleh pemain lain. Sepak bola dunia dibuat sibuk memperdebatkan siapa yang lebih baik dari keduanya.</p>
<p>Klaim CR7 dan pernyataan Jamal Musiala memberi kesimpulan yang menyodorkan fakta tentang kelebihan kedua bintang. Penilaian itu seolah-olah mementahkan klaim Ronaldo, dan menegaskan di mana posisi Messi &#8212; yang selama ini tidak pernah memedulikan dia akan diakui sebagai GOAT atau tidak.</p>
<p>Realitasnya, Messi tak pernah terprovokasi oleh klaim dan opini rivalnya&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/15/pengakuan-jamal-musiala-inspirasi-bagi-para-pemain-muda">Pengakuan Jamal Musiala, Inspirasi bagi Para Pemain Muda</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Vinicius, Simbol Keteguhan Melawan Rasisme</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/12/28/vinicius-simbol-keteguhan-melawan-rasisme</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Dec 2024 10:00:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[AC Milan]]></category>
		<category><![CDATA[Ballon d'Or]]></category>
		<category><![CDATA[Diskriminasi]]></category>
		<category><![CDATA[FIFA]]></category>
		<category><![CDATA[la liga]]></category>
		<category><![CDATA[Paris St Germain]]></category>
		<category><![CDATA[Rasisme]]></category>
		<category><![CDATA[real madrid]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=454020</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // sampai kapan rasisme membayangi/ kita takkan pernah tahu/ : hingga seluruh penduduk bumi/ berpadu dalam kesetaraan/ tak terbedakan/ oleh sekat apa pun/ dan, sepak bola seharusnya memelopori// (Sajak &#8220;Rasisme Sepak Bola&#8221;, 2025) CATATLAH nama ini: Vinicius Jose Paixao de Oliveira Junior. Baru saja dia dinobatkan sebagai Pemain Terbaik FIFA 2024, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/12/28/vinicius-simbol-keteguhan-melawan-rasisme">Vinicius, Simbol Keteguhan Melawan Rasisme</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-454025 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/12/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/12/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/12/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/12/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// sampai kapan rasisme membayangi/ kita takkan pernah tahu/ : hingga seluruh penduduk bumi/ berpadu dalam kesetaraan/ tak terbedakan/ oleh sekat apa pun/ dan, sepak bola seharusnya memelopori//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Rasisme Sepak Bola&#8221;, 2025)</strong></p>
<p><strong>CATATLAH</strong> nama ini: Vinicius Jose Paixao de Oliveira Junior.</p>
<p>Baru saja dia dinobatkan sebagai Pemain Terbaik FIFA 2024, gelar prestisius yang setara dengan Ballon d&#8217;Or.</p>
<p>Penghargaan itu memupus kekecewaannya gagal meraih Ballon d&#8217;Or, yang Oktober lalu dimenangi Rodri, penggawa Manchester City.</p>
<p>Vini adalah simbol permainan agresif Real Madrid, dan dikenal gigih melawan rasisme. Selama bermain di La Liga, dia kenyang menghadapi olok-olok, hinaan, cercaan, dan perlakuan buruk di lapangan.</p>
<p>Dia melawan. Dengan sikap, opini, dan ekspresi bermain dalam kualitas yang memberi kekuatan &#8220;pembeda&#8221;.</p>
<p>Pemain asal Brasil itu menyuarakan perlawanan setiap kali ada yang mengalami diskriminasi, baik dari sesama pemain di lapangan, maupun dari tribune suporter. Sudah sekitar 20 kali dia bersinggungan dengan insiden rasisme, dalam bentuk olok-olok yang menginsinuasi secara verbal &#8220;gerakan monyet&#8221;, &#8220;koor suara monyet&#8221;, dan &#8220;lemparan pisang&#8221;.</p>
<p>Lalu bagaimana reaksi orang-orang rasis itu ketika Vini Junior meraih pengakuan dari FIFA?</p>
<p><strong>Tidak Menyurut</strong><br />
Hinaan rasis sudah lama menjadi penyakit dalam kompetisi sepak bola. Di zaman kejayaannya, George Oppung Weah yang meraih Ballon d&#8217;Or 1995 juga kerap mengalami. Pemain asal Liberia itu pernah menjadi bintang utama di Paris St Germain, lalu AC Milan.</p>
<p>Pola hinaan yang dia terima mirip dengan yang sekarang dihadapi oleh Vinicius.</p>
<p>Banyak pemain yang merasakan. Liga-liga seperti Spanyol, Italia, Inggris, dan Jerman diwarnai &#8220;virus&#8221; serupa, yang mendorong FIFA mengetengahkan &#8220;ritual&#8221; menjelang pertandingan. Selembar kain dibentangkan di tengah lapangan, bertuliskan &#8220;No Racism&#8221;.</p>
<p>Kampanye antirasis FIFA bertemakan &#8220;Kick It Out&#8221;, faktanya belum melenyapkan perilaku diskriminatif. Sepak bola yang seharusnya menyemaikan kesetaraan dan menghapus sekat perbedaan bagi umat manusia, justru menjadi lahan subur bagi eksploitasi warna kulit.</p>
<p>Pada titik ini, apa makna keterpilihan Vinicius Junior sebagai Pemain Terbaik FIFA?</p>
<p>Banyak yang menganalisis, Vini gagal menjadi pemenang Ballon d&#8217;Or lantaran bersikap vokal terhadap realitas La Liga yang masih meruapkan rasisme.</p>
<p><em>Reuters</em> yang dikutip <em>cnnindonesia.com</em> (29/10/2024), memaparkan pernyataan Vinicius di akun <em>X</em>-nya, &#8220;Saya akan melakukannya 10 kali jika memang harus. Mereka tidak benar-benar siap&#8221;.</p>
<p>Manajemennya mengatakan, unggahan itu bermakna perjuangan melawan rasisme. Faktor itulah yang diyakini menyebabkan Vini tidak memenangkan Ballon d&#8217;Or. Menurut <em>Reuters</em>, dunia sepak bola belum siap menerima pemain yang melawan sistem.</p>
<p><strong>Keistimewaan</strong><br />
Dibandingkan dengan rata-rata maestro sepak bola Brasil, Vinicius menonjol bukan karena permainan sebagai &#8220;seniman Samba&#8221;.</p>
<p>Dia adalah tipe pekerja keras yang ngotot, dengan kekuatan fisik menonjol. Permainannya sebagai gelandang serang sayap efektif untuk bermanuver menuntaskan setiap peluang di depan gawang.</p>
<p>Narasi menarik dia sampaikan saat menerima trofi itu, &#8220;Saya bahkan tidak tahu harus mulai dari mana. Itu begitu jauh, sehingga tampaknya mustahil untuk sampai ke sini. Saya adalah seorang anak yang hanya bermain sepak bola tanpa alas kaki di jalan-jalan Sao Goncalo, dekat dengan kemiskinan dan kejahatan. Menuju ke sini adalah sesuatu yang sangat penting bagi saya&#8221;.</p>
<p>Pemain yang lahir di Sao Goncalo, 12 Juli 2000 itu mengawali karier di kampung-kampung. Pelatih masa kecilnya, Cacau, ingat betul talenta Vinicius di laga-laga usia dini.</p>
<p>&#8220;Ketika kami membawanya ke beberapa turnamen antara usia delapan dan sembilan, kami menyadari dia memiliki sesuatu yang istimewa,&#8221; kenangnya.</p>
<p>&#8220;Bahkan lawan-lawannya akan mengatakan, untuk menjaga Vini, Anda perlu sepeda motor!&#8221; candanya.</p>
<p>Bakat saja tak cukup. Vinicius Junior juga punya tekad untuk mewujudkan impian menjadi pesepak bola ternama. Pamannya, Ulysses ingat bagaimana Vini melakoni perjalanan jauh dan sulit untuk berlatih.</p>
<p>&#8220;Transportasi adalah masalah nyata baginya karena dari Sao Goncalo ke tempat latihan Ninho do Urubu yang jauh,&#8221; kata Ulysses.</p>
<p>&#8220;Selalu sulit untuk latihan, sekolah, dan kembali ke rumah. Setelah beberapa saat, dia mulai tinggal di rumah saya. Dia tidak bisa terus ketinggalan sekolah di Sao Goncalo karena latihan di Vargem Grande lagi,&#8221; katanya.</p>
<p>Flamengo kemudian mengajak bergabung pada 2007. Awalnya Vini bermain di tim futsal. Klub kemudian melihat bakatnya di sepak bola.</p>
<p>Ditempa di Flamengo, Vinicius memetik hasilnya pada 2017. Dia diminati Real Madrid, yang menebusnya 46 juta Euro. Saat itu dia menjadi pemain Brasil termahal kedua setelah Neymar.</p>
<p>Lantaran usianya masih 17 tahun, Vini Junior harus menunggu setahun untuk gabung ke Madrid. Dia kemudian benar-benar pindah pada 2018.</p>
<p>Pada awal kedatangannya ke Spanyol, Vinicius sempat memperkuat tim Castilla Madrid. Sesekali dia dimainkan di tim senior. Vini akhirnya permanen pindah ke tim utama sejak musim 2019/2020.</p>
<p>Bersama Madrid, dia memenangi 13 trofi, termasuk tiga gelar La Liga dan dua Liga Champions. Dalam empat musim terakhir, performanya meningkat pesat, membukukan 82 gol. Total, Vinicius mencetak 96 gol untuk Los Blancos. Pelatih Carlo Ancelotti banyak disebut punya pendekatan tepat untuk mengeluarkan seluruh potensi Vini Junior.</p>
<p>Selama tiga tahun bersama Madrid, pemain kelahiran 12 Juli 2000 itu kenyang dengan serangan rasisme, yang tentu menguatkan mentalnya. Vinicius melawan, dengan menunjukkan kualitas permainan level atas.</p>
<p>Pengakuan sebagai Pemain Terbaik FIFA 2024, apakah itu akan memperkuat perlawanan terhadap rasisme, hipokritas, dan diskriminasi dalam sepak bola?</p>
<p>Atau ini adalah ekspresi perjuangan kemanusiaan yang hakikatnya tak mengenal akhir?</p>
<p>&#8212;<strong> Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/12/28/vinicius-simbol-keteguhan-melawan-rasisme">Vinicius, Simbol Keteguhan Melawan Rasisme</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seleluasa Ini Leo Messi Memuncaki Singgasana&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/11/04/seleluasa-ini-leo-messi-memuncaki-singgasana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Nov 2023 10:00:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Baggio]]></category>
		<category><![CDATA[Ballon d'Or]]></category>
		<category><![CDATA[BEST]]></category>
		<category><![CDATA[Cantona]]></category>
		<category><![CDATA[Cristiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Cruyff]]></category>
		<category><![CDATA[Edson Arantes Do Nascimento]]></category>
		<category><![CDATA[George Oppung Weah]]></category>
		<category><![CDATA[Jay Jay Okocha]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[maradona]]></category>
		<category><![CDATA[pele]]></category>
		<category><![CDATA[Rivelino]]></category>
		<category><![CDATA[Ronaldinho]]></category>
		<category><![CDATA[Ronaldo Nazario]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[The Greatest of All Times (GOAT)]]></category>
		<category><![CDATA[Weah]]></category>
		<category><![CDATA[Zidane]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=379807</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // takkan terbantahkan/ cukuplah sudah menilai Messi/ aksi dan trofi bukankah itu bukti/ kalaupun ada cerita berbeda/ biarkan menjadi hak/ para seniman lain/ mereka yang berkategori dewa&#8230;// (Sajak “Kelengkapan Messi”, 2023) MASIH ada lagikah yang meragukan Lionel Messi sebagai The Greatest of All Times (GOAT), jika berpijak pada parameter raihan Ballon [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/11/04/seleluasa-ini-leo-messi-memuncaki-singgasana">Seleluasa Ini Leo Messi Memuncaki Singgasana&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-379808 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/BOLA-BOLA-LOGO.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// takkan terbantahkan/ cukuplah sudah menilai Messi/ aksi dan trofi bukankah itu bukti/ kalaupun ada cerita berbeda/ biarkan menjadi hak/ para seniman lain/ mereka yang berkategori dewa&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Kelengkapan Messi”, 2023)</strong></p>
<p><strong>MASIH</strong> ada lagikah yang meragukan Lionel Messi sebagai The Greatest of All Times (GOAT), jika berpijak pada parameter raihan Ballon d’Or?</p>
<p>Delapan trofi! O, sefantastis itu dia catat sejarah&#8230;</p>
<p>Bandingkan dengan urutan kedua rekor pengoleksi trofi, Cristiano Ronaldo yang lima kali meraihnya. Atau peraih yang mendapatkan tiga kali, dua kali, dan hanya satu kali.</p>
<p>Jujur saja, capaian Messi relatif sulit disamai. Dan, itu adalah rentang konsistensi pencapaian puncak yang pasti takkan mudah dicapai oleh pemain mana pun.</p>
<p>Hanya, ketika bicara tentang Piala Dunia atau Coppa del Mundo, Messi jelas di bawah “rajanya”, Edson Arantes Do Nascimento alias Pele.</p>
<p>Tiga Piala Dunia! Siapa mampu menyamai?</p>
<p>Ya, sedahsyat itu Pele. Ironisnya, dia tidak menikmati sekalipun anugerah Ballon d’Or. Pele menjalani karier gemilang pada masa ketika kandidat pemenang Ballon d’Or masih memiliki restriksi; hanya pesepak bola dari Eropa yang bisa meraih. Restriksi berlangsung dari awal penyelenggaraan pada 1956 hingga 1995. Praktis sejumlah pesepakbola legendaris di luar Eropa tak punya kesempatan meraihnya.</p>
<p>Pada 2016, dalam perayaan 60 Tahun Ballon d’Or, majalah <em>France Football</em> selaku penyelenggara melakukan “evaluasi ulang internasional”, untuk menghitung siapa saja pemenang 1956-1995 andaikata ajang ini digelar global.</p>
<p>Otak-atik itu tidak mengubah pemenang resmi, namun yang menarik, Pele dikalkulasikan layak meraih 7 trofi.<em> France Football</em> bahkan sempat merilis sampul khusus untuk majalahnya. Ada gambar Pele dengan 7 trofi Ballon d’Or hasil “evaluasi ulang”. Untuk menghormati pencapaiannya yang luar biasa, pada 2014 Pele dianugerahi Ballon d’Or kehormatan dalam seremoni 2014.</p>
<p>Sama seerti Pele, Diego Armando Maradona, mahabintang yang tak kalah fenomenal dan meraih Piala Dunia 1986, juga tidak pernah membendaharakan Ballon d’Or.</p>
<p>Barulah sejak 1995, pemain non-Eropa disertakan dalam kontestasi. George Oppung Weah menjadi pemain Afrika pertama &#8212; dan hingga kini satu-satunya &#8212; yang mendapatkan.</p>
<p><strong>Show of Magician</strong><br />
Apa yang dipertontonkan Leo Messi di Piala Dunia Qatar 2022 adalah pengukuhan kebesaran dalam nuansa “menjemput takdir”, bahwa pada akhirnya dia meraih apa yang selama ini dipandang sebagai titik kekuranglengkapannya.</p>
<p>Performa mendekati perfeksionis di Qatar itu diperkuat dengan “<em>show of magician</em>” bersama Inter Miami di Liga Amerika Serikat. Dia genapkan ketakjuban dunia dengan aksi-aksi epik <em>free kick</em>-nya. Juga eksepsionalitas olah bola yang tetap menggoda di usia yang sudah tidak lagi muda, 36 tahun.</p>
<p>Nah, pada saat-saat Messi istikamah unjuk kelebihan di Miami, saya mencoba intens melihat pembanding kemampuannya dengan menyimak melalui video aksi-aksi Pele, Best, Rivelino, Cruyff, Cantona, Maradona, Jay Jay Okocha, Weah, Baggio, Ronaldinho, Zidane, Ronaldo Nazario, termasuk Keegan.</p>
<p>Serangkaian video itu memaparkan betapa kaya dunia sepak bola dengan aksi-aksi langka anak manusia seperti yang sekarang melekat dalam kemampuan Messi.</p>
<p>Tak keliru menobatkan La Pulga sebagai “The Real GOAT”, namun kita juga tidak sepatutnya melupakan &#8212; misalnya &#8212; kemampuan langka Zidane di luar area bintang.</p>
<p>Dari Zidane, Anda simaklah kembali aksi-aksi <em>screening ball</em>, gerakan <em>roulette</em>, teknik-teknik <em>nutmeg</em>, kekuatan fisik, hingga seni mencetak gol. Jelas sekali salah satu pemain terbesar Prancis yang meraih Ballon d’Or 1998 itu adalah seniman langka sepak bola yang pernah dilahirkan. Sejumlah teknik yang ada padanya rasanya tidak dimiliki oleh Pele, Maradona, atau Messi.</p>
<p>Kesenimanan Zidane setara dengan aksi-aksi sirkus Ronaldinho, sebagai “artis Samba” yang memiliki banyak keunggulan “keterampilan panggung” dibandingkan dengan para pesepak bola Brazil lainnya.</p>
<p>Makin banyak menyimak rekaman para seniman dunia itu, makin menjadi terang betapa Lionel Messi memiliki “<em>maqam</em>” pengakuan yang sepantasnya. Dunia takkan berhenti merindukannya.</p>
<p>Ya. Delapan trofi Ballon d’Or, siapa bisa menjajari?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/11/04/seleluasa-ini-leo-messi-memuncaki-singgasana">Seleluasa Ini Leo Messi Memuncaki Singgasana&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>“Soccertainment” di Balik Rivalitas Liga Saudi Vs MLS</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/08/26/soccertainment-di-balik-rivalitas-liga-saudi-vs-mls</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Aug 2023 10:00:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Ahli]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Ballon d'Or]]></category>
		<category><![CDATA[Cristiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Pro Saudi]]></category>
		<category><![CDATA[Major League Soccer]]></category>
		<category><![CDATA[Neymar Junior]]></category>
		<category><![CDATA[UEFA]]></category>
		<category><![CDATA[Wayne Rooney]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=362628</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS ENTAH bombardemen komentar seperti apa yang meruap, andai Lionel Messi memilih memenuhi pinangan klub Al-Ahli, pada akhir musim kemarin. Bisa jadi sinisme bakal mengelombang, seperti ketika Neymar Junior akhirnya melabuhkan diri dari Paris St Germain ke Al-Hilal dengan komponen bayaran selangit dan privilese istimewa. Artinya, Neymar lebih memilih bayaran tinggi ketimbang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/26/soccertainment-di-balik-rivalitas-liga-saudi-vs-mls">“Soccertainment” di Balik Rivalitas Liga Saudi Vs MLS</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-362631 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><strong>ENTAH</strong> bombardemen komentar seperti apa yang meruap, andai Lionel Messi memilih memenuhi pinangan klub Al-Ahli, pada akhir musim kemarin.</p>
<p>Bisa jadi sinisme bakal mengelombang, seperti ketika Neymar Junior akhirnya melabuhkan diri dari Paris St Germain ke Al-Hilal dengan komponen bayaran selangit dan privilese istimewa.</p>
<p>Artinya, Neymar lebih memilih bayaran tinggi ketimbang peluang meraih Ballon d’Or jika tetap bermain di klub Eropa.</p>
<p>Bintang Brazil itu menyusul sejumlah pemain top lain dari liga-liga Eropa yang terlebih dahulu hijrah ke Saudi, di tengah sorotan miring dari UEFA. Otoritas sepak bola profesional Negeri Gurun melangkah gila-gilaan untuk memoles performa liganya.</p>
<p>Nyatanya, <em>the show going on</em>. Liga Pro Saudi kini menjadi <em>top of mind</em> paling aktual ketika kita bicara soal kontrak-kontrak fantastis.</p>
<p><strong>Ronaldo Vs Rooney</strong><br />
Pada bagian lain, saling berbalas komentar antara Cristiano Ronaldo dengan Wayne Rooney memberi indikasi kontroversi tentang rivalitas perkembangan industri sepak bola dunia.</p>
<p>Ronaldo berada di kutub opini Liga Saudi ketika menjadi pionir kehijrahan para bintang dunia ke Arab, dengan berpetualang ke Al Nassr. Dengan penuh keyakinan dia menuturkan, Liga Pro Saudi lebih kompetitif dari Major League Soccer (MLS).</p>
<p>“Setahun ke depan bakal lebih banyak pemain top yang datang. Liga Saudi akan menyusul Liga Turki dan Belanda,” katanya, seperti dikutip <em>bola.net</em> dari<em> The Athletic</em> (20 Juli 2023).</p>
<p>Sebaliknya, Rooney yang kini melatih DC United berpendapat, Liga Amerika Serikat punya segalanya untuk menjadi salah satu yang terbesar di dunia.</p>
<p>“MLS bisa mendatangkan Lionel Messi adalah pembuktian besar. Adakah cara yang lebih baik untuk membuktikan bahwa liga ini bisa bersaing dengan kedatangan Messi?” ungkap legenda Manchester United itu.</p>
<p>Polemik ini, pada sisi lain juga bisa bernilai “soccertainment” untuk mengangkat publisitas Liga Saudi. Bukankah budaya pop terkadang juga membutuhkan elemen konfliktif dalam membangun bla-bla-bla <em>public relationship</em>-nya?</p>
<p>Kita juga bisa menafsir, keberadaan Ronaldo di Liga Saudi dan Leo Messi di MLS diam-diam menciptakan “berkah persaingan”. Media dan budaya pop akan membawa rivalitas sengit kedua megabintang itu, dengan segala perniknya, untuk mengangkat popularitas liga kedua negara tersebut.</p>
<p><strong>Migrasi Besar</strong><br />
Gelombang migrasi ke Arab dapat disimak dari distribusi para bintang di sejumlah klub. Dari yang berstatus eks bintang, yang masih di orbit utama, hingga yang benar-benar masih segar.</p>
<p>Tiga status itu menunjukkan spirit industrial yang tak hanya bernilai pragmatis, tetapi juga bervisi masa depan, dan menggalang sifat edukatif dari mereka yang pernah menjadi ikon dunia.</p>
<p>Di Al Nassr, selain Ronaldo ada Anderson Talisca, David Ospina, Marcelo Brozovic, Seko Fofana, Alex Telles, dan terakhir Sadio Mane.</p>
<p>Taburan bintang mewarnai skema Al-Hilal. Neymar baru saja mendarat dengan gaji dan hak-hak istimewanya. Dia akan berada di tengah Ruben Neves, Kalidou Koulibaly, Sergej Milinkovic Savic, dan Malcom.</p>
<p>Sementara itu, Karim Benzema akan bahu membahu dengan N’Golo Kante, Jota, dan Fabinho di Al-Ittihad.</p>
<p>Jangan abaikan pula Al-Ahly. Roberto Firmino yang langsung nyetel sebagai gelandang serang dengan <em>hattrick</em> di laga perdana, bertandem dengan Riyad Mahrez, Edouard Mendy, dan Alan Saint-Maximin.</p>
<p>Klub-klub lain tak kalah sibuk. Jordan Henderson, Mousa Dembele, dan Jae Hendry di Al-Ittifaq. Ever Banega dan Gregorz Krychowick di Al-Shahab, sementara Al-Fateh, Al-Sadd, dan Abha dengan masing-masing satu rekrutan Eropa: Cristian Tello, Romain Soiss, dan Felipe Caicedo.</p>
<p>Jika publisitas Liga Saudi terus disuburkan dengan kontroversi pro-kontra, apakah dalam format<em> framing</em> atau murni perang opini, perkiraan saya pada musim depan justru makin banyak bintang yang datang. Apalagi dengan iming-iming gaji yang lebih menggiurkan.</p>
<p><strong>Kiprah Timur Tengah</strong><br />
Langkah baru Arab Saudi itu membuat kiprah negara-negara Timur Tengah dalam peta sepak bola dunia semakin terasa.</p>
<p>Piala Dunia 2022 yang sukses digelar di Qatar merupakan puncak yang langsung atau tidak langsung menandai peran “uang Arab” dalam percaturan sepak bola.</p>
<p>Jaringan bisnis Pangeran Mohamed bin Salman &#8212; konsorsium Public Investment Fund (PIF) &#8212; sejak tiga tahun silam mengambil alih 100 persen saham klub Newcastle United dari Mike Ashley di Liga Primer</p>
<p>MBS melengkapi investasi Syekh Mansour al-Sulaimany dari Uni Emirat Arab melalui City Football Group (CFG) untuk Manchester City, dan terbukti mengubah Pasukan Etihad itu sebagai kekuatan dunia.</p>
<p>Di Ligue 1, Syekh Nasser al-Khelaifi dari Qatar Sports Investment (QSI) menjadi pemilik Paris St Germain dengan ambisi Eropa seperti The Citizens.</p>
<p>Liga Pro Saudi, yang pada 2013-2019 berlabel sponsorik Liga Abdul Latif Jameel atau Dawry Jameel, kini betul-betul diinvestasikan untuk memacu kemajuan sepak bola negeri yang lolos ke 16 besar Piala Dunia 1994 itu.</p>
<p><strong>Melawan Inferioritas</strong><br />
Sepak bola Asia, khususnya di kawasan Barat, masih berjuang melawan inferioritas di hadapan superioritas Eropa dan Amerika Latin.</p>
<p>Di kawasan Timur, Jepang dan Korea Selatan sudah mampu menegakkan kepala dengan penampilan tim nasional yang memberi warna kuat di setiap Piala Dunia, sejak 2002.</p>
<p>Sementara itu, Asia Barat lewat Arab Saudi dan Iran masih belum sekonsisten Jepang dan Korea yang ditopang oleh konsistensi impresif kompetisi liganya.</p>
<p>J-League dan K-League dikenal kuat dalam manajemen disiplin kompetisi, melahirkan banyak bintang yang bersinar di liga-liga Eropa.</p>
<p>“Kolaborasi” kemarakan liga domestik dan visi Eropa itulah yang menduniakan sepak bola Jepang dan Korea. Bahkan Liga China, dengan cara memacu diri yang mirip, belum juga beranjak ke level kedua negara tersebut.</p>
<p>Jadi apa salahnya kita bersikap positif? Liga Pro Saudi tampaknya melangkah dengan lebih revolusioner, yang bertumpu pada kekuatan uang dan setting masif <em>public relations</em>.</p>
<p>Sebagai kondisi kebetulan atau tidak, persaingan dengan Liga Amerika Serikat lewat representasi Ronaldo dan Messi bakal menjadi salah satu elemen pelecut lompatan sepak bola Arab Saudi.</p>
<p>Dari sisi visi industri sepak bola, atmosfer marak yang terkesan instan itu justru bakal memeratakan ingar-bingar “soccertainment” di seluruh penjuru dunia&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/26/soccertainment-di-balik-rivalitas-liga-saudi-vs-mls">“Soccertainment” di Balik Rivalitas Liga Saudi Vs MLS</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mungkinkah Camp Nou Memuncaki Dongeng Lionel Messi?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/05/13/mungkinkah-camp-nou-memuncaki-dongeng-lionel-messi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 May 2023 10:00:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Ballon d'Or]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Camp Nou]]></category>
		<category><![CDATA[Les Parisiens]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[MLS]]></category>
		<category><![CDATA[PSG]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[The Greatest of All Times]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=336751</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // inikah saat dia kembali ke habitat sejati?/ sejauh dia pergi/ jalan sejarah akan menuntun/ ke dongeng abadi&#8230;// (Sajak “Dongeng Leo Messi”, 2023) PERTAUTAN Lionel Messi dengan Barcelona adalah dongeng tentang gravitasi hati berkekuatan spiritual telepati. Kemungkinan klimaks kembalinya La Pulga ke Camp Nou memang masih menunggu apa yang akan terjadi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/05/13/mungkinkah-camp-nou-memuncaki-dongeng-lionel-messi">Mungkinkah Camp Nou Memuncaki Dongeng Lionel Messi?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-336760 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/05/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/05/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/05/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// inikah saat dia kembali ke habitat sejati?/ sejauh dia pergi/ jalan sejarah akan menuntun/ ke dongeng abadi&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Dongeng Leo Messi”, 2023)</strong></p>
<p><strong>PERTAUTAN</strong> Lionel Messi dengan Barcelona adalah dongeng tentang gravitasi hati berkekuatan spiritual telepati.</p>
<p>Kemungkinan klimaks kembalinya La Pulga ke Camp Nou memang masih menunggu apa yang akan terjadi di pengujung perikatan dengan Paris St Germain, 30 Juni nanti, namun gambaran tidak adanya sinyal perpanjangan kontrak dengan Les Parisiens adalah kata lain keniscayaan “Messi bersiap balik ke habitat”. Dalam perkembangan terakhir, friksi dengan manajemen Les Parisiens atas “pembangkangan” sang pemain terhadap larangan pergi ke Arab Saudi sebagai Duta Wisata memicu disharmoni tersendiri.</p>
<p>Ketika dua musim lalu dia (terpaksa) meninggalkan Catalunya sebagai konsekuensi penataan struktur gaji Barcelona, banyak yang menyayangkan apabila peraih tujuh Ballon d’Or itu menutup karier di luar Barcelona.</p>
<p>Bukankah sejarah pertumbuhan, perkembangan, dan pemuncakan karier Messi tak lepas dari perjalanan Blaugrana? Sebaliknya, kemonceran cahaya Barca juga tak terpisahkan dari kontribusi hebat Leo Messi.</p>
<p>Itulah realitas intrinsik kekuatan gravitasi yang saling mengikat. Telepati dan “spiritualitas” kosmis tampaknya menyatukan rasa dua entitas itu.</p>
<p>Dalam ungkapan narasi respek, Messi belum tentu sedahsyat sekarang andai tidak melewati proses pembentukan diri di La Masia dan Barca. Sebaliknya, sejarah klub tersebut dari 2006 hingga 2014 pun bisa jadi tidak semoncer itu tanpa keberadaan Messi.</p>
<p>Logika profesional dalam industri sepak bola akan mengabaikan nilai-nilai “rasa”: seorang pemain memilih pindah ke klub mana pun, lalu kapan mengakhiri karier dan di mana. Di balik itu, ada kosmologi <em>chemistry</em> yang tak mudah diabaikan, ketika daya hidup industrial berkembang dengan nilai-nilai respek.</p>
<p>Pun, bukankah budaya pop akan memosisikan estetika nilai dari relasi manusia dengan ekosistemnya? “Ceruk” itu menjadi bagian eksploratif dalam magnet mediatika.</p>
<p>Begitu pun kisah besar relasi Leo Messi dengan Barcelona, yang sarat dengan elemen-elemen ceruk industrial.</p>
<p><strong>Penahbisan GOAT</strong><br />
“Penahbisan” Messi sebagai The Greatest of All Times (GOAT) menemukan momen justru ketika dia berstatus sebagai pemain Paris St Germain. Dia meraih pengakuan yang sejatinya bernilai mediatik itu ketika mengantar Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar.</p>
<p>Dengan level kebugaran yang sudah berbeda karena faktor usia, Messi mengemas performa dengan kelebihan lain, sebagai “pusat pelayanan” berupa <em>assist</em> dan pengaruh terhadap ritme dan konfidensi para pemain yang mengelilinginya, baik di PSG maupun di tim nasional Albiceleste.</p>
<p>Raihan gelar puncak di Qatar pun mengakhiri spekulasi panjang tentang siapa yang lebih baik: dia atau mendiang Diego Maradona? Juga tuntas menjawab perdebatan yang bagai tak berujung tentang siapa lebih jago: Messi, atau Cristiano Ronaldo?</p>
<p>PSG ikut “menikmati” sukses Messi di Qatar, walaupun Barcelona-lah yang realitasnya membubungkan nama La Pulga.</p>
<p>Sejak momen indah Qatar 2022 itu, menjelang berakhirnya kontrak, muncul empat opini spekulasi tentang masa depan Messi. Akankah dia bertahan di Parc des Princes? Bertualang ke MLS untuk relaksasi menjelang pensiun? Memenuhi pinangan Al Hilal di Liga Pro Saudi dengan gaji selangit? Atau kembali ke Camp Nou dengan segala konsekuensinya?</p>
<p>Spekulasi terakhir itu sempat gencar diwartakan bakal berlangsung. Dan, pastilah Barcelonistas lebih menyukai pilihan tersebut, meskipun tak semudah itu prosesnya. Messi harus bersedia menerima gaji jauh lebih rendah dari yang dulu dia terima. Penyesuaian itu terkait dengan kondisi finansial Barca dan keseimbangan gaji pemain yang harus sesuai ketentuan La Liga dan UEFA.</p>
<p>Messi juga harus siap tidak lagi menjadi “pemimpin”, karena ban kapten sudah melilit di lengan Sergio Busquets dengan wakil Jordi Alba.</p>
<p>Lalu apakah Messi tak tergiur tawaran spektakuler Al Hilal? Di ujung karier Messi bisa meraup gaji Rp 6,5 triliun per musim sebagai rekor bayaran; namun menurut info terbaru, istri Messi &#8212; Antonella Rocuzzo &#8212; tidak bersedia tinggal di Saudi.</p>
<p><strong>Kisah Tiki-Taka</strong><br />
Di luar spekulasi-spekulasi itu, kembali ke Barcelona adalah keniscayaan yang bagai dongeng impian. Memang ada konsekuensi-konsekuensi manajerial dan tim yang harus dihadapi Leo Messi, juga Barcelona, bagaimanapun dongeng salah satu pemain terhebat dalam sejarah itu tak lepas dari kisah tim seelok Barca dengan permainan <em>tiki-taka</em>-nya.</p>
<p>Pelatih Pep Guardiola seolah-olah menciptakan taktik bermain yang “menyentral” untuk dan dari Messi. Semua bermain untuk Messi, sekaligus menjadikan Messi sebagai pusat gravitasi yang menghidupkan permainan Barca. Artinya, Messi juga bekerja untuk semua.</p>
<p>Dengan rekor gol, <em>assist</em>, dan aksi-aksi eksepsional, Leo Messi ibarat sosok “lakon” dalam dongeng indah tentang Barcelona. Dalam penghayatan kosmis, telepati itu membentuk “kolaborasi spiritual” yang entah kapan bisa terulang dalam sejarah hidup sebuah klub dengan ikon abadi seorang pemain.</p>
<p>Kita sama-sama menanti Lionel Andres Messi kembali ke habitat sejati. Usianya sudah 35 &#8212; senjakala bagi pemain bola &#8211;, namun cahaya karisma, nalar <em>skill</em>, tanggung jawab, dan eksistensi sebagai pemimpin dan pembeda masih akan menoreh warna yang tak sembarang bintang mampu memberikan&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/05/13/mungkinkah-camp-nou-memuncaki-dongeng-lionel-messi">Mungkinkah Camp Nou Memuncaki Dongeng Lionel Messi?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Messi, Makhluk Manis dalam Bola</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/12/04/messi-makhluk-manis-dalam-bola</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Amir Machmud NS]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Dec 2021 07:18:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Ballon d'Or]]></category>
		<category><![CDATA[heading bola]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[Messi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=215386</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // siapa yang mampu menjajari?/ dia makhluk langka/ penguasa jagat yang lahir untuk dunianya/ apa yang tidak dia dapat untuk dilipat?/ apa yang tidak dia lipat untuk didapat?/ dia ada dengan kegembiraan/ dia bergembira untuk ada// (Sajak “Sepak Bola Gembira Leo Messi”, 2021) TAHUKAH Anda, Lionel Andres Messi menegaskan dia berbeda [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/12/04/messi-makhluk-manis-dalam-bola">Messi, Makhluk Manis dalam Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-209074 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/11/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/11/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/11/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/11/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></p>
<p>Oleh: <strong>Amir Machmud NS</strong></p>
<p><em>// siapa yang mampu menjajari?/ dia makhluk langka/ penguasa jagat yang lahir untuk dunianya/ apa yang tidak dia dapat untuk dilipat?/ apa yang tidak dia lipat untuk didapat?/ dia ada dengan kegembiraan/ dia bergembira untuk ada// </em>(Sajak “Sepak Bola Gembira Leo Messi”, 2021)</p>
<p><strong>TAHUKAH</strong> Anda, Lionel Andres Messi menegaskan dia berbeda lantaran ruap kegembiraannya?</p>
<p>Aura seperti apakah yang mengantarnya meraih penghargaan sebagai manusia utama sepak bola, menggenapi jumlah yang praktis sulit disamai oleh pemain mana pun?</p>
<p>Ketika megabintang Argentina yang kini bermain untuk Paris St Germain itu diumumkan sebagai peraih Ballon d’Or 2021, lengkaplah tujuh kali dia membendaharakan trofi Pemain Terbaik Dunia itu pada 2009, 2010, 2011, 2012, 2015, 2019, dan 2021.</p>
<p>Ya, siapa bintang yang berpeluang menjajari? Paling dekat, Cristiano Ronaldo pun baru mengoleksi lima trofi, dan dalam usia yang sudah masuk ke angka 37, rasanya CR7 tidak mungkin lagi mendekat. Para peraih trofi jauh pada tahun-tahun sebelumnya, paling banyak tiga kali membukukan, yakni Johan Cruyff, Michael Platini, dan Marco van Basten.</p>
<p>Neymar Junior dan Kylian Mbappe yang digadang-gadang menjadi penerus Messi dan Ronaldo, hingga sekarang belum satu kali pun mendapatkan. Artinya, andai meraih pun, logikanya tak cukup lagi waktu untuk mengoleksi sebanyak yang Messi miliki.</p>
<p>Inikah indikator bahwa Leo Messi telah menahbiskan diri sebagai pemain terbesar sepanjang sejarah?</p>
<p>Ballon d’Or ketujuh ini dinuansai kontroversi. Sejumlah tokoh menyebut Robert Lewandowski atau Jorginho lebih layak mendapatkan. Namun sukses Messi memimpin Argentina meraih Copa America dan mengkontribusikan Copa del Rey untuk Barcelona adalah fakta kuantitatif yang tak bisa ditampik, di samping realitas kualitatif eksepsionalitas <em>skill</em>-nya yang memang “lain”.</p>
<p><strong>Hanya Piala Dunia</strong></p>
<p>Faktanya, hanya raihan Piala Dunia yang membedakan Messi dari Pele, Diego Maradona, Zinedine Zidane, atau Ronaldo Luis Nazario.</p>
<p>Semua piala dan penghargaan sudah dirasai bersama Barcelona dan tim nasional Argentina, kecuali Piala Dunia. Dan itulah yang terus dijadikan alasan para pemuja Maradona dan Pele untuk mereduksi pencapaian La Pulga.</p>
<p>Kapasitas teknis Messi yang seeksepsional apa pun, sering dihadapkan dengan realitas kompetensi kepemimpinannya. Acap muncul kritik: Messi bukan seorang kapten yang berwibawa, baik di klub maupun tim nasional.</p>
<p>Namun, tak secara objektifkah dilihat aspek lain tentang keunikan personalitas seorang manusia sepak bola, yang melekat sebagai kekuatan Leo Messi?</p>
<p>Dia bagai dilahirkan dengan semua elemen pembeda. Kenaturalan <em>skill</em>-nya berbeda dari, misalnya Ronaldo yang merupakan produk disiplin latihan spartan.</p>
<p>Simaklah kesimpulan legenda Manchester United, Eric “King” Cantona, suatu ketika. Keistimewaan Lionel Messi, katanya, adalah naluri untuk bermain-main. “Biarkan bersenang-senang, justru karena itu dia akan total mengeksplorasi kehebatannya&#8230;”</p>
<p>Itulah luapan kegembiraan bersepak bola, sumber energi Leo Messi. Psikologi performa yang lebih didorong oleh ungkapan gembira, ekspresi alamiah seorang anak untuk bersenang-senang dengan bola di padang permainan.</p>
<p>Sumber energi itu, pada gilirannya mengantar untuk memberi pembeda yang tak terbaca. Dan, bukankah Messi pun berkembang seperti sekarang?</p>
<p>Maka para pembaca menyimak seperti apa kehebatan gocekan dribelnya, <em>passing</em> visionernya, penempatan posisi, seni penalti Panenka-nya, hingga keterukuran tendangan bebasnya.</p>
<p>Karena berkaki kidal, dia pernah dikritik tak mampu mencetak gol dengan kaki kanan. Pun tak punya kualitas <em>heading</em> yang baik. Pele pernah menyinyiri “kekurangan” ini. Namun nyatanya, gol dengan kaki kanan dan sundulan kepala juga dibendaharakan oleh Sang Messias, bahkan menjadi penentu pada saat-saat kritis. Dan, terjawab tuntaslah sinisme Pele.</p>
<p>Tak perlu lagi memperkuat fakta bahwa Leo Messi merupakan pemain terbaik dunia sepanjang masa. Rasanya semua sudah cukup. Mungkin memang, yang moderat adalah berhipotesis bahwa dia salah satu di antara puncak para bintang dengan kelebihan masing-masing. Dan, Ballon d’Or 2021 ini, meskipun di sejumlah titik respons menimbulkan reaksi, tetap saja menegaskan Messi memang berbeda.</p>
<p>Pada sisi personalitas, dia juga bukan sosok bintang yang biasa menyulut kontroversi. Dia adalah “good boy” untuk olahraga ini.</p>
<p>Seperti judul film serial Lupus karya Hilman Hariwijaya yang disutradarai Achiel Nasroen pada 1987, <em>Makhluk Manis dalam Bis</em>, katakanlah Lionel Messi adalah “makhluk manis dalam bola”&#8230;</p>
<p><strong>&#8212; Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan suarabaru.id, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah.</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/12/04/messi-makhluk-manis-dalam-bola">Messi, Makhluk Manis dalam Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>