<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>astra Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/astra/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 17 Aug 2025 04:38:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>astra Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pacu IKM di Tegal, Yayasan Dharma Bhakti Astra dan UTPE Garap Program Subkontraktor</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/08/17/pacu-ikm-di-tegal-yayasan-dharma-bhakti-astra-dan-utpa-garap-program-subkontraktor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Aug 2025 02:01:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[astra]]></category>
		<category><![CDATA[Ikm]]></category>
		<category><![CDATA[tegal]]></category>
		<category><![CDATA[United Tractors]]></category>
		<category><![CDATA[UTPE]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan]]></category>
		<category><![CDATA[YDBA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=490806</guid>

					<description><![CDATA[<p>TEGAL (SUARABARU.ID) &#8211; Yayasan Dharma Bhakti Astra (Yayasan Astra) bersama PT United Tractors Pandu Engineering (UTPE) meluncurkan Program Pengembangan Subkontraktor Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kota Tegal, Jawa Tengah, belum lama ini. Peluncuran program dilaksanakan di Khas Hotel, Tegal, dengan tema “Kolaborasi PT United Tractors Pandu Engineering, Yayasan Astra, dan Industri Kecil dan Menengah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/08/17/pacu-ikm-di-tegal-yayasan-dharma-bhakti-astra-dan-utpa-garap-program-subkontraktor">Pacu IKM di Tegal, Yayasan Dharma Bhakti Astra dan UTPE Garap Program Subkontraktor</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><b>TEGAL</b> <b>(SUARABARU.ID) </b>&#8211; Yayasan Dharma Bhakti Astra (Yayasan Astra) bersama PT United Tractors Pandu Engineering (UTPE) meluncurkan Program Pengembangan Subkontraktor Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kota Tegal, Jawa Tengah, belum lama ini.</p>
<p dir="ltr">Peluncuran program dilaksanakan di Khas Hotel, Tegal, dengan tema “Kolaborasi PT United Tractors Pandu Engineering, Yayasan Astra, dan Industri Kecil dan Menengah (IKM) untuk Penguatan Supply Chain di Jawa Tengah.”</p>
<p dir="ltr">Presiden Direktur UTPE, Etot Listyono, mengatakan, hal itu sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan dan memperkuat rantai pasok industri.</p>
<p dir="ltr">Program tersebut merupakan bagian dari inisiatif UTPE bersama Yayasan Astra dalam membina pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di luar Jabodetabek. Ter khusus untuk Jawa Tengah yang dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung industri manufaktur dan komponen alat berat.</p>
<p dir="ltr">Etot Listyono, mengatakan, pembinaan IKM sebagai langkah nyata UTPE untuk menciptakan rantai pasok yang mandiri dan kompetitif. Hal itu juga sebagai bentuk membangun rantai pasok yang berkelanjutan.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Inisiatif ini bertujuan membina dan memperkuat kapasitas IKM agar siap menjadi mitra industri yang kompetitif,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Dia bilang, UTPE memberikan akses pasar, kemudian Yayasan Astra turut dalam memberikan pelatihan, pendampingan teknis, dan evaluasi rutin. Hal itu dikatakan sebagai bagian dari komitmen terhadap Community Development dalam Astra Sustainability Aspirations 2030.</p>
<p dir="ltr">Ketua Pengurus Yayasan Astra, Rahmat Samulo, mengatakan, penting bagi IKM agar dapat meningkatkan Quality, Cost, dan Delivery (QCD) supaya sesuai dengan standar industri yang dibutuhkan.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Sehingga di sini peran Yayasan Astra berkolaborasi dengan UTPE untuk mendampingi IKM melalui program pembinaan. Sebagai bagian dari kontribusi Astra Kreatif dalam mengembangkan industri kecil dan menengah di berbagai daerah &#8221; ucapnya.</p>
<p dir="ltr">Sebagai informasi, peluncuran program tersebut turut mendapat apresiasi dari pemerintah pusat dan daerah.</p>
<p dir="ltr">Dini Hanggandari, Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut Kementerian Perindustrian RI, mengatakan, IKM perlu dapat akses masuk ke dalam rantai pasok.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Untuk mendapatkan order yang lebih jelas di tengah situasi global saat ini. Selaras dengan upaya Kementerian Perindustrian RI dalam memperkuat daya saing IKM melalui kemitraan, &#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohma yang diwakili oleh Asisten 2 Ekonomi Pembangunan, Sekretariat Daerah Kabupaten Tegal, Joko Kurnianto, mengatakan, kolaborasi ini sebagai wujud nyata komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem industri nasional yang berbasis pada industri lokal. (*)</p>
<p dir="ltr"><em><strong>Diaz A Abidin</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/08/17/pacu-ikm-di-tegal-yayasan-dharma-bhakti-astra-dan-utpa-garap-program-subkontraktor">Pacu IKM di Tegal, Yayasan Dharma Bhakti Astra dan UTPE Garap Program Subkontraktor</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menganyam Sirap di Geopark Gunungsewu, Olah Limbah Serai Wangi jadi Rupiah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/09/30/menganyam-sirap-di-geopark-gunungsewu-olah-limbah-serai-wangi-jadi-rupiah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Sep 2024 16:57:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[astra]]></category>
		<category><![CDATA[Gunungkidul]]></category>
		<category><![CDATA[Serai Wangi]]></category>
		<category><![CDATA[Sirap]]></category>
		<category><![CDATA[Tani Bangkit]]></category>
		<category><![CDATA[YDBA]]></category>
		<category><![CDATA[YOGYAKARTA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=438895</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Setiap kali penyulingan minyak atsiri, tiga kuintal limbah daun Serai Wangi menggunung. Ogah jadi masalah, Kelompok Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) Tani Bangkit di Desa Sejahtera Astra (DSA) yakni Desa Semoyo, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarya, punya ide kreatif. UMKM yang juga binaan Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) itu menyulap limbah padat jadi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/09/30/menganyam-sirap-di-geopark-gunungsewu-olah-limbah-serai-wangi-jadi-rupiah">Menganyam Sirap di Geopark Gunungsewu, Olah Limbah Serai Wangi jadi Rupiah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>&#8220;Setiap kali penyulingan minyak atsiri, tiga kuintal limbah daun Serai Wangi menggunung. Ogah jadi masalah, Kelompok Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) Tani Bangkit di Desa Sejahtera Astra (DSA) yakni Desa Semoyo, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarya, punya ide kreatif. UMKM yang juga binaan Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) itu menyulap limbah padat jadi kerajinan sirap, dan anyaman hiasan lampu yang bernilai ekonomis. Limbah cair juga bisa diolah menjadi rupiah&#8230;&#8221;</em></p>
<p><strong>GUNUNGKIDUL (SUARABARU.ID) – GIGI </strong>mbah Kasiran (75) bisa dihitung jari, tinggal di antara yang tanggal berkali-kali. Pipinya keriput, mengiringi nada bicaranya yang ramah dan lembut.</p>
<p>Kulitnya terlampau akrab dengan sengat matahari. Otot-otot menonjol melintasi lengan, hingga sela-sela jemari. Gurat-gurat di kulitnya itu mengisyaratkan prasasti hidup dari semburat waktu yang telah dilalu.</p>
<p>Kulit di telapak tangannya barangkali lebih kasap dari limbah daun Serai Wangi (Cymbopogon nardus). Di rumah penyulingan minyak atsiri itu, jari-jemarinya terampil merapikan helai-helai kasar daun Serai Wangi kering.</p>
<p>Limbah daun Serai Wangi dipilah, ditatanya segenggam demi segenggam. Dengan telaten, sepasang tangan Mbah Kasiran melipat salah satu sisi ujung daun, pada potongan kayu bambu sepanjang dua meter. Sesaat pangkal daun diikat dalam satu atau dua kali tarikan, juga menggunakan tali sayatan bambu.</p>
<p>Tiap sentuhan demi sentuhan, sirap hasil karya tangan mbah Kasiran terbentuk. Sirap atau atap berbahan daun Serai Wangi kering sisa penyulingan minyak atsiri itulah yang jadi kreatifitas Kelompok Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) Tani Bangkit, di Wonosari, Desa Semoyo, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta.</p>
<p>Potret potensi pertanian di Desa Semoyo yang ditetapkakan Astra menjadi Desa Sejahtera Astra (DSA) itu cukup menarik. Dari dalam perkampungan di balik hutan rakyat kawasan Geopark Gunungsewu, Mbah Kasiran mengajari para anggota Kelompok Tani Bangkit menganyam sirap. Pengalaman berharga Mbah Kasiran didapat kala menganyam sirap dari alang-alang saat merantau di Lampung, pada era 1970-an.</p>
<p>“<em>Limang </em>(lima) tahun <em>kulo </em>(saya) merantau (di Lampung). Siang kerja bangunan, pertukangan. <em>Nggih s</em>erabutan, <em>ngayam</em> alang-alang (menganyam alang-alang menjadi sirap),” kata dia mengisahkan, saat disambangi Suarabaru.id, di Rumah Penyulingan Minyak Atsiri Kelompok Tani Bangkit, Kamis 26 September 2024.</p>
<figure id="attachment_438980" aria-describedby="caption-attachment-438980" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-438980" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-4.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-4.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-4-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-4-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-438980" class="wp-caption-text">Tangan terampil Mbah Kasiran mengikat limbah padat Serai Wangi pada dengan utas pada potongan bambu sepanjang sua meter. (Foto:Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Ide</strong></p>
<p>Keterampilan lama menganyam sirap Mbah Kasiran sebelumnya ditangkap oleh Ketua Kelompok Tani Bangkit, Waldiyono (64). Mulanya, dia resah akan menggunungnya limbah padat Serai Wangi sisa hasil penyulingan minyak atsiri. Pada 2020, muncullah ide untuk mengolah limbah padat Serai Wangi sisa penyulingan menjadi sesuatu yang bernilai.</p>
<p>Ide itu terbesit setelah Kelompok Tani Bangkit melakukan lima kali penyulingan pertama sejak mendapat hibah bibit Serai Wangi dan ketel uap dari Lazismu pada 2019. Ketel uap penyulingan itu cukup besar berkapasitas tiga kuintal. Sekali menyuling, limbahnya pun dapat tiga kuintal dan menggunung di belakang.</p>
<p>“Saya dengan teman-teman bilang <em>‘waduh iki lur, iki awake dewe nyuling ping limo sampahe wes semene. Lha nko nak setahun nyuling, ngisor kono dadi gunung sampah malah jadi masalah. Piye saiki ayo do duwe penemuan supaya limbahe ora dadi masalah tapi dadi rupiah’</em> (Waduh ini kalau menyuling lima kali sampahnya sudah segini. Kalau setahun, sampahnya menggunung jadi masalah. Bagaimana kalau sekarang punya ide agar limbahnya tidak jadi masalah justru jadi rupiah),” kata Pak Wal, sapaan akrabnya.</p>
<p>Kebetulan, kata dia, ada dari anggota yang pernah merantau di Lampung tahun 1970 yakni Mbah Kasiran. Sembari ngobrol personal dan<em> wedangan</em>, dia melakukan pendekatan dengan Mbah Kasiran. Perlu solusi segera untuk menangani limbah daun Serai Wangi yang sudah menggunung itu.</p>
<p>“Saya tanya ‘<em>mbah, riyen kan panjenengan pernah merantau ning</em> Lampung’ (mbah, dahulu pernah merantau di Lampung?” ucap Pak Wal menceritakan saat bertanya pada Mbah Kasiran.</p>
<p>“<em>Aku limang tahun ning kono</em> (saya lima tahun di sana),” kata Pak Wal menirukan jawaban Mbah Kasiran.</p>
<p>“Berarti<em> njenengan mpun ngertos carane gawe sirap sing seko alang-alang,</em> (berarti tahu cara membuat sirap yang dari rumput alang-alang?” ucap Pak Wal melanjutkan pertanyaan kepada Mbah Kasiran.</p>
<p>“<em>’Lha gaweanku’</em> (<em>lha</em> itu pekerjaan saya),” kata Pak Wal menirukan jawaban Mbah Kasiran.</p>
<p>Sejak saat itulah, dia meminta Mbah Kasiran untuk mengajari membuat sirap dari limbah Serai Wangi kepada para anggota yang lainnya. Keuntungannya, selain produk utama minyak atsiri, semua limbah bisa dimanfaatkan menjadi ladang rupiah. Bahkan nilainya bisa lebih besar dari minyak atsiri sebagai produk utama.</p>
<p>Pak Wal, mengakui pada awal membuat sirap belumlah sempurna. Akan tetapi, kata dia, dengan kemauan bersama-sama untuk menyempurnakan produk, mereka bersyukur hasilnya bisa semakin bagus.</p>
<p>Dia menjelaskan, penyempurnaan itu mengaplikasikan pembinaan tim Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA). Di mana ada salah satu pelatihan produksi yakni Quality Control Circle (QCC).</p>
<p>“Ternyata betul (hasilnya bagus). Kita punya SOP (standard operating procedure), kalau membuat ini jadi ini. Itu diajarkan oleh YDBA,” katanya.</p>
<figure id="attachment_438971" aria-describedby="caption-attachment-438971" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-438971" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-2.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-2.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-2-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-2-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-438971" class="wp-caption-text">Limbah padat daun Serai Wangi sisa penyulingan minyak atsiri dijemur, sebelum dianyam menjadi sirap. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Proses Menganyam Sirap</strong></p>
<p>Dalam pembuatan sirap oleh UMKM Kelompok Tani Bangkit, membutuhkan limbah padat Serai Wangi hasil produksi sendiri. Serai Wangi yang baru saja diangkat dari ketel uap penyulingan minyak atsiri, langsung dijemur dalam posisi menggantung. Tujuannya supaya hasil penjemuran bisa lurus dan cepat kering.</p>
<p>Pak Wal menguraikan, dalam keadaan cuaca panas terik, maka hasil penjemuran bisa kering dalam waktu tiga hari. Setelah itu diangkat, dipindahkan, serta ditumpuk rapi pada tempat teduh. Diakuinya, tidak semua limbah itu bisa dianyam menjadi sirap.</p>
<p>“Ada yang rusak, patah, kita pilah-pilah. Ambil yang bagus-bagus untuk dianyam. Kalau yang tidak bisa dianyam masih bisa dimanfaatkan menjadi pupuk organik sebetulnya. Akan tetapi, kami masih terkendala dengan alat pencacahannya. Jadi sekarang memang fokus mengolahnya menjadi sirap dahulu, dimanfaatkan seperti untuk atap gazebo,” kata ayah tiga anak itu.</p>
<p>Panjang daun Serai Wangi mentah dari kebun rata-rata punya panjang 60 cm hingga 1 meter. Musim menentukan kesuburan dan panjang Serai Wangi. Bila musim kering rata-rata panjangnya mulai 60 cm. Sebaliknya saat musim hujan, panjang daun bisa mencapai satu meter.</p>
<p>Dengan alat penyulingan minyak atsiri berkapasitas tiga kuintal yang dioperasikan Kelompok Tani Bangkit, cukup menghasilkan limbah padat Serai Wangi kualitas bagus. Satu kuintal bisa dianyam menjadi sirap sebanyak 20-25 lembar</p>
<p>Kualitas daun yang bagus, tandanya tidak banyak yang patah atau rusak. Adapun ukuran daun yang dibutuhkan untuk sirap, rata-rata panjang 60 cm. Daun kering dianyam dengan ukuran panjang bambu dua meter.</p>
<p>“Biasanya rata-rata 70 persen limbah padat daun Serai Wangi bisa digunakan, sisanya patah dan rusak. Cukup banyak yang bermanfaat,” kata Pak Wal.</p>
<p>Dia mengungkapkan, sirap Serai Wangi itu cukup punya ketahanan. Sejak awal bahannya memang sudah matang. Hal itu karena hasil sisa dari proses perebusan dalam penyulingan minyak Atsiri Serai Wangi. Selain kerapihan anyaman sirap, juga harus ditunjang dengan teknik pemasangannya atap. Tujuannya supaya awet, berfungsi baik, hingga tahan dari kebocoran.</p>
<p>Kebetulan, hujan turun mengguyur gazebo UMKM Tani Bangkit beratapkan sirap Serai Wangi itu pada siang itu. Struktur pembuatan rangka atap gazebo di Kelompok UMKM Tani Bangkit setidaknya pada kemiringan sekira 25-40 derajat. Hasilnya, hampir tidak ada rembesan sedikitpun. Air hujan mengalir lancar ke bawah.</p>
<p>Keuntungan atap sirap itu, kata Pak Wal, di antaranya menambah eksotika bangunan, lebih teduh, hingga memunculkan aroma yang khas. Selain itu punya bobot yang ringan, hingga punya ketahanan.</p>
<figure id="attachment_438984" aria-describedby="caption-attachment-438984" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-438984" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-7.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-7.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-7-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-7-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-438984" class="wp-caption-text">Atap dari sirap limbah Serai Wangi dinilai punya ketahanan, dan tidak mudah bocor atau rembes saat diguyur hujan. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Bernilai Ekonomis</strong></p>
<p>Atap sirap Serai Wangi sudah jadi. Padahal, mulanya hanya limbah padat sisa penyulingan. Kini sirap sudah menjadi produk sampingan yang ternyata bernilai ekonomis. Setiap sirap dengan panjang dua meter itu dijual dengan harga Rp15 ribu saat ini.</p>
<p>Kelompok UMKM Tani Bangkit kemudian punya tugas baru untuk mempromosikan ke khalayak.Dimulai dengan menawarkan pada relasi yang sudah dimiliki dimanapun berada. Baik menawarkan secara langsung tatap muka, atau melalui media sosial.</p>
<p>Pesanan pertama produk turunan sirap Kelompok UMKM Tani Bangkit dipesan oleh salah seorang pengusaha untuk gazebo restoran di Imogiri, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Saat itu dipesan 20 lembar.</p>
<p>Lalu setelah itu, Resto Omah Godhong Kelor, di Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Pak Wal menguraikan, pemilik usaha awalnya tertarik dan meminta untuk dibuatkan contoh produk. Awalnya, memesan 60 lembar sirap.</p>
<p>“Itu untuk gazebo ukuran 3&#215;3 menghabiskan 60-70 lembar sirap. Tergantung susunannya agak rapat atau tidak,” kata ayah tiga anak itu.</p>
<p>Pesanan datang lagi dari restoran di Logandeng, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul. Kata Pak Wal, resto kebun itu semula memakai atap galvalum. Ternyata pengunjung disebut kurang nyaman, karena kepanasan saat siang hari. Pemilik resto menilai sirap Serai Wangi itu cocok untuk meredam panas, dan langsung memesan sebanyak 70 lembar.</p>
<p>Tak berhenti, Kelompok Tani Bangkit juga menyelesaikan garapan sirap pesanan dari Kabupaten Purworejo. Sebanyak 65 sirap dipasang untuk gazebo yang berlokasi di tepi pantai. Ada dari wilayah sekitar, yang memesan sirap untuk tipe gazebo payung bundar. Pemesan tinggal mendirikan satu tiang saja. Setelahnya, sirap tinggal ditumpangkan di atasnya.</p>
<p>Selain disulap menjadi sirap, limbah Serai Wangi out juga bisa dibuat kerajinan lain. Salah satunya, anyaman untuk hiasan lampu. Bisa juga dibuat kerajinan, miniatur bangunan seperti gazebo.</p>
<figure id="attachment_438977" aria-describedby="caption-attachment-438977" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-438977" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-8.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-8.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-8-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-8-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-438977" class="wp-caption-text">Selain limbah padat dau Serai Wangi, limbah cair juga diolah menjadi pestisida organik, karbol, hingga hidrosol. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Limbah Cair</strong></p>
<p>Kelompok UMKM Tani Bangkit yang didampingi Astra melalui YDBA dan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) memaksimalkan limbah padat dan cair. Produk turunan sisa penyulingan minyak atsiri Serai Wangi seluruhnya bisa dimanfaatkan.</p>
<p>Beberapa produk dari limbah cair, di antaranya menjadi pestisida organik, karbol untuk cairan pel lantai. Kemudian hidrosol untuk diuapkan sebagai pengharum ruangan. Sementara untuk produk utama minyak atsiri Serai Wangi, menjadi minyak oles, aromaterapi, parfum, sabun, dan lain-lain.</p>
<p>“Setelah berproses, kalau kita mau kreatif dan bekerja keras tidak ada yang terbuang dari proses penyulingan itu baik limbah padat dan limbah cair. Air limbahnya missal jadi pestisida organik. Gunanya mengusir hama pada tanaman sayuran dan buah-buahan. Sifatnya tidak membunuh, hanya mengusir hama,” ujar dia.</p>
<p>Waldiyono mengakui, mulanya hanya mengandalkan produk minyak atsiri. Ongkos produksi penyulingan dinilai cukup tinggi. Satu kali penyulingan dengan tiga kuintal Serai Wangi menghasilkan dua liter minyak atsiri. Satu liter dijual Rp300 ribu, sehingga total Rp600 ribu.</p>
<p>Padahal untuk ongkos produksi mencapai kisaran Rp500 ribu. Angka itu didapat dari biaya membeli Serai Wangi, kayu bakar, dan membayar tenaga. Artinya setiap kali menyuling ada keuntungan Rp100 ribu. Itupun kalau bisa cepat terjual.</p>
<p>“Kalau hanya andalkan ini (minyak atsiri) malah tombok, karena harganya belum stabil. Pemasaran juga belum kontinyu. Kadang-kadang saja ada pembeli. Supaya eksis berkegiatan, salah satunya mengolah limbah itu. Terutama limbah padatnya. Antara sampah dan minyaknya kan jadinya presentasinya 1 persen saja itu jadi atsiri,” kata dia.</p>
<p>Dalam sekali proses penyulingan, ada limbah padat daun Serai Wangi tiga kuintal. Kemudian hydrosol 50-an liter. Hidrosol lebih banyak yang pesan untuk pestisida organik, pengharum ruangan, dan lain-lain.</p>
<figure id="attachment_438979" aria-describedby="caption-attachment-438979" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-438979" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-10.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-10.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-10-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-10-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-438979" class="wp-caption-text">Kiprah Kelompok UMKM Tani Bangkit dilirik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), yang akan bekerja sama membangun bumi perkemahan untuk penelitian terbuka pada lahan seluas sekitar 3.000 meter persegi di sisi utara Rumah Penyulingan Minyak Atsiri Tani Bangkit. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Prestasi</strong></p>
<p>Kelompok UMKM Tani Bangkit yang beranggotakan 10 orang ini punya catatan prestasi apik atas kekreatifan pengolahan limbah produksi minyak atsiri. Pada pertengahan tahun 2024, diganjar juara III Tingkat Nasional Lomba QCC YDBA 2024.</p>
<p>Pada bulan ini, Astra melalui YDBA menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Standar Operasional Prosedur Budidaya dan Pasca Panen Serai Wangi bagi UMKM binaannya di Yogyakarta. Pendampingan telah dilakukan dua kali pada 3 dan 17 September 2024.</p>
<p>Sebanyak 20 pelaku UMKM termasuk Kelompok Tani Bangkit antusias mengikuti kegiatan yang mendatangkan dosen dari Polbangtan Yogyakarta-Magelang, Dr Endah Puspitojati, dan Agus Wartapa.</p>
<p>Harapannya, petani dapat memiliki standarisasi kegiatan budidaya pertanian pasca panen yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.</p>
<p>Kelompok UMKM Tani Bangkit juga dilirik oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kampus mengajak kerja sama UMKM Tani Bangkit sebagai pemilik lahan untuk dibuatkan <em>Camping Ground Semoyo </em>di sisi Utara rumah penyulingan/produksi minyak atsiri.</p>
<p>Rencananya, <em>Camping Ground Semoyo </em>akan menjadi laboratorium terbuka. Sejumlah fasilitas umum akan dibuat pihak UMY. Di antaranya seperti musala, jalan, penerangan umum, taman, gazebo beratapkan sirap Serai Wangi, dan lain-lain.</p>
<p>Dengan adanya <em>Camping Ground Semoyo, </em>akan membuat perekonmian warga sekitar bergerak. Hal ini bersamaan dengan, fungsi <em>Camping Ground Semoyo </em>untuk penelitian terbuka kampus, yang bakal mendatangkan banyak mahasiswa setiap tahunnya.</p>
<figure id="attachment_438981" aria-describedby="caption-attachment-438981" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-438981" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-11.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-11.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-11-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-11-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-438981" class="wp-caption-text">Mbah Kasiran (75) menunjukkan hasil anyaman limbah padat daun Serai Wangi sisa penyulingan minyak atsiri menjadi kerajinan sirap yang bernilai jual. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Perjalanan Kelompok UMKM Tani Bangkit</strong></p>
<p>Kilas balik lahirnya Kelompok UMKM Tani Bangkit di Gunungkidul dimulai pada 2019, terdiri dari 10 orang anggota. Saat ini sudah bekerja sama total 25 petani Serai Wangi termasuk 10 anggota tetapnya.</p>
<p>Berjalannya waktu, petani mulai melirik Serai Wangi. Baik di Kecamatan Patuk, dan desa-desa di luar wilayah. Adapun lahan yang sudah tertanam Serai Wangi sekira 15 hektar.</p>
<p>Waldiyono mengisahkan, Desember 2019 dia ditawari seorang kolega dari Lazismu memberikan bibit tanaman serai wangi sebanyak 200 batang. Koleganya itu melihat banyak tanah kosong yang layak dicoba ditanami Serai Wangi.</p>
<p>“Dia bilang ‘Pak Wal di sini banyak tanah kosong coba tolong ditanami serai wangi’. Oke langsung kita tanam sama tetangga. Yang penting saya tanam begitu saja,” kata dia.</p>
<p>Selang delapan bulan, kawannya itu menelepon Waldiyono untuk menanyakan progress pertumbuhan 200 bibit tanaman Serai Wangi. Alhamdulillah, kata Waldiyono, hasilnya baik dan sesuai yang diharapakan. Wilayah di Dusun Semoyo khususnya cocok untuk dikembangkan Serai Wangi. Sepekan kemudian, dia didatangi rombongan dan diikuti pemberian tiga ribu bibit Serai Wangi. .</p>
<p>Bibit itu lantas disebarkan ke para petani di Kecamatan Patuk. Siapapun ditawari untuk menanam terlebih dahulu. Ada yang datang mengambil sedikit dan banyak, tergantung luasan lahannya.</p>
<p>Tanah di Patuk, Gunungkidul itu dinilai cocok ditanami Serai Wangi. Pertemuan berlanjut, hingga akhirnya Kelompok UMKM Tani Bangkit mendapat Hibah alat penyulingan minyak atsiri berkapasitas tiga kuintal, sebagai tindak lanjut pemberian bibit.</p>
<p>Setelahnya, Waldiyono dan rekan-rekannya bergotong royong membuat rumah produksi. Intinya rumah produksi dibangun agar alatnya tidak kepanasan dan kehujanan, serta nyaman untuk bekerja. Ukuran 6&#215;9 dirasa cukup.</p>
<p>“Kita mengumpulkan warga, gotong royong ada yang iuran kayu, genteng, tenaga, dan lain-lain. Akhirnya pada muncul satu orang ‘<em>Gonanku kayu jati sak uwit, kayu mahoni rong uwit, bambu sak cukupmu, ada yang gitu. </em>Tempat saya ada kayu jati satu pohon, mahoni dua pohon, bambu secukupnya. (<em>Nanti gentingnya bekas bongkaran rumah saya dipakai saja) </em>Sudah gotong royong semua murni<em>” </em>kata dia.</p>
<figure id="attachment_438982" aria-describedby="caption-attachment-438982" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-438982" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-12.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-12.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-12-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-12-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-438982" class="wp-caption-text">Ketue Kelompok UMKM Tani Bangkit di Gunungkidul, Waldiyono, menunjukkan tpertumbuhan Serai Wangi yang ditanam di kebun-kebun masyarakat sekitar. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Penanaman </strong></p>
<p>Pada awal proses penanaman Serai Wangi, masyarakat mulai menanam bibit baik secara tumpangsari di bawah pohon hutan rakyat, atau di pematang-pematang, serta atau hamparan ladang terbuka. Di hamparan terbuka hasil minyak atsiri Serai Wangi dinilai paling produktif. Kandungan minyaknya lebih banyak, walau sama-sama suburnya.</p>
<p>Serai Wangi yang optimal, maksimal 75 persen terkena sinar matahari. Kadar 50 persen sinar matahari  juga hidup, akan tetapi hasil minyak saat penyulingan akan berbeda. Akhirnya, kelompok tani, akan tahu permasalahan-permasalahannya di lapangan.</p>
<p>Serai Wangi minim perawatan, hanya beberapa kali mencabuti gulma saat tanaman sedang tumbuh. Sedangkan keberadaan hama, hingga saat ini juga dinilai minim.</p>
<p>Usia panen Serai Wangi bisa dilakukan usai 6-8 bulan pertama. Setelah itu menunggu 3- 4 bulan untuk setiap panen selanjutnya. Untuk Pemupukan hanya memakai pupuk kandang. Tujuannya menambah akar serabut dan menunjang pertumbuhan tunas.</p>
<p>“Kalau peremajaan, sejak pertama kali menanam belum dilakukan. Informasinya tanaman itu bisa bertahan dengan kualitas terbaiknya paling tidak bisa 5-7 tahun, selama perawatannya bagus. Misalnya daun-daun mati dibuang, gulma dicabutin, kalau hama Alhamdulillah minim sekali,” kata Waldiyono.</p>
<p>Adapun, sistem panen Serai Wangi ada dua. Petani memanen sendiri dan diantarkan ke rumah produksi penyulingan, atau dipanenkan oleh Kelompok UMKM Tani Bangkit.</p>
<p>“Misalnya, ada yang repot punya kesibukan lain. Mereka menanam saja, saat panen kita yang mengambil. Ada juga petani yang dipanen sendiri dan dikirim. Nilai belinya Rp500 kalau kita yang ambil, kalau dipanen sendiri diantar kesini kami hargai Rp750,” tutur Pak Wal.</p>
<figure id="attachment_438983" aria-describedby="caption-attachment-438983" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-438983" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-5.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-5.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-5-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-5-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-438983" class="wp-caption-text">Tanaman Serai Wangi yang dibudidayakan, secara bertahap telah banyak ditanam di pekarangan rumah-rumah warga. khususnya di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Target dan Pemberdayaan Masyarakat</strong></p>
<p>Untuk memuliakan lahan karst Geopark Gunungsewu yang berkelanjutan, pihaknya ingin semakin banyak petani yang melirik komoditas Serai Wangi. Serai Wangi saat ini lebih ekonomis dibandingkan komoditas singkong, jagung, dan kacang tanah, andalan masyarakat sekitar.</p>
<p>Contoh, singkong  dan jagung andalan masyarakat sekitar hanya bisa panen dalam satu tahun sekali. Menanam singkong bulan Desember, paling cepat Juli-Agustus tahun depannya baru panen. Begitupun dengan jagung, meski umurnya tiga bulan namun hanya bisa ditanam sekali dalam satu tahun.</p>
<p>“Kami sudah berpuluh-puluh tahun dari kecil menanam singkong, jagung, kacang tanah. Di sini tanahnya merah. Musim penghujan di sini, waktunya juga tidak seperti daerah bawah. Kalau di sini menanam harus bersamaan semuanya. Mungkin iklimnya beda. Belum biaya beli bibit, tenaga perawatannya,” kata dia.</p>
<p>Tanaman Serai Wangi akhirnya disebut cocok dikembangkan untuk ‘petani malas’. Maksudnya, petani tak harus banyak menghabiskan waktu di ladang merawat Serai Wangi. Petani bisa melakukan pekerjaan lain, seperti berdagang, beternak, dan lainnya. Serai Wangi juga dinilai menjadi alternatif pengganti komoditas kayu hutan rakyat yang disebut lama masa panen.</p>
<p>“Kalau dihitung-hitung, itu tanamannya petani malas. Sebabnya, menanam sekali bisa panen berkali-kali. Setiap tiga bulan sudah bisa panen. Tinggal mengabari sudah waktunya panen, akan kita jemput, diantar sendiri juga boleh,” kata dia.</p>
<p>Kelompok UMKM Tani Bangkit terus berusaha mengedukasi masyarakat agar bisa mengambil peluang menanam komoditas Serai Wangi yang saat ini cukup ekonomis. Pemberdayaan petani cukup penting untuk tercukupinya bahan baku, dan keberlanjutan ekonomi kerakyatan komoditas Serai Wangi dari hulu ke hilir.</p>
<figure id="attachment_438978" aria-describedby="caption-attachment-438978" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-438978" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-6.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-6.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-6-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-6-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-438978" class="wp-caption-text">Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) memberikan pendampingan untuk pengemasan, hingga pemasaran digital produk dari Kelompok UMKM Tani Bangkit. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Pemasaran </strong></p>
<p>Jalan tak selalu mulus. Ada tantangan lain. Anggota Kelompok Tani Bangkit mayoritas sudah usia lanjut. Artinya, secara pemasaran dengan teknologi berbeda dengan anak muda.</p>
<p>“Gaptek (gagap teknologi) untuk pemasaran, termasuk saya juga udah kelahiran lama 1960-an. Tapi kita diajari berjualan lewat media sosial. Dari tim YDBA juga memberikan pelatihan, seperti membuat akun jualan daring. Alhamdulillah, mulai berjalan,” ujar Waldiyono.</p>
<p>Untuk sekarang, penjualan paling mudah dilakukan dengan tatap muka. Baik itu penawaran langsung pada setiap kegiatan, pertemuan, arisan, pelatihan, hingga saat pameran.</p>
<p>“Selalu kita bawa produk dikabarkan ada masyarakat. Lumayan hasilnya bisa dijual di daerah sini dan luar. Pameran pernah diajak Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Pernah juga diajak Astra melalui YDBA pameran di Kebun Buah Mangunan, saat itu pameran UMKM se-Indonesia pada 2022,” kata Pak Wal menerangkan.</p>
<p>YDBA memberikan pelatihan lanjut, untuk menambah daya beli masyarakat. Produk dikemas dengan kemasan kecil <em>roll on </em>oles seharga Rp10 ribu per buah. Satu liter atsiri bisa menjadi 100 kemasan <em>roll on</em> minyak murni 100 persen tanpa campuran.</p>
<p>“Ada yang juga produk kemasan semprot (spray). Kami dapatkan pendampingan untuk buat sabun. Serai wanginya jenisnya banyak ada Lenabatu sama Aster. Warnanya minyak lebih putih. Ada jenis yang warna minyaknya kekuningan,” ucapnya.</p>
<p>Head of Communication &amp; Information System YDBA, Rahmat Handoyo, menjelaskan, perhatian besar Astra melalui YDBA ditujukan untuk petani Serai Wangi di Gunungkidul, DI Yogyakarta, khususnya.</p>
<p>Karakter tanah di Gunungkidul, kata dia, kering dan minim curah hujan. Penduduk di sana juga sudah menanam Serai Wangi. Kedua hal tersebut menjadi potensi yang bisa dikembangkan oleh Astra melalui YDBA.</p>
<p>“YDBA melakukan pemetaan terkait persiapan petani untuk mengikuti pembinaan. YDBA mendukung petani untuk kebutuhan pasar. Kami memperkenalkan petani dengan <em>offtakernya</em> (pembelinya).</p>
<p>Dalam pembinaan petani Serai Wangi, kata dia, Astra melalui YDBA bukan hanya fokus pada proses budidaya saja. Akan tetapi YDBA mendorong bagaimana para petani bisa menghasilkan produk turunan memanfaatkan limbah yang ternyata bernilai ekonomis.</p>
<p>“YDBA mulai mengajak para petani terkait <em>mentality</em>. Supaya para petani kreatif dan memproduksi  produk yang bernilai tambah. Menjadi petani yang mau berubah, mau berbagi, komitmen dan konsisten. Hal tersebut berlaku juga di daerah lain, ketika Astra melalui YDBA melakukan mapping di tempat lain.  Baik itu pertanian, kerajinan, kuliner, manufaktur dan bengkel,” kata dia.</p>
<p>Ketua Pengurus YDBA, Rahmat Samulo, menambahkan, YDBA didirikan oleh pendiri Astra Oom Wiliam Soeryadjaya pada 1980 dengan filosofi “Beri Kail Bukan Ikan”. Maksudnya, Astra melalui YDBA memberikan program pembinaan yang bukan bersifat <em>short term atau charity. </em></p>
<p><em>“A</em>kan tetapi <em>sustain </em>dengan <em>mentality</em> yang sesuai dengan tantangan saat ini melalui program pelatihan dan pendampingan yang bersifat manajemen juga teknis, fasilitasi pemasaran dan fasilitasi pembiayaan yang mendukung kemandirian UMKM,” kata dia.</p>
<p>Di samping itu, YDBA juga mendukung bagaimana UMKM dapat memenuhi legalitas yang dibutuhkan UMKM di setiap sektor. Saat ini YDBA membina UMKM di sektor Manufaktur, Bengkel kendaraan roda empat, pertanian yang bernilai tambah, serta Kerajinan, dan Kuliner.</p>
<p>Dia juga menyebut, pentingnya <em>digital marketing </em>bagi para  pelaku UMKM yang sejalan dengan kebutuhan perkembangan bisnis saat ini. UMKM mau tidak mau harus mengikuti tren, termasuk terkait digitalisasi.</p>
<p>“Astra melalui YDBA mendorong UMKM untuk masuk digitalisasi, baik dalam aspek pemasaran, produksi hingga manajemen keuangan,” ujar Rahmat Samulo.</p>
<figure id="attachment_438974" aria-describedby="caption-attachment-438974" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-438974" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-3.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-3.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-3-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/Serai-Wangi-3-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-438974" class="wp-caption-text">Aktivitas mengolah limbah daun Serai Wangi kering, dipilah kualitasnya untuk dianyam menjadi sirap di Rumah Penyulingan Minyak Atsiri, Kelompok UMKM Tani Bangkit, di Semoyo, Patuk, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Kamis 26 September 2024. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Sebaran UMKM</strong></p>
<p>Saat ini terdapat 1.328 UMKM aktif yang mengikuti program pembinaan YDBA hingga tahun 2024. Rinciannya, 17 persen pada bidang manufaktur, 15 persen bengkel, 33 persen pertanian, 25 persen Kuliner, serta 9 persen kerajinan.</p>
<p>Pelaku UMKM yang terdata itu tersebar di 19 wilayah, antara lain Cakung, Banyuwangi, Bantul, Solo, Tegal, Banyumas, Salatiga, Citeureup, dan Puncak Dua Bogor, Lebak Banten. Kemudian, Sangatta Kaltim, Paser Kaltim, Bontang Kaltim, Manggarai Barat NTT, Manggarai Timur NTT, Barito Utama Kalimantan Tengah, Tanjung Kalimantan Selatan, Bandung, dan Cikuya Tangerang.</p>
<p>Astra melalui YDBA punya langkah strategis untuk UMKM dalam waktu dekat atau jangka pendek. Targetnya, YDBA akan membina sejumlah 1.300 – 1.500 pelaku UMKM pada 2025. YDBA juga ingin mewadahi UMKM Mandiri binaan Astra dalam sebuah komunitas.</p>
<p>“Perkuatan rantai pasok dengan industri besar baik Grup Astra maupun Non Grup Astra juga akan dilakukan YDBA di tahun 2025. Ini untuk menjawab tantangan pasar bagi UMKM.</p>
<p>Pada bidang pertanian, khususnya, ingin terus mendorong sektor tersebut untuk menjalankan produk budidaya yang bernilai tambah.</p>
<p><strong>Diaz Azminatul Abidin</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/09/30/menganyam-sirap-di-geopark-gunungsewu-olah-limbah-serai-wangi-jadi-rupiah">Menganyam Sirap di Geopark Gunungsewu, Olah Limbah Serai Wangi jadi Rupiah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Melihat Cara Astra Kolaborasi Kemenperin, dan Kadin Perkuat Rantai Pasok Industri Manufaktur</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/09/09/melihat-cara-astra-kolaborasi-kemenperin-dan-kadin-perkuat-rantai-pasok-industri-manufaktur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Sep 2024 05:33:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[astra]]></category>
		<category><![CDATA[Ikm]]></category>
		<category><![CDATA[manufaktur]]></category>
		<category><![CDATA[YDBA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=435232</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (SUARABARU.ID) – Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) terus fokus menjalankan pembinaan UMKM di Indonesia. Hal itu sejalan dengan tujuan Astra “Sejahtera Bersama Bangsa”, meliputi kontribusi sosial baik di pilar pendidikan, kesehatan, lingkungan maupun kewirausahaan. Astra melalui YDBA terus berupaya melakukan kolaborasi termasuk mendukung peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) maupun Rantai Pasok yang melibatkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/09/09/melihat-cara-astra-kolaborasi-kemenperin-dan-kadin-perkuat-rantai-pasok-industri-manufaktur">Melihat Cara Astra Kolaborasi Kemenperin, dan Kadin Perkuat Rantai Pasok Industri Manufaktur</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA (SUARABARU.ID)</strong> – Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) terus fokus menjalankan pembinaan UMKM di Indonesia. Hal itu sejalan dengan tujuan Astra “Sejahtera Bersama Bangsa”, meliputi kontribusi sosial baik di pilar pendidikan, kesehatan, lingkungan maupun kewirausahaan.</p>
<p>Astra melalui YDBA terus berupaya melakukan kolaborasi termasuk mendukung peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) maupun Rantai Pasok yang melibatkan Industri Kecil Menengah (IKM).</p>
<p>Sejak November 2022, YDBA dan PT Astra Honda Motor (PT AHM) bersama Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin RI) dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin Indonesia) berkomitmen untuk menjalankan program pengembangan rantai pasok yang melibatkan IKM dan tier 1 PT AHM, salah satunya PT Astra Komponen Indonesia (PT ASKI).</p>
<p>Kolaborasi yang dilakukan sejak dua tahun lalu ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi perusahaan besar yang bukan hanya concern terkait lokalisasi produk, namun juga pengembangan IKM baik dalam peningkatan kompetensi maupun perluasan pasar IKM.</p>
<p>Sejak November 2022 tercatat sebanyak 39 IKM terlibat dalam kolaborasi rantai pasok ini. Nilai transaksi yang dihasilkan mencapai Rp 110 Milyar atau 105% dari target yang ditetapkan, yaitu Rp 105 Milyar.</p>
<p>Bukan hanya terkait nilai transaksi yang berdampak positif untuk IKM yang terlibat, akan tetapi juga peningkatan kompetensi IKM.</p>
<p>Dalam kolaborasi ini para IKM mendapatkan berbagai program pembinaan, seperti Pelatihan dan Pendampingan Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin (5R) &amp; Lingkungan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (LK3), Alat Ukur &amp; Abnormality Proses, Cost Calculation, Human Resources Development (HRD), Fasilitasi Pasar, Manajemen Mutu ISO 9001, Manajemen Keuangan.</p>
<p>Para IKM juga berkesempatan untuk mendapatkan akses pembiayaan yang difasilitasi oleh lembaga pembiayaan Astra, yaitu PT Surya Arta Nusantara Finance (SANF) dan PT Astra Mitra Ventur (Astra Ventura).</p>
<p>Untuk melihat langsung progres pencapaian kolaborasi rantai pasok, pada pekan lalu, YDBA, PT AHM, Kemenperin RI dan Kadin Indonesia melakukan kunjungan langsung ke IKM yang terlibat dalam program kolaborasi ini.</p>
<p>IKM tersebut yakni PT Arkha Industries Indonesia yang memasok produknya ke tier 1 PT AHM, yaitu PT Astra Komponen Indonesia (PT ASKI). Hadir dalam kunjungan, yaitu Ketua Pengurus YDBA Rahmat Samulo, Direktur Industri Kecil dan Menengah Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut Kemenperin RI, Ir. Dini Hanggandari, MSi, Wakil Ketua Komite Tetap Industri Kecil dan Menengah Alat Angkut, Kadin Indonesia Eric Indra Kurniawan, Quality Assurance Head PT AHM Setyo Budi Anang Yuliarto dan Purchasing and Administration Division Head PT ASKI Calvin Mayrs.</p>
<p>Rahmat Samulo dalam kunjungan tersebut menyampaikan, dalam kolaborasi ini Astra sangat mengapresiasi program rantai pasok yang melibatkan YDBA, PT AHM, Kemenperin RI dan KADIN Indonesia ini.</p>
<p>&#8220;Kolaborasi ini bisa diduplikasi oleh berbagai stakeholder yang concern terhadap IKM. Oleh karena itu Astra melalui YDBA akan terus berupaya mempeluas kolaborasi ini dengan mengajak para stakeholder untuk terlibat mengembangkan IKM melalui program rantai pasok,&#8221; kata dia.</p>
<p>Dini Hanggandari, menambahkan, kolaborasi ini bukan hanya mendukung kepastian pasar IKM, karena para IKM langsung dikolaborasikan dengan ayah angkatnya.</p>
<p>Diharapkan juga mengurangi impor melalui penguatan produk lokal yang diproduksi oleh IKM Indonesia.</p>
<p>Eric Indra Kurniawan mendukung penuh program kolaborasi ini, terlebih semua pihak berkomitmen dalam menjalankan kolaborasi rantai pasok. Eric mengaku program ini menjadi program unggulan di KADIN, khususnya di Komite Tetap Industri Kecil dan Menengah Alat Angkut.</p>
<p>Di kesempatan yang sama, Setyo Budi Anang Yuliarto menyampaikan, kolaborasi rantai pasok ini telah menciptakan ekosistem yang mendukung kompetensi dan perluasan IKM.</p>
<p>&#8220;Kolaborasi ini harus ditingkatkan dengan menghadirkan lebih banyak lagi stakeholders yang memiliki komitmen serta visi yang sama dalam mengembangkan IKM di Indonesia,&#8221; katanya.</p>
<p>Sedangkan Calvin Mayrs mengaku, PT ASKI sangat mendukung program pengembangan IKM, khususnya program rantai pasok ini. Dengan kualitas yang baik dan delivery yang tepat waktu dari IKM, memperkuat komitmen PT ASKI untuk terus terlibat dalam program rantai pasok.</p>
<p><strong>Diaz Abidin</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/09/09/melihat-cara-astra-kolaborasi-kemenperin-dan-kadin-perkuat-rantai-pasok-industri-manufaktur">Melihat Cara Astra Kolaborasi Kemenperin, dan Kadin Perkuat Rantai Pasok Industri Manufaktur</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>14 Petani di Bogor Binaan YDBA dan PIP dapat Sertifikat Good Agriculture Practices   </title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/07/16/14-petani-di-bogor-binaan-ydba-dan-pip-dapat-sertifikat-good-agriculture-practices</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jul 2024 06:59:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[astra]]></category>
		<category><![CDATA[bogor]]></category>
		<category><![CDATA[petani]]></category>
		<category><![CDATA[YDBA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=425391</guid>

					<description><![CDATA[<p>BOGOR (SUARABARU.ID) &#8211;  Sebanyak 14 petani di Desa Sukawangi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat binaan Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) bersama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) memperoleh sertifikasi Good Agriculture Practices (GAP), Rabu 10 Juli 2024. YDBA dalam memandirikan usaha kecil mikro, dan menengah (UMKM) pertanian berkolaborasi dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/07/16/14-petani-di-bogor-binaan-ydba-dan-pip-dapat-sertifikat-good-agriculture-practices">14 Petani di Bogor Binaan YDBA dan PIP dapat Sertifikat Good Agriculture Practices   </a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BOGOR (SUARABARU.ID) &#8211; </strong> Sebanyak 14 petani di Desa Sukawangi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat binaan Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) bersama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) memperoleh sertifikasi Good Agriculture Practices (GAP), Rabu 10 Juli 2024.</p>
<p>YDBA dalam memandirikan usaha kecil mikro, dan menengah (UMKM) pertanian berkolaborasi dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat, serta Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor untuk sertifikasi tersebut.</p>
<p>Sertifikasi diberikan kepada petani binaan Astra dan PIP yang telah melakukan transformasi sistem budidaya dari konvensional menjadi organik.</p>
<p>Ketua Pengurus YDBA Rahmat Samulo menyampaikan, program pembinaan yang dilakukan Astra melalui YDBA bersama PIP ini diharapkan dapat membentuk ekosistem pertanian yang mendukung kemajuan petani di Sukawangi Bogor.</p>
<p>“Diharapkan dapat lebih memotivasi para petani untuk terus melakukan budidaya yang lebih baik dengan standar,&#8221; kata dia.</p>
<p>Direktur PIP Muhammad Yusuf menuturkan, sertifikasi yang didapat petani pada kesempatan ini sejalan dengan desain program pembinaan yang digarap Astra melalui YDBA bersama PIP pada 2022 lalu.</p>
<p>“Kita berharap sertifikasi ini dapat mendukung kemandirian petani di Sukawangi Bogor,” kata dia.</p>
<p>Kepala Bidang Pelindungan dan Pelayanan Usaha Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor Judi Rahmat, menambahkan, sertifikasi GAP bisa diberikan kepada lebih banyak lagi petani di wilayah tersebut.</p>
<p>“Terlebih masih banyak luasan lahan petani di wilayah tersebut. Peluang tersebut dapat dioptimalkan bukan hanya oleh para petani, tetapi oleh Astra melalui YDBA dan PIP yang telah menjalankan program pembinaan di Sukawangi Bogor,” kata dia.</p>
<p>Siti Solihat mewakili Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat memberikan apresiasi kepada Tim Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Sukawangi Majeng Sareng yang didirikan Astra.</p>
<p>Melalui YDBA dan PIP yang membantu para petani dengan semangat dan gigih untuk mendapatkan sertifikasi GAP.</p>
<p>Siti Solihat berharap, semangat tersebut bisa memotivasi para petani yang belum mendapatkan sertifikasi untuk menerapkan sistem budidaya pertanian yang ter-standar, agar mendapatkan sertifikasi GAP.</p>
<p>Pada kegiatan itu, acara dihadiri oleh Ketua Pengurus YDBA Rahmat Samulo, Sekretaris Pengurus YDBA Ema Poedjiwati Prasetio, Bendahara Pengurus YDBA Agung K. Sampurno, Advisor YDBA Tonny Sumartono dan Sigit P Kumala, Direktur PIP Muhammad Yusuf, Perwakilan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat Siti Solihat, Kepala Bidang Pelindungan dan Pelayanan Usaha Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kab. Bogor Judi Rahmat dan EVP Corporate Secretary &amp; Communication PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) (PII), Yunan Novaris.</p>
<p><strong>Diaz Aza</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/07/16/14-petani-di-bogor-binaan-ydba-dan-pip-dapat-sertifikat-good-agriculture-practices">14 Petani di Bogor Binaan YDBA dan PIP dapat Sertifikat Good Agriculture Practices   </a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bina Mitra UMKM Award, YDBA Raih Penghargaan sebagai Pembina Paling Komitmen di Indonesia</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/07/04/bina-mitra-umkm-award-ydba-raih-penghargaan-sebagai-pembina-paling-komitmen-di-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jul 2024 09:07:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[astra]]></category>
		<category><![CDATA[Bina Mitra UMKM Award]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[komitmen]]></category>
		<category><![CDATA[umkm]]></category>
		<category><![CDATA[YDBA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=423370</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (SUARABARU.ID) &#8211; Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) meraih penghargaan The Most Commited untuk Pembinaan UMKM di Indonesia oleh Bina Mitra UMKM Award 2024 yang digelar Corporate Forum for CSR Development (CFCD) Foundation di Aula Binakarna, Hotel Bidakara, Jakarta, 29 Juni 2024 lalu. Penghargaan yang didapatkan YDBA tersebut berkat kontribusi dan peran aktif [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/07/04/bina-mitra-umkm-award-ydba-raih-penghargaan-sebagai-pembina-paling-komitmen-di-indonesia">Bina Mitra UMKM Award, YDBA Raih Penghargaan sebagai Pembina Paling Komitmen di Indonesia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>J</strong><strong>AKARTA (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) meraih penghargaan <em>The Most Commited</em> untuk Pembinaan UMKM di Indonesia oleh Bina Mitra UMKM Award 2024 yang digelar Corporate Forum for CSR Development (CFCD) Foundation di Aula Binakarna, Hotel Bidakara, Jakarta, 29 Juni 2024 lalu.</p>
<p>Penghargaan yang didapatkan YDBA tersebut berkat kontribusi dan peran aktif dalam mengembangkan UMKM binaannya di Indonesia.</p>
<p>Dalam kompetisi tersebut, YDBA berbagi pengalaman dalam menjalankan pembinaan dan <em>impact-</em>nya bagi UMKM di Indonesia, khususnya di sektor manufaktur, pertanian dan kuliner.</p>
<p>Ketua Pengurus YDBA, Rahmat Samulo yang hadir menerima penghargaan menyampaikan kebanggaannya atas apresiasi yang diberikan.</p>
<p>“Apresiasi yang diberikan kepada Astra melalui YDBA diharapkan dapat menjadi motivasi dan mendorong UMKM lain untuk terus melakukan <em>improvement</em>-nya secara konsisten,” kata dia.</p>
<p>Dalam ajang tersebut, YDBA juga mendapatkan penghargaan Platinum untuk kategori Pembina UMKM, diikuti 3 UMKM binaannya yang juga meraih penghargaan Platinum untuk kategori UMKM di bidang produksi &amp; jasa.</p>
<p>YDBA turut mengikutsertakan 3 UMKM binaannya, antara lain PT Bimuda Karya Teknik, Bengkel Anugerah Prima Motor dan PT Lubna Food Indonesia yang menyampaikan gambaran bisnis dan  <em>improvement</em>-nya dalam mengembangkan usahanya masing-masing.</p>
<p>Pertema, PT Bimuda Karya Teknik merupakan UMKM Manufaktur binaan YDBA asal Tegal yang aktif dan berhasil menjadi bagian dari rantai pasok industri besar.</p>
<p>Berkat konsistensi dan komitmennya dalam menjalankan pembinaan, serta semangatnya untuk menjadikan i<em>mprovement </em>sebagai budaya kerja, UMKM yang didirikan oleh Tri Sukamto ini berhasil mendapat penghargaan Platinum di ajang kompetisi Bina Mitra UMKM Award 2024.</p>
<p>Kedua, Bengkel Anugerah Prima Motor adalah salah satu bengkel roda 4 binaan YDBA yang berlokasi di Klaten, Jawa Tengah.</p>
<p>Bengkel yang berdiri sejak 2001 ini berhasil menerapkan standar yang ada dalam bengkel resmi pada umumnya. <em>Improvement</em>-nya dalam meningkatkan kualitas dan inovasi produksi, menjadikan bengkel tersebut mendapatkan penghargaan Platinum dalam ajang kompetisi yang digelar CFCD Foundation.</p>
<p>Ketiga, PT Lubna Food Indonesia merupakan salah satu UMKM sektor kuliner binaan PT Pamapersada Nusantara (Pama) bersama YDBA yang berlokasi di Sangatta, Kalimantan Timur.</p>
<p>Usaha yang berdiri pada 2012 ini terus melakukan pengembangan usaha dengan berbagai produknya, mulai dari <em>pastry, bakery, dessert,</em> jajanan pasar hingga berbagai varian <em>cookies </em>yang banyak diminati para pelanggannya.</p>
<p>Tren peningkatan pendapatan Lubna dan penurunan rijek sebagai hasil dari improvement dalam bisnisnya, menjadikan Lubna sebagai salah satu UMKM yang mendapat penghargaan Platinum dari ajang kompetisi Bina Mitra UMKM Award 2024.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>Diaz Aza</em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/07/04/bina-mitra-umkm-award-ydba-raih-penghargaan-sebagai-pembina-paling-komitmen-di-indonesia">Bina Mitra UMKM Award, YDBA Raih Penghargaan sebagai Pembina Paling Komitmen di Indonesia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kolaborasi Rutin, 50 UMKM Binaan Astra Melalui YDBA Tampil di Bazar Sarinah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/05/20/kolaborasi-rutin-50-umkm-binaan-astra-melalui-ydba-tampil-di-bazar-sarinah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 May 2024 08:15:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[astra]]></category>
		<category><![CDATA[Bazar]]></category>
		<category><![CDATA[Fetty Kwartati]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Rahmat Samulo]]></category>
		<category><![CDATA[sarinah]]></category>
		<category><![CDATA[umkm]]></category>
		<category><![CDATA[YDBA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=415070</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (SUARABARU.ID) – Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) berkolaborasi dengan PT Sarinah (Sarinah) berkolaborasi menjalankan pembinaan untuk para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia, sejak awal 2024. Kolaborasi yang dilakukan di antaranya melalui program pelatihan dan fasilitasi pemasaran, antara lain bazar serta pameran untuk UMKM binaan YDBA. Di mana kolaborasi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/20/kolaborasi-rutin-50-umkm-binaan-astra-melalui-ydba-tampil-di-bazar-sarinah">Kolaborasi Rutin, 50 UMKM Binaan Astra Melalui YDBA Tampil di Bazar Sarinah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA (SUARABARU.ID)</strong> – Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) berkolaborasi dengan PT Sarinah (Sarinah) berkolaborasi menjalankan pembinaan untuk para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia, sejak awal 2024.</p>
<p>Kolaborasi yang dilakukan di antaranya melalui program pelatihan dan fasilitasi pemasaran, antara lain bazar serta pameran untuk UMKM binaan YDBA. Di mana kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendukung meningkatnya kompetensi dan perluasan pasar para pelaku UMKM.</p>
<p>Sebanyak 50 dari 200 UMKM berkesempatan pada bulan ini mengikuti bazar yang digelar Astra dan Sarinah pada 16 – 19 Mei 2024 di Sarinah, Jakarta.</p>
<p>Penjaringan 50 UMKM yang mendapatkan kesempatan itu dimulai pada Februari 2024. sebanyak 200 UMKM binaan Astra secara <em>hybrid </em>mengikuti kegiatan pelatihan mengenai desain produk, merk, pengemasan (<em>packaging) </em>dan strategi promosi untuk menarik calon pembeli (<em>buyer). </em></p>
<p>Kegiatan Bazar dibuka secara resmi pada 16 Mei 2024 oleh Ketua Pengurus YDBA, Rahmat Samulo dan Direktur Utama Sarinah, Fetty Kwartati serta disaksikan oleh Komisaris Utama Sarinah Trisni Puspitaningtyas, Sekretaris Pengurus YDBA Ema Poedjiwati Prasetyo, Bendahara Pengurus YDBA Agung K. Sampurno, Dua Advisor YDBA Sigit P Kumala dan Tonny Sumartono.</p>
<p>Dalam pembukaan Bazar, Rahmat Samulo menyampaikan bahwa program kolaborasi Astra dan Sarinah ini diharapkan dapat dioptimalkan oleh 50 UMKM terpilih.</p>
<p>“Agar produk-produk UMKM dapat diterima dengan baik di pasar yang luas, baik nasional maupun global,” katanya.</p>
<p>Kabar baiknya, kata Rahmat Samulo, dari 50 UMKM akan dipilih kembali 5 UMKM untuk mengikuti pameran di Sarinah selama 3 bulan.</p>
<p>“Kelima UMKM tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi <em>best practice </em>yang bisa memotivasi UMKM lain. Mereka diharapkan dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan menarik perhatian para <em>customer </em>secara luas,” ujarnya.</p>
<p>Direktur Utama Sarinah, Fetty Kwartati menambahkan, kolaborasi Sarinah bersama Astra merupakan hal yang akan berkelanjutan.</p>
<p>“Karena setiap rangkaian kegiatan kolaborasi termonitoring dengan baik hingga terpilihnya 50 UMKM untuk mengikuti Bazar,” ucap dia.</p>
<p>Fetty berharap kolaborasi ini bisa menjadikan UMKM di Indonesia akan naik kelas hingga mampu bersainguntuk skala global<em>. </em></p>
<p>“Bazar ini bukan hanya <em>concern </em>pada penjualan, tetapi juga <em>exposure, branding </em>dan peluasan <em>networking,” </em>katanya<em>.</em></p>
<p>Lebih jauh hal tersebut merupakan bentuk dari komitmen atau tujuan Astra melalui YDBA untuk memandirikan UMKM di tanah air. Astra berupaya untuk komitmen dan konsisten dalam menjalankan pembinaan UMKM.</p>
<p>Pembinaan dilakukan melalui pelatihan, pendampingan, fasilitasi pemasaran hingga fasilitasi pembiayaan. Tujuan pembinaan UMKM sendiri akan lebih mudah tercapai, apabila dilakukan dengan berkolaborasi bersama <em>partner </em>yang memiliki visi misi yang sejalan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Diaz Aza</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/20/kolaborasi-rutin-50-umkm-binaan-astra-melalui-ydba-tampil-di-bazar-sarinah">Kolaborasi Rutin, 50 UMKM Binaan Astra Melalui YDBA Tampil di Bazar Sarinah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>HUT 44 YDBA, Komitmen Bangun Kolaborasi untuk Masa Depan UMKM Indonesia</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/05/06/hut-44-ydba-komitmen-bangun-kolaborasi-untuk-masa-depan-umkm-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 May 2024 07:59:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[astra]]></category>
		<category><![CDATA[Bantul]]></category>
		<category><![CDATA[hut]]></category>
		<category><![CDATA[umkm]]></category>
		<category><![CDATA[YDBA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=412502</guid>

					<description><![CDATA[<p>BANTUL (SUARABRU.ID) &#8211;  Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) berkomitmen terus sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa. YDBA fokus pada upaya pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia agar naik kelas, mandiri dan bisa menjadi pohon yang rindang, tempat berteduh bagi banyak orang. Komitmen itu diungkapkan YDBA dalam perayaan HUT ke 44 yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/06/hut-44-ydba-komitmen-bangun-kolaborasi-untuk-masa-depan-umkm-indonesia">HUT 44 YDBA, Komitmen Bangun Kolaborasi untuk Masa Depan UMKM Indonesia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BANTUL (SUARABRU.ID) &#8211; </strong> Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) berkomitmen terus sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa. YDBA fokus pada upaya pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia agar naik kelas, mandiri dan bisa menjadi pohon yang rindang, tempat berteduh bagi banyak orang.</p>
<p>Komitmen itu diungkapkan YDBA dalam perayaan HUT ke 44 yang diselenggarakan di salah satu UMKM binaan YDBA bernama Wiroto Craft, di Bantul, DI Yogyakatrta, Kamis 2 Mei 2024.</p>
<p>Mengangkat tema Semangat Kolaborasi Demi Masa Depan UMKM Indonesia, YDBA terus mengajak stakeholders maupun UMKM agar berkolaborasi menghasilkan karya yang meningkatkan ekonomi Indonesia.</p>
<p>Seremoni Perayaan HUT ditandai dengan diresmikannya tagline YDBA, yaitu “Siap Beraksi untuk Negeri”. Beraksi memiliki makna berkolaborasi dan berkontribusi.</p>
<p>Acara dihadiri oleh Ketua Pembina YDBA Gita Tiffani Boer, Ketua Pengurus YDBA Rahmat Samulo, Sekretaris Pengurus YDBA Ema Poedjiwati Prasetio, Advisor YDBA Sigit P Kumala dan beberapa stakeholders serta UMKM binaan YDBA di Bantul, Yogyakarta. Tidak hanya itu, terdapat 1.000 undangan yang bergabung secara online ikut memeriahkan acara.</p>
<p>Beberapa menteri juga memberikan sambutan melalui video, yaitu Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia Teten Masduki serta Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Republik Indonesia Reni Yanita.</p>
<p>Dalam sambutannya, Sri Mulyani menyampaikan apresiasi kepada YDBA atas kontribusi YDBA kepada UMKM Indonesia dengan kualitas dan program-program yang begitu efektif dalam meningkatkan kualitas UMKM.</p>
<p>“Ini juga merupakan ketelatenan dan ketekunan untuk terus memberdayakan UMKM Indonesia melalui kolaborasi dengan berbagai stakeholders mulai dari akademisi, pemerintah, pelaku usaha lainnya, asosiasi serta berbagai pelaku UMKM sendiri,” katanya.</p>
<p>Sri Mulyani juga berterima kasih kepada YDBA yang terus menekuni dan memberdayakan segmen ekonomi yang luar biasa penting, yaitu para UMKM, baik dalam mendukung dan menyambungkan mereka dengan supply chain maupun di dalam meningkatkan inovasi dan kreativitas.</p>
<p>Sementara itu Teten Masduki menyampaikan bahwa YDBA memiliki visi yang selaras dengan pemerintah dalam membangun ekosistem usaha yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Teten juga menjelaskan bahwa UMKM sebagai sektor penting yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional terus bertransformasi agar lebih kompetitif dan berdaya saing.</p>
<p>“Saya berharap pembinaan dan pendampingan yang dilakukan YDBA ini bisa menginspirasi grup usaha lain untuk turut serta mengupayakan agar UMKM dan Koperasi kita naik kelas melalui hasil produksi yang berkualitas dan memenuhi standar pasar domestik dan global,” ujar Teten Masduki.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Reni Yanita menyampaikan bahwa Industri Kecil Menengah (IKM) menjadi kekuatan penting bagi pertumbuhan industri manufaktur di Indonesia.</p>
<p>Menurut data BPS tahun 2021 tercatat lebih dari 4,2 juta unit usaha merupakan IKM. Angka tersebut terus didorong dengan melakukan pembangunan dan pemberdayaan IKM, di antaranya dengan kolaborasi pembinaan yang diharapkan dapat berjalan sinergis, efektif, berkelanjutan serta holistik.</p>
<p>Menurut Reni, hal tersebut bisa diwujudkan dari kontribusi seluruh pihak terkait, baik itu pemerintah pusat dan daerah, pelaku industri, asosiasi, perguruan tinggi dan masyarakat. Ditambahkannya, apa yang telah dan sedang dilakukan oleh YDBA yang telah menjalin kolaborasi dengan Kementerian Perindustrian patut diapresiasi. Pencapaian 44 tahun adalah wujud keberpihakan pada kemajuan IKM tanah air.</p>
<p>Dalam sambutannya di acara perayaan HUT YDBA, Gita Tiffani Boer menyampaikan, bahwa 44 tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Astra melalui YDBA dalam menjalankan pembinaan UMKM. Berbagai tantangan yang awalnya muncul, perlahan dapat diatasi berkat adanya kolaborasi dengan berbagai pihak, sehingga dapat berkontribusi bagi perkembangan UMKM. Ia juga menyampaikan mengenai dampak positif dari kolaborasi yang telah dilakukan YDBA bersama stakeholders.</p>
<p>“Melalui kolaborasi yang telah terjalin, terdapat nilai transaksi pemasaran sebagai dampak dari program tersebut, yaitu sebesar Rp74,63 miliar pada tahun 2023, meningkat 195% dari tahun sebelumnya dengan melibatkan sebanyak 180 UMKM. Pencapaian tersebut tentu juga didukung semangat dan komitmen UMKM dalam mengikuti setiap program pembinaan yang diselenggarakan YDBA,” kata Gita Tiffani Boer.</p>
<p>Perayaan HUT YDBA dimeriahkan dengan berbagai rangkaian acara, antara lain YDBA Awards yang menghasilkan para pemenang dari lima kategori, yaitu: UMKM Mandiri Terbaik, UMKM dengan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) Terbaik, UMKM dengan Quality Control Circle (QCC) Terbaik, Instruktur Karyawan Aktif dan Pasca Karyawan Grup.</p>
<p><strong><em>Diaz</em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/06/hut-44-ydba-komitmen-bangun-kolaborasi-untuk-masa-depan-umkm-indonesia">HUT 44 YDBA, Komitmen Bangun Kolaborasi untuk Masa Depan UMKM Indonesia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Strategi YDBA Perkuat Pembiayaan UMKM, Gandeng Astra Financial, SANF dan Astra Ventura</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/12/28/strategi-ydba-perkuat-pembiayaan-umkm-gandeng-astra-financial-sanf-dan-astra-ventura</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Dec 2023 11:19:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[astra]]></category>
		<category><![CDATA[Astra Financial]]></category>
		<category><![CDATA[Astra Ventura]]></category>
		<category><![CDATA[Pembiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[SANF]]></category>
		<category><![CDATA[umkm]]></category>
		<category><![CDATA[YDBA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=390744</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (SUARABARU.ID)  – Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) terus membuat terobosan baru untuk kolaborasi dalam memberikan pembiayaan kepada para pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM). YDBA di bawah Astra akhirnya menggandeng Astra Financial, PT Astra Mitra Ventura (Astra Ventura) dan PT Surya Artha Nusantara Finance (SANF). YDBA punya inisiatif berkolaborasi dalam memenuhi kebutuhan UMKM [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/28/strategi-ydba-perkuat-pembiayaan-umkm-gandeng-astra-financial-sanf-dan-astra-ventura">Strategi YDBA Perkuat Pembiayaan UMKM, Gandeng Astra Financial, SANF dan Astra Ventura</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA (SUARABARU.ID)  –</strong> Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) terus membuat terobosan baru untuk kolaborasi dalam memberikan pembiayaan kepada para pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM).</p>
<p>YDBA di bawah Astra akhirnya menggandeng Astra Financial, PT Astra Mitra Ventura (Astra Ventura) dan PT Surya Artha Nusantara Finance (SANF). YDBA punya inisiatif berkolaborasi dalam memenuhi kebutuhan UMKM untuk fasilitasi pembiayaan yang dibutuhkan oleh UMKM binaan YDBA.</p>
<p>Kolaborasi pembiayaan dilakukan YDBA, Astra Ventura dan SANF sejak Agustus 2023 yang saat ini telah melibatkan 17 UMKM Manufaktur binaan YDBA dengan nilai pembiayaan lebih dari Rp 35 miliar</p>
<p>Adapun jalinan penyerahan pembiayaan secara simbolis dilakukan ke perwakilan UMKM, yaitu PT Namura Teknik Sejahtera dan PT Bimuda Karya Teknik yang berhasil mendapatkan pembiayaan dari Astra Ventura maupun SANF, di kantor YDBA Jakarta, 19 Desember 2023.</p>
<p>Penyerahan pembiayaan secara simbolis diberikan oleh Direktur Astra Ventura, Armaji Sayoko dan Finance Director SANF, Handy Hartono, Sisaksikan Staf Khusus Menteri Bidang Hukum, Pengawasan Koperasi dan Pembiayaan, Kementerian Koperasi &amp; UKM RI, Agus Santoso; Koordinator IKM Alat Angkut Ditjen IKMA, Kementerian Perindustrian RI, Irvan Kuswardana, dan Ketua Pengurus YDBA, Sigit P Kumala.</p>
<p>Turut hadir mewakili Astra Financial, yaitu Presiden Direktur Astra Ventura, Supriyanto.</p>
<p>Agus Santoso mengapresiasi kolaborasi YDBA bersama Astra Financial, Astra Ventura dan SANF. Agus juga menyampaikan, bahwa sebelumnya Kementerian Koperasi dan UKM RI melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) telah berkolaborasi bersama YDBA, khususnya di wilayah Tegal.</p>
<p>“Saya berharap melalui kolaborasi dan ekosistem yang telah terbentuk ini dapat memperkuat pembiayaan pada UMKM, sehingga mendukung kemajuan UMKM di Indonesia,” kata dia.</p>
<p><strong>Apresiasi</strong></p>
<p>Sejalan dengan Agus Santoso, Kementerian Perindustrian RI melalui Koordinator IKM Alat Angkut Ditjen IKMA, menyampaikan apresiasi terkait kolaborasi yang mendukung kemajuan IKM otomotif melalui layanan pembiayaan ini.</p>
<p>Kemenperin RI juga menyampaikan apresiasi kepada YDBA atas upaya yang tidak pernah putus bagi penguatan daya saing IKM otomotif melalui pendampingan yang sinergis dan berkelanjutan.</p>
<p>Kemenperin berharap dukungan dari seluruh pihak (baik pemerintah maupun swasta) untuk perluasan akses pembiayaan bagi IKM otomotif dapat turut meringankan langkah IKM otomotif untuk dapat naik kelas, dan pada akhirnya dapat memperkuat daya saing industri otomotif di Indonesia.</p>
<p>Supriyanto mewakili Astra Financial menyampaikan, bahwa Astra Financial berkomitmen untuk melakukan inovasi secara berkelanjutan, khususnya terkait pembiayaan bagi UMKM. Astra</p>
<p>Financial melalui Astra Ventura dan SANF berkolaborasi dengan YDBA untuk memperkuat ekosistem Astra dalam pembiayaan UMKM dengan nilai tambah, yaitu pembinaan UMKM yang dilakukan YDBA.</p>
<p>Ketua Pengurus YDBA Sigit P Kumala dalam kolaborasi ini menyampaikan hal ini sejalan dengan program pembinaan UMKM yang dilakukan Astra melalui YDBA.</p>
<p>“YDBA terus berupaya mengembangkan UMKM untuk naik kelas, mandiri dan berkelanjutan. Selain program pelatihan, pendampingan, fasilitasi pemasaran, YDBA juga concern terkait fasilitasi pembiayaan yang mendukung perkembangan UMKM binaannya,” katanya.</p>
<p>Dalam menjalankan fasilitasi pembiayaan, lanjutnya, YDBA terus berupaya menggandeng lembaga keuangan yang memiliki tujuan serta visi yang selaras dengan YDBA.</p>
<p>“Bukan sekedar memberi pinjaman, tapi juga bagaimana lembaga keuangan tersebut mampu mendukung UMKM dalam menjalankan bisnisnya,” kata dia.</p>
<p>Melalui kolaborasi ini, Sigit berharap program pembiayaan untuk UMKM ini bisa mendukung UMKM untuk memenuhi kebutuhan bisnisnya, baik dari segi produksi, pemasaran hingga proses improvement yang betul-betul bermanfaat untuk memajukan usaha yang dijalankan UMKM.</p>
<p>Ke depan Sigit juga berharap kolaborasi program pembiayaan ini tidak hanya terbuka untuk UMKM di sektor manufaktur, tetapi juga sektor kuliner, kerajinan serta pertanian. Sehingga bisa mendukung transformasi UMKM di sektor tersebut menjadi industri modern yang mendukung perekonomian di Indonesia.</p>
<p>Lebih jauh, dalam kegiatan itu kolaborasi juga dimeriahkan dengan adanya mini talkshow yang dinarasumberi oleh Sekretaris Pengurus YDBA, Ema Poejiwati; Director Finance SANF, Handy Hartono; Direktur Astra Ventura, Armaji Sayoko dan Direktur PT Bimuda Karya Teknik, Tri Sukamto.</p>
<p>Ema, Handy maupun Armaji meyakini dengan adanya kolaborasi ini dapat memperkuat ekosistem yang bermanfaat dan mempermudah UMKM untuk terus maju, naik kelas, mandiri dan berkelanjutan bagi UMKM.</p>
<p>Hal tersebut pun dirasakan oleh Tri Sukamto, salah satu UMKM yang menerima program pembiayaan kolaborasi ini. Tri menyampaikan manfaat yang luar biasa dari fasilitasi pembiayaan ini yang ujungnya mendukung peningkatan omset bagi usaha Tri.</p>
<p><strong>Diaz Aza</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/28/strategi-ydba-perkuat-pembiayaan-umkm-gandeng-astra-financial-sanf-dan-astra-ventura">Strategi YDBA Perkuat Pembiayaan UMKM, Gandeng Astra Financial, SANF dan Astra Ventura</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Di Tangan Emak-Emak, Dedaunan Semak Jadi Ecoprint yang Diminati Wisman</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/11/27/di-tangan-emak-emak-dedaunan-semak-jadi-ecoprint-yang-diminati-wisman</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Nov 2023 09:44:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Solo Raya]]></category>
		<category><![CDATA[astra]]></category>
		<category><![CDATA[Cla-10]]></category>
		<category><![CDATA[ecoprint]]></category>
		<category><![CDATA[emak-emak]]></category>
		<category><![CDATA[Klaten]]></category>
		<category><![CDATA[pemberdayaan perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[YDBA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=385019</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Cla-10 (dibaca: Klaten) sebuah potret usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mendobrak batasan tek tertulis melalui Ecoprint. UMKM yang beranggotakan ibu-ibu di sebuah desa itu asal Klaten Jawa Tengah itu memuliakan beragam dedaunan menjadi kain dan produk fesyen yang bernilai jual. Selain menggerakkan ekonomi desa, juga membawa nama Indonesia melalui Ecoprint” SEBUTIR senja jatuh di [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/11/27/di-tangan-emak-emak-dedaunan-semak-jadi-ecoprint-yang-diminati-wisman">Di Tangan Emak-Emak, Dedaunan Semak Jadi Ecoprint yang Diminati Wisman</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>“Cla-10 (dibaca: Klaten) sebuah potret usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mendobrak batasan tek tertulis melalui Ecoprint. UMKM yang beranggotakan ibu-ibu di sebuah desa itu asal Klaten Jawa Tengah itu memuliakan beragam dedaunan menjadi kain dan produk fesyen yang bernilai jual. Selain menggerakkan ekonomi desa, juga membawa nama Indonesia melalui Ecoprint”</em></p>
<p><strong>SEBUTIR </strong>senja jatuh di sebuah desa kecil di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang subur dengan hijaunya tanaman padi di sana-sini.</p>
<p>Musim kemarau yang masih menggelayut di pekan terakhir September 2023 seolah kehilangan jati dirinya, air masih melimpah merendam akar-akar padi usia remaja itu.</p>
<p>Dari kejauhan di sisi Selatan tampak menjulang Geopark Gunung Sewu di Daerah Istimewa Yogyakarta, sementara di sisi barat daya Gunung Merapi dan Merbabu bersanding di bawah pendar lembayung.</p>
<p>Begitulah sebuah gambaran sederhana di Dukuh Jebugan, Desa Karanganom, Kecamatam Karanganom, Kabupaten Klaten, wilayah yang dijuluki Kota Seribu Umbul (mata air) itu.</p>
<p>Klaten yang juga dijuluki Kota Seribu Candi itu memang punya pesonanya tersendiri dengan alamnya, begitupun potret kearifan lokal kehidupan masyarakat setempat.</p>
<p>Dari tepi jalan utama penghubung Kabupaten Boyolali-Klaten, Dwi Putri Misnawaty (52) menyambut penulis di sebuah ruang pamer atau <em>art gallery</em> bertulis Cla-10 Ecoprint.</p>
<p>Cla-10 (dibaca Klaten) merupakan sebuah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang didalamnya ada potret gerakan pemberdayaan kaum perempuan atau ibu-ibu pada khususnya.</p>
<p>Seperti diketahui di dunia fesyen, <em>ecoprint</em> merupakan teknik cetak dengan menggunakan pewarnaan kain alami dengan motif dari dedaunan, bunga, kayu, dan lainnya. Dari hasil teknik <em>ecoprint</em> ini mampu menghasilkan motif alami yang unik dan natural.</p>
<p>Dwi Putri Misnawaty bersama empat orang lainnya yakni Etik Haryani, Eni Hariyati, Endyah Suci Maharani dan Siti Suparni berupaya terus konsisten mengembangkan Cla-10 Ecoprint, berupa lembaran dewangga atau kain.</p>
<p><strong>Bermula dari Sampah</strong></p>
<p>Sebagai seorang ibu rumah tangga, Dwi Putri Misnawaty (52) berjanji kepada dirinya untuk berbuat sesuatu ketika anaknya dirasa sudah cukup dewasa.</p>
<p>“Yang memang sebelumnya fokus untuk keluarga ketika anak-anak beranjak dewasa saya janji ke diri sendiri. Kalau anak sudah besar saya mau berbuat sesuatu, pada 2017 mulai dari kreasi sampah,” kata dia.</p>
<p>Saat itu dia memulai sendirian, ide mengelola sampah bermula melihat banyaknya barang tak terpakai yang terbuang untuk bisa didaur ulang.</p>
<p>Kreasi kerajinan dari sampah bermula dari pertimbangan banyaknya bahan dari lingkungan sekitar serta tak butuh banyak modal.</p>
<p>Maka jadilah kreasi dari kerajinan sampah menjadi barang bernilai jual yang cukup ekonomis bisa dilakukan seorang ibu rumah tangga sepertinya.</p>
<p>“Saat itu baru 1 RW memanfaatkan sampah. Saya mikir koran satu kg harga Rp 3 ribu, kalau saya bikinkan sesuatau misal tempat minuman gelas bisa laku Rp 50 ribu. Padahal bikin tempat minuman gelas tidak habis berlembar-lembar hanya edisi koran satu harian pun cukup,” kata dia.</p>
<p>Dwi Putri yang amat menyukai kerajinan tangan akhirnya mengajak beberapa orang tetangga untuk berbuat sesuatu yang bisa menghasilkan uang untuk membantu perekonomian.</p>
<p>“Daripada <em>nggak ngapa-ngapain</em> daripada sore-sore ngerumpi,” kata sosok yang murah senyum itu.</p>
<p>Apa yang diharapkan Dwi cukup berhasil hingga dilirik para ibu-ibu dari satu RW yang jumlahnya mencapai 60 ibu-ibu untuk berkarya bersama.</p>
<p>Kreasi kerajinan sampah berbahan koran, plastik, kain perca dan lainnya berkembang hingga bisa menggerakkan kaum perempuan di 7 RW di desa Karanganom.</p>
<p>Dia lantas mendapat perhatian pemerintah desa hingga bebrapa kali mengikuti pameran yang diakomodasi Dinas Lingkungan Hidup setempat.</p>
<p>Dwi Putri Misnawaty sudah cukup berhasil menggerakkan banyak orang hingga memberikan kepercayaan menyerahkan kepengurusan usaha bersama itu kepada sejumlah warga.</p>
<p>“Saya tekankan awalnya <em>Lillahi Taala</em>, keikhlasan yang penting tempat kita bersih (dari sampah). Pokoknya jangan mengharap ada uangnya, yang jelas berapa pun nilainya nanti dibagi sisanya masuk kas. Pengelolaan keuangan penting supaya bisa jalan usahanya,”kata dia.</p>
<p><strong>Memulai Ecoprint Cla-10</strong></p>
<p>Berbekal pengalamannya itu, Dwi Putri Misnawaty dilirik oleh Lazismu Muhammadiyah untuk mencoba hal baru dengan <em>ecoprint</em> pada 2019.</p>
<p>“Saya dapat pelatihan Ecoprint Lazismu Muhammadiyah pusat, soalnya mereka melihat kita sebagai kelomok ibu-ibu yang berkreasi. Selain dapat ilmu, saya juga dapat peralatan seperti kompor, dandang, dan kain-kain. Saat itu pelatihan saya juga mencari 18 ibu-ibu yang mau bergabung,” ujarnya.</p>
<p>Dwi Putri Misnawaty mendapat tantangan baru yang berbeda dengan kreasi daur ulang sampah.</p>
<p>“Kalau <em>ecoprint</em> prosesnya lebih njelimet (rumit) karena lama. Tapi dari awal pokoknya niat pertama tidak melulu materi, coba mengisi waktu dengan yang positif nanti lainnya mengikuti,” katanya.</p>
<p>Berjalannya waktu, dia sudah mulai menguasai bagaimana proses membuat Ecoprint menjadi lembaran Dewangga atau kain motif daun yang bernilai jual itu.</p>
<p>Setahun kemudian saat covid-19 menjadi tantangan tersendiri dalam memulai UMKM Ecoprint Cla-10.</p>
<p>“Akhirnya ada covid-19, saat itu sebelum pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), sempat mengisi pelatihan-pelatihan di banyak tempat. Saat itu masih <em>booming</em> jadinya se-desa ini belum banyak yang bisa Ecoprint. Lalu kita memberanikan diri melatih ke mana-mana dan uangnya bisa mengisi kas Alhamdulilllah,” ujar dia yang sedang bersama Eni Hariyanti serta Siti Suparni anggota lainnya.</p>
<p>Perjalanan UMKM Ecoprint Cla-10 terus berlanjut menjadi trainer untuk pelatihan ke sejumlah instansi hingga ke sekolah-sekolah.</p>
<p>Bahkan kini kata dia, Ecoprint masuk menjadi mata pelajaran muatan lokal di sekolah.</p>
<p>“Mungkin ini kan pembuatannya alami jadi mendukung kearifan lokal, nah ini kan pilarnya kurikulum merdeka jadi mungkin sejalan ya,” katanya.</p>
<figure id="attachment_385027" aria-describedby="caption-attachment-385027" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="wp-image-385027 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/FOTO-2-CLA-10.jpg" alt="" width="640" height="384" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/FOTO-2-CLA-10.jpg 640w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/FOTO-2-CLA-10-400x240.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/FOTO-2-CLA-10-150x90.jpg 150w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-385027" class="wp-caption-text">Proses pembuatan dewangga atau kain dari UMKM Cla-10 Ecoprint yang memanfaatkan dedaunan semak)) Foto: Diaz Azminatul Abidin/Suarabaru.id</figcaption></figure>
<p><strong>Memuliakan Dedaunan di Pinggiran Desa</strong></p>
<p>Dwi Putri Misnawaty mencoba menembus batasan tak tertulis di dunia <em>ecoprint</em>, di mana mencoba menggunakan bahan-bahan apa saja hingga dedaunan semak sekalipun. Memang salah satu yang sering digunakan yakni daun pohon Lanang.</p>
<p>“Pada intinya semua daun bisa kita gunakan. Kalau daun Lanang agak susah dapatnya, bibitnya juga mahal bisa Rp 50 ribu per 100 gram, tapi saat itu kan masih pemula ya jadi inginnya sempurna dan bagus,” katanya.</p>
<p>Dia lantas berkreasi menggunakan daun-daunan yang ada dan tumbuh di sekitar desa, ada daun jarak kepyar, jati, talok/kersen, ada mangsi-mangsian yang tumbuh di semak-semak.</p>
<p>“Ada namanya keren-keren daun bidan itu di jalan-jalan di semak-semak banyak. Ada daun marengo, pakis-pakisan. Pokoknya tidak usah yang susah-susah dan yang ada di sekeliling dulu,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, untuk pewarnaannya menggunakan daun indigo, secang, warna merah ada kayu tingi, kayu teteran, dan kayu-kayuan lain.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/11/27/di-tangan-emak-emak-dedaunan-semak-jadi-ecoprint-yang-diminati-wisman">Di Tangan Emak-Emak, Dedaunan Semak Jadi Ecoprint yang Diminati Wisman</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ratusan Karyawan Astra Daihatsu Tegal Vaksinasi Booster</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/03/17/ratusan-karyawan-astra-daihatsu-tegal-vaksinasi-booster</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Mar 2022 15:11:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[astra]]></category>
		<category><![CDATA[booster]]></category>
		<category><![CDATA[tegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=238583</guid>

					<description><![CDATA[<p>TEGAL (SUARABARU.ID) &#8211; Ratusan karyawan Astra Daihatsu Tegal mengikuti vaksinasi Booster yang digelar di kantor Astra Daihatsu Tegal, Jalan Kolonel Sugiono, Kota Tegal, Kamis (17/03/22). Gelaran vaksinasi diikuti sejumlah perusahaan Astra Group, diantaranya, Honda Suppresion, Astra Otoparts, Astra World dan keluarga besar Daihatsu, yang berada di kantor Jalan Kolonel Sugiono, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/03/17/ratusan-karyawan-astra-daihatsu-tegal-vaksinasi-booster">Ratusan Karyawan Astra Daihatsu Tegal Vaksinasi Booster</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TEGAL (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Ratusan karyawan Astra Daihatsu Tegal mengikuti vaksinasi Booster yang digelar di kantor Astra Daihatsu Tegal, Jalan Kolonel Sugiono, Kota Tegal, Kamis (17/03/22).</p>
<p>Gelaran vaksinasi diikuti sejumlah perusahaan Astra Group, diantaranya, Honda Suppresion, Astra Otoparts, Astra World dan keluarga besar Daihatsu, yang berada di kantor Jalan Kolonel Sugiono, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal.</p>
<p>Administration Head Astra Daihatsu Cabang Tegal, Ivrank Dwi Wijaksa menjelaskan, kuota vaksin booster yang disediakan sebanyak 126 dosis, mencakupi wilayah Pantura Barat Jawa Tengah. Sedangkan dosis pertama dan kedua telah dilaksanakan pada 2021 lalu.</p>
<p>“Untuk hari ini kita targetkan 126 dosis, sesuai dengan data yang terdaftar. Harapannya, seluruh karyawan Astra Daihatsu dapat tervaksin lengkap 100 persen,” ungkap Ivrank disela kegiatan vaksinasi.</p>
<p>Vaksinasi dilaksanakan dengan Kimia Farma, menggunakan jenis Sinopharm. Vaksinasi digelar guna mendukung program pemerintah dalam percepatan pemenuhan capaian kekebalan kelompok.</p>
<p>Ditambahkan Ivrank, meski pemerintah telah memberikan kelonggaran aktivitas masyarakat, pihaknya tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) bagi seluruh karyawan dan konsumen.</p>
<p>“Meski Covid sudah mulai longgar, semua karyawan di Astra Group wajib mentaati prokes. Mulai masuk dealer, kita cek suhu oleh security, kemudian mencuci tangan dan menjaga jarak,” tandasnya.</p>
<p><strong>Nino Moebi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/03/17/ratusan-karyawan-astra-daihatsu-tegal-vaksinasi-booster">Ratusan Karyawan Astra Daihatsu Tegal Vaksinasi Booster</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>