<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Arne Slot Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/arne-slot/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 01 Dec 2025 07:56:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Arne Slot Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ketika Rencana Tak Berjalan Semestinya</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/11/29/ketika-rencana-tak-berjalan-semestinya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2025 10:00:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[adaptasi]]></category>
		<category><![CDATA[Arne Slot]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[chelsea]]></category>
		<category><![CDATA[Juergen Klopp]]></category>
		<category><![CDATA[Konfiden]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[The Reds]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=510239</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tak selalu/ cerita berjalan seperti rencana/ ada kelokan dan realitas/ yang mengubahnya/ kadang dengan ekstremitasnya// (Sajak “Slot dan Liverpool”, 2025) KETIKA menggantikan Juergen Klopp pada musim 2024-2025, Arne Slot terlihat sebagai sosok konfiden yang diberkahi kemudahan. Liverpool tak mengalami kesulitan beradaptasi dengan manajer baru. The Reds mulus meraih trofi Liga [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/29/ketika-rencana-tak-berjalan-semestinya">Ketika Rencana Tak Berjalan Semestinya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-510244 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-4-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-4-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-4-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-4.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tak selalu/ cerita berjalan seperti rencana/ ada kelokan dan realitas/ yang mengubahnya/ kadang dengan ekstremitasnya//</em><br />
<strong>(Sajak “Slot dan Liverpool”, 2025)</strong></p>
<p><strong>KETIKA</strong> menggantikan Juergen Klopp pada musim 2024-2025, Arne Slot terlihat sebagai sosok konfiden yang diberkahi kemudahan. Liverpool tak mengalami kesulitan beradaptasi dengan manajer baru.</p>
<p>The Reds mulus meraih trofi Liga Primer. Sementara para rival seperti Manchester City dan Manchester United terpuruk. Arsenal dan Chelsea lagi-lagi tak cukup tahan bersaing di klasemen atas untuk berebut juara.</p>
<p>Maka ketika Slot dan Liverpool memperkuat diri dengan sejumlah rekrutan mahal &#8212; seperti Florian Wirtz dan Alexander Isak &#8212; mengawali musim 2025-2026, hampir semua orang berpikir klub kota pelabuhan itu bakal menjelma menjadi kekuatan tak terlawan. Terbayangkan, <em>superteam</em> Liverpool di tangan manajer sekualitas Arne Slot bakal makin <em>nggegirisi</em> di Liga Primer dan Liga Champions.</p>
<p>Nyatanya, pekan lalu Liga Primer mengetengahkan warna pilu. Liverpool melewati laga dengan catatan buruk seperti 60 tahun yang lalu. Pada 22 November di Stadion Anfield yang dikenal “angker”, sang juara bertahan dilibas Nottingham Forest 0-3.</p>
<p>Hasil itu mengulangi catatan buruk pada pekan sebelumnya di Etihad, ketika Mohamed Salah dkk takluk 0-3 di tangan tuan rumah Manchester City. Dan, pada 27 November kemarin, mereka melengkapi keterpurukan dengan kekalahan 1-4 dari PSV Eindhoven di Anfield, dalam <em>matchday</em> 5 Liga Champions.</p>
<p>Statistik mencatat, untuk kali pertama sejak 60 tahun terakhir, Liverpool kalah lebih dari 3 gol dalam dua laga beruntun di Liga Inggris. Terakhir kali The Reds mengalaminya pada April 1965 ketika diarsiteki manajer legendaris, Bill Shankly. Dalam status sebagai juara bertahan, Liverpool kalah 0-3 beruntun dari West Bromwich Albion dan Tottenham Hotspur.</p>
<p>Musim ini, Liverpool sudah sembilan kali kalah dari 12 pertandingan terakhir di semua ajang. Di Liga Inggris, mereka enam kali kalah dari 12 laga. Kekalahan dari Forest memerosotkan Liverpool ke posisi 11 klasemen sementara dengan 18 poin, di bawah Manchester United (18 poin) yang belum memainkan <em>matchday</em> ke-12. Kekalahan keenam dari 12 pertandingan di Liga Primer menempatkan mereka di posisi ke-11 klasemen dengan 18 poin. Ini menjadi kekalahan keenam dari tujuh pertandingan terakhir di seluruh ajang. Kalau ditambah dengan hasil buruk melawan PSV, lengkap sudah kebabakbeluran Pasukan Anfield.</p>
<p>Kata pelatih Arne Slot, “Kami punya banyak pemain bagus. Menjadi tugas saya mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Untuk saat ini saya tidak bisa. Itulah mengapa saya bilang ini tanggung jawab saya,” ujar Slot seperti dikutip <em>BBC Sport</em> (<em>detik.com</em>, 23 November 2025).</p>
<p><strong>Tak Berjalan</strong><br />
Pernyataan Slot mengisyaratkan ada “kesenjangan” antara rencana (<em>game plan</em>) dengan yang tersaji di lapangan. Antara realitas Liverpool memiliki para pemain terbaik di posisinya, dengan kenyataan yang tidak sesuai dengan skema Slot. Artinya, ada renana yang tak berjalan semestinya.</p>
<p>Apa yang dihadapi Arne Slot sebenarnya juga dialami oleh para taktikus lain. Apakah itu Ruben Amorim, Enzo Maresca, Mikael Arteta, juga Pep Guardiola. Maka kita menyaksikan liga-liga Eropa seperti panggung yang mengetengahkan adu rencana, adu taktik, dan adu kejeniusan, yang kemudian tersaji sebagai produk “sesuai rencana”, “mediokritas capaian”, atau “kegagalan”.</p>
<p>Lalu apakah Arne Slot bisa disebut gagal untuk menyatukan puzzle-puzzle potensi yang seharusnya menghasilkan kehebatan sebuah tim? Jangan buru-buru memvonis pelatih asal Belanda itu, karena jangan-jangan ini adalah hukum alam kompetisi dengan segala kalkulasi yang tak bia dihitung secara matematis.</p>
<p>Slot tidak mau banyak berdalih atas periode buruk ini. Baginya, ada satu hal yang menjadi biang. Yakni Liverpool “dihukum” oleh kegagalan mereka memaksimalkan banyak peluang yang didapat.</p>
<p>Dengan <em>ball possession</em> 75-25, lebih dari 30 menit di babak pertama Virgil van Dijk dkk menekan penuh Forest, namun peluang-peluang di awal yang didapat Alexis Mac Allister dan Milos Kerkez, tak tertuntaskan sebagai gol.</p>
<p>Dia mengakui, belum pernah melihat timnya menciptakan peluang sebanyak itu. Tentu sulit dipahami, di tengah banyak kesempatan, setiap kali diserang lawan, malah begitu mudah kebobolan. Artinya, selain tumpulnya lini penyerang, realitas kerapuhan lini pertahanan juga menjadi problem bagi The Reds dalam tiga laga terakhir.</p>
<p>Dinamika kompetisi memang menciptakan kondisi yang terkadang tidak dipahami oleh tim-tim besar. Semua persiapan skematika, kedalaman skuad, dan <em>game plan</em> sudah dimatangkan, namun tak jarang tim-tim medioker dan yang kurang masuk hitungan malah menciptakan hasil “yang tidak-tidak”.</p>
<p>Frasa “yang tidak-tidak” itu menggambarkan kondisi psikologis kompetisi yang tak jarang diwarnai oleh kejutan-kejutan. Dalam logika permainan, boleh jadi yang berlangsung adalah keberhasilan menerapkan<em> counter tactic</em>, sehingga tim-tim yang dipandang sebagai “anak bawang” bisa meredam permainan tim-tim yang lebih mapan.</p>
<p>Apakah Liverpool masuk dalam logika dinamika ini? Semakin rasa percaya diri hilang karena kekalahan demi kekalahan yang menyusul, bakal semakin terasa betapa sulit bangkit dari situasi semacam ini.</p>
<p>Para manajer seperti Arne Slot mungkin sudah terbiasa menghadapi kondisi seperti ini, namun tampaknya dia membutuhkan cukup waktu untuk mencerna dan mengurai solusi. Kekalahan telak 1-4 dari PSV di Anfield menjadi bagian dari gambaran betapa Slot dihadapkan pada situasi yang tidak mudah&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/29/ketika-rencana-tak-berjalan-semestinya">Ketika Rencana Tak Berjalan Semestinya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Anfield, Dia Melegenda&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/05/03/dari-anfield-dia-melegenda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 May 2025 10:00:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Anfield]]></category>
		<category><![CDATA[Arne Slot]]></category>
		<category><![CDATA[Juergen Klopp]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Mo Salah]]></category>
		<category><![CDATA[Premier League]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=472348</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // dari mana dia tancapkan nama?/ dari mana mengukuhkan karisma?/ memberi beda/ meneguhkan wibawa/ di keangkeran Anfield&#8230;// (Sajak &#8220;Legenda Anfield&#8221;, 2025) ANFIELD. Di tempat itulah, akhir pekan lalu Liverpool meraih gelar juara Liga Inggris untuk kali ke-20, atau yang kedua di era Liga Primer. Catatan itu menyamai torehan Manchester United, yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/03/dari-anfield-dia-melegenda">Dari Anfield, Dia Melegenda&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-472351 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// dari mana dia tancapkan nama?/ dari mana mengukuhkan karisma?/ memberi beda/ meneguhkan wibawa/ di keangkeran Anfield&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Legenda Anfield&#8221;, 2025)</strong></p>
<p><strong>ANFIELD</strong>. Di tempat itulah, akhir pekan lalu Liverpool meraih gelar juara Liga Inggris untuk kali ke-20, atau yang kedua di era Liga Primer.</p>
<p>Catatan itu menyamai torehan Manchester United, yang juga 20 kali menjadi juara Inggris.</p>
<p>Sedemikian &#8220;angker&#8221; nama Anfield dalam identifikasi klub yang begitu &#8220;sangar&#8221;: Liverpool. Simaklah, <em>You&#8217;ll Never Walk Alone</em> (YNWA) menjadi ungkapan kekuatan kebersamaan seluruh pemangku kepentingan klub kota pelabuhan itu.</p>
<p>Menyebut Liverpool tak mungkin melupakan nama-nama legendaris yang merupakan bagian dari sejarah kehebatan klub Merseyside itu.</p>
<p>Liverpool pernah mengapungkan narasi kepercayaan diri ini, &#8220;Hanya ada satu tim terbaik dunia, Liverpool. Tim terbaik nomor dua? Cadangan Liverpool&#8230;&#8221;</p>
<p>Atau, Anda tentu masih mencatat elan filosofis Bill Shankly, dedengkot peletak fondasi kesangaran The Reds, &#8220;Sepak bola lebih penting dari persoalan hidup dan mati. Bahkan lebih penting dari hidup itu sendiri&#8230;&#8221;</p>
<p>Antropologi sepak bola bisa mendiagnosis betapa Liverpool berbeda dari klub lain, yang sama-sama memiliki suporter &#8220;ultras&#8221;, memberi dukungan ekstrem. Kita lihat kemudian, legenda-legenda yang berkembang di Anfield memiliki pesona tersendiri dalam menebar karisma di jagat sepak bola.</p>
<p>Berderet nama menghias sejarah perjalanan Liverpool. Paling aktual, pada era milenial ini, kita mencatat satu nama yang memberi pengaruh sangat signifikan, yang untuk kali kedua mengantar The Reds menjadi kampiun Liga Primer.</p>
<p>Baik fans Liverpool maupun lawan-lawannya, siapa yang tak hormat kepada Mo Salah?</p>
<p>Ya, Mohamed Salah Hamed Mahrous Ghaly. Nama yang sebelumnya pernah mengenakan jersey Al-Mokawloon, FC Basel, Chelsea, Fiorentina, dan AS Roma.</p>
<p>Kini Mo Salah telah melangkah ke wilayah legenda klub. Kontribusinya musim ini adalah bukti, betapa besar kebergantungan Liverpool kepada bintang asal Mesir itu.</p>
<p>Musim ini, pemain yang menjadi ikon &#8220;humanisme Islam&#8221; itu membukukan 31 gol dan 21 <em>assist</em>. Dia mengungguli pemain lain yang juga memberi kontribusi sebagai pilar penting. Dari Virgil van Dijk, Trent Alexander-Arnold, Alisson Becker, Luis Diaz, Diogo Jota, dan Cody Gakpo merupakan nama-nama produk racikan taktik Arne Slot dan pelatih pendahulunya, Juergen Klopp.</p>
<p><strong>Legenda</strong><br />
Ketika Mo Salah menyatakan musim depan siap bertahan di Anfield dan mengenyampingkan tawaran klub lain dengan bayaran jauh lebih besar, artinya &#8220;Raja Mesir&#8217; itu siap mentas sebagai legenda penting dalam sejarah klub.</p>
<p>Lewat produktivitas gol dan layanan assist-nya, dia menjadi gantungan utama tim di era Klopp dan kini Arne Slot. Selama berkarier di The Reds sejak 2018, dia telah mencetak 244 gol dari 393 laga di semua ajang.</p>
<p>Khusus di Liga Primer, dengan tambahan satu gol, dia mencetak sejarah sebagai pemain asing dengan produktivitas tertinggi (185) gol, mengungguli Sergio Aguero (184 gol), dan Thierry Henry (175 gol). Tinggal tiga gol lagi, dia akan melewati 187 gol Alan Shearer di Liga Inggris.</p>
<p>Bersama The Reds, dia membendarakan satu trofi Liga Champions, satu Piala Super Eropa, satu Piala Dunia Antarklub, dua kali juara Liga Primer, satu Piala FA, dan tiga Piala Liga.</p>
<p>Nama Mo Salah sejajar dengan para legenda Liverpool seperti John Toshack, Roger Hunt, Bruce Grobbelaar, Phil Neal, Alan Hansen, Kenny Dalglish, Graeme Souness, Kevin Keegan, John Barnes, Ian Rush, Michael Owen, Robbie Fowler, atau Steven Gerrard.</p>
<p>Keberadaannya di Anfield Road juga memberi nilai plus dengan status psikologis sebagai simbol humanisme. Dengan perilaku dan kelembutan interaksinya, aura performa Salah membantu menepis fobia terhadap muslim.</p>
<p><strong>Kunci Trofi</strong><br />
Salah sempat dikritik karena bermain kurang memuaskan di dua <em>leg</em> 16 besar Liga Champions melawan Paris St Germain. Dia dinilai &#8220;hilang&#8221;, kurang memberi pembeda bagi penampilan Liverpool yang semula menjadi salah satu favorit juara. Liverpool pun disingkirkan klub Prancis tersebut.</p>
<p>Akan tetapi, Mo Salah konsisten di Liga Primer, dan hingga pekan-pekan terakhir masih sangat diandalkan oleh Arne Slot untuk ikut mengunci gelar liga.</p>
<p>Terkait dedikasi, Slot memuji Salah sebagai &#8220;orang gila&#8221;. Dia takjub penyerang andalannya itu masih bersinar pada usia yang sudah &#8220;kepala tiga&#8221;.</p>
<p>Slot yang semula kurang diperhitungkan ketika meneruskan pekerjaan Juergen Klopp, bakal menjadi legenda lain Anfield Road. Pada musim pertamanya, 2024-2025, dia langsung <em>tune in</em> dengan tim dan mempersembahkan gelar. Kemenangan 5-1 atas Tottenham Hotspur pekan lalu, menjadi momen bersejarah bagi Slot.</p>
<p>Dia menyamai Jose Mourinho (2004-2005), Carlo Ancelotti (2009-2010), Manuel Pellegrini (2013-2014), dan Antonio Conte (2016-2017) yang meraih trofi liga pada musim perdananya.</p>
<p>Pria asal Belanda &#8212; yang seperti Klopp juga menganut filosofi sepak bola menyerang dan dinamis &#8212; ini melengkapi keping sejarah dalam jejak besar Merseyside Merah, menjadi semenyala bara yang berkobar di dada Mo Salah dkk&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah &#8212;</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/03/dari-anfield-dia-melegenda">Dari Anfield, Dia Melegenda&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mo Salah, dalam Kelayakan “Ballon d’Or”</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/02/22/mo-salah-dalam-kelayakan-ballon-dor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Feb 2025 10:00:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Arne Slot]]></category>
		<category><![CDATA[Ballon d'Or]]></category>
		<category><![CDATA[Juergen Klopp]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Mohamed Salah]]></category>
		<category><![CDATA[Raja Mesir]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=461945</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // di puncak kematangan/ adakah dia sudah di pucuk masa?/ dan, inikah saatnya?/ dunia menghargai/ dunia menobatkannya// (Sajak “Mohamed Salah”, 2025) APAKAH yang kurang dari Mohamed Salah? Rasanya, sulit menemukan titik lemah dari penyerang Liverpool itu. Semua dia punya untuk menjadi yang terbaik. Dari 2017 hingga awal 2025 ini, dia tak [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/22/mo-salah-dalam-kelayakan-ballon-dor">Mo Salah, dalam Kelayakan “Ballon d’Or”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-461946 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/02/logo-bola-bola-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/02/logo-bola-bola-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/02/logo-bola-bola-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// di puncak kematangan/ adakah dia sudah di pucuk masa?/ dan, inikah saatnya?/ dunia menghargai/ dunia menobatkannya//</em><br />
<strong>(Sajak “Mohamed Salah”, 2025)</strong></p>
<p><strong>APAKAH</strong> yang kurang dari Mohamed Salah?</p>
<p>Rasanya, sulit menemukan titik lemah dari penyerang Liverpool itu. Semua dia punya untuk menjadi yang terbaik. Dari 2017 hingga awal 2025 ini, dia tak pernah kehilangan tempat sebagai harapan utama produktivitas gol-gol Liverpool. Penyerang baru boleh datang di lini penggempur The Reds, namun Mo Salah tak tergantikan, dari era pelatih Juergen Klopp hingga pada masa-masa Arne Slot sekarang.</p>
<p>Masa depan pemain berjejuluk “Raja Mesir” itu masih diperdebatkan menjelang berakhirnya ikatan kontrak pada 30 Juni mendatang. Keputusan apa yang akan diambil oleh manajemen Liverpool? Melepasnya dalam usia 32, sekarang? Atau mempertahankan dalam ikatan berdurasi pendek, setahun misalnya?</p>
<p>Pada segi-segi tertentu, ke mana dia berlabuh bakal menentukan peluang Salah meraih trofi Ballon d’Or. Padahal pada 2025 ini, dia banyak disebut memiliki kesempatan terbaik untuk memdapatkannya.</p>
<p>Salah memang beberapa kali dinominasikan sebagai kandidat peraih penghargaan individu prestisius itu, namun di era rivalitas abadi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, bintang sekaliber Mo Salah pun sulit menembus peluang itu.</p>
<p>Tahun ini, pesaing utama Salah adalah Vinicius Junior, bintang Real Madrid asal Brasil yang baru saja meraih gelar Pemain Terbaik FIFA 2024. Sebelum itu Vini dikalahkan penggawa Manchester Cty, Rodri dalam kontestasi Ballon d’Or 2024. Dalam beberapa segi, Mo Salah disebut-sebut memiliki keunggulan ketimbang Vini Junior.</p>
<p><strong>Bertahan di Anfield?</strong><br />
Yang diperkirakan bisa mempengaruhi keputusan akhir para pemilih adalah ke mana Salah berlabuh. Apakah bertahan di Anfield, atau menerima pinangan Al-Hilal di Liga Pro-Saudi dengan gaji fantastis? Atau dia bertahan di Eropa di klub Ligue 1, Paris St Germain yang sudah lama mengincarnya?</p>
<p>Konstelasi ini akan berpengaruh. Bertahan di Eropa akan memberi nilai plus, karena Salah masih berpeluang untuk unjuk performa di berbagai ajang bergengsi.</p>
<p>Mo Salah tampil impresif musim 2024/2025, menjajari Vinicius Junior yang pada 2024 diunggulkan meraih Ballon d’Or.</p>
<p>Dalam 18 laga di Liga Primer, dia membendaharakan 17 gol dan 13 a<em>ssists</em>. Capaian itu mengungguli para bintang lainnya, juga mendekati rekor gol dan<em> assists</em> sepanjang sejarah Thierry Henry dan Alan Shearer.</p>
<p>Raihan Vinicius Junior bersama Real Madrid hampir dia samai. Salah mengumpulkan 20 gol dan 17 <em>assists</em> di semua ajang, sedangkan Vini pada 2023-2024 mencetak 25 gol dan 12 <em>assists</em>. Vinicius menjadi kunci bagi Real Madrid meraih gelar La Liga dan Liga Champions.</p>
<p>Di sisa musim, Mo Salah masih harus membuktikan perannya bagi Liverpool. Jika bisa mempertahankan performa, dia bakal mencetak rekor baru, dan menempatkan diri di orbit puncak pada 2025.</p>
<p>Baru saja dia mengukir catatan hebat dengan menambah pundi-pundi golnya menjadi 24, meninggalkan jauh Erling Haaland yang baru membukukan 19 gol. Dia juga memberi <em>assist</em> bagi gol Tren Alexander-Arnold, memperbanyak jumlah umpannya menjadi 15 musim ini.</p>
<p>Di Liga Primer, Mo Salah menjadi pemain pertama sejak Eden Hazard (musim 2018-2019) yang mengukir minimal 15 gol dan 15 <em>assists</em> dalam satu musim. Dia juga menciptakan rekor sebagai pencetak gol tandang terbanyak dalam satu musim dengan 15 gol, melewati Luis Suarez yang mencetak 14 gol tandang untuk Liverpool pada 2013-2014.</p>
<p>Mohamed Salah mencetak jumlah terbanyak mencetak gol dan <em>assist</em> sekaligus (10 kali) di satu musim Liga Primer. Dia hanya kalah dari Lionel Messi yang 11 kali melakukannya bersama Barcelona pada 2014-2015.</p>
<p><strong>Dijagokan</strong><br />
Pada 2024, Ballon d’Or diraih oleh Rodri, bintang Manchester City dan tim nasional Spanyol. Rodri menjadi pemain ketiga di luar Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang meraih bola emas tersebut sejak 2007. Dua lainnya adalah Luka Modric pada 2018 dan Karim Benzema pada 2022.</p>
<p>Belum lama ini, <em>Planet Football</em> membuat perkiraan sejumlah pemain yang bakal bersaing dalam perebutan trofi Ballon d’Or. Tercatat nama Jude Bellingham (Real Madrid), Harry Kane (Bayern Muenchen), Bukayo Saka (Arsenal), Lamine Yamal (Barcelona), Raphinha (Barcelona), dan Robert Lewandowski (Barcelona).</p>
<p>Pada 2020, Lewandowski pantas kecewa. Penghargaan tersebut ditiadakan karena pandemi Covid-19, padahal dia sedang berkibar: sukses membawa Bayern Munchen meraih <em>treble</em> dengan 55 gol di semua ajang. Selain Lewy, ketika itu tidak ada pemain yang dinilai lebih pantas meraih Ballon d’Or.</p>
<p>Pada usia 36, striker Polandia itu tetap menjadi salah satu pencetak gol ulung di Eropa. Kini performanya sedikit menurun. Barcelona kehilangan banyak poin di La Liga dalam beberapa pekan terakhir, dan kini mulai memperlihatkan kebangkitan lagi.</p>
<p>Pada pertengahan 2024, Mohamed Salah belum terlalu melejit, namun awal tahun ini dia benar-benar memperlihatkan konsistensi. Liverpool sangat bergantung kepadanya.</p>
<p>Sulit bagi The Reds untuk melepas ketergantungan gol dari Mo Salah, yang dulu pernah menjadi bagian dari Trio Firmansah (Roberto Firmino, Sadio Mane, dan Mo Salah). Kini, dia berkolaborasi dengan Darwin Nunez, Luis Diaz, Diogo Jota, Harvey Elliots, atau Dominik Szoboszlai.</p>
<p>Pemain yang dijuluki “Messi dari Mesir” itu memperlihatkan impresivitas dengan aksi-aksi yang bertumpu pada kecepatan, dribel lengket, teknis ajaib, dan seni gol dengan akurasi kaki kiri.</p>
<p>Kemampuan teknis itu, sejak 2010-an menjadikan Salah yang pernah bermain untuk Basel, Chelsea, Fiorentina, dan AS Roma itu tak pernah lepas dari level atas persaingan, termasuk dalam kontestasi Ballon d’Or.</p>
<p>Kita akan melihat bagaimana perkembangan penampilannya pada sisi musim. Juga sejauh mana dia berperan untuk Liverpool di semua ajang tersisa.</p>
<p>Dalam usia yang mulai menapak ke luar orbit 30-an, akankah Mo Salah mendapat pengakuan tuntas dengan trofi individu tersebut, sebagai pemain Afrika kedua setelah George Oppung Weah pada 1995?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawaan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/22/mo-salah-dalam-kelayakan-ballon-dor">Mo Salah, dalam Kelayakan “Ballon d’Or”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terbayangkah, MU Berjuang Menghindari Degradasi?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/01/11/terbayangkah-mu-berjuang-menghindari-degradasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Jan 2025 10:00:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Anfield]]></category>
		<category><![CDATA[Arne Slot]]></category>
		<category><![CDATA[championship]]></category>
		<category><![CDATA[Degradasi]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=455689</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // bacalah betapa tak mudah/ mengarungi jalan survivalitas/ dari tiada ke berjaya/ yang lalu diputar oleh nasib/ ke pusaran tak menentu// (Sajak &#8220;Jalan Berliku MU&#8221;, 2025) SEPERTI apa kesan Anda tentang hasil pertarungan Liverpool versus Manchester United di Stadion Anfield, pekan lalu? Kita patut menyimpulkan, &#8220;itulah seharusnya MU&#8221;. Skor 2-2 dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/01/11/terbayangkah-mu-berjuang-menghindari-degradasi">Terbayangkah, MU Berjuang Menghindari Degradasi?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="size-full wp-image-455690 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/01/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/01/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/01/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" /></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// bacalah betapa tak mudah/ mengarungi jalan survivalitas/ dari tiada ke berjaya/ yang lalu diputar oleh nasib/ ke pusaran tak menentu//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Jalan Berliku MU&#8221;, 2025)</strong></p>
<p><strong>SEPERTI</strong> apa kesan Anda tentang hasil pertarungan Liverpool versus Manchester United di Stadion Anfield, pekan lalu?</p>
<p>Kita patut menyimpulkan, &#8220;itulah seharusnya MU&#8221;. Skor 2-2 dari laga sengit itu, seperti diungkapkan pelatih Liverpool Arne Slot sebelumnya, tidak menggambarkan posisi klasemen. MU yang sempat berada di klasemen 14 (kini naik ke 13) bermain dengan determinasi yang berbeda dari laga-laga sebelumnya.</p>
<p>Ya, tentulah kita tak membayangkan, ada titik ketika MU harus berjuang menghindari degradasi.</p>
<p>Bukankah ini adalah musim, ketika klub dengan reputasi sebesar itu berada dalam kondisi krisis: bukan bersaing meraih titel Liga Primer, melainkan bagaimana tergopoh-gopoh mengamankan posisi agar menjauh dari zona keterperosokan ke Championship.</p>
<p>Momen ini jelas mengerikan, dan berkemungkinan menjadi sejarah kelam bagi klub bertabur prestasi itu!</p>
<p>Nyatanya, berada di tubir kemuraman itu kini dihadapi oleh Bruno Fernandes dkk. Musim 2024-2025 bukan periode yang ramah bagi mereka. MU mewujud seperti tim medioker, yang seharusnya tak terjadi apabila bisa bermain seperti ketika menghadapi Liverpool.</p>
<p><strong>&#8220;Bedah Jantung&#8221;</strong><br />
Pelatih Erik Ten Hag bisa tersenyum masam. Pemecatannya untuk diganti dengan Ruben Amorim terbukti tidak serta merta membuat Setan Merah masuk ke stabilitas permainan. Manchester Merah terpuruk ke level yang <em>complicated</em>: tak hanya performa teknis, tetapi juga bermasalah dalam banyak hal.</p>
<p>Saya masih ingat pernyataan Ralf Rangnick, taktikus sebelum Erik Ten Hag, bahwa MU membutuhkan &#8220;bedah jantung&#8221;. Inikah saat yang membenarkan ucapan itu?</p>
<p>Legenda MU Cristiano Ronaldo tak ragu mengatakan, masalah MU bukan tentang pelatih, tetapi terkait banyak hal. Narasi ini juga menyiratkan ada masalah yang lebih besar dari urusan teknis, yang harus dituntaskan.</p>
<p>Old Trafford, kandang yang biasa dilabeli sebagai Theater of Dream, kini menjadi stadion yang kehilangan tuah dan aura. Di kandang yang biasanya sangat berwibawa itu, MU sering kalah, bahkan dari tim &#8220;yang enggak-enggak&#8221;.</p>
<p>Ilustrasi performa MU itu dapat disimak dari komentar Gary Neville, legenda klub yang menjadi pundit di <em>Sky Sports</em>, ketika menyaksikan kekalahan 0-2 dari Newcastle United, dua pekan lalu, &#8220;<em>Anda sedang menyaksikan klub sepak bola terburuk di negara ini. Mereka seburuk itu&#8230; Mungkin Ruben Amorim berpikir, &#8216;tim macam mana yang saya tonton ini</em>?&#8217; &#8221;<br />
Newcastle, kata Neville, seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol. &#8220;<em>MU mengalami kemunduran, tetapi mudah-mudahan itu adalah kemunduran untuk maju&#8230;</em>&#8221;</p>
<p><strong>Tujuh Pelatih</strong><br />
MU sudah tujuh kali berganti pelatih, juga tiga manajer interim, sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013 dengan 13 trofi juara Liga Primer; namun tak satu pun yang bisa memberi stabilisasi performa bagi The Red Devils.</p>
<p>Mulai dari David Moyes, Ryan Giggs (interim), Louis van Gaal, Jose Mourinho, Ole Gunnar Solskjaer, Michael Carrick (interim), Ralf Rangnick, Erik Ten Hag, Ruud van Nistelrooy (karteker), dan kini Ruben Amorim.</p>
<p>Ada pencapaian-pencapaian tersendiri. Misalnya Mourinho memberi gelar Liga Europa, Van Gaal membendaharakan trofi Piala FA dan Piala Liga, atau Ten Hag mempersembahkan Piala FA dan Piala Liga. Namun semua belum mengembalikan MU ke habitat pesaing trofi liga. Wibawa di kancah Eropa juga meluntur.</p>
<p>Dari kiprah serentet pelatih itu, Ruben Amorim berada dalam posisi paling rawan. Kini dia dihadapkan pada problem penyelamatan tim dari ancaman degradasi.</p>
<p>Satu-satunya jawaban, pelatih asal Portugal itu harus mampu memperbaiki standar performa MU untuk bersaing dengan bukan hanya penghuni papan atas, tetapi juga tim-tim semenjana yang selama ini ada di bawah kualitas MU.</p>
<p>Para pemain rekrutan baru, terbukti tidak memberi nilai tambah. MU tidak punya &#8220;faktor pembeda&#8221; seperti yang pada era Alex Ferguson menjadi &#8220;senjata&#8221; tersendiri. Amunisi pamungkas yang muncul pada saat dibutuhkan.</p>
<p>Kini Manchester Merah dihadapkan pada problem mediokritas pemain. Misalnya kiper Andre Onana yang direkrut dari Internazionale Milan, banyak membuat blunder. Antony, Leny Yoro, Joshua Zirkzee, Matthijs de Ligt, Noussair Mazraoui, dan Manuel Ugarte belum sesuai ekspektasi.</p>
<p>Casemiro, Johny Evans, Christian Eriksen tak lagi sepadan dengan tuntutan kesegaran bersaing di Liga Primer. Marcus Rashford, yang dalam penurunan performa, juga santer dispekulasikan untuk dijual. Tiga nama ini juga terbuka untuk dilego: Rasmus Hojlund, Kobbie Mainoo, dan Alejandro Garnacho.</p>
<p>MU tampaknya sedang &#8220;sakit&#8221;, dan belum tuntas terdiagnosis apa yang harus ditangani. Benar kata Ronaldo, pelatih bukan faktor utama untuk keluar dari kemelut ini.</p>
<p>Menerjemahkan &#8220;operasi jantung&#8221; tentu membutuhkan komprehensivitas evaluasi dengan detail pemecahan masalah manajemen, pelatih, dan pemain.</p>
<p>Apa yang kurang menopang dari salah satu faktor kinerja itu? Apakah MU tidak mampu bersaing dalam materi pemain? Apakah filosofi pelatih dan skema taktikalnya belum terpenuhi dari stok pemain yang ada? Praktisnya, materi seperti apa yang dikehendaki oleh Ruben Amorim?</p>
<p>Pasti ada &#8220;sesuatu&#8221; yang dibutuhkan untuk bangkit, dan sejauh ini belum ditemukan oleh pelatih sebagai peracik taktik. Itulah yang mesti dibedah oleh MU sebagai &#8220;sistem&#8221;. Hal seperti itulah yang dulu dilakukan di era Alex Ferguson. Dia butuh waktu lima tahun, dari 1986, untuk membangun tim dengan kualitas bersaing di Inggris dan Eropa, sampai 2013.</p>
<p>Apa yang harus dilakukan sekarang?</p>
<p>Proses adaptasi filosofi dan taktik rupanya belum berjalan rancak, dan itulah yang butuh waktu. Transformasi ini membutuhkan latihan mendalam, yang sejak kedatangannya ke Old Trafford diyakini Amorim belum punya kesempatan intensif.</p>
<p>&#8212;<strong> Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/01/11/terbayangkah-mu-berjuang-menghindari-degradasi">Terbayangkah, MU Berjuang Menghindari Degradasi?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penyegaran dan Hukum Alam Sepak Bola</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/09/28/penyegaran-dan-hukum-alam-sepak-bola</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Sep 2024 10:00:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Arne Slot]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[chelsea]]></category>
		<category><![CDATA[Enzo Maresca]]></category>
		<category><![CDATA[Eric ten Hag]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Mikael Arteta]]></category>
		<category><![CDATA[pep guardiola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=438362</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tak mungkin alam tak bergerak/ dalam pusaran waktu/ ia adalah keharusan hukum/ yang menapak dalam jejak/ yang bergerak dalam keniscayaan/ bisa lebih baik/ atau sebaliknya&#8230;// (Sajak “Hukum Alam Sepak Bola”, 2024) SEBUAH perubahan, pastikah menjamin perbaikan? Pertanyaan itu meniscayakan dua jawaban, antara ya dan tidak. Antara memberi realitas perbaikan, atau [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/09/28/penyegaran-dan-hukum-alam-sepak-bola">Penyegaran dan Hukum Alam Sepak Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-438368 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/logo-bola-bola-2.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/logo-bola-bola-2.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/logo-bola-bola-2-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tak mungkin alam tak bergerak/ dalam pusaran waktu/ ia adalah keharusan hukum/ yang menapak dalam jejak/ yang bergerak dalam keniscayaan/ bisa lebih baik/ atau sebaliknya&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Hukum Alam Sepak Bola”, 2024)</strong></p>
<p><strong>SEBUAH</strong> perubahan, pastikah menjamin perbaikan?</p>
<p>Pertanyaan itu meniscayakan dua jawaban, antara ya dan tidak. Antara memberi realitas perbaikan, atau justru sebaliknya. Itu adalah kondisi aksiomatis dalam manajemen bidang apa pun.</p>
<p>Apa yang tergambar untuk klub-klub sebesar Barcelona, Manchester United, Liverpool, dan Chelsea adalah cermin risiko perbaikan. Penyegaran bukan hanya terkait estafeta kepelatihan, tetapi juga dengan melepas sejumlah pemain dan merekrut materi baru.</p>
<p>Barcelona secara luar biasa beruntun menang dalam tujuh laga awal di La Liga. Hansi Flick, pengganti Xavi Hernandez, menyajikan konsistensi bermain dari taktik yang dia skemakan. Sejumlah pemain juga tampil gacor, menikmati taktik Flick. Ketajaman Robert Lewandowski, Raphinha, dan Dani Olmo bagai monster mengerikan bagi kiper lawan.</p>
<p>Dari hasil sementara ini, perubahan yang dilakukan manajemen Barca bisa dibilang sukses. Penyegaran pemain juga oke. Dani Olmo, alumni La Masia yang diambil dari Borussia Dortmund memperlihatkan sebagai rekrutan pas bagi kebutuhan Blaugrana.</p>
<p>Lihat pula Liverpool, yang didampingi pelatih baru, Arne Slot sebagai pengganti Juergen Klopp. Ada nuansa baru di Anfield. Sempat kalah mengejutkan, 0-1 dari Nottingham Forest, Mohammad Salah dkk kini menjadi salah satu penantang bagi kekukuhan Manchester City yang konsisten dengan produktivitas di laga-laga awal.</p>
<p>Arsenal, yang tetap di bawah Mikael Arteta, hadir dengan enam amunisi baru. Antara lain, mempermanenkan kiper David Raya yang semula dipinjam dari Brentford. Juga Marquinhos, dan meminjam <em>winger</em> Raheem Sterling selama satu musim dari Chelsea.</p>
<p>Untuk sementara, pilihan Arteta tidak keliru. Arsenal makin impresif dengan kematangannya. Hasil imbang 2-2 melawan The Citizens di Etihad menjadi gambaran bahwa penyegaran yang dilakukan pelatih asal Spanyol itu berada di trek yang tepat.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan Chelsea?</p>
<p>The Blues kini berada dalam bimbingan Ezo Maresca yang menggantikan Mauricio Pochettino. Chelsea banyak dikritik melakukan penyegaran pemain secara berlebih di sejumlah posisi, namun perlahan tapi pasti mulai stabil dengan tampilan dan hasil-hasil menjanjikan. Peringkat kelima di klasemen sementara dengan lima kali menang, sekali seri, dan sekali kalah menjadi catatan pembuka yang tidak buruk bagi Maresca di Liga Primer.</p>
<p><strong>Manchester United</strong><br />
Yang menjadi sorotan penting Liga Primer, bahkan liga-liga Eropa saat ini adalah Manchester United. Sang pemilik baru, Jim Ratcliffe mempertahankan Eric Ten Hag, namun apabila tidak ada perubahan yang menjanjikan, bukan tidak mungkin pelatih asal Belanda itu akan dievaluasi.</p>
<p>Ten Hag, yang dua musim lalu menggantikan Ralf Rangnick, pada periode pertamanya memberi harapan bagi penyegaran MU, yang belum juga mampu meraih trofi sejak kali terakhir pada 2013. Kini dia berkutat pada efektivitas rekrutmen pemain.</p>
<p>Dulu, Rangnick menganalisis, MU butuh “bedah jantung”, artinya membutuhkan perubahan total. Manajemen sudah sepenuhnya di bawah kendali Jim Ratcliffe, namun apakah “operasi jantung” dalam manajemen klub telah menyentuh wilayah teknis?</p>
<p>Kini disebut-sebut MU akan melepas tiga pemain yang bergaji mahal &#8212; Rp 7 miliar per pekan &#8212; yakni Casemiro, Christian Eriksson, dan Victor Lindelof. Setan Merah sudah berhasil mendapatkan Joshua Zirkzee, Leny Yoro, Matthijs de Light, Noussair Mazraoui, dan Manuel Ugarte. Dan, inilah tantangan bagi Ten Hag untuk meraciknya menjadi adonan yang sedap.</p>
<p>Penyegaran ibarat langkah spekulatif dalam membangun performa tim. Sejauh ini, dari lima laga, Eric Ten Hag belum menampilkan permainan gacor. Perubahan komposisi pemain juga belum menjawab, apakah sesuai dengan analisis “operasi jantung” ala Rangnick?</p>
<p><strong>Tesis &#8211; Antitesis</strong><br />
Kompetisi di sebuah liga seperti menyajikan kondisi pertarungan tesis &#8211; antitesis &#8211; sintesis. Satu klub dengan klub yang lain saling mencari formula dari teori-teori dan praktik yang saling mematahkan tesis antarpelatih.</p>
<p>Tesis, antitesis, dan sintesis adalah “hukum alam”, atau bahkan “sunnatullah” yang akan terpastikan dari perjalanan yang telah tergariskan dari ikhtiar-ikhtiar para pelakunya. Semua berusaha dengan segala modalitasnya, dan garis “langit”-lah yang akhirnya menentukan.</p>
<p>Rivalitas kejeniusan Pep Guardiola, Mikael Arteta, Arne Slot, Enzo Maresca, dan Eric Ten Hag mengetengahkan persaingan bukan hanya ketetapan dalam meracik penyegaran, tetapi juga taktik yang bisa berbeda-beda sesuai kebutuhan di setiap laga.</p>
<p>Lalu siapa taktikus Liga Primer yang akan menjadi “the last man standing”, seperti juga perjalanan yang dihadapi oleh Hansi Flick di La Liga?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/09/28/penyegaran-dan-hukum-alam-sepak-bola">Penyegaran dan Hukum Alam Sepak Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fluktuasi, Grafik Rawan dalam Sepak Bola</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/09/21/fluktuasi-grafik-rawan-dalam-sepak-bola</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Sep 2024 10:00:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[AC Milan]]></category>
		<category><![CDATA[Arne Slot]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Claudio Ranieri]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=437127</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // hari ini adalah hari ini/ esok beda lagi/ adakah tautan/ yang mempertemukan/ antara tampilan hari ini/ dan kondisi esok hari?// (Sajak “Konsistensi”, 2024) KONSISTENSI. Satu kata inilah yang tampaknya menjadi fokus bagi para pelatih klub, di liga mana pun. Performa konstan di sejumlah pertandingan bukan jaminan untuk bisa dipertahankan di [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/09/21/fluktuasi-grafik-rawan-dalam-sepak-bola">Fluktuasi, Grafik Rawan dalam Sepak Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-437128 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// hari ini adalah hari ini/ esok beda lagi/ adakah tautan/ yang mempertemukan/ antara tampilan hari ini/ dan kondisi esok hari?//</em><br />
<strong>(Sajak “Konsistensi”, 2024)</strong></p>
<p><strong>KONSISTENSI</strong>. Satu kata inilah yang tampaknya menjadi fokus bagi para pelatih klub, di liga mana pun. Performa konstan di sejumlah pertandingan bukan jaminan untuk bisa dipertahankan di laga-laga berikutnya.</p>
<p>Di awal musim, umumnya perjalanan klub-klub akan ditentukan oleh seperti apa penampilan mereka. Terkadang, juga dengan bentuk kondisi yang tak terduga. Siapa mengira &#8212; misalnya &#8212; Bayer Leverkusen begitu perkasa pada musim 2023-2024 di bawah polesan pelatih muda Xabi Alonso, bahkan sepanjang musim tak terkalahkan?</p>
<p>Begitu pula Arsenal dengan Mikael Arteta, yang seimpresif itu dalam tiga musim terakhir, di pengujung kompetisi tak mampu mempertahankan performa, yang akhirnya tersalip oleh kematangan Manchester City dalam arahan si jenius Pep Guardiola?</p>
<p>Tim-tim besar seperti Liverpool, Manchester United, dan Chelsea di Liga Primer; juga Barcelona di La Liga juga memperlihatkan tren inkonsistensi yang menyebabkan mereka mengalami naik-turun, &#8212; yang terkadang &#8212; secara ekstrem.</p>
<p>Apa yang sekarang kita amati dari penampilan Barcelona adalah bagian dari dinamika klub di sebuah kompetisi. Dalam racikan taktikus baru, Hansi Flick yang menggantikan Xavi Hernandez, Blaugrana benar-benar impresif, tidak terkalahkan dalam lima laga awal. Namun dalam laga tandang Liga Champions ke Monaco, Lamine Yamal cs takluk dari tuan rumah 1-2.</p>
<p>Di Liga Primer, Manchester City menyapu empat kemenangan dari empat pertandingan, sedangkan Arsenal tiga kali memang dan sekali seri. Liverpool tiga kali menang dan sekali kalah. Kekalahan itu termasuk mengejutkan, karena diderita dari penghuni urutan ketujuh, Nottingham Forest. The Reds kembali ke jalur positif setelah mengalahkan AC Milan 3-1 di San Siro.</p>
<p>Nottingham Forest masih di atas Chelsea yang menempati peringkat kedelapan dengan dua kali menang, sekali seri, dan sekali kalah.</p>
<p>Sementara itu, Manchester United mencatat dua kemenangan dan dua kekalahan, yang mempurukkan anak-anak Old Trafford. Aura cerah merebak di Pasukan Setan Merah, karena setelah kekalahan dari Liverpool dan Brighton and Hove Albion, Bruno Fernandez dkk menghajar Barnsley 7-0.</p>
<p>Sebelum itu, The Red Devils menundukkan Southampton 3-0. Dua kemenangan itu juga menandai pasang naik penyerang andalan yang lama puasa gol, Marcus Rashford. Setelah mencetak gol melawan Southampton, keran Rahsford mengalir dengan dua gol ke gawang Barnsley di Piala Carabao.</p>
<p><strong>Naik-Turun</strong><br />
Sulit memaksakan performa konsisten dari sebuah tim. Sekuat apa pun skema dan karakter bermain, orkestrasi permainan akan bergantung pada kondisi terkini ekosistem pertandingan, dan itulah yang dikelola betul oleh para pelatih.</p>
<p>Fluktuasi atau inkonsistensi tampilan menjadi faktor rawan yang paling diperhitungkan menghadapi setiap laga. Hari ini bisa bermain prima, esok belum tentu. Kemampuan sentuhan untuk “memelihara” kondisi itulah yang pada akhirnya menentukan konsistensi penampilan dan bentuk permainan.</p>
<p>Menjaga performa, bahkan dari kompetisi ke kompetisi adalah kemampuan yang terkadang disebut sebagai sukses manajemen dalam putaran roda kehidupan atau bagaimana menyikapi keniscayaan pusaran “cakra manggilingan”.</p>
<p>Terkadang fluktualiasi performa itu berlangsung dalam kondisi ekstrem, seperti pernah dialami Leicester City, yang dengan penuh kejutan menjuarai Liga Primer 2015-2016 di bawah kendali <em>coach</em> Claudio Ranieri.</p>
<p>Sebelum juara, musim sebelumnya Jamie Verdy dkk menjuarai Divisi Championship dan promosi ke Liga Utama, namun periode setelahnya mereka hanya menempati posisi ke-12 klasemen liga, meskipun bisa menembus perempatfinal Liga Champions.</p>
<p>Artinya, yang tidak mudah adalah merawat konsistensi. Apa yang dialami Manchester United, Arsenal, juga Liverpool saat ini adalah gambaran tentang kesulitan menjaga performa, sama dengan Barcelona dalam arahan Hansi Flick yang sedang memulihkan diri dari musim-musim penuh rintangan.</p>
<p>Pelatih Liverpool Arne Slot kini merasakan betul, betapa Liga Primer adalah medan yang sarat dengan cobaan. Kekalahan dari Nottingham Forest adalah contoh. Walaupun mengendalikan permainan menghadapi tim yang di atas kertas di bawah mereka, tetapi hasil akhir mewartakan lain.</p>
<p><strong>Ujian Timnas Garuda</strong><br />
Kondisi liga-liga Eropa itu mengisyaratkan pentingnya kewaspadaan bagi tim nasional Indonesia di sisa delapan laga putaran ketiga Pra-Piala Dunia Zone Asia.</p>
<p>Setelah bermain imbang 1-1 dengan Arab Saudi di Jeddah, dan 0-0 melawan Australia di Jakarta, kini menanti laga tandang menghadapi Bahrain dan Cina.</p>
<p>Realitasnya, kini Rizky Ridho dkk menjelma menjadi kekuatan yang diperhitungkan di grup ini, walaupun berperingkat FIFA paling rendah, 133. Sedangkan Jepang (18), Australia (24), Arab Saudi (58), Bahrain (80), dan Cina (87). Berkat hasil melawan Saudi dan Australia, Indonesia kini naik ke ranking 129.</p>
<p>Yang perlu diwaspadai, meskipun Timnas Garuda kini betul-betul dipandang sebagai kekuatan baru Asia, namun babak ketiga Pra-Piala Dunia ini boleh dikatakan sebagai ajang “now or never” bagi negara-negara pesaing yang punya tradisi lolos ke putaran final Piala Dunia.</p>
<p>Artinya, Indonesia memang sudah bisa membuktikan mampu menepis peringkat FIFA sebagai “fakta di atas kertas” dengan menahan Saudi dan Australia, namun uji konsistensi benar-benar akan dihadapi dalam laga melawan Bahrain dan Cina.</p>
<p>Konsistensi bermain Pasukan Shin Tae-yong yang telah terlihat dalam dua laga sebelumnya akan diuji dalam dua pertandingan lanjutan di kandang lawan.</p>
<p>Apakah dengan barisan pemain diaspora dan naturalisasi yang sebagian besar ditempa oleh atmosfer klub-klub Eropa, Indonesia bisa makin menegaskan posisi dalam peta kekuatan Asia?</p>
<p>Kita tidak akan tergesa-gesa membuat prediksi tentang lolos atau peluang di babak ketiga ini. Menjadi momen yang mendebarkan, tentu saja. Yang lebih penting bagaimana mengelola fase rawan ini dalam keniscayaan fluktuasi penampilan mereka.</p>
<p>Bagaimanapun, sepak bola memberi ruang bagi terciptanya hasil akhir yang serba-di luar perkiraan&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/09/21/fluktuasi-grafik-rawan-dalam-sepak-bola">Fluktuasi, Grafik Rawan dalam Sepak Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://3.33.146.175/id/">https://3.33.146.175/id/</a>
<a href="https://117.18.0.23/">https://117.18.0.23/</a>
<a href="https://117.18.0.16/">https://117.18.0.16/</a>
<a href="https://117.18.0.24/">https://117.18.0.24/</a>

<a href="https://chinesemedicinenews.com/">https://chinesemedicinenews.com/</a>
<a href="https://revistaenigmas.com/">https://revistaenigmas.com/</a>
<a href="https://topweddinglists.com/">https://topweddinglists.com/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://ayahqq.it.com">https://ayahqq.it.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>
<a href="https://klik66.it.com">https://klik66.it.com</a>
<a href="https://radiofarmacia.org">https://radiofarmacia.org</a>
<a href="https://atendamais.org">https://atendamais.org</a>

<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>

<a href="https://aenfis.com/cloud/pkvgames/">https://aenfis.com/cloud/pkvgames/</a>
<a href="https://aenfis.com/cloud/bandarqq/">https://aenfis.com/cloud/bandarqq/</a>
<a href="https://aenfis.com/cloud/dominoqq/">https://aenfis.com/cloud/dominoqq/</a>
</div>