<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Susastra Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/hiburan/susastra/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Jun 2026 02:18:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Susastra Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pasangan Suami-Istri Asal Jerman Kunjungi Soesilo Toer, Ibu Galang Dana untuk Keluarga Pramoedya</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/06/03/pasangan-suami-istri-asal-jerman-kunjungi-soesilo-toer-ibu-galang-dana-untuk-keluarga-pramoedya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 02:18:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Blora]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Susastra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=562467</guid>

					<description><![CDATA[<p>BLORA (SUARABARU.ID)– Pasangan suami-istri warga negara Jerman, Joann Liewald dan Claudia Liewald, berkunjung ke Kabupaten Blora untuk menemui Soesilo Toer, adik sastrawan ternama Pramoedya Ananta Toer. Kunjungan pasangan asal Jerman ini dilandasi kedekatan emosional yang telah terjalin lama antara keluarga Liewald dan keluarga Pramoedya. Pasangan asal Jerman itu tiba Sabtu (31/05/2026) malam dan menginap di [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/03/pasangan-suami-istri-asal-jerman-kunjungi-soesilo-toer-ibu-galang-dana-untuk-keluarga-pramoedya">Pasangan Suami-Istri Asal Jerman Kunjungi Soesilo Toer, Ibu Galang Dana untuk Keluarga Pramoedya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLORA (SUARABARU.ID)</strong>– Pasangan suami-istri warga negara Jerman, Joann Liewald dan Claudia Liewald, berkunjung ke Kabupaten Blora untuk menemui Soesilo Toer, adik sastrawan ternama Pramoedya Ananta Toer.</p>
<p>Kunjungan pasangan asal Jerman ini dilandasi kedekatan emosional yang telah terjalin lama antara keluarga Liewald dan keluarga Pramoedya.</p>
<p>Pasangan asal Jerman itu tiba Sabtu (31/05/2026) malam dan menginap di salah satu hotel di kota Blora. Keesokan harinya, Minggu (01/06/2026) sekitar pukul 08.30 WIB, mereka mendatangi rumah masa kecil Pramoedya Ananta Toer yang kini ditempati Soesilo Toer.</p>
<p>Setibanya di lokasi, Joann dan Claudia disambut hangat oleh keluarga Soesilo. Keduanya kemudian menghampiri Soesilo Toer yang tengah beristirahat di kursi dan menyapanya dengan ucapan,</p>
<p>“Selamat pagi.&#8221; Sapaan sederhana itu menjadi salah satu kosakata bahasa Indonesia yang mereka kuasai.</p>
<p>Karena kondisi pendengaran Soesilo yang telah menurun akibat faktor usia, Joann harus mengulangi ucapannya sambil mendekatkan mulut ke telinga Soesilo agar pesan yang disampaikan dapat terdengar jelas.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Joann menuturkan bahwa tujuan utama kedatangannya ke Blora adalah untuk menjenguk Soesilo Toer secara langsung.</p>
<p>“<em>I want to visit Soes</em>,” ujar Joann saat ditemui media, Selasa (02/06/2026).</p>
<p>Joann menjelaskan, hubungan emosional keluarganya dengan keluarga Pramoedya bermula dari peran sang ibu, Margit Liewald, yang menunjukkan kepedulian terhadap Pramoedya Ananta Toer saat menjalani pembuangan di Pulau Buru pada masa lalu.</p>
<p>Menurut Joann, ibunya ikut membantu penggalangan dana di Jerman melalui Amnesty International untuk mendukung keluarga Pramoedya. Dana tersebut kemudian disalurkan kepada keluarga di Blora atas saran Soesilo Toer.</p>
<p>Secara tidak langsung, Joann mengatakan bahwa langkah itu ditempuh karena bantuan yang dikirim langsung kepada Pramoedya di Pulau Buru dikhawatirkan tidak akan sampai. Karena itulah, dukungan diberikan melalui pihak keluarga.</p>
<p>Ikatan yang terjalin sejak masa itu membuat Joann merasa memiliki tanggung jawab moral untuk datang dan bertemu langsung dengan Soesilo Toer. Ia mengaku bahagia dapat mewujudkan keinginannya tersebut. “Saya senang bisa bertemu,” kata Joann.</p>
<p>Selama beberapa hari berada di Blora, Joann dan Claudia belum menyusun agenda khusus. Namun, mereka mengaku tertarik untuk mengunjungi sejumlah destinasi wisata yang ada di wilayah tersebut, di antaranya Heritage Trainz Loco Tour Cepu dan Gua Terawang.</p>
<p>Kunjungan pasangan asal Jerman itu menjadi bukti bahwa hubungan kemanusiaan yang terjalin puluhan tahun lalu masih terjaga hingga kini, melampaui batas negara dan generasi.</p>
<p><strong>El Nyunanto</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/03/pasangan-suami-istri-asal-jerman-kunjungi-soesilo-toer-ibu-galang-dana-untuk-keluarga-pramoedya">Pasangan Suami-Istri Asal Jerman Kunjungi Soesilo Toer, Ibu Galang Dana untuk Keluarga Pramoedya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Di Antara Roti yang Terpecah dan Sunyi Salib</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/03/30/di-antara-roti-yang-terpecah-dan-sunyi-salib</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2026 15:19:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Susastra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=551658</guid>

					<description><![CDATA[<p>Clarissa Martina Yovita Fallo Di Antara Roti yang Terpecah dan Sunyi Salib Malam turun tanpa suara, dan sebuah meja sederhana menjadi saksi roti dipecah dalam keheningan, anggur dituang seperti cinta yang memilih habis demi tinggal. Ada tangan-tangan yang gemetar, bukan karena dingin, melainkan karena sadar: kasih sebesar ini tak pernah benar-benar layak diterima, namun tetap [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/30/di-antara-roti-yang-terpecah-dan-sunyi-salib">Di Antara Roti yang Terpecah dan Sunyi Salib</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;">Clarissa Martina Yovita Fallo</span></p>
<p><strong><span style="font-size: 14pt; font-family: comic sans ms, sans-serif;">Di Antara Roti yang Terpecah dan Sunyi Salib</span></strong></p>
<p>Malam turun tanpa suara,<br />
dan sebuah meja sederhana menjadi saksi<br />
roti dipecah dalam keheningan,<br />
anggur dituang seperti cinta<br />
yang memilih habis demi tinggal.</p>
<p>Ada tangan-tangan yang gemetar,<br />
bukan karena dingin, melainkan karena sadar:<br />
kasih sebesar ini tak pernah benar-benar layak diterima,<br />
namun tetap diberikan.</p>
<p>Lalu jalan menjadi panjang dan sepi,<br />
jejak langkah terasa berat oleh luka,<br />
dan dunia seperti menahan napas<br />
ketika kayu salib dipanggul<br />
oleh kasih yang tak melawan.</p>
<p>Di sana,<br />
di puncak sunyi yang paling perih,<br />
langit pun seakan enggan berbicara<br />
hanya ada penyerahan yang begitu dalam<br />
hingga maut pun tak mampu menahannya.</p>
<p>Segala menjadi gelap,<br />
segala seolah selesai<br />
harapan dibaringkan dalam diam,<br />
dibungkus duka yang tak bersuara.</p>
<p>Namun justru di kedalaman itulah,<br />
sesuatu bekerja tanpa gemuruh<br />
kasih yang tak terlihat<br />
sedang menembus batas yang mustahil,<br />
menyulam hidup dari kehancuran.</p>
<p>Dan ketika fajar akhirnya berani datang,<br />
ia tidak berteriak,<br />
ia hanya berbisik lembut:<br />
bahwa yang mati<br />
tak pernah benar-benar kalah,<br />
dan yang terluka<br />
tidak ditinggalkan selamanya.</p>
<p>Maka di antara roti yang terpecah<br />
dan sunyi salib yang setia,<br />
aku belajar percaya<br />
bahwa dalam setiap kehilangan,<br />
Tuhan sedang menyiapkan kebangkitan<br />
yang tak pernah sia-sia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><img loading="lazy" class=" wp-image-546422 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/clarissa.jpg" alt="" width="155" height="226" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/clarissa.jpg 206w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/clarissa-103x150.jpg 103w" sizes="(max-width: 155px) 100vw, 155px" />Clarissa Martina Yovita Fallo, seorang suster di Biara Susteran SND Salatiga yang sedang menjalani studi di Prodi Ilkom UKSW Salatiga</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/30/di-antara-roti-yang-terpecah-dan-sunyi-salib">Di Antara Roti yang Terpecah dan Sunyi Salib</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Puisi tentang Bukit Tanarara</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/03/24/puisi-tentang-bukit-tanarara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2026 13:50:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Susastra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=550847</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pagi di Tanarara Pagi datang pelan di Bukit Tanarara, Kabut tipis masih menyelimuti rumput, Angin berhembus lembut, Membawa rasa tenang yang sulit dijelaskan. Langit biru terbuka luas, Matahari mulai naik perlahan, Semua tampak sederhana, Tapi begitu indah untuk dipandang. Di sini aku belajar, Bahwa bahagia tidak harus rumit, Cukup duduk, melihat alam, Dan menikmati apa [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/24/puisi-tentang-bukit-tanarara">Puisi tentang Bukit Tanarara</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 18pt; font-family: comic sans ms, sans-serif;"><strong>Pagi di Tanarara</strong></span></p>
<p>Pagi datang pelan di Bukit Tanarara,<br />
Kabut tipis masih menyelimuti rumput,<br />
Angin berhembus lembut,<br />
Membawa rasa tenang yang sulit dijelaskan.</p>
<p>Langit biru terbuka luas,<br />
Matahari mulai naik perlahan,<br />
Semua tampak sederhana,<br />
Tapi begitu indah untuk dipandang.</p>
<p>Di sini aku belajar,<br />
Bahwa bahagia tidak harus rumit,<br />
Cukup duduk, melihat alam,<br />
Dan menikmati apa yang ada.</p>
<p><strong><span style="font-family: comic sans ms, sans-serif; font-size: 18pt;">Langkah Kecil</span></strong></p>
<p>Jalan menuju puncak tidak mudah,<br />
Tanjakan terasa cukup melelahkan,<br />
Napas mulai berat,<br />
Tapi langkah tetap jalan.</p>
<p>Kadang ingin berhenti,<br />
Kadang ingin menyerah,<br />
Namun hati bilang,<br />
“Sedikit lagi saja.”</p>
<p>Saat sampai di atas,<br />
Semua lelah terasa hilang,<br />
Pemandangan terbuka luas,<br />
Dan hati jadi lebih tenang.</p>
<p><strong><span style="font-family: comic sans ms, sans-serif; font-size: 18pt;">Belajar dari Alam</span></strong></p>
<p>Di Bukit Tanarara, semuanya terasa tenang,<br />
Tidak banyak suara, hanya angin dan alam,<br />
Rumput bergoyang pelan,<br />
Seolah sedang bercerita tentang kehidupan.</p>
<p>Di sini aku melihat hal sederhana,<br />
Tentang alam yang tetap kuat,<br />
Walau panas datang setiap hari,<br />
Ia tetap tumbuh tanpa mengeluh.</p>
<p>Bukit ini mengajarkan banyak hal,<br />
Tentang sabar dan bertahan,<br />
Bahwa hidup tidak selalu mudah,<br />
Tapi harus tetap dijalani.</p>
<p><em><img loading="lazy" class="size-full wp-image-539296 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/YOHANA-DJOLA-DJORU.jpg" alt="" width="185" height="242" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/YOHANA-DJOLA-DJORU.jpg 185w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/YOHANA-DJOLA-DJORU-115x150.jpg 115w" sizes="(max-width: 185px) 100vw, 185px" />Yohana Djola Djoru, mahasiswa Prodi Ilkom UKSW asal Sumba, NTT.</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/24/puisi-tentang-bukit-tanarara">Puisi tentang Bukit Tanarara</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Puisi buat Seorang Suster yang Bertugas di Pedalaman Timor</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/03/04/puisi-buat-seorang-suster-yang-bertugas-di-pedalaman-timor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2026 03:51:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Susastra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=547330</guid>

					<description><![CDATA[<p>Clarissa Martina Yovita Fallo Kau Bagai Mata Air di Musim Kemarau Di punggung gunung yang diselimuti kabut, di antara pinus yang berbisik lirih pada angin, seorang guru melangkah pelan meniti jalan setapak berbatu yang lebih sering dilalui rusa daripada kendaraan. Fajar belum sepenuhnya menyingsing, namun tekadnya telah lebih dulu terang. Tas di pundaknya berisi buku-buku [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/04/puisi-buat-seorang-suster-yang-bertugas-di-pedalaman-timor">Puisi buat Seorang Suster yang Bertugas di Pedalaman Timor</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 14pt;">Clarissa Martina Yovita Fallo</span></p>
<p><strong><span style="font-size: 18pt; font-family: comic sans ms, sans-serif;">Kau Bagai Mata Air di Musim Kemarau</span></strong></p>
<p>Di punggung gunung yang diselimuti kabut,<br />
di antara pinus yang berbisik lirih pada angin,<br />
seorang guru melangkah pelan meniti jalan setapak berbatu<br />
yang lebih sering dilalui rusa daripada kendaraan.</p>
<p>Fajar belum sepenuhnya menyingsing,<br />
namun tekadnya telah lebih dulu terang.<br />
Tas di pundaknya berisi buku-buku lusuh, dan di dalam dadanya<br />
tersimpan mimpi-mimpi anak negeri yang belum sempat mengenal dunia.</p>
<p>Ia menyapa sungai yang jernih,<br />
menyeberanginya dengan sepatu basah.<br />
Ia mendaki lereng terjal,<br />
di mana tanah dan akar menjadi pijakan setia.<br />
Burung-burung menjadi saksi, bahwa ilmu sedang diperjuangkan<br />
setinggi puncak-puncak sunyi.</p>
<p>Ruang kelasnya beratap langit biru,<br />
berdinding kayu dan cahaya matahari.<br />
Angin gunung masuk tanpa izin, membalik lembaran buku,<br />
seolah ikut ingin belajar membaca.</p>
<p>Dengan kapur yang hampir habis,<br />
ia menuliskan harapan di papan sederhana.<br />
Setiap huruf adalah anak tangga,<br />
setiap angka adalah jembatan<br />
menuju dunia yang lebih luas<br />
dari lembah tempat mereka dilahirkan.</p>
<p>Anak-anak duduk dengan mata berbinar,<br />
secerah embun di ujung daun.<br />
Mereka belajar mengeja mimpi<br />
di antara aroma tanah basah<br />
dan nyanyian alam yang tak pernah lelah.</p>
<p>Guru itu bukan hanya pengajar melainkan<br />
ia adalah mata air di musim kemarau,<br />
ia adalah matahari di balik awan tebal,<br />
ia adalah hutan yang teguh, meski badai berkali-kali datang.</p>
<p>Tak ada gemerlap kota di sana,<br />
tak ada tepuk tangan panjang.<br />
Namun gunung menyimpan namanya<br />
di dalam gema yang abadi.<br />
Alam tahu, bahwa di lereng sunyi itu<br />
sedang tumbuh generasi pemberani.</p>
<p>Wahai guru di pedalaman, engkau menanam ilmu<br />
di tanah yang jarang dipandang, namun dari sanalah<br />
akan tumbuh pohon-pohon besar yang akarnya kuat,<br />
dan dahannya akan  menjulang menyentuh langit cita-cita.</p>
<p>Dan suatu hari nanti,<br />
ketika anak-anak itu berdiri di puncak dunia,<br />
mereka akan ingat, pernah ada seseorang<br />
yang mendaki gunung setiap pagi,<br />
bukan untuk menaklukkan alam, melainkan untuk menyalakan harapan.</p>
<p><em><strong>*)</strong> Puisi ini saya  terinspirasi berdasarkan cerita seorang Suster Notre Dame yang bertugas dalam bidang pendidikan di suatu tempat pedalaman di  Pulau Timor tepatnya di Manamas, Kabupaten Timor Tengah Utara </em></p>
<p><em><img loading="lazy" class="alignleft wp-image-547332 size-medium" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/image-267x400.jpg" alt="" width="267" height="400" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/image-267x400.jpg 267w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/image-100x150.jpg 100w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/image.jpg 454w" sizes="(max-width: 267px) 100vw, 267px" /><strong>Clarissa Martina Yovita Fallo</strong>, seorang suster di Susteran Notre Dame Salatiga, berasal dari Timor Tengah Utara, NTT</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/04/puisi-buat-seorang-suster-yang-bertugas-di-pedalaman-timor">Puisi buat Seorang Suster yang Bertugas di Pedalaman Timor</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Di Lengkung Jalan Tanarara</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/03/03/di-lengkung-jalan-tanarara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 11:43:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Susastra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=547262</guid>

					<description><![CDATA[<p> Yohana Djola Djoru Di Lengkung Jalan Tanarara Di lengkung Jalan Tanarara langit biru terbentang luas, angin padang savana berbisik pelan menyentuh wajah yang lelah perjalanan. Bukit-bukit berdiri tenang, seolah menjaga mimpi tanah Sumba Timur. Rumput menari bersama cahaya, menguning saat kemarau, menghijau saat hujan tiba. Di sana jalan berkelok lembut, membelah sunyi tanpa gaduh. Setiap [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/03/di-lengkung-jalan-tanarara">Di Lengkung Jalan Tanarara</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 14pt;"> Yohana Djola Djoru</span></p>
<p><span style="font-family: 'comic sans ms', sans-serif; font-size: 18pt;"><strong>Di Lengkung Jalan Tanarara</strong></span></p>
<p>Di lengkung Jalan Tanarara<br />
langit biru terbentang luas,<br />
angin padang savana berbisik pelan<br />
menyentuh wajah yang lelah perjalanan.</p>
<p>Bukit-bukit berdiri tenang,<br />
seolah menjaga mimpi tanah Sumba Timur.<br />
Rumput menari bersama cahaya,<br />
menguning saat kemarau, menghijau saat hujan tiba.</p>
<p>Di sana jalan berkelok lembut,<br />
membelah sunyi tanpa gaduh.<br />
Setiap tikungan seperti doa,<br />
membawa hati pulang pada rasa syukur.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family: 'comic sans ms', sans-serif; font-size: 18pt;"><strong>Langkah di Tanarara</strong></span></p>
<p>Jalan Tanarara bukan sekadar aspal panjang,<br />
ia adalah cerita tentang pulang dan pergi.<br />
Tentang roda yang terus berputar,<br />
dan mimpi yang tak pernah berhenti.</p>
<p>Di atas tanah Tanarara<br />
aku belajar arti sabar,<br />
karena perjalanan tak selalu lurus,<br />
namun selalu punya tujuan.</p>
<p>Langit senja memeluk bukit,<br />
warna jingga menyala perlahan.<br />
Seperti harapan yang tumbuh diam-diam,<br />
di hati yang tak pernah menyerah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family: 'comic sans ms', sans-serif; font-size: 18pt;"><strong>Savana yang Kurindu</strong></span></p>
<p>Jalan Tanarara,<br />
engkau bukan hanya hamparan sunyi.<br />
Engkau adalah rumah,<br />
tempat kenangan berlari bebas.</p>
<p>Di antara angin dan debu tipis,<br />
aku menemukan wajah masa kecil.<br />
Tawa yang pernah lepas<br />
di bawah langit luas Pulau Sumba.</p>
<p>Jika suatu hari kakiku melangkah jauh,<br />
namamu tetap tinggal di dada.<br />
Karena sejauh apa pun perjalanan,<br />
cinta selalu tahu jalan pulang.</p>
<p><em><img loading="lazy" class="size-full wp-image-539296 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/YOHANA-DJOLA-DJORU.jpg" alt="" width="185" height="242" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/YOHANA-DJOLA-DJORU.jpg 185w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/YOHANA-DJOLA-DJORU-115x150.jpg 115w" sizes="(max-width: 185px) 100vw, 185px" />Yohana Djola Djoru, masahasiswa Prodi Ilkom UKSW berasal dari Pulau Sumba, NTT</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/03/di-lengkung-jalan-tanarara">Di Lengkung Jalan Tanarara</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Puasa di Antara Dentang Lonceng dan Azan yang Mengalun</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/02/27/puasa-di-antara-dentang-lonceng-dan-azan-yang-mengalun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2026 02:09:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Susastra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=546421</guid>

					<description><![CDATA[<p>Clarissa Martiana Yovita Fallo Puasa di Antara Dentang Lonceng dan Azan yang Mengalun Di tepi fajar yang masih berembun, lautan berbisik pelan kepada jiwa-jiwa yang rindu. Ombaknya bukan sekadar air yang berkejaran, melainkan doa-doa yang bangkit dari kedalaman sunyi. Di ufuk timur, cahaya merekah seperti harapan, mengajarkan bahwa menahan diri adalah seperti menahan ombak di [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/27/puasa-di-antara-dentang-lonceng-dan-azan-yang-mengalun">Puasa di Antara Dentang Lonceng dan Azan yang Mengalun</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 14pt;">Clarissa Martiana Yovita Fallo</span></p>
<p><span style="font-family: comic sans ms, sans-serif; font-size: 18pt;"><strong>Puasa di Antara Dentang Lonceng<br />
dan Azan yang Mengalun</strong></span></p>
<p>Di tepi fajar yang masih berembun,<br />
lautan berbisik pelan kepada jiwa-jiwa yang rindu.<br />
Ombaknya bukan sekadar air yang berkejaran,<br />
melainkan doa-doa yang bangkit dari kedalaman sunyi.</p>
<p>Di ufuk timur, cahaya merekah seperti harapan,<br />
mengajarkan bahwa menahan diri<br />
adalah seperti menahan ombak di dada<br />
bukan untuk melemahkan,<br />
tetapi untuk menguatkan karang iman.</p>
<p>Puasa adalah samudera luas<br />
tempat manusia belajar menyelam ke dalam diri.<br />
Dalam hening pertobatan umat Katolik,<br />
dan dalam sabar dan syukur Ramadan,<br />
kita sama-sama berlayar menuju cahaya Illahi.</p>
<p>Angin asin menyentuh wajah,<br />
mengingatkan bahwa hidup tak selalu tenang.<br />
Namun seperti nelayan yang percaya pada bintang,<br />
kita percaya pada kasih yang tak pernah padam.</p>
<p>Di tengah gelombang lapar dan dahaga,<br />
jiwa ditempa seperti mutiara<br />
yang lahir dari luka kerang<br />
indah karena kesabaran,<br />
berharga karena keteguhan.</p>
<p>Sebab dalam puasa,<br />
tak ada sekat antara doa yang terangkat.<br />
Semua menuju langit yang sama,<br />
semua mencari damai yang sama.</p>
<p>Dan ketika senja turun perlahan,<br />
seperti lonceng yang berdentang lirih<br />
atau azan yang mengalun lembut,<br />
kita tahu bahwa perjalanan hari ini<br />
bukan tentang menahan lapar,<br />
melainkan menemukan makna.</p>
<p>Lautan berkilau oleh cahaya bulan,<br />
seolah berkata:<br />
“Siapa yang berani menyeberangi sunyi,<br />
akan menemukan pulau harapan.”</p>
<p>Maka berlayarlah, wahai jiwa-jiwa,<br />
dalam samudra puasa yang suci.<br />
Karena di setiap gelombang pengorbanan,<br />
Tuhan menanamkan pelabuhan kedamaian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-546422 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/clarissa.jpg" alt="" width="206" height="300" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/clarissa.jpg 206w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/clarissa-103x150.jpg 103w" sizes="(max-width: 206px) 100vw, 206px" />Clarissa Martiana Yovita Fallo</strong>, suster di Susteran Notre Dame Salatiga, saat ini sedang menempuh studi di Prodi Ilkom UKSW</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/27/puasa-di-antara-dentang-lonceng-dan-azan-yang-mengalun">Puasa di Antara Dentang Lonceng dan Azan yang Mengalun</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Puisi Senja di Pantai Walakiri</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/02/19/puisi-senja-di-pantai-walakiri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2026 05:38:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Susastra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=545254</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yohana Djola Djoru Senja di Pantai Walakiri Di Pantai Walakiri langit pelan-pelan memerah matahari turun tanpa suara angin membawa tenang ombak bernyanyi lirih di kaki pasir. Aku duduk menunggu senja menyimpan lelah di tepi laut biar hilang bersama cahaya yang pulang ke ufuk barat. Angin Waingapu Angin datang dari laut membawa rasa damai pasir hangat [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/19/puisi-senja-di-pantai-walakiri">Puisi Senja di Pantai Walakiri</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 14pt;">Yohana Djola Djoru</span></p>
<p><strong><span style="font-size: 18pt; font-family: comic sans ms, sans-serif;">Senja di Pantai Walakiri</span></strong></p>
<p>Di Pantai Walakiri<br />
langit pelan-pelan memerah<br />
matahari turun tanpa suara<br />
angin membawa tenang<br />
ombak bernyanyi lirih di kaki pasir.</p>
<p>Aku duduk menunggu senja<br />
menyimpan lelah di tepi laut<br />
biar hilang bersama cahaya<br />
yang pulang ke ufuk barat.</p>
<p><span style="font-size: 18pt; font-family: comic sans ms, sans-serif;"><strong>Angin Waingapu</strong></span></p>
<p>Angin datang dari laut<br />
membawa rasa damai<br />
pasir hangat di telapak kaki<br />
air asin membasuh sunyi.</p>
<p>Waingapu tersenyum sederhana<br />
langitnya luas, lautnya tenang<br />
aku belajar diam sejenak<br />
menikmati hari yang perlahan.</p>
<p><span style="font-family: comic sans ms, sans-serif; font-size: 18pt;">Pantai yang Mengajarkanku Tenang</span></p>
<p>Di tepi pantai aku berdiri<br />
menatap air yang terus datang<br />
tidak marah pada batu<br />
tidak lelah kembali ke laut.</p>
<p>Seperti ombak di Walakiri<br />
aku belajar untuk sabar<br />
jatuh, bangkit, lalu pulang<br />
tanpa banyak kata.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><img loading="lazy" class="size-full wp-image-539296 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/YOHANA-DJOLA-DJORU.jpg" alt="" width="185" height="242" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/YOHANA-DJOLA-DJORU.jpg 185w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/YOHANA-DJOLA-DJORU-115x150.jpg 115w" sizes="(max-width: 185px) 100vw, 185px" />Yohana Djola Djoru, mahasiswa Prodi Ilkom UKSW asal Sumba, Nusa Tenggara Timur</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/19/puisi-senja-di-pantai-walakiri">Puisi Senja di Pantai Walakiri</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Puisi Antara Tugas dan Mimpi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/02/12/puisi-antara-tugas-dan-mimpi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 07:51:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Susastra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=544242</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yohana Djola Djoru Antara Tugas dan Mimpi Di meja kecil, laptop menyala, mata lelah, kopi jadi teman setia. Deadline datang tanpa permisi, tugas menumpuk, napas pun diatur lagi. Aku anak kuliah yang belajar sabar, jatuh bangun mengejar target besar. Meski lelah sering singgah di dada, mimpi tak boleh padam cahayanya. Kita yang Bertahan Kami tertawa [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/12/puisi-antara-tugas-dan-mimpi">Puisi Antara Tugas dan Mimpi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 14pt;">Yohana Djola Djoru</span></p>
<p><span style="font-size: 18pt; font-family: 'comic sans ms', sans-serif;"><strong>Antara Tugas dan Mimpi</strong></span></p>
<p>Di meja kecil, laptop menyala,<br />
mata lelah, kopi jadi teman setia.<br />
Deadline datang tanpa permisi,<br />
tugas menumpuk, napas pun diatur lagi.</p>
<p>Aku anak kuliah yang belajar sabar,<br />
jatuh bangun mengejar target besar.<br />
Meski lelah sering singgah di dada,<br />
mimpi tak boleh padam cahayanya.</p>
<p><strong><span style="font-family: 'comic sans ms', sans-serif; font-size: 18pt;">Kita yang Bertahan</span></strong></p>
<p>Kami tertawa di sela penat,<br />
berbagi cerita, berbagi semangat.<br />
Nilai tak selalu jadi jawaban,<br />
tapi usaha adalah pegangan.</p>
<p>Anak kuliah belajar bertahan,<br />
di antara gagal dan harapan.<br />
Pelan-pelan kami tumbuh dewasa,<br />
membawa mimpi menuju nyata.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><img loading="lazy" class="size-full wp-image-539296 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/YOHANA-DJOLA-DJORU.jpg" alt="" width="185" height="242" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/YOHANA-DJOLA-DJORU.jpg 185w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/YOHANA-DJOLA-DJORU-115x150.jpg 115w" sizes="(max-width: 185px) 100vw, 185px" /><strong>Yohana Djola Djoru, mahasiswa Prodi Ilkom UKSW, sedang magang di SuaraBaru.Id</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/12/puisi-antara-tugas-dan-mimpi">Puisi Antara Tugas dan Mimpi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wartawan Dalam Waktu, Puisi HPN 2026 Amir Machmud NS</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/02/09/wartawan-dalam-waktu-puisi-hpn-2026-amir-machmud-ns</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2026 17:22:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Susastra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=541079</guid>

					<description><![CDATA[<p>Amir Machmud NS Wartawan, Dalam Waktu Sajak HPN 2026 kita tak berhenti tetap dalam perjalanan kita tak mengubah waktu tetap dalam riuh rupa tetap setiakah kau melukis langit memaknainya dengan kata menerjemahkan tanda alam membuka jendela dengan narasi? tetap setiakah kau ketika akal dunia tercurah untuk menguasai terpeta untuk mengungguli menjejalkan opini kepada semesta kita [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/09/wartawan-dalam-waktu-puisi-hpn-2026-amir-machmud-ns">Wartawan Dalam Waktu, Puisi HPN 2026 Amir Machmud NS</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div></div>
<div>
<div><span style="font-size: 14pt;">Amir Machmud NS</span></div>
<div></div>
<div><span style="font-family: comic sans ms, sans-serif;"><strong><span style="font-size: 18pt;">Wartawan, Dalam Waktu</span></strong></span><br />
<em><span style="font-size: 14pt;">Sajak HPN 2026</span></em></div>
</div>
<div></div>
<p>kita tak berhenti<br />
tetap dalam perjalanan<br />
kita tak mengubah waktu<br />
tetap dalam riuh rupa</p>
<p>tetap setiakah kau melukis langit<br />
memaknainya dengan kata<br />
menerjemahkan tanda alam<br />
membuka jendela dengan narasi?</p>
<p>tetap setiakah kau<br />
ketika akal dunia<br />
tercurah untuk menguasai<br />
terpeta untuk mengungguli<br />
menjejalkan opini kepada semesta</p>
<p>kita tak berhenti<br />
tetap dalam riuh rupa<br />
kita tetap berjalan<br />
tak mengubah waktu</p>
<p>dunia hanya sedikit menyisakan ruang<br />
sepenuhnya memberi kebebasan<br />
kepada pikiran dan perilaku<br />
meruyak tak terbatas<br />
makin ke sini makin meluas<br />
gagasan untuk memojokkan<br />
gagasan untuk menindas<br />
gagasan untuk menguasai<br />
dengan ditopang teknologi informasi</p>
<p>waktu membawa wartawan<br />
dalam pergulatan perubahan<br />
memberi satu pilihan<br />
: akan teruskah berjalan<br />
atau menyerah dalam kenyataan<br />
menghadapkan satu sikap<br />
: akan tetapkah bertahan<br />
atau berhenti mengubur impian</p>
<p>dan, kita tak berhenti<br />
dalam riuh rupa<br />
melukis langit<br />
mewarnai dunia<br />
: bukankah hati dan rasa<br />
menyatu sebagai darah<br />
nadi dalam hidup?<br />
(Feb, 2026)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><span style="font-size: 18pt; font-family: comic sans ms, sans-serif;">Mencairkan Narasi Beku </span></strong></p>
<p>waktu terus bergerak<br />
melompatkan akal<br />
membekukan narasi<br />
dalam semburan kata<br />
dalam kepungan kalimat<br />
dalam tebaran gambar<br />
seolah-olah menjadi sesakti itu<br />
: menguasai, mengopini</p>
<p>itukah realitas teknologi informasi?</p>
<p>kita tetap di sini<br />
tegak dalam pilihan<br />
: wartawan bukan mereka<br />
yang mengemas kata-kata<br />
menjadi mukjizat kepentingan<br />
yang merenda kalimat<br />
menjadi penindas<br />
terhadap yang berseberangan</p>
<p>kita tetap di sini<br />
kukuh dalam sikap<br />
: wartawan punya mukjizat<br />
dari kesaktian tujuan<br />
dalam balutan etika</p>
<p>lompatan akal tak menghentikan<br />
keadaban profesi<br />
dan, bukankah kita hanya dihadapkan<br />
pada satu mantera<br />
: adaptasi?<br />
(Feb, 2026)</p>
<p>&nbsp;</p>
<div></div>
<div>
<p><img loading="lazy" class="alignleft wp-image-455186 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/01/foto-pak-amir.jpg" alt="" width="115" height="150" /></p>
<p><em>Amir Machmud NS, wartawan senior, Ketua PWI Jateng 2015-2025, sekarang Ketua Dewan Kehormatan PWI Provinsi Jawa Tengah.</em></p>
</div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/09/wartawan-dalam-waktu-puisi-hpn-2026-amir-machmud-ns">Wartawan Dalam Waktu, Puisi HPN 2026 Amir Machmud NS</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Sajak tentang Salatiga</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/02/05/ini-sajak-tentang-salatiga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2026 02:01:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Susastra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=543026</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salatiga yang Sejuk Salatiga adalah kota kecil yang sejuk, udara paginya dingin dan menenangkan. Jalan-jalan dipenuhi pepohonan, membuat siapa pun betah berlama-lama. Di sini hidup berjalan pelan, tanpa terburu-buru. Salatiga mengajarkan arti tenang, dan menikmati hari apa adanya. Salatiga dan Mahasiswa Salatiga menjadi rumah sementara, tempat belajar dan mengejar mimpi. Di kos sederhana, banyak harapan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/05/ini-sajak-tentang-salatiga">Ini Sajak tentang Salatiga</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: comic sans ms, sans-serif;"><strong><span style="font-size: 18pt;">Salatiga yang Sejuk</span></strong></span></p>
<p>Salatiga adalah kota kecil yang sejuk,<br />
udara paginya dingin dan menenangkan.<br />
Jalan-jalan dipenuhi pepohonan,<br />
membuat siapa pun betah berlama-lama.<br />
Di sini hidup berjalan pelan,<br />
tanpa terburu-buru.<br />
Salatiga mengajarkan arti tenang,<br />
dan menikmati hari apa adanya.</p>
<p><strong><span style="font-family: comic sans ms, sans-serif; font-size: 18pt;">Salatiga dan Mahasiswa</span></strong></p>
<p>Salatiga menjadi rumah sementara,<br />
tempat belajar dan mengejar mimpi.<br />
Di kos sederhana,<br />
banyak harapan disimpan diam-diam.<br />
Kota ini menemani lelah dan usaha,<br />
saat tugas terasa berat.<br />
Salatiga menjadi saksi,<br />
perjuangan mahasiswa menuju masa depan.</p>
<p><span style="font-size: 18pt; font-family: comic sans ms, sans-serif;"><strong>Salatiga dan Kebersamaan</strong></span></p>
<p>Salatiga adalah kota yang ramah,<br />
orang-orangnya mudah menyapa.<br />
Perbedaan hidup berdampingan,<br />
tanpa saling menjauhkan.<br />
Di kota ini, kebersamaan terasa nyata,<br />
dalam hal-hal kecil sehari-hari.<br />
Salatiga mengajarkan,<br />
hidup rukun itu indah.</p>
<p><em><img loading="lazy" class="size-full wp-image-539296 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/YOHANA-DJOLA-DJORU.jpg" alt="" width="185" height="242" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/YOHANA-DJOLA-DJORU.jpg 185w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/YOHANA-DJOLA-DJORU-115x150.jpg 115w" sizes="(max-width: 185px) 100vw, 185px" />Yohana Djola Djoru, mahasiswa Ilkom UKSW saat ini sedang magang di SuaraBaru.Id</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/05/ini-sajak-tentang-salatiga">Ini Sajak tentang Salatiga</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>