blank
Bukit savana Tanarara, Sumba Timur, NTT. Foto: MyTrip.co.id

 Yohana Djola Djoru

Di Lengkung Jalan Tanarara

Di lengkung Jalan Tanarara
langit biru terbentang luas,
angin padang savana berbisik pelan
menyentuh wajah yang lelah perjalanan.

Bukit-bukit berdiri tenang,
seolah menjaga mimpi tanah Sumba Timur.
Rumput menari bersama cahaya,
menguning saat kemarau, menghijau saat hujan tiba.

Di sana jalan berkelok lembut,
membelah sunyi tanpa gaduh.
Setiap tikungan seperti doa,
membawa hati pulang pada rasa syukur.

 

Langkah di Tanarara

Jalan Tanarara bukan sekadar aspal panjang,
ia adalah cerita tentang pulang dan pergi.
Tentang roda yang terus berputar,
dan mimpi yang tak pernah berhenti.

Di atas tanah Tanarara
aku belajar arti sabar,
karena perjalanan tak selalu lurus,
namun selalu punya tujuan.

Langit senja memeluk bukit,
warna jingga menyala perlahan.
Seperti harapan yang tumbuh diam-diam,
di hati yang tak pernah menyerah.

 

Savana yang Kurindu

Jalan Tanarara,
engkau bukan hanya hamparan sunyi.
Engkau adalah rumah,
tempat kenangan berlari bebas.

Di antara angin dan debu tipis,
aku menemukan wajah masa kecil.
Tawa yang pernah lepas
di bawah langit luas Pulau Sumba.

Jika suatu hari kakiku melangkah jauh,
namamu tetap tinggal di dada.
Karena sejauh apa pun perjalanan,
cinta selalu tahu jalan pulang.

blankYohana Djola Djoru, masahasiswa Prodi Ilkom UKSW berasal dari Pulau Sumba, NTT