SEMARANG (SUARABARU.ID) – Labib Mubarok dari Kabupaten Purbalingga dan Nathasya Agmy dari Kota Semarang terpilih sebagai juara Duta Genre Jawa Tengah dalam final Apresiasi Duta Generasi Berencana Provinsi Jawa Tengah (Adugenjat 2026) di Sasana Widya Praja, Srondol Semarang, Senin 27 Juli 2026.
Selanjutnya untuk putra juara kedua Steven Parera dari Kabupaten Sragen, juara 3: Putra Abiafnan dari kabupaten Banjarnegara, dan harapan 1 Raaziq Akbar dari Kabupaten Sukoharjo, harapan 2 Muqodas dari Kabupaten Wonosobo.
Untuk kategori putri, juara 2 Anggrayni Adinda dari Kabupaten Kendal, juara 3 Chintia Aprilia dari Kabupaten Blora, dan arapan 1 Shalsa Natalia dari Kota Salatiga, harapan 2 Farah Aulia dari Kota Surakarta.
Duduk sebagai dewan juri dalam gelaran ini ewan juri yang terdiri atas Dra. Diana Rusmawati, M.Psi., Psikolog, Aditya Yuda Pratama, SKM, dan Dra. Erna Sulistyowati, MM.
Even Apresiasi Duta Generasi Berencana (Adugenjat) Tahun 2026 ini merupakan kegiatan Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar ajang tahunan.]

Baca juga Grand Final Apresiasi Duta Genre Jateng Meriah, Tak Semata Pilih Figur Terbaik
Kegiatan ini mengusung tema “Astraloka Karya: Remaja Berkarya, Berdampak Nyata”, yang menjadi ruang apresiasi sekaligus pembuktian kontribusi nyata sepuluh Duta Genre Putra dan sepuluh Duta Genre Putri dari kabupaten/kota di Jawa Tengah, yang telah berhasil masuk Grand Final Adugenjat 2026.
Puncak ajang unjuk bakat dan kepemimpinan remaja ini akan diselenggarakan secara maraton di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM) Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 26 – 27 Juli 2026. Kegiatan ini diawali dengan masa karantina bagi sepuluh Duta Genre Putra dan sepuluh Duta Genre Putri grand finalis terbaik, hingga malam penganugerahan Grand Final.
Adugenjat 2026 dikonsep untuk melahirkan sosok role model dan spokesperson yang mampu memberikan dampak positif di tengah masyarakat, khususnya dalam mengedukasi ketahanan remaja dan penyiapan kehidupan berkeluarga.
Peran Generasi Muda
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Pelaksana Tugas Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Tengah, Faiza Mukti Septyani menegaskan, masa depan Jawa Tengah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan yang dilakukan saat ini, tetapi juga oleh kualitas generasi muda yang dipersiapkan sejak sekarang.
“Remaja yang hari ini berada di tengah-tengah kita, kelak akan menjadi pemimpin daerah, bahkan pemimpin bangsa. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu fondasi utama dalam mewujudkan Jawa Tengah sebagai provinsi maju yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Faisa Mukti.
Sementara itu ditemui pada kesempatan yangsama, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh, ST, M.En berharap para Duta Genre dapat menjadi agen perubahan.
“Dengan triad genre, para remaja tidak lagi melakukan pernikahan dini, seks bebas dan tentu saja tidak menggunakan NAPZA. Saya berharap, Duta Genre ini dapat membawa pesan baik ini dan melakukan perubahan yang nyata,” tegasnya.
Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, Ir. Rusman Efendi, MM dalam sambutannya mengatakan Program Generasi Berencana (GenRe) merupakan salah satu ikhtiar pemerintah untuk menyiapkan remaja agar mampu merencanakan masa depan secara matang, sehat, dan bertanggung jawab. “Melalui tema Astraloka Karya, kami ingin memastikan para Duta GenRe yang terpilih tidak hanya hadir sebagai figur seremonial, tetapi benar-benar membawa manfaat langsung bagi masyarakat luas (berdampak nyata)”, kata Rusman.
Ia pun kembali mengeaskan, bahwa Duta GenRe tidak hanya menjadi figur teladan, tetapi juga berperan sebagai ujung tombak edukasi di kalangan remaja. Mereka mengampanyekan pencegahan tiga persoalan utama yang dihadapi generasi muda, yaitu pernikahan dini, seks pranikah, dan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, serta zat adiktif (Napza).

Sebelum menembus babak Grand Final, para peserta dari 34 Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah telah melalui serangkaian tantangan pra-karantina secara intensif sejak Mei hingga Juni 2026. Tantangan tersebut meliputi aksi nyata di lapangan seperti program Pionir Gizi untuk mendukung pencegahan stunting, gerakan keberlanjutan Best Practice PIK Remaja, Genre Goes to Community, hingga advokasi kebijakan bersama pemerintah daerah melalui Sapa Ayah/Bunda GenRe.
Pada akhirnya, Duta Genre asal Kabupaten Purbalingga dan Kota Semarang menunjukkan performa terbaiknya dan meraih pencapaian terbaik bersama para pemenang lainnya.
Kesuksesan perhelatan Adugenjat 2026 tidak lepas dari kolaborasi dan sinergi berbagai pihak, BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, DP3AKB Provinsi Jawa Tengah, BBPVP Semarang, OJK Provinsi Jawa Tengah, dan dengan dukungan penuh dari Bank Jateng sebagai sponsor utama, beberapa perusahaan BUMN, berbagai mitra sponsorship pendukung lainnya yang berkomitmen bersama mewujudkan Generasi Emas Jawa Tengah.
Gelaran Adugenjat tidaklah hanya sekedar ceremony tahunan. Lebih dari itu, gelaran ini membawa pesan dan semangat para remaja khususnya di Jawa Tengah, untuk bisa berkreasi dan berkarya, sekaligus menjadi pioneer Program Prioritas Kemendukbangga/BKKBN hingga bisa menyentuh dan terealisasi dengan baik di masyarakat.
R. Widiyartono













