blank
Pelangi Jepara mengikuti kompetisi dengan membawa karya layang-layang kreasi 2D berjudul "Alengka Brasta".. Foto: Dok

JEPARA (SUARABARU.ID) – Komunitas layang-layang Pelangi Jepara kembali mengukir prestasi di tingkat internasional setelah meraih Juara II pada kategori Kreasi 2D dalam Festival Layang-Layang Internasional Rare Angon 2026 yang berlangsung di Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar, Bali.

Festival yang digelar selama empat hari, 23–26 Juli 2026, tersebut diikuti oleh peserta dari 23 negara seperti Austria, Australia, Thailand, Filipina, Haiti, India hingga Jerman. Ajang Rare Angon dikenal sebagai salah satu festival layang-layang internasional terbesar di Indonesia yang menjadi wadah pertemuan komunitas, seniman, dan pegiat layang-layang dari berbagai penjuru dunia.

Pelangi Jepara mengikuti kompetisi dengan membawa karya layang-layang kreasi 2D berjudul “Alengka Brasta”. Layangan berukuran 5,5 meter itu berhasil mencuri perhatian dewan juri berkat perpaduan kekuatan konsep, detail visual, serta performa penerbangan yang stabil di tengah persaingan ketat peserta dari berbagai negara.

blank
Pelangi Jepara kembali mengukir prestasi di tingkat internasional setelah meraih Juara II pada kategori Kreasi 2D dalam Festival Layang-Layang Internasional Rare Angon 2026 yang berlangsung di Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar, Bali. Foto: Dok

Karya “Alengka Brasta” mengangkat kisah epik dalam pewayangan tentang runtuhnya Kerajaan Alengka pada akhir Perang Alengka, yang menandai kemenangan Sri Rama atas Rahwana. Peristiwa tersebut melambangkan kemenangan kebenaran atas keangkaramurkaan, keberanian dalam menegakkan keadilan, serta pengorbanan demi terciptanya kedamaian. Nilai-nilai tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk visual layang-layang sebagai representasi kekayaan budaya Nusantara yang dipadukan dengan sentuhan desain modern.

Tim Pelangi Jepara dalam kompetisi ini diwakili oleh Hasan, Rozak, dan Nasrur. Layangan sudah dipersiapkan dari rumah dan bisa dibongkar pasang kerangkanya, sehingga bisa dibawa dari Jepara ke Lokasi acara Rare Angon Bali. Di sana layangan dirangkai serta di persiapkan dengan baik sesuai dengan kecepatan angin sebelum diterbangkan sebelum akhirnya tampil di panggung internasional.

blank
Alengka Brasta”, layangan berukuran 5,5 meter itu berhasil mencuri perhatian dewan juri dalam Festival Layang-Layang Internasional Rare Angon 2026 yang berlangsung di Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar, Bali. Foto: Dok

Kepada media Hasan, salah satu  perwakilan Pelangi Jepara mengatakan, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh tim yang telah mempersiapkan karya selama beberapa bulan.

“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi kebanggaan bagi kami sekaligus masyarakat Jepara. Kami bersyukur karya ‘Alengka Brasta’ mendapat apresiasi di ajang internasional. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan melestarikan seni layang-layang Indonesia,” ujar Rozak perwakilan Pelangi Jepara yang lain.

Festival Rare Angon tidak hanya menjadi arena perlombaan, tetapi juga menjadi ruang pertukaran budaya melalui seni layang-layang. Selama penyelenggaraan, ribuan pengunjung memadati Pantai Mertasari untuk menyaksikan berbagai kategori perlombaan, mulai dari layang-layang tradisional, kreasi dua dimensi, kreasi tiga dimensi, hingga pertunjukan layang-layang raksasa dari berbagai negara.

blank
Tim Pelangi Jepara dalam kompetisi ini diwakili oleh Hasan, Rozak, dan Nasrur.. Foto: Dok

Keberhasilan Pelangi Jepara menambah deretan prestasi komunitas tersebut di tingkat nasional maupun internasional. Selama ini, Pelangi Jepara dikenal konsisten menghadirkan karya-karya yang mengangkat nilai budaya Indonesia, khususnya budaya Jawa, sebagai identitas utama dalam setiap kompetisi yang diikuti.

Raihan Juara II kategori Kreasi 2D melalui karya “Alengka Brasta” menjadi bukti bahwa kreativitas, penguasaan teknik, dan kekayaan budaya lokal mampu bersaing di panggung dunia. Prestasi ini diharapkan semakin memperkuat posisi Jepara sebagai salah satu daerah yang aktif melahirkan karya-karya layang-layang berkelas internasional sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia.

Hadepe – TR