Oleh : Defika Andreani
Ketekunan dan semangat pantang menyerah mengantarkan Dr. Ahmad Selamet menapaki perjalanan hidup yang penuh makna. Berasal dari Desa Mantingan, Jepara, kecintaannya terhadap seni ukir sejak usia muda menjadi awal langkahnya meniti karier sebagai pengukir. Melalui kerja keras, kegigihan, dan kemauan untuk terus berkembang, ia berhasil memperluas kiprahnya hingga dipercaya mengabdikan diri sebagai dosen. Perjalanan hidupnya mencerminkan bahwa dedikasi terhadap sebuah bidang dapat membuka jalan menuju pengabdian yang lebih luas.
Ahmad Selamet merupakan anak bungsu dari enam bersaudara. Ia telah bekerja sebagai pengukir sejak usia muda untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup. Meski harus membagi waktu antara bekerja dan belajar, semangatnya untuk menempuh pendidikan tidak pernah surut.
Ia mengawali pendidikan di Sekolah Teknik, kemudian melanjutkan ke Pendidikan Guru Agama (PGA), Madrasah Aliyah, hingga berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi pada jenjang S1, S2, dan S3. Dalam kehidupan pribadinya, Ahmad Selamet menikah dengan Dr. Lidaul Khasanah dan dikaruniai empat orang anak yang menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
Kecintaannya terhadap seni ukir mengantarkan Ahmad Selamet meniti karier sebagai pengukir profesional. Keahliannya membuat ia dipercaya terlibat dalam proyek ukiran Pembangunan Bandara Soekarno-Hatta. Di sisi lain, dedikasinya terhadap dunia pendidikan terus berkembang hingga pada tahun 1989 ia mulai mengabdikan diri sebagai dosen di INISNU yang kini menjadi Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara.
Perjalanan tersebut tidak diraih secara instan. Ia harus melewati proses panjang untuk membangun karier akademik sembari tetap mempertahankan profesinya sebagai pengukir.
Menurut Ahmad Selamet, keberhasilan tidak terlepas dari kemampuan memanfaatkan setiap kesempatan, menjaga komitmen terhadap bidang yang ditekuni, serta tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan.
Prinsip tersebut menjadi bekal yang mengantarkannya meraih berbagai pencapaian, mulai dari menyelesaikan pendidikan hingga jenjang doktor, mengabdikan diri sebagai dosen di UNISNU Jepara, hingga memperoleh pengakuan sebagai pengukir profesional sekaligus pelestari seni ukir.
Perjalanan hidupnya menunjukkan bahwa ketekunan dan konsistensi dapat membuka jalan bagi seseorang untuk terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Perjalanan hidup Ahmad Selamet menunjukkan bahwa keberhasilan tidak hadir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dijalani dengan kerja keras, ketekunan, dan komitmen. Berawal dari kecintaannya terhadap seni ukir, ia mampu mengembangkan kemampuan tersebut hingga dikenal sebagai pengukir profesional.
Di saat yang sama, semangatnya untuk terus belajar membawanya menyelesaikan pendidikan hingga jenjang doktor dan mengabdikan diri sebagai dosen di INISNU (kini Universitas Islam Nahdlatul Ulama/ UNISNU Jepara). Seluruh pencapaian tersebut diraih tanpa meninggalkan prinsip untuk memanfaatkan setiap kesempatan dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan.
Dedikasi Ahmad Selamet terhadap seni ukir dan dunia pendidikan menjadi warisan yang terus memberi manfaat bagi masyarakat. Kiprahnya sebagai pelestari seni ukir sekaligus akademisi menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan ilmu pengetahuan. Melalui perjalanan hidupnya, Ahmad Selamet tidak hanya meninggalkan jejak prestasi, tetapi juga menghadirkan teladan tentang pentingnya ketekunan, konsistensi, dan pengabdian dalam menjalani kehidupan.(*)













