JEPARA (SUARABARU.ID) – Suasana SMP Negeri 1 Welahan yang kerap disebut Spenzala tampak berbeda dan penuh energi. Seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga murid bersorak gembira berkumpul dilapangan utama untuk melaksanakan kegiatan apel dalam rangka Hari Anak Nasional Tahun 2026, sebuah momen istimewa yang dikemas menjadi panggung kebersamaan bagi seluruh warga Spenzala, Kamis Pagi (23/07/26).
Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pagi yang diikuti seluruh warga sekolah dengan penuh khidmat. Di tengah keheningan barisan, pesan-pesan kebaikan disuntikkan secara mendalam melalui penguatan branding sekolah, “Spenzala Bersahaja” sebagai identitas dan budaya positif SMP Negeri 1 Welahan.
“Hari Anak Nasional adalah pengingat bahwa sekolah harus menjadi rumah kedua yang aman dan nyaman. Dengan semangat “Spenzala Bersahaja”, kita wujudkan generasi cerdas yang tetap berkarakter dan adaptif dimasa digital ini” ujar pembina apel Rofii, S.Pd., M.Pd.

Menurutnya, bersahaja bukan sekadar slogan, tetapi menjadi nilai yang terus ditanamkan kepada seluruh warga sekolah untuk membangun murid yang Berkarakter, Santun, Harmonis, Jujur, Adaptif. Melalui momentum Hari Anak Nasional, murid diajak untuk tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, saling menghargai, serta mampu berkembang sesuai potensi yang dimiliki.
Usai apel, kemeriahan berlanjut dengan jalan sehat yang diikuti oleh seluruh murid dan guru. Berbagai kelas tampil kreatif dengan mengenakan aneka properti dan aksesori hasil karya mereka sendiri.
Beragam atribut berwarna-warni menghiasi barisan peserta sehingga menciptakan suasana yang semarak dan penuh keceriaan. Tidak hanya itu, setiap kelas juga menampilkan yel-yel penuh semangat yang menggambarkan kekompakan dan kreativitas masing-masing. Sorak-sorai peserta sepanjang rute jalan sehat menjadi bukti bahwa semangat Hari Anak Nasional benar-benar dirasakan oleh seluruh warga sekolah.
Kemeriahan semakin memuncak begitu seluruh peserta kembali ke area lapangan utama sekolah. Gelak tawa dan sorak dukungan pecah saat serangkaian lomba tradisional mulai digelar. Pertandingan diawali dengan lomba bakiak yang menuntut keselarasan Langkah.
Tidak sedikit tim yang harus terguling bersama karena hilang irama namun justru disambut tawa lepas bersama teman sekelas. Suasana kian memanas saat lomba balap ban dimulai, memperlihatkan kelincahan para peserta saat mengendalikan ban bekas melintasi garis finish.
Sebagai puncaknya, adu kekuatan dalam lomba tarik tambang berhasil menyedot seluruh perhatian. Urat-urat ketegangan dan perjuangan pantang menyerah dari para peserta berpadu riuh dengan gemuruh sorak-sorai para pendukung di tepi lapangan
Di tengah kelelahan yang membalut keringat dan senyum puas para siswa, pihak sekolah menyisipkan sebuah kejutan manis yang membuat suasana kembali riuh.
Sebuah pengumuman disampaikan mengenai persiapan pembuatan maskot resmi Spenzala. Maskot tersebut dirancang sebagai representasi identitas SMP Negeri 1 Welahan yang mencerminkan karakter peserta didik, budaya sekolah, semangat belajar, serta nilai-nilai Spenzala Bersahaja.
Meski sosoknya masih dirahasiakan dan baru akan diluncurkan secara resmi pada agenda besar berikutnya, kabar ini berhasil memantik rasa penasaran dan antusiasme yang luar biasa dari seluruh siswa.
Semangat Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki hak untuk tumbuh, belajar, berkreasi, dan meraih cita-cita. Dengan semangat Spenzala Bersahaja, SMP Negeri 1 Welahan terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga membentuk generasi yang berkarakter, peduli, berbudaya, dan siap menghadapi masa depan.
Septiana W – Naillysa Rahmawati, S.Pd.













