blank
Kelompok tani dilatih membuat pupuk, hari ini Jumat (24 Juli 26). Foto: dok

KOTA MUNGKID
(SUARABARU.ID) –
Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) dan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, menggelar
pelatihan pembuatan pakan ternak silase. Serta pemanfaatan biosluri, yaitu limbah dari proses pembuatan biogas, sebagai pupuk organik.

Dilakukan di Dusun Kalangan, Desa Gondowangi, Sawangan, Kabupaten Magelang, Jumat (24 Juli 2026).

Kolaborasi Unimma dan UGM itu melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui skema Pemberdayaan Desa Binaan (PDB). Kegiatan itu dengan dukungan hibah dari Kemendiktisaintek tahun 2026.

Ketua Program PDB, Retno Rusdjijati, menerangkan, pelatihan tersebut dilakukan bagi Kelompok Tani Sumber Rejeki, Dusun Kalangan, Desa Gondowangi, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Bertempat di kandang komunal wilayah dusun tersebut.

Menurut Retno Rusdjijati, pelatihan itu bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan biosluri menjadi pupuk organik yang lebih berkualitas dan ramah lingkungan, dibandingkan pupuk subsidi. Sekaligus membekali peserta dengan keterampilan membuat pakan ternak berbahan hijauan sekitar, berupa silase sebagai persediaan pakan saat kemarau panjang. “Pelatihan dipandu oleh drh Aan Awaludin dan drh Aji Winarso dari Yogyakarta,” jelasnya.

Dalam pelatihan tersebut, drh Aan menjelaskan bahwa pupuk organik dari biosluri mengandung nutrisi bagi tanah, mikroorganisme yang baik, serta tersedia dalam bentuk padat dan cair. Pupuk tersebut berperan dalam menyuburkan tanah dan memperbaiki struktur tanah agar lebih gembur, mengandung unsur hara lengkap untuk pertumbuhan daun, buah, dan akar, serta membantu mengurangi penggunaan pupuk kimia.

Proses pembuatannya dilakukan dengan mencampur biosluri menggunakan EM4 dan molase. Lalu difermentasi secara anaerob selama dua minggu, hingga menghasilkan pupuk organik cair yang dikenal dengan nama VCO.

Selanjutnya, drh Aji memandu praktik pembuatan silase dari berbagai jenis hijauan. Hijauan dirajang halus kemudian difermentasi secara anaerob dengan campuran EM4 dan molase. Setelah didiamkan selama dua minggu, silase siap diberikan kepada ternak atau disimpan sebagai cadangan pakan.

Sebanyak sepuluh anggota Kelompok Tani Sumber Rejeki mengikuti pelatihan dengan antusias. Mereka menyatakan komitmennya untuk melanjutkan kegiatan tersebut agar usaha yang dijalankan tetap berkelanjutan serta memberikan manfaat yang ramah lingkungan.

Eko Priyono