blank
Wujud ucapan syukur para penghayat Kapribaden untuk penetapan Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Candi Joglo Semar Purwodadi. Foto: Tya Widya/dok.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Momentum Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa disambut penuh rasa syukur oleh penghayat Grobogan di Candi Joglo Semar Purwodadi, Senin (13/7/2026).

Penetapan resmi 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dinilai menjadi tonggak sejarah baru bagi para penganut aliran kepercayaan di Indonesia.

Peringatan Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Candi Joglo Semar Purwodadi berlangsung khidmat.

Bagi penghayat Grobogan, keputusan pemerintah tersebut menjadi bentuk pengakuan atas keberadaan sekaligus hak mereka dalam menjalankan tradisi spiritual yang diwariskan para leluhur.

BACA JUGA : Dari Animasi ke Juara Nasional PAI, Rega Bayu Saputra Disiplin dan Keberanian Melahirkan Prestasi

Penetapan hari peringatan nasional itu dinilai sebagai langkah penting dalam memperkuat nilai toleransi dan keberagaman di Indonesia. Kebijakan tersebut juga membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk menjalankan keyakinan sesuai amanat konstitusi.

Suasana khusyuk tampak menyelimuti kawasan candi sejak pagi. Sejumlah penghayat datang untuk memanjatkan doa, bermeditasi, serta mengikuti rangkaian kegiatan spiritual.

Pengelola Candi Joglo Semar Purwodadi, Muhadi, mengungkapkan rasa syukur atas perhatian pemerintah terhadap komunitas penghayat kepercayaan di berbagai daerah.

Menurutnya, keputusan tersebut menjadi bukti nyata kepedulian negara dalam menjaga eksistensi nilai budaya sekaligus spiritualitas yang telah diwariskan secara turun-temurun.

BACA JUGA : Puluhan Kendaraan ASN di Kudus Tunggak Pajak, Dua Kendaraan Dinas Ikut Terjaring Razia Gadis Pantura

“Kami mengucapkan terima kasih, pertama kepada Tuhan Yang Maha Esa dan kedua kepada Pemerintah Republik Indonesia,” kata Muhadi menegaskan.

Muhadi mengatakan, penetapan Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa menjadi kabar yang menggembirakan bagi seluruh penganut penghayat.

Ia berharap momentum tersebut dapat memperkuat semangat masyarakat dalam menjaga tradisi spiritual sekaligus mempererat hubungan antarsesama.

Untuk menyambut peringatan itu, Candi Joglo membuka pintu gerbang selama 24 jam penuh di Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Kebijakan tersebut memberi kesempatan kepada masyarakat yang ingin berdoa maupun melakukan meditasi kapan saja tanpa dibatasi waktu.

Aktivitas Spiritual

Candi Joglo Semar Purwodadi selama ini menjadi satu-satunya tempat di Kabupaten Grobogan yang mewadahi berbagai aktivitas spiritual para penghayat kepercayaan.

Selain digunakan oleh para penghayat, kawasan candi juga terbuka bagi masyarakat dari berbagai agama yang ingin berdoa maupun bersembahyang di pelataran candi.

Kabupaten Grobogan sendiri dikenal memiliki jumlah penganut aliran kepercayaan yang cukup besar dibandingkan sejumlah daerah lain di Jawa Tengah.

Beragam organisasi penghayat, seperti Kapribaden, Sasdha Jendra, Sapta Darma, hingga Topeng Emas, hidup berdampingan dengan harmonis di wilayah tersebut.

BACA JUGA : Pemuda Pancasila Jepara Kecam Pernyataan Pengasuh Ponpes Al Husna yang Sebut MBG Haram

Pengelola mencatat sedikitnya terdapat sekitar 250 anggota aktif Paguyuban Kapribaden yang rutin mengikuti berbagai kegiatan di kawasan candi.

Meski demikian, jumlah penghayat yang sebenarnya diperkirakan lebih banyak karena belum seluruhnya tercatat secara administratif.

Bagi penganut Kapribaden, aktivitas spiritual merupakan bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Mereka mewujudkan rasa syukur kepada Sang Pencipta melalui berbagai tindakan nyata, termasuk kepedulian terhadap sesama manusia dan kelestarian alam.

Komunitas tersebut juga menggelar pertemuan rutin setiap malam Senin Pahing dan malam Jumat Legi sesuai penanggalan Jawa.

“Pertemuan tersebut digunakan untuk memperdalam ajaran, mempererat persaudaraan, sekaligus mengenang pesan para leluhur,” ucap Muhadi.

Harapan

Melalui momentum tersebut, para penghayat berharap stigma negatif yang selama ini masih muncul di sebagian masyarakat dapat terus berkurang.

Mereka juga berharap kawasan candi semakin dikenal sebagai ruang publik yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, kebersamaan, dan toleransi.

Semangat yang dibangun melalui peringatan Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Candi Joglo Semar Purwodadi diharapkan mampu memperkuat persatuan bangsa sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menghargai keberagaman.

Bagi para penghayat di Grobogan, pengakuan tersebut menjadi awal yang baik dalam menjaga warisan spiritual leluhur.

Momentum Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa setiap 13 Juli pun kini menjadi penanda penting bagi penghayat Grobogan.

Mereka merayakannya dengan damai di Candi Joglo Semar Purwodadi, seraya berharap nilai toleransi, penghormatan terhadap budaya, dan kebebasan menjalankan keyakinan terus tumbuh di tengah kehidupan masyarakat Indonesia.

TYA WIDYA