blank
Bupati Setyo Sukarno (kiri berdiri di podium) tengah menyampaikan sambutan pada Rakor para Penyuluh Agama se-Solo Raya, yang digelar di Slogohimo, Wonogiri.(Dok.Prokopim Wonogiri)
WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Menjadi tugas para Penyuluh Agama, untuk senantiasa menjaga kerukunan umat beragama, mencegah radikalisme dan aliran menyimpang. Juga dalam penanggulangan penyalahgunaan narkoba, pengentasan buta aksara Al-Qur’an dan pembentukan keluarga sakinah.

Bagian Prokopim Pemkab Wonogiri, mengabarkan, harapan diatas disampaikan Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi (Rakor) Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama se Solo Raya yang digelar di Slogohimo, Kabupaten Wonogiri.

Kata Bupati, menjadi tugas para penyuluh agama untuk ikut serta berperan aktif dalam pemberdayaan zakat, demi pengentasan kemiskinan, Juga turut serta dalam memberikan penyelesaian sertifikasi wakaf, serta pengenalan dan pengelolaan produk halal.

Rakor tersebut, menjadi momentum untuk meningkatkan kapasitas dan memperkuat sinergi. Yakni dalam menyusun strategi demi mewujudkan pelayanan keagamaan yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Diingatkan, dinamika kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat terus mengalami perubahan, yang itu memerlukan perhatian serta peran aktif seluruh elemen, termasuk para Penyuluh Agama. Perubahan sekecil apa pun, perlu diantisipasi agar tidak berkembang menjadi persoalan yang dapat mengganggu kehidupan sosial masyarakat.

Strategis

Para Penyuluh Agama, memiliki tugas dan tanggung jawab strategis dalam memberikan bimbingan, penyuluhan serta pembangunan masyarakat, melalui pendekatan keagamaan. Yakni melalui metode yang komunikatif, informatif dan edukatif. Yang didukung fungsi konseling, fasilitasi, hingga advokasi. Penyuluh Agama, diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

Untuk mencapai keberhasilan pelaksanaan tugas, tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi yang erat antara Kementerian Agama, Pemerintah Kabupaten/Kota, serta seluruh elemen masyarakat.

Ditambahkan, hubungan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Wonogiri dengan Kementerian Agama, selama ini telah terjalin dengan baik dan saling menguatkan dalam berbagai program pembangunan masyarakat. Melalui sinergitas, akan makin memperkokoh demi memberikan dampak positif bagi terciptanya kondisi masyarakat yang aman, damai dan kondusif.

Melalui rapat koordinasi ini, Bupati berharap para penyuluh agama Islam se-Solo Raya terus meningkatkan profesionalisme dan memperkuat kolaborasi lintas sektor sehingga mampu menghadirkan pelayanan keagamaan yang semakin responsif, solutif, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Diharapkan, para Penyuluh Agama senantiasa berpedoman pada tugas dan fungsinya, serta terus menjadi pilar penting dalam menjaga kerukunan, memperkuat persatuan dan mendukung pembangunan daerah maupun bangsa.(Bambang Pur)