blank
Dalam kegiatan pendampingan juga melakukan observasi langsung ke lokasi sumber air. Foto: dok/usm

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Dosen Teknik Sipil Universitas Semarang (USM), belum lama ini memberikan pendampingan perencanaan desain intake air bersih di Desa Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.

Pada kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Kalikayen itu, tim PKM diketuai Sri Wanto ST MT, anggota Ir Bambang Tutuko MM MT, Son Haji ST MT, dan Trias Widorini ST MEng. Hadir dalam acara ini Kepala Desa Kalikayen Sugiyono, serta 20 peserta yang terdiri dari perangkat desa, pengelola sarana air bersih, dan perwakilan masyarakat.

Dalam keterangannya, Sri Wanto mengatakan, kegiatan itu merupakan bentuk pendampingan teknis, dalam merencanakan pembangunan, berupa bangunan intake, sebagai sarana pengambilan air baku yang aman, efisien, dan berkelanjutan.

BACA JUGA: Dies Natalis Ke-39 USM Jadi Momentum Evaluasi Kontribusi Lembaga pada Bangsa dan Masyarakat

Dia berharap, program itu mampu menjadi solusi terhadap permasalahan penyediaan air bersih, yang selama ini dihadapi masyarakat Desa Kalikayen, khususnya akibat kerusakan bangunan pengambilan air, yang dipengaruhi kondisi sungai dan banjir.

Disebutkan juga, tujuan kegiatan ini bukan hanya memberikan edukasi kepada masyarakat saja, tetapi juga menghasilkan rekomendasi teknis, berupa konsep awal desain intake air bersih, yang dapat dijadikan acuan dalam menyusun dokumen perencanaan pembangunan.

”Kami berharap, hasil pendampingan ini dapat menjadi langkah awal bagi Desa Kalikayen, dalam mewujudkan sistim penyediaan air bersih yang lebih aman, andal, dan berkelanjutan. USM siap terus mendampingi masyarakat, melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat,” ujarnya.

BACA JUGA: Tim SMAN 10 Semarang Juara I Lomba Video Kreatif FE USM

Sementara itu, Kepala Desa Kalikayen, Sugiyono menyampaikan apresiasi kepada USM, atas pendampingan yang diberikan. Menurutnya, kegiatan ini sangat membantunya dalam memperoleh pemahaman mengenai perencanaan teknis pembangunan intake air bersih, sehingga dapat menjadi dasar dalam penyusunan program pembangunan di masa mendatang.

”Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh materi mengenai konsep dasar sistim penyediaan air bersih, penentuan lokasi intake yang aman, penyusunan gambar teknik, serta penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB),” ujarnya.

Dia menambahkan, selain penyampaian materi di dalam ruangan, pihaknya juga mengajak peserta melakukan observasi langsung ke lokasi sumber air, untuk mengidentifikasi kondisi eksisting dan menentukan alternatif lokasi pembangunan intake yang lebih aman terhadap risiko banjir maupun gerusan sungai.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi, selama kegiatan berlangsung. Diskusi berlangsung interaktif, dengan berbagai pertanyaan mengenai kondisi sumber air, pengoperasian pompa, hingga strategi perlindungan bangunan intake terhadap kerusakan akibat bencana alam.

Riyan