blank
Kabid Perindustrian, Daulah Patta Raya saat menutup pelatihan memberikan apresiasi terhadap peserta yang selama 4 hari telah dengan sungguh-sungguh mengikuti pelatihan.. Foto: Septi.

JEPARA ( SUARABARU.ID) – Pelatihan  Inovasi Produk dengan Ornamen Ukiran di Jepara Wood Carving tanggal 22-25 Juni 2026 telah selesai. Para peserta selama empat hari  membuat  kursi sedan. Kursi ini  yang biasanya menggunakan anyaman rotan yang kemudian dikembangkan dengan inovasi ukiran.

Dalam pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jepara bekerjasama dengan DPC Gekraf dan Yayasan Pdelestari Ukit Jepara ini dihadirkan 5  instruktur Drs Sutarya, MM, Drs Suyoto, Ali Afendi S.Sn, H. Maslim, Alfiyanti Nurril  Hidayah, S,Sn., M.Sn.

blank
Maslim. N.S. salah satu instruktur yang sendang mengisi materi pelatihan ukir. Foto: Septi.

Saat penutupan para  instruktur memberikan  nasihat. Bukan hanya soal tehnis tetapi lebih banyak menyangkut  soft sklil. “Apa yang Anda dapatkan dalam pelatihan ini tidak boleh berhenti. Tetapi awal untuk mengembangkan potensi diri yang mungkin masih tersembunyi,” ujar Sutarya yang juga dosen Unisnu Jepara

Sementara H.  Maslim mengajak peserta untuk mengembangkan disiplin  saat mengerjakan karya ukir. “Jaga kualitas dan bahkan kuantitas  karya,” ujar Maslim. Dua hal ini sangat penting untuk membangun kepercayaan pembeli, tambahnya

Hal senada juga diungkapkan oleh Drs Suyoto. “Kegiatan pelatihan ini bukan hanya mendapatkan ketrampilan tetapi juga kemampuan kita untuk tetap bertahan dan bahkan berkembang,” ujar Sekrearis Umum Yayasan Pelestari Ukir Jepara ini.

blank
Sutarya, salah satu Instruktur Ukir yang sedang memberikan pengarahan dan wejangan pada hari terahir. Foto: Septi.

Instruktur lain Ali Afendi S.Sn mengajak peserta untuk terus   bergerak untuk melestarikan seni ukir Jepara. “ Jika bukan kita, sipa lagi yang akan melestarikan seni ukir,” ajaknya.

Sedangkan  Alfiyanti Nurril  Hidayah mengajak  peserta untuk mengembangkan pemasaran hasil karya. “ Jika tidak mampu melakukan sendiri lakukan bersama-sama,” pintanya

Sementara perwakilan peserta diwakili oleh Rumini, Ali Muhyidin dan Sampir Joko Widodo. “ Harapan kami pelatihan kedepan diberikan  ketrampilan dalam bidang desain,” pnta Widodo.

blank
Rumini saat mewakili para peserta. Foto: Septi.

Kabid Perindustrian, Daulah Patta Raya saat menutup pelatihan memberikan apresiasi terhadap peserta yang selama 4 hari telah dengan sungguh-sungguh mengikuti pelatihan. “Pelestarian dan pengembangan seni ukir merupakan salah satu program unggulan Bapak Bupati Jepara. Karena itu harus kita dukung bersama,”  terang Daulah

Ia juga mengajak semua pengukir Jepara untuk memanfaatkan fasilitas Kartu Mebel Jepara. “ Silahkan mendaftar karena banyak skema bantuan. Saat ini barfu terdaftar sekitar .1200 pengukir,” ujarnya

Septiana Wibowo