SEMARANG (SUARABARU.ID) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang beri pelayanan kesehatan bagi warga binaan (narapidana).
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan skrining kesehatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Blok Citrawirya yang digelar di Graha Pancasila Lapas Kelas I Semarang.
Kegiatan ini dilaksanakan atas kerja sama Dinas Kesehatan Kota Semarang bersama petugas Klinik Pratama Lapas Kelas I Semarang sebagai bagian dari upaya peningkatan cakupan layanan kesehatan dan deteksi dini terhadap kondisi kesehatan warga binaan.
Pada pelaksanaan hari pertama, sebanyak 130 warga binaan mengikuti skrining kesehatan. Kegiatan ini ditargetkan menjangkau 780 warga binaan secara bertahap selama enam hari pelaksanaan.
Adapun pemeriksaan yang dilakukan meliputi skrining HIV, skrining Tuberkulosis (TBC), skrining Hepatitis B dan C, serta skrining kesehatan jiwa.
Seluruh rangkaian pemeriksaan dilakukan secara terstruktur dengan melibatkan petugas kesehatan, pejabat struktural, JFT, JFU, serta Regu Pengamanan (Rupam) guna memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan efektif.
Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari menyampaikan, kesehatan merupakan bagian penting dari proses pembinaan yang harus dipenuhi secara berkelanjutan.
“Pelayanan kesehatan merupakan hak dasar yang tetap harus diterima oleh warga binaan selama menjalani masa pidana. Melalui skrining ini, kami ingin memastikan kondisi kesehatan warga binaan dapat dipantau sejak dini sehingga apabila ditemukan indikasi penyakit dapat segera dilakukan tindak lanjut medis secara cepat dan tepat,” ujar Tohari, Kamis (25/6/2026).
Tohari menegaskan, pelaksanaan skrining kesehatan tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga menjadi langkah preventif dalam mencegah penyebaran penyakit menular serta memperkuat kualitas pembinaan di dalam Lapas.
“Kami berharap kegiatan ini mampu membangun budaya hidup sehat di lingkungan Lapas serta menjadi langkah nyata dalam mendukung pemasyarakatan yang lebih humanis, responsif, dan bermanfaat,” tuturnya.
Dengan kondisi kesehatan yang baik, menurutnya, proses pembinaan dapat berjalan lebih optimal, sehingga warga binaan memiliki kesiapan yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat.
Ning S













