blank
Rektor Supari saat memberikan sambutannya pada acara Dies Natalis ke-39 USM. Foto: dok/usm

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Universitas Semarang (USM) menyelenggarakan upacara dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-39. Acara yang digelar di Auditorium Ir Widjatmoko itu dihadiri jajaran pimpinan universitas, yayasan, serta sejumlah tamu undangan lain.

Hadir dalam acara ini Rektor USM Dr Supari ST MT, WR I Prof Dr Ir Haslina Msi, WR II Dr Abdul Karim SE MSi Ak CA, WR III Dr April Firman Daru SKom Mkom dan Ketua Senat Prof Dr Dra Hardani Widhiastuti MM Psikolog.

Selain itu, ada juga Ketua Pembina Yayasan Alumni Undip Prof Dr Sudharto P Hadi MES PhD, Ketua Dewan Penyantun USM Prof Dr Mohammad Mahfud MD SH SU MIP, serta Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VI Jawa Tengah Prof Dr Ir Aisyah Endah Palupi MPd.

BACA JUGA: Tim SMAN 10 Semarang Juara I Lomba Video Kreatif FE USM

Dalam sambutannya, Rektor Supari menyampaikan, bertambahnya usia universitas harus dimaknai sebagai momentum penting untuk mengevaluasi kontribusi lembaga terhadap bangsa dan masyarakat.

”Dies natalis ini merupakan momentum bagi kita, untuk merefleksikan perjalanan panjang Universitas Semarang dalam mengembangkan amanah yang diberikan, baik dari pemerintah maupun masyarakat,” kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Prof Sudharto memberikan pesan mendalam mengenai esensi lulusan perguruan tinggi yang harus memiliki kepedulian sosial dan daya kritis, bukan sekadar memenuhi kebutuhan pasar.

BACA JUGA: Dies Natalis Ke-39, USM Perkuat Semangat Kebersamaan

”Lulusan itu tidak hanya pandai secara akademik, tetapi juga harus peduli terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi bangsa. Jadilah sarjana yang sujana (bijaksana/berbudi luhur), bukan sarjana yang durjana,” tegas Prof Darto.

Terkait tata kelola institusi, Prof Darto menambahkan, pihak yayasan akan terus bebenah melalui pemberdayaan aset, untuk mewujudkan Revenue Regeneration Activities. Langkah strategis ini, salah satunya ditujukan untuk meringankan biaya SPP mahasiswa.

Sementara itu, Prof Mahfud MD menekankan, lembaga pendidikan tinggi tidak boleh terjebak pada pencapaian akademik semata, melainkan wajib mengutamakan aspek moralitas.

BACA JUGA: Prof Mahfud MD: USM Harus Cerdaskan Otak dan Kekuatan

”Yang dipentingkan dalam pendidikan itu adalah pendidikan otak dan pemuliaan watak. USM diharapkan tidak hanya berpikir tentang mencerdaskan otak, tetapi juga mencerdaskan watak,” ujarnya.

Dia juga memperingatkan, kecerdasan intelektual yang tanpa diimbangi dengan keluhuran karakter, justru dapat merugikan kemajuan bangsa.

Sedangkan Prof Aisyah Endah Palupi memberikan rekomendasi strategis, demi kemajuan struktural USM. Dia menyarankan dan mendorong, agar USM melanjutkan rencana strategis untuk membuka Fakultas Kedokteran, yang telah diinisiasi sebelumnya.

Menurut dia, kehadiran fakultas baru ini dinilai akan menjadi motor penggerak utama, agar USM dapat terus berkembang pesat, dan meluaskan kontribusinya bagi masyarakat.

Riyan