blank

KARANGANYAR – SUARABARU.ID :  Ketua DPRD Jateng Sumanto memotivasi warga Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar untuk memanfaatkan potensi wilayahnya sebagai peluang usaha. Hal tersebut ia ungkapkan dalam acara Temu Tani di Balai Kelurahan setempat, belum lama ini.

Kegiatan yang dihadiri para petani dari berbagai Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) tersebut menjadi ruang dialog untuk membahas berbagai potensi dan peluang pengembangan ekonomi masyarakat di wilayah lereng Gunung Lawu. Dalam kesempatan tersebut, Sumanto menegaskan bahwa Kelurahan Kalisoro memiliki modal alam yang luar biasa untuk terus berkembang. Selain pertanian hortikultura yang selama ini menjadi andalan masyarakat, kawasan ini juga memiliki peluang besar untuk mengembangkan berbagai komoditas perkebunan yang bernilai ekonomi tinggi.

blank

“Kelurahan Kalisoro berada di kawasan strategis lereng Gunung Lawu yang memiliki tanah subur, iklim yang mendukung, serta sumber daya manusia yang produktif. Potensi ini harus terus dikembangkan agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Sumanto.

Menurut Sumanto, sektor pertanian tidak lagi cukup dipandang sebatas kegiatan produksi hasil panen. Masyarakat perlu didorong untuk mengembangkan usaha berbasis nilai tambah sehingga produk pertanian dapat memberikan keuntungan yang lebih besar. Oleh karena itu, pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal menjadi langkah penting untuk memperkuat perekonomian desa.

Salah satu potensi yang mendapat perhatian khusus adalah Kopi Lawu. Komoditas kopi yang tumbuh di kawasan lereng Gunung Lawu dinilai memiliki kualitas dan cita rasa khas yang berpeluang besar menembus pasar yang lebih luas. Tidak hanya dijual dalam bentuk biji kopi, produk tersebut juga dapat warga olah dan pasarkan melalui berbagai model usaha kreatif yang melibatkan masyarakat.

blank

“Kopi Lawu memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan. Ini bisa menjadi peluang usaha bagi masyarakat, mulai dari budidaya, pengolahan, pemasaran, hingga pengembangan wisata berbasis kopi. Jika dikelola dengan baik, akan mampu membuka lapangan kerja sekaligus menambah penghasilan warga,” kata Sumanto.

Selain kopi, peserta Temu Tani juga membahas peluang pengembangan produk UMKM berbahan baku hasil pertanian lokal. Beragam komoditas yang dihasilkan petani memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai jual lebih tinggi, mulai dari makanan olahan, minuman, hingga produk khas desa yang dapat dipasarkan kepada wisatawan yang berkunjung ke kawasan Tawangmangu.

Keberadaan wilayah Kalisoro yang berada di jalur wisata lereng Gunung Lawu juga menjadi keuntungan tersendiri. Pemandangan alam yang asri, udara pegunungan yang sejuk, serta kekayaan budaya dan hasil pertanian dapat menjadi daya tarik yang mendukung tumbuhnya ekonomi kreatif.

Dalam dialog tersebut, Sumanto mendorong agar petani tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga mulai memikirkan strategi pemasaran, pengemasan produk, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar. Menurutnya, kemajuan wilayah akan tercapai ketika sektor pertanian mampu terhubung dengan UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif secara terpadu.

Kegiatan Temu Tani tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang peningkatan hasil pertanian, tetapi juga bagaimana memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki daerah. Dengan kekayaan alam lereng Gunung Lawu, kesuburan lahan, serta berkembangnya kopi Lawu sebagai produk unggulan, Kelurahan Kalisoro dinilai memiliki peluang besar untuk tumbuh menjadi wilayah yang mandiri dan sejahtera. (*)