SEMARANG (SUARABARU.ID)– Sebanyak 173 peserta dari 24 SMA/SMK/MA sederajat, mengikuti webinar bertajuk ‘Peluang Karir Wilayah Pesisir Pantura Jawa Tengah di Dunia Teknik Sipil’. Webinar ini diselenggarakan Program Studi S1 Teknik Sipil Universitas Semarang (USM), secara daring melalui Zoom Meeting, pada Jumat (19/6/2026).
Peserta yang hadir dalam webinar itu SMAN 2 Semarang, SMKN 2 Purwodadi, SMKN 2 Salatiga, SMK Negeri 2 Pati, SMAN 1 Jakenan, SMAN 1 Donorojo, SMAN 1 Welahan, SMKN 5 Semarang, SMAN 3 Demak, SMAN 1 Welahan, SMKN 7 Semarang, SMA Islam Sudirman Ambarawa.
Hadir pula SMAN 1 Mayong, SMA IT Raflesia, MA Tarbiyatul Banin, SMKN 3 Semarang, SMK Pelita Nusantara 2, SMKN 9 Semarang, SMAN 2 Blora, SMAN 1 Petarukan, SMAN 1 Semarang, SMK Yasiha Gubug, SMA Muhammadiyah Gubug, dan SMAN 1 Wedung.
BACA JUGA: Mahasiswa USM Juara Kompetisi Blockchain Nasional
Kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat positif dari para siswa, guru, alumni, hingga perwakilan instansi dan industri, yang memiliki perhatian terhadap pembangunan wilayah pesisir.
Kegiatan yang mengangkat tema ‘Bangun Mimpi, Bangun Negeri, di Negeri Pesisir’ itu, sebagai wadah edukasi bagi generasi muda, untuk mengenal lebih dekat berbagai peluang pendidikan tinggi dan prospek karier yang dapat dikembangkan melalui bidang Teknik Sipil, khususnya dalam mendukung pembangunan kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah, yang memiliki potensi ekonomi dan infrastruktur yang sangat besar.
Dalam sambutannya, Ketua Program Studi S1 Teknik Sipil USM, Dr Dhamang mengatakan, kawasan Pantura Jateng merupakan salah satu wilayah strategis, yang membutuhkan sumber daya manusia unggul di bidang ketekniksipilan.
BACA JUGA: Mahasiswa Ilkom USM Edukasi Generasi Muda tentang Tradisi Sedekah Bumi
”Pantura Jateng memiliki potensi yang sangat besar, mulai dari pengembangan kawasan industri, pelabuhan, jalan Nasional, pengendalian banjir rob, perlindungan pantai, hingga pengembangan kawasan permukiman pesisir. Kondisi itu membuka peluang yang sangat luas bagi lulusan Teknik Sipil untuk berkontribusi, dalam pembangunan berkelanjutan,” ungkap Dhamang.
Dia menambahkan, kegiatan itu merupakan bagian dari upaya Program Studi S1 Teknik Sipil USM, untuk memberikan gambaran kepada para siswa yang masih bimbang menentukan pilihan studi, setelah lulus sekolah.
”Kami memahami, masih banyak siswa yang bertanya, setelah lulus sekolah mau kuliah di mana dan jurusan apa, yang memiliki prospek menjanjikan. Melalui webinar ini, kami ingin menunjukkan, Teknik Sipil bukan hanya tentang membangun gedung dan jalan, tetapi juga tentang membangun masa depan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir yang memiliki tantangan dan peluang besar,” tambahnya.
BACA JUGA: Fakultas Ekonomi USM dan Indosat Semarang Jalin Kerja Sama
Tidak hanya diikuti kalangan pelajar, kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Batang (Disnaker Batang), PLTU Batang, serta peserta dari berbagai latar belakang profesi, yang tertarik terhadap isu pembangunan infrastruktur pesisir.
Webinar menghadirkan tiga materi utama, yang membahas berbagai aspek penting dalam dunia Teknik Sipil, yaitu tentang peluang dan tantangan pembangunan pesisir Pantura Jateng, Dunia Teknik Sipil, dan Kuliah Teknik Sipil.
”Selama kegiatan, peserta memperoleh wawasan mengenai besarnya kebutuhan tenaga profesional di bidang Teknik Sipil, prospek kerja lulusan, peluang memperoleh beasiswa, serta kontribusi yang dapat diberikan dalam pembangunan wilayah pesisir yang tangguh dan berkelanjutan,” ujarnya.
BACA JUGA: Mahasiswa Ilkom USM Kenalkan Budaya Seni Ukir pada Siswa PAUD Sendangmulyo
Dia berharap, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menjembatani kebutuhan informasi pendidikan tinggi bagi generasi muda.
”Kami berharap, dengan semakin dikenalnya potensi pembangunan Pantura Jateng, semakin banyak siswa yang termotivasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi, dan mengambil peran dalam membangun daerahnya melalui keilmuan Teknik Sipil. Bangun Mimpi, Bangun Negeri, di Negeri Pesisir,” ungkapnya.
Riyan













